Anda di halaman 1dari 55

LAPORAN PRAKTIKUM

CLINICAL NUTRITION & DIETETIC PLACEMENT

TATA LAKSANA DIET PADA PASIEN


BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DI BANGSAL BUGENVIL
(BEDAH)
RSUD Dr. TJITROWARDOJO PURWOREJO

Disusun Oleh :
PUTRI PRATIWI
NIM. 170400390

PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA
TAHUN 2018
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM
CLINICAL NUTRITION & DIETETIC PLACEMENT

TATA LAKSANA DIET PADA PASIEN


BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DI BANGSAL BUGENVIL
(BEDAH)
RSUD Dr. TJITROWARDOJO PURWOREJO

Disusun Oleh :
PUTRI PRATIWI
NIM. 170400390

Disetujui Oleh :

Supervisor/LNO Blok:

(Arini Hardianti, S.Gz., MPH) Tanggal: 15 November 2018


Pembimbing Lahan

(Purnaningsih, S.Gz)
NIP. 197702032003122003 Tanggal: 15 November 2018
Kepala Instalasi Gizi

(Nursidik, SKM, MM)


NIP. 196703111992031010 Tanggal: 15 November 2018
BAB 1. PENDAHULUAN
1. ASSESMENT GIZI

A. ANAMNESIS
1. Identitas Subyek
Tabel 1. Data Identitas Pasien

Nama : Tn. M No RM : 00342615


Umur : 53 tahun Ruang : Bugenvil
Jenis kelamin : Laki-laki Tgl Masuk : 28/11/2018
Pendidikan : SLTA Tgl Kasus : 27/11/2018
Suku : Jawa Alamat Purworejo
Agama : Islam Klasifikasi alamat: perkotaan/perdesaan
Kebiasaan merokok: Tidak
Diagnosis medis : Benign Prostat
Keterbatasan fisik: Hyperplasia (BPH)
Gangguan penglihatan (ya/tidak),
gangguan pendengaran (ya/tidak),
Gangguan berjalan (ya/tidak),
Kemampuan mobilitas:
Mobilitas di sekitar tempat tidur
Sumber : Data Rekamedik Pasien, 2018

Kesimpulan : Berdasarkan tabel anamnesis Tn. M usia 53 tahun dirawat diruang


bugenfil (bedah) kelas III diagnosa medis Benigna Prostat Hyperplasia (BPH).

2. Data Sosio Ekonomi

Tabel 2. Data Sosial Ekonomi


Pekerjaan Wiraswasta (penjual buah dirumah)

Penghasilan 1.000.000/bln
Jumlah anggota Keluarga 5 orang
Kondisi yang Kehilangan pekerjaan (tidak), kehilangan anggota
mempengaruhi psikologis keluarga (tidak), trauma (ya), riwayat operasi
(tidak)
Sumber : Data Primer Terolah November 2018
Kesimpulan : Pasien bekerja wiraswasta dengan penghasilan menengah atas,
memiliki 5 anak. Pasien pernah mengalami trauma akibat penyakit yang diderita
selama tahun 2018 ini dan pernah di rawat di rumah sakit.

3. Data Berkaitan dengan Riwayat Penyakit

Tabel 3. Data Riwayat Penyakit


Keluhan Utama Pasien dari poli bedah masuk ke ruangan perawat dengan
keluhan sulit buang air kecil (BAK), nafsu makan berkurang
Riwayat Penyakit BPH
Sekarang
Riwayat Penyakit Pernah di rawat 2x di rumah sakit.
Dahulu dengan diagnosa hepatitis, hipertensi, tifoid, dan lambung
pada bulan agustus 2018. Pasien juga pernah mendapatkan
konsultasi gizi tentang diet rendah garam
Riwayat Penyakit Tidak ada
Keluarga
Sumber : Data Primer Terolah November 2018
Kesimpulan : Pasien masuk dari poli mengeluh sulit buang air kecil, nafsu
makan berkurang. Pasien pernah dirawat di rumah sakit pada bulan agustus 2018
dengan diagnosa hepatitis, hipertensi, tifoid, dan lambung, dan pasien juga pernah
mendapatkan konsultasi gizi tentang diet rendah garam

4. Data Berkaitan dengan Riwayat Gizi

Tabel 4. Data Riwayat Gizi


Alergi makanan Tidak ada
Pantangan makanan Pasien membatasi makanan sumber natrium
Masalah Nyeri ulu hati (ya/tidak), Mual (ya/tidak), Muntah (ya/tidak),
gastrointestinal Diare (ya/tidak), Konstipasi (ya/tidak ), Anoreksia (ya/tidak)
Perubahan pengecapan/penciuman (ya/tidak ), gangguan
lambung (ya,tidak)
Kesehatan mulut Sulit menelan (ya/tidak), sulit mengunyah (ya/tidak),
Stomatitis (ya/tidak), Gigi lengkap (ya/tidak)
Aktifitas fisik Aktifitas SMRS : bekerja
Jumlah jam tidur sehari : 9-10 jam
Riwayat / pola Makanan pokok : nasi @200 gr, 3×/ hari.
makan Lauk hewani : ikan @1 ptg 3×/ mgg
daging @75 gr 1×/mgg, telur bebek 1 btr 2×/mgg, ayam
kampung tanpa kulit @75 gr 2×/mgg.
Lauk nabati : tempe @50 gr 3×/mgg.
Sayuran : daun katuk @50 gr 3×/mgg, gambas @50 gr
2×/mgg, wortel @50 gr 3×mgg, tauge @25 gr/mgg.
Buah : pepaya 3×/mgg, kelengkeng 2×/mgg
Pengolahan makanan : bening dan di goreng
Minum : air putih , tidak menyukai susu
Pasien selama ini telah menjalankan diet rendah garam
dirumahnya.
Sumber : Data Primer Terolah November 2018
Kesimpulan : Pasien tidak memiliki alergi dan pantangan makanan, pola makan
teratur dan jenis makanan tidak beragam. Pasien hanya menyukai protein nabati
yaitu tempe, dan pasien mengkonsumsi makanan dengan olahan bening dan
gorengan.

B. ANTROPOMETRI

Tabel 5. Data Antropometri

Berat Badan ULNA

65 kg 26 cm

Sumber : Data Primer Terolah November 2018


1. Estimasi TB berdasarkan ulna (rumus ilayperuma)
Tinggi Badan = 97,252 + (2,645 x ULNA)
= 97,252 + (2,645 x 26)
= 97,252 + 68,77
= 166 cm
2. Perhitungan berat badan ideal (rumus brocca)
BBI= (TB-100) – 10%
= 166-100-10%
= 66-6,6
= 59,4 kg
3. Status gizi berdasarkan IMT
𝑩𝑩
𝑰𝑴𝑻 =
𝑻𝑩(𝑴)𝟐
65
= 1,66
65
= 2,75
= 23,63 kg/m2
Status gizi Overweight
Kesimpulan : Status gizi pasien dihitung berdasarkan IMT.
Status gizi pasien tergolong Overweight yaitu 23,63 kg/m2
Klasifikasi status gizi menurut WHO untuk Asia Pasifik.
IMT kg/m2 Klasifikasi
<18,50 Gizi kurang
18,50-22,99 Normal
23,00-27,49 Overweight
16-20 Obesitas

C. PEMERIKSAAN BIOKIMIA
Tabel 6. Data Biokimia

Tanggal Pemeriksaan
Nilai Satuan/Nilai Normal Keterangan
Pemeriksaan Biokimia
Hemoglobin 14.5 mg/dl 13.2-17.3 Normal

Eosonofil 8.90 2.00-4.00 Tinggi


28/11/2018
Ureum 20.0 10-50 Normal

Creatinin 1.35 0.62-1.10 Tinggi


Sumber : Data Rekamedik Pasien 2018
Kesimpulan : Berdasarkan hasil pemeriksaan biokimia eosonofil (tinggi) yang
menunjukan adanya infeksi atau inflamasi saluran kemih. dan creatinin (tinggi)
menunjukan adanya penyumbatan saluran kemih bagian atas.
D. PEMERIKSAAN FISIK/KLINIS
1. Kesan Umum : Compos mentis, sedang
2. Vital Sign :
Tabel 7.1. Data Pemeriksaan Klinis
Tanggal Satuan/Nilai
Vital sign Nilai Keterangan
Pemeriksaan Normal
TD 161/102mmHg <120/<80mmHg HT stage II
Nadi 88 ×/menit 60-100 ×/menit Normal
28/11/2018
Suhu 36 ºC 37 ºC Normal
Respirasi 20 ×/menit 14-20 ×/menit Normal
Sumber : Data Rekamedik Pasien 2018
Kesimpulan : Berdasarkan pemeriksaan klinis TD (tinggi), nadi
(normal), suhu (normal) dan respirasi (normal).

