0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
391 tayangan6 halaman

Resume Anak KDK

Pasien bayi perempuan usia 1 tahun 9 bulan mengalami demam dan kejang. Dilakukan monitoring TTV, kesadaran, nutrisi, dan pemberian terapi antipyretik serta antibiotik. Tujuannya adalah menurunkan demam dan mencegah kejang serta cidera, dengan menjaga lingkungan yang aman untuk pasien. Evaluasi menunjukkan kondisi pasien membaik.

Diunggah oleh

kurniahariani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
391 tayangan6 halaman

Resume Anak KDK

Pasien bayi perempuan usia 1 tahun 9 bulan mengalami demam dan kejang. Dilakukan monitoring TTV, kesadaran, nutrisi, dan pemberian terapi antipyretik serta antibiotik. Tujuannya adalah menurunkan demam dan mencegah kejang serta cidera, dengan menjaga lingkungan yang aman untuk pasien. Evaluasi menunjukkan kondisi pasien membaik.

Diunggah oleh

kurniahariani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama Pasien : An.

”A” (1th, 9bln, 7hr) Diagnosa medis : KDK

No.RM : 35.36.51 Tanggal pengkajian : 21 Oktober 2019

Tanggal MRS : 20 Oktober 2019

ANALISIS
SUBJEKTIF OBJEKTIF TUJUAN RENCANA TINDAKAN EVALUASI
MASALAH
(Tgl 21 Okt 2019, Jam 09:00) (Tgl 21 Okt 2019,
NIC:
- Ibu klien - Keadaan Infeksi ekstra NOC: Jam 12:00)
- Monitor TTV
kranium
mengatakan Umum:sedang - Thermoreguasi - Memonitor TTV (HR,
- Monitor adanya penurunan tingkat
anaknya - Kesadaran: Setelah dilakukan Suhu, RR) S:
Melepaskan kesadaran
tindakan keperawatan
demam ± 2 Compos mentis. pirogen Ibu klien
selama 1x24jam
- Kompres pasien pada lipat paha dan
hari sbelum - TTV : diharapkan Suhu tubuh - Memonitor adanya mengatakan
aksila
Hypotalamus dalam batas
masuk RS HR:102x/menit, penurunan kesadaran demam anaknya
normal dengan kriteria
- Tingkatkan sirkulasi udara
S:38ºC, hasil: mulai turun
Pelepasan
- Suhu 36-37oC
Rr:30x/menit asam - Tingkatkan intake cairan dan nutrisi - Menganjurkan ibu untuk O:
- HR : 100-120x.menit
arakidonat
- Akral teraba dan RR : 24-30x/mnit memberikan kompres - Kesadaran:
- Monitor intake dan output
- Akral hangat
hangat, hangat pada lipatan paha Compos
- Berikan cairan intravena
- WBC : 13,35 dan aksila mentis
Peningkatan
- HB : 10,3 sintesis - Berikan anti piretik & antibiotik - Turgor kulit:
prostaglandin
- PLT : 373 - Memotivasi ibu untuk baik
E2 - Monitor hidrasi seperti turgor
- RBC : 4,37 kulit,kelembaban membran mukosa) banyak memberikan ASI/ - Membran
- GDS: 102 makan minum terutama mukosa bibir:
Hipertermia
saat demam lembab
- HR:120x/m,

1
- Melakukan kolaborasi RR:26x/m,
dalam pemberian cairan S:36,6˚ C.
intravena - Terpasang
IVFD D5 ¼
NS 1000cc/24j
- Melakukan kolaborasi
(makro)
dalam pemberian terapi:
lengan kanan
- Infus D5 ¼ Ns
1000cc/24j
A:
- PCT 100mg/8jam
masalah
- Cefotaxime
hipertermia
150mg/8jam teratasi sebagian
- Diazepam 0,3 mg
(bila kejang) P:
Intervensi
dilanjutkan
- Monitor TTV,
kesadaran,
turgor dan
membran
mukosa
- Motivasi
hidrasi yang
optimal
- Memberikan
terapi

