Anda di halaman 1dari 15

UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM MENGHADAPI

BAB

: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan di sekolah tidak hanya sekedar menyampaikan materi ajar kepada siswa melainkan lebih dari itu yaitu merupakan upaya menanamkan nilai-nilai yang berharga bagi kepentingan hidup selanjutnya dari peserta didik. Salah satu nilai yang harus ditanamkan lewat aktifitas pendidikan tersebut ialah sikap kepercayaan diri. Sikap kepercayaan diri dapat ditanamkan lewat pembiasaan dan latihan dapat ditransfer ke ranah tindakan atau aktifitas peserta didik. Oleh karena itu, kepercayaan diri merupakan sifat pribadi yang harus dimiliki oleh peserta didik, tumbuh dan berkembang dalam diri sikap individu yang dibutuhkan dalam memenuhi tuntutan hidup diberbagai lapangan kehidupan. Masalah kepercayaan diri selalu actual untuk dibicarakan karena pada umumnya masalah kepercayaan diri dikaitkan dengan tindakan atau perilaku yang menyimpang, bersikap ragu, tidak punya pedoman, tidak dapat mengukur kemampuan atau potensi diri. Siswa sebagai peserta didik selayaknya tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Masalah rendahnya kepercayaan diri perlu dan penting untuk dibahas karena menyangkut sikap yang menyimpang prinsip mental sehat. Pada umumnya peserta didik di sekolah sering menunjukan tindakan kurang percaya diri melalui aktifitas yang dilakukan,missal:ragu dalam mengambil keputusan,tergantung pada orang lain,mudah terbawa arus,begitu pula dalam menghadapi ulangan juga terbiasa kurang percaya diri,terutama dilakukan oleh siswa kelas 9 SMP N 2Mojolaban pada semester I th 2012/2013. Perilaku menyimpang yang ditunjukan karena kurang percaya diri dalam menghadapi ulangan,diantaranya:tergantung teman lain dalam menjawab

pertanyaan,kurang percaya pada jawaban sendiri,mengubah jawaban sendiri bila tidak sama dengan yang lain,mencontek.Perilaku tersebut sudah membudaya ,apalagi bila guru yang mengawasi ketat ,siswa terlihat gelisah. Kondisi yang kurang nyaman /gelisah itu semua diyakini karena siswa kurang percaya diri pada kemampuan yang dimilikinya,yang akan mengganggu saat menghadapi ulangan pada siswa SMP N 2Mojolaban merupakan masalah penting. Berdasarkan kesimpulan diskusi dengan kolaborator rendahnya kepercayaan diri dalam menghadpi ulangan akan dapat teratasi melalui berbagai macam pelayanan bimbingan,salah satunya adalah bimbingan kelompok.Cara ini dipandang tepat karena lewat kelompok persoalan dibicarakan,dan dalam kelompok alterntif yang disetujui secara bersama dan dijalankan oleh bersama oaleh mereka.Ketepatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa siswa usiA SMP memiliki kecenderungan untuk berkelompok sesame teman senasib.Sehingga melalui kegiatan layanan bimbingan kelompok siswa yang rasa percaya dirinya rendah dapat diajak bertukar pikiran antara guru dengan murid dan murid dengan murid,agar tingkat tindakan kurang percaya diri dapat dikurangi atau dihilangkan.Kepercayaan diri dalam menghadapi ulangan merupakan cara pendidikan dalam membentuk karakter siswa yang kuat,tangguh,mampu menilai potensi/kemampuan diri dalam melakukan aktiifitas kehidupan:menetukan pilihan sekolah lanjutan,memilih pekerjaan,memilih cara tepat untuk meraih prestasi,mengmbil keputusan untuk masa depan dan terbentuk sikap yang siap menhadapi hambatan dalam kehidupan di masyarakat.Kurangnya kepercayaan diri merupakan awal kegagalan dalam mengarungi bahtera hidup dan persoaln ini penting dan mendesak untuk dicari penyelesaiannya.Berdasarkan permasalahan tersebut guru pembimbing memberikan layanan bimbingan kelompok sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri pada siswa SMP N 2Mojolaban,khususnya dalam menghadapi ulangan. B . Identifikasi Masalah 1. Siswa belum memahmi makna dari rasa percaya diri 2. Siswa belum mengetahui hambatan hambatan agar dapat menjadi anak

yang Percaya diri 3. Siswa belum memiliki alternative penyelesaian masalah dalam membentuk kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan. C. Pembatasan Masalah Pada penelitian ini masalah yang dibahas atau diteliti hanya tentang kepercayaan diri pada saat menghadapi ulangan.

D. Perumusan Masalah Apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kepercayaan diri pada saat menghadapi ulangan siswa SMPN 2 Mojolaban Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013?