Klasifikasi tekanan darah dewasa (>18 tahun menurut JNC VII)


Kategori Sistolik (mm Hg) Diastolik (mm Hg)
Normal <120 <80
Pre hipetensi 120-139 80-89
Stage 1 140-159 90-99
Stage 2 ≥160 ≥100
Catatan: target tekanan darah pada pasien dengan hipertensi, diabetes
mellitus, atau penyakit ginjal <130/80 mmHg

3. Fisik :
Tabel 7.2. Data Pemeriksaan Fisik
Tanggal pemeriksaan Fisik
Sulit buang air kecil, Rencana operasi
28/11/2018
prostat pada tanggal 29 November 2018.
Sumber : Data Rekamedik Pasien 2018
Kesimpulan : Pasien sulit buang air kecil, dan operasi akan
dilakukan pada tanggal 29 November 2018
E. ASUPAN ZAT GIZI
Hasil recall 24 jam : Asupan dirumah
Tanggal : 27/11/2018
Tabel 8. Asupan Zat Gizi
Protein Lemak Karbohidrat
Implementasi Energi (kcal)
(gram) (gram) (gram)
Asupan 1305,6 45,5 39,6 186,1

Standar Diet Rg 2067,2 78 63 304

% Asupan 63,125% 58,33% 62% 61,21%

Sumber : Data Primer Terolah, 2018


Kesimpulan : Berdasarkann hasil recall 24 jam tergolong kurang
<80%.
Klasifikasi kecukupan energi menurut WNPG 2004
<80 % Kurang
80-110 % Baik
>110 % Lebih
F. TERAPI MEDIS DAN OBAT
Tabel 9. Tabel Terapi Medis

Interaksi dengan
Jenis Obat Fungsi Solusi
zat gizi
Ranitidin Digunakan untuk pengobatan
tukak lambung dan deudonum -
-
akut, refluk esofagitis,
hipersekresi pasca bedah.
Codein Untuk meringankan gejala -
-
batuk
Infs futrolit Cairan yang di gunakan untuk
membantu mengatasi
kebutuhan karbohidrat, cairan -
-
dan elektrolit pada masa
sebelum dan sesudah operasi.
Untuk mengatasi dehidrasi.
Inj seftria Untuk mengatasi berbagai - -
infeksi bakteri
Sumber : Data Rekamedik pasien 2018
Kesimpulan Assessment :
Dari uraian assesment di atas Tn M. berusia 53 tahun, dengan
diagnosa medis Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), pasien akan di
rencanakan operasi, sebelum nya pasien pernah dirawat di rumah
sakit 2x pada tahun 2018 dengan diagnosa medis hepatitis,
hipertensi, tifoid, dan lambung. Dilihat dari data biokimia pada
pemeriksaan bahwasannya eosinofil tinggi yang berkaitan dengan
adanya infeksi dan creatining tinggi yang berkaitan dengan fungsi
ginjal. Pengukuran hasil antropometri didapatkan data berat badan
menggunakan timbangan injak, sedangkan data tinggi badan
didapatkan dari hasil estimasi Ulna, pengukuran status gizi pasien
status gizi yaitu overwight. Asupan zat gizi pasien sebelum masuk
rumah sakit masih tergolong kurang dari kebutuhan yaitu Energi
(63,125%), Protein (58,33%), Lemak (62%), Karbohidrat (61,21%)
Pasien juga sudah pernah mendapatkan konsultasi gizi.

2. DIAGNOSIS GIZI

NI-2.1 Asupan Oral tidak adekuat berkaitan dengan gangguan


gastrointestinal ditandai dengan nafsu makan menurun dan hasil
recall rendah (63,125%), Protein (58,33%), Lemak (62%),
Karbohidrat (61,21%)

NI-5.1 Peningkatan kebutuhan zat gizi spesifik (protein) berkaitan


dengan persiapan oprasi ditandai prabedah

NI-5.4 Penurunan kebutuhan zat gizi spesifik (natrium) berkaitan


dengan adanya hipertensi di tandai dengan TD 161/102 mmHg

NC-3.3 Berat badan berlebih dari normal berkaitan dengan aktifitas


fisik kurang ditandai dengan IMT 23,63 kg/m2 (overweight)
3. INTERVENSI GIZI
A. PLANNING
1. Tujuan
- Mencapai asupan ≥80 % dari kebutuhan
- Mempercepat penyembuhan
- Membantu menurunkan tekanan darah
- Mencapai status gizi normal
2. Syarat dan Prinsip Diet
- Energi diberikan sesuai dengan kebutuhan
- Protein diberikan yaitu 1,3 gr/kg Bb
- Lemak cukup yaitu 25% dari total kebutuhan
- Karbohidrat diberikan sisa total kebutuhan energi dikurang
protein dan lemak
- Natrium II (600-800 mg Na)
3. Perhitungan Kebutuhan Gizi

BEE = 66 + 13,7 (W) + 5 (H) – 6,8 (A)


= 66 + 13,7 (65) + 5 (168) – 6,8 (78)
= 66 + 890,5 + 840 – 530,4
= 1266,1 kcal
TEE = BEE × FA × FS
= 1266,1 × 1,2 ×1,4
= 2127,04 kcal
Protein = 1,3 × 65
= 85,8 gr × 4
= 343,2 kcal
Lemak = 25% × 2127,04
= 531,76 kcal : 9
= 59,08 gr
KH = Enegi – (Protein+Lemak) : 4
= 2127,04 - 343,2 + 531,76
= 2127,04 - 874,76
= 1252,08 : 4
= 313,02 gr
Infus futrolit= 500 ml
Infus yang digunakan 1 hari yaitu 2 kolf
500 ml mengandung 25 gram sorbitol
25 gr × 2 kolf = 50 gr sorbitol
50 gr × 4 = 200 kcal
TEE – infus sorbitol
= 2127,04 – 200
= 1927,04 kcal
KH = Energi – (protein-lemak) : 4
= 1927,04 – 343 + 531,76
= 1927,04 – 874,76
= 1052,28 : 4
= 263,07 gr
Na = 600-800 mmHg

4. Terapi Diet, Bentuk Makanan dan Cara Pemberian


a. Terapi Diet : TKTP Rg II
Bentuk Makanan : Lunak
b. Cara pemberian : oral
c. Frekuensi makan : 3x makan utama, 2×selingan
5. Proses Inter Professional education untuk mencapai status
gizi optimal
Saran dari dokter :
Sebelum operasi pasien di puasakan
Saran dari perawat :
Koordinasi jadwal makan pasca operasi, dan fisik klinis
Saran dari farmasi :
Interaksi obat dengan makanan
6. Rencana Monitoring dan Evaluasi
Tabel 10. Rencana Monitoring Dan Evaluasi
Kriteria Yang diukur Pengukuran Evaluasi/target
Antropometri BB Pada awal kasus dan Normal
akhir intervensi
Biokimia Creatinin, Eosinofil Sesuai jadwal Mendekati normal
pemeriksaan

Fisik klinik TD, nadi, suhu, Setiap hari Normal


respirasi
Asupan zat gizi Energi, protein, Setiap kali makan Asupan makan
lemak, karbohidrat, ≥80%
Asupan zat gizi Natrium Setiap kali makan 600-800 mgNa

7. Rencana Konsultasi Gizi


Masalah gizi :
1. Overweight
2. Asupan makan kurang
3. Penurunan kebutuhan energi specifik (natrium)
4. Peningkatan asupan energi dan protein

Tujuan : Memberikan edukasi mengenai diet yang


diberikan rumah sakit untuk memenuhi
kebutuhan gizi melalui makanan
Sasaran : Pasien dan keluarga
Media : Leaflet
Waktu : 15 menit
Materi konseling :
- Edukasi kepada pasien dan keluarga pasien mengenai diet
rendah natrium
- Edukasi kepada pasien dan keluarga pasien mengenai diet
tinggi protein
- Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai makanan
yang dianjurkan, dibatasi, dan dihindari
B. IMPLEMENTASI
1. Kajian Terapi Diet Rumah Sakit
Jenis diet/bentuk makanan/cara pemberian : TKTP Rg II
Tabel 11. Kajian Terapi Diet
Implementasi Energi (kcal) Protein (g) Lemak (g) KH (g)
Standar diet RS 2067,2 78 63 304,5

