Anda di halaman 1dari 12

MODUL 1 – Pengenalan Berbagai Bentuk Energi dan Penentuan Energi

Dalam

1.1. Tujuan Percobaan


Tujuan percobaan pada modul 1 adalah sebagai berikut:
- Membedakan berbagai jenis energi.
- Membuktikan perubahan kerja (W) menjadi panas dan sebaliknya.
- Merumuskan neraca energi yang disusun dari hukum I Termodinamika.

- Menghitung energi dalam pada sistem yang tertutup (proses yang tidak
mengalir).

1.2. Metodologi Percobaan


a. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan di modul 1 adalah sebagai berikut:
- Air kran
- Air aquades
- Minyak goreng
- Erlenmayer 250 ml dan 500 ml
- Termometer 100 oC
- Ultrasonic Vibrator
- Statif
- Bak plastik
- Kain lap
- Neraca digital
- Gelas ukur
- Alat pengubah arus (rectifier) atau sumber listrik DC, 1 buah
- Alat pengukur arus, 1 buah
- Alat pengukur tegangan, 1 buah
- Kalorimeter tara kalor listrik, 1 unit
- Stopwatch, 1 buah.
b. Diagram Alir Percobaan

Menuang air kran sebanyak 250 ml


ke dalam ultrasonic vibrator.

Memasang termometer ke
ultrasonic vibrator pada posisi
ujung termometer tercelup.

Menyalakan ultrasonic vibrator dan


mengamati temperatur dengan
interval 5 menit selama 30 menit.

Mendinginkan erlenmeyer yang


berisi air yang telah diamati dengan
merendamnya dalam air.

Mengamati temperatur dalam


erlenmeyer dengan interval 1 menit
sampai temperatur kembali ke
mula-mula.

Menggambar kurva perbandingan


waktu dan temperatur pada vibrator
maupun yang didinginkan.

Mengulangi prosedur dengan


mengganti variabel dengan minyak
goreng.

Gambar 1.1. Diagram alir percobaan pengenalan berbagai bentuk energi.


Gambar 1.2 Rangkaian Percobaan Penentuan Energi Dalam.

Memasukan Air kran 50ml


kedalam Kalorimeter.

Mmbaca dan mencatat suhu


dalam kalorimeter.

Mengatur tegangan pada posisi


terendah (4,5 volt).

Menyalakan Sumber listrik dan


stopwatch secara bersama.

Membaca dan pembacaan alat


pengukur arus dan tegangan.

Mengamati dan catat kenaikan


suhu pada termometer, matikan
sumber arus dan stopwatch
sbersamaan

Mengulangi (interval 5 menit)


hingga 30 menit.

Mengulangi seluruh prosedur


dengan tegangan yang berbeda.

Gambar 1.3. Diagram alir percobaan Penentuan Energi Dalam.


1.3. Hasil Percobaan
Hasil percobaan pada modul 1 sebagai berikut:
Tabel 1.1. hasil pengamatan temperatur pada alat ultrasonic vibrator.
Air Minyak
Pemanasan Pendinginan Pemanasan Pendinginan
Waktu Waktu Waktu Waktu
T(OC) T(OC) T(OC) T(OC)
(Menit) (Menit) (Menit) (Menit)
0 25 0 27,5 0 26,5 0 34
5 25,5 1 27 5 30 1 32
10 26 2 26,5 10 32 2 31,5
15 26,5 3 26 15 34 3 30,5
20 27 4 26 20 34 4 30
25 27 5 25,5 25 34 5 29,5
30 27,5 6 25,5 30 34 6 29
7 25 7 28,5
8 25 8 27,5
9 9 27,5
10 10 27
11 11 27
12 12 27
13 13 27
14 14 26,5
36

34

32

30
suhu ˚C

28
air
26 minyak
24

22

20
0 5 10 15 20 25 30 35
waktu (menit)
35
Gambar 1.4 34
Hubungan antara waktu terhadap suhu pada pemanasan air dan minyak.
33
32
31
30
suhu (˚C)

29
28 air
27
minyak
26
25
24
23
22
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
waktu (menit)

Gambar 1.5 Hubungan antara waktu terhadap suhu pada pendinginan air dan minyak.

Tabel 1.2 Hasil pengamatan hubungan suhu, waktu, volt dan arus pada alat kalorimeter.