E. Tujuan Penelitian 1. Diketahuinya kekurangan dan keberhasilan dari tindakan layanan bimbingan. 2. Diperoleh peningkatan kualitas layanan bimbingan. 3. Diperoleh pemahaman tentang pengertian atau makna kepercayaan diri dalam menghadapi ulangan. 4. Siwsa dapat mengetahui factor-faktor penyebab kurangnya kepercayaan diri dalam menghadapi ulangan. 5. Siswa dapat tumbuh rasa kepercayaan diri dalam rangka menghadapi ulangan. F. Manfaat Penelitian 1. Bagi Siswa Siswa dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam beraktifitas sehari-hari terutama dalam menghadapi ulangan.

2. Bagi Guru Memberikan beberapa alternatif untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa saat mengahadapi ulangan dan memperoleh ilmu untuk mengembangkan budaya meneliti di kalangan guru. 3. Bagi Sekolah Sebagai lembaga mendapatkan masukan dalam menanamkan soft skill bagi siswa dengan meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi ulangan dan kualitas sikap tangguh baik secara individu maupun kelompok dalam menhadapi bermacam-macam ujian. G. KAJIAN PUSTAKA 1. Pengertian Kepercayaan Diri Menurut Louster(Dalam M.NurGhuffron 2010:34) kepercayaan diri merupaKan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan Diri seseorang sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan bertindak se Suai kehendak sendiri.Menurut Kumara( dalam teori konseling 2010:34) Menyatakan bahwa kepercayaan diri merupakan cirri kepribadian yang meNgandung arti keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri. Dan menurut pendapatAfiyatin dan Andayani (2010) yang menyatakan bahwa kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian yang berisi keyakinan tentang kekuatan, kemampuan,dan ketrampilan yang dimilikinya.

Menurut Al Uqshari(2005:6)percaya diri adalah salah satu kunci kesuksesan

Hidup individu, karena tanpa adanya rasa percaya diri individu tidak akan Sukses dalam berinteraksi dengan orang lain. Disamping itu tanpa adanya rasa percaya diri ,individu niscaya tidak mencapai keinginan yang diidam kan. Karena pada prinsipnya rasa percaya diri secara alami bisa diberikan. Menurut Perry(2005:1) menyatakan kepercayaan diri memberikan kemampuan individu untuk mengatasi tantangan baru meyakini diri sendiri Dalam situasi sulit,melewati batasan yang menghambat,menyelesaikan halHal yang belum pernah dilakukan mengeluarkan bakat serta kemampuan sepenuhnya,dan tidak mengkawatirkan kegagalan. Maka dari pengertian-pengertian tersebut diatas dapat dinyatakan bahwa kepercayaan diri adalah percaya pada kekuatan diri sendiri artinya suatu Sikap/karakter positip tiap pribadimanusia yang tidak menggantungkan Diri pada orang lain. Orang yang percaya diri ,benar-benar mengembangkan kemampuan diri Pribadinya dengan usaha-usaha yang maksimal. Misal sebagai seorang pelajar kita harus benar-benar belajar ,menyimak pelajaran di kelas maupun Di rumah. Sehingga ketika menghadapi ulangan ,kita dapat benar-benar merasa percaya diri untuk tidak bertanya dalam menjawab , apalagi mencontek. Dengan percaya diri dan usaha maksimal ,kita dapat merih cita-cita,meraih impian,melewati ujian dan rintangan dalam hidup serta berkarya . hanya orang-orang yang percaya diri yang dapat bertahan dan sukses.

2.Pengertian Bimbingan Kelompok

Bimbingan Kelompok dapat diartikan secara sederhana dan secara mendalam. Secara sederhana, bimbingan kelompok diartikan sebagai bimbingan yang diberikan kepada sekelompok individu yang memiliki masalah yang sama.Pada pengertian yang mendalam ,bimbingan kelompok adalah suatubimbingan yang diberikan kepada sejumlah individu dengan memanfaatkan dinamika kelompok (Amti,1993:105) Bimbingan kelompok merupakan suatu proses pemberian bantuan yang diberikan oleh guru pembibing kepada sejumlah konseli/klien pada waktu yang sama.Jumlahnya dapat bervariasi ,menurut Banun Sri Haksasi (2009)biasanya berkisar antara 4sampai 8 orang ,sedangkan DAK Handayani (2001) menyebut jumlah anggota bimbingan kelompok 10-15 orang.Bimbingan kelompok dilaksanakan dengan cara menghidupkan dinamika kelompok dalam membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembang pribadi peserta didik,pencegahan dan pengentasan masalah,dalam bimbingan kelompok dapat membahas masalah masalah atual dan penting yang berkembang di masyarakat yang relevan dengan masalah kelompok. Lewat pembahasan masalah- masalah actual dimaksud, masing-masing anggota bimbingan kelompok dapat memperoleh pencerahan tentang suatu masalah dan kemungkinan penerapannya terhadap diri mereka masing-masing. Masing-masing peserta bimbingan kelompok dapat mengambil sikap yang terbaik dalam bertindak berdasarkan suatu pemahaman. Dengan kata lain peserta didik dapat mengerjakan suatu tindakan tertentu berdasarkan pengetahuan yang telah dikuasai.

