Anda di halaman 1dari 11

POLA MAKAN DAN KEBIASAAN MAKAN SUKU BATAK TOBA

Ditujukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sosio Antropologi Kesehatan

Dosen Pengampuh : Putra Apriadi Siregar, SKM, M.Kes

Disusun Oleh :

1. Helen Febriana Putri Firman Harianja ( 0801173348 )


2. Nada Muhizra Situmeang ( 0801173366 )
3. Nur Aisyah Tia Oktaviani Sitorus ( 0801173356 )

Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Medan

2018
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil alamiin, segala puji dan syukur penyusun haturkan


kepada Allah SWT atas limpahan karunia-Nya. Shalawat serta salam semoga
tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam. Manusia
istimewa yang seluruh perilakunya layak untuk diteladani, yang seluruh ucapannya
adalah kebenaran, yang seluruh getar hatinya kebaikan. Sehingga penyusun dapat
menyelesaikan tugas kelompok yang berjudul Pola Makan dan Kebiasaan Makan
Suku Batak Toba.

Makalah ini dibuat bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata
kuliah Sosio Antropologi Kesehatan. Selanjutnya, penyusun mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah memberikan pengarahan-pengarahan sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tidak lupa juga kepada
bapak dosen dan teman-teman yang lain untuk memberikan sarannya kepada kami
agar penyusunan makalah ini lebih baik lagi.

Demikian, semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan bagi
semua yang membaca makalah ini.

Medan,

Penyusun,

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................................................i

Daftar Isi.........................................................................................................................ii

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah...............................................................................1

1.2 Rumusan Masalah........................................................................................1

1.3 Tujuan Masalah............................................................................................1

Bab II Pembahasan

2.1 Pengertian Pola Makan.................................................................................2

2.2 Pengertian Kebiasaan Makan.......................................................................2

2.3 Pola Makan dan Kebiasaan Makan Suku Batak Toba.................................3

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan...................................................................................................7

3.2 Saran.............................................................................................................7

Daftar Pustaka................................................................................................................8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam jiwa manusia terdapat keindahan yang melekat secara utuh, ataupun
kebudayaan, segala bentuk yang membuat manusia itu hidup tertata dalam
masyarakat adalah budaya itu sendiri dimana setiap manusia wajib melestarikan
budaya demi kesejahteraan dalam hidup bermasyarakat. Dengan melestarikan
budaya nasional, warga Indonesia mampu mencerminkan jati diri bangsa
Indonesia yang bersumber terhadap keselarasan jiwa setiap masyarakatnya. Untuk
itulah manusia yang ideal harus menganggap budaya sebuah hal yang intens.
Dari berbagai definisi budaya yang terbilang banyak, dapat diperoleh
pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat
pengetahuan dan meliputi sistem idea tau gagasan yang terdapat dalam pikiran
manusia dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu. Sedangkan perwujudan
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk
yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata (konkrit)
yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
kehidupan bermasyarakat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud pola makan dan kebiasaan makan ?
2. Bagaimana pola makan dan kebiasaan makan suku Batak Toba ?

1.3 Tujuan Masalah


1. Dapat menjelaskan pola makan dan kebiasaan makan
2. Dapat menjelaskan pola makan dan kebiasaan makan suku Batak Toba

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pola Makan


Dalam kamus besar bahasa Indonesia pola diartikan sebagai suatu sistem, cara
kerja atau usaha untuk melakukan sesuatu (Depdiknas,2001). Dengan demikian, pola
makan yang sehat dapat diartikan sebagai suatu cara atau usaha untuk melakukan
kegiatan makan secara sehat. Seperti, mempertahankan kesehatan, status nutrisi,
mencegah atau membantu kesembuhan penyakit.
Pengertian pola makan pada dasarnya mendekati definisi diet dalam ilmu gizi.
Diet diartikan sebagai pengaturan jumlah dan jenis makanan yang dimakan agar
seseorang tetap sehat. Untuk mencapai tujuan diet, pola makan sehat tersebut tidak
terlepas dari masukan gizi yang merupakan proses organisme menggunakan makanan
yang dikonsumsi melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan,
metabolism, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan
kehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal organ-organ serta menghasilkan energi.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan ialah budaya, agama,
status social, ekonomi, personal prefence, rasa lapar, nafsu makan, rasa kenyang, dan
kesehatan.

