Anda di halaman 1dari 14

Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

PERCOBAAN B-5
CEPAT RAMBAT GELOMBANG SONIK DAN ULTRASONIK

A. TUJUAN
1. Menerangkan metode pengukuran cepat rambat gelombang sonik atau gelombang bunyi
dan gelombang ultrasonik.
2. Menentukan respons frekuensi trantuser sonik dan ultrasonik.
3. Menentukan cepat rambat gelombang ultrasonik dengan berbagai metode.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Transduser sonik atau bunyi (transmitter dan receiver).
2. Transduser ultrasonik (transmitter dan receiver).
3. Signal generator.
4. Power amplifier
5. Osiloskop.

C. DASAR TEORI
Gelombang sonik atau bunyi adalah gelombang bunyi dengan frekuensi antara 20 Hz
hingga 20 kHz, sedangkan gelombang ultrasonik memiliki frekuensi diatas 20 kHz sehingga
gelombang ultrasonik tidak dapat didengar oleh telinga manusia.
Transduser didefinisikan sebagai suatu elemen suatu instrumen yang menerima energi
dari suatu sistem dan mengubahnya ke dalam sistem yang lain. Transduser bunyi atau
ultrasonik mengubah menjadi energi listrik atau sebaliknya.
Transduser yang mengubah energi listrik menjadi gelombang bunyi disebut transmitter
bunyi yang lebih dikenal dengan nama loudspeaker sedangkan transduser yang mengubah
energi bunyi menjadi energi listrik disebut receiver bunyi yang lebih dikenal dengan nama
microphone. Loudspeaker dapat berfungsi sebagai microphone tetapi microphone tidak
dapat berfungsi sebagai loudspeaker. Pada umumnya respon frekuensi loudspeaker dan
microphone sangat lebar mencakup daerah frekuensi gelombang bunyi. Tweeter
piezoelektrik yang beroperasi pada frekuensi trebel dapat berfungsi sebagai loudspeaker atau
microphone.

Gambar.1 Diagram Blok Pengukuran Respon Frekuensi Transduser


Transduser yang mengubah energi listrik menjadi gelombang ultrasonik disebut
transmitter ultrasonik sedangkan transduser yang mengubah gelombang ultrasonik menjadi
energi listrik disebut receiver ultrasonik atau detektor ultrasonik. Respon frekuensi

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

transduser ultrasonik sangat sempit atau lebih bersifat spesifik. Respon frekuensi terbesar
terjadi pada frekuensi alami (natural frequency) transduser.
Diagram blok pengukuran respon frekuensi transduser ditunjukkan oleh gambar.1
Kedua gelombang ini dapat merambat dalam padatan, cairan maupun gas. Cepat rambat
gelombang sonik dan ultrasonik sangat bergantung pada tetapan elastik suatu bahan (ε) dan
massa jenis (ρ) bahan tersebut. Secara matematik cepat rambat gelombang sonik dan
ultrasonik dapat ditulis sebagai berikut :
ε
v= (1)
ρ
Aplikasi pengukuran cepat rambat gelombang ultrasonik dalam bidang industri antara
lain untuk menentukan tetapan elastik bahan yang bermanfaat untuk mengetahui kekuatan,
homogenitas, porositas dan cacat bahan. Metode pengujian ini dikenal dengan metode tidak
merusak atau lebih dikenal dengan metode non destructive test (NDT). Metode ini lebih
menguntungkan dibandingkan dengan metode konvensional seperti uji tarik, uji tekan
maupun puntir yang mengakibatkan rusaknya bahan uji. Dalam bidang medis informasi
elastisitas tersebut dapat digunakan sebagai pendeteksi tumor, karena adanya perbedaan nilai
elastisitas tumor dan jaringan sehat. Tetapi elastisitas bahan yang terkait adalah modulus
bulk (untuk cairan dan gas), modulus young (padatan), modulus geser (padatan) dan lainnya.
Pengukuran cepat rambat gelombang ultrasonik dapat dilakukan dengan menggunakan
gelombang kontinu maupun pulse. Metode pengkuran dengan gelombang kontinu yang
sering dipakai adalah metode beda fase, sedangkan untuk gelombang pulse digunakan
metode waktu tunda (time delay).

