Anda di halaman 1dari 17

Laporan Kasus Spondilosis

Pembimbing :
dr. Rachmat Mulyana Memet, Sp. Rad

Oleh :
Karel Respati
2011730144

STASE RADIOLOGI
RSIJ CEMPAKA PUTIH
Universitas Muhammadiyah Jakarta
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
• perubahan pada sendi tulang belakang dengan ciri
khas bertambahnya degenerasi discus
Spondilosis intervertebralis yang diikuti perubahan pada tulang
dan jaringan lunak, atau dapat berarti pertumbuhan
berlebihan dari tulang (osteofit), yang terutama
lumbalis : terletak di aspek anterior, lateral, dan kadang-kadang
posterior dari tepi superior dan inferior vertebra
centralis (corpus).

• kondisi dimana telah terjadi degenerasi


spondylosis pada sendi intervertebral yaitu antara
diskus dan corpus vertebra
Etiologi dan Faktor Resiko
• Spondylosis lumbal Faktor-faktor resiko
muncul karena proses a. Kebiasaan postur yang
penuaan atau perubahan jelek
degeneratif. Spondylosis b. Stress mekanikal akibat
lumbal banyak pada usia pekerjaan seperti aktivitas
pekerjaan yang melibatkan
30 – 45 tahun dan paling gerakan mengangkat,
banyak pada usia 45 twisting dan
tahun. membawa/memindahkan
• wanita > laki-laki. barang.
c. Tipe tubuh
Ada beberapa faktor yang memudahkan terjadinya
progresi degenerasi pada vertebra lumbal yaitu:

Faktor usia , beberapa penelitian pada osteoarthritis telah


menjelaskan bahwa proses penuaan merupakan faktor resiko
yang sangat kuat untuk degenerasi tulang khususnya pada
tulang vertebra.

b. Stress akibat aktivitas dan pekerjaan, degenerasi diskus juga


berkaitan dengan aktivitas-aktivitas tertentu.

c. Peran herediter, Faktor genetik mungkin mempengaruhi


formasi osteofit dan degenerasi diskus.
PATOGENESIS
Fase II (fase
• efek awal pada mikrotrauma
berulang robekan di
unstable) • penyempitan ruang
diskus dan fibrosis
sekeliling lapisan luar
• Robekan bersatu  robekan
• hilangnya integritas mekanik • terjadi bersamaan
radial  lebih mudah protusi • perubahan progresif pada resorpsi dengan pembentukan
pada diskus osteofit dan ‘transdical
• Kapasitas diskus   diskus
kering dan memendek • gangguan internal bridging’
• robekan tambahan pada annulus
• degenerasi facet
•  subluksasi + ketidakstabilan
Fase III (fase
Fase I (fase stabil)
disfungsi)

Osteofit adalah terbentuknya suatu tulang baru yang sebenarnya ditujukan


untuk memperbaiki kerusakan akibat penipisan tulang rawan sendi, tetapi
gagal untuk mengatasi kerusakan tersebut dan membuat keadaan tulang
semakin parah 6
Gejala klinis
• Rasa sakit yang hilang timbul
• Kaku tulang punggung bagian bawah
• Rasa sakit yang berkurang dengan
istirahat atau setelah berolahraga
• Mati rasa daerah sekitar pinggang atau
punggung bawah
• Kelemahan pada punggung bawah
• Sering terjadi kesemutan pada kaki
• Kesulitan berjalan
Pemeriksaan Pencitraan
• Rontgen • Foto X-ray polos
dengan arah AP, lateral
- Penyempitan discus dan oblique
intervertebralis • Untuk menunjukkan
- Osteofit atau Spur lumbalisasi atau
sakralisasi, menentukan
formation di anterior bentuk foramina
ataupun posterior intervertebralis dan
vertebrae facet joint, menunjukkan
spondilosis,
- Vertebrae tampak spondiloarthrosis,
seperti bambu spondilolisis,
(Bamboo Spine) spondilolistesis.
Lanjutan ..
• MRI dengan jelas • CT scan adalah
lebih canggih metode terbaik
daripada CT dalam untuk
visualisasi struktur mengevaluasi
non osseus dan saat penekanan
ini merupakan osseus dan pada
metode terbaik saat yang sama
untuk mengevaluasi juga nampak
isi canalis spinalis. struktur yang
lainnya
Tata Laksana
Terapi Fisik

• Terapi Latihan
• latihan aerobik, penguatan otot, dan latihan
peregangan
• TENS
• untuk mengurangi nyeri
• Penyokong Lumbal (Korset)
• didesain untuk membatasi gerakan tulang belakang,
menstabilkannya, mengoreksi deformitas, dan
mengurangi kekuatan mekanik
• Traksi
• untuk menangani sendi yang hipomobilitas, jaringan
ikat yang berkontraksi, adhesi, pertumbukan sendi
apofisis, dan spasme otot
10
Tata Laksana
Farmakoterapi

• OAINS: efek analgesik dan anti-inflamasi


• Opioid: kontrol nyeri yang buruk pada manajemen NSAID
• Relaksan Otot: antispasmodik atau antispastik

Terapi Injeksi

• Injeksi Epidural Steroid


• Injeksi Facet

Tindakan Pembedahan

• Fusi tulang belakang atau operasi dekompresi tulang


belakang
11
PROGNOSIS
Spondilosis lumbalis pada kebanyakan kasus
tidak menyebabkan morbiditas nyata. Pada
beberapa penderita, terdapat penyempitan
kanal akar saraf atau kanal tulang belakang
yang menyebabkan gejala serius, dan bahkan
pada beberapa kasus bisa sampai paralisis
atau masalah pada sistem BAB dan BAK.

12
Radiologi Sign

• Penyempitan DIV
(panah putih) dan
osteofit (bone spur,
panah hitam)
disertai sklerosis (3
tanda panah) pada
facet joint posterior
Radiologi Sign

• Osteofit/
bone spur
Ekspertise
• Identitas Pasien :
- Nama : Tn. Sumadi/66 thn
- Marker : “R”
- Jenis dan posisi foto :
lumbar spine, AP/L
• Syarat Foto
1. Identitas 
2. Marker 
3. Kualitas foto baik 
4. Semua bagian masuk ke foto

5. Tidak Goyang 

• foto layak dibaca


EKSPERTISE
Alignment :
• Vertebra lumbosakral normal.
Bone :
• Tak tampak listesis atau kompresi
• Tampak osteofit pada vertebrae L1 s/d 5
• Pedicle dan discus intervertebralis normal
• Foramen intervertebralis L5-S1 sempit.
• Densitas tulang menurun
• Titik berat badan di depan
promontorium
Soft tissue:
• tidak ada pembengkakan

Kesan:
• Spondilosis lumbalis
• Foramen invertebralis L3-4,L4-5, L5-S1
sempit.

Saran : MRI