Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH HEWAN LABORATORIUM TENTANG CARA PENGAMBILAN DARAH PADA

MENCIT DAN TIKUS


Disusun oleh:
Brian Permadi .W 135130101111051 Desy Safitri 135130107111029 Eko Diki
135130100111050 Faradina Kusumasdiyanti 135130107111031
PROGRAM KEDOKTERAN HEW AN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN AKADEMIK 2013-
2014
MALANG BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
IImu kedokteran yang semakin berkembang di masa sekarang menjadikan pemanfaatan
hewan sebagai objek percobaan juga terus berkembang.Hewan yang digunakan sebagai
jenis percobaan disebut hewan coba atau hewan laboratorium.Hewan laboratorium atau
hewan percobaan adalah hewan yang sengaja dipelihara dan diternakkan untuk digunakan
sebagai hewan model guna mempelajar1 dan mengembangkan berbagal macam bidang
ilmu dalam skala penelian atau pengamatan laboratorik.
Penggunaan hewan percobaan untuk penelitian banyak dilakukan di bidang fisiologi,
farmakologi, biokimia, patologi, zoologi komparatif, dan ekologi dalam arti luas. Di bidang
kedokteran, selain untuk penelitian, hewan percobaan juga sering digunakan untuk
keperluan diagnostika. Sedangkan dalam bidang pendidikan dan psikologi, hewan
laboratorium digunakan
untuk pengamatan tingkah laku hewan.
Hewan percobaan yang umum digunakan dalam penelitian ilmiah adalah tikus. Tikus
(Rattus norvegicus) telah diketahui sifat-sifatnya secara sempurna, mudah dipelihara, dan
merupakan hewan yang relatif sehat dan cocok untuk berbagai penelitian (Depkes, 201
1).Tikus termasuk hewan mamalia oleh sebab itu dampaknya terhadap suatu perlakuan
mungkin tidak jauh berbeda dibandingkan dengan mamalia lainnya. Tikus juga merupakan
hewan laboratorium yang banyak digunakan dalam penelitian dan percobaan antara lain
untuk mempelajari pengaruh obat-obatan, toksisitas, metabolisme, embriologi maupun
dalam mempelajari tingkah laku (Malole dan Pramono, 2010). Makalah ini dibuat dengan
tujuan menambah wawasan dan pengetahuan pembaca tentang cara pengambilan sampel
darah pada hewan coba khususnya tikus dan mencit, karena mencit atupun tikus adalah
hewan coba yang sangat di butuhkan darahnya
untuk Animal research . 1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan mencit dan tikus?

2. Bagaimana cara pengambilan darah pada mencit dan tikus dalam dunia penelitian?
1.3 Tuyuan
1. Untuk mengetahui apa itu mencit putih dan tikus beserta ciri-cirinya

