Anda di halaman 1dari 41

RANGKUMAN

EKOLOGI ADMINISTRASI

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI PUBLIK


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ANDI DJEMMA PALOPO
2019
BAB I
DEFINISI EKOLOGI ADMINISTRASI NEGARA
A. Definisi Ekologi
Kata ekologi pertama kali di perkenalkan oleh Ernest Hackel, seorang
biologis Jerman pada tahun 1869. Kata Ekologi terdiri dari kata Oikos dan
Logos, Oikos = Rumah atau tempat tinggal, sedangkan Logos = telaah atau
studi. Jadi Ekologi adalah ilmu tentang rumah atau tempat tinggal mahluk,
biasanya ekologi didefinisikan sebagai berikut : “Ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungan”.
Dapat kita simpulan pengertian ekologi yaitu lingkungan mempunyai
batas tertentu dan isi tertentu. Secara praktis ruang lingkungan itu dapat
ditentukan oleh faktor alam, faktor sosial dan sebagainya. Sedangkan secara
teoritis batas lingkungan sulit untuk ditentukan.
Manusia sebagai mahkluk hidup merupakan salah satu komponen
yang terpenting dalam proses saling pengaruh mempengaruhi antar manusia
dan antara manusia dengan lingkungan. Agar mudah di pahami, maka untuk
selanjutnya lingkungan ini dapat dibagi dalam tiga kelompok dasar yang sangat
menonjol, yakni :
 Lingkungan fisik (physical environment);
 Lingkungan biologi (biological environment):
 Lingkungan sosial (social environment).
B. Definisi Administrasi Publik
Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat
tulis-menulis, jadi merupakan kegiatan tata usaha seperti mengetik, mengirim
surat dan menyimpan arsip.
Definisi dalam arti luas menurut Herbert A. Simon, administrasi dapat
dirumuskan sebagai kegiatan-kegiatan kerja sama untuk mencapai tujuan-
tujuan bersama.
C. Definisi Ekologi Administrasi Negara
Dengan kata lain ekologi Administrasi Negara yaitu suatu ilmu yang
mempelajari adanya proses saling mempengaruhi sebagai akibat adanya

1
hubungan normatif secara total dan timbal balik antara pemerintah dengan
lembaga-lembaga tertinggi negara maupun antar pemerintah, vertikal-
horisontal, dan dengan masyarakatnya.
Menurut Prof. F.W. Riggs menyebutkan ada 5 hal yang
mempengaruhi bekerja suatu sistem dalam ekologi pemerintahan :
 keadaan penduduk;
 struktur sosial;
 sistem ekonomi;
 ideologi negara dan
 sistem politik
Sedangkan menurut Farrel Weady yang mempengaruhi bekerja suatu
sistem dalam ekologi pemerintahan yaitu :
 keadaan penduduk;
 wilayah;
 teknologi;
 cita-cita dan harapan dan
 kepribadian.

2
BAB II
ANEKA WAJAH ADMINISTASI NEGARA
Administrasi Negara adalah suatu spesies dalam lingkungan genus
administrasi yang bermakna sebagai kegiatan manusia yang koperatif. Spesies
lainnya mungkin dapat disebutkan administrasi niaga atau perusahaan (bussiness
administration) dan administrasi privat non perusahaan niaga
A. Definisi Administrasi Negara
Pada tahun 1955 Dwight Waldo telah memperingatkan agar kita
berhati-hati dalam menyusun suatu definisi, apalagi definisi tentang
administrasi publik. Dikatakan olehnya bahwa “sesungguhnya tidak ada
definisi yang tepat tentang administrasi publik. Mungkin ada definisi yang
ringkas tetapi tidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan.
Perumusan administrasi publik yang hanya terdiri dari satu kalimat atau satu
paragrap saja, tidak akan membuka tabir persoalan”.
Dengan mengingat akan hal ini, maka diajukan dua buah definisi
sebagai pangkal pembahasan selanjutnya:
 Administrasi Publik adalah organisasi dan managemen dari manusia dan
benda guna mencapai tujuan-tujuan pemerintah.
 Administrasi Publik adalah suatu seni dan Ilmu tentang managemen yang
diperlukan untuk mengatur urusan-urusan Negara.
B. Beberapa cara pendekatan
Di bawah ini disebutkan beberapa macam pendekatan yang
menghasilkan aneka wajah administrasi Negara, antara lain:
1. Administrasi Negara sebagai salah satu dari kedua fungsi Pemerintahan
yang penting
W. Wilson dalam tulisannya “The Study of Administration” dan J.
Goodnow dalam “Politics and Administration”, keduanya mengkritik
dengan adanya pemisah doktrin (pemisah kekuasaan menjadi tiga),
eksekutif, legislatif dan yudikatif, dan setiap pemerintah mempunyai dua
fungsi pokok yaitu :

3
 Politik, segala sesuatu yang berhubungan dengan pernyataan kehendak
daripada negara;
 Administrasi, segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan
kehendak tersebut.
Dari kedua fungsi pokok tersebut telah mempunyai pengaruh yang
sangat besar sekali terhadap studi administrasi Negara, pengaruh dari
dikotomi ini mempunyai keuntungan-keuntungan dan kerugian-
kerugiannya. Di satu pihak memberikan tekananbetapa pentingnya
administrasi Negara, dan dengan demikian memberikan dorongan untuk
menyelidikinya dan kemudian mengembangkannya.
Administrasi Negara mempunyai wajah sebagai fungsi, terdiri daari
kegiatan dan tindakan-tindakan untuk melaksanakan kehendak dari pada
negara, kehendak mana tercantum dalam kebijakan umum yang telah
dirumuskan sebagai hasil dari fungsi politik.
2. Administrasi Negara sebagai salah satu cabang dari Pemerintahan
Banyak orang cenderung untuk mengenal administrasi Negara
dengan menyamakannya dengan cabang eksekutif dari Pemerintah, dan
dalam hal ini ialah departemen-departemen eksekutif atau departemen
pemerintahan. Departemen pemerintahan itu lama kelamaan berkembang
dan bertambah banyak, oleh karena itu wajarlah apabila departemen-
departemen pemerintahan tadi dianggapsebagai kelanjutan atau sambungan
dari pada cabang eksekutif, akan tetapi bagaimanapun wajarnya, anggapan
sedemikian ini mengabaikan kenyataan bahwa cabang legislatiflah yang
menciptaka, memelihara dan pada batas tertentu mengawasi departemen
pemerintahan tersebut.
Aparatur departemen, biro, jawatan dan dinas-dinas yang
menelan biaya bermilyar dollar setiap tahunnya, jelaslah merupakan suatu
organisasi administratif yang lain daripada cabang eksekutif dan sudah
selayaknya mendapat tempat dalam konstitusi suatu negara.
3. Administrasi Negara beraspek Yuridis

4
Administrasi Negara mengandung banyak unsur-unsur yuridis, dan
menarik perhatian untuk diselidiki mengapa aspek yuridis ini begitu sangat
penting bagi sistem administrasi di Negara-Negara Eropa kontinental dan
Asia, dibandingkan dengan sistem administrasi di Negara Anglo Amerika.
4. Administrasi Negara sebagai profesi
Politik bagi tempat petualangan (amatir), administrasi Negara
adalah tempat untuk mempraktekkan keahlian. Pertanggungan jawab yang
pokok bagi seorang politisi adalah mewakili orang yang memilihnya. Untuk
melaksanakan tugas ini ia harus memiliki kecakapan-kecakapan tertentu,
akan tetapi tidak diperlukan adanya pendidikan dan latihan formal yang
mendalam.
Administrator adalah seorang profesional dalam arti bahwa ini dia
adalah seorang spesialis yang telah dididik dan dilatih dalam lapangannya
yang khusus untuk itu.
5. Administrasi Negara sebagai managemen
Menurut Dwight Waldo managemen adalah tindakan dengan
maksud untuk mencapai hubungan kerjasama yang rasional dalam suatu
sistem administrasi. Perkataan rasional merupakan kunci dalam memperoleh
pengertian falsafah managemen pada umumnya. Tindakan rasional itu
adalah tindakan yang diperhitungkan dengan hati-hati sekali untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.
6. Administrasi Negara sebagai seni dan ilmu
C. Waldo menunjukkan bahwa sumber dari kesalah pahaman yang
berhubungan dengan kesimpang siuran tentang apakah administrasi Negara
itu, seni atau ilmu adalah suatu kenyataan bahwa istilah administrasi Negara
mempunyai 2 macam arti, yaitu suatu lapangan penyelidikan.
Menurut Dimock Administrasi Negara sebagai proses meliputi
semua langkah yang diambil di antara saat satu badan pelaksanaan
menerima kewenangan. Dengan demikian jelaslah bahwa administrasi
Negara sebagai proses akan meliputi seluruh kegiatan gerak gerik manusia