Kebutuhan 2127,04 85,8 59,08 313,02

% Standar/Kebutuhan 107% 90,90% 106,63% 97,27%

Kesimpulan : Standar diet rumah sakit sudah sesuai dengan


rekomendasi diet

2. Rekomendasi diet
a) Perhitungan rekomendasi diet
Tabel 12. Perhitungan Rekomendasi Diet
Sumber bahan Berat Energi Protein Lemak karbohidrat
makanan (gr) (kcal) (gr) (gr) (gr)
Makanan
pokok 175 631,5 7,1 1.1 139,2
(Tepung beras)
Lauk hewani 200 505 46,7 33,7 0,6
Lauk nabati 210 221,1 22,5 11,5 11,5
Sayuran 300 275,1 4,3 0,9 65,3
Buah 300 72,2 1,4 0,9 17,8
Gula 30 116,1 0 0 30 gr
minyak 9 77,7 0 9 0
Susu 30 75,3 12,9 4,2 7,5
Total 1974 90,9 63,7 276
Kebutuhan 1927,04 85,8 59,08 263,07
Persentase (%) 102,43% 105,9% 107,8% 104,94%
b) Perbandingan Standar Diet dengan Rekomendasi Diet
Tabel 12. Perbandingan Standar Diet dengan Rekomendasi Diet
Standar Rumah sakit Rekomendasi
Makan pagi Tepung beras : 75 gr Tepung beras : 50 gr
Lauk hewani : 50 gr Lauk hewani : 50 gr
Lauk nabati : 50 gr Lauk nabati : 30 gr
Sayur : 75 gr Sayur : 100 gr
Minyak : 10 gr Minyak : 3 gr
Gula : 10 gr Gula : 10 gr
Susu : 25 gr Susu : 30
Selingan pagi Gula dan snack : gula 10 gr
Snack : 100 gr
Makan siang Makanan pokok : 75 gr Makanan pokok : 75 gr
Lauk hewani : 100 gr Lauk hewani : 75 gr
Lauk nabati : 50 gr Lauk nabati : 50 gr
Sayur : 75 gr Sayur : 100 gr
Minyak : 10 gr Minyak : 3 gr
Buah : 100 g Buah : 100 gr
Selingan sore Gula dan snack : gula 10 gr
Snack : 100 gr
Makan Makanan pokok : 75 gr Makanan pokok : 50 gr
malam Lauk hewani : 50 gr Lauk hewani : 75 gr
Lauk nabati : 50 gr Lauk nabati : 50 gr
Sayur : 75 gr Sayur : 100 gr
Buah : 100 gr Buah : 100 gr
Minyak : 10 gr Minyak : 3 gr
Nilai gizi Energi : 2067,2 kkal Energi : 1974,0 kcal
dibandingkan Protein : 78 gr Protein : 90,9 gr
dengan Lemak : 63 gr Lemak : 63,7 gr
kebutuhan Karbohidrat : 304,5gr Karbohidrat : 276,0 gr
3. Penerapan Diet Berdasarkan Rekomendasi
Pemesanan Diet : Diet TKTP Rg II

4. Penerapan Konsultasi Gizi


Masalah gizi : Asupan oral inadekuat, penurunan kebutuhan
zat gizi spesifik (Na), peningkatan kebutuhan
zat gizi spesifik (Protein), dan overweight
Tujuan : Memberikan edukasi kepada pasien dan
keluarga pasien mengenai diet yang diberikan
dan cara penerapan diet tersebut
Sasaran : Pasien dan keluarga
Media : Leaflet
Waktu : 15 menit
Materi konseling :
- Edukasi kepada pasien dan keluarga pasien mengenai diet
rendah natrium
- Edukasi kepada pasien dan keluarga pasien mengenai diet
tinggi protein
- Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai makanan
yang dianjurkan, dibatasi, dan dihindari
BAB 2. DASAR TEORI

A. Benigna Prostat Hyperplasia (BPH)


1. Definisi
BPH (Benigna Prostat Hyperplasia) merupakan suatu
penyakit dimana terjadi pembesaran dari kelenjar prostat akibat
hyperplasia jinak dari sel-sel yang biasa terjadi pada laki-laki
usia lebih dari >50 tahun (Tambunan N, 2014). BPH juga disebut
sebagai penyakit radang kekebalan. Aktivitas sel T dan reaksi
autoimun yang terkait tampaknya menyebabkan epitel dan
proliferasi sel stroma (Rahman T, 2016).
2. Etiologi
Etiologi beningn prostat hyperplasia ditandai dengan
peningkatan sel poliferasi, sel epitel dan stroma dan peningkatan
tonus otot polos simpatik di daerah periurethral (Kopp W, 2018).
Tahap awal pembesaran prostat mengakibatkan resistensi pada
vesika dan daerah prostat meningkat serta terjadi pula penebalan
deturoksor. Penonjolan serat detruksor ke dalam kandung kemih
dapat berupa; trabekulasi, sakula dan divertikulum. Penebalan
detruksor mengakibatkan kompensasi otot dinding sehingga
detruksor menjadi lelah dan akhirnya mengalami dekompensasi
yang ditunjukka dengan retensi urin (Majid A, 2009).
3. Faktor resiko
Faktor risiko yang diketahui terkait dengan terjadinya kanker
prostat adalah umur, ras dan riwayat kanker prostat dalam
keluarga. Umumnya kanker prostat mengenai pria dewasa tua
dengan puncak pada umur 65-75 tahun (Solong dkk, 2016).
4. Pemeriksaan laboratorium dan diagnostik
Pemeriksaan urin dilakukan untuk mengetahui kemungkinan
adanya infeksi atau inflamasi saluran kemih. Bila kemungkinan
itu muncul maka dilakukan pemeriiksaan kultur untuk
mengetahui jenis kuman serta menentukan sensitifitas kuman
terhadap antimikroba yang diuji. Pemeriksaan faal ginjal
diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya penyulitan saluran
kemih bagian atas. Sedangkan pemeriksaan kadar penanda tumor
atau prostat specific antigen (PSA) dilakukan untuk mengetahui
kecurigaan adanya keganasan prostat (Majid A, 2009).
5. Terapi BPH
a. Bedah dan farmakologis
Menurut peneliti pasien yang telah menjalani operasi
BPH akan merasakan nyeri hal ini dikarenakan tindakan
yang dilakukan adalah mengiris kelenjar prostat selapis demi
selapis sehingga menyebabkan nyeri yang dirasakan pasien
post operasi. Penanganan nyeri dapat menggunakan terapi
non farmologi sebagai pendamping terapi farmakologi, salah
satunya adalah terapi relaksasi progresif yang dapat
menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi BPH
(Benigna Prostat Hyperplasia) hal ini dikarenakan klien dapat
merelaksasikan otot-otot selama latihan. Saat klien mencapai
relaksasi penuh, maka persepsi nyeri berkurang dan rasa
cemas terhadap pengalaman nyeri menjadi minimal selain itu
terapi relaksasi progresif dapat menimbulkan efek rileks pada
pasien sehingga rasa tidak nyaman akibat nyeri post operasi
menjadi berkurang dikarena efek rileks tersebut (Aprina,
2017).
b. Diet
Salah satu untuk penurunan prevalensi BPH yaitu dengan
meningkatkan asupan vitamin D 6000 UI/hari telah terbukti
menurunkan prostat volume pada pasien BPH. Dengan
menurunkan sel-sel BPH dan proliferasi sel prostat.
(Espinosa, 2013). Pria yang mengonsumsi makanan tinggi
lemak berisiko tidak hanya akan menderita kanker prostat,
namun juga bisa membuatnya berkembang lebih agresif.
Beberapa nutrisi diduga dapat menurunkan insiden kanker
prostat, di antaranya golongan isoflavon atau fitoesterogen
yang banyak terdapat pada kedelai yang bisa mencegah
perkembangan sel kanker. Sumber antioksidan yang berasal
dari teh hijau, likopen (golongan karotenoid yang banyak
terdapat dalam tomat) juga berperan sama, yakni mencegah
perkembangan sel kanker (Wilson KM Dkk, 2012). Menurut
Rahem AO penurunan resiki BPH yaitu dengan peningkatan
aktifitas fisik, konsumsi sayuran dan buah, cegah obesitas,
tidak mengkonsumsi alkohol, dan pengobatan.

B. Hipertensi
1. Pengertian
Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit tekanan
darah tinggi adalah suatu keadaan seseorang yang mengalami
peningkatan tekanan darah di atas normal. (Ridwan, 2002).
Tekana darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai
“normal” adapun tekanan di atas 140/90 mmHg sudah termasuk
tekanan darah tinggi atau hiprtensi sudah dianggap sebagai
faktor risiko (Dalimartha, 2008).
2. Klasifikasi tekanan darah
Tekanan darah
Klasifikasi tekanan Teknan darah
sistolik
darah diastolik (mmHg)
(mmHg)
Normal <120 <80
Pre hipetensi 120-139 80-89
Stage 1 140-159 90-99
Stage 2 ≥160 ≥100
Catatan: target tekanan darah pada pasien dengan hipertensi,
diabetes mellitus, atau penyakit ginjal <130/80 mmHg
Sumber : bickley LS et all 2009
3. Etiologi
Patofisiologi Pada penderita hipertensi, tahanan perifer
sistemik menjadi lebih tinggi dari orang normal akibat adanya
vasokontriksi pembuluh darah. Itu berarti ventrikel kiri harus
bekerja lebih keras untuk melawan tahanan tersebut agar aliran
darah maksimal sehingga suplai darah ke semua jaringan
tercapai sesuai kebutuhannya. Ventrikel kiri kemudian
mengompensasi keadaan tersebut dengan hipertrofi sel-sel otot
jantung. Hipertrofi ventrikel kiri (left ventricle hyperthropy)
(LVH) memungkinkan jantung berkontraksi lebih kuat dan
mempertahankan volume sekuncup walaupun terjadi tahanan
terhadap aliran darah. Namun, lama kelamaan mekanisme
kompensasi tersebut tidak lagi mampu mengimbangi tekanan
perifer yang tetap tinggi. Kegagalan mekanisme kompensasi
menyebabkan penurunan kontraktilitas ventrikel kiri. Penurunan
kontraktilitas ventrikel kiri akan diikuti oleh penurunan curah
jantung yang selanjutnya menyebabkan penurunan tekanan
darah. Semua hal tersebut akan merangsang mekanisme
kompensasi neurohormonal seperti pengaktifan sistem saraf
simpatis dan sistem RAA (reninangiotensin-aldosteron)
(Silbernagl, 2007).