Metode Beda Fase


Rambatan gelombang ultrasonik yang dipancarkan oleh transduser pemancar T
(transmitter) kedalam bahan setebal L ditunjukkan oleh gambar. 2

Gambar.2 Rambatan Gelombang Ultrasonik Dalam Bahan


Fungsi gelombang pada sumber tersebut adalah :
ψ i (x, t ) = ψ i (0, t ) = ψ i 0 sin (ωt ) (2)

Setelah melewati bahan setebal L, gelombang diterima oleh transduser penerima R


(receiver). Fungsi gelombang yang diterima oleh transduser R adalah :
⎛ L⎞
ψ t (x, t ) = ψ t (L, t ) = ψ t 0 sin ω ⎜ t − ⎟ (3)
⎝ v⎠

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

Beda fase antara kedua gelombang adalah :


ωL 2πfL
Δϕ = = (4)
v v
Untuk L=nλ dengan n adalah bilangan bulat dan λ adalah panjang gelombang, maka
Δφ=2nπ, sehingga kecepatan jalar gelombanng sebagai berikut :
v=fλ (5)
Pengamatan beda fase antara kedua gelombang dilakukan dengan melakukan superposisi
kedua gelombang secara tegaklurus melalui osiloskop. Diagram blok percobaan ini
ditunjukkan oleh gambar.3.

Gambar.3 Diagram Blok Pengukuran Kecepatan Jalar Gelombang

Gambar.4 Aneka Macam Pola Lissajous


Dengan mengatur jarak L antara transmitter dan receiver akan diperoleh berbagai bentuk
pola lissajous seperti ditunjukkan oleh gambar 4. Dua posisi L1 dan L2 yang berjarak sama
dengan panjang gelombang akan memiliki pola lissajous yang sama.

Metode Waktu Tunda


Pengukuran cepat rambat gelombang ultrasonik dengan metode waktu tunda pada
umumnya dilakukan dengan sumber gelombang pulse, tetapi dalam keadaan tertentu dapat
pula digunakan gelombang sinus. Mekanisme perambatan gelombang pada metode ini sama
seperti pada metode pengukuran dengan beda fase. Pengukuran cepat rambat dilakukan
dengan menentukan selisih waktu (Δt) antara gelombang yang dipancarkan transduser T dan
Gelombang yang diterima oleh transduser R. Secara matematik cepat rambat gelombang
ultrasonik dengan metode waktu tunda adalah :

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

L
v= (6)
Δt
Diagram blok pengukuran cepat rambat gelombang ultrasonik dengan metode waktu tunda
sama dengan sebelumnya tetapi tidak menggunakan perpaduan gelombang.

D. PROSEDUR PERCOBAAN
I. Pengukuran Respon Frekuensi Transduser.
1. Menyusun peralatan seperti pada gambar 1 untuk transduser gelombang bunyi.
2. Mengaktifkan seluruh peralatan yang telah disiapkan.
3. Mengatur jarak R dan T sekitar 5 cm.
4. Memasang frekuensi awal signal generator pada 1 kHz dan mengatur amplitudo
tegangan sinus Transmitter T hingga terbaca jelas pada layar osiloskop.
5. Mencatat tegangan peak to peak (Vpp) yang diterima oleh receiver R untuk daerah
frekuensi antara 20 Hz hingga 20 kHz.
6. Mengulangi percobaan untuk transduser gelombang ultrasonik dengan frekuensi awal
sekitar 40 kHz dan daerah frekuensi antara 20 kHz hingga 60 kHz.