5
mulai saat menentukan tujuan apa yang akan dicapai sampai kepada
penyelenggaraan mencapai tujuan itu.
Terdapat tiga kelompok, atau tiga sektor, yang terlibat di dalam
proses administrasi Negara adalah :
a. Rakyat
 Sumber daripada kebutuhan-kebutuhan atau tuntutan untuk
diadakannya dinas publik.
 Pihak yang menerima, menggunakan, menikmati dan menilai dinas-
dinas publik.
 Pengawas daripada proses administrasi, melalui hak pilih mereka
untuk membuat politik.
b. Pembuat Politik
 Terdiri dari anggota-anggota eksekutif yang dipilih dan anggota
legislatif, yang kesemuanya menerima dan menafsirkan bahan-bahan
keterangan dari rakyat, menilai kepentingan rakyat, menimbang-
nimbang kepentingan yang saling bertentangan.
 Menentukan mana yang mungkin dan dapat dilaksanakan, meneruskan
kebijakan-kebijakan umum.
 Menciptakan badan-badan administratif dan melimpahkan yugas dan
bertanggung jawab kepada mereka.
c. Pelaksana
 Terdiri dari pegawai-pegawai dan pekerja-pekerja yang terorganisir.
 Mereka bersama-sama sebagai kelompok atau sendiri-sendiri
menafsirkan kebijakan umum
 Merumuskan rencana-rencana dan menyusun organisasi dan prosedur
(tata kerja) untuk melaksanakan kebijakan umum dan menjalankan
dinas publik.
C. Administrasi Daerah
Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, maka di
Negara kita dikenal beberapa tingkat pemerintahan, baik ditelusur melalui asas

6
dekonsentrasi maupun desenttralisasi. Melalui asas dekonsentrasi ditemui
tingkat-tingkat Pemerintahan Wilayah sebagai berikut :
 Tingkat Pemerintah Propinsi dan Ibukota Negara
 Tingkat Pemerintahan Kabupaten dan Kotamadya
 Tingkat Pemerintah Kota administratif (dibeberapa wilayah Kabupaten)
 Tingkat Pemerintah Kecamatan
Melalui asas desentralisasi ditemui tingkat-tingkat Pemerintahan
Daerah sebagai berikut :
 Daerah Tingkat I, yang daerah itu wilayahnnya jatuh bertepatan dengan
Propinsi dan Ibu kota Negara
 Daerah Tingkat II, yang daerah atau wilayahnya jatuh bertepatan dengan
kota madya (Kabupaten)
D. Sistem Administrasi Negara
Sebagai suatu rangka dasar sistem, Administrasi Negara mempunyai
lingkungan (environment), masukan-masukan (inputs), proses konversil
(conversion process), keluaran-keluaran (output) dan umpan balik (feedback)
yang saling berhubungan dengan berinteraksi satu dengan yang lain.
Dalam lingkungan hiudp juga terdapat subyek-subyek yang secara
nyata dan langsung memberikan masukan, yaitu :
 Penduduk yang menjadi langganan yang menikmati suatu kebijakan.
 Pasar yang menentukan harga barang – barang dan jasa-jasa yang
diperlukan oleh penentu kebijakan.
 Kelompok-kelompok kepentingan, anggota-anggota masyarakat dan juga
pejabat-pejabat dari cabang-cabang pemerintah di luat administrasi Negara,
yang secara politik mendukung atau menantang suatu kebijakan atau
program.
Memasukkan atau inputs berfungsi penyampaian (transmission)
kebijakan-kebijakan yang dikirim dari lingkungan kepada konversi, masukkan
ini terdiri dari:
1. Tuntutan-tuntutan dan keinginan-keinginan; yaitu :
 Pembagian barang-barang dan jasa

7
 Pengaturan prilaku yaitu ketentua-ketentuan tentang ketertiban umum,
pengendalian harga, ketentuan-ketentuan tentang perkawinan, kesehatan
dan sebagainya.
 Komunikasi dan informasi.
2. Sumber-sumber daya dan dana, meliputi :
 Tenaga pegawai, dengan berbagai macam keahlian.
 Teknologi.
 Penyediaan kekayaan.
 Bahan-bahan material.
3. Dukungan :
 Ketaatan terhadap undang-undang dan peraturan-peraturan pemerintah.
 Perhatian kepada pemberitahuan pemerintah menghormati lambang-
lambang dan sebagainya.
 Pernyataan-pertnyataan dari bentuk partisipasi lain.
4. Oposisi :
 Tidak setuju, tidak berpartisipasi yang mempengaruhi tingkah lakunya
yang dapat menghambat proses konversi.
 Tidak jarang oposisi ini bahkan merubah dan menghentikan sama sekali
proses konversi.

8
BAB III
PERTUMBUHAN EKOLOGI ADMINISTRASI NEGARA
Pada tahun 1950-an sekelompok ilmuan politik dan administrasi Negara
mulai menyadari bahwa memindahkan begitu saja sistem dan lembaga-lembaga
atau pranata politik dan administrasi Negara dari suatu lingkungan masyarakat,
bangsa dan Negara tertentu ke lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara yang
lain tidaklah tepat. Hasil-hasil analisa ilmu-ilmu sosial lainnya seperti misannya
sosiologi, antropologi, ekonomi dan lain-lain memperkuat pendapat bahwa apa
yang baik dalam suatu lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara lain bahkan
dapat terjadi sebaliknya.
Sementara itu, pada segi lain, dalam rangka usaha penyempurnaan sistem
dan pranata administrasi Negara dari Negara-negara sedang berkembang perlu
didukung oleh suatu perbandingan, khususnya yang memusatkan perhatian
kepada faktor-faktor persamaan dan perbedaan kondisi yang secara langsung
maupun tidak langsung mempengaruhi berhasil tidaknya usaha-usaha
penyempurnaan tadi.
Prof. Fred W. Riggs menjadi pendorong utama bagi perkembangan
ekologi Administrasi Negara itu yang pada tahun 1950-an telah memberikan
ceramah-ceramah di berbagai lingkungan masyarakat ilmiah, yang hasilnya
kemudian dibukukan dengan judul The Ecology Of Public Administration.
Kini ekologi administrasi Negara semakin menarik banyak perhatian para
ilmuwan dan mahasiswa, khususnya yang bergerak dalam ilmu-ilmu politik,
pemerintahan dan administrasi Negara. Dengan mempelajari ekologi administrasi
Negara dapat diketahui ciri-ciri suatu sistem administrasi Negara dari suatu
masyarakat, bangsa dan Negara tertentu dan selanjutnya dapat dipahami pula
mengapa dalam suatu masyarakat, bangsa dan Negara itu telah tumbuh dan
berkembang suatu sistem administrasi Negara tertentu.
Hal ini dianggap sebagai masalah karena sering terjadi kegagalan dalam
menentukan aspek yang relevan itu sehingga kesimpulan-kesimpulan yang ditarik
tentang lingkungan administrasi Negara salah dan oleh karenanya pemecahan
masalahnya pun tidak mengenai sasaran.

9
Berdasarkan perkembangannya, Negara di seluruh belahan dunia
mempunyai identitas masing-masing. Identitas itu dikategorikan menjadi dua
yakni: Developed Country Center Country (dominan daerah kutub. Ex: Eropa)
Developed Country adalah istilah untuk kategori Negara maju yang merupakan
Negara pusat.
Developing Country Satellite Country (Biasanya berada di daerah Tropis.
Developing Country adalah istilah yang digunakan untuk Negara satellite (Negara
pinggiran) yang memproduksi hasil-hasil pertanian. Pada umumnya, Negara
pinggiran ini adalah Negara yang tergolong dalam kategori Negara berkembang.
Dengan secara lebih lugas Bennett (1976) menyatakan bahwa manusia
hidup dalam lingkungan yang mereka manfaatkan, bukan untuk disalah gunakan,
bersama orang lain yang membentuk suatu lingkungan (humam ecology) yang
merupakan bagian dari lingkungan hidup yang lebih luas (natural ecology)
sebagai kenyataan.