2.2 Pengertian Kebiasaan Makan


Kebiasaan makan adalah cara-cara individu dan kelompok memilih,
mengkonsumsi, dan menggunakan makanan-makanan yang tersedia, yang didasarkan
kepada faktor-faktor social dan budaya dimana ia/mereka hidup. Berbeda dengan pola
makan, kebiasaan makan lebih personal dan terbentuk berdasarkan selera dan
ketersediaan makanan di tingkat rumah tangga. Setiap kebiasaan makan dan
kesadaran gizi berpengaruh besar terhadap pola konsumsi makan dan selanjutnya
menentukan status gizi mereka.

2
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan ialah :
1. Konsumsi pangan, merupakan susunan beragamnya oleh suatu negara atau
daerah tertentu meliputi jumlah yang dimakan, jenis bahan pangan dan waktu
makan.
2. Preferensi pangan, kesukaan atau pilihan terhadap makanan atau menentukan
jumlah konsumsi pangan seseorang.
3. Ideology pangan, pengetahuan tentang pangan dan gizi penting dimiliki oleh
seseorang ibu, karena mempunyai peran besar dalam penyediaan pangan
keluarga.
4. Frekuensi makan, adalah beberapa kali makan dalam sehari meliputi makan
pagi, makan siang, makan malam dan makan selingan.
5. Social budaya pangan, kegiatan budaya sutau keluarga, kelompok asyarakat,
negara atau bangsa mempunyai pengaruh yang kuat dan kekal terhadap apa,
kapan dan bagaimana penduduk makan.

2.3 Pola Makan dan Kebiasaan Makan Suku Batak Toba


Konsep mengenai makanan masyarakat Batak Toba adalah segala hasil
organik dengan kuantitas dan kualitas biokomia yang secara fisiologis berfungsi untuk
mempertahankan hidup tubuh manusia dan memiliki makna budaya yang diakui dan
dibenarkan secara tersendiri oleh anggota-anggota setiap kelompok masyarakat. Jenis-
jenis makanan bagi orang Batak Toba selalu berkaitan dengan konsep mereka
menganai makan, yang dalam bahasa Batak Toba disebut mangan.
Pengertian makan sesuai dengan tradisi orang Batak Toba adalah makan nasi
beserta lauk-pauknya pada waktu-waktu yang sudah ditentukan. Bagi kelompok
masyarakat Batak Toba sistem kelakukan makan adalah sesuatu yang menjadi tradisi
dari warga masyarakat Batak Toba. Mengenai waktu makan yang umum untuk orang
Batak Toba adalah sebanyak dua kali dalam sehari. Menurut konsep kebudayaan
orang Batak Toba, makan dibagi dalam dua golongan, yaitu makan siang dan makan
sore atau malam. Sarapan pagi dan makan tambahan lainnya tidak tergolong dalam
pengertian makan masyarakat Batak Toba.

3
Bagi masyarakat batak Toba makanan terbagi atas makanan sehari hari,
makanan untuk peristiwa khusus, dan makanan tambahan. Pada masyarakat batak
Toba dikenal jenis makanan yang digolongkan sesuai dengan kedudukan sosial dan
ekonomi masyarakatnya. Penjelasan mengenai jenis makanan pada kedudukan
sosialnya dilihat dari sistem lapisan sosial yang ada pada masyarakat suku batak.
Orang batak yang sangat erat kaitannya dengan adat istiadat yang harus
dipatuhi dalam semua aktivitas kehidupan orang batak itu sendiri. Antara lain bahwa
perkembangan jiwa orang batak erat kaitannya dengan kepatuhan kepada mengikuti
adat istiadat. Karena hal itu pula yang membuat suku ini cukup terkenal dan identik
dengan unik di nusantara. bahwa budaya sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan
zaman. Sebagai suku yang cukup banyak komunitasnya tapanuli atau batak memiliki
beberapa ciri khas dalam budaya makannya seperti :

