Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Akuntansi memang menjadi peran penting oleh setiap perusahaan, karena
dengan akuntansi kita dapat mengukur kinerja sebuah perusahaan dalam bentuk
angka, apakah memperoleh keuntungan atau kerugian, dengan akuntansi kita juga
dapat mendapatkan informasi yang akan digunakan oleh pemakainya baik itu
pihak ekstern maupun intern. Dengan adanya akuntansi juga kita dapat memakai
informasinya untuk mengukur berapa pajak yang harus kita bayar kepada
pemerintah demi mensejahterakan sosial. Semua informasi tersebut terkait dengan
berapa pendapatan dan beban yang didapat dalam suatu perusahaan, tanpa adanya
pendapatan dan beban tidak akan didapatnya suatu penghasilan bersih.

Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari usaha perusahaan yang biasa
disebut penjualan, pengahsilan jasa, bunga, dividen, royalti, dan sewa.Perusahaan
dapat dikatakan memperoleh untung apabila perusahaan memperoleh pendapatan
lebih besar daripada beban yang harus dibayarkan.Sedangkan beban adalah biaya
yang timbul untuk menghasilkan pendapatan tersebut. Ini harus diakui pada saat
yang sama dengan pendapatan. Hubungan antara keduanya seringkali sulit untuk
ditentukan.

Pendapatan adalah darah kehidupan suatu perusahaan.Tanpa pendapatan,


tidak ada laba.Tanpa laba, tidak ada perusahaan.Begitupula dengan
beban.Mengingat kepentingan keduanya dalam unsur akuntansi.Apa yang benar
untuk pendapatan adalah benar untuk beban, yang sama sulitnya untuk
didefinisikan dan diakui.Pada makalah ini dimulai dengan pembahasan
pendapatan.Pembahasan ini menyatakan bahwa penentuan sifat yang tepat dari
pendapatan harus mendahului pertanyaan mengenai bagaimana mengukur hal itu
dan kapan mengakuinya.Pembahasan yang serupa kemudian menyusul untuk
beban. Kemudian Keuntungan dan kerugian dibedakan satu sama lain dari

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 1


pendapatan dan beban dalam setiap bagian. Perbandingan dengan perlakuan
dengan hukum islam juga dijelaskan untuk menutup bab ini.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana Konsep Pendapatan ?
2. Bagaimana Konsep Beban ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui bagaimana konsep pendapatan ?
2. Mengetahui bagaimana konsep beban ?

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 2


BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PENDAPATAN

Menurut PSAK No. 23 paragraf 6, pendapatan adalah arus masuk bruto


dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu
periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak
berasal dari kontribusi penanam modal.

Menurut SFAC No.6, pendapatan adalah arus masuk atau penambahan


lainnya pada aset suatu satuan usaha atau penyelesaian kewajiban-kewajibanya
(atau kombinasi keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, pemberian jasa,
atau kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama atau pusat dari satuan usaha
yang berkesinambungan.

Menurut FASB yang dikutip oleh harahap (1999:58) definisi pendapatan


adalah arus masuk atau peningkatan nilai asset dari suatu entity atau penyelesaian
kewajiban dari entity atau gabungan dari penyerahan/ produksi barang, pemberian
jasa atas pelaksana kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan
yang sedang berjalan.

Menurut Niswonger (1992:22) pendapatan adalah jumlah yang ditagih


kepada pelanggan atas barang ataupun jasa yang diberikan kepada mereka. Pada
buku yang sama, Niswonger (1992:56) juga menjelaskan pendapatan sebagai
berikut: pendapatan atau revenue merupakan kenaikan kotor atau gross dalam
modal pemilik yang dihasilkan dari penjualan barang dagangan, pelaksanaan jasa
kepada pelanggan atau klien, penyewa harta, peminjam uang, dan semua kegiatan
usaha serta profesi yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan.

Melihat definisi tersebut, maka pendapatan akan diakui dalam laporan laba
rugi kalau kenaikan manfaat ekonomi pada masa depan yang berkaitan dengan
peningkatan aset atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 3


andal. Ini berarti bahwa pengakuan pendapatan terjadi bersamaan dengan
pengakuan kenaikan aset atau penurunan kewajiban (misalnya kenaikan bersih
aset yang timbul dari penjualan barang atau jasa atau penurunan kewajiban yang
timbul dari pembebasan pinjaman).

Menurut SFAC No 6, Gains adalah peningkatan dalam ekuitas (aset


bersih) dari transaksi sampingan atau insidental suatu entitas dan dari semua
transaksi dan kejadian lain yang mempengaruhi entitas selain yang diakibatkan
dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.

Terdapat dua kata yang sering disebut dalam definisi yaitu ekuitas dan
entitas. Ekuitas adalah modal yang diinvestasikan dalam suatu usaha (ekuitas
dalam akuntansi merupakan penambahan dari profit selama tahun berjalan dengan
modal mula-mula). Dalil entitas menganggap bahwa setiap perusahaan adalah
suatu unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan dari
perusahaan-perusahaan lainnya.

B. KARAKTERISTIK PENDAPATAN
- Aliran masuk atau aliran aset adalah jumlah aset baru yang diterima dari
konsumen, aliran dana dari konsumen, kenaikan laba ekonomi, laba
penjualan aset.
- Kegiatan yang mempresentasi operasi utama atau sentral yang terus
menerus adalah pendapatan dari kegiatan normal perusahaan biasanya
diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa yang berhubungan dengan
kegiatan utama perusahaan.
- Pelunasan, penurunan, atau pengurangan kewajiban dimana suatu entitas
mengalami kenaikan aset sebelumnya, misalnya menerima pembayaran di
muka dari pelanggan, pengiriman barang, atau pelaksanaan jasa akan
mengurangi kewajiban yang menimbulkan pendapatan. Jadi kenaikan aset,
pendapatan dapat diartikan sebagai penurunan kewajiban.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 4


- Suatu entitas maksudnya adalah pendapatan didefinisi sebagai kenaikan
aset bukannya kenaikan ekuitas bersih meskipun kenaikan aset tersebut
akhirnya berpengaruh terhadap kenaikan ekuitas bersih.
- Produk perusahaan maksudnya dimana aliran aset dari pelanggan
berfungsi hanya sebagai pengukur, tetapi bukan pendapatan itu sendiri.
Produk fisis yang dihasilkan oleh kegiatan usaha itulah yang merupakan
pendapatan. Produk merupakan pencapaian dari tiap kegiatan produktif.
Pendapatan merupakan aliran masuk aset (unit moneter) dan hal tersebut
berkaitan dengan aliran fisis berupa penyerahan produk (ouput)
perusahaan.
- Pertukaran produk, harus dinyatakan dalam satuan moneter untuk dicatat
ke dalam sistem pembukuan. Satuan moneter yang paling objektif adalah
jika jumlah rupiah tersebut merupakan hasil transaksi atau pertukaran
antara pihak independen.
- Menyandang beberapa nama atau mengambil beberapa produk, dimana
pendapatan merupakan konsep yang bersifat generik dan mencakupi
semua pos dengan berbagai bentuk dan nama apapun.
C. KARAKTERISTIK GAIN
- Periferal dan incidental : Misalnya penjualan investasi dalam surat-
surat berharga, penjualan asset tetap, pelunasan utang obligasi
sebelum jatuh tempo.
- Transfer nontimbal-balik ( nonreciprocal transfers ) dengan pihak
lain: misalnya hadiah dan donasi ( bagi organisasi non profit ) dan
penerimaan ganti rugi pemenangan tuntutan perkara hokum.
- Penahanan asset ( holding assets ): misalnya kenaikan harga sekuritas
investasi, kenaikan nilai-tukar valuta asing, dan kenaikan karena
penahanan sediaan ( holding gains ).
- Faktor lingkungan: Misalnya ganti rugi asuransi musibah alam yang
melebihi kos asset yang rusak.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 5


D. PENGAKUAN PENDAPATAN
Pengakuan adalah pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem
akuntansi sehingga jumlah tersebut terefleksi dalam statement keuangan.Secara
konseptual pendapatan hanya dapat diakui kalau memenuhi kualitas keterukuran
(measurability) dan keterandalan (reliability).

