Anda di halaman 1dari 315

PSIKOLOGI

Edisi Kesembilan

Jilid 1

Ahli psikologi menggunakan metode ilmiah untuk mempelajari berbagai teka-teki yang terkandung dalam perilaku manusia. Mengapa seseorang dapat berperilaku lepas ketika mereka mengenakan pakaian yang aneh-aneh? Mengapa seseorang berjuang menjadi atlet juara meskipun ia memiliki cacat fi sik? Apa yang menyebabkan seseorang yang mengalami anoreksia dapat membuat dirinya kelaparan sampai mati? Apakah yang memotivasi para teroris untuk melakukan bunuh diri dan membunuh ribuan orang lainnya yang tidak berdosa?

Psikologi, Pseudosains, dan Pendapat Populer


Psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal. Berbagai metode metode psikologi dan fakta-fakta empiris membedakan psikologi dari pseudosains dan psychobabble. Mata kuliah pengantar psikologi dapat memperbaiki kesalahpahaman mengenai perilaku manusia.

Perpaduan antara pseudosains (yang sudah ketinggalan zaman) dengan teknologi modern menghasilkan sejumlah alat seperti Synchro- Energizer yang diduga dapat meningkatkan kesadaran, inteligensi, dan fungsi seksual. Semua ini dapat dicapai cukup dengan cara memborbardir Anda dengan sinar-sinar dan suara-suara dalam berbagai frekuensi dan intensitas.

Mata kuliah pengantar psikologi dapat memperbaiki kesalahpahaman mengenai perilaku manusia. Para psikolog memiliki banyak pesaing yang bersifat pseudosains, seperti astrolog dan cenayang. Jika diuji, berbagai pernyataan dan prediksi yang dilontarkan para pesaing ini ternyata tidaklah berarti atau salah sama sekali.

Psychobabble terkesan menarik karena memberikan pembenaran mengenai berbagai keyakinan atau prasangka yang kita miliki. Psikologi kerap kali menguji beragam psychobabble guna memperluas pemahaman kita mengenai berbagai kenyataan yang sering kita temui.
Pendekatan yang bersifat nonilmiah terhadap berbagai persoalan psikologis, seperti ramalan astrologi dan ramalan cenayang, menjanjikan berbagai jawaban mudah dan solusi yang cepatbahkan untuk hewan peliharaan Anda. Namun, dapatkah pendekatan tersebut mengungkapkan sesuatu?

Berpikir Kritis dan Kreatif Mengenai Psikologi


Salah satu keuntungan mempelajari psikologi adalah berkembangnya keterampilan dan sikap berpikir kritis. Berpikir kritis membantu seseorang ketika mengevaluasi berbagai temuan yang ada mengenai masalah psikologi yang memiliki arti penting, baik secara pribadi maupun kolektif.

Kita sering mendengar bahwa semua sudut pandang harus diajarkan kepada siswa atas dasar keadilan dan keterbukaan pikiran, akan tetapi tidak semua sudut pandang, teori, dan opini benar dan didukung oleh bukti.

Pemikir yang kritis akan: 1. Mengajukan pertanyaan. 2. Menilai fakta. 3. Menganalisis asumsi dan bias yang ada. 4. Menghindari penjelasan yang bersifat emosional. 5. Menghindari kecenderungan untuk terlalu menyederhanakan.
Saya masih belum memiliki semua jawabannya, namun saya mulai mengajukan pertanyaan yang benar.

Pemikir yang kritis akan: 6. Mempertimbangkan berbagai alternatif dalam melakukan interpretasi 7. Menoleransi ketidakpastian. Berpikir kritis lebih merupakan sebuah proses yang terusmenerus bergulir.

Apakah Anda sekedar menyampaikan omong kosong atau Anda dapat menguji apa yang Anda katakan dengan data?

Psikologi Masa Lalu: Dari Kursi Terapi Hingga Laboratorium


Para pelopor dalam bidang ilmu psikologi telah membuat sejumlah observasi yang valid dan menghasilkan sejumlah gagasan yang berguna, namun tanpa menggunakan metode empiris yang tepat. Para pelopor dalam bidang ilmu psikologi juga telah membuat sejumlah kesalahan fatal dalam mendeskripsikan dan menjelaskan perilaku, seperti yang terjadi dalam kasus phrenology.

Dalam peta phrenology abad ke-19 ini, ruang yang sangat kecil terkait dengan harga diri dan ruang yang besar terkait dengan sifat berhati-hati.

Lahirnya Psikologi Modern


Pendiri psikologi ilmiah yang resmi adalah Wilhelm Wundt, yang secara formal telah mendirikan laboratorium psikologi pada tahun 1879 di Leipzig, Jerman. Hasil kerjanya melahirkan aliran strukturalisme, yang merupakan pendekatan pertama di antara sejumlah pendekatan di bidang psikologi. Strukturalisme menekankan analisis dari pengalaman langsung menjadi elemen-elemen dasar. Tidak lama kemudian, pendekatan strukturalisme ditinggalkan , sebagian karena sangat bergantung pada introspeksi. Wilhelm Wundt (1832-1920), di kanan,
dengan rekan-rekan kerjanya.

Pendekatan awal lainnya, fungsionalisme, sedikit diilhami oleh teori evolusi dari Charles Darwin. Pendekatan fungsionalisme menekankan pada tujuan perilaku. Salah satu pendukung terkenal dari pendekatan ini adalah William James. Fungsionalisme juga tidak bertahan lama sebagai salah satu aliran psikologi, meskipun fungsionalisme memiliki pengaruh besar terhadap kelangsungan ilmu psikologi.

William James (18421910)

Sebagai suatu metode psikoterapi, psikologi berakar dari teori psikoanalisis dari Sigmund Freud. Teori psikoanalisis dari Sigmund Freud menekankan pentingnya ketidaksadaran sebagai penyebab timbulnya berbagai masalah mental dan emosional.
Sigmund Freud (18561939)

Psikologi Masa Kini: Perilaku, Tubuh, Pikiran, dan Budaya


Terdapat lima sudut pandang utama psikologi dewasa ini. 1. Perspektif biologis menekankan sejumlah fakta biologis yang berkaitan dengan berbagai perilaku, pikiran, dan perasaan, sekaligus faktor genetik yang juga berkontribusi dalam mempengaruhi perilaku. Dalam perspektif ini, lahirlah bidang keahlian khusus yang populer dan baru, psikologi evolusi, yang mengikuti jejak fungsionalisme.

2. Perspektif belajar menekankan cara lingkungan dan sejarah seseorang dalam mempengaruhi perilaku. Dalam perspektif belajar, para behavioris menolak penjelasan yang bersifat mental. Para ahli teori aliran belajar sosial-kognitif menggabungkan berbagai unsur behaviorisme dengan studi mengenai berbagai pikiran, nilai, dan intensi.

3. Perspektif kognitif menekankan berbagai proses mental dalam persepsi, pemecahan masalah, pembentukan kepercayaan, dan berbagai aktivitas manusia lainnya. 4. Perspektif sosiokultural mengeksplorasi cara konteks sosial dan berbagai peraturan budaya mempengaruhi berbagai keyakinan dan perilaku individu. 5. Perspektif psikodinamika, yang berasal dari teori psikoanalisis Freud, menekankan berbagai motif, konflik, dan hasrat yang tidak disadari. Perspektif ini sangat berbeda dari pendekatan lainnya dalam hal metode dan penetapan fakta.