- Makan dengan tangan kanan

Dipengaruhi oleh kepercayaan , dimana para penganut agama mengajarkan


makan dengan menggunakan tangan yang baik atau tangan kanan. Jangan
menggunakan tangan kiri . Perkembangan agama di daerah tapanuli cukup merata
dibagian utara para penganut agama Kristen sedangkan di bagian selatan adalah
pengaruh budaya islam yang cukup kuat.

- Makan bersama keluarga

Kebiasaan ini adalah memperkuat dan mempererat hubungan tali persaudaraan


yang menjalin kekerabatan orang batak semakin erat.

- Makan tidak boleh bersisa

Para leluhur mengajarkan bahwa makanan adalah sesuatu anugerah dari Tuhan
yang perlu dihargai karena makanan berasal dari hasil keringat dengan bekerja keras ,
seperti diketahui asal mulanya masyarakat berkembang dari bercocok tanam .

4
- Kebiasaan makan beralaskan tikar baik di rumah maupun dicara adat

Duduk bersama dalam sebuah acara makan , tidak menggunakan kursi adalah
ciri khas dalam budaya batak yang mana biasanya dengan makan selalu diikuti oleh
acara keagaman dan juga adat istiadat yang memiliki begitu banyak aturan dan salah
satunya adalah makan bersama beralaskan tikar.

- Makan sambil berbicara

Salah satu ciri khas orang batak adalah makan sambil bercerita . baik
mengenai agama budaya , politik dan lain lain. Pada beberapa suku hal ini tidak baik
tapi pada suku batak . Hal ini adalah hal yang diijinkan karena berkaitan erat dimana
makan pada acara-acara istiadat bukanlah acara yang singkat sehingga sembari
melaksanakan kegiatan acara mereka sambil bercerita membahas segala kegiatan.

- Menunggu makanan dibagi

Patuh pada adat membuat orang batak selalu ikut aturan main adapt
istiadatnya itu sendiri. Sehingga dalam setiap acara . Momen acara makan adalah
ditunggu karena acara makan akan dibagi sesuai dengan kapasitas undangan.
Misalnya dalam acara perkahwinan bahwa ada makanan yang disajikan khusus dan
harus dibagi sesuai “ jambar “ atau hak milik. Jadi tidak hanya makan begitu saja
biasanya ada acara serah dan terima. Dan pada acara adat makan bersama harus
ditunggu sampai acara pokok selesai.

Orang Tapanuli tidak terlepas dari makanan yang “siak” atau pedas. Dan yang
paling menjadi ciri khas lagi adalah orang tapanuli makan dengan cara memakai
tangan dan menghidangkan makanan dipriring dalam jumlah besar ataupun banyak.

Bila seorang tamu datang ke rumah bertamu , merupakan kehormatan bagi


orang tapanuli untuk memberikan makan kepada tamu nya. Apa yang ada di dapur si
penerima tamu akan dikeluarkan semua sebagai cara menghormati tamu tersebut .
Dan sebaliknya tamu juga harus menghormati hidangan dengan makan sebanyak-
banyaknya bukan alakadarnya. Dengan demikian penerima tamu akan sangat
terhormat dan puas .

5
Adapun makanan khas batak yang terkenal seperti :

-Saksang ( Tapanuli Utara )

Makanan seperti yang terlihat disamping adalah makanan khas orang batak,
dengan nama Saksang (daging babi cincang). Makanan ini biasanya mudah ditemukan
di Lapo-lapo (warung khas batak).