1. Pembentukan pendapatan

Pembentukan pendapatan adalah suatu konsep yang berkaitan dengan


masalah kapan dan bagaimana sesungguhnya pendapatan itu timbul atau menjadi
ada dengan artian apakah pendapatan itu timbul karena kegiatan produktif atau
karena kejadian tertentu.

2. Realisasi pendapatan
Pendapatan baru dapat dikatakan terjadi atau terbentuk pada saat terjadi
kesepakatan atau kontrak dengan pihak independen (pembeli) untuk membayar
produk baik produk telah selesai dan diserahkan atau maupun belum dibuat sama
sekali. Pendapatan terbentuk pada saat produk selesai dikerjakan dan terjual
langsung atau pada saat terjual atas dasar kontrak penjualan.
3. Saat pengakuan pendapatan:
a. Pada saat kontrak penjualan, jika perusahaan telah menandatangani
kontrak perusahaan dan bahkan sudah menerima kas untuk seluruh nilai
kontrak tetapi perusahaan belum mulai memproduksi barang. Pada
keadaan ini pendapatan sudah terealisasi, tetapi belum terbentuk.
Pengakuan harus menunggu sampai proses penghimpunan cukup selesai
yaitu ditahap penjualan. Pada umumnya perlakuan semacam ini berlaku
untuk perusahaan yang memproduksi barang konsumsi dan jarak antara
penandatanganan kontrak dan penyerahan barang cukup pendek (kurang
dari satu tahun).
b. Selama proses produksi secara bertahap, maksudnya dalam industri
tertentu pembuatan produk memerlukan waktu yang cukup lama. Biasanya
produk semacam itu diperlakukan sebagai projek dan dilaksanakan atas

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 6


dasar kontrak sehingga pendapatan telah terealisasi untuk seluruh periode
kontrak tetapi mungkin belum cukup terbentuk pada akhir tiap periode
akuntansi. Dalam hal ini, pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara
bertahap (per periode akuntansi) sejalan dengan kemajuan proses produksi
atau sekaligus pada saat projek selesai dan diserahkan. Cara pertama
disebut metode presentasi penyelesaian (percentage-of-completion
method), sedangkan yang terakhir disebut metode kontrak selesai
(completed-contract method).
Masalah pengakuan yang timbul selama proses produksi yaitu akresi,
Apresiasi, dan penghematan kos. Akresi yaitu pertambahan nilai akibat
pertumbuhan fisis atau proses alamiyah lainnya. Apresiasi yaitu selisih
nilai pasar wajar asset perusahaan dengan kos.
c. Pada saat produk selesai, jika tidak ada kontrak sebelumnya, hanya kriteria
yang terbentuk yang dipenuhi. Pengakuan pendapatan atas dasar saat
produk selesai diproduksi dapat dianggap layak untuk industri ekstraktif
(pertambangan) termasuk pertanian. Kondisi ini memungkinkan untuk
menaksir dengan cukup tepat nilai jual yang dapat direalisasi suatu
persediaan barang menjadi ada pada tanggal tertentu. Jadi, kondisi ini
dapat mengganti kriteria cukup pasti terealisasi.
d. Pada saat penjualan, pengakuan ini merupakan dasar yang paling umum
karena pada saat penjualan kriteria penghimpunan dan realisasi telah
terpenuhi. Dengan demikian, saat penjualan merupakan saat yang kritis
dalam operasi perusahaan sehingga menjadi standar utama dalam
pengakuan pendapatan. Transaksi penjualan mengakibatkan masuknya
aset baru ke dalam perusahaan untuk menutup kos yang terserap untuk
melaksanakan kegiatan produksi dengan penyerahan produk, menyediakan
dana sebagai imbalan untuk pembayaran pajak kepada pemerintah, bunga
kepada kreditor, dan deviden kepada pemegang saham. Kendati saat
penjualan menjadi standar umum pengakuan pendapatan, terdapat
beberapa hal yang sering diajukan sebagai keberatan terhadap dasar
tersebut. Hal pertama berkaitan dengan kepastian pengukuran pendapatan

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 7


akibat kos purna-jual atau pasca-jual (after-sales-cost atau after costs). Ada
kegiatan yang masih dilakukan perusahaan untuk menuntaskan penjualan
kos yang menimbulkan kos. Masalah lain berkaitan dengan kemungkinan
atau pengembalian barang. Akhirnya, masalah kemungkinan
ketaktertagihan piutang bila penjualan tidak tunai (masalah kolektibilitas).
Ini berarti piutang belum merupakan bukti penuh terrealisasinya
pendapatan.
Masalah pengakuan yang timbul saat penjualan yaitu, kembalian dan
potongan tunai, kos purnajual, hak pengembalian barang, kerugian
piutang, dan makna penjualan. Potongan tunai dari setiap pengurangan
dalam harga yang tetap, seperti kerugian piutang yang tidak tertagih,
merupakan penyesuaian yang diperlukan untuk menghitug ekuivalen kas
netto yang sebenarnya atau nilai diskonto tunai dari klaim uang, shingga
harus dikurangkan ketika menghitung pendapatan.
e. Pada saat kas terkumpul, pengakuan pada saat kas terkumpul sebenarnya
pengakuan pendapatan berdasarkan asas kas (cash basis). Alasan
digunakannya dasar ini adalah adanya ketidakpastian tentang kolektibilitas
atau ketertagihan piutang. Dengan cara ini, pendapatan diakui sejumlah
kas yang diterima pada saat kas diterima atau terkumpul (sampai akhir
periode) dan baru kemudian menentukan biaya yang berkaitan dengan
pendapatan dasar kas tersebut. Dengan kata lain, pendapatan suatu periode
diakui secara proposional atas dasar kas yang telah diterima dalam periode
tersebut.
4. Saat pengakuan penjualan jasa
AICPA memberikan kaidah pengakuan umum untuk penjualan jasa
sebagai berikut:
a. Kalau pemberian jasa terdiri atas pelaksanaan satu pekerjaan atau
tindakan, pendaptan harus diakui pada saat pekerjaan tersebut telah
dilakukan.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 8


b. Kalau pemberian jasa terdiri atas pelaksanaan serangkaian pekerjaan
atau tindakan secara bertahap, pendapatan harus diakui selama perioda
pelaksanaan pekerjaan secara proporsional.
c. Kalau pemberian jasa terdiri atas pelaksanaan serangkaian pekerjaan
atau tindakan secara bertahap, pendapatan dapat diakui pada saat
seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan.
d. Terdapat tingkat ketidakpastian yang tinggi berkenaan dengan
ketertagihan atau kolektibilitas pendapatan jasa, pendapatan baru
diakui setelah kas terkumpul.