Dari paparan diatas, penelitian ini dapat disusun kerangka berfikir sebagai mana dalam matriks berikut ini

kepercayaan diri maksimal siswa

Pemenuhan rasa percaya diri

Pe rca ya diri Kepercayaan diri nyata siswa

Bimbingan kelompok

Perwujudan kepercayaa n diri

Berdasarkan matriks diatas maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis penelitian tindakan sebagai berikut : layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam mengikuti ulangan pada siswa SMPN 2 Mojolaban

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN (Prosedur Penelitian)

A. Setting Penelitian 1. Waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu dari bulan November 2012 sampai bulan Januari 2013. Adapun pembagian waktunya sebagai berikut Bulan November 2012, digunakan oleh peneliti untuk menyusun proposal penelitian dan menyusun instrument penelitian. Bulan Desember 2012, digunakan untuk mengumpulkan data atau melakukan tindakan kelas dan menganalisis data. Bulan Januari 2013, digunakan untuk pembahasan hasil analisis data dan menyusun laporan hasil penelitian. 2. Tempat penelitian Tempat pelaksanaan penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Mojolaban dengan jumlah siswa terdiri dari kelas VII : 325 siswa, kelas VIII : 305 siswa dan kelas IX : 310 siswa. Masing masing tingkatan kelas terbagi atas sepuluh kelas parallel. B. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Mojolaban berjumlah 10 siswa terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Mereka berasal dari kelas IX E 4 anak, IX F 2 anak, IX G 2 anak, IX H 2 anak. Dari siswa yang bejumlah 10 orang siswa ini, termasuk siswa yang heterogen dan mempunyai kebiasaan dan perilaku yang berbeda dari keseluruhan siswa. C. Sumber Data Pada penelitian tindakan kelas ini, sumber data diperoleh dari : (1) Data proses, diperoleh dari tindakan guru dalam praktek layanan bimbingan kelompok, dan siswa sewaktu mengikuti tindakan guru, serta situasi pada saat tindakan dilaksanakan (2) Data hasil, diperoleh dari pengamatan terhadap siswa berupa kebiasaan dalam mengikuti ulangan. Data ini merupakan hasil pengamatan dengan kolaborator yang dituangkan dalam tahap refleksi pada tiap-tiap siklus. D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

1. Teknik pengumpulan data Pengumpulan data dalam PTK BK ini menggunakan teknik observasi, yang ditujukan pada tiga sasaran: Pertama,kepada guru dengan focus pengamatan pada tindakan kongkrit guru dalam mengatasi masalah rendahnya kepercayaan diri siswa dalam menghadapi ulangan. Kedua,kepada siswa pada saat mengikuti layanan bimbingan Kelompok dalam mengatasi rendahnya kepercayaan diri dalam menghadapi ulangan ketiga, tertuju pada situasi dan kondisi saat berlangsungnya layanan bimbingan kelompok 2. Alat pengumpulan data Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi yang pedoman observasinya dibuat oleh guru pembimbing (peneliti) dan kolaborator penelitian

E. Teknik analisis data Teknik analisis data dilakukan terhadap hasil pengamatan. Analisis data pada penelitian ini adalah diskripsi komparatif, karena membandinakan kepercayaan diri dalam menghadapi ulangan pada kondisi awal dengan siklus pertama dan siklus kedua, serta membandingkan kepercayaan diri dalam menghadapi ulangan antara kondisi awal dan siklus kedua. Kepercayaan diri dalam menghadapi ulangan pada kondisi awal didapat dari keadaan siswa aat sebelum dilakukan penelitian, yang diperoleh hanya berdasarkan pengamatan pada kebiasaan siswa sehari-hari dalam mengikuti ulangan. Pada siklus pertama bimbingana kelompok membahas tentang rasa kepercayaan diri dalam menghadapi ulangan dari makna dan manfaatny bagi murid dan guru. Siklus pertama dilakukan kegiatan layana bimbingan kelompok selama dua kali pertemuan. Berdasarkan dua kali layanan bimbingan kelompok tersebut hasil siklus pertama dilakukan refleksi.

