Anda di halaman 1dari 8

Manggis

Deskripsi Tanaman

Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di
kawasan Asia tenggara, yaitu hutan belantara Kalimantan Timur di Indonesia atau semenanjung
Malaya. Tanaman ini tumbuh subur pada daerah yang mendapat banyak sinar matahari,
kelembaban tinggi, serta musim kering yang pendek (untuk menstimulasi perbungaan). Pada
kondisi kering, diperlukan irigasi untuk menjaga kelembapan tanah. Tanaman ini dapat ditanam
hingga ketinggian 1000 m di atas permukaan laut (20-40 ) di daerah tropis, namun biasanya
pertumbuhan maksimal berlangsung di daerah dataran rendah (Nugroho, 2009).

Taksonomi

Kingdom : Plantae
Sub Kingdom : Tracheobionta
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Guttiferanales
Famili : Guttiferae
Genus : Garcinia
Spesies : Garcinia mangostana L
Sumber: Bahri et al., 2012

Gambar 3. Garcinia mangostana Linn


Sumber: Bahri et al., 2012

Morfologi Tanaman Manggis


a) Batang
Tegak, kulit batang coklat memiliki getah kuning.
b) Daun
Tunggal, posisi daun berhadapan atau bersilang berhadapan. Helai daun mengkilat di
permukaan, permukaan atas hijau gelap dengan permukaan bawah hijau terang, berbentuk
elips memanjang, ukuran 12-23 cm 4,5-10 cm, tangkai 1,5-2 cm.
c) Bunga
Bunga betina 1-3 di ujung batang, susunan menggarpu, garis tengah 5-6 cm. Mempunyai 4
daun kelopak, dua daun kelopak yang terluar hijau kuning, dua yang terdalam lebih kecil
bertepi merah, melengkung kuat, tumpul.
d) Buah
Bentuk bola tertekan, garis tengah 3,5-7 cm, ungu tua dengan kepala putik duduk (tetap),
kelopak tetap, dinding buah tebal, berdaging, ungu, dengan getah kuning.
e) Biji
Memiliki biji 1-3 butir, diselimuti oleh selaput biji yang tebal berair, putih, dapat dimakan
(termasuk biji yang gagal tumbuh sempurna) (Nugroho, 2009).

Kandungan zat dan Mekanisme Kerja


Hasil penelitian ilmiah menyebutkan bahwa kulit buah Manggis sangat kaya akan anti-
oksidan, terutama xanthone, tanin, asam fenolat maupun antosianin. Dalam kulit buah
Manggis juga mengandung air sebanyak 62,05%, lemak 0,63%, protein 0,71%, dan juga
karbohidrat sebanyak 35,61%. Dibawah ini adalah zat-zat yang terkandung dalam kulit
manggis.
Inilah Tabel Kandungan Gizi Manggis :
Kandungan Gizi Manggis
Melayani Ukuran 100 gr (100 g)
Jumlah per
Porsi
Kalori 59 dari Lemak 3.60
% Nilai harian*
Total Lemak 0.40 g 0.6 %
Lemak Jenuh 0.100 g 0.5 %
Kolesterol 0 mg 0.0 %
Sodium 0 mg 0.0 %
Total Karbohidrat 15.30 g 5.1 %
Diet Serat 2.7 g 10.8 %
Protein 0.20 g 0.4 %
Vitamin C 10.0 %
Vitamin B1 Thiamin 1.3 %
Vitamin B2 Riboflavin 0.6 %
Vitamin B3 Niasin 0.5 %
Vitamin B5 Asam Pantotenat acid 0.6 %
Vitamin B6 2.5 %
Kalsium 0.7 %
Besi 1.1 %
Kalium 3.3 %
Fosfor 0.7 %
Magnesium 1.3 %
Tembaga 2.0 %
Mangan 2.5 %
C Sistein 0.6 %
F Fenilalanin 0.6 %
I Isoleusin 0.6 %
K Lisin 0.6 %
L Leusin 0.4 %
M Metionin 0.4 %
T Treonin 0.7 %
Tirosin 0.5 %
V Valin 0.5 %
W Triptofan 0.7 %
* Nilai Persen harian berdasarkan diet 2.000 kalori. Nilai harian Anda
mungkin
lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori Anda.
Jumlah total lemak Kurang dari 65g
Lemak jenuh Kurang dari 20g
Kolesterol Kurang dari 300mg
Sodium Kurang dari 2,400mg
Jumlah Karbohidrat 300g
Diet Serat 25g