Dalam beberapa referensi lain menyebutkan bahwa FASB memberikan saran


untuk pengakuan pendapatan yang khusus untuk pendapatan. Menurut mereka,
pendapatan tidak boleh diakui sampai ia :
1) Dihasilkan (earned)
2) Direalisasi atau dapat direalisasi
Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa:

a) Pendapatan dianggap dihasilkan (earned) apabila entitas bersangkutan


pada hakikatnya telah menyelesaikan apa yang seharusnya dilakukan
untuk mendapat hak atas manfaat yang dimiliki oleh pendapatan itu, yakni
apabila proses menghasilkan laba telah selesai atau sebenarnya telah
selesai. Pendapatan harus diidentifikasikan dengan periode selama saat itu
kegiatan ekonomi utama yang penting untuk penciptaan dan disposisi
barang dan jasa telah diselesaikan, asalkan pengukuran obyektif atas hasil-
hasil kagiatan itu tersedia. Dua kondisi ini, yaitu penyelesaian kegiatan
ekonomi utama dan obyektivitas pengukuran, dipenuhi pada tahap
kegiatan yang berbeda dalam kasus yang berbeda, adakalanya selambat
waktu penyerahan produk atau pelaksanaan jasa, dalam kasus lain, pada
titik waktu yang lebih awal.
b) Pendapatan dianggap direalisasikan apabila barang dan jasa, barang
dagangan, atau harta lain ditukar dengan kas atau klaim atas kas;
Pendapatan dianggap dapat direalisasikan apabila aset yang diterima

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 9


dalam pertukaran segera dapat konversi (siap ditukar) menjadi kas atau
klaim atas kas dengan jumlah yang diketahui. Dapat direalisasi, berarti
kemampuan mengubah klaim menjadi kas. Jadi satu kondisi untuk
pengakuan adalah bahwa produk telah dijual secara tunai atau kredit.
Realisasi biasanya terjadi pada saat penjualan. Jadi realisasi merupakan
pelaporan pendapatan apabila suatu pertukaran atau arus keluar produk
telah terjadi. Yaitu barnag atau jasa harus sudah ditransfer ke pelanggan
atau klien.
Karena pendapatan merupakan bagian dari laba, peraturan untuk
pengakuan pendapatan adalah bagian dari peraturan untuk pengakuan laba.
Karena itu, kunci untuk menentukan kapan laba harus diakui adalah
penentuan kapan ia telah dihasilkan dan direalisasi.

Empat transaksi pendapatan telah diakui sesuai dengan prinsip di atas :

Pendapatan dari penjualan produk diakui pada tanggal penjualan, yang


biasanya diinterpretasikan sebagai tanggal penyerahan pada pelanggan.

Pendapatan dari pemberian jasa diakui ketika jasa diakui ketika jasa-jasa
itu telah dilaksanakan dan dapat ditagih.

Pendapatan dari mengizinkan pihak lain untuk menggunakan aset


perusahaan seperti bunga, sewa dan royalti diakui sesuai dengan
berlakunya waktu atau ketika aset itu digunakan.

Pendapatan dari pelepasan aset selain produk diakui pada tanggal


penjualan.

Pengukuran pendapatan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah


diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat
diterima.Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.
23 tentang pendapatan menyatakan bahwa pendapatan timbul dari
peristiwa ekonomi berikut ini : (1) Penjualan barang; (2) Penjualan jasa;
(3) Penggunaan aset perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan
bunga, royalty, dan deviden.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 10


Pendapatan dari penjualan barang harus diakui jika :

Perusahaan telah memindahkan resiko secara signifikan dan telah


memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli;

Perusahaan tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian efektif atas


barang yang dijual;

Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal;

Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi


akan mengalir kepada perusahaan tersebut; dan

Biaya yang terjadi dan akan terjadi sehubungan dengan transaksi dapat
diukur dengan andal.

Suatu transaksi dapat diestimasi dengan andal jika :

Besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi


tersebut akan diperoleh perusahaan;

Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi dari tanggal neraca dapat diukur
dengan andal;

Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal;

Biaya yang terjadi untuk transaksi tersebut dan biaya untuk penyelesaian
transaksi tersebut dapat diukur dengan andal.
Pengakuan Keuntungan

Waktu pengakuan keuntungan khususnya keuntungan yang berasal dari kenaikan


nilai aset, harus identik dengan waktu pengakuan pendapatan.Akan tetapi, akuntan
umumnya lebih condong pada konsep realisasi.Yaitu, biasanya mereka tidak
mengakui keuntungan sampai suatu pertukaran atau penjualan terjadi.Sebagian
besar akuntan mensyaratkan bahwa suatu pencatatan dalam kenaikan nilai hampir
tidak mungkin sebelum pengakuan atau penjualan dibuat.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 11


E. PENGUKURAN PENDAPATAN

Pengukuran adalah memberikan angka kepada objek atau kejadian sesuai


aturan. Pengukuran juga merupakan proses membandingkan untuk mendapat
informasi yang lebih pasti untuk membedakan satu pilihan dengan pilihan lainnya
dalam situasi pengambilan keputusan. Unit pengukuran akuntansi di Amerika
adalah US Dollar, namun ketidakstabilan dari unit pengukuran ini menyebabkan
masalah, misalnya nilai penjualan yang berubah tiap tahun walaupun jumlah
barang yang dijual sama. Masalah ini banyak disebabkan karena perubahan nilai
dollar.

Pengukuran pendapatan dilakukan dengan menghitung nilai wajar imbalan


yang diterima atau di dapat diterima. Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu
transaksi biasanya ditentukan melalui persetujuan antara entitas dan pembeli
atau pengguna aset tersebut. Jumlah tersebut diukur dengan nilai wajar imbalan
yang diterima oleh entitas dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume
yang diperbolehkan oleh entitas.

Biasanya imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas dan jumlah
pendapatan adalah jumlah kas yang diterima atau yang dapat diterima.
Akan tetapi, jika arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan, maka nilai
wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal dari kas yang
diterima atau dapat diterima. Sebagai contoh,entitas dapat memberikan kredit
bebas bunga kepada pembeli atau menerima wesel tagih dari pembeli dengan
tingkat bunga dibawah pasar sebagai imbalan dari penjualan barang. Jika
perjanjian tersebut secara efektif merupakan transaksi keuangan, maka nilai
wajar imbalan ditentukan dengan pendiskontoan seluruh penerimaan di masa
depan dengan menggunakan tingkat bunga tersirat (imputed).

Perbedaan antara nilai wajar dan jumlah nominal dari imbalan pada akhirnya
diakui sebagai pendapatan bunga. Sedangkan tingkat bunga tersirat yang
digunakan dan paling mudah ditentukan diantaranya:

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 12


1. Tingkat bunga yang berlaku bagi instrumen serupa dari penerbit
dengan penilaian kredit yang sama
2. Tingkat bunga yang mendiskonto nilai nominal instrumen tersebut ke
harga jual tunai saat ini dari barang atau jasa.