2
antipiretik
(saat demam)
& antibotik
ANALISIS
SUBJEKTIF OBJEKTIF TUJUAN RENCANA TINDAKAN EVALUASI
MASALAH
Ibu klien - Keadaan Kejang - Menyediakan lingkungan S:
mengatakan Umum:sedang NOC : NIC: yang aman Ibu klien
- Sediakan lingkungan yang aman untuk mengatakan klien
anaknya - Kesadaran: - Risk Kontrol - Meletakkan bayi pada
pasien tidak ada kejang
demam ± 2 Compos mentis. Kehilangan - Immune status - Identifikasi kebutuhan keamanan tempat tidur bayi dan O:
koordinasi
hari sbelum - TTV : - Safety Behavior pasien,sesuai dengan kondisi fisik dan memasang side rail - Kesadaran:
dan kontrol fungsikognitif pasien dan riwayat Compos
masuk RS HR:120x/menit, otot Setelah dilakukan tempat tidur
penyakit terdahulu pasien mentis
tindakan keperawatan
dan S:38ºC, - Menghindarkan lingkungan yang - Memberikan penerangan - Turgor kulit:
selama 1x24 jam
mengalami Rr:30x/menit diharapkan Klien tidak berbahaya (misalnya memindahkan yang cukup baik
Resiko jatuh mengalami cidera dengan perabotan) - HR:120x/m,
kejang 2 - Pengkajian skor - Menganjurkan ibu/ayah
kriteria hasil: - Memasang side rail tempat tidur RR:30x/m,
(cedera)
kali , yang resiko jatuh : 14 - Klien terbebas dari - Menyediakan tempat tidur yang klien tetap menemani S:36,6˚ C.
cidera
pertama (resiko tinggi) nyaman dan bersih klien - Tidak ada
jam 05.00 - Membatasi pengunjung kejang
- Memberikan penerangan yang cukup - Terpasang
tangal 20 - Menganjurkan keluarga untuk siderail
Oktober menemani pasien. tempat tidur
2019 - Memindahkan barang-barang yang
dapat
dengan
membahayakan A:
durasi - Berikan penjelasan pada pasien dan masalah risiko
1menit dan keluarga atau pengunjung adanya jatuh tidak terjadi
perubahan status kesehatan dan
yang kedua
penyebab penyakit. P:
sekitar jam Intervensi
09.30 dilanjutkan
3
dengan - Memposisikan
durasi 1 klien pada
tempat tidur
menit
bayi dan
memasang bed
side rail

ANALISIS
SUBJEKTIF OBJEKTIF TUJUAN RENCANA TINDAKAN EVALUASI
MASALAH

NIC:
- Ibu klien - Keadaan Kejang NOC :
- Monitor TTV - Memonitor TTV &
mengatakan Umum: sedang - Status sirkulasi - Monitor tonus otot pergerakan tingkat kesadaran S:
- Status neurologi - Catat perubahan pasien dalam
anaknya - Kesadaran: Perubahan Ibu klien
- Tissue Prefusion merespon stimulus - Memonitor tonus
demam 2 Compos mentis. supplay darah :cerebral - Monitor status cairan otot pergerakan mengatakan
Setelah dilakukan - Pertahankan parameter hemodinamik
hari - TTV : ke otak demam sudah
tindakan keperawatan - Tinggikan kepala 0-45o tergantung - Memonitor status
sebelum HR:120x/menit, selama 1x24jam pada konsisi pasien dan order medis cairan tidak terlalu sering
diharapkan Perfusi
masuk RS S:38ºC, Resiko dan tidak pernah
jaringan cerebral efektif - Meninggikan posisi
- Ibu klien Rr:30x/menit kerusakan sel dengan kriteria hasil: kepala 0-45o kejang lagi
- TTV dalam batas
mengatakan Akral hangat neuron otak
normal
anaknya - Bebas dari kejang O:
o Melakukan
saat demam Risiko - Kesadaran:
kolaborasi
SMRS perfusi Compos
dalam
sempat jaringan mentis
pemberian
kejang 2 serebral - HR:120x/m,
terapi:
kali , yang tidak efektif RR:30x/m,
o Infus D5 ¼
pertama S:36,6 C.
Ns
jam 05.00
1000cc/24j

4
tangal 20 o PCT - Turgor kulit:
Oktober 100mg/8jam baik
2019 o Cefotaxime - Membran
dengan 150mg/8jam mukosa bibir:
durasi 1 o Diazepam lembab
menit dan 0,3 mg (bila - Tonus otot:
yang kedua kejang) baik
sekitar jam - - Terpasang
09.30 IVFD D5 ¼
dengan NS
durasi 1 1000cc/24j
menit (makro)
lengan kanan

A:
masalah perfusi
jaringan serebral
tidak terjadi
P:
Intervensi
dilanjutkan
- Monitor TTV,
kesadaran,
turgor dan
membran
mukosa
5
- Memberikan
terapi
antipiretik
(saat demam)
& antibotik

Anda mungkin juga menyukai