10
BAB IV
KONTEKS ORGANISASI ADMINISTRASI PUBLIK
Sondang P. Siagian, MPA. Ph.D, membagi faktor-faktor ekologis sebagai
berikut :
 Faktor geografis
 Faktor penduduk
 Faktor kekayaan alam
 Faktor ideologi
 Faktor politik
 Faktor ekonomi
 Faktor sosial budaya
 Faktor kekuatan militer
Selain itu, dalam bukunya Prof. Drs. S. Pamudji, MPA. tentang Ekologi
Administrasi Negara disebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi administrasi
negara, yakni sebagai berikut :
A. Faktor-faktor ekologis bersifat ilmiah
1. Lokasi dan posisi geografis
Posisi geografis suatu Negara menunjukan ketentuan tentang lokasi
suatu Negara dalam rangka ruang/tempat dan waktu sehingga menjadi jelas
batas-batas wilayah Negara pada suatu saat tertentu. Lokasi, dengan
demikian menunjuk kepada tempat atau letak sesuatu secara tepat dan jelas,
sehingga dalam kaitannya dengan Negara akan terlihat bentuk wujudnya
kedalam dan keluar. Lokasi dan posisi geografi ini jelas mempunyai
dampak/pengaruh terhadap struktur dan perilaku administrasi Negara.
2. Keadaan dan kekayaan alam
Kekayaan alam ini dapat berupa tanah yang subur, lautan yang
kaya akan ikan, bahan-bahan tambang dan sebagainya. Pengaruh keadaan
dan kekayaan alam ini terhadap administrasi Negara ialah pada usaha-usaha
untuk memanfaatkan sumber-sumber alam bagi pemenuhan kebutuhan
hidup manusia.
3. Keadaan dan kemampuan penduduk

11
Dalam melihat pengaruh faktor keadaan dan kemampuan penduduk
ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu; jumlah penduduk,
distribusi spasial, komposisi (umur), penghasilan penduduk, tingkat
pendidikan, dan kesehatan penduduk.
B. Faktor Ekologis berdasarkan Aspek kemasyarakatan
(IPOLEKSOSBUDMIL)
1. Ideologi
Ideologi adalah suatu komlpeks atau jalinan ide-ide tentang
manusia dan dunia, yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup. Bagi
Indonesia, ideologi yang dimaksud adalah Pancasila. Dalam mempelajari
pengaruh ideologi terhadap administrasi Negara Indonesia hendaknya
dilihat Pancasila sebagai dasar/ideologi Negara yang telah dirumuskan
dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan yang selanjutnya telah
terjabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945.
2. Politik
Oleh karena administrasi Negara ada dibawah pimpinan pejabat-
pejabat politis yang berorientasi kepada partai politik tetentu, maka sering
terjadi pembentukan suatu badan/lembaga baru atau unit-unit baru dalam
kementrian, walaupun secara terselubung dilatar belakangi kepentingan
untuk menempatkan orang-orang partai pada jabatan dalam badan/lembaga
yang baru tersebut.
3. Ekonomi
Landasan ekonomi tersebut mampunyai dampak terhadap
administrasi Negara, yaitu bahwa dalam rangka mewujudkan “usaha
bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan” atau secara tegas disebut
sebagai usaha koperasi, maka pemerintah sejak semula sudah
mempersiapkan seperangkat administrasi Negara untuk membina koperasi.
Dalam mempelajari pengaruh administrasi Negara terhadap
ekonomi dapat dikemukakan beberapa hal saja yaitu :
 Anggaran belanja dan pendapatan Negara;
 Kebijakan penanaman modal;

12
 Kebijakan proteksi (perlindungan) dan
 Kebijakan di bidang ekspor.
4. Sosial budaya
Pengaruh administrasi Negara terhadap sosial budaya dapat
ditelusuri melalui program-program pembangunan sosial budaya yang
dilancarkan oleh pemerintah yang diimplementasikan oleh administrasi
Negara. GBHN telah memberikan pengarahan-pengarahan program
pembangunan dibidang social budaya yang dapat dijadikan acuan dalam
membahas pengaruh administrasi Negara terhadap social budaya. Beberapa
pengaruh yang dimaksud adalah :
 Program moderenisasi desa;
 Program-program di bidang seni budaya;
 Program di bidang pendidikan,
 Program di bidang kesehatan dan keluarga berencana.
5. Militer
Pengaruh militer terhadap administrasi Negara dapat ditelusuri
melalui dwifungsi ABRI dengan system kekaryaannya. Praktek-praktek dan
kebiasaan administrasi militer sampai tingkat tertentu mewarnai system dan
prosedur serta praktek-praktek dan kebiasaan administrasi lembaga-lembaga
tadi.
 Pemantapan prinsip-prinsip organisasi;
 Asisten sekretaris wilayah/daerah dan
 Tata upacara
Pengaruh administrasi Negara terhadap militer (hankam) paling
tidak nampak dalam 2 hal. Pertama, karena anggota militer sewaktu-waktu
harus siap ditugaskan di luar jajaran departemen hamkan, maka mereka
harus memiliki kualifikasi yang sedemikian krupa sehingga cocok dengan
tuntutan persyaratan jabatan-jabatan di luar jajaran hankam dimaksud.
Kedua, pelaksanaan sishankamrata memerlukan pengerahan
kekuatan rakyat.rakyat perlu dipersipakan dengan latihan-latihan,

13
diorganisir dalam kelompok-kelompok yang sewaktu-waktu dapat
digerakan untuk menghadapai tugas-tugas nyata dalam kankamrata.

14
BAB V
PENGARUH LINGKUNGAN ALAM
A. Pengaruh Geografis
Faktor-faktor yang berdasarkan geografis, seperti pembatasan
strategis, desakan penduduk, daerah kepulauan dan lain-lain sangat
mempengaruhi pemerintahan. Kendati seluruh faktor-faktor tersebut di atas
adalah faktor-faktor yang terdapat dalam geografi. Karenanya terdapat
hubungan yang erat pula antara ilmu pemerintahan dengan ilmu bumi karena
pengaruh dimaksud ditunjukan pada keberadaan suatu pemerintahan terutama
ekologinya.
Semua aspek potensi wilayah harus dapat diidentifikasikan terutama
faktor-faktor dominannya, pembahasan yang bersifat menyeluruh tetapi cukup
menyatu dalam usaha mengtansformasikan potensi wilayah harus dikaji secara
mendalam. Letak strategis geografis dapat dirinci lebih lanjut dalam sejumlah
faktor yang cukup dominan, seperti untuk menguasai perdagangan, lalu lintas
laut, darat dan udara. Serta daya tarik kepariwisataan, sehingga dengan
demikian dap at diperhitungkan kondisi morfologi dan topografinya serta
peruntukan tata ruang yang lain.
Dari uraian ini dapat didefinisikan bahwa yang dimaksud dengan
wilayah itu adalah lokasi atau arena tertentu dengan segala kandungan potensi
wilayah dan semua kekuatan yang dapat dimafaatkan (darat, laut, dan udara),
baik yang sifatnya fisik maupun non fisik, secara kompleks menyangkut
keseluruhan tata ruang dan sumber kekayaan alam dalam tempat tersebut.
B. Pengaruh SDM
SDM adalah sumber daya manusia, yang dapat membuat suatu
pemerintah maju karena kepakaran, moralitas dan budaya penduduk suatu
negari, tetapi bisa pula hancur karena pemerintah yang memimpin tidak disukai
oleh rakyatnya akibat kedzaliman pemimpinnya, untuk pertama perlu
dibedakan antara rakyat, warga negara, masyarakat, dan penduduk yaitu
sebagai berikut.

15
 Rakyat adalah suatu syarat negara, yaitu keseluruhan orang-orang yang
berada dalam negeri maupun luar negeri dan mempunyai hak pilihnya untuk
waktu tertentu, atau belum mempunyai hak pilih karena persyaratan
tertentu.
 Warganegara adalah mereka mereka yang dinyatakan sebagai warga suatu
negara berdasarkan peraturan perundang-undangan negara tersebut.
 Masyarakat adalah mereka yang bersama-sama menjadi anggota suatu yang
negara harus dibina dan dilayani oleh administrasi pemerintah setempat.
 Penduduk adalah mereka yang menjadi penghuni dari suatu negara tertentu
yang harus diinventarisir.
Menurut hukum internasional tiap negara berhak untuk menentukan
siapa yang menjadi warganegaranya, jadi ada dua azas yang menjadi penentuan
yaitu azas ius soli dan azas ius sanguinis.
Azas Ius Soli menentukan kewarganegaraan berdasarkan tempat,
maka yang bersangkutan dinyatakan sebagai warganegara tempat tersebut
sudah barang tentu termasuk yang dilahirkan di daerah itu.
Sedangkan Azas ius Sanguinis menentukan kewarganegaraan
berdasarkan berdasarkan pertalian darah keturunan, sudah barang tentu
siapapun yang merupakan anak kandung dilahirkan seorang warga negara
maka anak tersebut juga dianggap warga negara yang bersangkutan.
C. Pengaruh SDA
SDA adalah Sumber Daya Alam, mulai dari flora dan fauna dan
dimiliki sampai pada hasil tambang, keindahan alam pariwisata, serta sawah
ladang yang mereka miliki.
Jadi selama ini memang sebagian besar orang menganggap bahwa
daya tarik pariwisata hanya bersifat hedonistik dan materialistik sehingga
kemudian menjadi sekularistik, seperti 5 (lima) S yaitu See (melihat
pemandangan indah), Sun (matahari yang tampak indah ketika tenggelam dan
terbit), Sand (pasir di laut), Smile (senyum yang menimbulkan keramahan
suatu daerah kunjungan) dan akhirnya Sex (penyediaan hiburan seperti
pelacuran dan perjudian).