Tidak semua pendekatan psikologi dapat digolongkan secara tepat ke dalam salah satu di antara kelima perspektif utama tersebut. Sebagai contoh, dua gerakan penting, psikologi humanistik dan psikologi feminis, telah mempengaruhi pertanyaan yang diajukan para peneliti, metode yang digunakan, maupun kesadaran mengenai bias dalam psikologi. Penelitian khusus yang kontemporer yang disebut psikologi positif mengikuti tradisi humanistis dengan fokus pada aspek positif dari perilaku manusia.

Apa yang Dilakukan Para Psikolog


Para psikolog melakukan penelitian dan mengajar di universitas, memberikan layanan kesehatan mental (praktek psikologi), serta mengarahkan penelitian dan penerapan berbagai temuan ke berbagai lingkungan nonakademis yang luas. Psikologi terapan mencurahkan perhatiannya pada penggunaan pengetahuan psikologi secara luas. Psikologi dasar mencurahkan perhatian pada pengetahuan psikologi demi pengetahuan itu sendiri.

Beberapa psikolog adalah peneliti, beberapa yang lain adalah praktisi, dan ada berperan sebagai keduanya. Di gambar sebelah kiri, peneliti psikolog, Linda Bartoshuk menggunakan teknologi untuk mempelajari bagaimana anatomi lidah membuat kita dapat mengecap berbagai rasa. Di gambar sebelah kanan, psikolog klinis membantu pasangan dalam terapi.

Para psikolog bekerja di berbagai situasi, dari kelas hingga ruang pengadilan. Di gambar kiri, seorang psikolog olahraga, Sean McCain, membantu seorang atlet Olimpiade untuk bersantai dan berlatih secara mental mengenai apa yang akan ia lakukan secara fisik ketika pertandingan atletik yang sebenarnya sedang berlangsung. Di gambar kanan, Louis Herman mempelajari kemampuan lumba-lumba dalam memahami bahasa isyarat sinyal-sinyal tangan. Sebagai respons terhadap rangkaian gerak isyarat orang dan lompat, si lumba-lumba akan melompati orang tersebut di kolam.

Berbagai spesialisasi psikologi yang ada adalah: Psikologi eksperimen Psikologi pendidikan Psikologi perkembangan Psikologi industri/organisasi Psikometri Psikologi konseling Psikologi sekolah Psikologi klinis

Psikoterapis adalah istilah yang belum diatur yang mengacu pada siapa saja yang melakukan terapi, termasuk orang-orang yang tidak memiliki izin maupun pelatihan sama sekali. Terapis dengan lisensi memiliki perbedaan dalam hal pelatihan dan pendekatan yang ditempuh. Psikolog klinis memiliki gelar Ph.D., Ed.D., atau Psy.D. Psikiater memiliki gelar M.D. Psikoanalis terlatih dalam institut psikoanalisis.

Pekerja sosial klinis berlisensi dan konselor dalam berbagai bidang spesialisasi lain, termasuk konselor perkawinan, keluarga, dan anak, mungkin memiliki berbagai gelar pascasarjana. Banyak psikolog yang prihatin dengan semakin banyaknya psikoterapis yang kurang memperoleh pelatihan memadai dan tidak memiliki surat pengesahan atau pemahaman yang kuat mengenai berbagai metode serta hasil penelitian.

Karena tidak semua terapis memiliki pengetahuan yang memadai mengenai berbagai temuan di bidang psikologis, para klien perlu menanyakan tentang pelatihan serta kualifikasi lain yang dimiliki oleh terapis.

Biologi dan Psikologi: Melintasi Batas


Kebanyakan, jika kita tidak dapat mengatakan selalu, para psikolog menganut lebih dari satu pendekatan psikologi. Sesungguhnya, terdapat peningkatan kecenderungan di dunia psikologi untuk melintasi batas yang secara tradisional memisahkan satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lainnya, khususnya batas antara biologi dan psikologi. Meskipun para psikolog memiliki perbedaan perspektif dan sasaran, para ilmuwan psikologi, apapun spesialisasinya, umumnya sependapat tentang metode penelitian yang dapat diterima dan semua psikolog dipersatukan oleh ketertarikan yang kuat terhadap misteri perilaku.

Apa yang Menjadikan Penelitian Psikologi Bersifat Ilmiah?


Para psikolog menggunakan metode penelitian untuk memisahkan kesimpulan yang dibuat berdasarkan bukti yang dapat dipercaya, dari keyakinan yang tidak memiliki dasar apapun. Pemahaman mengenai metode penelitian membantu seseorang untuk dapat berpikir secara kritis mengenai berbagai masalah psikologi dan dapat bertindak sebagai konsumen yang kritis terhadap temuan dan program psikologi.

Ilmuwan yang ideal memiliki sifat-sifat sebagai berikut: Merumuskan hipotesis dan prediksi secara tepat. Bersikap skeptis terhadap berbagai pernyataan yang hanya didasarkan pada keyakinan atau pernyataan yang diajukan oleh pihak otoritas. Mendasarkan pengetahuannya pada fakta empiris. Menolak confirmation bias dan tunduk pada principle of falsifiability. Terbuka terhadap berbagai metode sehingga temuan-temuan dapat dikaji ulang atau direplikasi. Sifat dasar ilmu pengetahuan yang memasyarakatkan dan menerapkan proses peer review akan menjadi sebuah sistem yang terdiri dari pemeriksaan dan penyesuaian bagi ilmu pengetahuan tersebut.

The Principle of Falsifiability Metode ilmiah menuntut para peneliti untuk memperkenalkan ide-ide mereka pada kemungkinan adanya fakta-fakta yang bertentangan, seperti (a) Sebagai perbandingan, orang-orang menyatakan adanya kekuatan supranatural, seperti penemu sumber air (yang menyatakan bahwa mereka dapat menemukan air di bawah tanah dengan menggunakan tongkat, yang akan membengkok jika ada air di bawahnya), secara umum menginterpretasikan semua hasil yang mungkin terjadi sebagai dukungan terhadap pernyataan yang mereka buat, dan (b) pernyataan-pernyataan mereka kemudian tidak diuji.

Studi Deskriptif: Menetapkan Fakta-fakta


Dalam semua penelitian, peneliti sebaiknya menggunakan sampel yang representatif atau sekumpulan orang yang memiliki komposisi karakteristik populasi yang ingin diteliti. Namun dalam prakteknya, peneliti harus sering kali menggunakan sampel yang mudah, yang biasanya adalah mahasiswa perguruan tinggi. Dalam bermacam topik penelitian, konsekuensi yang harus dihadapi mungkin kecil, akan tetapi dalam kasus lainnya, kesimpulan mengenai orang secara umum haruslah diambil dengan hati-hati.

Metode deskriptif memungkinkan para psikolog mendeskripsikan dan memprediksikan perilaku tanpa disertai keharusan untuk memilih sebuah penjelasan tertentu di antara sejumlah penjelasan lainnya. Metode deskriptif dapat mencakup studi kasus, studi observasi, tes psikologi, survei, maupun studi korelasi.

Studi Kasus
Studi kasus adalah deskripsi mendetail tentang individu. Studi kasus kerap digunakan oleh para ahli klinis. Studi kasus dapat menjadi cara yang berharga ketika kita mengeksplorasi topik-topik penelitian baru, serta ketika kita mengajukan serangkaian pertanyaan yang sulit dijawab melalui metode lainnya.

