Anda di halaman 1dari 20

PERANGKAT UJI PUPUK

(FERTILIZER TEST KIT)


Komponen Perangkat Uji Pupuk
Komponen bahan dan alat yang disediakan di dalam satu paket PUP
terdiri atas:

1. Pereaksi
1.1.Pereaksi N-1: 150 ml
1.2.Pereaksi N-2: 50 ml
1.3.Pereaksi N-3: 50 ml
1.4.Pereaksi N-4: 5g
1.5.Pereaksi N-5: 50 ml
1.6.Pereaksi P-1: 250 ml
1.7.Pereaksi P-2: 250 ml
1.8.Pereaksi P-3: 250 ml
1.9.Pereaksi K-1: 250 ml
1.10.Pereaksi K-2: 250 ml

2. Bagan warna
2.1.Bagan warna N
2.2.Bagan warna P
2.3.Tabel konsentrasi K
Komponen Perangkat Uji Pupuk

3. Peralatan
3.1.Lumpang porselin kecil diameter 10 cm 1 buah
3.2.Sendok takar 0,25 g 1 buah
3.3.Sendok takar 2,50 g 1 buah
3.4.Rak tabung reaksi 1 buah
3.5.Tabung reaksi gelas bertutup, vol 15 ml 4 buah
3.6.Tabung sentrifusi bertutup, vol 50 ml 4 buah
3.7.Sensok spatula 1 buah
3.8.Pipet tetes plastik 1 buah
3.9.Kertas saring 1 buah
3.10.Tisue 1 buah

4. Buku petunjuk penggunaan PUP 1 exp.


Persiapan Contoh

Persiapan contoh dilakukan dengan menumbuk contoh pupuk yang


dalam bentuk padatan.
Diambil kurang lebih 10 g contoh pewakil, dihaluskan dengan
lumpang. Contoh halus dianalisis dengan PUP. Sisa contoh
dimasukkan ke dalam kantong plastik, diberi label dan ditutup rapat
agar dapat digunakan untuk pengujian ulang bila diperlukan
Prinsip Kerja Nitrogen

Nitrogen merupakan unsur hara esential bagi tanaman


yang terkandung dalam pupuk Urea, garam amonium,
garam nitrat dan N-organik. PUP mengukur semua
bentuk N tersebut kecuali N-organik. Bentuk-bentuk N ini
diubah menjadi amonium (NH4+), yang kemudian
ditambah pereaksi pewarna untuk menghasilkan warna
hijau. Kepekatan warna hijau yang dihasilkan sebanding
dengan kadar N. Kadar N dari pupuk yang diuji dapat
ditentukan dengan membandingkan kepekatan warna
hijau dalam larutan pupuk dengan gambar gradasi
warnanya.
Cara Uji Nitrogen

Pembuatan ekstrak pupuk:


Contoh pupuk sebanyak satu
sendok takar kecil (0,25 g)
dimasukkan ke dalam tabung
sentrifusi volume 50 ml,
tambahkan 2,5 ml pereaksi N-
1, kocok perlahan-lahan.
Diamkan 10 menit, kemudian
volumenya dijadikan 50 ml
dengan ditambah air (dapat
digunakan air minum dalam
kemasan), kemudian dikocok
sampai homogen.
Cara Uji Nitrogen

• Ke dalam tabung reaksi masukkan 1,0 ml ekstrak jernih pupuk

• Saring bila diperlukan, jadikan 5 ml dengan air, selanjutnya


dikocok, lalu tambahkan 1 ml pereaksi N-2.

• Tambahkan 1 ml pereaksi N-3 dengan pipet tetes, kocok,


tambahkan 0,05 g pereaksi N-4 dengan menggunakan spatula,
dikocok. Reaksi dibiarkan berlangsung sekitar 25 – 30 menit,
sambil menunggu dikocok 3-4 kali diantara waktu tersebut.

• Bila sudah tidak keluar gelembung-gelembung lagi atau ekstrak


menjadi jernih (bila perlu disaring), tambahkan 1 ml N-5 dengan
pipet tetes. Biarkan 6 – 10 menit, warna biru kehijauan yang
timbul dibandingkan dengan warna pada tabel gradasi warna.
Cara Uji Nitrogen

• Kadar N di dalam pupuk diperoleh dari gradasi warna yang sesuai


dengan warna yang dihasilkan oleh contoh pupuk.

• Untuk pupuk berkadar N > 20%, tambahkan 0,5 ml ekstrak jernih


pupuk dan gunakan bagan warna no. 2
Gradasi warna persentase N dalam uji N pupuk

Pros. 1 2,5 % N 5% N 10% N 15% N 20% N


Pros. 2 30% N >40% N
Prinsip Kerja Fosfat

Fosfor di dalam pupuk P pada umumnya berbentuk


senyawa fosfat yang sebagian besar adalah kalsium
fosfat. Pupuk superfosfat mengandung P dalam bentuk
H2PO4 yang mudah larut. Pupuk P-alam mengandung
kalsium fosfat primer (Ca3(PO4))2 yang sukar larut. P-
alam yang dimasamkan sebagian mengandung bentuk P
yang tingkat kelarutannya di antara P-alam dan
superfosfat. PUP menentukan kadar P dalam semua
bentuk P tersebut. Bentuk-bentuk P dalam pupuk
dilarutkan menjadi ortofosfat. Fosfat terlarut direaksikan
dengan pereaksi pewarna menghasilkan warna kuning.
Kepekatan warna kuning yang terbentuk sebanding
dengan kadar P di dalam pupuk yang diuji. Kadar P
dalam pupuk dibaca dari bagan warna.
Cara Uji Fosfat

• Dengan menggunakan sendok


takar kecil masukkan 0,25 g
contoh pupuk yang telah
dihaluskan ke dalam tabung
sentrifusi volume 50 ml.