16
1. Pengaruh keadaan kekayaan alam terhadap ekologi administrasi publik
Pengaruh keadaan kekayaan alam ini terhadap administrasi publik
nampak pada usaha-usaha untuk memanfaatkan sumber-sumber alam tadi
bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Tanah yang subur perlu
dibudidayakan baik untuk berocock tanam, maupun maupun untuk
aquakultur (perikanan darat). Lautan yang mengandung kekayaan laut yang
bermacam-macam, ikan, kerang dan sebagainya perlu dibudidayakan
sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi penduduk. Untuk
keperluan ini telah terbentuk seperangkat administrasi publik yang
terhimpun dalam Departemen Pertanian dengan komponen-komponennya.
2. Pengaruh ekologi administrasi publik terhadap keadaan dan kekayaan alam
Pengaruh ekologi administrasi publik terhadap keadaan dan
kekayaan alam sangat terbatas, karena kekayaan alam ini merupakan
karunia Tuhan Yang Maha Esa. Pengaruhnya kalau ada, terbatas pada
merubah sumber-sumber dari potensi menjadi kemampuan real. Misalnya
air terjun merupakan potensi tenaga diubah untuk benar-benar menjadi
tenaga, tanah yang subur merupakan potensi untuk tanaman padi diubah
agar benar-benar menghasilkan padi, dan seterusnya.

17
BAB VI
PENGARUH SOSIO KEMASYARAKATAN
A. Ideologi
Perbandingan Politik disebut juga dengan Muqdranatul Siyasyah
dalam Bahasa Arab atau Comparative of Politics dalam Bahasa Inggris, yaitu
membandingkan berbagai perbedaan dan persamaan dalam hal – hal yang
berkenaan dengan perebutan kekuasaan dalam berbagai negara. Hal tersebut
antara lain biasanya berbicara tentang pergolakan pemerintahannya, sejarah
kelahirannya, serta pencaturan perebutan kekuasaan.
Ideologi itu sendiri diterjemahkan sebagai sistem pedoman hidup yang
menjadi cita-cita untuk dicapai oleh sebagian besar individu dalam masyarakat
yang bersifat khusus, disusun secara sadar oleh para tokoh pemikir negara serta
kemudian menyebarluaskan secara resmi sebagai dasar negara.
Ideologi adalah suatu kompleks atau jalinan ide-ide asasi tentang
manusia dan dunia, yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup. Dalam sejarah
ternyata bahwa ideologi dianut bukan karena manfaatnya dan efisiensinya saja,
tetapi juga karena berdasarkan keyakinan bahwa ideologi itu benar. Kecuali
tentang manusia dan dunia, ideologi juga mencakup pandangan tentang Tuhan,
tentang manusia sesama, tentang hidup dan mati, tentang masyarakat dan
negara dan sebagainya.
1. Pengaruh ideologi Pancasila terhadap ekologi administrasi publik
Negara yang telah dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945 dan yang selanjutnya telah terjabarkan dalam pasal-pasal
Undang-Undang Dasar 1945. Ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang
Dasar ini kemudian dijabarkan lebih lanjut ke dalam Kebijakan Umum
Nasional yang ditetapkan oleh MPR sebagai wakil-wakil rakyat berupa
Garis-Garis Besar Haluan Negara dan Ketetapan-Ketetapan lainnya. Tahap
selanjutnya Kebijakan Umum Nasional tersebut diperinci dan diatur dalam
Undang-Undang yang dibuat oleh Pemerintah bersama-sama DPR.Sampai
pada fase ini kita bicara tentang penentuan Kebijakan Umum Negara sesuai
dengan pendapat dari Frang J. Goodnow dan Woodrow Wilson. Fase

18
berikutnya adalah fase implementasi atau pelaksanaan kebijakan umum
tersebut yaitu Administrasi Negara. Dalam kerangka pemikiran yang
demikian inilah dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem administrasi Negara
Indonesia, baik aspek struktural maupun behavioralnya, pada dasarnya
merupakan refleksi perwujudan nilai-nilai dan cita-cita yang terkandung
dalam Ideologi Nasional Pancasila.
Berbagai Departemen Pemerintahan dan Lembaga-Lembaga Non
Departemen lainnya, masing-masing dengan susunan organisasi internal dan
program-programnya, pada dasarnya mencerminkan perwujudan nilai-nilai
Pancasila dalam ruang lingkup administrasi Negara.
2. Pengaruh ekologi administrasi publik terhadap ideologi Pancasila
Usaha-usaha administrasi Negara lainnya melalui pelajaran
Pendidikan Moral Pancasila di sekolah-sekolah (Dasar, Menengah, dan
Perguruan Tinggi) juga merupakan langkah-langkah untuk melestarikan
nilai-nilai Pancasila di kalangan tunas-tunas muda (anak didik) yang
diharapkan dapat berkembangn dalam masyarakat pada saatnya mereka
terjun ke kehidupan masyarakat.
Usaha-usaha pencegahan yang dilakukan oleh administrasi Negara
berupa kursus kewaspadaan Nasional dan tindakan-tindakan. Pencegahan
lainnya yang bertujuan mencegah polusi ideologi asing terhadap ideologi
Nasional Pancasila, dapat menjamin kelangsungan dan kelestarian nilai-nilai
Pancasila. Secara ringkas dapat dinyatakan bahwa melalui kebijakan dan
tindakan-tindakan administrasi Negara ideologi Nasional Pancasila dapat
membudaya di kalangan masyarakat dan nilai-nilainya dapat dilestarikan,
hal ini berarti ideologi tersebut dapat berkembang dan bertahan terhadap
rongrongan ideologi lain. Sebaliknya dapat pula terjadi, apabila administrasi
Negara tidak mengambil langkah-langkah yang tepat dapat saja ideologi
Pancasila luntur dan terdesak oleh ideologi lain.
B. Sosial Politik
Sebagai perbandingan bersama ini disajikan pengertian politik dari
segi lain. Secara etimologis politik berasal dari bahasa Yunani “Polis” yang

19
artinya kira-kira sama dengan kota atau negara kota. Dari kata polis tadi
timbullah istilah lain yaitu polite artinya warga negara, politikos artinya
kewarganegaraan, politike techne artinya kemahiran politik, dan selanjutnya
orang Romawi mengambil istilah tersebut dan menamakan pengetahuan
tentang Negara itu sebagai arspolitica (kemahiran tentang masalah-masalah
kenegaraan). Dengan demikian jelas bahwa politik adalah suatu istilah yang
bersangkut paut dengan soal-soal Negara pemerintahannya.
Mempelajari Negara dan pemerintahannya berarti mempelajari
kekuatan dan kekuasaan yang dalam bahasa asing sering disebut “power”,
Hans J. Morgenthau, dalam bukunya “Politics among Nations”, menyatakan
“Politiekist nich anders als der Kamf un die Macht”, dan orang Belanda
menyebutkannya “Strijd om macht”. Jadi pada hakekatnya politik adalah
perjuangan untuk memperoleh kekuasaan (power), teknik menjalankan
kekuasaan atau masalah-masalah pelaksanaan dan kontrol atas kekuasaan. Oleh
karena itu wajarlah apabila politik kadang-kadang mengejawantah dalam
usaha-usaha menguasai Negara dan Pemerintah.
1. Pengaruh sistem politik terhadap ekologi administrasi publik
Di Indonesia pada masa sebelumnya Penyederhanaan Kepartaian
terhadap demikian banyak partai sehingga tidak ada satu partaipun yang
menjadi partai mayoritas yang mampu membentuk Pemerintah tanpa kerja
sama dengan partai-partai lain. Akibatnya pembentykan Pemerintah
(Kabinet) selalu dilandasi dengan kerjasama atau koalisi dari beberapa
Partai yang diikuti oleh pembagian kursi Menteri-Menteri yang akan
memimpin Departemen.
Apabila sesuatu Partai telah memperoleh pembagian kursi Menteri
tertentu dan kemudian duduk dalam pemerintahan maka Departemen atau
Kemeterian tadi seolah-olah menjadi milik Partai dan jabatan-jabatan dalam
Kementerian tersebut sedapat-dapatnya diisi oleh orang-orang anggota
Partainya sang Menteri atau setidak-tidaknya para simpatisnya. Dalam
keadaan yang ekstrim pengisian tersebut kadang-kadang mengbaikan norma
kepegawaian yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan

20
yang ada. Akibat lebih lanjut staf Kementerian tersebut kurang mampu,
penempatan pegawai tidak tepat, sehingga administrasi Negara kurang atau
tidak efisien.
2. Pengaruh ekologi administrasi publik terhadap sistem politik
Dengan partai politik yang sekian banyak dirasakan masih belum
dapat menjamin kesatuan dan persatuan nasional terutama dalam menunjang
usaha pembangunan. Maka oleh Administrasi Negara dilakukan usaha-
usaha selanjutnya untuk menyederhanakan jumlah partai-partai. Setelah
dilakukan pembahasan yang mendalam maka disetujui oleh partai-partai
yang bersangkutan yang didukung oleh administrasi Negara, bahwa akan
dilakukan fungsi antara partai-partai yang berdasarkan Islam kedalam satu
partai, demikian pula sisa partai lainnya juga akan berfungsi ke dalam satu
partai sehingga terdapat 2 partai politik dan Golongan Karya.
Kedua parpol tersebut adalah Partai Persatuan Pembangunan (P3)
dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Dengan demikian tercapailah suatu
sistem politik seperti sekarang yang didukung oleh tiga kekuatan sosial
politik. Hal ini dapat terwujud karena pengaruh dari administrasi Negara,
jajaran Departemen Dalam Negeri.
C. Sosial Ekonomi
Dalam hubungan ini pada umumnya ekonomi diartikan sebagai usaha
manusia untuk memuaskan kebutuhannya dengan jalan memproduksi,
mendistribusi dan kemudian mengkonsumsi barang-barang dan jasa-jasa.
Dengan demikian semua masyarakat baik modern maupun masyarakat
yang tradisional (primitif) mengenal ekonomi sesuai tingkat perkembangannya
dan pandangan hidupnya masing-masing. Ekonomi dalam pengertian demikian
ini disebut ekonomi substantif. Jadi kita mengenal Ekonomi Tertutup,
Pertukaran, Ekonomi Bebas, Ekonomi Sentral dan sebagainya.
Korupsi adalah setiap perbuatan yang dilakukan siapapun juga untuk
kepentingan diri sendiri, untuk kepentingan orang lain, atau untuk kepentingan
suatu badan yang langsung menyebabkan kerugian bagi keuangan dan
perekonomian negara.

21
Kolusi adalah kerjasama seorang atau kelompok orang yang
memangku jabatan atau memiliki kewenangan tertentu dalam pemerintah
dengan masyarakat atau pejabat yang memerlukan bantuan saling memberikan
(jasa, komisi, uang atau materi lainnya) yang menimbulkan ketidak adilan
dalam peraturan sumber daya manusia, karena mustinya memperoleh hasil
pembangunan yang lebih baik tetapi tidak diterima secara optimal, misalnya
karena adanya pejabat yang memperoleh komisi dari pengusaha, sehingga pada
suatu ketika nanti apabila pada penyerahan barang pembelian atau
pembangunan tertentu, ternyata tidak memenuhi syarat, maka para pemimpin
pemerintahan tidak lagi kuasa memprotesnya.
Nepotisme adalah pandang bulu dalam memilih orang, baik karena
hubungan saudara, agama, suku, almamater kendati yang ditolong (ditunjuk)
relatif lebih buruk dari pihak kandidat lainnya. Jadi dalam hal ini uang dan
barang tidak hilang dari Negara, tetapi Negara mengalami kerugian karena
pemberian kemenangan tender dan pemilihan pihak kerja sama adalah orang
yang tidak memiliki kualifikasi terbaik, dan tender di depan umum adalah
sebuah kebohongan publik.
1. Pengaruh sosial ekonomi terhadap ekologi administrasi publik
Dengan memperlihatkan hal-hal tersebut di atas maka kita akan
melihat bagaimana pengaruh ekonomi terhadap ekologi administrasi publik,
baik langsung maupun tidak langsung, diantaranya adala sebagai berikut :
 Ekonomi Indonesia tidak berdasarkan ekonomi pasar atau ekonomi
bebas, tidak pula berdasarkan ekonomi sentral yang bercorak etatisme
(seperti di Negara-Negara Komunis) melainkan berdasarkan nilai – nilai
Pancasila yang telah terjabar dalam pasal 33 UUD 1945. Landasan
ekonomi yang kemudian mempunyai dampak terhadap administrasi
Negara, yaitu bahwa dalam rangka mewujudkan usaha bersama
berdasarkan atas azas kekeluargaan atau secara tegas disebut juga sebagai
usaha koperasi, maka Pemerintah sejak semula sudah mempersiapkan
seperangakat administrasi Negara untuk membina koperasi.

22
 Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai
hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara, mengharuskan partisipasi
Pemerintah yang mewakili Negara untuk aktif berusaha di bidang
ekonomi.
 Membuka kesempatan yang luas bagi swasta untuk berusaha, juga di
bidang penanaman modal bahkan swasta asingpun mendapatkan
kesempatan, hanya saja dengan bimbingan dan pengendalian dari pihak
pemerintah.
 Keadaan ekonomi di Indonesia sedang berkembang dan belum mampu
menciptakan taraf hidup rakyat yang tinggi, keadaan yang demikian tentu
belum memungkinkan Pemerintah memungut dana (pajak, cukai dan
sebagainya) yang cukup besar untuk membiayai operasi-operasi
administrasi Negaranya.
 Pada umumnya gaji para pegawai belum dapat mendatangkan kehidupan
yang layak pada pegawai.
 Pembangunan Nasional yang dilakukan secara bertahap dan berencana
diperlukan suatu Badan Perencanaan yang dilengkapi dengan
seperangakat administrasi Negara.
 Dalam rangka pelaksanaan Pembangunan Nasional diperlukan investasi
(penanaman) modal yang cukup besar baik oleh Pemerintah sendiri
maupun oleh pihak swasta.
2. Pengaruh ekologi administrasi publik terhadap sosial ekonomi
Terdapat beberapa hal dalam mempengaruhi ekologi administrasi publik
terhadap sosial ekonomi, diantaranya adalah sebagai berikut :
 Anggarap Belanja dan Pendapatan Negara
Pada jaman orde lama ditempuh kebijakan APBN yang berorientasi
kepada program kerja, sehingga tanpa memperhatikan pendataan Negara
secara real direncanakan pengeluaran yang pada umumnya melampaui
batas pendapatan Negara, guna melaksanakan program Pemerintah.
Dengan kata lain perkataan ditempuh kebijakan defisit anggaran yang

23
biasanya ditutup dengan meminta uang muka kepada Bank Sentral, di
mana selanjutnya Bank Sentral mencetak uang baru.
 Kebijakan Penanaman Modal
Pada jaman orde lama penanaman modal kurang mendapat perhatian,
lebih-lebih penanaman modal asing sama sekali diluar pertimbanagn
untuk diikut sertakan dalam Pembangunan Nasional. Akibatnya laju
pembangunan kurang dapat dirasakan, kalau tidak boleh dikatakan
mengalami stagnasi.
 Kebijakan Proteksi (Perlindungan)
Dengan diberikan perlindungan kepada usaha industri Nasional dengan
berbagai kebijakan bea inpor dan lain-lainnya, maka dapat dicegah
terjadinya harga barang-barang impor yang lebih murah dibandingkan
dengan barang-barang yang sma yang dihasilkan di dalam negeri.
 Kebijakan di Bidang Ekspor
Nilai ekspor Indonesia terhadap negara luar berasal dari minyak. Hal ini
dianggap sangat rawan, oleh karena apabila terjadi penurunan harga atau
terjadi pengurangan pembelian oleh negara-negara langganan, hasil
ekspor akan sangat terpengaruh. Maka dilakukan usaha-usaha oleh
Pemerintah melalui administrasi Negara untuk meningkatkan ekspor-
ekspor sektor non minyak. Dengan demikian lambat laun terjadi
perubahan-perubahan mengenai struktur komoditi ekspor kita.