II. Pengukuran Kecepatan Jalar dengan Metode Beda Fase.


1. Menyusun peralatan seperti pada gambar 2 untuk transduser gelombang bunyi.
2. Mengaktifkan seluruh peralatan yang telah disiapkan dan mengatur sinyal generator
untuk sinyal sinus.
3. Mengatur R pada posisi tertentu sebagai L awal.
4. Mengatur osilokop pada mode perpaduan X-Y.
5. Menetapkan pilihan frekuensi tertentu, mengatur amplitudo sinnyal generator dan
menggeser T sehingga pola lissajous yang terjadi berupa garis lurus, kemudian
mencatat frekuensi gelombang yan g digunakan dan posisi awal R.
6. Melakukan penggeseran R sehingga pola garis lurus kedua, ketiga dan seterusnya
terjadi. Mencatat masing-masing posisi R.
7. Mengulangi prosedur 5 dan 6 untuk beberapa nilai frekuensi yang berbeda.
8. Mengulangi percobaan untuk transduser ultrasonik pada frekuensi alami transduser.

III. Pengukuran Kecepatan Jalar dengan Metode Waktu Tunda.


1. Mengaktifkan seluruh peralatan yang sudah disiapkan untuk transduser bunyi.
2. Mengatur R pada posisi tertentu sebagai posisi R awal.
3. Menentukan pilihan frekuensi sinyal generator.
4. Melakukan penggeseran posisi T dan mengatur posisi sinyal CH1 dan CH2
sedemikian hingga puncak kedua gelombang berhimpit.
5. Melakukan penggeseran R dengan mengamati pergeseran puncak gelombang pada
osiloskop kemudian mencatat posisi R dan pergeseran waktu gelombang.
6. Mengulangi percobaan untuk transduser ultrasonik untuk frekuensi alami transduser.
Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)
Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

E. DATA HASIL PENGAMATAN


1. Pengukuran Respon Frekuensi Transduser.
a. Gelombang Sonik
Vo = 1 mVolt
Vpp
Frekuensi (Hz)
Transmiter (V) Receiver (mV)
20 2.6 -
40 2.7 -
50 2.7 0.5
60 2.7 0.5
80 2.7 0.5
100 2.7 0.5
120 2.7 0.5
150 2.7 0.5
180 2.7 0.5
200 2.7 0.5
400 2.45 0.5
500 2.4 1
600 2.3 1
800 2.1 1
1000 2.1 1
1200 1.9 1
1500 1.7 1
2000 1.45 1.5
2500 1.25 1.5
3000 1.1 2
4000 0.8 3
5000 0.7 14
6000 0.6 80
7000 0.64 110
7200 0.64 120
8000 0.64 90
10000 0.74 28
12000 0.68 28
15000 0.62 12
20000 0.48 -

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

b. Gelombang Ultrasonik
Vo = 200 mVolt
Vpp
Frekuensi (kHz)
Transmiter (V) Receiver (mV)
20 0.85 4
30 0.8 4
35 0.8 4
39 0.7 52000
40 0.8 200
45 0.8 80
50 0.8 80
60 0.8 80

2. Pengukuran kecepatan Jalar dengan Metode Beda fase.


a. Pada Gelombang Sonik
Frekuensi (kHz) R awal (cm) R1 (cm) R2 (cm) R3 (cm)
6 5 7.5 10.5 13
7 5 7 9.5 12
8 5 6 8.5 10.5

b. Pada Gelombang Ultrasonik


Frekuensi (kHz) R awal (cm) R1 (cm) R2 (cm) R3 (cm)
38 5 5.2 5.6 6
39 5 5.3 5.6 6
40 5 5.5 6 6.6

3. Pengukuran Kecepatan Jalar dengan Metode Waktu Tunda.


Gelombang Frekuensi (kHz) L0 (cm) L1 (cm) T1 (ms)
Sonik 7 9.2 11.2 0.06
Ultrasonik 40 10.2 10.7 0.02