Para akuntan merumuskan sebuah konsep yang diberi nama capital


maintenance, dalam konsep ini, tidak ada income yang boleh diakui sampai modal
(ekuitas atau net aset) dapat dipertahankan dan biaya biaya dikembalilkan. Namun
dalam prakteknya, ada perdebatan mengenai pengukuran kekayaan (nilai net aset)
yang tepat.

Munculnya income berarti ada pengembalian atas modal disetor (return on


invested capital). Pengembalian tersebut terjadi hanya setelah jumlah yang
diinvestasikan dapat dijaga atau dikembalikan. Maka dari itu dalam konsep
capital maintenance, penting untuk membedakan return of dan return on invested
capital, dan penentuan income.

Ada dua konsep utama capital maintenance :

a. Financial capital maintenance


adalah ketika jumlah finansial dari net aset pada akhir periode melebihi
jumlah finansial net aset pada awal periode, kecuali transaksi dengan
pemilik. Pandangan ini didasarkan pada transaksi dan merupakan
pandangan tradisional dari capital maintenance yang diterapkan oleh para
akuntan.
b. Physical capital maintenance
menyatakan bahwa return on capital terjadi ketika kapasitas produktif
secara fisik suatu perusahaan pada akhir periode melebihi kapasitasnya di
awal periode, dengan mengecualikan transaksi dengan pemilik. Konsep ini
menyatakan bahwa income diakui hanya setelah dapat memberikan
pengganti aset operasi perusahaan. Kapasitas produksi pada suatu waktu
adalah sama dengan nilai saat ini (current value) net aset untuk

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 13


menghasilkan pendapatan. Current values menjadi ekspektasi mengenai
kemampuan menghasilkan pendapatan di masa depan.

Ada empat dasar pengukuran yang digunakan dalam akuntansi, yaitu:

1) Harga pertukaran masa lalu (harga pokok histori)


Harga ini adalah harga pokok sumber daya tersebut saat mendapatkannya.
Biasanya digunakan untuk mengukur persediaan, peralatan, dan aktiva
lain.
2) Harga pertukaran pembelian
Harga ini biasanya diidentifikasikan sebagai harga pokok pergantian
karena sumber daya yang ditimbulkan oleh sumber daya yang diukur
dengan harga beli yang berlaku saat ini akan dibayar untuk memperoleh
sumber daya tersebut apabila sumber daya ini tidak terpenuhi.
3) Harga pertukaran penjualan
Harga ini biasanya diidentifikasikan sebagai harga yang berlaku saat ini
dan kondisi harga kemungkinan besar stabil atau perubahan tidak material,
misalnya untuk pertukaran logam mulia.
4) Harga pertukaran masa mendatang
Harga ini mencerminkan penerimaan tunai di masa mendatang dan
mendiskontokannya terhadap nilai yang berlaku sehingga realisasi dan
kesetaraan pendapatan dapat terjamin. Penggunaannya untuk menaksir
harga pokok di masa yang akan datang atas dasar persentase selesai atau
penjualan kredit.

Berikut merupakan beberapa metode dalam pengukuran pendapatan :

a) Replacement Cost

Menurut Edwards dan Bell, harga beli saat ini (current entry prices)
membuat dapat dilakukannya penilaian manajerial untuk mempertahankan
suatu aset dengan memisahkan current value income (holding gains and
losses) dari current operating income. Dengan asumsi bahwa operasi
perusahaan akan berlanjut, pemisahan ini membuat profitabilitas jangka

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 14


panjang suatu perusahaan dapat dinilai. Pendapatan perusahaan yang terjadi
berulang-ulang dan dapat dikendalikan dapat dibandingkan berhadapan faktor
yang mempengaruhi operasi namun diluar kendali manajemen. Replacement
cost menyediakan suatu ukuran harga untuk mengganti kapasitas operasi saat
ini, kemudian menjadi suatu cara untuk mengevaluasi berapa banyak
perusahaan dpat memberi bagian pada pemegang saham dan masih menjaga
kapasitas produksinya.

Namun banyak masalah dalam pengukuran terjadi dalam menentukan


nilai replacement cost. Perusahaan dapat dengan mudah menilai replacement
cost aset aset yang ada di pasaran, namun untuk plant aset yang tidak tersedia
di pasaran, perusahaan harus melakukan penilaian estimasi nilai pengganti
aset tersebut.

Pendekatan alternatif untuk memperkirakan replacement cost adalah


dengan menggunakan index kemampuan membeli (purchasing power index).
Index harga spesifik dirancang untuk mengukur apa yang terjadi dengan harga
terhadap suatu segmen ekonomi, misalnya peralatan untuk industri, seperti
baja atau pertambangan. Penerapan atas index daya beli spesifik dapat
memberikan perkiraan yang masuk akal selama nilai aset yang dinilai
bergerak seperti aset-aset serupa dalam industri serupa.

Terakhir, relevansi harga beli masih menjadi pertanyaan, Sterling


menyatakan bahwa nilai harga beli aset yang belum dimiliki adalah relevan
hanya pada saat dibeli. Untuk aset yang sudah dimiliki, nilai harga beli adalah
tidak relevan dengan apa yang bisa direalisasi pada saat penjualan.

b) Exit Value or Selling Prices

Pendekatan lainnya dalam menentukan current value adalah exit value


atau nilai harga jual. Pendekatan penilaian ini menilai tiap aset pada titik
penjualan. Setiap aset inventory, pabrik, peralatan, dsb dinilai berdasarkan
harga jual yang dapat direalisasi jika perusahaan memilih untuk menjualnya.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 15


Karena holding gains dan losses diakui secara langsung, pendekatan
nilai harga jual sepenuhnya mengabaikan prinsip realisasi untuk pengakuan
pendapatan. Saat yang penting untuk pengakuan pemasukan menjadi saat
pembelian, bukan saat penjualan. Menjadi bahan perdebatan bahwa nilai jual
menyediakan informasi yang lebih baik kepada pengguna untuk menilai
likuiditas dan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan stimulus
ekonomi yang berubah-ubah. Karena manajemen memiliki pilihan untuk
menjual asetnya, nilai jual memberikan suatu cara untuk menilai resiko.

Sama seperti nilai beli, menentukan nilai jual juga memiliki masalah.
Pertama masalah dasar menentukan harga jual untuk aset, yaitu tidak adanya
pasar yang selalu siap membeli. Kedua, pendapat bahwa nilai jual harus
berdasarkan pada harga atas penjualan normal, bukan atas likuidasi yang
terpaksa, hal ini mungkin bisa diaplikasikan pada aset seperti inventory,
namun akan tidak mungkin diaplikasikan pada aset pabrik karena tidak
mungkin dijual secara normal.

c) Discounted Present Value

Pendekatan ketiga dalam menilai net aset adalah discounted cash flow.
Menurut konsep ini, nilai sekarang dari cash flow di masa depan yang
diharapkan akan diperoleh dari aset adalah nilai relevan sebuah aset (atau
hutang) yang seharusnya dilaporkan di neraca. Dalam metode ini income
adalah sama dengan perbedaan present value dari net aset di akhir periode
dibanding dengan pada awal periode, kecuali transaksi dari/kepada pemilik.
Penilaian ini hampir sama dengan konsep ekonomi dari income karena nilai
yang didiskontokan mungkin adalah perkiraan yang paling mendekati dari
nilai sebenarnya suatu aset.

