Anda di halaman 1dari 74

CHECK LIST REKAM MEDIK (JCI)

26 SEPTEMBER 2013
IDENTITAS PASIEN
FOTO PASIEN
Foto diambil atas
persetujuan orang
tua
TANGGAL PEMASANGAN TINDAKAN INVASIF
DAN GELANG IDENTITAS
FORM TRIAGE
PENGANTAR RAWAT INAP
GENERAL CONSENT






ASUHAN KEPERAWATAN
GAWAT DARURAT
Asuhan Keperawatan
Gawat Darurat
SURAT PERNYATAAN
REKAM MEDIS
FORM TERINTEGRASI A DAN B

HASIL LABORATORIUM

LAPORAN KASUS
IDENTITAS
NAMA : NKS
JENIS KELAMIN : Perempuan
TANGGAL LAHIR : 18/02/11
USIA : 2 tahun
ALAMAT : Br Kusambi Bunutan, Abang
NO CM : 01618077
TANGGAL MRS : 26/9/13, pk.14.00 WITA

ANAMNESIS
Demam
KELUHAN UTAMA
Pasien rujukan RSU Karangasem dengan diagnosis
observasi febris lama + malnutrisi + post
colostomy.
Pasien dikeluhkan demam sejak 10 hari SMRS
(16/9/13) PK. 16.00. Demam awalnya sumer-
sumer, semakin lama semakin tinggi. Demam
turun dengan obat penurun panas kemudian naik
kembali. Menggigil (-), kejang (-)
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Muntah dikeluhkan sejak 6 hari SMRS,
frekuensi 4-5 kali/hari, volume 2-3 sendok
makan tiap kali muntah, warna kehijauan.
Makan dan minum berkurang sejak sakit.
Saat ini pasien tidak makan dan minum
selama 3 hari (selama dirawat di RS Karang
Asem).
Batuk, pilek dan sesak napas disangkal.
BAB selama ini harus dirangsang dengan
memasukkan selang ke dalam anus pasien.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
BAB terakhir dikatakan 4 hari sebelum MRS,
dengan konsistensi cair dan setelah dirangsang
dengan memasukkan selang ke dalam anus pasien.
Dikatakan saat dimasukkan selang 4 hari SMRS,
terasa ada ganjalan, sehingga sejak saat itu ibu
pasien jarang melakukan rangsangan pada anus
pasien.
BAK dikatakan lancar, dikatakan terakhir kira-kira 3
jam SMRS, warna kuning jernih, volume seperti
biasa.
Pasien tidak pernah menangis saat BAK, tidak
pernah keluar cairan dari telinga.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Sejak bulan Februari 2013, pasien terdiagnosis
Hirschsprungs disease di RSUP Sanglah.
26 Februari 2013 dilakukan Colostomy
28 Mei 2013 dilakukan tindakan operasi
Duhamel Procedure dengan modifikasi Adang
Kosim.
Setelah itu pasien kontrol di poli bedah anak
terakhir kontrol bulan Juli 2013 dikatakan setiap
kontrol selalu dilakukan businasi pada anus pasien.
Pasien kemudian tidak pernah datang kontrol
kembali dan dikatakan hanya bisa BAB bila
dilakukan rectal washing
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Pasien dirawat di RS Karang Asem sejak 6 hari
yang lalu karena demam, perut membesar dan
sulit BAB.
Mendapat terapi :
IVFD KaEN 3B
Cefoperazone sulbactam 3x200mg (iv)
Paracetamol intravena bila demam
Albumin 1x20mg
Tranfusi PRC 1x70ml
NGT dekompresi keluar cairan kehijauan
RIWAYAT PENGOBATAN TERDAHULU
Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan
seperti pasien
Hipertensi (-), diabetes (-), stroke (-), kejang (-)
RIWAYAT PENYAKIT DALAM KELUARGA
Pasien merupakan anak pertama.
RIWAYAT PRIBADI/ SOSIAL/LINGKUNGAN
BCG 1x, polio 4x, hepatitis B 4x, DPT 3x, campak 1x
RIWAYAT IMUNISASI
Menegakkan kepala : lupa
Membalikkan badan : 6 bulan
Duduk : 6 bulan
Merangkak : 7 bulan
Berdiri : 12 bulan
Berjalan : 15 bulan
Bicara : 18 bulan
RIWAYAT PERKEMBANGAN
ASI : 0 bulan sampai sekarang frekuensi on
demand
Susu formula : -
Bubur susu : sejak usia 17 bulan, frekuensi 3 x
sehari
Nasi tim : sejak usia 17 bulan, frekuensi 3 x
sehari
Makanan dewasa : sejak 11 bulan, frekuensi 1 x sehari
RIWAYAT NUTRISI
Nasi 1x100 g
Ikan potong