F. ANALISIS
I. Pengukuran Respon Frekuensi Transduser.
1. Gelombang sonik
Perhitungan respon frekuensi transduser gelombang sonik dengen menggunakan
rumus:
⎛ Vi ⎞
Gv = 20 log⎜ ⎟
⎝ Vo ⎠
Dimana Vi adalah tegangan puncak ke puncak masing masing frekuensi dan Vo
adalah frekuensi alami transduser gelombang sonik yaitu 1 kHz sebesar 1 mVolt

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

Vpp Respon Frekuensi


Frekuensi (Hz)
TRANSMITTER (V) RECEIVER (mV) Gv (dB)
20 2,6 - -
40 2,7 - -
50 2,7 0,5 -6,020599913
60 2,7 0,5 -6,020599913
80 2,7 0,5 -6,020599913
100 2,7 0,5 -6,020599913
120 2,7 0,5 -6,020599913
150 2,7 0,5 -6,020599913
180 2,7 0,5 -6,020599913
200 2,7 0,5 -6,020599913
400 2,45 0,5 -6,020599913
500 2,4 1 0
600 2,3 1 0
800 2,1 1 0
1000 2,1 1 0
1200 1,9 1 0
1500 1,7 1 0
2000 1,45 1,5 3,521825181
2500 1,25 1,5 3,521825181
3000 1,1 2 6,020599913
4000 0,8 3 9,542425094
5000 0,7 14 22,92256071
6000 0,6 80 38,06179974
7000 0,64 110 40,8278537
7200 0,64 120 41,58362492
8000 0,64 90 39,08485019
10000 0,74 28 28,94316063
12000 0,68 28 28,94316063
15000 0,62 12 21,58362492
20000 0,48 - -

2. Gelombang ultrasonik
Perhitungan respon frekuensi transduser gelombang ultrasonik dengen menggunakan
rumus:
⎛ Vi ⎞
Gv = 20 log⎜ ⎟
⎝ Vo ⎠
Dimana Vi adalah tegangan puncak ke puncak masing masing frekuensi dan Vo
adalah frekuensi alami transduser gelombang ultrasonik yaitu 40 kHz sebesar 200
mVolt
Vpp RESPON
FREKUENSI
TRANSMITTER (V) RECEIVER (mV) Gv (dB)
20000 0,85 4 -33,97940009
30000 0,8 4 -33,97940009
35000 0,8 4 -33,97940009
39000 0,7 52000 48,29946696
40000 0,8 200 0
45000 0,8 80 -7,958800173

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

50000 0,8 80 -7,958800173


60000 0,8 - -

II. Pengukuran Kecepatan Jalar dengan Metode Beda Fase.


Pada perhitungan kali ini kami menggunakan beda fase π sehingga apabila
dimasukkan dalam persamaan 4 diatas akan menjadi:
Δϕ = π
2πfL
Δϕ =
v
2πfL
π=
v
2πL
π=
λ
λ = 2L

1. Gelombang Sonik
Frek. (Hz) L (m) λ = 2L (m) V = λf (ms-1) v2
6000 R2 - R1 0,03 0,06 360 129600
6000 R3 - R2 0,025 0,05 300 90000
7000 R2 - R1 0,025 0,05 350 122500
7000 R3 - R2 0,025 0,05 350 122500
8000 R2 - R1 0,025 0,05 400 160000
8000 R3 - R2 0,02 0,04 320 102400
Jumlah 2080 727000

Jika hasil diatas dirata-rata dan dicari simpangannya akan didapat :


∑ vi
v=
n
2080
v=
6
v = 346.67

∑ vi 2 − nv 2
Δv =
(n − 1)
727000 − 6 ∗ 120177.78
Δv =
(6 − 1)
5933.333
Δv =
5
Δv = 34,49
Jadi cepat rambat gelombang sonik di udara adalah :
V = (346.67 ± 34.49) ms-1