Argumen yang kuat dapat dibuat untuk konsep cash flow yang
didiskontokan. Semua aset diasumsikan diperoleh untuk manfaat di masa
depan kepada perusahaan. Lebih dari itu, ada asumsi bahwa perusahaan mau
membayar harga beli aset tersebut karena percaya bahwa aset tersebut

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 16


nantinya akan membawa keuntungan bagi perusahaan. Maka secara eksplisit
maupun implisit, harga awal berhubungan dengan nilai sekarang dari cash
flow yang diharapkan akan diterima di masa depan dari aset tersebut.
Penggunaan berkelanjutan suatu aset berarti bahwa nilainya berhubungan
dengan arus kas yang diharapkan akan diterima di masa depan. Maka,
perubahan arus kas yang diharapkan akan diterima dan nilai sekarang aset
tersebut dari waktu ke waktu akan menjadi relevan. Kemudian, diperkirakan
bahwa nilai sekarang suatu aset di akhir periode merupakan perkiraan
mengenai berapa perusahaan mau mengeluarkan untuk mengganti aset
tersebut sehingga kapasitas produksi terjaga. Secara konsekuen, pengukuran
income dengan cara ini konsisten dengan konsep pemeliharaan modal (capital
maintenance).

Income recognition

Dalam upaya untuk mengatasi masalah pengukuran yang berhubungan


dengan konsep pendapatan secara ekonomi, akuntan menggunakan pendekatan
transaksi untuk mengukur aset, kewajiban, pendapatan dan beban. Pendekatan ini
bergantung pada (presumptions) bahwa elemen laporan keuangan harus
dilaporkan pada saat ada bukti transaksi dengan pihak luar (arms length
transaction). Akuntansi berdasarkan transaksi pada umumnya meminta agar
income yang dilaporkan adalah hasil dari bertransaksi dengan entitas diluar unit
yang melaporkan income tersebut dan menyebabkan prinsip realisasi.

Prinsip realisasi menyatakan bahwa income seharusnya diakui ketika


proses pendapatan selesai atau terlihat selesai dan transaksi pertukaran telah
terjadi. Transaksi adalah dasar akuntabilitas dan menentukan baik penentuan
waktu pengakuan pendapatan dan jumlah yang harus dicatat. Laporan keuangan
sebagai hasilnya dinyatakan dalam modal yang diinvestasikan dalam aset bersih
dan pengembalian atas investasi tersebut kepada pemegang saham. Karenanya,
akuntansi berdasarkan transaksi konsisten dengan konsep capital maintenance.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 17


Pertukaran yang menghasilkan pendapatan

a. Pertukaran Sejenis

Apabila barang atau jasa dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat
dan nilai yang serupa, maka pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai
transaksi yang menghasilkan pendapatan. Hal ini sering terjadi dengan
komoditas seperti minyak atau susu di mana penyalur menukarkan
persediaan di beberapa lokasi untuk memenuhi permintaan dengan dasar tepat
waktu dalam suatu lokasi.

b. Pertukaran Tidak Sejenis

Jika barang dijual dan jasa diberikan untuk dipertukarkan dengan barang
atau jasa yang tidak serupa, maka pertukaran tersebut dianggap sebagai
transaksi yang menghasilkan pendapatan. Pendapatan tersebut diukur pada nilai
wajar dari barang atau jasa yang diterima, disesuaikan dengan jumlah kas
atau setara kas yang dialihkan. Ketika nilai wajar dari barang atau jasa yang
diterima tidak dapat diukur secara andal, maka pendapatan tersebut diukur
pada nilai wajar dari barang atau jasa yang diserahkan, disesuaikan dengan
jumlah kas atau setara kas yang ditransfer.

Pengidentifikasian transaksi

Kriteria pengakuan dalam Pernyataan ini biasanya diterapkan secara


terpisah pada setiap transaksi. Namun, dalam keadaan tertentu, adalah perlu
untuk menerapkan kriteria pengakuan tersebut pada komponen-komponen
yang dapat diidentifikasikan secara terpisah dari transaksi tunggal, agar
mencerminkan substansi dari transaksi tersebut.

Misalnya, jika harga penjualan dari suatu produk termasuk jumlah


yang dapat diidentifikasi untuk jasa lanjutan, maka jumlah tersebut ditangguhkan
dan diakui sebagai pendapatan selama periode di mana jasa tersebut ditunaikan.
Sebaliknya,kriteria pengakuan diterapkan pada dua atau lebih transaksi
bersama-sama jika transaksi tersebut terkait sedemikian rupa sehingga pengaruh

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 18


komersialnya tidak dapat dimengerti tanpa melihat pada rangkaian transaksi
tersebut secara keseluruhan. Misalnya, entitas dapat menjual barang dan jasa
pada saat yang sama, menyetujui perjanjian yang terpisah untuk membeli
kembali barang tersebut di kemudian hari, sehingga meniadakan pengaruh
yang sesungguhnya dari transaksi tersebut, maka dalam hal ini kedua transaksi
tersebut diberlakukan bersamaan.

F. PENGUNGKAPAN DAN PENYAJIAN

Menurut PSAK nomor 23 dalam hal pengungkapan pendapatan, Entitas


diwajibkan untuk mengungkapkan:

1. Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk pengakuan pendapatan,


termasuk metode yang digunakan untuk menentukan tingkat
penyelesaian transaksi yang melibatkan pemberian jasa
2. Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama
periode tersebut, termasuk pendapatan yang berasal dari:
i. penjualan barang;
ii. penjualan jasa;
iii. bunga;
iv. royalti;
v. dividen;
3. Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang
tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan.

Pengakuan pendapatan di perusahaan Manufaktur tentunya berbeda dengan


perusahaan dagang dan jasa. Setidaknya terdapat empat waktu pelaporan
berkaitan dengan pelaporan pendapatan saat proses produksi. Empat waktu
tersebut diantaranya :

a. Selama produksi
Dalam pelaporan pendapatan selama produksi perusahaan akan
menetapkan harga berdasarkan kontrak atau persyaratan bisnis umum atau
adanya harga pasar berbagai tingkat produksi. Perusahan biasanya

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 19


menolak untuk menerbitkan laporan keuangan yang tidak menunjukkan
laba selama satu periode dimana pada periode tersebut perusahaan telah
telah melakukan banyak upaya untuk mencapai penyelesaian sebagian dari
suatu kontrak yang memungkinkan menghasilkan laba. Metode presentase
penyelesaian yang bisa digunakan untuk membandingkan biaya yang
terjadi dalam suatu periode akuntansi tertentu dengan total biaya estimasi
dari sebuah proyek, ini disebut dengan metode biaya untuk biaya. Dimana
laba yang di harapkan pada kontrak kemudian dialokasikan pada setiap
periode sesuai dengan besarnya biaya yang telah dikorbankan.
b. Pada Penyelesaian Produksi
Suatu produk yang telah diselesaikan maka biaya produksi dapat dihitung
dengan tingkat akurasi yang layak. Harga pasar dan biaya penjualan serta
pengiriman tambahan mungkin tetap tidak pasti. Tetapi apabila hal
tersebut dapat diestimasikan dengan andal, ada pertimbangan yang baik
untuk melaporkan pendpatan pada waktu ini. Pertama, harus ada
kemampuan untuk mendapatkan pengukuran pendapatan dan biaya
tambahan yang dapat diandalkan. Sesuai dengan kriteria tersebut hanya
perusahaan yang bergerak di logam mulia yang memiliki harga jual tetap
dan biaya pemasaran yang tidak besar. Harga penjualan harus dikurangi
dengan biaya pelepasan yang diestimasikan.
c. Pada saat penjualam
Selama bertahun-tahun penyerahan merupakan aturan umum untuk
melaporkan pendapatan. Praktik bisnis yang diterima mengizinkan
pengembalian semua atau sebagian barang dagang, sehingga membatalkan
kontrak penjualan. Kegagalan untuk menagih harga jual sering kali
mungkin, dan kemungkinan bergantung pada kredit penjualan. Hal yang
sama pada beban, beban tambahan bisa meningkat. Ini akan mencakup
beban penagihan tidak normal dan beban memenuhi jaminan pelanggan
secara cepat. Akan tetapi biasanya piutang yang tidak tertagih dan beban
tambahan bisa diestimasikan dari pengalaman masa lalu.
d. Sesudah Penjualan