Asupan Energi : 225 kkal
Protein : 7 g
FOOD RECALL 24 JAM
PEMERIKSAAN FISIK
STATUS PRESENT


Kesan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : E4V4M5 (13/13)
Nadi : 128 x/menit reguler, isi cukup
Laju napas : 34 x/menit, reguler
Suhu Axila : 37,9C
SpO2 : 98 % dalam udara ruangan
Skala nyeri : 2

STATUS GENERAL

KEPALA : Normocephali, Old man face (-),
Rambut jagung (-)
MATA : konjungtiva pucat (+), ikterus (-),
Pupil isokor +/+, refleks cahaya +/+


THT Telinga : sekret (-), membran timpani kanan
tertutup serumen; kiri intak, refleks cahaya (+)
Hidung : napas cuping hidung (-), sekret (-)
Tenggorok : faring hiperemis (-),
T1/T1 hiperemis (-)

Mulut : bibir sianosis (-), mukosa basah (+)
LEHER : pembesaran kelenjar (-), kaku kuduk (-)


Pemeriksaan Fisik

THORAX : Iga gambang (+)
COR
Inspeksi : precordial bulging (+), ictus cordis
tampak di ics IV MCL sinistra
Palpasi : Ictus cordis teraba di ICS IV MCL
sinistra, kuat angkat (+)
Auskultasi : S1 & S2 normal, reguler, murmur (-)

PULMO

Inspeksi : bentuk N, simetris statis/dinamis,
retraksi (-)
Palpasi : Gerakan dada simetris
Perkusi : Perkusi paru sonor
Auskultasi : suara napas vesikuler +/+, rales -/-,
wheezing -/-



LENGKAPI INSPEKSI, PALPASI, PERKUSI,
AUSKULTASI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Pemeriksaan Fisik
ABDOMEN
Inspeksi : distensi (+), scar operasi (+), Darm contour (+)
Auskultasi : peristaltik (+) normal
Palpasi : distensi (+), nyeri tekan (+), turgor kulit
segera kembali, Meteorismus (+)
Hepar : tidak teraba
Lien : tidak teraba

Extremitas :
Akral hangat (+), Capillary refill time < 2 detik, edema (-)

Gluteal
Baggy pants (+)

Kulit : normal, petekie (-), sianosis (-)