Gambar ini dibuat oleh Genie, seorang gadis kecil yang diisolasi dan diperlakukan semena-mena selama bertahun-tahun. Isinya memperlihatkan salah satu kegiatan favoritnya mendengarkan permainan piano dari seorang peneliti, Susan Curtiss. Bersama dengan materi kasus lainnya, gambar-gambar Genie digunakan untuk mempelajari perkembangan mental dan sosialnya.

Meskipun demikian, karena orang yang dilibatkan bukanlah representasi dari keseluruhan populasi pada umumnya, secara umum studi kasus cenderung lebih dimanfaatkan sebagai sumber informasi alih-alih guna menguji hipotesis.

Studi Observasi
Dalam studi observasi, para peneliti secara sistematis mengamati dan merekam perilaku tanpa mencampuri sedikit pun perilaku yang sedang dipelajari. Observasi naturalistik digunakan untuk menemukan bagaimana subjek berperilaku dalam lingkungan natural. Observasi laboratorium memungkinkan kontrol yang lebih besar dan penggunaan peralatan khusus. Meskipun demikian, ada kemungkinan perilaku yang muncul di dalam laboratorium berbeda dengan perilaku yang muncul di dalam situasi alami atau situasi keseharian.

Para psikolog menggunakan observasi laboratorium untuk mengumpulkan informasi yang berharga mengenai aktivitas otak dan otot ketika tidur. Dengan menggunakan observasi naturalistik, para psikolog mempelajari cara orang-orang memodifikasi raut wajah dan posisi tubuhnya dalam sebuah kerumunan demi menjaga privasinya.

Tes
Tes psikologi digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi sifat kepribadian, kondisi emosional, bakat, minat, kemampuan, dan nilai. Sebuah tes dinyatakan baik jika memiliki standardisasi , pemberian skor dengan menggunakan norma yang telah diakui, reliabel, dan valid. Meskipun demikian, hingga kini masih terdapat berbagai kritik yang menyangkut reliabilitas dan validitas tes, bahkan terhadap tes yang telah digunakan secara luas sekalipun.

Survei
Survei adalah kuesioner atau wawancara yang secara langsung menanyakan sejumlah pengalaman, sikap, dan pendapat seseorang. Para peneliti harus berhati-hati agar memperoleh sebuah sampel yang benar-benar mewakili populasi yang hendak diteliti. Peneliti juga harus memastikan bahwa hasil yang diperoleh tidak dipengaruhi oleh volunteer bias. Temuan-temuan yang diperoleh juga dapat dipengaruhi oleh kebohongan yang kadang kala dilakukan oleh responden, kesalahan dalam mengingat, atau kesalahan dalam menginterpretasikan pernyataan yang diajukan.

Teknologi dan penggunaan Internet dapat membantu para psikolog meminimalkan sebagian masalah ini, namun teknologi dan penggunaan internet juga memberi tantangan baru yang terkait dengan metodologi. Sebaiknya kita juga berhati-hati terhadap tes yang terdapat di Internet karena belum tentu semua tes tersebut memenuhi standar ilmiah.

Studi Korelasi: Mencari Hubungan


Dalam penelitian deskriptif, studi yang mencari hubungan antara gejala-gejala disebut sebagai studi korelasi. Suatu korelasi adalah suatu pengukuran mengenai kekuatan dari hubungan positif atau negatif antara dua variabel, yang dinyatakan dalam sebuah koefisien korelasi. Berbagai korelasi yang dilaporkan melalui media atau Internet didasarkan pada desas-desus atau anekdot saja, tanpa didukung oleh data. Bahkan jika memang terdapat sebuah korelasi, tidak berarti korelasi tersebut memperlihatkan hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel terkait.

Korelasi Grafik (a) menggambarkan sebuah korelasi positif: Secara umum, meningkatnya pendapatan seiring dengan meningkatnya jenjang pendidikan. Grafik (b) memperlihatkan sebuah korelasi negatif: Secara umum, semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin sedikit masalah gigi yang mereka alami. Grafik (c) memperlihatkan sebuah korelasi nol antara tinggi badan seseorang dan agresivitas.

Eksperimen: Mencari Hubungan Kausalitas


Eksperimen memungkinkan para peneliti melakukan kontrol terhadap situasi yang dipelajari, memanipulasi variabel independen, dan menilai efek manipulasi terhadap variabel dependen.

Berbagai studi eksperimen yang dilakukan biasanya menuntut adanya pembanding atau kondisi kontrol, yang menggunakan cara penempatan acak pada subjek untuk masuk ke dalam kelompok eksperimen atau kelompok kontrol.

Dalam beberapa penelitian, orangorang yang berada dalam kelompok kontrol menerima placebo atau intervensi tipuan. Single-blind procedure dan doubleblind procedure dapat digunakan untuk mencegah pengaruh ekspektasi subjek ataupun eksperimenter terhadap hasil yang diperoleh.

Karena eksperimen dapat menghasilkan kesimpulan yang menunjukkan hubungan kausalitas, metode ini telah lama menjadi pilihan metode yang sering dipakai di bidang psikologi. Akan tetapi, seperti observasi laboratorium, eksperimen menciptakan suatu situasi khusus yang dapat memancing perilaku yang tidak biasa terjadi dalam situasi umum. Akibatnya, banyak peneliti sering menyarankan metode penelitian lapangan.

Mengevaluasi Temuan
Para psikolog menggunakan statistik deskriptif, seperti mean dan standar deviasi, untuk meringkas data. Mereka menggunakan statistik inferensial untuk memperoleh kesimpulan mengenai data-data yang ada.

Mean Sama, Makna Berbeda. Kedua distribusi skor memiliki mean 5, namun pada gambar (a) skor-skor berkumpul di sekitar mean, sementara pada gambar (b) skor-skor tersebar luas, sehingga standar deviasi untuk kedua distribusi tersebut akan sangat berbeda. Distribusi manakah yang memiliki mean yang umum untuk semua ?

Tes signifikansi menyatakan seberapa besar kemungkinan hasil penelitian yang diperoleh hanya disebabkan oleh faktor kebetulan. Hasil suatu penelitian dinyatakan signifikan secara statistik jika kemungkinan hasil yang ditemukan terjadi secara kebetulan sangat kecil. Hasil yang signifikan secara statistik memungkinkan psikolog melakukan prediksi mengenai perilaku manusia yang diteliti. Namun, seperti halnya semua ilmu pengetahuan ilmiah, hasil yang berupa probabilitas ini tidak menunjukkan dengan pasti kepada kita mengenai apa yang akan dilakukan oleh individu tertentu dalam suatu situasi tertentu.

Memilih sebuah penjelasan tentang suatu temuan di antara berbagai kemungkinan penjelasan yang ada bukanlah pekerjaan yang mudah. Kita harus berhati-hati agar tidak menggunakan penjelasan yang terlalu jauh dan melampaui fakta. Kadang kala interpretasi terbaik baru muncul setelah hipotesis berhasil diuji dengan menggunakan lebih dari satu metode sebagai contoh, dengan menggunakan metode lintas kelompok dan longitudinal.

Signifikansi statistik tidak selalu memberikan implikasi penting dalam dunia nyata, karena jumlah keragaman data yang dijelaskan oleh variabel independenatau besar efeknya mungkin kecil. Sebaliknya, hasil penelitian yang tidak cukup signifikan bisa jadi justru secara potensial dapat digunakan. Oleh karena itu banyak psikolog kini beralih dari pengukuran inferensial ke pengukuran lain. Sebagai contoh, teknik meta-analisis, mengungkapkan sejauh mana keragaman yang terdapat pada data dari berbagai penelitian dapat dijelaskan oleh sebuah variabel khusus.