a) Xanthone

Antioksidan yang terdapat dalam kulit buah Manggis dengan kadar yang tinggi ini
memiliki sifat yang baik dan bermanfaat bagi tubuh, seperti anti-peradangan, anti-diabetes,
anti-kanker, anti-bakteri, anti-jamur, anti-plasmodial, dan mampu meningkatkan kekebalan
tubuh, hepatoprotektif.
Di dalam senyawa xanthone teridentifikasi sekitar 14 jenis senyawa turunannya. Yang
paling banyak terkandung dalam buah Manggis ialah kandungan alfa-mangostin dan
gamma-mangostin.
Alfa-mangostin adalah senyawa yang sangat berkhasiat dalam menekan pembentukan
senyawa karsinogen pada kolon. Selain alfa-mangostin, senyawa xanthone juga
mengandung gamma-mangostin yang juga memiliki banyak manfaat dalam memberikan
proteksi atau melakukan upaya pencegahan terhadap serangan penyakit.
Menurut penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1970-an, kedua turunan senyawa
xanthone tersebut bisa menghentikan proses peradangan atau inflamasi dengan jalan
menghambat enzim COX-2 yang merupakan enzim pemicu peradangan.
Dalam penelitian lainnya juga ditemukan fakta bahwa gamma-mangostin memiliki sifat
anti-radang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan obat-obat inflamasi yang selama ini
beredar di pasaran.
Dengan demikian, gamma-mangostin mampu memberikan proteksi pada serangan penyakit
yang menyebabkan inflamasi seperti alzheimer dan arthritis.
b) Tanin
Tanin, senyawa lain yang terkandung dalam kulit buah Manggis, memiliki aktifitas
antioksidan yang mampu menghambat enzim seperti DNA topoisomerase, anti-diare,
hemostatik, anti-hemoroid, dan juga menghambat pertumbuhan tumor.
Tanin sendiri mampu membentuk kompleks kuat dengan protein sehingga dapat
menghambat penyerapan protein dalam pencernaan. Dengan kata lain bisa disebut anti-
nutrisi.
Oleh sebab itu, kadar tanin dalam produk-produk pangan patut diperhatikan dan
diformulasikan secara cermat supaya kadarnya aman untuk pencernaan manusia.
c) Antosionin
Antosianin juga memiliki kemampuan sebagai anti-oksidan yang baik dan memiliki
peranan yang cukup penting dalam mencegah beberapa penyakit seperti kanker, diabetes,
kardiovaskuler, dan neuronal.
Antosianin merupakan kelompok pigmen yang terdapat dalam tanaman dan biasanya
banyak ditemukan dalam bunga, sayuran maupun buah-buahan seperti Manggis, Stroberry,
Rasberry, Apel, dan lainnya.
d) Anti-Inflamasi (Peradangan)
Kulit buah Manggis memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi (anti- peradangan).
Untuk membuktikan hal itu, penelitian yang dilakukan adalah dengan memakai mangostin
dari ekstrak etanol 40% yang memiliki aktifitas penghambatan terhadap pelepasan
nistamin dan sintesis prostagladin E2 sebagai perantara inflamasi. Kandungan ekstrak
etanol dalam kulit buah Manggis mampu meredam radikal bebas secara kuat.
e) Anti-Kanker
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kandungan xanthone dalam kulit buah
Manggis mampu berperan sebagai senyawa anti-kanker. Kulit buah Manggis memiliki sifat
antiproliferasi untuk bisa menghambat pertumbuhan sel kanker, selain juga mampu
menghancurkan sel kanker.

