Anda di halaman 1dari 2

Setelah 48 jam, pasien kembali, dan pemetaan intraoral dari lesi hiperplastik dibuat dengan t-ball

burnsiher (Hu- Friedy). Gigi tiruan rahang atas pasien kemudian dikeluarkan, dan model dibuat
dengan gipsum Tipe III (Castone; Dentsply Trubyte) sehingga dapat mereline gigi tiruan dengan
akrilik polimerisasi panas. Model dan gigi tiruan diflasking dan ditanam dalam campuran
gypsum tipe I dan III dengan perbandingan 50:50 (Lab Plaster dan Denstone; Heraeus Kulzer).
Setelah bahan investment setting, gigi tiruan dipisahkan dari model definitif. Dengan
menggunakan pemetaan IPH intraoral, model definitif di beri tanda untuk menunjukkan di mana
penambahan resin akrilik diperlukan sehingga memberikan tekanan positif pada lesi IPH
(Gambar 2). Kemudian dengan menggunakan round bur No. 8 (Brasseler USADental) dan
instrumen discoid-cleoid (Hu- Friedy), penilaian model definitif sesuai dengan kedalaman yang
ditentukan sebelumnya oleh pemetaan IPH intraoral. Dengan menggunakan resin ortodontik
(Hygenic; Coltne / Whaledent Inc), reline dengan proses pemanasan telah selesai (Gambar 3).
Setelah finishing dan processing reline, pasien kembali untuk pemasangan.

Gambar 2. Model definitif yang ditandai dengan pensil merah untuk menunjukkan
dimana perbaikan cast harus dilakukan sebelum reline.

Gambar 3. Gigi tiruan maksila setelah reline dengan resin orthodontik polimerisasi panas selesai.
Pada saat pemasangan, pasien diberitahu bahwa gigi tiruan tidak akan duduk sepenuhnya
dan akan memerlukan tekanan oklusal positif untuk menambah retensi. Meskipun ia akan
mengalami ketidakstabilan prostesa pada awalnya, pasien didorong untuk tidak menggunakan
bahan adhesive untuk retensi. Selain itu, kepatuhan yang ketat terhadap protokol berikut
disarankan. Pasien harus membuka gigi tiruan paling sedikit 6 sampai 8 jam per hari, dan setelah
dibuka gigi tiruan harus direndam dengan larutan natrium hipoklorit 1: 8 dengan larutan air.
Pasien juga diinstruksikan untuk menyikat palatum dengan sikat gigi konvensional dan larutan
klorheksidin glukonat 0,12% (Peridex; 3M ESPE) 2 sampai 3 kali sehari.

Dua hari setelah pemasangan prostesa, pasien kembali melakukan evaluasi dan
penyesuaian. Setelah pasta denture pressure indicating (Pressure Indicating Paste (PIP); Industri
Keystone / Mizzy) diaplikasikan dan setelah selektif grinding permukaan intaglio gigitiruan,
peripheral seal gigi tiruan yang minimal diperoleh. Sekali lagi, pasien dianjurkan untuk
meminimalkan jumlah bahan adhesive gigitiruan yang digunakan. Selama 5 bulan ke depan,
pasien kontrol setiap 2 sampai 3 minggu untuk memastikan tekanan positif yang memadai
diterapkan pada area IPH. Pada masing-masing pengangkatan ini, perubahan lokasi dan tingkat
keparahan lesi dicatat, dan pasta denture pressure indicating digunakan untuk memastikan posisi
yang adekuat dan penempatan titik tekanan yang memadai pada denture bearing surfaces
(Gambar 4). Jika pengurangan tekanan diperlukan, ini dilakukan dengan instrumen pemotong
resin akrilik rotari; Jika tekanan tambahan diperlukan, ini dilakukan dengan resin polimetil
metakrilat fast-set (Super-T; American Consolidated Manufacturing Co). Semua penambahan
yang dibuat pada permukaan intaglio gigi tiruan dinilai dan dipastikan dengan pasta denture
pressure indicating.

Setelah 5 bulan pengobatan dan resolusi lesi IPH (Gambar 5), pasien kembali untuk
pembuatan gigi tiruan lenkap maksila dan overdentures mandibula. Pada pemasangan prostesa
definitif, pasien diinstruksikan dalam perawatan gigi tiruan rutin dan perawatan di rumah dan
dijadwalkan pemeriksaan gigi tiruan setiap 6 bulan sekali untuk meminimalkan kekambuhan IPH