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 20


Penangguhan pelaporan pendapatan, setelah klaim sah terhadap pelanggan
timbul dan kegiatan dasar dalam penjualan poduk atau jasa sejenis telah
diselesaikan. Pendapatan setelah penjualan dapat dialaporkan jika
memnuhi salah satu dari kriteria berikut :
Jika tidak mungkin mengukur asset yang diterima dalam pertukaran
dengan tingkat ketepatan wajar
Jika beban tambahan yang material secara langsung berhubung
dengan transaksi dan jika hal itu tidak dapat diestimasikan dengan
tingkat ketepatan wajar.

G. DEFINISI BEBAN

Pada umumnya beban (expense) sering dijadikan sinonim kata dengan


biaya (cost), tetapi menurut Soemarso (2013:29), beban dapat didefinisikan
sebagai aliran keluar terukur dari barang atau jasa, yang kemudian ditandingkan
dengan pendapatan untuk menentukan laba atau sebagai penurunan dalam aktiva
bersih sebagai akibat dari penggunaan jasa ekonomis dalam menciptakan
pendapatan atau pengenaan pajak oleh badan pemerintah.

Beban dalam arti luas termasuk semua biaya yang sudah habis masa
berlakunya yang dapat dikurangkan dari pendapatan. Beban itu sendiri terjadi
karena dua sebab, pertama yang berasal dari cost yang sudah expired (melampaui
masanya) dan yang kedua karena penggunaan maksudnya beban itu hadir kalau
kita sudah melakukan pemakaian tertentu atau utilitas.

Menurut IAI dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan (2007:19),


mendefinisikan beban atau expenses adalah penurunan manfaat ekonomi selama
suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau
terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak
menyangkut pembagian kepada penanam modal.Sebagaimana sudah kita ketahui
bahwa cost itu mempunyai pengertian bahwa kita mempunyai sumber daya

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 21


perusahaan yang terbatas dan untuk mendapatkannya diperlukan sejumlah
pengorbanan atau pengeluaran tertentu.

Akuntan telah mendefinisikan biaya sebagai nilai tukar, pengeluaran,


pengorbanan untuk memperoleh manfaat (Cartery usry, 2006:29).

Sebagai contoh pembelian bahan baku secara tunai, karena aktiva bersih tidak
terpengaruh tidak ada beban yang diakui. Sumber daya perusahaan hanya diubah
dari kas menjadi persediaan bahan baku. Bahan baku tersebut dibeli dengan biaya
tertentu, tetapi belum menjadi beban. Ketika perusahaan kemudian menjual bahan
baku tersebut yang sudah diolah menjadi barang jadi, biaya dari bahan baku
dibukukan sebagai beban dilaporan Laba Rugi. Setiap beban adalah biaya, tetapi
tidak semua biaya adalah beban.Contoh : aktiva adalah biaya, tetapi bukan (belum
menjadi) beban.

H. KARAKTERISTIK BEBAN

Ada tiga karakteristik beban dalam akuntansi :

1. Penurunan Aktiva
Beban timbul karena terjadi transaksi yang mengakibatkan
pengurangan atau penurunan aktiva atau menimbulkan aliran keluar
manfaat ekonomi.Dalam hal ini, pemakaian aktiva mengakibatkan
timbulnya beban karena telah habis untuk pengiriman barang atau
diberikan perusahaan sehingga tidak merasakan lagi manfaat ekonomi
aktiva tersebut. Pemakaian bahan baku yang barangnya belum terjual
belum lagi bisa dikatakan beban tetapi biaya, apabila sudah terjual baru
dapat dikatakan beban karena pemakaian aktiva yang digunakan untuk
segala keperluan barang tersebut.
2. Operasi utama yang berkesinambungan
Tidak semua penurunan aktiva dapat menjadi beban, agar terjadi
maka harus berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan yang continue.
Kegiatan utama perusahaan adalah yang berkaitan dengan proses
produksi dan pengiriman barang.Sebagaimana berlaku untuk

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 22


pendapatan, pengertian operasi menunjuk kegiatan operasi yang
merupakan elemen statemen aliran kas yaitu : operasi (operating),
investasi (investing), dan pendanaan (financing). Sedangkan beban
adalah penurunan aset yang berkaitan dengan operasi dan bukan dengan
investasi dan pendanaan.
3. Kenaikan kewajiban
Definisi FASB yang menyatakan beban sebagai kewajiban cukup
tepat karena secara konseptual semua hal yang dikeluarkan untuk
kepentingan proses produksi dan pengiriman perusahaan secara terus-
menerus dinyatakan sebagai beban.
Kewajiban terdapat suatu keadaan dimana perusahaan telah
memanfaatkan barang dan jasa namun sebelumnya tidak mengakuinya
sebagai aset atau belum mengakui kewajiban atas penggunaan barang
dan jasa yang dikuasai pihak lain. Hal tersebut menimbulkan keharusan
perusahaan untuk membayar ataumelakukan pengorbanan ekonomik di
masa datang sehingga timbulkewajiban.Misalnya jasa pengiriman barang
yang belum dibayar oleh perusahaan namun jasa pengirimannya telah
dinikmati perusahaan danmenimbulkan pendapatan.Dengan demikian
beban (untuk pengiriman) harustimbul dengan kenaikan kewajiban.
I. JENIS-JENIS BEBAN

Menurut Soemarso (2013:226) beban dapat dikelompokkan menjadi beban


penjualan (selling expenses), beban administrasi dan umum (general and
administrative expenses) dan beban lain-lain (other expense).