Efek Farmakologis
1. Menjaga Kesehatan Tubuh dan Meningkatkan Energi.
Jika dikonsumsi oleh kita secara rutin maka jus kulit buah manggis dapat meningkatkan
energi, memicu perasaan bahagia serta menambah stamina. Xanthone dari kulit manggis
yang merupakan antioksidan tingkat tinggi dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta
mengontrol berbagai serangan penyakit.
2. Memperbaiki Elastisitas Sel Tubuh dan Menurunkan Berat Badan.
Kandungan antioksidan yang sangat tinggi yang terdapat dalam kulit buah manggis dapat
meningkatkan regenerasi sel-sel sehingga dapat memperlambat proses penuaan.
Kandungan antioksidan pada kulit manggis yaitu 66,7 kali wortel dan 8,3 kali kulit jeruk.
Sebagai antioksidan, xanthone memiliki gugus hidroksida yang sangat efektif untuk
mengikat radikal bebas yang merupakan penyebab dari rusaknya sel tubuh. Selain itu,
antioksidan tersebut juga dapat membantu dalam hal penurunan berat badan dengan cara
menyeimbangkan kadar kortisol – yaitu hormon yang dapat menstimulasi penumpukan
lemak dalam tubuh.
3. Menyeimbangkan Sistem Kelenjar Endokrin.
Kulit manggis mengandung senyawa yang bernama “Xanthone” yang bekerja
menyeimbangkan sistem kelenjar endokrin. Sistem kelenjar endokrin yang seimbang
menimbulkan keseimbangan yang baik dari semua hormon dan neurokimia yang
diproduksi oleh sistem endokrin. Xanthone juga dapat membantu mempercepat
penyembuhan luka, mengeluarkan racun dari hati, dan lain-lain.
4. Menjaga Kesehatan Otak.
Antioksidan yang ada di dalam kulit buah manggis juga dapat membantu mencegah
penurunan fungsi otak yang dapat mengakibatkan penyakit seperti demensia dan
Alzheimer, juga mencegah terjadinya faktor kerusakan sistem syaraf yang dapat
mengakibatkan penyakit Parkinson. Kandungan flavonoid di dalam kulit buah manggis
bekerja untuk menghentikan kerusakan ringan pada memori otak.
5. Meningkatkan Kemampuan Tubuh Dalam Mengatasi Stress.
Di saat terjadinya stress, tubuh kita akan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan.
Zat Xanthone yang terdapat di dalam kulit manggis bekerja untuk menyeimbangkan kadar
hormon kortisol sehingga secara alami tubuh mampu menurunkan tingkat depresinya serta
meningkatkan mood.
6. Menjaga Kesehatan Pencernaan.
Kandungan antioksidan di dalam kulit buah manggis dapat membantu untuk melindungi
dan menurunkan kandungan asam yang tinggi pada lambung. Zat antimikroba dalam kulit
manggis dapat memerangi bakteri, parasit dan jamur dalam perut. Selain itu juga, zat
antimikroba tersebut bekerja untuk mengatasi iritasi usus besar dan usus kecil yang dapat
menyebabkan gangguan fungsi pencernaan dan serta diare. Ekstrak kulit manggis juga
mampu mencegah radang usus besar dengan cara menghambat infeksi pada kantong-
kantong yang terdapat di lapisan usus besar.
7. Mencegah Batu Ginjal.
Mengkonsumsi ekstrak kulit manggis dalam jumlah tertentu secara rutin akan membuat
anda mengeluarkan air seni lebih sering sehingga anda dapat terhindar dari penyakit
infeksi saluran kemih dan juga masalah batu ginjal.

Aplikasi Penggunaan
a. Untuk dikonsumsi secara oral sebagai obat herbal
Ada beberapa cara penyajian yang bisa kita lakukan. Kulit manggis bisa disajikan dalam
bentuk ekstrak Jus, ekstrak bubuk, Wedang/ Minuman hangat, maupun dicampur dengan
buah yang lain.

 Cara membuat jus manggis (buah dan kulitnya)


1. Siapkan 3 buah manggis segar yang mempunyai kualitas bagus (tidak cacat dan tidak
busuk).
2. Cuci bersih buah manggis hingga bersih.
3. Kupas kulit manggis, dan kerok bagian dalam kulitnya yang berwarna merah,
usahakan tidak terkena bagian hitam kulit manggis (kulit luar) dan jangan sampai
getah kuningnya ikut-ikutan terambil, karena dapat menyebabkan rasa pahit
nantinya.
4. Kulit manggis dimasukkan ke dalam blender (yang diblender adalah semua bagian
dari buah, kulit, isi dan daging buah menjadi satu kesatuan sebagai obat).
5. Tambahkan air mineral 500ml (1 gelas besar) ke dalam blender.
6. Kemudian tambahkan madu, (bisa juga gula rendah kalori) untuk mengurangi rasa
pahit (bukan gula karena gula berakibat buruk bagi penderita diabetes).
7. Langkah terakhir adalah menyaring jus kulit manggis dan masukkan ke dalam
kulkas, karena penyajian dalam keadaan dingin lebih nikmat.
8. Sebaiknya diminum setelah makan. Minimal jeda waktu 20 menit sesudah makan
9. Catatan: Permukaan atas jus ini akan menghitam jika terkena udara, ini tidak ada
masalah, tidak perlu dibuang lapisan yang menghitam ini.