Pemeriksaan Fisik
STATUS ANTROPOMETRI
BB : 6.5 kg
TB : 98 cm
LK : 44 cm
LILA : 8 cm
BBI : 9 kg
WHO Anthro:
BB/U : -5,34 SD severely malnutrition
TB/U : -5,17 SD severely stunted
BB/TB : -3,71 SD severely wasted
LK/U : -7,08 SD
LLA/U : -31,3 SD
Status gizi berdasarkan waterlow : 72,2% (gizi kurang)
DIAGNOSIS KERJA:
Suspek Sepsis + Distensi abdomen e.c causa
suspek ileus obstruksif +
post Duhamel procedure modifikasi Adang
Kosim + Gizi Buruk Kondisi III tipe Marasmus
PLANNING TERAPI
10 langkah tatalaksana gizi buruk:
1. Mencegah & mengatasi hipoglikemia saat ini terpasang
IVFD RLD5
2. Mencegah & mengatasi hipotermia observasi vital sign
(suhu)
3. Mencegah & mengatasi dehidrasi terpasang IVFD RLD5
sesuai dengan kebutuhan maintenance
4. Memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit
5. Mengobati Infeksi Cefoperazone Sulbactam 50
mg/kgBB/kali 3x350mg (IV)
6. Memperbaiki kekurangan gizi mikro (tanpa Fe)
rencana Vitamin A 200.000 IU hari I,II,XV
Vitamin C 1x40 mg tunda karena
Vitamin B kompleks 1x1 tablet puasa (+)
As. Folat hari I : 5mg selanjutnya 1x1 mg
7. Memberikan makanan untuk stabilisasi & transisi
sementara pasien dipuasakan
> Kebutuhan kalori 100 kkal/kgBB/hari 300 kkal/hari
> Kebutuhan protein 1,5 g/kgBB/hari 13,5 g/hari
8. Memberikan makanan untuk tumbuh kejar
9. Memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang
10. Mempersiapkan untuk tindak lanjut di rumah
Total parenteral nutrition diberikan dengan cara:
Kebutuhan cairan 130 ml/kgBB/hari 845 ml/hari
Puasa sementara
Aminofusin Paed 5% 0,5g/kgBB/hari
3,25g/hari (65 ml/hari diberikan dengan syringe
pump dengan kecepatan 2,7ml/jam
IVFD D10% 730ml
+ NaCl 3% 26ml 30 tts mikro/
+ KCl 7,46% 13ml menit
+ Ca. Glukonas 10% 13 ml
Planning Diagnosis:
Cek DL, CRP, LFT, BUN/ SC, Elektrolit, BS, Blood
smear, retikulosit, SI, TIBC, Feritin
Cek kultur darah 2 sisi
Cek urine lengkap & feses lengkap
Konsul Bedah Anak
Hasil Pemeriksaan
Darah Lengkap
Parameter 20/9/13
RSUD
Karangasem
24/9/13
RSUD
Karangasem
26/9/2013
RSUP
Sanglah
Rujukan Satuan
WBC 14,8 12,0 6,93 5,2-12,4 x 10^3/L
RBC 3,66 3,31 4,20 4,2-5,4 x 10^6/L
HGB 7,72 7,00 10,1 12-16 g/dL
HCT 25,6 22,6 31,9 37-47 %
MCV 70,0 68,3 75,9 81-99 fL
MCH 21,1 21,2 24,0 27-31 pg
PLT 517 256 244 130-400 x 10^3/L
Neu 54,4 41,0 44,3 40-74 %
Lym 29,5 46,1 41,6 19-48 %
Albumin 2,5 3,7-5,2
KIMIA DARAH
Parameter Hasil Rujukan
IRON 129,76 50-170
Glukosa 122,16 70-110
Chlorida 81,9 94-111
Kalium 2,15 3,5-5,5
Alkali Fosfatase 83,03 53-128
Bilirubin Indirek 0,19
SGOT 32,93 11-33
SGPT 12,00 11-50
Total Protein 4,21 6,4-8,3
Albumin 2,46 3,4-4,8
Globulin 1,76
Gamma GT 19,43 11-49
KIMIA DARAH
Parameter Hasil Rujukan
Cholesterol 71,8 110-200
Trigliriserida 247,72 40-150
HDL-Cholesterol 4,16 40-99
CRP 54,05 0-50
BUN 11,0 10-23
Ureum 23,65 10-50
Creatinin 0,15 0,5-1,2
Bilirubin Total 0,51 0-1,3
Bilirubin direk 0,32 0-30
Calcium 6,52 8,2-10,20
Hasil pemeriksaan Feses Lengkap
Makroskopis Hasil
Warna cokelat
Bau -
Konsistensi Cair
lendir Negatif
darah Negatif
Mikroskopis :
Leukosit

Negatif
Eritrosit Negatif
Amoeba Negatif
Telor cacing Negatif
Hasil pemeriksaan Urinalisis
Parameter Hasil
pH 7,0
Lekosit Positif +
Nitrit Negatif
Protein Positif +
Glukosa Negatif
Keton Negatif
Urobilin Negatif
Bilirubin Positif +
Darah Negatif
Sedimen : lekosit 8-10/lp
eritrosit 0-1/lpb
Sel epitel gepeng 8-10/lp
Silinder Granula +
Bakteri Positif
Hasil foto BOF
Tampak dilatasi dan penebalan dinding
usus-usus
Tak tampak gambaran coiledspring dan
herring bone, maupun udara diluar
countour usus
Tak tampak bayangan gas usus di
cavum pelvis.
Tak tampak bayangan radioopaque di
sepanjang traktus urinarius
Kontur ginjal kanan kiri tak tampak jelas
Distribusi gas usus normal bercampur
fecal material.
Bayangan hepar dan lien tak tampak
membesar.

