Anda di halaman 1dari 40

Oleh :

Muliyana


Program Megister manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Batanghari
2013
Tugas Pengantar Manajemen
Prof. DR. Ir. H. Hapzi Ali, MM

Pengertian Manajemen
Manajemen to manage artinya
control
Dalam bahasa Indonesia : mengendalikan,
menangani atau mengelola
Contoh : menangani, mengelola suatu
perusahaan atau rumah tangga.
Manajemen sebagai ilmu
Manajemen memenuhi kriteria ilmu dan
metode keilmuan yang menekan kepada
konsep-konsep, teori prinsip dan tekhnik
pengelolaan.
Manajemen sebagai seni
kemampuan pengelolaan sesuatu itu
merupakan seni (kreatif)
keterampilan


Manajemen sebagai Proses
George R. Terry (1997)

Manajemen adalah suatu proses yang berbeda terdiri dari
planning, organizing, actuating dan controlling untuk
mencapai tujuan yang ditentukan dengan menggunakan
manusia dan sumber daya lainnya.
Tujuan
Gambar Manajemen sebagai Proses

sumber daya
pokok berupa
6M
Fungsi-fungsi
pokok berupa:
Proses manajemen
Tujuan yang
ditetapkan
merupakan hasil-hasil
akhir
Manajemen secara umum


Pengelolaan suatu pekerjaan untuk
memperoleh hasil dalam rangka
pencapaian tujuan yang telah ditentukan
dengan cara menggerakan orang-orang
lain untuk bekerja.
Bagaimana manajemen tanpa proses

Menejemen tidak akan tahu bagaimana
jalannya suatu organisasi untuk mencapai
tujuan bersama tanpa fungsi manajemen
(POAC)
Bagaimana manajemen tanpa struktur
tanpa adanya proses

Tidak memiliki struktur organisasi

sulit dalam mempertegas tugas dan
tanggung jawab wewenang

Goal (visi dan misi) tidak tercapai




Bagaimana manajemen tanpa
tekhnologi
tidak dapat berhasil : efektifitas, efisien dan
produktif
Tekhnologi menciptakan produk-produk
dan tekhnik-tekhnik produksi baru dan cara
mengelola bisnis dan berkomunikasi.
Contoh: penggunaan komputer untuk
menyimpan data-data penting perusahaan
dan membuat skema orrganisasi dan
penggunaan internet sebagai wadah
pencarian informasi dan promosi
Bagaimana manajemen tanpa
organisasi

Tidak dapat menghasilkan norma-norma
prilaku, karena budaya organisasi
merupakan suatu nilai dan kepercyaan
bersama yang berinteraksi dengan orang-
orang, struktur dan sistem suatu
organisasi.
Kapan manager menggunakan ilmu
pengetahuan untuk mengelola


oKetika seorang meneger
menentukan sumber daya pokok
(6M) dan dalam menentukan fungsi-
fungsi pokok (POAC)
oUntuk mendapatkan tujuan yang
ditetapkan



Kapan manager menggunakan proses
dalam mengelola


oKetika seorang meneger
menentukan sikap atau
perbuatan/prilaku dalam memimpin


POAC
George R.Terry :
1. P = Plenning
2. O = Organizing
3. A = Actuating
4. C = Controlling

Planning / perencanaan :
Menjelaskan, memantapkan, dan
memastikan tujuan yang dicapai.
Meramalkan peristiwa pada waktu yang
datang
Memperkirakan kondisi-kondisi pekerjaan
yang dilakukan
Memilih tugas yang sesuai untuk
pencapaian tujuan
membuat rencana (kreatifitas)
Membuat kebijakan, prosedur, standar dan
metode-metode


Organizing/ pengorganisasian
Membagi pekerjaan
Mengelompokan tugas-tugas (secara
oprasional)
Menggabungkan jabatan-jabatan ke unit-
unit yang saling berkaitan
Memilih dan menempatkan orang yang
sesuai
Menjelaskan persyaratan setiap jabatan
Menyesuaikan wewenang dan tanggung
jawab
Actuating
Berkerjasama, kerja keras dan kerja
cerdas dalam mengarahkan dan
memberikan perintah dengan
memanfaatkan semua sumber daya
manusia yang ada untuk mencapai visi
dan misi dan program kerja organisasi
yang telah ditetapkan.
Controlling
mengontrol atau mengawasi baik dalam
bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi
hingga audit agar dapat berjalan sesuai
visi, misi, aturan dan program kerja.
PDCA
P = Plenning (perencanaan)
D = Do (pelaksanaan)
C = Check (menilai dan mengontrol)
A = Action (aksi)
Contoh PDCA
Goal : Membuat Youghurt
P : 1. Sumber daya yang
dibutuhkan
2. bahan baku pembuatan
youghurt
Do : Langkah-langkah membuat
youghurt
check : hasil pembuatan youghurt
kurang kental
Action : menambahkan bahan baku
seperti susu agar hasilnya lebih
kental
Effective
kemampuan dalam memilih tujuan yang
tepat atau peralatan yang tepat untuk
mencapai tujusn ysng telah ditetapkan.
Effisien
kemampuan untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan dengan benar.
Produktive
kemampuan untuk menghasilkan suatu
benda atau produk.
Koordinasi
usaha seorang pemimpin untuk
menyesuaikan, menyelaraskan,
menyatukan dan menghimpun suatu
pekerjaan agar dapat berlangsung
secara selaras, serasi dan seimbang
kearah hasil yang diinginkan.
Integarsi
usaha seorang pemimpin untuk
menyatukan kegiatan-kegiatan dengan
meniadakan kegiatan yang tidak perlu
untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Sinkronisasi
usaha seorang pemimpin untuk
menyelaraskan kegiatan-kegiatan yang
pada waktu bersamaan secara serentak
dan menyeluruh.
Proses Manajemen
menentukan sumber daya (6M)


fungsi-fungsi menejemen (POAC)


mencapai tujuan yang telah di tetapkan
(GOAL)
Sumber daya dalam manajemen
6M
1. Man : faktor manusia
2. Money : uang untuk mencapai
tujuan
3. Methodes : cara kerja
4. Materials : bahan-bahan
5. Machine : mesin-mesin yang
diperlukan
6. Market : pasar atau pemasaran
Proses POAC/PDAC

sumber daya (6M)
methode
plenning (P), organizing (O), actuating (A)
dan control (C)