Tegangan 8 volt

Waktu Energi Dalam Energi


T (ºC) Volt (V) Arus (mA)
(menit) (J) Listrik (J)

0 25 0 0 0 0
5 41,6 11,6 0,88 68346,5 3,062
10 58,1 11,61 0,87 136281 6,06
15 71,4 11,62 0,87 191041 9,098
20 73,2 11,62 0,87 198452 12,131
25 73,6 11,62 0,87 200099 15,164
30 72,8 11,62 0,87 196805 18,196
Tegangan 12 volt

Waktu Energi Dalam Energi


T (ºC) Volt (V) Arus (mA)
(menit) (J) Listrik (J)

0 25 0 0 0 0
5 41,6 11,6 0,88 68346,5 3,062
10 58,1 11,61 0,87 136281 6,06
15 71,4 11,62 0,87 191041 9,098
20 73,2 11,62 0,87 198452 12,131
25 73,6 11,62 0,87 200099 15,164
30 72,8 11,62 0,87 196805 18,196

Contoh perhitungan untuk energi dalam dan energi listrik.

Perhitungan Energi Dalam


Q = m c ∆T
= 0,9803 x 4200 x 10,4
= 42819,50 J

Perhitungan Energi Listrik


Q = m c ∆T
= 0,9803 x 4200 x 16,6
= 68346,52 J

75
70
65
60
55
50
45
suhu (℃)

40
35
30 ∆U (kJ)
25
20
15
10
5
0
0 5 10 15 20 25 30 35
waktu (menit)
Gambar 1.6 Hubungan antara energi dalam dan energi listrik variabel 8 volt.

80
75
70
65
60
55
50
suhu (℃)

45
40
35
30 ∆U (kJ)
25
20
15
10
5
0
0 5 10 15 20 25 30 35
waktu (menit)

Gambar 1.7 hubungan antara energi dalam dan energi listrik variabel 12 volt.

1.4. Pembahasan
Praktikum yang kami lakukan yaitu satu judul dengan dua jenis praktikum. pertama
yaitu pengenalan jenis energi dan kedua penentuan energi dalam.

Pengenalan jenis energi kita menggunakan vibrator ultrasonik. ada 3 jenis getaran
yang menimbulkan bunyi yaitu infasonik dengan frekuensi < 20 Hz, audiosonik
dengan frekuensi 20 Hz < x < 20.000 Hz, dan getaran ultrasonik > 20.000 Hz
(website: file.upi.edu).

Penggunaan getaran ultrasonik bertujuan untuk mempercepat perubahan panas


yang terjadi. Perubahan yang terjadi yaitu mengubah energi gerak yang ditimbulkan
oleh alat ultrasonic vibrator menjadi energi panas yang dialami oleh air atau
minyak. Hal ini sesuai dengan hukum termodinamika 1 “Meskipun energi memiliki
banyak bentuk, kuantitas total energinya konstan, dan ketika energi menghilang
dalam satu bentuk, ia muncul secara bersamaan dalam bentuk lain.”(Smith, 2001)
hukum tersebut dapat disederhanakan bahwa energi tidak dapat diciptakan namun
dapat berubah bentuk yang lainnya.
Perubahan energi gerak ke energi panas dapat diliat secara fisik dari perubahan suhu
yang timbulkan oleh sistem melalui termometer. Energi gerak dapat juga disebut
sebagai energi kinetik yang dapat juga disebut sebagai kerja(W). Kerja dapat berupa
transfer ke sistem (yaitu kerja yang dilakukan pada sistem) meningkatkan energi
dari sistem, dan transfer kerja dari suatu sistem (yaitu, kerja yang dilakukan oleh
sistem) menurunkannya sejak energi ditransfer keluar saat pekerjaan datang dari
energi yang terkandung dalam sistem. (Cengel, 2011)

Prinsip yang digunakan yaitu kerja yang berupa transfer ke sistem. kerja dari
ultrasonic vibrator itu mengubah sistem yaitu air atau minyak menjadi panas.
Semakin tinggi kerja yang dilakukan maka semakin cepat pula energi yang berubah.
Karena dalam hukum termodinamika nol yang intinya menjelaskan bahwa “kerja
itu pasti panas, panas belum tentu kerja” hal inilah yang menyebabkan timbulnya
panas pada air dan minyak yang menjadi variabel dalam praktikum ini.

Pola kurva waktu dengan suhu pada percobaan air dan minyak mengalami
perbedaan. Pola grafik pemanasan pada air cenderung lebih stabil mengalami
kenaikan. Namun, pada kurva minyak mengalami kenaikan drastis pada waktu 0-
15 menit selanjutnya dari 15-30 menit mengalami posisi cenderung stasioner. Hal
ini juga berbeda pada pendinginannya. Pola kurva pada air lebih cepat dngin
sedangkan minyak lebih lambat daripada air. Penyebab perbedaan pada kondisi air
dan minyak yaitu berbedanya kapasitas kalornya.