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

2. Gelombang Ultrasonik
Frek. (Hz) L (m) λ=2L (m) v=λf (cm) V2
38000 R2 - R1 0,004 0,008 304 92416
38000 R3 - R2 0,004 0,008 304 92416
39000 R2 - R1 0,006 0,012 468 219024
39000 R3 - R2 0,004 0,008 312 97344
40000 R2 - R1 0,002 0,004 160 25600
40000 R3 - R2 0,006 0,012 480 230400
Jumlah 2028 757200

Jika hasil diatas dirata-rata dan dicari simpangannya akan didapat :


∑ vi
v=
n
2028
v=
6
v = 338

∑ vi 2 − nv 2
Δv =
(n − 1)
757200 − 6 ∗ 114244
Δv =
(6 − 1)
71736
Δv =
5
Δv = 119.78
Jadi cepat rambat gelombang ultrasonik di udara adalah :
V = (338 ± 119.78) ms-1

III. Pengukuran Kecepatan Jalar dengan Metode Waktu Tunda.


L
Kecepatan Jalar dapat dihitung menggunakan persamaan 6 yaitu v =
Δt

Gel. Frek. (kHz) L0 (cm) L1 (cm) T1 (ms) V(ms-1)


Sonik 7 9.2 11,2 0,06 1866,667
Ultrasonik 40 10.2 10,7 0,02 5350

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

G. PEMBAHASAN
1. Respon Frekuensi transduser.
a. Gelombang Sonik
Dari tabel Hasil perhitungan dan grafik dapat diketahui bahwa daerah respon
frekuensi dari transduser gelombang sonik ini sangat lebar hal ini terjadi karena rentang
frekuensi gelombang sonik adalah antara 20 Hz hingga 20 kHz. Respon terbaik adalah
daerah disekitar frekuensi 7.2 kHz, pada frekuensi ini sinyal dari transmitter ditangkap
dengan baik oleh receiver sehingga transduser ini sebaiknya di dareah frekuensi sekitar
7.2 kHz.

b. Gelombang Ultrasonik
Dari tabel hasil perhitungan dan grafik dapat diketahui bahwa daerah respon
frekuansi dari transduser gelombang ultrasonik sangat sempit yaitu hanya mencakup
beberapa kHz saja. Hal ini terjadi karena transduser gelombang ultrasonik hanya bersifat
spesifik yaitu transduser tersebut hanya peka pada daerah frekuensi tertentu saja yang
sempit dan dari tabel dapat diketahui bahwa transduser gelombang ultrasonik sangat baik
digunakan di daerah frekuensi sekitar 39 kHz. Adanya gejala ini sangat berguna bagi
kehidupan manusia. Salah satunya adalah penerapnnya dalam ilmu kedokteran dan
sonar.
Sonar adalah teknik pulsa-gema digunakan untuk mencari lokasi benda dibawah
air. Sebuah pemancar mengirimkan pulsa bunyi melalui air dan sebuah detektor
menerima pantulan, atau gemanya tidak lama kemudian selang waktu ini dihitung
dengan teliti, dan dari pengukuran ini jarak benda yang dapat ditentukan karena laju
bunyi di air telah diketahui,. Kedalaman laut dan lokasi karang, kapal karam atau kapal
selam atau, sekelompok ikan dapat ditentukan dengan cara ini. Strukltur dalam bumi
dipelajari yang sama dengan mendeteksi pantulan gelombang yang merambat melalui
bumi dimana sumbernya adalah ledakan yang dibuat manusia. Analisi gelombang yang
terpantul dari berbagai struktur dan batas lapisan di dalam bumi menghasilkan pola
karakteristik yang berguna untuk eksplorasi minyak dan mineral. Salah satu alasan
penggunaan gelombang ultrasonik adalah mereka tidak bisa didengar oleh telinga
manusia, ialah untuk panjang gelombang yang lebih pendek, difraksi lebih kecil sehingga
berkas gelombang lebih tidak menyebar dan benda yang kecil dapat dideteksi.
Dalam kedokteran, gelombang ultrasonik digunakan dalam diagnosa dan
pengobatran. Pengobatan meliputi penghancuran jaringan yang tidak diinginkan dalam
tubuh misalnya tunor atau ginjal. Dengan menggunakan gelombang ultrasonik dengan
intensitas yang sangat tinggi setinggi 107 Wm-2 yang difokuskan pada jaringan yang
tidak diinginkan tersebut. Bunyi ultra juga digunakan pada terapi fisik, untuk
memberikan pemanasan lokal pada otot yang cedera