Menjaga Penelitian Tetap Etis


Kode APA menuntut para peneliti untuk memperoleh informed consent dari subjek penelitiannya, melindungi subjek agar tidak terlukai, dan menginformasikan kepada subjek mengenai semua risiko yang terkait dengan pelaksanaan penelitian.

Tujuan psikolog mempelajari hewan adalah untuk: Memperoleh pengetahuan mengenai spesies tertentu. Menemukan penerapan praktis dari prinsip-prinsip psikologi. Mempelajari berbagai masalah yang tidak dapat dilakukan pada subjek manusia karena alasan praktis atau etis. Memperoleh penjelasan mengenai sejumlah pertanyaan teoretis. Meningkatkan kesejahteraan manusia.

Perdebatan mengenai penggunaan hewan dalam penelitian telah memicu upaya pembuatan pedoman yang mengatur perlakuan maupun perawatan terhadap hewan-hewan tersebut.

Kadang kala para psikolog menggunakan hewan untuk memahami proses belajar, memori, emosi, dan berbagai topik lainnya, Di gambar sebelah kiri, John Boitano dan Kathryn Scavo mengamati tikus yang belajar mencari tempat pijakan saat tikus tersebut berenang di kolam yang berisikan air yang gelap. Di sebelah kanan, Frans de Waal mengamati sekelompok simpanse bersosialisasi di suatu tempat bermain.

Statistik membantu ilmuwan untuk memahami kompleksitas perilaku manusia. Untuk kalangan awam, perlu diingat bahwa statistik kerap kali disalahtafsirkan atau disalahgunakan untuk mendukung tujuan sosial atau tujuan politik tertentu.

Menguak Tabir Rahasia Gen


Secara umum, para psikolog yang menganut pendekatan evolusi mempelajari kesamaan antar manusia, sementara para ahli genetika perilaku mempelajari perbedaannya. Menurut sejarah, para nativist menekankan pengaruh alam (nature) sementara para empiricist menekankan pengaruh pengasuhan (nurture).

Yang tinggi dan yang pendek: Semua manusia sama tetapi juga berbeda.

Meskipun terdapat perbedaan sudut pandang tersebut, kini para ilmuwan memahami bahwa faktor keturunan dan faktor lingkungan saling berinteraksi dalam menghasilkan sifat psikologis dan fisik kita. Interaksi ini bekerja dalam dua arah: gen mempengaruhi lingkungan yang kita pilih dan lingkungan mempengaruhi aktivitas gen sepanjang hidup kita.

Gen, yang merupakan unit herediter dasar, terletak dalam kromosom yang terdiri dari untaian DNA. Dalam setiap gen, kombinasi empat elemen DNAasam amino adenine (A), thymine (T), cytosine (C), dan guanine (G) membentuk suatu kode kimiawi yang berperan dalam menentukan sintesis protein tertentu. Selanjutnya, protein-protein ini akan mempengaruhi keseluruhan struktur dan karakteristik biokimiawi organisme.

Sebagian besar sifat manusia tidak tergantung hanya pada sepasang gen. Oleh karenanya, menemukan kontribusi genetis mengenai sifatsifat seseorang merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Metode yang dipakai untuk melakukan pekerjaan ini adalah linkage study, di mana peneliti berusaha mencari pola-pola diturunkannya penanda genetis yang lokasinya di dalam gen telah diketahui. Para peneliti telah menyelesaikan sebuah naskah kasar dari peta seluruh genom manusia.

Meskipun demikian, peta ini tidak secara otomatis menunjukkan kepada kita tentang gen khusus yang berhubungan dengan hal tertentu, bagaimana gen tersebut melakukannya, atau bagaimana berbagai gen tersebut saling berinteraksi dan mempengaruhi perilaku.

Memetakan Gen Manusia Gen-gen terletak dalam kromosom. Beberapa di antaranya ditunjukkan di sisi kiri, gambar yang diperbesar hampir 55.000 kali. Di sisi kanan sebagian kecil peta kromosom 10 menunjuk 52 gen yang diidentifikasi oleh Human Genome Project, termasuk di antaranya yang terkait dengan kanker prostat, leukemia, dan obesitas.

Genetika Kesamaan
Para ahli psikologi evolusi berpendapat bahwa persamaan antar manusia dapat ditelusuri melalui proses evolusi, khususnya seleksi alam.
Pada awalnya banyak orang menertawakan pendapat Darwin yang menyatakan bahwa manusia memiliki nenek moyang yang sama dengan primata lain. Pada gambar kartun dari abad ke-19 ini, terdapat gambar Darwin yang mirip monyet sedang menunjukkan betapa miripnya seekor monyet dengan manusia. Kini prinsip-prinsip evolusi, yang telah lama mengarahkan ilmu biologi, telah berkembang dan mempengaruhi pula ilmu psikologi.

Mereka membuat kesimpulan mengenai kecenderungan perilaku yang mungkin telah terseleksi karena kecenderungan perilaku tersebut membantu kita mengatasi persoalan-persoalan yang menyangkut kelangsungan hidup dan reproduksi. Para peneliti juga melihat apakah kecenderungan tersebut pada kenyataannya dijumpai di seluruh dunia.
Seleksi alam memungkinkan hewan untuk bertahan hidup dengan cara beradaptasi terhadap lingkungan. Di sebuah padang gurun di Arizona, kebanyakan tikus batu karang memiliki warna seperti pasir dan cukup tersamar di antara batu karang yang berwarna cokelat-kekuningan, di mana tikus-tikus itu berlari-lari sambil berloncatan (a) Warna ini karenanya dapat menyelamatkan mereka dari serangan burung hantu dan predator lainnya. Akan tetapi, di daerah yang dahulunya banyak terdapat aliran lahar yang membentuk batu karang berwarna hitam, tikus-tikus dari jenis yang sama ini memiliki bulu berwarna gelap, sehingga dapat tersamar juga (b). Anda dapat menyaksikan betapa rentan tikus-tikus tersebut bila bulunya tidak menyerupai warna batu karang (c dan d). Para peneliti baru-baru ini mengidentifi kasi gen yang terlibat dalam evolusi warna menjadi gelap di antara tikus-tikus tersebut (Nachman, Hoekstra, & DAgostino, 2003).

Banyak ahli psikologi evolusi yakin bahwa pikiran tidak dapat diibaratkan seperti sebuah komputer yang serba bisa. Pikiran merupakan kumpulan modul-modul mental yang senantiasa berkembang dan berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan spesifik yang menyangkut dengan kelangsungan hidup.
Semua primata, termasuk manusia, secara alami cenderung Mengeksplorasi lingkungannya, memanipulasi objek, dan bermain.

Yang menjadi calon modul-modul mental tersebut adalah refleks-refleks yang kita bawa sejak lahir, ketertarikan pada hal baru, motif untuk menjelajah dan memanipulasi objek, dorongan untuk bermain, serta kapasitas untuk menguasai keterampilan kognitif dasar, termasuk pemahaman dasar mengenai angka. Meskipun demikian, dengan adanya beberapa perilaku atau sifat yang tidak selalu dapat begitu saja diartikan, memiliki arti bahwa perilaku atau sifat itu merupakan hasil dari proses adaptasi dan seleksi alam.