2. Untuk mengetahui cara pengambilan darah pada mencit dan tikus BAB Il

PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Mencit dan Tikus
Mencit merupakan yang paling umum digunakan pada penelitian pada _ peneitian
laboratorium sebagai hewan percobaan yaitu sekitar 40-80%.Mencit memiliki banyak
keunggulan sebagai hewan percobaan,yaitu siklus hidup yang relatf pendek,jumlah anak
per kelahiran banyak.Variasi — sifat-sifatnya tinggi dan mudah dalam penanganannya
(Moriwaki,1994). Ciri-cirl mencit secara umum adalah tekstur rambut Lembut dan halus
,bentuk hidung Kerucut terpotong ,bentuk badan Silindris agak Membesar kebelakang
wama rambut putih, mata merah, ekor merah muda dan dewasa berat badan: 25 — 40 g
(betina);
20-40 g (jantan).
Mencit putih memiliki bulu pendek halus berwarna putih serta ekor berwarna kemerahan
dengan ukuran lebih panjang dari pada badan dan kepala. Mencit memiliki warna bulu
yang berbeda disebabkan perbedaan dalam proporsi darah mencit liar dan memiliki
kelenturan pada sifat-sifat produksi dan reproduksinya (Nafiu, 1996). Mencit memiliki
taksonomi sebagai berikut (Arrington, 1972):
Kingdom : Animalia Filum : Chordata Klas > Mamalia
Ordo : Rotentia
Famili >: Muridae
Genus > Mus
Spesies > Mus musculus Tikus merupakan hewan laboratorkum yang banyak digunakan
dalam _ penelitian dan percobaan antara lain untuk mempelajari pengaruh obat-obatan,
toksisitas, metabolisme, embriologi maupun dalam mempelajari tingkah laku (Calabrese,
2001).
Tikus (Rattus norvegicus) berasal dari Asia Tengah dan penggunaannya telah menyebar
luas di seluruh dunia (Gay,et al, 2000). Menurut (Nugroho,2004) taksonomi tikus adalah:
Kingdom : Animalia Filum : Chordata Subfilum : Vertebrata Kelas > Mamalia Subkelas :
Theria
Ordo : Rodensia Subordo : Sciurognathi Famili : Muridae Subfamili : Murinae Genus : Rattus
Spesies : Rattus norvegicus
Dalam dunia sains mencit dan tikus banyak digunakan sebagai hewan coba karena struktur
anatomi mencit dan tikus hampir sama dengan struktur anatomi manusia selain itu juga
perkembangbiakan mencit yang sangat cepat sehingga memudahkan praktikan ataupun
peneliti dalam mendapatkannya.Mencit ataupun juga bukan termasuk hewan yang
dilindungi dan dalam
pemeliharaan dan perawatannya tergolong mudah.
Tikus laboratorium jantan jarang berkelahi seperti mencit jantan. Tikus dapat tinggal
sendirian dalam kandang, asal dapat melihat dan mendengar tikus lain. Jika dipegang
dengan cara yang benar, tikus-tikus ini tenang dan mudah ditangani di laboratorium.
Pemeliharaan dan makanan tikus lebih mahal daripada mencit tetapi tikus dapat berbiak
sebaik mencit. Karena hewan ini lebih besar daripada mencit, maka untuk beberapa macam
percobaan, tikus lebih
menguntungkan (Kram et,al, 2001).
Selain itu juga ada dua sifat utama yang membedakan tikus dengan hewan percobaan
lainnya, yaitu tikus tidak dapat muntah karena struktur anatomi yang tidak lazim pada
tempat bermuara esofagus ke dalam lambung sehingga mempermudah proses pencekokan
perlakuan menggunakan sonde lambung, dan tidak mempunyai kandung empedu (Smith
dan Mangkoewidjojo, 1988). Selain itu, tikus hanya mempunyai kelenjar keringat di telapak
kaki. Ekor tikus menjadi bagian badan yang paling penting untuk mengurangi panas tubuh.
Mekanisme perlindungan lain adalah tikus akan mengeluarkan banyak Judah dan
menutupi bulunya dengan ludah tersebut (Sirois, 2005).
1.2 Pengambilan Darah pada Mencit dan Tikus
Cara pengambilan darah pada mencit hampir sama yaitu melalui plexus reorbitalis pada
mata,Vena Ekor (V. Lateralis ekor),pada vena saphena yang terdapat pada bagian kaki dan
pengambilan langsung dan jantung. Pada umumnya pengambilan darah yang terlalu
banyak pada hewan kecil akan menyebabkan shok hipovolemik, stress dan bahkan dapat
menyebabkan kematian. Tetapi pengambilan darah yang tidak sesuai aturan juga dapat
