Anda di halaman 1dari 28

Morning report

ChF+AKI+ SNH

Moderator : dr. I.G.A Diah Kumara Dewi, M.biomed,Sp.Kj

dr Aditiya
IDENTITAS PASIEN

 Nama : Tn.HA
 Umur : 64 tahun
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Pekerjaan : Wiraswasta
 Alamat : Lingsar
 Agama : Islam
 No. RM : 219097
 Tanggal Periksa : 4 Januari 2017
ANAMNESIS

Anamnesis diambil secara autoanamnesis pasien


pada tanggal 04 januari di Poli jantung
KELUHAN UTAMA :
Sesak
Riwayat Penyakit Sekarang :
Sesak sejak kurang lebih 2 bulan ini, sesak dirasakan
hilang timbul, awalnya sesak di rasakan saat beraktifitas
cukup berat, namun beberapa minggu ini keluhan
memberat, sesak di rasakan saat berjalan dekat atau
beraktifitas ringan, keluhan disertai pasien merasa cepat
lelah/ngos-ngosan, tidur menggunakan 2
bantal,pusing(+). Nyeri dada(-).
 RPD : riwayat sakit seperti ini sebelumnya(-),DM(-),
Ht(-), sakiit Jantung(-) Asma(-), Gastritis(+).
 RPO : Minum obat gastritis yg diberikan dokter
keluarga. Mengkonsumsi obat jangka panjang(-)
 R.kebiasaan: merokok(+) 1-2 pak sehari, minum
kopi(+)
Pemeriksan fisik
dilakukan di IGD

• Kesadaran : Compos Mentis


• KU : tampak sakit sedang
• TTV : TD 110/70, N 92, RR 26, S 37, SpO2
99%
• Kepala dan wajah:Tidak didapatkan kelainan
• Leher : JVP tidak meningkat
• Thorax :
• Inspeksi : sejajar saat statis maupun dinamis
• Palpasi : Tidak didapatkan kelainan
• Perkusi : sonor diseluruh lapang paru
• Auskultasi : vesikuler, BJ I/II murni reguler, Rh:-/- ; wh -/-
 Abdomen :
 Inspeksi : Tidak didapatkan kelainan
 Palpasi : nyeri tekan epigastrium
 Perkusi : timpani
 Auskultasi : BU (+)
 Ekstremitas : Keempat ekstremitas akral hangat
 Neurologis : Tidak didapatkan kelainan
Pemeriksaan penunjang

 Hasil Lab tgl 4/1/17  Ureum 86,5


 Hb 15.6  Creatinin 1.8
 Hct 45.2%  Gds 120
 WBC 9.340
 Platelet 230.000
 SGOT 20
 Sgpt 18
 Saat di poli jantung
pasien dilakukan
pemeriksaan
echocardiography,
dengan kesimpulan
DCM, EF 33,91%.
 foto thorax, dengan
kesimpulan
CARDIOMEGALI
Working diagnosa

 CHF ec DCM/FC.III
Planning tx

Terapi Tgl 4/1/17


 O2 4 lpm
 IUFD NS 8 tpm
 Furosemid 40 mg iv, lanjut 3x20 mg iv
 Lisinopril 1x2,5 mg
 Digoxin 1x0,25 mg
 Spironolankton 1x25 mg
 Ambroxol syrup 3xC1
 Pasang DC
 Rawat ruang biasa
FOLLOW UP
CHF

 Gagal jantung adalah sindrom klinis yang kompleks


yang timbul disebabkan kelainan sekunder dari
abnormalitas struktur jantung dan atau fungsi (yang
diwariskan atau didapat) yang merusak kemampuan
ventrikel kiri untuk mengisi atau mengeluarkan
darah (Braunwald, 2007).
Framingham Kriteria untuk Gagal Jantung Kronis

 Kriteria Mayor:  Kriteria Minor:


 Paroksismal nokturnal dispnea  • Edema ekstremitas
 • Distensi vena pada leher  • Batuk malam hari
 • Ronkhi basah  • Dispnea d’ effort
 • Kardiomegali  • Hepatomegali
 • Edema paru akut
 • Efusi pleura
 • Gallop S3
 • Penurunan kapasitas vital 1/3
 • Peningkatan tekanan vena
dari normal
jugularis
 • Takikardia(>120/menit)
 • Refluks hepatojugular
etiologi