Warisan Kita Sebagai Manusia: Bahasa


Manusia merupakan satu-satunya spesies yang menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan menguasai sejumlah bentuk ungkapan baru. Noam Chomsky mengatakan bahwa kemampuan anak kecil dalam menangkap bentuk yang tersurat dari berbagai ungkapan serta kemampuan mengaplikasikan aturan tata bahasa sehingga dapat menyimpulkan bentuk yang tersirat, pasti tergantung dari kecakapan bahasa yang sifatnya alamiahalat pemerolehan bahasayang mampu menangkap tata bahasa universalciri yang secara umum terdapat dalam semua bahasa.

Ada berbagai temuan yang mendukung pandangan Chomsky berikut: 1. Anak-anak dari berbagai budaya yang berbeda melewati tahap-tahap perkembangan bahasa yang sama. 2. Bahasa anak-anak penuh dengan overregulasi, yang mencerminkan aturan-aturan tata bahasa. 3. Orang dewasa secara tidak konsisten memperbaiki kalimat anak.

Ada berbagai temuan yang mendukung pandangan Chomsky berikut: 4. Berbagai kelompok anak yang tidak pernah dihadapkan pada bahasa orang dewasa kerap menemukan bahasanya sendiri. 5. Bayi dapat menemukan aturan bahasa dari serangkaian bunyi. Pada manusia, kapasitas dasar untuk berbahasa ini dapat berkembang, karena kapasitas ini penting bagi kelangsungan hidup.

Anak-anak Nikaragua yang tunarungu ini dapat membuat tata bahasa isyarat mereka yang kompleks dan sama sekali tidak berhubungan dengan bahasa Spanyol atau bahasa isyarat yang umumnya dipakai.

Di sisi lain, sejumlah ilmuwan juga telah berhasil menciptakan model-model penguasaan bahasa yang tidak mengandaikan adanya kapasitas dasar (jaringan saraf komputer). Beberapa di antara mereka berpendapat bahwa daripada menyimpulkan aturan tata bahasa, anak-anak justru mempelajari peluang statistik bahwa kata atau suku kata tertentu akan mengikuti kata atau suku kata lainnya.

Selain itu, tampaknya pendidikan yang diberikan oleh orang tua, seperti upaya memperbaiki susunan kalimat yang salah, dapat membantu penguasaan bahasa anak. Kesiapan biologis dan pengalaman saling berinteraksi dalam perkembangan bahasa.
Meskipun kemampuan belajar bahasa dapat dibawa sejak lahir, orang tua anak dapat membina perkembangan bahasa anak mereka melalui percakapan maupun dengan cara membaca bersama.

Warisan Kita Sebagai Manusia: Berpacaran dan Berpasangan


Para ahli sosiobiologi serta para ahli psikologi evolusi menyatakan bahwa, sebagai reaksi terhadap masalah kelangsungan hidup yang selalu dihadapi sejak dahulu kala, pria dan wanita telah mengembangkan sejumlah strategi seksual dan strategi berpasangan yang berbeda.

Itu masalah antarpria.

Menurut pandangan ini, pria lebih mungkin beradaptasi jika ia memiliki sifat tidak memilih-milih pasangan, tertarik pada pasangan yang lebih muda, dan menginginkan kesenangan baru dalam seks. Sedangkan wanita berlaku monogami, bersikap pemilih terhadap pasangannya, dan lebih memilih keamanan daripada kesenangan baru.

Preferensi Umur dalam Perkawinan Dalam kebanyakan masyarakat, pihak lelaki lebih suka menikahi perempuan yang lebih muda, sedangkan pihak perempuan lebih menyukai pasangan yang lebih tua (Buss, 1995). Ahli psikologi evolusi menjelaskan bahwa ke cenderungan pihak laki-laki bertindak seperti itu berkaitan dengan masalah fertilitas pasangannya, sedangkan pihak perempuan mendasarkan preferensinya pada sumber daya materi dan status pasangannya. Bila pihak lelaki lebih tua daripada perempuan, orang jarang berkomentar; tetapi bila pihak perempuan lebih tua, seperti kasus aktris Demi Moore dan aktor Ashton Kutcher, maka orang menggunjingkannya.

Penelitian lintas budaya dan penelitian terhadap hewan mendukung beberapa prediksi yang dilakukan oleh pendekatan evolusi mengenai proses berpasangan dan berhubungan seksual.
Salah satu asumsi dasar dari pendekatan evolusi terhadap seksualitas adalah bahwa wanita di semua spesies memiliki keterlibatan yang lebih besar dalam pengasuhan anak dibandingkan pria. Meskipun demikian, terdapat banyak pengecualian. Penguin kaisar betina contohnya, cuti setiap musim dingin, meninggalkan para jantan untuk merawat anak-anaknya.

Penelitian lintas budaya dan penelitian terhadap hewan mendukung beberapa prediksi yang dilakukan oleh pendekatan evolusi mengenai proses berpasangan dan berhubungan seksual. Meskipun demikian, kedua penelitian ini juga melontarkan berbagai kritik dengan menyatakan bahwa perilaku seksual manusia terlalu bervariasi dan berubah-ubah sehingga tidak dapat dijelaskan hanya dengan menggunakan sebuah pendekatan tunggal, seperti hanya dari pendekatan evolusi saja.

Dalam penelitian, apa yang dikatakan para mahasiswa mengenai perilaku berpasangan dan berkencan tidak selalu sama pada setiap orang, dan apa yang mereka katakan tentang berpasangan dan berkencan tidak harus sama dengan apa yang sebenarnya mereka lakukan. Bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh ahli teori evolusi, nenek moyang kita mungkin tidak memiliki banyak calon pasangan untuk dipilih. Apa yang nenek moyang kita kembangkan adalah seleksi pasangan yang didasarkan pada persamaan dan kedekatan.

Banyak penelitian membuat pengecualian dalam arah pemikiran evolusi. Masalah pokok yang memisahkan kelompok cendikiawan penganut aliran evolusi dengan para pengkritik itulah yang menentukan panjang rantai kendali genetika.

Seberapa besarkah pengaruh zaman masa lalu kita pada kebiasaan berpasangan dan berhubungan seksual kita?

Perbedaan Genetis
Para ahli genetika perilaku kerap mempelajari perbedaan antar individu dengan menggunakan data dari penelitian terhadap anak-anak yang diadopsi, kembar identik, serta kembar fraternal.

Data-data ini memberikan perkiraan mengenai berbagai sifat dan kemampuan yang diturunkansejauh mana perbedaan sifat atau kemampuan pada sekelompok individu dapat dijelaskan oleh perbedaan genetis.

Perkiraan mengenai faktor keturunan tidak diterapkan pada individu yang spesifik maupun pada perbedaan antar kelompok. Perkiraan mengenai faktor keturunan hanya dapat diterapkan untuk menjelaskan perbedaan dalam suatu kelompok khusus yang hidup dalam suatu kelompok khusus yang hidup dalam lingkungan khusus pula. Sebagai contoh, pengaruh faktor keturunan lebih tinggi pada anak-anak yang berasal dari keluarga serba berkecukupan daripada anak-anak yang berasal dari keluarga berkekurangan. Selain itu, sifat-sifat yang dapat diwariskan pun kerap kali dapat dimodifikasi oleh lingkungan.

Keragaman Manusia: Masalah Inteligensi


Perkiraan sumbangan faktor keturunan terhadap inteligensi (sebagaimana diukur dengan tes IQ) rata-rata adalah sekitar 0,40 hingga 0,50 untuk anak-anak dan remaja, serta 0,60 hingga 0,80 untuk orang dewasa.