4. Gejala
Sebahagian penderita hipertensi mengalami gejala seperti
sakit kepala, mual, peusing, penglihatan menjadi kabur. Peneliti
dari Universitas Maryland di Amerika mendata gejala yang
sering di alami oleh penderita hipertensi meliputi sakit kepala
(40,5%), palpitasi (28,5), noktorin(20,4%), disiness(20,8%), dan
tinnitus (13,8%). Adapun pada orang kasus hipertensi yang
sudah parah umumnya disertai dengan rasa pening yang
berlebihan, sakit kepala, dan mimisan. Kejadian seperti ini dapat
berakhir pada hipertensi akut yang menyebabkan penderita
mengalami koma (ensefalopati hipertensi) (Lingga, 2012).
5. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah
a. Gen (keturunan)
Sekitar 70-80% penderita yang mengalami hipertensi
di temukan riwayat di dalam keluargan. Apabila riwayat
hipertensi didapatkan pada kedua orang tuanya maka dugaan
hipertensi esensial lebih besar (Dalimartha, 2008).
b. Usia
Bertambah usia akan meningkatkan risiko hipertensi
pada seseorang, hipertensi lebih sering terjadi pada kelompok
lansia (lanjut usia) Risiko hipertensi meningkat seiring dengan
bertambahnya usia, terutama pada laki-laki yang usia 45 tahun
atau wanita berusia di atas 55 tahun. Pertambahan usia pada
umumnya dapat meningkat tekanan sistolik , sedangkan
tekanan diastolik tetap normal atau rendah. Keadaan ini terkait
dengan proses pengerasan pembuluh darah (Garnadi, 2012).
c. Jenis Kelamin
Hipertensi lebih mudah menyerang kaum laki-laki
dari pada perempuan. Hal itu kemungkinan karena laki-laki
banyak memiliki factor pendorong terjadinya hipertensi,
seperti stress, kelelahan, dan makan tidak terkontrol. Adapun
hipertensi pada perempuan peningkatan risiko terjadi setelah
masa menopause (sekitar 45 tahun) (Dalimartha, 2008).
d. Aktifitas fisik
Kehidupan modern membuat banyak orang terjebak
untuk masuk ke dalam kehidupan tidak sehat. Semakin
banyak kemudahan yang ditawarkan membuat malas untuk
jalan kaki, maka kurangnya aktifitas fisik yang menyebabkan
jantung tidak terlatih, pembuluh darah kaku, sirkulasi darah
tidak menalir dengan lancar, dan menyebabkan kegemukan
sehingga menyebabkan terjadinya hipertensi (Garnadi, 2012).
e. Obesitas
Obesitas atau kegemukan juga merupakan salah satu
faktor resiko timbulnya hipertensi. Obesitas merupakann ciri
dari populasi penderita hipertensi. Curah jantung dan
sirkulasi volume darah penderita hipertensi yang obesitas
lebih tinggi dari pada hipertensi yang tidak mengalami
obesitas. Jika mengalami obesitas maka hormon didalam
tubuh kurang normal. Terbukti bahwa daya pompa jantung
dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan
hipertensi lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi
dengan berat badan normal (Sutanto, 2010).
f. Merokok
Menghisap rokok berarti menghisap nikotin dan
karbonmonoksida. Nikotin akan masuk kedalam aliran darah
dan segera mencapai ke otak. Lalu otak akan memberi sinyal
kepada kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenali.
Hormon adrenalin akan menyepitkan pembuluh darah
sehingga terjadi tekanan yang lebih tinggi. Gas
karbonmonoksida dapat menyebabkan pembuluh darah
tegang dan kondisi kejang otot sehinggaa tekanan darah akan
naik.
g. Alkohol
Kebiasaan buruk mengkonsumsi alkohol dapat memicu
kemampuan melarutkan lipid yang terdapat di dalam
membran sel kemungkinan dengan cepat masuk ke dalam sel
dan menghancurkan struktur sel tersebut (Almatsier, 2010).
Adapun salah satu dari kandungan alkohol yaitu adanya
katekholamin yang dapat memicu kenaikan tekanan darah
(Purwati, 2005).
h. Konsumsi Natrium
Menurut penelitian epidemiologi menunjukan bahwa
asupan garam natrium diet berperan penting dalam
meningkatkan tekanan dan meningkatkan prevalensi
hipertensi. Pembatasan asupan natrium hingga 2 gram per
hari meskipun penurunan ini bervariasi antar individu.
Pembatasan garam bagi penderita hipertensi dapat
berdampak buruk, pembatasan natrium dalam jumlah sedang
tampaknya cukup aman dan efektif terutama bagi penderita
hipertensi (Katsilambros, 2014).
6. Penatalaksanaa Hipertensi
Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan
menggunakan obat-obatan ataupun dengan cara modifikasi gaya
hidup. Modifikasi gaya hidup dapat dilakukan dengan membatasi
asupan garam tidak lebih dari (6 gram/hari), menurunkan berat
badan, menghindari minuman berkafein, rokok, dan minuman
beralkohol. Olah raga juga dianjurkan bagi penderita hipertensi,
dapat berupa jalan, lari, jogging, bersepeda selama 20-25 me nit
dengan frekuensi 3-5 x per minggu. Penting juga untuk cukup
istirahat (6-8 jam) dan mengendalikan stress. Untuk pemilihan
serta penggunaan obat-obatan hipertensi disarankan untuk
berkonsultasi dengan dokter keluarga anda.
Ada pun makanan yang harus dihindari atau dibatasi oleh
penyandang hipertensi adalah:
1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal,
paru, minyak kelapa, gajih). Makanan yang diolah dengan
menggunakan garam natrium (biscuit, crackers
2. Keripik dan makanan kering yang asin).
3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned,
sayuran serta buah-buahan dalam kaleng, soft drink).
4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon,
ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang).
5. Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta
sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging
merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam).
6. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus
sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang pada
umumnya mengandung garam natrium.
7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti
durian, tape (Kemenkes)
7. Diet TKTP
Pembedahan merupakan tindakan pengobatan yang
menggunakan cara invasif dengan cara membuka atau
menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani melalui sayatan
yang diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka, di mana
pada masa setelah operasi terjadi suatu fase metabolisme baik
anabolisme maupun katabolisme.
Asupan Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan
pergantian sel – sel yang rusak atau mati. Sumber protein dapat
diperoleh dari protein hewani (telur, daging, susu, udang, kerang,
keju) dan protein nabati (banyak terkandung dalam tahu, tempe,
dan kacang – kacangan) (Siwi Walyani, 2015).
BAB 3. PEMBAHASAN
A. Monitoring, Evaluasi dan Tindak Lanjut
MONITORING DAN EVALUASI KESIMPULAN & TINDAK LANJUT
TGL DIAGNOSIS (ASSESMEN, DIAGNOSIS GIZI,
Antropometri Biokimia Fisik dan klinis Asupan INTERVENSI GIZI)
Post open Tidak Eosinofil, Fisik : CM, Pasca operasi Energi : 38,90% A : Data antropometri diukur hari
prostat dilakukan Creatinin H1, batuk dahak, urin Protein : 30,54% pertama kasus
pengukuran belum jernih Lemak : 39,62%
Karbohidrat : B : Pemeriksaan biokimia yaitu eosinofil
Klinis : 37,65% tinggi, yang menunjukan adanya infeksi
TD : 140/80 mmHg Na :100,9 mg atau inflamasi saluran kemih dan
Nadi : 80 ×/menit Energi dan creatinin tinggi, yang menunjukan
Suhu : 36ºC karbohidrat adanya penyumbatan saluran kemih
Respirasi : 20×/menit ditamba energi bagian atas
dari infus futrolit C : Kesan umum CM, tekanan darah
Tgl 29-30 tinggi, batuk berdahak, urin belum jernih
Sore,pagi,siang
D : Asupan energi (kurang), protein
(kurang), lemak (kurang) karbohidrat
(kurang)
Diagnois gizi : NI-2.1, NI-5.1
peningkatan zat gizi specifik berkaitan
dengan penyembuhan luka, ditandai
dengan pasca bedah.
NI-5.4, NC-3.3
MONITORING DAN EVALUASI KESIMPULAN & TINDAK LANJUT
TGL DIAGNOSIS (ASSESMEN, DIAGNOSIS GIZI,
Antropometri Biokimia Fisik dan klinis Asupan INTERVENSI GIZI)
Intervensi : Diet TKTP Rg II
Bentuk makanan : Bubur halus
Post open Tidak Tidak ada Fisik Energi : 56,22% A : Data antropometri diukur hari
prostat dilakukan pemeriksaan CM, Pasca operasi H2, Protein : 72,26% pertama kasus
pengukuran biokimia batuk dahak, urin belum Lemak : 69,45%
jernih Karbohidrat : B : Tidak ada pemeriksaan laboratorium
38,77% C : Tanda fisik CM, tekanan darah
Klinis : Na : 199,3 mg normal, batuk berdahak, urin belum
TD : 120/80 mmHg Energi dan jernih
Nadi : 20×/m karbohidrat
Suhu : 36ºC ditamba energi D : Asupan energi (kurang), protein
Tgl 30-1 Respirasi :20×/m dari infus futrolit (kurang), lemak (kurang) karbohidrat
Sore,pagi,siang (kurang), Pasien membatasi makan
karena dikhawatirkan batuk dan apabila
batuk maka pasien khawatir dengan
jaitan pasca operasi nya.
Diagnois gizi : NI-2.1, NI-5.1, NI-5.4,
NC-3.3
Intevensi : Diet TKTP Rg III
Bentuk makan : Bubur halus
MONITORING DAN EVALUASI KESIMPULAN & TINDAK LANJUT
TGL DIAGNOSIS (ASSESMEN, DIAGNOSIS GIZI,
Antropometri Biokimia Fisik dan klinis Asupan INTERVENSI GIZI)
Post open Tidak Tidak ada Fisik Energi : 73,58% A : Pada akhir kasus, belum bisa
prostat dilakukan pemeriksaan CM, Pasca operasi H2 Protein : 49,28% dilakukan pengukuran berat badan,
pengukuran biokimia batuk dahak, urin jernih Lemak : 68,11% karena kondisi pasca operasi H2 dan
Klinis : Karbohidrat : belum bisa berdiri
TD : 120/80 mmHg 78,37%
Nadi : 20×/m Na: 196,3 mg B : Tidak ada pemeriksaan laboratorium
Suhu : 36ºC Energi dan C : Tanda fisik CM, tekanan darah
Respirasi :20×/m karbohidrat menurun
ditamba energi
dari infus futrolit D : Asupan energi (kurang), protein
(kurang), lemak (kurang), karbohidrat
Tgl 1-2 (kurang)
Sore,pagi,siang pasien masih membatasi makan karena
dikhawatirkan batuk dan apabila batuk
maka khawatir dengan jaitan pasca
operasi nya.