Tujuan yang ingin dicapai



Output efective, efficient dan produktive

IQ, EQ dan SP
IQ : kecerdasan intelektual
kemampuan untuk menalar,
perencanaan,memecahkan masalah, belajar,
memahami, berfikir penggunaan bahasa dan
lainnya.
EQ : kecerdasan emosi
Kemampuan pengendalian diri, semangat
dan ketekunan.
SQ : kecerdasan spiritual
kecerdasaan jiwa yang dapat membantu
seseorang membangun dirinya secara utuh.
Kunci bahagia
syukur dan sabar kunci bahagia dunia dan
akhirat (H. Hamdani, S.AG)
orang beriman BAHAGIA

dapat musibah sabar dan tawakal
dapat kebaikan bersyukur kepada
ALLAH SWT

Berkata SyeikhRahimaturullah
(Ibrohim :7)
ALLAH SWT akan menambah
keutamaan serta kebaikan-Nya kepada
orang yang bersyukur, jika ingin bertambah
kenikmatan. Sebaliknya , jika engkau ingin
hilang kenikmatan (tersebut) (dari) mu
engaku kelak akandiancam azab, maka
kufurlah nikmat tersebut.

Orang berilmu akan ditinggikan derajatnya
baik di dunia dan di akhirat kelak
AL Araf 7 : 179
Allah SWT memandang rendah orang
orang yang tidak mau menggunakan potensi
akalnya sehingga mereka disederajadkan
dengan binatang, bahkan lebih rendah dari
itu.

Az Zumar 39 : 9
ALLAH SWT memandang lebih tinggi
derajad orang yang berilmu dibandingkan
orang orang yang bodoh.


Menuntut Ilmu Suatu Kewajiban Dan
Sunatullah
Wahyu pertama dalam AL-Quran :
Bacalah
Hadist : carilah ilmu dari asuhan sang ibu
(tidak terbatas waktunya), hingga masuk liang
kubur.
Islam mewajibkan mencari ilmu bukan
hanya ilmu pengetahuan, apa saja yang
membawa kemaslahatan dan berguna
bagi manusia dalam hidup dan
kehidupannya , selama tidak bertentangan
dan merusak Aqidah Islamiyah, Rosullullah
bersabda : carilah ilmu pengetahuan
sekalipun adanya di negeri cina, bahwasanya
mencari ilmu itu kewajiban bagi semua pemeluk
islam.
Doa Sepasang Bidadari
yang dimaksud adalah doa Ibu dan
istri/suami bagi yang sudah menikah
Mengapa???
sudah jelas karena syurga di bawah
telapak kaki ibu.
Hadist :
seorang sahabat bertanya: ya Rosullullah,
siapa yang paling berhak memperoleh
pelayanan dan persahabatanku??? Nabi
SAW menjawab, ibumu ibumu
ibumu kemudian ayahmu dan kemudian
yang lebih dekat kepadamu
(Mutafaqalaih).
Selanjutnya pasangan kita istri atau suami

Istri memang belahan jiwa kita, istri yang menjadi teman
dalam hidup kita.

KITA SENANGKAN DAN SELARASKAN DOA KITA
DENGAN IBU DAN PASANGAN KITA (ISTRI ATAU
SUAMI), MAKA AKAN MEMPERCEPAT RIZKI DAN
DIKABULKAN DOA KITA
Kekuatan berfikir positif
berfikir positif : sikap mental yang melibatkan
proses memasukan pikiran-pikiran, kata-
kata, dan gambaran-gambaran yang
konstruktif (membangun) bagi
perkembangan pikiran anda.



Kebahagiaan
Sukacita
Kesehatan
Kesuksesan

Mental Pemenang


Yang dimaksud adalah seseorang dengan
jiwa yang adil, selalu memegang teguh
prinsip fair dalam kompetisi atau
organisasi.


Segala yang terjadi semua atas takdir /
kehendak Tuhan

Hanya Allah semata yang mengatur Alam
semeta ini

Kita sebagai seorang muslim wajib
mempercayai bahwa semua yang terjadi di
di muka bumi ini adalah atas kehendak dan
takdir Allah.
Segala apa yang terjadi telah ditetapkan
Allah dalam kitab Luhmahfuz. Sebagaimana
Allah berfirman:

[/22]

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di
bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul
Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.

Sebagaimana Allah sebutkan dalam
firman-Nya:

[/11]

Tidak ada suatu musibah pun yang
menimpa seseorang kecuali dengan ijin
Allah.

Maka ditangan Allah-lah segala ketentuan
nasib seluruh makhluk, sebagaimana Allah
nyatakan dalam firman-Nya:

(82)

[/82-83]

Sesungguhnya apabila Dia menghendaki
sesuatu hanya cukup berkata kepadanya:
Jadilah! maka terjadilah ia. Maka Maha Suci
(Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan
segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu
dikembalikan.