Dibandingkan kembar fraternal, kembar identik lebih memperlihatkan kesamaan dalam hasil tes IQ. Anak-anak yang diadopsi menunjukkan korelasi skor yang lebih tinggi dengan orang tua biologisnya dibandingkan dengan orang tua angkatnya. Hasil ini tidak berarti bahwa gen menentukan inteligensi. Varian sisa dari skor-skor IQ yang ada pasti sebagian besar terkait dengan pengaruh lingkungan.

Akhir-akhir ini para peneliti telah menemukan bahwa volume total dari substansi kelabu (grey matter) di otak (sebagai hal yang sangat diwariskan) berkorelasi dengan inteligensi umum. Pada anak yang cerdas, korteks serebral pada awalnya lebih tipis dibandingkan anak-anak lain, namun berkembang lebih cepat dan untuk waktu yang lebih lama. Beberapa penelitian telah memperlihatkan ciri-ciri gen yang mungkin mempengaruhi hasil IQ. Meskipun demikian, jika terbukti, masing-masing gen hanya mampu menjelaskan sebagian kecil teka-teki besar mengenai varian genetis inteligensi.

Tidaklah benar jika menyimpulkan perbedaan kelompok atas perkiraan heritabilitas yang berdasarkan pada perbedaan dalam kelompok. Bukti yang ada tidak mampu mendukung penjelasan genetika mengenai perbedaan hasil tes-tes IQ antara kulit putih dengan kulit hitam.

Faktor-faktor lingkungan, seperti kurangnya perawatan selama dalam kandungan, kurangnya gizi, racun, dan lingkungan keluarga yang buruk, berkaitan dengan rendahnya hasil tes inteligensi. Sebaliknya, lingkungan yang sehat dan suportif, serta beberapa aktivitas pengayaan, dapat meningkatkan performa orang dalam tes inteligensi. Di beberapa negara, selama beberapa generasi telah terjadi peningkatan skor IQ. Hal ini cenderung disebabkan oleh program pola makan dan pendidikan yang lebih baik serta meningkatnya pekerjaan yang menuntut kemampuan berpikir abstrak.

Di Balik Perdebatan antara Nature (Alam) dan Nurture (Lingkungan)


Baik nature maupun nurture tidak dapat sepenuhnya menjelaskan persamaan maupun perbedaan antar manusia. Pengaruh genetis maupun lingkungan saling bercampur dan tidak bisa dibedakan lagi seiring dengan perkembangan individu.

Otak merupakan dasar dari kesadaran, persepsi, ingatan, dan emosi.

Sistem Saraf: Sebuah Cetak Biru Dasar


Sistem saraf berfungsi mengumpulkan dan memproses informasi, membangkitkan respons terhadap rangsangan yang datang, dan mengoordinasikan kerja berbagai sel yang berbeda. Ilmuwan membagi otak menjadi dua bagian: sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Sistem Saraf Pusat dan Perifer
Sistem saraf pusat mencakup otak dan saraf tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri dari 43 pasang saraf yang menghubungkan informasi dari dan ke sistem saraf pusat. 12 pasang saraf kranial di dalam kepala memasuki otak secara langsung; 31 pasang saraf tulang belakang masuk ke dalam tulang belakang melalui celah antara tulang belakang tersebut.

Sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan saraf tulang belakang yang berfungsi menerima, memproses, menginterpretasikan, menyimpan informasi, dan mengirimkannya ke berbagai otot, kelenjar, dan organ tubuh. Sistem saraf pusat berfungsi mengantarkan informasi dari dan ke sistem saraf perifer melalui saraf sensorik dan saraf motorik. Sistem saraf perifer terdiri dari: 1. Sistem saraf somatis, yang berperan dalam sensasi dan gerakan-gerakan volunter. 2. Sistem saraf otonomik yang berperan dalam mengatur berbagai pembuluh darah, kelenjar, dan organ-organ internal.

Biasanya sistem saraf otonomik berfungsi tanpa adanya kontrol yang disadari. Lebih jauh lagi, sistem saraf otonomik dibagi menjadi sistem saraf simpatik, yang mengerahkan tubuh untuk beraksi, dan sistem saraf otonomik, yang menghemat energi.

Sistem Saraf Otonomik Secara umum, bagian simpatik dari sistem saraf otonomik berfungsi untuk mempersiapkan tubuh dalam mengeluarkan energi, sementara bagian parasimpatik berfungsi memulihkan dan melestarikan energi. Serabut saraf simpatik dimulai dari area di saraf tulang belakang (yang pada ilustrasi ini diwarnai merah); serabut-serabut parasimpatik dimulai dari area bawah otak dan area saraf tulang belakang (pada ilustrasi berwarna hijau).

Komunikasi Dalam Sistem Saraf


Unit dasar dari sistem saraf disebut neuron. Neuron-neuron ini terletak di sel-sel glia yang berfungsi memberi makanan, menyelubungi, melindungi, dan memungkinkan neuron-neuron ini berfungsi secara tepat. Setiap neuron terdiri dari dendrit-dendrit, sebuah badan sel, dan sebuah akson. Pada sistem saraf perifer, beberapa akson (dan terkadang dendrit) akan bergabung dalam sebuah berkas yang kemudian disebut saraf.

Berbagai Jenis Neuron Neuron memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi, tergantung dari lokasi dan fungsinya. Lebih dari 200 jenis neuron telah diidentifikasi pada mamalia.

Sejumlah akson diselubungi oleh selubung mielin. Selubung mielin ini berfungsi mempercepat konduksi di antara impuls-impuls saraf dan mencegah sinyal-sinyal yang berasal dari sel-sel yang berdekatan tidak saling mengganggu satu sama lain.

Struktur Neuron Impuls saraf yang datang diterima oleh dendrit-dendrit dari sebuah neuron, lalu dikirimkan ke badan sel. Sinyal meninggalkan akson ke cabang-cabang terminal.

Penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini meruntuhkan dua asumsi lama: 1. Bahwa neuron-neuron yang terletak di sistem saraf pusat manusia tidak dapat dipengaruhi untuk melakukan regenerasi. 2. Bahwa tidak ada neuron-neuron baru yang terbentuk setelah masa kanak-kanak awal. Di laboratorium ternyata neuron-neuron dapat dipengaruhi untuk melakukan regenerasi.

Dalam area yang berhubungan dengan kegiatan belajar dan mengingat, sel induk dapat melahirkan neuron-neuron baru; rangsangan fisik dan mental dapat meningkatkan produksi dan kelangsungan hidup neuron-neuron ini. Tikus-tikus kecil iniyang memiliki berbagai mainan untuk dimainkan, terowongan untuk dijelajahi, roda untuk dibuat berputar, dan tikus lain yang dapat dijadikan kawan dalam kandangakan mengembangkan lebih banyak sel dibandingkan tikus kecil yang hidup sendiri dalam kandang standar.

Di samping itu, para ilmuwan telah mempelajari bahwa sel induk yang terletak di area otak dan yang berhubungan dengan kegiatan belajar dan ingatan ini terus menerus membelah dan menjadi matang pada usia dewasa seseorang. Lingkungan yang mendukung tampaknya dapat meningkatkan proses neurogenesis ini.

Komunikasi antara dua neuron berlangsung di sinapsis. Terdapat banyak sinapsis yang belum terbentuk ketika lahir.

Terjalinnya Hubungan Pada otak bayi yang baru dilahirkan terdapat banyak ruang kosong di antara neuron-neuron, namun neuron-neuron ini segera membentuk koneksi. Gambar ini memperlihatkan peningkatan jumlah koneksi yang jelas sejak bayi lahir hingga usia 15 bulan.