24
BAB VII
PENGARUH SOSIO KEAGAMAAN
A. Pengertian Agama
Agama adalah suatu unsur mengenai pengalaman yang dipandang
mempunyai nilai tertinggi, yaitu pengabdian kepada suatu kekuasaan yang
dipercayai sebagai suatu yang menjadi asal mula segala sesuatu, kemudian
yang menambah dan melestarikan nilai-nilai serta jumlah ungkapan yang
sesuai dengan urusan pengabdian tersebut, baik dengan jalan melakukan
upacara yang simbolis maupun melalui perbuatan yang bersifat perseorangan
atau secara bersama-sama.
Agama adalah petunjuk bagi manusia untuk membedakan baik dengan
buruk, salah dengan benar, indah dengan jelek, kemudian petunjuk itu
dianggap berasal dari Tuhan yang dapat dibuktikan keberadaannya secara
etika, logika dan estetika, pembawa beritanya disebut dengan Nabi (Awatara)
dan petunjuk yang diberikan disebut dengan Kitab Suci yang berisi kumpulan
Firman Tuhan yang disebut dengan Wahyu.
B. Pengaruh Islam
Melihat sistem pemerintahan struktur organisasi Nabi Muhammad
SAW berbeda dengan melihat struktur dan sistem pemerintahan, karena wahyu
tidak dimusyawarahkan namun ketiranian hanya boleh bila pemimpin
pemerintahan memerlukan pendapat sedangkan demokratisasi hanya boleh bila
pepimpin pemerintahan memerlukan pendapat sedangkan bawahan, staf dan
masyarakat jelata baik dan benar dalam arti baik dibidang moral dalam
berpartisipasi memperhatikan kaidah etika dan kemudian benar di bidang
keilmuan dalam arti memiliki ilmu pengetahuan dalam pengaturan kenegaraan.
Oleh karena Nabi Muhammda SAW mendapat petunjuk dari Allah
dalam bentuk wahyu yang kemudian dihimpun dalam Al-Qur’an maka wahyu
tidak dapat dimusyawarahkan kepada pihak-pihak legislatif sekalipun, apalagi
dilakukan voting untuk melaksanakannya atau tidak melaksanakannya.
Nabi Muhammad melaksanakan politik kenegaraan, mengirim dan
menerima duta, memutuskan perang dan membuat perjanjian dan serta

25
bermusyawarah. Akan tetapi dalam kekuasaan tertinggi menempatkan Allah
sebagai Raja, Yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan
Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa,
Yang Memiliki Segala Keagungan, Tuhan menempati posisi yang amat sentral
dalam setiap bentuk dan manifestasi pemikiran. Tuhan adalah pencipta langit
dan bumi atas kehendakNya sendiri. Tuhan itu juga merupakan sumber
kebenaran, sumber kebaikan dan keindahan.
C. Pengaruh Kristen
Agama Kristen baik Katolik maupun Protestan memiliki pengaruh
besar terhadap lahirnya kapitalisme, sebagaimana dinyatakan oleh Max Weber
dalam bukunya yang berjudul The Ethick Protestant to the Moral Capitalism.
Dalam theologia Agama Kristen sifat-sifat baik, bagi umat Kristen sering
diberi nama dengan kebijakan, para ahli teologia pada gereja-gereja purba dan
gereja Katolik Roma, membahas tujuan kebijakan pokok itu yang dapat
digolongkan ke dalam kebijakan adi kodrati dan kebijakan itu sendiri,
kebijakan adi kodrati meliputi :
 Iman
 Pengharapan
 Kasih
Kebijakan kodrati meliputi antara lain sebagai berikut :
 Penguasaan diri
 Keadilan
 Ketabahan
 Kebaikan
Dalam perjanjian baru (Injil) ada beberapa daftar kebajikan orang
Kristen, Yesus Kristus sendiri menyebutkan beberapa unsur kebajikan antara
lain :
 Merasa miskin di hadapan Allah
 Berduka cita karena adanya kejahatan
 Lemah lembut

26
 Lapar dan haus akan kebenaran
 Murah hati
 Suci hati karena akan melihat Allah
 Pembawa damai sebagai anak cucu Allah
 Bersemangat karena memperjuangkan kebenaran
 Berbahagia karena akan difitnah orang jahat
 Bergembira karena akan ditempatkan di dalam syurga
D. Pengaruh Yahudi
Agama Yahudi sangat berpengaruh terhadap lahirnya berbagai
peperangan di muka bumi ini sebagaimana diuraikan sebagai berikut :
Pimpinan Pemerintah Israel Perdana Menteri Ariel Sharon dicegah
oleh para Intel Mossad untuk tidak berada di Amerika Serikat pada tanggal 11
September 2011, dan bersama dengan itu lebih dari 4.000 orang Yahudi
bekerja di WTC tidak masuk kantor pada hari itu, sebuah persiapan yang
matang untuk menghancurkan tiga lokasi penting yaitu dua menara kembar
WTC dan markas pertahanan Amerika Serikat Pentagon.
WTC dan Pentagon adalah dua lokasi yang akan menjadi tempat
pembawa pesan terefektif dalam menciptakan konflik-konflik baru, dengan
begitu nanti akan lahir agama baru bernama agama teroris ciptaan zionis Israel
dan Amerika Serikat dengan kambing hitam kelompok Islam Fundamentalis di
mana saja berada di seluruh dunia. Selanjutnya dengan sistem sel kelompok-
kelompom Islam yang dimulai dengan bom, sistem sel inilah yang sulit
ditelusuri jaringannya, sehingga ketika otak pelakunya perbebas maka yang
tinggal hanya Islam untuk dihukum bersama-sama.
E. Pengaruh Budha
Secara filosofis agama Budha sangat menolak peperangan dan
malahan menganjurkan perdamaian, jadi Agama Budha adalah sebuah perilaku
mulia yang kasih sayang kepada sesama umat manusia, terdapat banyak Budha
di Bumi ini, seperti Budha Perang, Budha Gembira, dan untuk Sidharta
Gautama sendiri adalah Budha yang utama yaitu Budha Rulai.

27
Sebelum menjadi Nabi Sang Budha dan jauh sebelum menerima
petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa, Sang Budha adalah aparat pemerintah
karena beliau adalah putera kerajaan bernama Pangeran Sidharta Gauthama
dari Kerajaan Kavilawastu, beliau adalah putra mahkota yang berhak mewarisi
kekaisaran ayahnya di sebelah Utara India, jadi beliau sangat dekat dengan
kehidupan dunia pemerintahan.
Untuk kehidupan keduniawian pemerintahan ini nasehat Sang Budha
sangat trasendental misalnya, manusia harus memiliki :
 Mata pencaharian yang benar
 Berkata secara benar
 Berbuat baik dan bertindak secara benar
 Berpikir harus benar
 Memutuskan perkara secara benar
 Berjalan di jalan yang benar
 Memiliki perhatian yang benar
 Bersamadhy yang benar
Artinya pemerintah tidak boleh melakukan jumpa pers secara
kebohongan publik, hakim tidak boleh memihak kepada yang bayar, mata
pencaharian seperti judi, togel dan pelacuran tidak dibenarkan, perhatian yang
besar kepada masyarakat harus ditingkatkan sehingga terjadi persembahyangan
yang benar.
F. Pengaruh Hindu
Agama Hindu berpengaruh besar terhadap lahirnya mistitisme di
muka bumi ini. Agama Hindu sangat mempercayai hukum karma, oleh karena
itu mereka gentar untuk berbuat kejahatan, mereka memilih ahimsa, pemimpin
pemerintah dalam Agama Hindu, memperlihatkan dalam cerita kuno Maha
Bharata dan Ramayana, mereka juga mengenal hukum pemerintah yang
disampaikan oleh Sri Rama kepada adik musuhnya yang dikalahkannya dalam
perang Gunawan Wibiksana, wejangan tersebut bertujuan untuk membentuk
kepribadian seorang pemimpin pemerintahan bernama Hasta Brata, sebagai
berikut

28
 Harus memiliki watak matahari yang Menerangi
 Harus memiliki watak bulan yang Menyenangkan
 Harus memiliki watak bintang yang Mempedomani
 Harus memiliki watak angin yang Mengisi
 Harus memiliki watak mendung yang Menakutkan
 Harus memliki watak api yang membakar Semangat
 Harus memiliki watak samudera yang menerima Masukan
 Harus memiliki watak bumi yang Menganugerahkan

29
BAB VIII
PENGARUH SOSIAL BUDAYA
A. Pengaruh Budaya
Kebudayaan dalam bahasa Inggris adalah “Culture” dalam bahasa
latin adalah “Colere” dan dalam Bahasa Indonesia juga diistilahkan dengan
peradaban atau budi yang dalam Bahasa Arab disebut dengan “Akhlaq”. Di
Indonesia kebudayaan secara etimologi berasal dari kata Sansekerta yaitu
“Buddhayah”, bentuk jamak dari kata “Buddhi” (akal) sehingga dikembangkan
menjadi budi-daya, yaitu kemampuan akal budi seseorang atau sekelompok
manusia.
Jadi kebudayaan dekat kaitannya dengan berbagai cabang filsafat
mulai dari disiplin ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu eksakta maupun ilmu-
ilmu sosial, sampai pada kajian moral, seni, dan agama terutama karena
mebicarakan tentang fenomena masyarakat. Budaya dapat meliputi antara lain :
 Sistem Pengetahuan
 Sistem Mata Pencaharian
 Sistem Pendidikan
 Sistem Peribadatan
 Sistem Seni
 Sistem Moral
 Sistem Hukum
 Sistem Olah Raga
B. Pengertian Budaya Daerah
Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar terlepas dari apa yang dikomentari
dunia terhadap bangsa saat ini, mulai dari korupsi, kolusi, nepotisme, teroris,
kerusuhan, dan bom dimana-mana, sparatisme, kemiskinan, negara maling,
negara biadab, negara babu karena banyaknya tenaga kerja wanita, nilai rupiah
rendah, penjilat bangsa besar lain di dunia. Yang manakah budaya Indonesia
itu sesungguhnya sebaiknya kita bahas terlebih dahulu apa dan bagaimana
pengertian budaya itu sendiri.
C. Pengaruh Budaya Asing