Diagnois gizi : NI-2.1, NI-5.1


NI-5.4, NC-3.3
Intevensi : Diet TKTP Rg III
Bentuk makan : Bubur kasar
Pembahasan
Dihadapkan pada pasien laki-laki berusia 53 tahun dengan diagnosa
medis Benigna Prostat Hyperplasia (BPH), riwat penyakit hipertensi.
Pasien masuk dari poli dengan keluhan tidak bisa buang air kecil.
pasien direncanakan operasi dan operasi telah dilaksanakan.
1. Antropometri
Pengukuran berat badan dilakukan pada awal assesment,
berdasarkan perhitungan status gizi IMT dengan rumus BB/(TB)2.
hasil perhitungan IMT status gizi pasien dikategorikan Overweight
(IMT=23 kg/m2). Namun pada akhir kasus pasien tidak bisa
ditimbang karena kondisi pasien pasca operasi beadrest.

2. Biokimia
Parameter penilaian biokimia yang menunjukan tinggi yaitu
Eosinofil (8.90%), dan Creatinin (1,35mg/dl). Pemeriksaan ini
dilakukan sesuai jadwal pemeriksaan laboratorium. Hal ini sejalan
dengan penelitian (Majid A, 2009) eosonofil (tinggi) yang
menunjukan adanya infeksi atau inflamasi saluran kemih. dan
creatinin (tinggi) menunjukan adanya penyumbatan saluran kemih
bagian atas.

3. Fisik/klinis
1. Fisik
Pemeriksaan fisik pada hari pertama yaitu pasca operasi H1,
pasien mengalami batuk berdahak, urin belum jernih. Pada hari
kedua yaitu pasien masih batuk berdahak, urin belum jernih,
sedangkan pada akhir kasus pasien masih batuk berdahak, dan
urin jernih.
2. Klinis
Keadaan fisik pasien pada awal kasus yaitu pasien sulit buang air
kecil. Dengan serangkaian keluhan klinis yaitu (TD, Nadi,
Respirasi, dan Suhu). Kondisi yang menyebabkan tekanan darah
tinggi karna sebelumnya pasien juga memiliki riwayat penyakit
hipertensi. Pada akhir kasus tekanan darah pasien membaik
selain didukung dengan asupan didukung oleh terapi medis.
4. Dietary/Asupan
Tujuan diet pada asuhan gizi ini adalah memberikan makanan sesuai
dengan kondisi pasien. dan membantu menurunkan tekanan darah.
Diet yang diberikan adalah diet TKTP Rg II, dengan energi 1974,0
kcal, protein 85,8 gr, lemak 59,08 gr, Karbohidrat 251 gr, dan rendah
natrium 400-600 mg Na. Bentuk makanan selama pengamatan yang
diberi pada hari pertama dan kedua monev yaitu bubur halus,
sedangkan pada hari ketiga sudah meningkat diberikan bubur kasar.
Adapun pada monitoring hari pertama pasca operasi yaitu,
asupan pasien inadekuat energi (38,90%), protein (30,54%), lemak
(39,62%), karbohidrat (37,65%) dikarenakan nafsu makan menurun.
Intervensi dilakukan selama tiga hari sebanyak 9 kali pemorsian.
Berdasarkan intervensi gizi pada hari kedua yaitu asupan Energi
(56,22%), protein (72,26%), lemak (69,45%), karbohidrat (38,77%),
meningkat namun masih tergolong kurang dari kebutuhan. Sedangkan
intervensi gizi pada hari ketiga yaitu energi (73,58%), protein (49,28%),
lemak (68,11), karbohidrat (78,37) masin tergolong kurang. Asupan
belum memenuhi syarat dikarenakan pasien batuk, jika pasien batuk
dikawatirkan jahitan pasca operasi akan mempengaruhi kondisi nya

5. Diagnosa gizi
NI-2.1 Asupan Oral tidak adekuat berkaitan dengan gangguan
gastrointestinal ditandai dengan nafsu makan menurun dan hasil
recall rendah (63,125%), Protein (58,33%), Lemak (62%),
Karbohidrat (61,21%)
NI-5.1 Peningkatan zat gizi specifik (protein) berkaitan dengan
penyembuhan luka, ditandai dengan pasca bedah.
NI-5.4 Penurunan kebutuhan zat gizi spesifik (natrium) berkaitan
dengan riwayat hipertensi di tandai dengan TD 160/100 mmHg
NC-3.3 Berat badan berlebih dari normal berkaitan dengan aktifitas
fisik kurang ditandai dengan IMT 23,63 kg/m2 (Overweight)

B. Telaah Jurnal Benign Prostatic Hyperplasia:


Benign Prostatic Hyperplasia: Review and Update on
Etiopathogenesis and Treatment Modalities
Benign prostatic hyperplasia adalah penyakit yang umum terjadi
pada pria yang menua berdampak pada kualitas hidup dengan
menyebabkan gejala saluran kemih bawah yang disertai dengan
sindrom metabolik. Gejala yang biasa terjadi berupa mikroskopis,
makroskopis, simtomatik, dan tanpa gejala (Schauer I, 2015).

Salah satu faktor BPH yaitu gaya hidup, obesitas, aktifitas fisik dan
diet. Asupan vitamin D dan suplemen menunjukan korelasi dengan
penrunan prevalensi BPH. Dengan mengkonsumsi Vitamin D hingga
6000 IU/Hari terbukti menurunkan prostat volume pada pasien BPH
dan proliferasi sel prostat (Espinosa, 2013) Menurut study yang
dilakukan oleh Banudevi asupan zinc berperan dalam penanganan
diare, retardasi pertumbuhan dan lesi prostat termasuk BPH
(Banudevi, 2010).
BAB 4. KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
1. Antropometri
Berdasarkan pengukuran antropometri Tn. M status gizi tergolong
owerweight (IMT= 23,64kg/m2). Pada akhir kasus tidak
dilakukan pengukuran berat badan karena kondisi pasien tidak
bisa berdiri.
2. Biokimia
Hasil pemeriksaan biokimia tidak normal yaitu Eosinofil (8.90%),
dan Creatinin (1,35mg/dl). Pada selama monitoring tidak
dilakukan pemeriksaan biokimia.
3. Fisik-Klinis
Fisik : Pasien dengan pasca operasi, dengan kondisi batuk
berdahak, dan urin jernih
Klinis : Terdapat perubahan vital sign yang signifikan selama
intervensi berlangsung dan vital sign pasien dapat dikategorikan
normal TD 120/80 mmHg
4. Dietary/asupan makan
 Asupan makan pasien dilihat dari data recall 24 jam pasien
mengalami defisit energi (63,58%), protein (46,66%), lemak
(69,47%) karbohidrat (59,42%)
 Diet yang diberikan yaitu Diet TKTP Rg II
Bentuk makanan : lunak
Energi : 2127,04 kcal
Protein : 85,8 gr
Lemak : 59,08 gr
Karbohidrat : 313,02 gr
 Asupan selama monev pertama yaitu : asupan pasien inadekuat
energi (38,90%), protein (30,54%), lemak (39,62%), karbohidrat
(37,65%)
 Asupan selama monev kedua yaitu Energi (56,22%), protein
(72,26%), lemak (69,45%), karbohidrat (38,77%),
 Asupan selama monev ketiga yaitu energi (73,58%), protein
(49,28%), lemak (68,11), karbohidrat (78,37)
5. Diagnosa Medis dan Gizi
Terdapat perubahan diagnosa medis selama intervensi karena
pasien akan dilakukan operasi pembedahan. Asupan oral
inadekuat berkaitan dengan nafsu makan berkurang
B. SARAN
1. Asupan makanan pasien harus tetap dipantau sesuai kebutuhan
agar dapat mempercepat penyembuhan luka
2. Asupan protein lebih ditingkatkan guna penyembuhan luka pasca
operasi.
DAFTAR PUSTAKA
Barbhaiya, M. and K.H. Costenbader, Environmental exposures and the
development of systemic lupus erythematosus. Curr Opin Rheumatol,
2016. 28(5): p. 497-505.