Selama individu berkembang, kematangan fisik dan pengalaman lingkungan dapat berperan dalam pertumbuhan akson-akson dan dendrit-dendrit. Sepanjang rentang kehidupan, pengetahuan-pengetahuan baru ini akan membentuk koneksi-koneksi sinapsis baru di otak. Dengan demikian, jaringan otak tidak bersifat tetap, melainkan selalu berubah sebagai respons terhadap berbagai informasi, tantangan, dan perubahan di lingkungan; sebuah fenomena yang kita kenal dengan plastisitas otak.

Dalam penelitian, beberapa orang yang mengalami kebutaan sejak lahir atau di usia muda, bagian otak yang biasanya berfungsi untuk mengolah informasi visual berganti peran mengolah informasi suara dan sentuhancontoh dramatis dari plastisitas otak. Orang-orang buta yang menunjukkan performa yang baik dalam melakukan tugas visual menggunakan indera pendengaran dan sentuhan.

Ketika sebuah gelombang yang mengandung tegangan listrik (potensi aksi) mencapai ujung dari sebuah akson penghantar, molekul-molekul neurotransmiter akan dilepaskan ke celah sinapsis. Ketika molekul-molekul ini mengikat tempat-tempat reseptordi neuron penerima, neuron mungkin akan aktif, mungkin juga tidak. Pesan yang mencapai tujuan akhir tergantung pada seberapa seringnya neuron-neuron tertentu aktif, berapa banyak yang aktif, tipe apa yang aktif, taraf keaktifannya, dan letak lokasinya.

Neurotransmiter Melintasi Sinapsis Molekul neurotransmiter dilepaskan, ke dalam celah sinapsis yang terletak di antara kedua neuron, dari bilik-bilik di dalam terminal akson neuron pengirim. Kemudian, molekul mengikat tempat reseptor di neuron penerima. Sebagai hasilnya, kondisi listrik dari neuron penerima berubah dan neuron menjadi semakin mudah atau semakin sulit mengirimkan impuls, tergantung pada jenis zat transmiter.

Melalui efek-efeknya terhadap jaringanjaringan saraf, neurotransmiter memainkan peran yang kritis terhadap suasana hati, ingatan, dan kesejahteraan psikologis. Tingkat abnormalitas dari neurotransmiter dapat berdampak pada berbagai gangguan, termasuk depresi, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson.

Endorfin memiliki fungsi utama dalam memodifikasi aksi neurotransmiter, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan kenikmatan yang dirasakan. Agaknya tingkat endorfin dapat meningkat dengan cepat ketika sebuah hewan dan seorang manusia berada dalam kondisi takut atau stres. Endorfin juga berkaitan dengan kenikmatan yang dialami ketika menjalin kontak sosial.

Hormon-hormon, terutama yang dihasilkan oleh kelenjarkelenjar endokrin, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sistem saraf. Secara khusus psikolog tertarik pada: Melatonin, yang berfungsi dalam meningkatkan kualitas tidur dan membantu mengatur ritme tubuh. Hormon adrenal seperti epinefrin dan norepinefrin, yang berhubungan dengan emosi dan stres. Hormon seks, yang berperan dalam perubahan-perubahan tubuh pada remaja, siklus menstruasi (estrogen dan progesteron), rangsangan seksual (testosteron), dan beberapa fungsi nonreproduktiftermasuk fungsi-fungsi mental, sebagaimana yang diyakini oleh beberapa peneliti.

Pemetaan Otak
Para pasien mempelajari otak dengan mengobservasi pasienpasien yang mengalami kerusakan otak: Melalui lesion method pada hewan. Melalui teknik -teknik seperti electroencephalogram (EEG), transcranial magnetic stimulation (TMS), positron emission tomography (pindai PET), dan magnetig resonance imaging (MRI).

Pemindaian otak dapat mengungkapkan bagian-bagian otak yang aktif selama seseorang mengerjakan tugas tertentu.

Memindai Otak Dalam pemindaian PET di sebelah kiri, tanda panah dan warna merah menunjukkan area dengan aktivitas tertinggi dan warna violet menunjukkan area dengan aktivitas terendah, ketika seseorang melakukan aktivitas yang berbeda. Di sebelah kanan, pindai MRI yang menunjukkan otak seorang anakdan botol yang dia hisap ketika gambar ini diambil.

Meskipun demikian, pemindaian otak tidak dapat mengungkapkan secara tepat kepada kita mengenai apa yang sedang berlangsung, baik secara fisik maupun mental, selama seseorang mengerjakan tugas tersebut. Pemindaian otak tidak mengungkapkan pusat-pusat dari fungsi-fungsi tertentu dan hasil pemindaian ini harus diinterpretasikan secara cermat.

Menjelajahi Otak

Otak Manusia Gambar belahan otak ini memperlihatkan otak seolaholah terbagi dua. Gambar ini merupakan permukaan otak sebelah kanan, dan menunjukkan struktur-struktur yang dijelaskan di dalam buku.

Semua teori baru mengenai otak berkutat pada lokalisasi fungsi, meskipun ada area-area khusus yang memiliki beberapa fungsi dan banyak juga area yang terlibat dalam aktivitas khusus tertentu. Pada bagian otak yang lebih rendah, di batang otak, medula terlibat dalam pengendalian fungsi-fungsi otomatis seperti detak jantung dan pernafasan; sementara pons terlibat dalam aktivitas tidur, terjaga, dan bermimpi. Sistem pengaktifan retikulum menyaring informasi-informasi dan bertanggung jawab atas kewaspadaan.

Serebelum berkontribusi dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi otot; juga memainkan peran dalam beberapa fungsi mental yang lebih tinggi. Talamus berfungsi untuk mengarahkan pesan-pesan sensorik pusat-pusat yang lebih tinggi yang sesuai. Hipotalamus terlibat dalam emosi dan dorongan-dorongan yang berhubungan dengan kelangsungan hidup. Hipotalamus juga berfungsi mengontrol operasi sistem saraf otonomik, dan mengirimkan zat kimia yang memerintahkan kelenjar hipofisis kapan ia harus berbicara pada kelenjar-kelenjar endokrin lainnya.

Seperti halnya struktur-struktur lainnya, secara tradisional hipotalamus dianggap sebagai bagian dari sistem limbik yang terlibat dalam hal emosi, seperti yang juga dimiliki oleh hewan. Meskipun demikian, kegunaan dari sistem limbik sebagai seperangkat struktur yang terintegrasi kini terbantah.

Sistem Limbik Struktur dari sistem limbik memainkan peranan penting dalam ingatan dan emosi. Buku ini mendeskripsikan dua dari strukturstruktur ini, yakni amigdala dan hipokampus Hipotalamus juga sering dilibatkan sebagai bagian dari sistem limbik.

Amigdala bertanggung jawab untuk mengevaluasi informasiinformasi sensorik, secara tepat menentukan nilai emosionalnya, dan membuat keputusan awal untuk mendekati atau menjauhkan diri dari seseorang atau situasi tertentu. Hipokampus disebut sebagai pintu gerbang ingatan karena hipokampus memainkan peranan penting dalam membentuk ingatan jangka panjang mengenai berbagai fakta dan peristiwa. Seperti hipotalamus, secara tradisional kedua struktur ini diklasifikasikan sebagai limbik.

Banyak jaringan otak yang dikemas ke dalam serebrum, yang terbagi menjadi dua hemisfer dan diselubungi oleh selaput sel tipis yang dalam bentuk kolektifnya dikenal sebagai korteks serebral. Lobus oksipital, parietal, temporal, dan frontal dari korteks memiliki fungsi khusus (namun sebagian fungsinya juga saling tumpang tindih satu sama lain). Korteks asosiasi agaknya bertanggung jawab atas proses-proses mental yang lebih tinggi.