30
1. Kebudayaan Asing di Indonesia
Bangsa Indonesia dalam mengikuti arus globalisasi terkadang dapat
melunturkan jati diri bangsa yang begitu kental dengan kesopanan dan
budaya timur. Dimata dunia Indonesia dikenal sebagai bangsa yang
menjunjung adab ketimuran yang sangat baik. Tapi bangsa Indonesia tidak
menutup diri bagi budaya asing yang ingin masuk ke Indonesia tanpa
melunturkan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia. Karena terkadang
globalisasi dapat menjadikan bangsa semakin kreatif tanpa meninggalkan
adab bangsanya.
Kebudayaan asing yang masuk akibat era globalisasi (perluasan
cara-cara sosial antar benua), ke Indonedia turut mengubah perilaku dan
kebudayaan Indonesia, baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan
murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat
ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik
terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung
ke barat-baratan (westernisasi).
2. Pengaruh Budaya Asing di Indonesia
Dari sekian banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia,
diantaranya adalah budaya barat. Barat, sesuai namanya, merupakan produk
perkembangan di bilangan barat dunia yang menekankan individualitas dan
kebebasan. Sementara Indonesia merupakan bagian bangsa timur yang
menghendaki harmoni, komando, dan kolektivitas.
Sesungguhnya, terdapat sejumlah pengaruh “Barat” yang hingga
kini terus membekas di dalam struktur kebudayaan Indonesia. Utamanya di
dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu
komponen nonmaterial kebudayaan yang punya peran signifikan dalam
melestarikan suatu budaya. Selain pendidikan, mekanisme administratif
pemerintahan negara barat yang pernah menjajah Indonesia, yaitu Belanda
juga punya pengaruh tersendiri dalam pembentukan sistem sosial (politik)
Indonesia.
3. Dampak Kebudayaan Asing di Indonesia

31
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan
suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu
pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai
bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial
budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme terhadap
bangsa.
Masuknya budaya asing ke indonesia disebabkan salah satunya
karena adanya krisis globalisasi yang meracuni indonesia. Pengaruh tersebut
berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu
saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada
sistem budaya masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut
menyebabkan terjadinya goncangan budaya ( culture shock ), yaitu suatu
keadaan dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh
budaya yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam
kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Dampak positif antara lain adalah ilmu pengetahuan, cara berfikir
kritis, rasional dan menghargai waktu dari budaya asing dan akibat dari
pertukaran unsur positif anatarnegara dapat melengkapi dan memperkaya
bangsa Indonesia. Sedangkan dampak negatif dari pengaruh budaya luar
adalah bergesernya norma dan nilai moral masyarakat.
4. Upaya Mengatasi Dampak Negatif Budaya Asing terhadap Budaya
Indonesia
Untuk mengatasi pengaruh budaya Asing terhadap budaya
Indonesia, khususnya untuk membentengi kalangan remaja dari pengaruh
negatif diperlukan keterlibatan semua pihak terutama pemerintah dan tokoh-
tokoh masyarakat seperti, para ulama budayawan serta keterlibatan orang
tua di rumah.
 Peranan Pemerintah
Pemerintah hendaknya dapat mengambil kebijakan strategis
melalui penataan ulang sistem pendidikan terutama mengenai pengaturan
kurikulum. Umumnya di setiap sekolah menerapkan sistem pengajaran

32
pengetahuan mengenai ilmu keagamaan kepada para remaja sekolah
dengan waktu yang berjalan selama dua jam dalam seminggu saja. Tentu
saja ini kurang memadai waktunya untuk mengharapkan sebuah
perubahan prilaku siswa sehingga memerlukan penambahan jam
pelajaran atau kreatifitas guru bidang studi tersebut dalam bentuk
kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah seperti kegiatan pengajian
atau kajian-kajian tematik menurut pandangan agama. Sebaiknya
pemerintah menata ulang sistem pendidikan dan mendorong kreatifitas
guru bidang studi
 Peranan Tokoh Agama dan Budaya
Peranan para ulama dan budayawan melalui program kerja
organisasi keaagamaan dan sanggar-sanggar budaya sangat strategis
untuk menangkal masuknya budaya asing dalam masyarakat khususnya
kalangan generasi muda. Begitu juga peranan para budayawan dan
seniman melalui organisasi atau sanggar seni dapat merancang program
kerja yang diminati oleh kalangan remaja sehingga mereka tidak tertarik
dengan budaya hura-hura yang datang dari budaya asing.
Kalau hal ini dapat diperankan secara maksimal oleh para tokoh
agama dan budayawan, maka pola pembinaan generasi muda dapat
diarahkan kepada penanaman nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama yang
lebih terarah dan terukur, baik dari kegiatan-kegiatan internal sekolah
seperti pada proses belajar-mengajar maupun di luar sekolah seperti
remaja masjid, kesenian dan budaya.
 Peranan Orang Tua dan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan anak yang paling banyak
waktunya. Orang tua adalah figur utama dalam keluarga yang paling
bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak dan anggota keluarga
lainnya. Oleh karena itu, lingkungan keluarga sangat berkontribusi
terhadap kualitas prilaku atau akhlak anggota keluarga terutama anak-
anaknya.

33
Lingkungan keluarga dan lingkungan sosial harus tetap beriklim
positif dalam artian orang-orang yang ada dalam sekitar kita harus orang-
orang yang “tidak membawa kita kedalam kesesatan”. Orang tua harus
bisa mengambil porsi lebih banyak diantara porsi yang lainnya. Peran
orang tua sangat dibutuhkan, selain mengawasi anak-anak dan dengan
siapa dia bergaul, tetapi sesekali orang tua harus turun langsung
mengawasi anak-anaknya agar jangan sampai anak-anaknya bisa salah
gaul.
 Mempertahankan Kebudayaan Indonesia
Nilai kebudayaan yang menjadi karakteristik bangsa Indonesia,
sperti gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam masyarakat
menjadi keistimewaan dasar yang dapat menjadikan individu-individu
masyarakat Indonesia untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan
bangsa sendiri.
Tapi karakteristik masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai
masyarakat yang ramah dan sopan santun kini mulai pudar sejak
masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa diseleksi dengan
baik oleh masyarakat Indonesia

34
BAB IX
SISTEM PEMERINTAHAN
A. Pengertian Sistem Pemerintahan
Ada beberapa macam sistem pemerintahan di dunia ini seperti
presidensial dan parlementer. Kedua sistem pemerintahan yang ada dan
berkembang saat ini tak lepas dari kelebihan-kelebihan dan juga berbagai
kekurangan. Setiap negara harus memahami karakteristik negaranya sebelum
menerapkan sistem pemerintahan agar dalam penyelenggaraan pemerintahan
tidak menemui hambatan-hambatan yang besar.
Sistem pemerintahan berasal dari gabungan dua kata sistem dan
pemerintahan. Kata sistem merupakan terjemahan dari bahasa Latin (systēma)
dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen
atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi,
materi atau energi. Sistem berarti suatu keseluruhan yang terdiri atas beberapa
bagian yang mempunyai hubungan fungsional. Sistem juga merupakan
kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu
wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti
negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain
seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara
dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada di
negara tersebut. Kata “sistem‟ banyak sekali digunakan dalam percakapan
sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan
untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi
beragam.
Menurut ruang lingkup, pengertian sistem pemerintahan dapat
dijelaskan sebagai berikut:
 Sistem pemerintahan dalam arti sempit
Sistem pemerintahan adalah sebuah kajian yang melihat hubungan
legislatif dan eksekutif dalam sebuah negara. Berdasarkan kajian ini
dibedakan dua model pemerintahan yakni, system parlementer dan system
presidensial .