Banudevi S, Senthilkumar K, Sharmila G, Arunkumar R, Vijayababu MR,


Arunakaran J. Effect of zinc on regulation of insulin-like growth
factor signaling in human androgen-independent prostate cancer cells.
Clin Chim Acta. 2010; 411: 172-178

Connolly, J.J. and H. Hakonarson, Role of cytokines in systemic lupus


erythematosus: recent progress from GWAS and sequencing. Journal of
biomedicine & biotechnology, 2012: p. 798924.

Danchenko, N., J.A. Satia, and M.S. Anthony, Epidemiology of systemic


lupus erythematosus: a comparison of worldwide disease burden. Lupus,
2006. 15(5): p. 308- 18.

Espinosa G, Esposito R, Kazzazi A, Djavan B. Vitamin D and benign


prostatic hyperplasia -- a review. Can J Urol. 2013; 20: 6820-6825

Garcia VR, Dias SS, & Isenberg D. 2014. Recent Advances in the treatment
of systemic lupus erythematosus. Int. J. Clin. Rheumatol 9 (1) ISSN
1758-4272

Fenech M. Folate (vitamin B9) dan vitamin B12 dan fungsinya dalam
pemeliharaan integritas genom nuklir dan mitokondria. Mutat Res.
2012; 733 : 21–33. [ PubMed ]

Harley, J.B., J.A. Kelly, and K.M. Kaufman, Unraveling the genetics of
systemic lupus erythematosus. Springer seminars in immunopathology,
2006. 28(2): p. 119-30.

Jung, 2016. Thrombocytopenia in Systemic Lupus Erythematosus Clinical


Manifestations, Treatment, and Prognosis in 230 Patients. Journal of
Medicine Volume 95, Number 6, February 2016

Kemenkes, 2017. Situasi Lupus di Indonesia. Infodatin (Pusat Data dan


Informasi Kementerian Kesehatan RI). ISSN 2442-7659
Kuhn, et.al 2015. Review Article : The Diagnosis anda Treatment of
Systemic Lupus Erytematosus. Deutsches Ärzteblatt International |
Dtsch Arztebl Int 2015; 112: 423–32
Lourdudoss., C. 2016. Association Between Diet And Treatment Results In
Patients With Rheumatoid Arthritis And Systemic Lupus
Erythematosus. Department of Medicine, Karolinska Institute,
Stockholm, Sweden. ISBN 978-91-7676-445-9

Ortona, E., et al., Sex-based differences in autoimmune diseases. Ann Ist


Super Sanita, 2016. 52(2): p. 205-12.

Sherer, Y., et al., Autoantibody explosion in systemic lupus erythematosus:


more than 100 different antibodies found in SLE patients. Semin
Arthritis Rheum, 2004. 34(2): p. 501-37.

Sunday O, Marthin S. 2014. Recurrent Aphthous Stomatitis. Dent Clin


North Am. 2014 April ; 58(2): 281-297.
Doi:10.1016/j.cden.2013.12.002. University of Pennsylvania

Siwi Walyani, E & Purwoastuti, E. 2015. Asuhan Kebidanan


Kegawatdaruratan Maternal & Neonatal. Yogyakarta: Pustaka Baru
Press.

Schauer I, Madersbacher S. Medical treatment of lower urinary tract


symptoms/benign prostatic hyperplasia: anything new in 2015. Curr
Opin urol. 2015; 25: 6-11.
Lampiran 1. Simple Nutrition Screening Tool (Snst)
FORMULIR SIMPLE NUTRITION SCREENING TOOL (SNST)
Jawaban SKOR
No. Pertanyaan
(Skor)
a. Ya = 1 0
1. Apakah pasien terlihat kurus?
b. Tidak = 0
Apakah pakaian anda terasa lebih a. Ya = 1 0
2.
longgar b. Tidak = 0
Apakah akhir-akhir ini anda 1
a. Ya = 1
3. kehilangan berat badan secara tidak
b. Tidak = 0
disengaja (6 bulan terakhir)?
Apakah anda mengalami penurunan 1
a. Ya = 1
4. asupan makan selama 1 minggu
b. Tidak = 0
terakhir?
Apakah anda menderita suatu penyakit 1
yang mengakibatkan adanya a. Ya = 1
5.
perubahan jumlah atau jenis makanan b. Tidak = 0
yangg anda makan?
Apakah anda merasakan lemah, loyo, a. Ya = 1 0
6.
dan tidak bertenaga? b. Tidak = 0
TOTAL SKOR 3

KESIMPULAN
 Skor 0 – 2= Tidak berisiko malnutrisi
 Skor ≥3 = Berisiko malnutrisi
Kesimpulan : Skor yang didapat menunjukan angka 3 yang artinya memiliki
resiko sehingga diperlukan tindakan asuhan gizi.
Lampiran 2. Hasil recall 24 jam pengambilan kasus (dirumah)

Protein
Waktu Menu Bahan Makanan Berat Energi LEMAK HA
Hewani Nabati
pagi nasi Beras giling 75 270,0 0,0 5,1 0,5 59,2
bening Katuk ( daun ) 10 5,9 0,0 0,5 0,1 1,1
Gambas/oyong 10 1,8 0,0 0,1 0,0 0,4
Wortel 10 4,2 0,0 0,1 0,0 0,9
Tauge kacang ijo 10 2,3 0,0 0,3 0,0 0,4
ayam rebus Ayam 50 151,0 9,1 0,0 12,5 0,0

siang nasi Beras giling 75 270,0 0,0 5,1 0,5 59,2


bening Katuk ( daun ) 10 5,9 0,0 0,5 0,1 1,1
Gambas/oyong 10 1,8 0,0 0,1 0,0 0,4
Wortel 10 4,2 0,0 0,1 0,0 0,9
Tauge kacang ijo 10 2,3 0,0 0,3 0,0 0,4
ayam rebus Ayam 50 151,0 9,1 0,0 12,5 0,0
malam nasi Beras giling 75 270,0 0,0 5,1 0,5 59,2
bening Katuk ( daun ) 10 5,9 0,0 0,5 0,1 1,1
Gambas/oyong 10 1,8 0,0 0,1 0,0 0,4
Wortel 10 4,2 0,0 0,1 0,0 0,9
Tauge kacang ijo 10 2,3 0,0 0,3 0,0 0,4
ayam rebus Ayam 50 151,0 9,1 0,0 12,5 0,0
Total 1305,6 45,5 39,6 186,1
Lampiran 3. Rekomendasi Diet
======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN DIET/
======================================================
===============
Nama Makanan Jumlah energy
carbohydr.
_____________________________________________________________
_________________

pagi
tepung beras 50 g 180,4 kcal
39,8 g
telur ayam 50 g 77,6 kcal
0,6 g
tahu 60 g 45,6 kcal
1,1 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g
kentang 50 g 46,5 kcal
10,8 g
minyak kelapa sawit 3g 25,9 kcal
0,0 g
gula pasir 10 g 38,7 kcal
10,0 g
susu peptisol 30 g 75,3 kcal
12,9 g

Meal analysis: energy 511,0 kcal (26 %), carbohydrate 79,8 g (29 %)

siang
tepung beras 75 g 270,7 kcal
59,6 g
ayam 75 g 213,7 kcal
0,0 g
tempe kedele murni 50 g 99,5 kcal
8,5 g
mie soun 30 g 114,3 kcal
27,4 g
kentang 50 g 46,5 kcal
10,8 g
wortel 20 g 8,4 kcal
1,9 g
minyak kelapa sawit 3g 25,9 kcal
0,0 g
gula pasir 10 g 38,7 kcal
10,0 g
pepaya 100 g 39,0 kcal
9,8 g

Meal analysis: energy 856,6 kcal (43 %), carbohydrate 128,0 g (46 %)

sore
tepung beras 50 g 180,4 kcal
39,8 g
ayam 75 g 213,7 kcal
0,0 g
tahu 100 g 76,0 kcal
1,9 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g
buncis mentah 50 g 17,4 kcal
4,0 g
minyak kelapa sawit 3g 25,9 kcal
0,0 g
gula pasir 10 g 38,7 kcal
10,0 g
melon 100 g 33,2 kcal
8,0 g