 Cara membuat wedang kulit manggis


Membuat Wedang Kulit Manggis bisa dibuat dari bahan kulit manggis segar maupun
kering yang banyak dijual di Supermarket.
1. Keroklah 3 buah kulit manggis segar jangan sampai kena bagian hitam kulit luarnya.
Atau 1 genggam kulit manggis kering (sekitar5-10 butir).
2. Masukkan ke dalam Panci berbahan Stainlessteel atau Kuali keramik (tanah liat).
3. Rebus dengan 250 air (sekitar 4 gelas) hingga mendidih dan tersisa tinggal 2 gelas air
rebusannya.
4. Saring air rebusan kulit manggis
5. Tambahkan madu, atau gula rendah kalori secukupnya.
6. Wedang Kulit Manggis Hangat siap disajikan.
7. Jika cuaca panas bisa disajikan dingin dengan menambahkan es batu.

 Cara membuat serbuk kering kulit manggis


1. Siapkan kulit manggis kering dalam kondisi baik dan bersih. Perhatikan hindari kulit
manggis yang sudah berjamur.
2. Cuci dan tiriskan. Potong-potong dalam ukuran yang memudahkan proses
penghancuran.
3. Haluskan kulit manggis kering dengan mesin blender atau tumbukan tradisional.
4. Saring Kulit Manggis yang sudah dihaluskan menyerupai bubuk kopi.
5. Simpan dalam toples / wadah kedap udara supaya tahan lama.
6. Cara penyajiannya sama seperti kita membuat secangkir kopi. Aambil 2 sendok teh
bubuk kulit manggis ke dalam 1 gelas dan campurkan gula rendah kalori.

 Beberapa cara pengelolaan manggis untuk beberapa penyakit:


 Obat sariawan
Untuk mengobati sariawan gunakan kulit dari 2 buah manggis yang masak, dicuci,
dan dipotong-potong. Lalu,direbus dengan 3 gelas sampai air sampai volume tinggal
1/2-nya, setelah dingin disaring kemudian dikumur dan terus diminum (3-6 x sehari 2
sendok makan)
 Obat Disentri
Untuk mengobati disentri gunakan kulit dari buah manggis, dicuci dan di potong-
potong, lalu, direbus dengan 4 gelas air sampai volume tinggal 1/2 gelas, setelah
dingin disaring lalu diminum dengan madu bila perlu (2 x sehari 3/4 gelas).
 Obat mencret / diare
Untuk mengobati mencret digunakan kulit dari 2 buah manggis yang masak, dicuci
dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 3 gelas sampai air sampai volume tinggal
1/2-nya, setelah dingin disaring kemudian diminum dengan madu bila perlu (2 x
sehari 3/4gelas).
 Ramuan pencegah bakteri
Bahan: Kulit manggis, madu, Cara membuat: Kerok kulit manggis bagian dalam, lalu
blender hingga halus. Tambahkan madu secukupnya agar rasanya lebih manis. Minum
ramuan tersebut minimal satu hari sekali, agar bakteri merugikan yang bersarang di
tubuh hilang. Anda pun bisa cantik luar dalam.

b. Untuk digunakan secara topikal


Untuk mendapatkkan khasiat kulit manggis bagi kesehatan kulit dan kecantikan, kulit
manggis bisa dijadikan sebagai masker.
 Masker
1. Siapkan kulit manggis dan cuci di air mengalir hingga bersih
2. Potonglah kulit manggis menjadi beberapa bagian
3. Hancurkanlah seluruhnya dengan menggunakan blender
4. Jika kurang halus, maka tambahkanlah air secukupnya
5. Buanglah air dan kurangi hingga tersisa ampasnya
6. Gunakanlah ampas tersebut sebagai masker dan pastikan untuk mengoleskannya
dengan merata.
7. Biarkan kulit manggis agar nutrisinya terserap pada seluruh wajah
8. Setelah masker kering cuci wajah dengan menggunakan air hangat

 Ramuan pencegah jamur


Bahan: Kulit manggis dan air hangat
Cara membuat : Kerok kulit manggis bagian dalam yang lembut, lalu campurkan
hasilnya dengan air hangat suam-suam kuku. Rendam bagian tubuh yang berpotensi
terjangkit jamur, seperti telapak kaki misalnya. Rendam selama 3-5 menit, lalu basuh
dengan handuk. Ramuan ini juga bisa digunakan sebagai air pembilas tubuh sewaktu
mandi.