Kapasitas kalor adalah jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari
suatu sampel bahan sebesar 1℃ Kapasitas panas mempunyai beberapa sifat yaitu
sifat ekstensif dan intensif. Sifat ekstensif dari kapasitas panas yaitu jumlahnya
tergantung dari besar sampel, sedangkan sifat intensif dari kapasitas panas
berhubungan dengan panas jenis (c) yang didefenisikan sebagai jumlah panas yang
diperlukan untuk menaikkan temperatur dari 1g massa bahan sebesar 1oC. Semakin
kecil kapasitas panas jenis suatu benda, semakin mudah naik suhunya bila dipanasi,
demikian juga sebaliknya semakin besar kapasitas panas jenis suatu benda semakin
banyak panas yang harus diberikan untuk menaikkan suhunya. (Simbolon)
Kapasitas jenis kalor yang dimiliki air yaitu 4182 J/kgoC dan kapasitas jenis kalor
minyak yaitu 1790 J/kgoC (sehingga saat proses perubahan energi gerak menjadi
energi panas memberikan efek ke minyak memiliki suhu yang lebih tinggi daripada
air dalam perlakuan waktu yang sama.

Data yang kami dapatkan dari perubahan energi yang terjadi pada air dan minyak
yaitu adanya perbedaan dalam kernaikan suhu. Pemanasan pada air mengalami
perubahan konstan yaitu mulai dari suhu normal 25℃ terus meningkat 0,5℃ dengan
perlakuan interval 5 menit. 5 menit pertama air naik ke suhu 25,5℃ dan terus
meningkat hingga mencapai suhu 27 pada menit ke 20. Air juga memiliki suhu
jenuh yaitu setelah menit ke 20 kondisi suhu pada air naik dengan kenaikan lebih
kecil yaitu 0,2-0,3℃. Perlakuan kami hentikan pada menit ke 30 sebagai perlakuan
sama.

Pemanasan selanjutnya yaitu dengan menggunakan minyak, untuk perlakuan waktu


dibuat sama dengan air yaitu diukur setiap 5 menit. Suhu awal sebelum dimasukkan
dalam vibrator yaitu 26,5℃. Selanjutnya dari waktu 0 menit hingga 15 menit
minyak mengalami perubahan suhu yaitu pada waktu 0-5 menit suhunya naik 3,5℃
selanjutnya dari waktu 5-10 menit suhunya naik 2℃ pada waktu 10-15 menit
suhunya naik 2℃ hingga suhu mencapai 34℃ pada suhu ini suhu tidak meningkat
lagi dengan begitu berarti minyak telah mengalami masa jenuh.

Perbandingan pemanasan air dan minyak sesuai dengan literatur bahwa jika
semakin tinggi kapasitas kalornya maka semakin banyak panas yang dibutuhkan
untuk menaikkan suhunya. Pada air memiliki kapasitas kalor lebih tinggi daripada
minyak oleh karena itu suhu kenaikan pada minyak sangat tinggi namun minyak
lebih cepat jenuh untuk tidak menaikkan suhunya daripada air.

Perbandingan pendinginan air dengan minyak juga beda. Pada air lebih mudah
turun daripada minyak hal itu karena kapasitas kalor. Minyak memiliki kapsitas
kalor lebih rendah daripada air sehingga minyak mudah menangkap suhu dari
lingkungan.
Praktikum kedua kami melakukan percobaan penentuan energi dalam. Energi
dalam adalah energi yang dikandung dalam suatu sistem dengan pengecualian
energi kinetik dan energi potensial sistem akibat gaya – gaya dari luar. Percobaan
penentuan energi dalam menggunakan prinsip hukum termodinamika 1 yang
menjelaskan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, melainkan
hanya diubah dari bentuk satu menjadi bentuk lain. Praktikum ini mengubah bentuk
energi listrik menjadi energi panas. Konsep percobaan dasar ini perubahan energi
sistem sama dengan perubahan energi lingkungan. Kalorimeter di percobaan ini
berperan sebagai sistem dan Sumber tegangan DC berperan sebagai lingkungan.
Sumber tegangan akan melakukan usaha terhadap cklorimeter yang menyebabkan
air didalam kalori meter akan mengalami kenaikan suhu

Energi listrik dapat diubah menjadi energi panas karena energi listrik dihasilkan
oleh elemen pemanas listrik tersebut selama t sekon sebesar W = V I t. Kemudian,
energi tersebut diubah menjadi energi kalor sebesar Q = m c ∆T. Secara matematis,
perubahan energi listrik W menjadi energi kalor Q dapat dituliskan W = Q, V I t =
m c ∆T. (Dudi, 2007)