• Tambahkan pereaksi P-1 sampai


volume 5 ml, dikocok sampai
larut, bila ada gas CO2 (buih)
biarkan sampai habis gelembung-
gelembungnya.

• Tambahkan air (dapat digunakan


air minum dalam kemasan),
hingga volume menjadi 50 ml,
tutup dan dikocok dengan cara
bolak-balik sampai homogen,
biarkan larutan menjadi jernih
(ekstrak), saring bila diperlukan.
Cara Uji Fosfat
• Ke dalam tabung reaksi volume 15 ml campurkan 5 ml pereaksi P-2 dan
5 ml pereaksi P-3, dikocok sampai homogen.

• Masukkan 0,5 ml ekstrak jernih ke dalam tabung yang berisi campuran


pereaksi P-2 dan P-3, tutup dan dikocok sampai homogen.

• Setelah 2 – 5 menit, bandingkan warna kuning yang muncul dari larutan


jernih di permukaan pupuk dengan warna pada tabel gradasi warna.

Catatan:
Untuk pupuk yang mengandung kadar fosfat > 40% (DAP, MAP) ekstrak diencerkan
2x (Masukkan 1 ml ekstrak dan 1 ml air kedalam tabung reaksi dengan
menggunakan syringe, kocok),sehingga kadar yang didapat dari tabel warna
dikalikan 2.
Untuk membedakan senyawa fosfat yang mudah larut (Ca(H2PO4)2), agak sukar
larut (CaHPO4) dan tidak larut (Ca3(PO4)2/fosfat alam), uji ini dapat diulang
dengan menggunakan ekstrak air. Asam kuat melarutkan semua bentuk fosfat, air
hanya melarutkan unsur P yang mudah larut. Bila sumber fosfat berasal dari fosfat
alam yang belum diasamkan 100%, maka pada reaksi awal dengan pereaksi P-1
akan timbul gas CO2.
Gradasi warna persentase P dalam uji P pupuk

2,5 % P2O5 5 % P2O5 10 % P2O5 15 % P2O5 20 % P2O5


Prinsip Kerja Kalium

Pada umumnya pupuk kalium mengandung garam-garam

kalium yang mudah larut seperti KCl dan K2SO4. Namun dapat juga

ditemukan dalam bentuk garam kalium fosfat dan kalium nitrat. PUP

menentukan kadar K dalam pupuk K dengan melarutkannya. Ion K+

dalam larutan ditambahkan pereaksi sehingga membentuk endapan

putih. Endapan ini terbentuk pada konsentrasi K+ yang telah

ditentukan. Kadar K dalam pupuk diketahui dengan membaca tabel

uji.
Cara Uji Kalium

• Dengan menggunakan
sendok takar besar,
masukkan 2,5 g contoh
pupuk ke dalam tabung
sentrifusi volume 50 ml,
tambahkan pereaksi K-1
sampai volume 7,5 ml,
dikocok sampai semua
pupuk larut.

• Setelah larut tambahkan air


(dapat digunakan air minum
dalam kemasan), sampai
larutan menjadi 50 ml, kocok
sampai homogen. Ditunggu
sampai larutan menjadi jernih
atau disaring sampai
didapatkan ekstrak yang
jernih.
Cara Uji Kalium

• Masukkan 3 ml pereaksi K-2 ke dalam


tabung reaksi.

• Tambahkan ekstrak contoh tetes demi


tetes ke dalam pereaksi K-2. Hitung
jumlah tetes/ml ekstrak contoh uji hingga
menghasilkan endapan putih.

• Jumlah tetes/ml ekstrak contoh


dikonversi ke kadar K2O seperti dalam
tabel di bawah ini.
Perbandingan volume ekstrak dengan pereaksi
untuk kadar K2O dalam pupuk K

No. Uji Pereaksi K-2 (ml) Ekstrak pupuk % K 2O

1 3 3 tetes > 50

2 3 0,5 ml 40

3 3 1,0 ml 30

4 3 2,0 ml 20

5 3 4,5 ml 15

6 3 7,0 ml <10
Kandungan hara N dalam beberapa pupuk

No. Jenis Pupuk %N

1. Urea 45

2. UAP < 25

3. KNO3 < 13

4. NH4NO3 < 26

5. ZA < 20

6. NPK 10-30

7. NH4Cl < 26
Kandungan hara P dalam beberapa pupuk

No. Jenis Pupuk % P2 O5

1. TSP 46
2. DAP < 46
3. MAP < 46
4. SP-36 36
5. Fosfat Alam Impor < 28
6. Fosfat Alam Lokal 3 - 30
7. UAP < 16
8. NPK 5-20
Kandungan hara K dalam beberapa pupuk

No. Jenis Pupuk % K 2O

1. KCl < 60

2. KNO3 < 39

3. K2SO4 < 45

4. NPK 5-20