 Gagal jantung kronis (CHF) disebabkan oleh


penyakit lain atau kondisi yang merusak atau
kebanyakan kerja otot jantung. Seiring waktu, otot
jantung melemah dan tidak mampu memompa
darah yang seharusnya.
 • Penyakit arteri koroner (CAD)
 • Tekanan darah tinggi ( hipertensi )
 • Diabetes
diagnosis

 Secara klinis pada penderita gagal jantung dapat


ditemukan gejala dan tanda seperti sesak nafas saat
aktivitas, edema paru, peningkatan JVP,
hepatomegali, edema tungkai.
 Pemeriksaan penunjang yang dapat dikerjakan
untuk mendiagnosis adanya gagal jantung antara
lain foto thorax, EKG 12 lead, ekokardiografi dan tes
fungsi paru.
Komplikasi

a. Kerusakan atau kegagalan ginjal.


b. Masalah katup jantung.
c. Kerusakan hati.
d. Serangan jantung dan stroke. (Mayoclinic, 2009).
Acute Kidney Injury

 Penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) yang


terjadi secara cepat (beberapa jam sampai minggu)
dan biasanya reversible pada pasien tanpa ataupun
dengan adanya penyakit ginjal sebelumnya
penatalaksanaan

Minocycline
 Minocycline adalah generasi kedua antibiotik tetrasiklin.
Minocycline dikenal memiliki efek antiapoptotic dan anti-
inflamasi. Ketika diberikan 36 jam sebelum iskemia ginjal,
minocycline mengurangi apoptosis sel tubular dan pelepasan
mitokondria sitokrom c, p53, dan bax. (Kelly et al., 2004)
Guanosine dan Pifithrin-α (p53 Inhibitor)
 Pemberian guanosin eksogen mengurangi apoptosis sel tubular
ginjal. Oleh karena efek yang ditimbulkan berkaitan dengan
penghambatan ekspresi sitokrom p53. (Kelly, et al., 2001)
Diuretik (Manitol)
 Manitol telah sering digunakan di masa lalu untuk
pencegahan AKI. Manitol profilaksis diberikan pada
pasien yang menjalani operasi. Sementara di sebagian
besar kasus, manitol meningkatkan aliran urin, sehingga
sangat mungkin manitol tidak menimbulkan efek di luar
hidrasi terhadap kejadian AKI. (KDIGO, 2012)
SNH (stroke non hemoragik)

 Stroke adalah suatu penyakit defisit neurologis akut


yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah
otak yang terjadi secara mendadak dan dapat
menimbulkan cacat atau kematian
klasifikasi

a. Berdasarkan manifestasi klinik:


i. Serangan Iskemik Sepintas/Transient Ischemic Attack (TIA)
Gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di
otak akan menghilang dalam waktu 24 jam.
ii. Defisit Neurologik Iskemik Sepintas/Reversible Ischemic Neurological
Deficit (RIND)
Gejala neurologik yang timbul akan menghilang dalam waktu lebih
lama dari 24 jam, tapi tidak lebih dari seminggu.
iii. Stroke Progresif (Progressive Stroke/Stroke In Evaluation)
Gejala neurologik makin lama makin berat.
iv. Stroke komplet (Completed Stroke/Permanent Stroke)
Kelainan neurologik sudah menetap, dan tidak berkembang lagi.
b. Berdasarkan Kausal:
i. Stroke Trombotik
Stroke trombotik terjadi karena adanya penggumpalan pada pembuluh darah
di otak. Selain itu, trombotik juga diakibatkan oleh tingginya kadar kolesterol
jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL). Sedangkan pada pembuluh darah
kecil, trombotik terjadi karena aliran darah ke pembuluh darah arteri kecil
terhalang.
ii. Stroke Emboli/Non Trombotik
Stroke emboli terjadi karena adanya gumpalan dari jantung atau lapisan lemak
yang lepas. Sehingga, terjadi penyumbatan pembuluh darah yang
mengakibatkan darah tidak bisa mengaliri oksigen dan nutrisi ke otak.
DIAGNOSIS

SKOR : < + 25: INFARK (STROKE NON

HEMORAGIK)

> + - 5: PERDARAHAN (STROKE HEMORAGIK)

+ 14: KEMUNGKINAN INFARK DAN PERDARAHAN

1:1

< + 4: KEMUNGKINAN PERDARAHAN 10%

SENSIVITAS: UNTUK STROKE HEMORAGIK: 81-

88%; STROKE NON HEMORAGIK (INFARK) 76-82%.

KETETAPAN KESELURUHAN: 76-82 %.