Berhubung makanan ini mengandung babi , makanan ini hanya di komsumsi


oleh suku batak yang beragama non muslim dan advent. Namun demikian pada acara
adapt hamper selalu ada. Tetapi toleransi dalam adapt batak cukup kuat sehingga
makann ini hanya dihidangkan pada suatu ruangan tertentu.

-Naniura

Hampir semua daerah tapanuli mengenal dan mengkomsumsi makanan ini.


Makanan yang terbuat dari ikan mentah tidak dimasak. Ikan mas utuh - atau dipotong-
potong bila besar - direndam selama semalam dalam bumbu-bumbu yang terutama
terdiri atas jeruk nipis dan asam jawa (tamarin). Konon, rendaman jeruk nipis dan
asam jawa itulah yang secara kimiawi membuat ikan mentah itu tidak terasa amis dan
alot seperti laiknya ikan mentah.

-Arsik

Ikan mas arsik : Simbol Pemberi Berkat Kehidupan. Mulai dari kelahiran,
menikah hingga meninggal bagi orang Batak masing-masing memiliki prosesi yang
wajib hukumnya untuk dilaksanakan. Pada prosesi ini ada pesan adat yang harus
disampaikan. Dan dekke na niarsik atau ikan mas arsik adalah wujud nyatanya. Yakni
sebuah hidangan khas Batak yang menjadi symbol berkat kehidupan.

-Lapet

Makanan yang terbuat dari tepung yang dikukus.

Demikian juga pohon aren yang sengaja ditanam ditengah ladang untuk menghasilkan
tuak, sejenis minuman beralkohol yang menjadi kesukaan masyarakat batak.

6
BAB II
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Disetiap masyarakat memiliki ciri khas tertentu yang mengatur cara


kehidupannya yang kita sebut sebagai adat istiadat. Dalam Hal ini yang kita bahas
adalah betapa pentingnya makanan dalam sebuah adapt batak ataupun tapanuli.
Begitu sangat menghargai makanan sebagai sumber kehidupan. Mulai dari pernikahan
hingga kematian , makanan sangat menginterpretasikan kondisi suatu status
masyarakat didalam adat istiadat batak.

Pola makan suku batak dipengaruhi oleh keadaan alam dan sekitarnya. Para
leluhur sudah mempercayai makanan adalah sesuatu yang harus dihargai karena untuk
mendapatkan makanan harus kerja keras dahulu. Sehingga pada Acara makan selalu
dikaitkan dengan acara Adat . dan Batak terkenal dengan makana bersama dalam
waktu lama. Sebelum memulai acara makan sesungguhnya harus mengikuti acara
adapt yang panjang dan berbelit-belit.

Kebiasaan makan banyak adalah karena menghormati tamu. Jadi makanan


yang disuguhkan harus sebanyak mungkin. Sebagai tanda kehormatan telah memberi
makan tamu dan tamu juga harus menghormati pemberian makan dari tuan rumah
dengan menghabiskan makanan yang disajikan. Di suku batak makan sambil
berbicara adalah hal yang wajar. Terkait dengan perkembangan ilmu dan zaman hal
ini mulai berubah namun tetap saja kebiasaan tersebut masih ada di beberapa
kalangan.

3.2 Saran
Sebagai warga negara Indonesia kita perlu mengetahui kebudayaan-
kebudayaan yang ada di negara kita sendiri. Salah satu budaya dari negara kita adalah
budaya batak toba. Tentu bukan hanya budaya batak toba yang ada di negara
Indonesia, melainkan masih banyak budaya-budaya yang belum kita ketahui. Maka
dari itu kita sendiri mulai memberikan wawasan kepada anak-anak sejak dini agar
memahami beragam budaya yang ada di negeri tercinta ini.

7
DAFTAR PUSTAKA

https://forbetterhealth.wordpress.com/2008/01/19/pola-makan/
https://googleweblight.com
https://karyatulisilmiah.com/kebiasaan-makan/