1. Beban penjualan (Selling expenses)


Beban penjualan adalah semua beban yang terjadi dalam
hubungannya dengan kegiatan menjual dan memasarkan barang seperti
kegiatan promosi, penjualan dan pengangkutan barang-barang yang
dijual.Contoh : beban iklan dan promosi.
2. Beban administrasi dan umum (General and administrative expenses)

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 23


Beban yang bersifat umum dalam perusahaan. Contoh: beban gaji dan
upah, beban LAT, beban pemeliharaan, dll

3. Beban lain-lain (Other Expense)


Beban-beban yang tidak dapat dihubungkan secara langsung dan
pasti dengan kegiatan utama perusahaan (perdagangan) dikelompokkan
kedalam beban lain-lain (other expenses) atau beban non-usaha (non
operating expenses). Beban bunga merupakan salah satu contoh dari beban
ini, kadang-kadang karena beban bunga timbul sebagai akibat dari
kegiatan perusahaan untuk memperoleh dana (pembelanjaan), maka
disebut beban pembelanjaan (financing expenses). Contoh lain: kerugian
dari penjualan aktiva tetap dalam laporan laba rugi, pendapatan dan beban
lain-lain kadang-kadang digabung.
Jenis-jenis beban dapat diklasifikasikan juga berdasarkan jenis
perusahaan yang bersangkutan, seperti perusahaan jasa, dagang dan
manufaktur. Tetapi secara keseluruhan jenis beban pada setiap perusahaan
itu sama, hanya terdapat beberapa jenis beban yang yang tidak ada pada
perusahaan lain.
1) Perusahaan Jasa
Pada perusahaan jasa jenis beban hanya satu yaitu beban
usaha, tetapi beban usaha ini terbagi pada beberapa jenis juga,
yaitu sebagai berikut:
a Beban gaji : beban yang berasal dari pemakaian jasa karyawan
atau buruh yang diperkerjakan dalam perusahaan.
Beban ini diakui dalam laporan laba rugi karena terjadi
penurunan aktiva akibat pembayaran gaji pada
karyawan.Selanjutnya dicatat sebesar kas yang keluar atau
yang dibayarkan pada karyawan yang bersangkutan.
Contoh :
Membayar gaji karyawan selama bulan Maret sebesar Rp
10.000.000,00

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 24


Merupakan pengeluaran perusahaan atau beban yang dicatat
dilaporan laba rugi dengan saldo normal di debet, jurnal:

Beban Gaji Rp 10.000.000,00


Kas Rp 10.000.000,00

b Beban Sewa : beban yang timbul karena terjadi sewa atau


pemakaian sesuatu yang bersifat sewa.
c Beban perlengkapan : beban yang timbul karena pemakaian
perlengkapan atau bahan pembantu dalam operasional
perusahaan.
d Beban bunga (interest expenses) : beban yang timbul karena
peminjaman uang pada Bank yang dikenai bunga.
e Beban serba-serbi (miscellaneous expenses): beban yang terdiri
dari bermacam-macam transaksi yang jumlahya kecil, tidak
sering terjadi dan tidak tertampung dalam salah satu akun
beban yang ada dalam bagian akun.

Beberapa jenis beban ini pengakuan, penyajian maupun


pengukuran pada dasarnya sama yaitu beban diakui dalam laporan
rugi laba kalau penurunan manfaat ekonomi masa datang yang
berkaitan dengan penurunan aktiva atau kenaikan kewajiban telah
terjadi dan dapat diukur dengan andal.

2) Perusahaan dagang
Pada perusahaan dagang karena terjadi penjualan maka
terdapat beban yang berhubungan dengan penjualan atau kegiatan
utama perusahaan :
a Beban penjualan (selling expenses) : beban yang terjadi
dalam hubungannya dengan kegiatan menjual dan
memasarkan barang.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 25


b Beban administrasi dan umum : beban yang terjadi dalam
hubungannya dengan kegiatan perusahaan secara
keseluruhan dan beban yang bersifat umum yang tidak
dapat diidentifikasikan ke dalam kegiatan spesifik seperti
produksi atau penjualan.
c Beban lain-lain (other expenses) : beban yang tidak
berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan.
3) Perusahaan Manufaktur
Pada umumya beban pada perusahaan manufaktur sama dengan
perusahaan lainnya.
a Biaya Pokok Penjualan (Cost of Good Solds)
Rekening Biaya Pokok Penjualan merupakan biaya
perolehan dari pos-pos persediaan (harga pembelian atau
biaya pabrikasi) yang dijual untuk menghasilkan
pendapatan penjualan. Biaya pokok barang yang tersedia
untuk dijual (Cost Of Good Available for Sale) adalah
persediaan awal ditambah pembelian (biaya pokok barang
yang diproduksi). Biaya pokok penjualan ditentukan
dengan mengurangkan persediaan akhir dari biaya pokok
barang yang tersedia untuk dijual.
b Beban Operasi (Operating Expenses)
Beban operasi adalah beban berkala dan lazim yang
dikeluarkan perusahaan dalam upayanya memperoleh
pendapatan.Beban-beban ini biasanya diklasifikasikan
berdasarkan kategori-kategori fungsional.Klasifikasi yang
lazim dipakai adalah dengan memisahkan beban penjualan
(selling expenses) dari beban umum dan administratif
(general administrative expenses).Contoh beban operasi
adalah beban iklan, beban pemeliharaan, beban penyusutan,
beban gaji, dan lain-lain.
c Beban Lain-lain (Other Expense)

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 26


Beban lain-lain pada pokoknya mengandung beban-
beban yang dikeluarkan dari aktivitas-aktivitas yang bukan
merupakan kegiatan pokok perusahaan sehingga nilai
rupiah dari aktivitas ini biasanya terhitung kecil.

Ada jenis-jenis beban lain yang mendukung kegiatan operasional perusahaan


seperti :

1. Beban Akrual (accrued expense)


Beban yang masih harus dibayar (beban-beban tertentu mungkin
telah terjadi) tetapi pembayarannya belum dilakukan sampai pada periode
berikutnya.Pada akhir periode akuntansi perlu untuk menentukan dan
mencatat beban-beban yang telah terjadi ini meskipun belum dibayarkan.
2. Beban kredit macet (bad debt expense)
Beban yang timbul atas tindakan tertagihnya piutang usaha.Contoh
: beban piutang ragu-ragu (doubhtful account expense), beban piutang
yang tidak dapat ditagih.
3. Beban Operasional
Beban yang terdiri atas beban penjualan dan beban umum
administrasi.Keseluruhan beban yang terlibat dalam aktivitas operasional
perusahaan.Dalam laporan laba/rugi, laba operasi dihitung dengan
mengurangkan pendapatan dengan beban operasional.
4. Beban Penyusutan
Pengakuan atas penggunaan manfaat potensial dari suatu
aktiva.Beban yang timbul karena pemakaian aktiva berwujud.
5. Beban yang ditangguhkan
Dapat juga dikatakan beban dibayar dimuka atau pengeluaran yang
telah dibayarkan tapi belum dirasakan manfaat ekonomisnya.
6. Beban yang masih harus dibayar (accrued expenses) : disebut juga dengan
accrued liabilities yaitu biaya-biaya yang sudah merupakan beban
walaupun utang yang bersangkutan belum saatnya merupakan kewajiban.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 27


J. PENGAKUAN BEBAN (SECARA UMUM)

Menurut IAI dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan, (2007:23)


pengakuan beban adalah sebagai berikut :

Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung antara biaya
yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh.Kalau manfaat ekonomi
diharapkan timbul selama beberapa periode akuntansi dan hubungannya dengan
penghasilan hanya dapat ditentukan secara luas atau tak langsung, beban diakui
dalam laporan laba rugi atas dasar prosedur alokasi yang rasional dan
sistematis.Hal ini sering diperlukan dalam pengakuan beban yang berkaitan
dengan penggunaan aktiva seperti aktiva tetap, goodwill, paten, merk
dagang.Prosedur alokasi ini dimaksudkan untuk mengakui beban dalam periode
akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi aktiva yang bersangkutan.