Data yang kami dapatkan menunjukkan bahwa suhu pada variable 8 Volt lebih
rendah dari pada suhu air pada variable 12 Volt seperti yang terlihat pada tabel
pengamatan. Suhu rata- rata variabel 8 Volt adalah 54,1ºC, sedangkan suhu rata-
rata variabel 12 Volt adalah 65,3ºC. Energi dalam dan energi listrik pada variable 8
volt juga lebih rendah daripada energi listrik dan energi di dalam 12 volt . Energi
dalam rata- rata dan energi listrik rata-rata variabel 8 Volt berturut- turut adalah
119,88 kJ dan 4,22 J, sedangkan energi dalam dan energi listrik pada variabel 12
Volt berturut- turut adalah 165,17 kJ dan 10,62 J. Hal tersebut dikarenakan sesuai
dengan energi listrik yang berbanding lurus dengan tegangan dan juga energi dalam
berbanding lurus dengan suhu.

Grafik yang terbentuk antara energi dalam dan energi listrik pada variable 8 volt
terlihat mendekati kesetaraan meskipun pada grafik masih terlihat perbedaan yang
tidak sesuai dengan literatur begitupun dengan grafik antara energi dalam dan
energi listrik pada variable 12 volt tidak sesuai dengan literatur, dimana seharusnya
grafik antara energi dalam dan energi listrik terbentuk garis lurus seperti garis linier
pada grafik. Kesetaraan grafik energi dalam dan energi listrik seharusnya terbentuk
garis yang lurus karena pada percobaan ini menggunakan sistem termodinamika
tertutup terhadap lingkungan. Berdasarkan konsep pada sistem tertutup, energi
kinetic dan energi potensial pada sistem dianggap nol karena nilainya relative kecil
terhadap kalor dan juga kerja yang dilakukan oleh lingkungan di anggap kecil
sehingga bisa diabaikan. Sedangkan sistem mendapatkan kalor yang terbentuk oleh
jumlah energi listrik yang dihasilkan oleh hasil kali voltase, arus, dan waktu

Faktor- faktor yang mempengaruhi percobaan tidak sesuai dengan literatur adalah:

1. Tidak sempurnanya sistem yang digunakan. Sistem yang digunakan adalah sistem
tertutup namun sistem tiddak tertutup sempurna sehigga dapat memungkinkan ada
energi yang diserap oleh benda lain atau ada energi panas yang terlepas ke udara
sehigga mempengaruhi energi kalor yang diserap.
2. Keselarasan kalor yang berbeda juga disebabkan oleh peralatan yang digunakan
pada percobaan ini telah digunakan pada percobaa sebelumnya sehingga peralatan
lebih peka menyerap energi.

1.5. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah kami lakukan, maka dapat disimpulkan :
1. Terdapat berbagai bentuk energi didunia antra lain, energi mekanik, energi listrik,
energi kimia, energi nuklir,enrgi cahaya, energi bunyi, kalor, kinetik dan
potensial.
2. Kerja dapat berubah menjad panas molekul getaran yang dihasilkan pada vibrator.
3. Berdasarkan hukum termodinamika I, energi tidak dapat dimusnahkan teteapi
dapat diubah menjadi bentuk lain.
4. Untuk mencari energi listrik dapat digunakan rumus:
Q=VIt
5. Untuk mencari energi dalam dapat digunakan rumus:
∆U = Q – W
∆U = Q = m c ∆T
6. Semakin tinggi nilai energi listrik, semakin tinggi nilai energi dalam.
7. Energi dalam pada input DC 6 dan 8 Volt berturut- turut 119,88 kJ dan 165,17 kJ.
1.6. Daftar Pustaka
Indrajid, Dudi. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas X Sekolah
Menengah Atas/ Aliyah program Ilmu Pengetahuan Alam. PT. Setia Inves.
Bandung.
Simbolon,Henni,Dkk. Penentuan Massa Molar Beberapa Jenis Logam Menggunakan
Hukum Dulong-Petit.Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Universitas Riau
Website link http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-
MODES/KONSEP_DASAR_FISIKA/BBM_7_%28Gelombang_dan_Bunyi
%29__KD_Fisika.pdf (diakses pada tanggal 1 April 2018)
Smith, J.M, dkk.2001.chemical engineering thermodynamics sixth edition. McGraw-
Hill Education (Asia)
Website link https://www.engineeringtoolbox.com/specific-heat-capacity-
d_391.html (diakses pada tanggal 1 April 2018)
Modul ajar Praktikum Thermodinamika Politeknik Negeri Malang