Pada siklus kedua data proses diperoleh seperti pada siklus pertama dengan perubahan berdasarkan hasil refleksi siklus pertama, dan kepercayaan diri siswa diperoleh dari jumlah siswa yang kurang percaya diri dalam menghadapi ulangan, dibandingkan dengan kondisi awal dan siklus pertama. Materi yang dibicarakan dalam siklus kedua tentang hambatan-hambatan untuk memenuhi rasa percaya diri dalam menghadapi ulangan. Hasil analisis terhadap kepercayaah diri siswa sebagai indicator untuk mengetahui berhasil atau tidaknya tindakan ini, dianalisis oleh peneliti dan kolaborator yang dijadikan sebagai acuan tindakan atau langkah berikutnya. F. Indikator Kinerja Indikator kinerja pada penelitian ini berupa peningkatan kepercayaan Diri yang dianalisis untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan keperCayaan diri dalam menghadapi ulangan melalui layanan bimbingan Kelompok. Prosedur Penelitian 1.Siklus I a.Perencanaan(Planning) Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan meliputi: 1) Membuat scenario layanan bimbingan dengan menggunakan metode bimbingan kelompok. 2) Membuat pedoman observasi untuk melihat aktifitas guru dalam melaksanakan bimbingan kelompok. 3) Membuat pedoman observasi untuk siswa pada waktu mengikuti layanan bimbingan kelompok dan pada waktu mengikuti ulangan.

4) Membuat pedoman observasi untuk mengamati situasi dan kondisi pada saat kegiatan layanan bimbingan kelompok berlangsung. b. Pelaksanaan Tindakan 1) guru pembimbing / peneliti membeerikan informasi kepada siswa tentang penyelenggaraan bimbingan kelompok. 2) Guru pembimbing / peneliti menetapkan siswa siswa yang menjadi anggota bimbingan kelompok. 3) Guru pembimbing / peneliti melaksanakan layanan bimbingan kelompok. 4) Guru pembimbing / peneliti bersama anggota kelompok membahas topic masalah.

c. Pengamatan (Observasi) Pengamatan atau observasi dilaksanakan oleh guru pembimbing / peneliti dan kolaborator.

d. Refleksi Hasil observasi yang dilakukan oleh guru pembimbing dan kolaborator di analisis oleh peneliti dan kolaborator dengan cara berdiskusi dan berkoordinasi agar hasil yang diperoleh tidak bersifat subjektif. 2)SIKLUS II a. Perencanaan Kegiatan yang dilakukan; 1.Membuat rencana tindakan layanan bimbingan kelompok yang telah Diperbaharui berdasar kekurangan yang diketahui dari pelaksanaan pada

Siklus I 3. Membuat pedoman observasi untuk melihat aktivitasguru dalam melaksanakan layanan bimbingan kelompok. 4. Membuat pedoman observasi untuk siswa sewaktu mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dan sewaktu mengikuti ulangan. 5. Membuat pedoman observasi untuk mengamati situasi dan kondisi pada saat kegiatan layanan bimbingan kelompok berlangsung. 6. Membuat pedoman observasi untuk mengetahui kondisi siswa saat menikuti ulangan. b. Pelaksanaan Tindakan 1. Guru pembimbing memberikan informasi tentang hasil yang dicapai Penyelenggaraan bimbingan kelompok kepada anggota kelompok. 2.Guru pembimbing mengajukan topic permasalahan dengan disertai alasan yang dapat menggugah, yang perlu dibahas dalam kegiatan kelompok. 3. Guru pembimbing melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan memberdayakan dinamika yang ada dalam kelompok. c. Pengamatan (Observasi) Observasi dilaksanakan oleh guru pembimbing dan kolaborator adapun pelaksanaannya meliputi: 1. Kolaborator mengamati pelaksanaan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru pembimbing 2. Guru pembimbing dan kolaborator mengamati siswa sewaktu mereka mengikuti layanan bimbingan kelompok. 3. Guru pembimbing dan kolaborato mengamati sikap siswa anggota bimbingan kelompok dalam mengikuti ulangan. d.Refleksi

Hasil dari observasi diperoleh dari pengamatan pada siklus II yang dilakukan guru pembimbing peneliti bersama kolaborator dianalisis oleh guru pembimbing peneliti sendiri bersama denagn kolaborator dengan cara berdiskusi dan berkoordinasi agar hasil yang diperoleh bersifat obyektif. Dari hasil refleksi siklus II akan diketahui apakah kegiatan yang dilakukan akan mendatangkan hasil sesuai yang ingin dicapai yaitu terjadinya rasa percaya diri dalam mengikuti ulangan atau ada tindakan dalam layanan bimbingan kelompok yang harus diperbaiki.