Kesan : Curiga ileus obstruksi letak rendah
Jawaban konsul Bedah Anak
Pada pemeriksaan didapatkan: distensi (+), muntah
kehijauan (+), NGT keluar cairan kehijauan (+)
Dilakukan rectal tussay tonus sphincter ani (+)
baik, keluar feses cair menyemprot bercampur feses
padat keras, darah (-)

Pasien akan dirawat bersama
Dilatasi anus berkala
Rectal washing dengan NaCl 0,9%
Terapi lain sesuai TS Pediatri

Problem list
SSP: -
Kardiovaskuler : Takikardi (+)
Respirasi : Takipne (+)
Gastrointestinal :
- Muntah (+), NGT kehijauan (+)
- Distensi abdomen ec ileus obstruksi letak rendah
- BAB hanya bisa dilakukan dengan rectal washing
Infeksi : SIRS +1
- Instabilitas suhu (+)
- Takikardi (+)
- Takipneu (+)
- CRP meningkat (+)
Hematologi : Anemia hipokromik mikrositer ec suspek anemia
defesiensi besi dd/ penyakit kronis
Metabolik :
- Hipoalbuminemia
- Hipokalemia
- Hipocalcemia
- Hipertrigliseridemia
Nefrologi : Suspek ISK (bisa juga diakibatkan cara pengambilan
urine yang tidak memadai)
Nutrisi : Gizi buruk kondisi III Tipe Marasmus
DIAGNOSIS:
Suspek Sepsis (A41.9)+
Distensi abdomen et causa
ileus obstruksif letak rendah (R19.8)+
post Duhamel Procedure
modifikasi Adang Kosim +
Gizi Buruk Kondisi III tipe Marasmus (E41)
TERAPI
Kebutuhan kalori 100 kkal/kgBB/hari 900 kkal/hari
Kebutuhan protein 1,5 g/kgBB/hari 13,5 g/hari
Total parenteral nutrition:
- Kebutuhan cairan 130 ml/kgBB/hari 845 ml/hari
- Aminofusin paed 5% 0,5g/kgBB/hari 3,25 g/hari
(65 ml/hari diberikan dengan syringe pump kecepatan
2,7ml/jam)
- IVFD D10% 730ml + NaCl 3% 26ml + KCl 7,46% 13ml
+ Ca Glukonas 10% 13 ml 30 tts/menit (mikro)
Paracetamol 65 mg (intravena) bila suhu > 38
o
C,
dapat diulang tiap 4 jam + kompres hangat
Cefoperazone Sulbactam 50 mg/kgBB/kali
350mg/8 jam
Vitamin A 200.00 IU hari I,II,XV
Vitamin C 1x40 mg
Vitamin B kompleks 1x1 tablet Tunda krn
As. Folat hari I : 5mg puasa
selanjutnya 1x1 mg
Dilatasi anus berkala
Rectal washing dengan NaCl 0,9%
Planning diagnosis
Tunggu hasil Blood smear, retikulosit, SI, TIBC, Feritin
Tunggu hasil kultur darah 2 sisi
Cek urine lengkap ulang + kultur urine

MONITORING
Tanda vital
Tanda dehidrasi
Balans cairan
FOLLOW UP 27 SEPTEMBER 2013
S: Demam (+) naik turun,
muntah (+) 3-4 kali/ hari, warna kehijauan
keluar cairan kehijauan per NGT (+)
BAB (+) 2x setelah dilakukan rectal washing
kembung (+), nyeri perut (-)
FOLLOW UP 27 SEPTEMBER 2013
STATUS PRESENT

Kesan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : E4V4M5 (13/13)
Nadi : 108x/menit reguler, isi cukup
Laju napas : 28 x/menit, reguler
Suhu Axila : 37,2C
SpO2 : 98 % dalam udara ruangan
Skala nyeri : 0

STATUS GENERAL

KEPALA : Normocephali, Old man face (-),
Rambut jagung (-)
MATA : konjungtiva pucat (+), ikterus (-),
Pupil isokor +/+, refleks cahaya +/+