Meal analysis: energy 606,4 kcal (31 %), carbohydrate 68,2 g (25 %)
======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN
======================================================
===============
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
_____________________________________________________________
_________________
energy 1974,0 kcal 1900,0 kcal 104 %
protein 90,9 g(18%) 48,0 g(12 %) 189 %
fat 63,7 g(27%) 77,0 g(< 30 %) 83 %
carbohydr. 276,0 g(55%) 351,0 g(> 55 %) 79 %
dietary fiber 10,1 g 30,0 g 34 %
PUFA 14,2 g 10,0 g 142 %
cholesterol 330,5 mg - -
Vit. A 2944,5 µg 800,0 µg 368 %
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 8,2 mg 1,0 mg 822 %
Vit. B2 8,5 mg 1,2 mg 705 %
Vit. B6 10,4 mg 1,2 mg 863 %
Vit. C 126,9 mg 100,0 mg 127 %
sodium 214,2 mg 2000,0 mg 11 %
potassium 1692,9 mg 3500,0 mg 48 %
calcium 386,7 mg 1000,0 mg 39 %
magnesium 365,7 mg 310,0 mg 118 %
phosphorus 918,5 mg 700,0 mg 131 %
iron 15,8 mg 15,0 mg 106 %
m.uns.f.acids 17,0 g - -
sat. FA 18,9 g - -
tot. fol.acid 153,5 µg 400,0 µg 38 %
zinc 10,0 mg 7,0 mg 143 %
Lampiran 4. Rekomendasi menu
Manu hari 1
======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN DIET/
======================================================
===============
Nama Makanan Jumlah energy
carbohydr.
_____________________________________________________________
_________________

sore
tepung beras 55 g 198,5 kcal
43,7 g
ikan bandeng 75 g 62,9 kcal
0,0 g
tahu 60 g 45,6 kcal
1,1 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g
kentang 50 g 46,5 kcal
10,8 g
pisang ambon 100 g 92,0 kcal
23,4 g
minyak kelapa sawit 5g 43,1 kcal
0,0 g
telur ayam 50 g 77,6 kcal
0,6 g

Meal analysis: energy 587,2 kcal (33 %), carbohydrate 84,3 g (35 %)

pagi
tepung beras 55 g 198,5 kcal
43,7 g
telur ayam 55 g 85,3 kcal
0,6 g
tempe kedele murni 60 g 119,5 kcal
10,2 g
bayam segar 100 g 37,0 kcal
7,3 g
susu peptisol 30 g 75,3 kcal
12,9 g
Meal analysis: energy 515,6 kcal (29 %), carbohydrate 74,7 g (31 %)

siang
tepung beras 55 g 198,5 kcal
43,7 g
ayam 50 g 142,4 kcal
0,0 g
tempe kedele murni 60 g 119,5 kcal
10,2 g
wortel 30 g 12,6 kcal
2,8 g
kembang kool mentah 20 g 5,0 kcal
1,1 g
buncis mentah 30 g 10,5 kcal
2,4 g
makaroni 20 g 70,6 kcal
14,2 g
telur ayam 50 g 77,6 kcal
0,6 g
semangka 100 g 32,0 kcal
7,2 g

Meal analysis: energy 668,7 kcal (38 %), carbohydrate 82,1 g (34 %)
======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN
======================================================
===============
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
_____________________________________________________________
_________________
energy 1771,5 kcal 1900,0 kcal 93 %
protein 97,5 g(21%) 48,0 g(12 %) 203 %
fat 55,1 g(26%) 77,0 g(< 30 %) 72 %
carbohydr. 241,1 g(53%) 351,0 g(> 55 %) 69 %
dietary fiber 10,3 g 30,0 g 34 %
PUFA 12,4 g 10,0 g 124 %
cholesterol 740,2 mg - -
Vit. A 2609,9 µg 800,0 µg 326 %
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 8,5 mg 1,0 mg 846 %
Vit. B2 9,1 mg 1,2 mg 757 %
Vit. B6 11,5 mg 1,2 mg 956 %
Vit. C 76,4 mg 100,0 mg 76 %
sodium 291,7 mg 2000,0 mg 15 %
potassium 2635,2 mg 3500,0 mg 75 %
calcium 568,8 mg 1000,0 mg 57 %
magnesium 388,7 mg 310,0 mg 125 %
phosphorus 1213,4 mg 700,0 mg 173 %
iron 15,0 mg 15,0 mg 100 %
m.uns.f.acids 14,6 g - -
sat. FA 14,9 g - -
tot. fol.acid 309,6 µg 400,0 µg 77 %
zinc 10,5 mg 7,0 mg 150 %
Menu hari 2
======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN DIET/
======================================================
===============
Nama Makanan Jumlah energy
carbohydr.
_____________________________________________________________
_________________

sore
tepung beras 75 g 270,7 kcal
59,6 g
ayam 75 g 213,7 kcal
0,0 g
tahu 100 g 76,0 kcal
1,9 g
bayam segar 50 g 18,5 kcal
3,7 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g

Meal analysis: energy 599,9 kcal (31 %), carbohydrate 69,8 g (27 %)

pisang ambon 100 g 92,0 kcal


23,4 g
minyak kelapa sawit 10 g 86,2 kcal
0,0 g

Meal analysis: energy 178,2 kcal (9 %), carbohydrate 23,4 g (9 %)

pagi
tepung beras 50 g 180,4 kcal
39,8 g
daging sapi 50 g 134,4 kcal
0,0 g
tempe kedele murni 25 g 49,8 kcal
4,3 g
wortel 100 g 42,1 kcal
9,3 g
susu peptisol 30 g 75,3 kcal
12,9 g
Meal analysis: energy 482,0 kcal (25 %), carbohydrate 66,2 g (25 %)

siang
tepung beras 75 g 270,7 kcal
59,6 g
ayam 75 g 213,7 kcal
0,0 g
kentang 50 g 46,5 kcal
10,8 g
wortel 80 g 33,7 kcal
7,4 g
mie soun 20 g 76,2 kcal
18,3 g

Meal analysis: energy 640,7 kcal (33 %), carbohydrate 96,1 g (37 %)

semangka 100 g 32,0 kcal


7,2 g

Meal analysis: energy 32,0 kcal (2 %), carbohydrate 7,2 g (3 %)


======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN
======================================================
===============
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
_____________________________________________________________
_________________
energy 1932,9 kcal 1900,0 kcal 102 %
protein 90,5 g(18%) 48,0 g(12 %) 189 %
fat 64,5 g(28%) 77,0 g(< 30 %) 84 %
carbohydr. 262,8 g(53%) 351,0 g(> 55 %) 75 %
dietary fiber 7,3 g 30,0 g 24 %
PUFA 11,3 g 10,0 g 113 %
cholesterol 156,0 mg - -
Vit. A 5012,3 µg 800,0 µg 627 %
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 8,3 mg 1,0 mg 828 %
Vit. B2 8,4 mg 1,2 mg 697 %
Vit. B6 11,1 mg 1,2 mg 924 %
Vit. C 58,8 mg 100,0 mg 59 %
sodium 157,3 mg 2000,0 mg 8%
potassium 1839,8 mg 3500,0 mg 53 %
calcium 383,0 mg 1000,0 mg 38 %
magnesium 325,6 mg 310,0 mg 105 %
phosphorus 899,9 mg 700,0 mg 129 %
iron 14,3 mg 15,0 mg 95 %
m.uns.f.acids 18,0 g - -
sat. FA 22,0 g - -
tot. fol.acid 128,0 µg 400,0 µg 32 %
zinc 10,7 mg 7,0 mg 152 %
Menu hari 3
======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN DIET/
======================================================
===============
Nama Makanan Jumlah energy
carbohydr.
_____________________________________________________________
_________________

sore
tepung beras 75 g 270,7 kcal
59,6 g
ikan bandeng 100 g 83,9 kcal
0,0 g
tahu 100 g 76,0 kcal
1,9 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g
kembang kool mentah 50 g 12,5 kcal
2,7 g
pisang ambon 100 g 92,0 kcal
23,4 g
minyak kelapa sawit 5g 43,1 kcal
0,0 g
telur ayam 50 g 77,6 kcal
0,6 g

Meal analysis: energy 676,8 kcal (38 %), carbohydrate 92,8 g (37 %)

pagi
tepung beras 50 g 180,4 kcal
39,8 g
telur ayam 60 g 93,1 kcal
0,7 g
tempe kedele murni 25 g 49,8 kcal
4,3 g
bayam segar 100 g 37,0 kcal
7,3 g
susu peptisol 30 g 75,3 kcal
12,9 g
minyak kelapa sawit 3g 25,9 kcal
0,0 g
Meal analysis: energy 461,5 kcal (26 %), carbohydrate 64,9 g (26 %)

siang
tepung beras 75 g 270,7 kcal
59,6 g
daging sapi 50 g 134,4 kcal
0,0 g
tempe kedele murni 50 g 99,5 kcal
8,5 g
wortel 30 g 12,6 kcal
2,8 g
kembang kool mentah 20 g 5,0 kcal
1,1 g
buncis mentah 30 g 10,5 kcal
2,4 g
makaroni 20 g 70,6 kcal
14,2 g
minyak kelapa sawit 3g 25,9 kcal
0,0 g
semangka 100 g 32,0 kcal
7,2 g