35
 Sistem pemerintahan dalam arti luas
Sistem pemerintahan adalah suatu kajian pemerintahan negara yang bertolak
dari hubungan antara semua organ negara, termasuk hubungan antara
pemerintah pusat dengan bagian-bagian yang ada didalam negara. Sistem
pemerintahan negara dibedakan menjadi negara kesatuan, negara serikat
(federal), dan negara konfederasi.
 Sistem pemerintahan dalam arti sangat luas
Sistem pemerintahan adalah suatu system pemerintahan yang menitik
beratkan hubungan antara negara dan rakyat. Sistem ini dibedakan menjadi
system pemerintahan monarki, pemerintahan aristokrasi, dan pemerintahan
demokrasi.
B. Sistem Pemerintahan Indonesia
Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan
kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara
Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, Negara
Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Berdasarkan hal itu
dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan, sedangkan
bentuk pemerintahannya adalah republik. Selain bentuk negara kesatuan dan
bentuk pemerintahan republik, Presiden Republik Indonesia memegang
kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan.
Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi, “Presiden
Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-
Undang Dasar.” Dengan demikian, sistem pemerintahan di Indonesia menganut
sistem pemerintahan presidensial.
1. Sistem Pemerintahan Presidensial
Sistem presidensial (presidensiil), atau disebut juga dengan sistem
kongresional, merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana
kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan
legislatif. Sistem pemerintahan ini dianut oleh Amerika Serikat, Filipina,
Indonesia dan sebagian besar negara-negara Amerika Latin dan Amerika

36
Tengah. Menurut Rod Hague, pemerintahan presidensiil terdiri dari 3 unsur
yaitu:
 Presiden yang dipilih rakyat memimpin pemerintahan dan mengangkat
pejabat-pejabat pemerintahan yang terkait.
 Presiden dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang tetap,
tidak bisa saling menjatuhkan.
 Tidak ada status yang tumpang tindih antara badan eksekutif dan badan
legislatif.
 Dalam sistem presidensial, presiden memiliki posisi yang relatif kuat dan
tidak dapat dijatuhkan karena rendah subjektif seperti rendahnya
dukungan politik.
2. Sistem Pemerintahan Parlementer
Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana
parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Dalam hal ini
parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan
parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu dengan cara
mengeluarkan semacam mosi tidak percaya.
Berbeda dengan sistem presidensiil, di mana sistem parlemen dapat
memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri, yang berwenang
terhadap jalannya pemerintahan. Dalam presidensiil, presiden berwenang
terhadap jalannya pemerintahan, namun dalam sistem parlementer presiden
hanya menjadi simbol kepala negara saja. Sistem parlementer dibedakan
oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung
atau tidak langsung cabang legislatif, atau parlemen, sering dikemukakan
melalui sebuah veto keyakinan.
Oleh karena itu, tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara
cabang eksekutif dan cabang legislatif, menuju kritikan dari beberapa yang
merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam
sebuah republik kepresidenan. Sistem parlemen dipuji, dibanding dengan
sistem presidensiil, karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada
publik.

37
C. Pelaksanaan Sistem Pemerintahan di Indonesia
Secara teori, berdasarkan UUD 1945, Indonesia menganut sistem
pemerintahan presidensiil. Namun dalam prakteknya banyak bagian-bagian
dari sistem pemerintahan parlementer yang masuk ke dalam sistem
pemerintahan di Indonesia. Sehingga secara singkat bisa dikatakan bahwa
sistem pemerintahan yang berjalan di Indonesia adalah sistem pemerintahan
yang merupakan gabungan atau perpaduan antara sistem pemerintahan
presidensiil dengan sistem pemerintahan parlementer.
D. Asas Sistem Pemerintahan
1. Asas Pemerintahan Umum
Asas adalah dasar, pedoman atau sesuatu yang dianggap
kebenaraannya, yang menjadi tujuan berpikir dan prinsip yang menjadi
pegangan. Jadi dengan demikian yang menjadi asas ilmu pemerintahan
adalah dasar dari suatu sistem pemerintahan seperti ideologi suatu bangsa,
filsafah hidup dan konstitusi yang membentuk sistem pemerintahannya.
Untuk itu dalam membahas asas suatu pemerintahan, kita perlu melihat
berbagai prinsip-prinsip, pokok-pokok pikiran, tujuan, struktur organisasi,
faktor- faktor kekuatan dan proses pembentukan suatu negara. Hal ini
karena sebagaimana sifat dari pada ilmu pemerintahan itu sendiri, maka
dalam menetukan asas ilmu pemerintahan ini, yang diselidiki hanyalah asas
pemerintahan dari suatu negara tertentu, bukan pemerintahan pada
umumnya.
2. Asas Penyelenggaraan Pemerintah Di Indonesia
Ada tiga asas penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia yang
harus diseimbangkan pemakaiannya sebagai berikut:
 Asas Negara Hukum Yaitu asas yang mempedomani peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Ini mengandung arti bahwa negara,
termasuk di dalamnya pemerintah dan lembaga-lembaga negara lainnya,
dalam melaksanakan tindakan apapun harus di landasi oleh hukum atau
harus dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Prinsip dari asas ini
terdapat dalam rumusan Peraturran yang diwujudkan dari cita-cita hukum

38
(rechssidee), kalau tidak demikian muncul kesemena-menaan yang
bermula dari subjektifitas penguasa.
 Asas Semangat Kekeluargaan Yaitu asas yang mempedomani rasa
kemanusiaan dan cinta kasih senasib sepenanggungan. Istilah
kekeluargaan itu berasal dari kata “keluarga”. Keluarga itu terdapat
dalam masyarakat, bangsa apa saja, selain ditentukan oleh ikatan darah
juga terdapat ikatan lainnya yang terjadi karena rasa cinta kasih antara
semua anggota yang sudah dianggap keluarga, yang membawa akibat
saling bantu-membantu, saling menghormati dan saling memberikan
perlindungan. Demikianlah jika ikatan-ikatan itu ditingkatkan dalam
hubugan antar keluarga sampai pada hubungan antar anggota keluarga
yang lebih besar, disebut kekeluargaan. Kekeluargaan ini sebagai
pengobjektifan dari keluarga yang subjektif.
 Asas Kedaulatan Rakyat Yaitu asas yang mempedomani bahwa
kekuasaan tertinggi adalah hati nurani rakyat kecil yang selama ini
walaupun jumlah mereka besar, tetapi mereka diam (silent majority).
Asas ini berasal dari keinginan untuk dibedakan demokrasi dengan
kebebasan, kendatipun demokrasi membicarakan berbagai kebebasan
seperti kebebasan berpendapat, kebebasan menuntut ilmu dan
mengusahakan mata pencaharian yang layak serta lain-lain.
3. Asas Pemerintahan di Daerah
Dalam hubungan pemerintahan pusat dengan pemerintah daerah,
kita mengenal beberapa kali pergantian undang-undang pemerintah daerah.
Menurut undang-undang No. 5 tahun 1974 tentang pokok-pokok pemerintah
di daerah, yang masih berlaku sampai saat ini, dikenal beberapa asas
penyelenggaraan pemerintah di daerah sebagai berikut:
 Asas desentralisasi
Asas desentralisasi adalah asas penyerahan sebagian urusan dari
pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan
mengurus rumah tangganya sendiri.
 Asas dekonsentrasi

39
Asas dekonsentrasi adalah asas pelimpahan wewenang dari
pemerintah pusat atau kepala wilayah, atau kepala instansi vertikal
tingkat atasnya, kepada pejabat-pejabatnya di Daerah.
 Tugas Pembantuan
Tugas pembantuan adalah asas untuk turut sertanya Pemerintah
Daerah bertugas dalam melaksanakan urusan Pemerintahan Pusat yang
ditugaskan kepada Pemerintah Daerah oleh Pemerinah Pusat atau
Pemerintah Daerah Tingkat atasnya dengan kewajiban mempertanggung
jawabkan kepada yang menugaskannya.
4. Etika Pemerintahan di Indonesia
Karena ilmu pemerintahan itu sama sebagaimana ilmu-ilmu
kenegaraan lainnya yang banyak berkonotasi pada masalah kekuasaan,
maka dikhawatirkan timbul kecenderungan pada kesewenang-wenangan,
oleh karena itu diperlukan etika yang berakhir dari moral dan norma agama.
Kebanyakan orang merasa bahwa norma-norma dan hukum-hukum
mempunyai peranan yang besar dalam bidang etika. Karena kalau tidak
demikian apapun yang diatur akan menemukan kesewenang-wenangan, dan
akhirnya gilirannya menjadi ketiranian. Etika artinya sama dengan kata
Indonesia “Kesusilaan‟, kata dasarnya adalah susila kemudian diberi awalan
ke dan akhiran an. “Susila‟ berasal dari bahasa Sansekerta, “Su‟ berarti
baik, dan “Sila‟ berarti norma kehidupan. Jadi “Etika‟ berarti menyangkut
kelakuan yang menuruti norma-norma kehidupan yang baik. Asal kata
“etika‟ itu sendiri sebenarnya berasal dari perkataan Yunani “Ethos‟ yang
berarti watak atau adat. Kata ini identik dengan asal kata “Moral‟ dari
bahasa Latin “Mos‟ (bentuk jamaknya adalah “Mores‟) yang berarti adat
atau moral hidup. Jadi kedua kata tersebut (etika dan moral) menunjukkan
cara berbuat yang menjadi adat karena persetujuan atau praktek sekelompok
manusia.

40