menyebabkan anemia pada hewan coba.Pada umumnya pengambilan darah hanya
dilakukan sekitar 10% dari total volume darah dalam tubuh dalam selang waktu 2-4
minggu.Atau sekitar 1% dari berat tubah
dengan interval 24 jam. Total darah yang hanya boleh diambil sekitar 7,5% dari bobot
badan. Cara pengambilan darah pada mencit dan tikus: 1. Plexus Retroorbitalis pada mata
Tikus dipegang dan dijepit bagian tengkuk dengan jar tangan.setelah itu tikus dikondisikan
senyaman mungkin,kemudian Mikrohematikrit digoreskan pada medial canthus mata
dibawah bola mata ke arah foramen opticus.Kemudian mikrohematoknit diputar sampai
melukai plexus, jika diputar 5X maka harus dikembalikan 5X. Darah ditampung pada
Eppendorf yang telah diber: EDTA untuk tujuan pengambilan plasma darah dan tanpa
EDTA untuk tujuan pengambilan serumnya,bisa juga dengan
penambahan heparin sebagai antikoagulan.
2. Pada Vena Ekor (V. Lateralis ekor) Tikus dimasukkan dalam selongsong yang sesuai
ukurannya tubuh tikus. Ekor tikus dijulurkan keluar dan Vena lateralis pada ekor di
Incisi (dipotong) 0,2 — 2 cm dan pangkal ekor dengan silet atau gunting yang steril.
Darah ditampung pada eppendorf, kemudian diletakkan miring 45° dan dibiarkan
mengendap pada suhu kamar, selanjutnya dilakukan sentrifugasi untuk mendapatkan
serum yang dimaksud.
Gambar pengambilan darah melalui vena lateralis ekor
3. Pengambilan darah melalui vena sapena pada kaki Mencit dipegang pada posisi
setengah tegak,jarum diinjeksikan pada paha belakang sebelah dalam agar posisi
jarum tidak berubah, perlu bantuan untuk
memegang kaki hewan tersebut lalu tampung darah pada Eppendorf.
=
Gambar pengambilan darah pada vena sapena bagian kaki belakang
4. Pengambilan darah langsung ke jantung Teknik ini umumnya dilakukan jika darah
yang dibutuhkan banyak dan tikus yang diambil darahnya ini akan sekalian dibedah
untuk diambil organnya.Cara memperoleh darah dari jantung tikus lebih sering
dipakai daripada mencit. Diperlukan anastesi dan cara inl sama pada mencit. Prinsip
ini umumnya dilakukan jika darah yang dibutuhkan banyak dan tikus yang diambil
darahnya ini akan sekalian dibedah untuk diambil organnya. Caranya dengan
menusukkan syringe langsung ke jantung dan disedot
perlahan (Yokozawa, et al, 2002). BAB Ill PENUTUP Kesimpulan
Dalam dunia sains mencit dan tikus banyak digunakan sebagai hewan coba karena struktur
anatomi mencit dan tikus hampir sama dengan struktur anatomi manusia.Mencit ataupun
tikus banyak digunakan dalam penelitian terutama untuk diambil darahnya.Tipe
pengambilan darah pada mencit ada empat macam yaitu Plexus Retroorbitalis pada mata
,vena
Ekor (V. Lateralis ekor), vena sapena pada kaki dan pengambilan darah pada jantung.
Saran
Sebaiknya sebelum melakukan pengambilan darah kesterilan alat dan hewan coba lebih
diperhatikan. DAFTAR PUSTAKA
Arrington, L. (1972). Introductory Laboratory Animal. The Breeding, Care, and
Management of
Experimental Animal Science. New York: The Interstate Printers and Publishing, Inc.
Gay,LR.1987.Research in Education.New York:McGraw-Hill Book,Company.
Moriwaki, K. (1994). Genetic in Wild Mice. Its Application to Biomedical Research. Tokyo:
Karger.
Malole, M.B.M. and Pramono, C.S.U.2001.Pengantar Hewan-Hewan Percobaan di
Laboratorium. Bogor. Pusat Antara Universitas Bioteknologi IPB.
Nafiu, L. O. (1996). Kerenturan Fenotipik Mencit Terhadap Ransum Berprotein Rendah.
Bogor: IPB.
Sirois, M. 2005. Laboratory Animal Medicine. United of State America: Mosby. Inc. HIlm 87-
LIS.
Smith, B. J. dan S. Mangkoewidjojo. 1988.Pemeliharaan, Pembiakan dan Penggunaan Hewan
Percobaan di Daerah Tropis Indonesia. University Press. Jakarta.
Yokozawa, T., T. Nakagawa dan K. Kitani. 2002. Antioxidative activity of green tea
polyphenol in cholesterol-fed rats. Journal of Agricultural and Food Chemistry,
50:3549-35