Anda di halaman 1dari 2

Kritik terhadap Horney

Teori psikoanalisis sosial Horney memberikan prespektif menarik tentang ciri-ciri


humanisme. Akan tetapi, teori tersebut tidak memiliki penelitian terkini yang cukup untuk
mendukung gagasan-gagasannya. Kekuatan teori Horney adalah pada gambarannya yang jelas
tentang kepribadian neurotik. Tidak ada teoretikus kepribadian lainnya yang menulis tentang
neurosis, sebaik (atau sebanyak) Horney. Penjelasannya yang sangat komprehensif tentang
kepribadian neurotik memberikan ide-ide yang sangat baik untuk memahami orang-orang yang
kurang sehat secara mental. Meskipun demikian, ide-idenya yang hampir sebagian besar
dikhususkan membahs tentang orang-orang neurotik telah membatasi teorinya. Gagasan-
gagasannya mengenai kepribadian normal atau sehat sangatlah umum dan tidak dijelaskan
dengan baik. ia meyakini bahwa setiap orang pada dasarnya akan selalu berusaha meraih
pemahaman diri tersebut.

Teori Horney tidak cukup kuat untuk mengembangkan penelitian dan memenuhi kriteria
falsifiability atau kemungkinan logis bahwa sebuah gagasan dapat dianggap salah atau benar
berdasarkan observasi penelitian. Pemikiran dari teori tidak dapat dengan mudah menghasilkan
hipotesis yang bisa diteliti, dan oleh karena itu, teori tersebut kurang dalam hal verifiability atau
kemungkinan bahwa sebuah gagasan dapat diverifikasi serta falsifiability. Teori Horney sebagian
besar didasari oleh pengalaman-pengalaman klinis ketika ia sering kali berhubungan dengan
individu-individu neurotik. Ia keberatan untuk membuat asumsi-asumsi spesifik tentang keadaan
psikologis dari individu-individu sehat. Teorinya lebih banyak berkutat pada orang-orang
neurotik. Oleh karena itu, teori tersebt dinilai tinggi kemampuannya dalam hal mengorganisasi
pengetahuan mengenai neurotik. Meskipun demikian, teori Horney dinilai rendah dalam
kemampuannya menjelaskan tentang orang-orang pada umumnya.

Teori Horney dianggap lebih berhasil dalam fungsinya sebagai panduan pemecahan
masalah. Guru, terapis, dan terutama orang tua dapat menggunakan asumsinya mengenai
perkembangan kecenderungan neurotik agar dapat memberikan lingkungan yang hangat, aman,
dan menerima bagi para siswa, pasien, atau anak-anak mereka. Akan tetapi, diluar fungsi-fungsi
tersebt, teori ini tidak cukup dalam memberikan penanganan yang jelas dan mendetail bagi para
praktisi. Untuk kriteria ini, teori Horney menerima penilaian yang rendah.

Dalam buku “Neurosis an Human Growth” yang ditulis Horney (1950), konsep dan
idenya jelas, kosisten, dan tidak ambigu. Akan tetapi, ketika semua karyanya diteliti, sebuah
gambaran yang berbeda muncul. Dalam sekian tahun, ia menggunakan istilah seperti “kebutuhan
neurotik” dan “kecenderungan neurotik” kadang sebagai istilah yang berbeda dan kadang
sebagai istilah yang saling menggantikan. Di sisi lain, istilah “kecemasan dasar” dan “konflik
dasar” tidak selalu dibedakan dengan jelas. Ketidak kosistenan ini membat keseluruhan karyanya
menjadi agak tidak konsisten, tetapi tetap saja teori terakhirnya (1950) adalah sebah teori yang
dibahas dengan jelas dan konsisten.
Kriteria lain dari sebah teori yang berguna adalah kesederhanaan, dan teori terakhir dari
Horney, sebagaimana dijelaskan pada bab terakhir atau bab 15 dari “Neurosis and Human
Growth”, mendapat penilaian tinggi untuk kriteria ini. Bab terkahir dalam buku tersebut, yang
membahas pengantar teori Horney tentang perkembangan neurotik, merupakan bab yang
sederhana, mudah dipahami, dan ditulis dengan jelas.

Sumber : Buku Feist