THT Telinga : sekret (-), membran timpani kanan
tertutup serumen; kiri intak, refleks cahaya (+)
Hidung : napas cuping hidung (-), sekret (-)
Tenggorok : faring hiperemis (-),
T1/T1 hiperemis (-)

Mulut : bibir sianosis (-), mukosa basah (+)
LEHER : pembesaran kelenjar (-), kaku kuduk (-)


Pemeriksaan Fisik

THORAX : Iga gambang (+)
COR
Inspeksi : precordial bulging (+), ictus cordis
tampak di ics IV MCL sinistra
Palpasi : Ictus cordis teraba di ICS IV MCL
sinistra, kuat angkat (+)
Auskultasi : S1 & S2 normal, reguler, murmur (-)

PULMO

Inspeksi : bentuk N, simetris statis/dinamis,
retraksi (-)
Palpasi : Gerakan dada simetris
Perkusi : Perkusi paru sonor
Auskultasi : suara napas vesikuler +/+, rales -/-,
wheezing -/-



LENGKAPI INSPEKSI, PALPASI, PERKUSI,
AUSKULTASI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Pemeriksaan Fisik
ABDOMEN
Inspeksi : distensi (+), scar operasi (+), Darm contour (+)
Auskultasi : peristaltik (+) normal
Palpasi : distensi (+), nyeri tekan (+), turgor kulit
segera kembali, Meteorismus (+)
Hepar : tidak teraba
Lien : tidak teraba

Extremitas :
Akral hangat (+), Capillary refill time < 2 detik, edema (-)

Gluteal
Baggy pants (+)

Kulit : normal, petekie (-), sianosis (-)






Pemeriksaan Fisik
DIAGNOSIS:
Suspek Sepsis (A41.9)+
Distensi abdomen et causa
ileus obstruksif letak rendah (R19.8)+
post Duhamel Procedure
modifikasi Adang Kosim +
Gizi Buruk Kondisi III tipe Marasmus (E41)
TERAPI
Kebutuhan kalori 100 kkal/kgBB/hari 900 kkal/hari
Kebutuhan protein 1,5 g/kgBB/hari 13,5 g/hari
Total parenteral nutrition:
- Kebutuhan cairan 130 ml/kgBB/hari 845 ml/hari
- Aminofusin paed 5% 0,5g/kgBB/hari 3,25 g/hari
(65 ml/hari diberikan dengan syringe pump kecepatan
2,7ml/jam)
- IVFD D10% 730ml + NaCl 3% 26ml + KCl 7,46% 13ml
+ Ca Glukonas 10% 13 ml 30 tts/menit (mikro)
Paracetamol 65 mg (intravena) bila suhu > 38
o
C,
dapat diulang tiap 4 jam + kompres hangat
Cefoperazone Sulbactam 50 mg/kgBB/kali
350mg/8 jam
Vitamin A 200.00 IU hari I,II,XV
Vitamin C 1x40 mg
Vitamin B kompleks 1x1 tablet Tunda krn
As. Folat hari I : 5mg puasa
selanjutnya 1x1 mg
Dilatasi anus berkala
Rectal washing dengan NaCl 0,9%
Planning diagnosis
Tunggu hasil Blood smear, retikulosit, SI, TIBC, Feritin
Tunggu hasil kultur darah 2 sisi
Cek urine lengkap ulang + kultur urine

MONITORING
Tanda vital
Tanda dehidrasi
Balans cairan
Balans Cairan 15 jam (15.00 06.00)
Cairan masuk :
Cairan keluar :
IWL :
Balans cairan :
Produksi urine :