Meal analysis: energy 661,3 kcal (37 %), carbohydrate 95,7 g (38 %)

======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN
======================================================
===============
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
_____________________________________________________________
_________________
energy 1799,6 kcal 1900,0 kcal 95 %
protein 91,3 g(20%) 48,0 g(12 %) 190 %
fat 55,2 g(26%) 77,0 g(< 30 %) 72 %
carbohydr. 253,4 g(55%) 351,0 g(> 55 %) 72 %
dietary fiber 10,8 g 30,0 g 36 %
PUFA 9,6 g 10,0 g 96 %
cholesterol 561,9 mg - -
Vit. A 2814,0 µg 800,0 µg 352 %
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 8,4 mg 1,0 mg 843 %
Vit. B2 8,8 mg 1,2 mg 736 %
Vit. B6 11,3 mg 1,2 mg 943 %
Vit. C 86,2 mg 100,0 mg 86 %
sodium 242,5 mg 2000,0 mg 12 %
potassium 2580,4 mg 3500,0 mg 74 %
calcium 568,4 mg 1000,0 mg 57 %
magnesium 408,5 mg 310,0 mg 132 %
phosphorus 1172,9 mg 700,0 mg 168 %
iron 16,1 mg 15,0 mg 107 %
m.uns.f.acids 13,6 g - -
sat. FA 20,0 g - -
tot. fol.acid 294,0 µg 400,0 µg 74 %
zinc 11,1 mg 7,0 mg 159 %
Lampiran 5. Recall Hasil Monev
Recall Hasil monev 1
======================================================
==============
HASIL PERHITUNGAN DIET/
======================================================
===============
Nama Makanan Jumlah energy
carbohydr.
_____________________________________________________________
_________________

sore
tepung beras 30 g 108,3 kcal
23,9 g

Meal analysis: energy 108,3 kcal (14 %), carbohydrate 23,9 g (24 %)

pagi
tepung beras 40 g 144,4 kcal
31,8 g
telur ayam 50 g 77,6 kcal
0,6 g
minyak kelapa sawit 5g 43,1 kcal
0,0 g
wortel 25 g 10,5 kcal
2,3 g

Meal analysis: energy 275,5 kcal (37 %), carbohydrate 34,7 g (35 %)

siang
tepung beras 40 g 144,4 kcal
31,8 g
ayam 50 g 142,4 kcal
0,0 g
minyak kelapa sawit 5g 43,1 kcal
0,0 g
nasi tim wortel kentang 35 g 36,7 kcal
8,1 g

Meal analysis: energy 366,6 kcal (49 %), carbohydrate 39,9 g (41 %)
======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN
======================================================
===============
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
_____________________________________________________________
_________________
energy 750,4 kcal 1900,0 kcal 39 %
protein 28,1 g(15%) 48,0 g(12 %) 59 %
fat 25,6 g(31%) 77,0 g(< 30 %) 33 %
carbohydr. 98,4 g(54%) 351,0 g(> 55 %) 28 %
dietary fiber 1,1 g 30,0 g 4%
PUFA 3,3 g 10,0 g 33 %
cholesterol 251,5 mg - -
Vit. A 1132,4 µg 800,0 µg 142 %
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 0,2 mg 1,0 mg 17 %
Vit. B2 0,4 mg 1,2 mg 37 %
Vit. B6 0,4 mg 1,2 mg 31 %
Vit. C 2,2 mg 100,0 mg 2%
sodium 100,9 mg 2000,0 mg 5%
potassium 271,8 mg 3500,0 mg 8%
calcium 52,8 mg 1000,0 mg 5%
magnesium 59,2 mg 310,0 mg 19 %
phosphorus 311,2 mg 700,0 mg 44 %
iron 2,2 mg 15,0 mg 15 %
m.uns.f.acids 7,2 g - -
sat. FA 12,7 g - -
tot. fol.acid 32,5 µg 400,0 µg 8%
zinc 2,8 mg 7,0 mg 40 %
Recall Hasil monev 2
======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN DIET/
======================================================
===============
Nama Makanan Jumlah energy
carbohydr.
_____________________________________________________________
_________________

sore
tepung beras 45 g 162,4 kcal
35,8 g
ayam 50 g 142,4 kcal
0,0 g
telur ayam 50 g 77,6 kcal
0,6 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g

Meal analysis: energy 403,4 kcal (37 %), carbohydrate 41,0 g (40 %)

pagi
tepung beras 30 g 108,3 kcal
23,9 g
ayam 50 g 142,4 kcal
0,0 g
minyak kelapa sawit 5g 43,1 kcal
0,0 g
tempe kedele murni 40 g 79,6 kcal
6,8 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g
buncis mentah 20 g 7,0 kcal
1,6 g

Meal analysis: energy 401,5 kcal (37 %), carbohydrate 36,9 g (36 %)

siang
tepung beras 30 g 108,3 kcal
23,9 g
ayam 50 g 142,4 kcal
0,0 g
telur ayam 20 g 31,0 kcal
0,2 g

Meal analysis: energy 281,7 kcal (26 %), carbohydrate 24,1 g (24 %)

======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN
======================================================
===============
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
_____________________________________________________________
_________________
energy 1086,7 kcal 1900,0 kcal 57 %
protein 65,4 g(25%) 48,0 g(12 %) 136 %
fat 44,8 g(37%) 77,0 g(< 30 %) 58 %
carbohydr. 101,9 g(38%) 351,0 g(> 55 %) 29 %
dietary fiber 2,0 g 30,0 g 7%
PUFA 9,4 g 10,0 g 94 %
cholesterol 415,3 mg - -
Vit. A 2255,3 µg 800,0 µg 282 %
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 0,4 mg 1,0 mg 37 %
Vit. B2 0,8 mg 1,2 mg 70 %
Vit. B6 0,7 mg 1,2 mg 61 %
Vit. C 8,0 mg 100,0 mg 8%
sodium 199,3 mg 2000,0 mg 10 %
potassium 652,8 mg 3500,0 mg 19 %
calcium 148,6 mg 1000,0 mg 15 %
magnesium 107,8 mg 310,0 mg 35 %
phosphorus 626,1 mg 700,0 mg 89 %
iron 5,6 mg 15,0 mg 37 %
m.uns.f.acids 15,2 g - -
sat. FA 14,8 g - -
tot. fol.acid 72,0 µg 400,0 µg 18 %
zinc 5,4 mg 7,0 mg 77 %
Recall Hasil monev 3
======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN DIET/
======================================================
===============
Nama Makanan Jumlah energy
carbohydr.
_____________________________________________________________
_________________

sore
beras putih giling 75 g 270,7 kcal
59,6 g
telur ayam 50 g 77,6 kcal
0,6 g
tahu 50 g 38,0 kcal
0,9 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g
minyak kelapa sawit 5g 43,1 kcal
0,0 g

Meal analysis: energy 450,4 kcal (34 %), carbohydrate 65,8 g (33 %)

pagi
beras putih giling 75 g 270,7 kcal
59,6 g
telur ayam 50 g 77,6 kcal
0,6 g
bayam segar 30 g 11,1 kcal
2,2 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g
minyak kelapa sawit 5g 43,1 kcal
0,0 g

Meal analysis: energy 423,5 kcal (32 %), carbohydrate 67,0 g (34 %)

sore
beras putih giling 75 g 270,7 kcal
59,6 g
telur ayam 50 g 77,6 kcal
0,6 g
tahu 50 g 38,0 kcal
0,9 g
wortel 50 g 21,0 kcal
4,7 g
minyak kelapa sawit 5g 43,1 kcal
0,0 g

Meal analysis: energy 450,4 kcal (34 %), carbohydrate 65,8 g (33 %)

======================================================
===============
HASIL PERHITUNGAN
======================================================
===============
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
_____________________________________________________________
_________________
energy 1324,2 kcal 1900,0 kcal 70 %
protein 45,0 g(14%) 48,0 g(12 %) 94 %
fat 37,6 g(25%) 77,0 g(< 30 %) 49 %
carbohydr. 198,6 g(61%) 351,0 g(> 55 %) 57 %
dietary fiber 3,2 g 30,0 g 11 %
PUFA 5,7 g 10,0 g 57 %
cholesterol 636,0 mg - -
Vit. A 3890,7 µg 800,0 µg 486 %
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 0,4 mg 1,0 mg 44 %
Vit. B2 1,0 mg 1,2 mg 84 %
Vit. B6 0,7 mg 1,2 mg 59 %
Vit. C 18,9 mg 100,0 mg 19 %
sodium 196,3 mg 2000,0 mg 10 %
potassium 657,3 mg 3500,0 mg 19 %
calcium 320,7 mg 1000,0 mg 32 %
magnesium 217,6 mg 310,0 mg 70 %
phosphorus 664,9 mg 700,0 mg 95 %
iron 10,7 mg 15,0 mg 71 %
m.uns.f.acids 9,6 g - -
sat. FA 18,5 g - -
tot. fol.acid 125,7 µg 400,0 µg 31 %
zinc 5,0 mg 7,0 mg 72 %