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

2. Pengukuran Kecepatan jalar dengan menggunakan Metode Beda Fase.


Dari tabel hasil perhitungan dapat diketahui bahwa kecepatan jalar gelombang
sonik di udara adalah V = (346.67 ± 34.49) ms-1 dan gelombang ultrasonik adalah V =
(338 ± 119.78) ms-1 . Sedangkan dari literatur diketaui bahwa kecepatan jalar gelombang
di udara adalah 344 ms-1. Dari sini dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengamatan dan
perhitungan kami sesuai dengan literatur hanya selisih sedikit saja

3. Pengukuran Kecepatan jalar dengan menggunakan Metode Waktu Tunda.


Dari tabel hasil perhitungan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang
sangat besar antara hasil perhitungan dengan literatur. Adanya perbedaan ini disebabkan
karena prosedur percobaan yang kami lakukan tidak sesuai oleh karena itu data hasil
pengamatan yang kami dapat tidak dapat digunakan agar mencapai nilai yang mendekati
kebenaran.

H. KESIMPULAN
1. Terdapat berbagi metode untuk mengetahui nilai kecepatan jalar gelombang sonik dan
ultra sonik, antara lain adalah :
a. Metode Beda Fase dengan nilai kecepatan jalar sebesar:
Gelombang sonik, V = (346.67 ± 34.49) ms-1
Gelombang ultrasonik, V = (338 ± 119.78) ms-1

b. Metode Waktu tunda dengan nilai kecepatan jalar sebesar :


Gelombang sonik, V = 1866,667 ms-1
Gelombang ultrasonik, V = 5350 ms-1

2. Respon frekuensi transduser gelombang sonik lebih lebar dibandingkan dengan respon
frekuensi transduser gelombang ultrasonik. Respon terbaik transduser gelombang sonik
adalah pada frekuensi 7.2 kHz dengan respon sebesar 41,58 dB dan respon terbaik
tranduser gelombang ultrasonik adalah pada frekuensi 39 kHz dengan respon sebesar
48,3 dB.

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

I. DAFTAR PUSTAKA
Ackerman, Eugene.1988. Ilmu Biofisika, alih bahasa : Drs. Redjani dan Prof. Abdul Basir.
Surabaya : Airlangga University Press.
Giancoli, Douglas C.1998.Fisika, edisi ke-5, alih bahasa :Yuhilza Hanum dan Irwan Arifin.
Jakarta : Erlangga
Tipler, P.A.1991.Fisika Untuk Sains Dan Teknik, Jilid 2 Edisi Ketiga, alih bahasa : Lea
Presetio dan Rahmad W. Adi. Jakarta : Erlangga.

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

J. LAMPIRAN
1. Respon frekuensi transduser gelombang sonik.
RESPON FREKUENSI TRANSDUSER GEL. SONIK

50

40

30
Gv (dB)

20 Series1
10

0
1 10 100 1000 10000 100000
-10
FREKUENSI (Hz)

2. Respon frekuensi transduser gelombang ultrasonik.

GRAFIK RESPON FREKUENSI TRANSDUSER GELOMBANG


ULTRASONIK
60
50
40
RESPON (dB)

30
20
10
0 Series1
-10
10000 100000
-20
-30
-40
-50

FREKUENSI (Hz)

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)


Cepat Rambat Gelombang Sonik dan Ultrasonik desoft

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental (Biofisika)