58
PENY HIRSCHSPRUNG = MEGACOLON
CONGENITUM
SEJARAH :
HIRSCHSPRUNG ( 1886 ) : 2 KASUS
TITTEL ( 1901 ) : DEGENERASI PLEX MEISSNER & AUERBACH.
HAWKIN ( 1928 ) , DALLA VALLA ( 1924 ) , CAMERON ( 1928 ) : -- ,, ---
SWENSON & BILL ( 1948 ) : Sekarang.
ZUELZER & WILSON ; WHITEHOUSE & KERNOHAN : PA.
EMBRYOGENESIS :
NEURAL CREST -------- NEUROBLAST ( Mgg 12 ) : Oral ke Anal.
PATHOLOGY & PATHOFISIOLOGY :
AGANGLIONER INTRAMURAL ( MEISSNER & AUERBACH ).
OBSTRUKSI FUNGSIONAL ------------- HYPERTOFI & DILAT PROXIMAL
59
INCIDENCE : 1 DARI 5000 KELAHIRAN.
KLINIS :
1. IBU POLYHYDRAMNION .
2. GANGGUAN DEFAEKASI : ACUTE , RECURRENT , CHRONIS .
MEKONIUM TERLAMBAT KELUAR ( NEONATUS ) .
OBSTIPASI ( ANAK - ANAK ).
TERGANTUNG PANJANG / PENDEK SEGMENT AGANGLIONER .
3. VOMITING : HIJAU Atau RETENSI CAIRAN LAMBUNG ( NGT )
4. KEMBUNG :
ACUT ( NEONATUS ). CITO LAPAROTOMY.
CHRONIS ( ANAK )
- TERABA KOLON MENEBAL .
- TERABA MASS ( SKIBALA ) .
5. ENTEROKOLITIS BERULANG ( ANAK ).
6. COLOK DUBUR :
- UDARA & FESES MENYEMPROT ( BAYI )
- SKIBALA DIATAS JARI ( ANAK ).

60
MANAGEMENT :
1. DIAGNOSTIK :
GEJALA KLINIK .
RADIOLOGY :
FOTO POLOS PERUT : DILATASI USUS + FECAL MATERIAL
COLON DOMINAN , REKTUM KOSONG.
BARIUM ENEMA : KOLON DILATASI . MENYEMPIT .. SPASME
( SEPERTI GAMBARAN EKOR TIKUS ) .
MANOMETRI : TEKANAN MENINGKAT .
BIOPSI :
- INCI ONAL BIOPSY : SWENSON .
- SUCHTION BIOPSY : NOBLET
P.A ; H.E Atau HISTOCHEMISTRY .

61
62
63
2. THERAPY :
A . KONSERVATIF : BAYI & SHORT SEGMENT ,
PASANG RECTAL TUBE & WASH OUT DGN NORMAL SALINE , 35 C
ATUR DIET .
B . OPERATIF :
SEMENTARA : COLOSTOMY DIVERSION FESES.
DEFINITIF : PULL THROUGH PROCEDURES :
ENDORECTAL PULLTHOUGH : SOAVES PROCEDURE.
RETRORECTAL PULLTHROUGH : DUHAMELS PROCEDURE.
RESCTION & ANASTOMOSIS : - SWENSONS PROCEDURE .
- REHBEINS PROCEDURE.
PENYULIT :
PERFORASI ( BAYI )
ENTEROCOLITIS ( ANAK )

Duhamel modifikasi Adang Kosim
66
SEGMEN
AGANGLIONER
MEGACOLON
SISTEM SARAF ENTERIK
dimulai dari esofagus sampai anus terdiri
dari dua pleksus anatara lain:
1. satu pleksus bagian luar yang terletak di
antara lapisan otot longitudinal dan sirkular,
disebut PLEKSUS MIENTERIKUS atau
PLEKSUS AUERBACH.
2. satu pleksus bagian dalam, di sebut PLEKSUS
SUBMUKOSA atau PLEKSUS MEISSNER.

Fungsi pleksus Mienterikus, adalah:
1. Peningkatan kontraksi tonus,dinding usus
2. Peningkatan intensitas kontraksi ritmis
3. sedikit penigkatan kecepatan irama kontraksi
4. peningkatan kecepatan konduksi gelombang
eksitatoris (menyebabkan peningkatan peristaltik
usus)

Fungsi Pleksus Submukosa, adalah:
1. mengatur intestinal lokal
2. absorbsi lokal
3. kontraksi otot submukosa lokal
Differential Diagnosis
Neonates
Small left colon
Meconium plug
Meconium ileus
Megacystis-megacolon-intestinal hypoperistalsis
syndrome
Intestinal dysmotility
Hollow viscous myopathy
Chronic intestinal pseudo-obstruction
Infants and children
Functional constipation
May need to evaluate for hypothyroidism and
hypercalcemia