Anda di halaman 1dari 17

Anamnesis dan Pemeriksaan

Fisik Hidung - Sinus

Fidya Rizka Amalia


2013730040

Pembimbing : dr. Dian Nurul , Sp.THT

KEPANITERAAN KLINIK ILMU THT


RSIJ PONDOK KOPI
2018
Anamnesis
1. Sumbatan Hidung
• Apakah keluhan sumbatan ini terjadi terus
menerus atau hilang timbul?
• Apakah sumbatan terjadi pada satau atau
kedua lubang hidung atau bergantian?
• Adakah sebelumnya kontak dengan debu /
bulu binatang?
• Apakah mulut dan tenggorokan terasa
kerang?
Anamnesis
2. Sekret di hidung
• Apakah sekret pada satu atau kedua rongga
hidung?
• Apakah sekret kental, encer, bening seperti air,
nanah atau bercampur darah?
• Apakah sekret keluar pada pagi hari saja atau
pada waktu-waktu tertentu?
• Apakah sekret berbau?
Anamnesis
3. Bersin
• Apakah bersin berulang- ulang?
• Apakah bersin timbul saat menghirup sesuatu
atau terkena debu, bulu yang diikuti keluar
sekret?
• Apakah ada rasa gatal di hidung, tenggorokan,
mata dan telinga?
Anamnesis
4. Rasa nyeri di muka dan kepala
• Apakah terdapat nyeri di hidung, dahi, pipi,
pangkal hidung dan tengah kepala?
• Apakah rasa nyeri timbul atau memberat saat
menundukkan kepala ?
• Berapa lama rasa nyeri terjadi, hanya
beberapa jam atau sampai beberapa hari ?
Anamnesis
5. perdarahan dari hidung
• Apakah darah keluar dari satu atau kedua
rongga hidung?
• Sudah berapa kali terjadi hal seperti ini dan
apakah mudah dihentikan dengan memencet
hidung saja?
• Apakah ada riwayat trauman sebelumnya?
• Apakah menderita penyakit kelainan darah,
hipertensi dan pemakaian obat?
Anamnesis
6. Gangguan Penghidu
• Apakah penciuman terasa berkurang atau
menghilang?
• apakah sebelumnya punya riwayat infeksi
hidung, sinusitis atau trauma kepala?
• Keluhan seperti ini sudah terjadi berapa lama?
Pemeriksaan Fisik
Alat- alat :
• Lampu kepala

• Spekulum hidung

• Cermin nasofaring
Inspeksi
• Lihat bentuk luar hidung apakah ada deviasi
atau depresi tulang hidung
• Apakah ada pembengkakan hidung dan sinus
paranasal
Palpasi
• Palpasi hidung dengan jari lihat apakah ada
krepitasi tulang hidung atau ada nyeri tekan
Rhinoskopi anterior
• Memeriksa rongga hidung bagian dalam dari depan.
• Masukkan spekulum ke rongga hidung dan nilai bagian
dalam hidung.
Menilai :
• Vestibulum hidung
• Septum terutama bagian anterior
• Konka inferior, media dan superior
• Meatus sinus paranasal
• Mukosa rongga hidung
• Rongga hidung sempit atau tidak
Rhinoskopi posterior
• Kaca nasofaring dipanaskan dengan api lampu
spritus.
• Sebelum kaca dimasukkan kemulut tes dulu
dengan menempelkaan pada kulit belakang
tangan kiri pemeriksa.
• Pasien diminta membuka mulut, dan lidah 2/3
anterior di tekan dengan spatula lidah
• Kaca nasofaring menghadap ke atas dimasukkan
ke mulut, kebawah uvula sampai nasofaring.
• Minta pasien bernapas seperti biasa melalui
hidung.
Menilai :
• Bagian belakang septum dan koana kemudian
kaca di putar ke lateral untuk melihat konka
superior, media dan inferior, Serta meatus
superior dan media.
• Kaca diputar ke lateral kembali sehingga dapat
diidenttifikasi torus tubarius , muara tuba
eustachius dan fosa rossenmuler.
Rhinoskopi posterior
Pemeriksaan Sinus paranasal
Pemeriksaan transiluminasi
Transiluminasi sinus maksila
• Memasukkan sumber cahaya kerongga mulut dan bibir
di katupkan sehingga sumber cahaya tidak tampak lagi.
• setelah beberapa menit tampak daerah infa orbita
terang seperti bulan sabit.

Transiluminasi sinus frontal


• Lampu diletakkan di daerah bawah sinus frontal dekat
kantus medius.
• Di daerah sinus frontal tampak cahaya terang.