Dalam pernyataan di atas beban merupakan arus keluar atas penggunaan


lain dari harta selama periode dari penyerahan atas produksi barang atau kegiatan-
kegiatan lain yang merupakan operasi utama perusahaan. Beban diakui dalam
laporan laba rugi berdasarkan hal-hal sebagai berikut :

1. Adanya penurunan aktiva tetap yang digunakan oleh perusahaan misalnya


aktiva tetap.
2. Adanya proses produksi untuk menghasilkan barang-barang atau jasa.
3. Adanya kewajiban perusahaan terhadap karyawan misalnya pembayaran
gaji dan upah.
4. Adanya kewajiban perusahaan tanpa diiringi dengan perolehan aktiva,
misalnya garansi produk dan pembayaran bunga pinjaman.

Dengan demikian dapat disimpulkan beban yang berkaitan dengan proses


memperoleh pendapatan, harus diakui pada saat pendapatan tersebut diperoleh,
sedangkan beban yang berkaitan secara langsung dengan proses dan untuk
memperoleh pendapatan harus diakui pada saat beban tersebut dimanfaatkan.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 28


K. PENGUKURAN BEBAN

Dalam mengukur beban dalam satu periode akuntansi, dibutuhkan


berbagai keputusan atau pertimbangan untuk menentukan bagaimana beban
tersebut akan dialokasikan pada periode-periode selanjutnya yang
menunjukkanadanya pendapatan. Dalam hal tersebut, terdapat berbagai standar
akuntansi yangdapat digunakan sebagai acuan atau pedoman. Misalnya, IAS
16/AASB 116 yang menyatakan bahwa nilai-nilai aset yang dapat di depresiasi
dapat diukur dengan beberapa cara setelah pengakuannya (seperti model biaya
perolehan atau model penilaian) dan beberapa pilihan alternatif untuk depresiasi
(seperti metode garislurus, nilai menurun dan jumlah unit).

Sejalan dengan penilaian aktiva, beban dapat diukur atas dasar jumlah
rupiah yang digunakan untuk penilaian aktiva dan hutang. Oleh karena itu,
pengukuran beban dapat didasarkan pada:

1. Kos Historis
Kos historis merupakan jumlah rupiah kas atau setaranya yang
dikorbankan untuk memperoleh aktiva. Pengukuran beban atas dasar kos
historis dapat digunakan untuk jenis aktiva seperti gedung, peralatan, dan
sebagainya.
2. Kos Pengganti / Kos Masukan Terkini (Replacement Cost / Curent Input
Cost )
Kos masukkan terkini menunjukkan jumlah rupiah harga
pertukaran yang harus dikorbankan sekarang oleh suatu entitas untuk
memperoleh aktiva yang sejenis dalam kondisi yang sama. Contohnya,
penilaian untuk persediaan.
3. Setara Kas (Cash Equivalent )
Setara kas adalah jumlah rupiah kas yang dapat direalisir dengan
cara menjual setiap jenis aktiva di pasar bebas dalam kondisi perusahaan
normal. Meskipun pada prakteknya metode pengukuran yang masih
banyak digunakan adalah historical cost, namun dengan mulai diadopsinya

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 29


IFRS di indonesia, maka pengukuran yang sesuai standar adalah dengan
menggunakan metode fair value. Dengan demikian, untuk pencatatan
beban sebagai akibat dari depresiasi (penyusutan), nilai yang dicantumkan
dalam beban adalah nilai selisih antara nilai wajar dengan nilai buku
(apabila nilai wajar lebih kecil dari nilai bukunya).
Salah satu cara untuk mengukur beban adalah dengan
mengalokasikan beban-beban tersebut ke periode-periode dimana beban
tersebut dinikmati. Hal ini biasanya disebut dengan matching
concept.Konsep tersebut memperlakukan kos dengan mengalokasikan kos
yang sudah kadaluarsa (beban) ke periode-periode dimana beban tersebut
terjadi. Namun, pengalokasian tersebut hanya bersifatestimasi.Dalam
akuntansi, pencocokan antara beban dan pendapatan merupakan fungsi
utama, namun hal tersebut tetap saja sulit untuk dilakukan karena
berhubungan dengan penilaian akuntan tersebut.Akuntan harus
mengidentifikasi mana aset yang telah digunakan (kadaluarsa) dan jumlah
yang harus ditulis sebagai tandingan pendapatan pada periode tersebut.
L. Pengungkapan dan Penyajian Beban

Penyajian beban tidak dapat dilepaskan dari penyajian pendapatan dan saran
untuk itu adalah statemen laba rugi (Winwin : 66).

Laporan laba-rugi dapat disusun dalam dua langkah :

1. Single Step (langkah tunggal)


Penyajiannya semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu dikurangi
seluruh beban yang ada pada periode laporan.
2. Multi Step (langkah ganda)
Penyajiannya ialah pendapatan dikelompokkan menjadi pendapatan usaha
dan pendapatan di luar usaha.Sedangkan beban dikelompokkan menjadi
beban usaha dan di luar usaha. Penyajian dengan langkah ganda akan
dapat dilihat laba yang diperoleh dari usaha dan laba yang diperoleh dari
luar usaha.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 30


Laporan laba-rugi hendaklah memuat beberapa hal:
a. Menuliskan nama perusahaan
b. Menuliskan jenis laporannya dalam hal ini: laporan laba-rugi
c. Menyajikan periode laporan
d. Menyajikan pendapatan dan beban, beban ditulis secara rinci dan
lengkap. Penulisan beban dimulai dari yang terbesar ke beban
terkecil, kecuali beban lain-lain ditulis paling bawah.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 31


BAB III
KESIMPULAN
Menurut Anis Chariri dan Imam Ghozali (2005,199) menyatakan bahwa
pengukuran pendapatan dapat didasarkan pada historical cost, replacement cost,
dan cash equivalent. Pada umumnya pengukuran beban menggunakan metode
historical cost yaitu pengukuran beban berdasarkan jumlah rupiah yang
dikeluarkan pada saat barang dan jasa diperoleh. Metode historical cost dianggap
lebih baik karena didukung oleh bukti historis tentang pengorbanan yang telah
dilakukan untuk mendapatkan barang dan jasa pada saat perolehannya.

Kerangka pemikiran konseptual Pada perusahaan yang bergerak di bidang


jasa konstruksi untuk mengakui pendapatan dan biaya dari kontrak yang berbeda
periode akuntansi pada tanggal mulai dan tanggal penyelesaiannya, perlu dibuat
penaksiran berdasarkan harga kontrak yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sementara untuk pengakuan biaya akan dibuat pengelompokan biaya atas dasar
objek pengeluaran yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya tidak
langsung. Untuk memperoleh laba yang akurat, maka arus pendapatan dan biaya
harus ditetapkan setepat mungkin.Dalam hal pengakuan pendapatan dan biaya,
perusahaan konstruksi membutuhkan metode penaksiran khusus yang tidak
ditemukan pada perusahaan dagang atau industri lainnya.Dengan mendasarkan
pada PSAK 34 Revisi 2010 diharapkan perusahaan mampu memperoleh laba yang
tepat dan mampu menyajikan laba pekerjaan dengan sebenarnya.

KONSEP PENDAPATAN DAN KONSEP BEBAN 32

Anda mungkin juga menyukai