Lobus frontal, khususnya area yang terletak di korteks prefrontal, terlibat dalam pembuatan penilaian sosial, pembuatan rencana dan keputusan, serta pelaksanaannya.

Lobus Serebrum Celah yang dalam membagi korteks dari setiap hemisfer serebral ke dalam empat area.

Tulang Tengkorak yang Terkenal. Pada gambar di sebelah kiri terlihat tulang tengkorak Phineas Gage dan cetakan kepalanya. Anda dapat melihat bagaimana batang besi itu menembus tulang tengkoraknya, mengubah perilaku dan kepribadiannya secara dramatis. Lokasi persis dari cedera otak tetap kontroversial selama hampir satu setengah abad, hingga Hanna dan Antonio Damasio beserta para koleganya (1994) menggunakan pengukuran tulang tengkorak Gage dan MRI dari otak normal untuk menggambar kemungkinan lintasan dari batang besi itu. Rekonstruksi pada gambar kanan memperlihatkan bahwa kerusakan terjadi di area korteks prefrontal yang berhubungan dengan pemrosesan emosi dan pengambilan keputusan rasional.

Dua Hemisfer Otak


Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap pasien splitbrain, yang korpus kalosum-nya dipotong, diketahui bahwa masing-masing hemisfer otak memiliki bakat tersendiri.

Jalur-Jalur Visual Masing-masing hemisfer serebral menerima informasi dari mata mengenai sisi yang berlawanan dari medan penglihatan. Jadi, jika Anda secara langsung menatap ke suatu sudut dari sebuah ruangan, segala sesuau yang terletak di kiri titik pandang akan ditampilkan di hemisfer kanan Anda, dan pula sebaliknya. Hal ini terjadi karena setengah dari aksonakson dari masing-masing saraf optik menyeberang ke sisi berlawan dari otak Normalnya, masing-masing hemisfer saling membagikan informasinya ke hemisfer lain, namun pasien pada split-brain, korpus kalosum yang yang rusak ini menghambat terjadinya komunikasi di antara kedua hemisfer.

Pada kebanyakan orang, bahasa diproses terutama oleh hemisfer kiri, yang umumnya memiliki fungsi khusus dalam menangani tugas-tugas yang bersifat logis, simbolik, dan berangkai. Hemisfer kanan berhubungan dengan tugas spasial-visual, mengenali wajah, serta kreasi dan apresiasi terhadap seni maupun musik. Meskipun demikian, dalam kebanyakan aktivitas mental, kedua hemisfer ini saling bekerja sama di mana masing-masing hemisfer memberikan kontribusi yang berharga.

Otak yang Terbagi Dua, Pandangan yang Terbagi Dua Ketika pasien penderita split-brain diperlihatkan gabungan foto-foto (a) dan kemudian diminta untuk memilih wajah yang telah mereka lihat dari serangkaian foto-foto yang lengkap (b), mereka mengatakan telah melihat wajah yang terletak di sisi kanan dari gabungan foto-foto itumeskipun demikian, mereka menunjuk dengan tangan kiri ke wajah yang telah mereka lihat di sebelah kiri. Karena kedua hemisfer serebral tidak dapat berkomunikasi satu sama lain, hemisfer kiri yang bersifat verbal hanya melihat setengah gambar sisi kanan, dan hemisfer kanan yang relatif bisu hanya melihat setengah gambar sisi kiri (c).

Dua Isu dalam Penelitian Otak


Salah satu pertanyaan tertua dalam penelitian mengenai otak adalah di manakah letak self? Banyak peneliti otak dan ilmuwan kognitif yakin bahwa kesatuan self merupakan sebuah ilusi. Beberapa di antara mereka berpendapat bahwa otak beroperasi sebagai sebuah kumpulan modul-modul atau sistem-sistem mental yang mandiri, dan mungkin salah satu di antaranya berfungsi sebagai penerjemah. Meskipun demikian, masih ada banyak hal yang perlu dipelajari mengenai hubungan antara otak dan pikiran.

Pemindaian otak dan berbagai teknik lainnya telah mengungkapkan perbedaan-perbedaan otak antara laki-laki dan perempuan; misalnya menyangkut lateralisasi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan bahasa (dibandingkan pria, wanita cenderung melibatkan kedua hemisfer).
Gender dan Otak Ketika para wanita dan pria mendengarkan cerita menyeramkan dari John Grisham yang dibacakan keras-keras, aktivitas di lobus temporal kiri mereka terlihat meningkat. Pada wanita juga terlihat beberapa aktivitas di lobus temporal kanan (Phillips dkk, 2001). (Karena orientasi dari gambar MRI ini, hemisfer kiri terlihat di kanan, demikian pula sebaliknya). Bersama dengan bukti lainnya, hasil-hasil ini memperlihatkan adanya perbedaan antar jenis kelamin dalam hal lateralisasi untuk tugas-tugas yang berkaitan dengan bahasa.a

Meskipun demikian, masih terdapat kontroversi mengenai perbedaan-perbedaan ini dalam kehidupan nyata. Kerap kali spekulasi difokuskan pada perbedaan-perbedaan perilaku atau kognisi yang kecil dan tidak berarti. Perbedaan biologis perilaku diperlukan untuk menjelaskan perbedaan perilaku, dan perbedaan pengalaman yang secara tipikal dialami oleh masing-masing gender dapat mempengaruhi pengaturan otak alih-alih sebaliknya.

Kartun seperti ini dapat membuat kebanyakan orang tertawa karena sebagian besar mencakup perbedaan antara pria dan wanita, seperti dalam hal-hal seperti gemar berbelanja dan gemar alat-alat olahraga. Namun apa yang sebenarnya diperlihatkan oleh penelitian berkaitan dengan perbedaan jenis kelamin di otakdan apa artinya perbedaan itu dalam kehidupan nyata?

Sarjana neuroetika, sebuah bidang yang baru muncul, melontarkan pertanyaan mengenai implikasi dalam peningkatan kognisi dan potensi dalam menyalahgunakan teknik-teknik pemindaian otak. Dalam mengevaluasi penelitian mengenai otak dan perilaku, penting untuk mengingat temuan-temuan mengenai otak yang paling dapat menjelaskan, ketika diintegrasikan dengan temuan-temuan psikologis dan budaya.

Ritme Biologis: Pasang Surut Pengalaman


Kesadaran adalah rasa awas mengenai diri sendiri dan lingkungan sekitar. Perubahan keadaan kesadaran sering kali dikaitkan dengan ritme biologisfluktuasi periodik dalam fungsi fisiologis. Ritme-ritme ini biasanya sinkron dengan tanda-tanda eksternal, tetapi banyak juga yang bersifat endogen, yaitu dihasilkan dari dalam tubuh tanpa perlu adanya petunjuk waktu. Fluktuasi ritme sirkadian terjadi sekitar satu kali sehari; sementara ritme-ritme lainnya dapat terjadi lebih jarang dibandingkan ritme sirkadian.

Stefania Follini (kiri) menghabiskan waktu berbulan-bulan di dalam sebuah gua di New Mexico (bawah), yang terletak 30 kaki di bawah tanah, sebagai bagian dari penelitian di Italia mengenai ritme biologis. Ia hanya ditemani sebuah komputer dan dua ekor tikus yang ramah. Tanpa ada jam, cahaya alami, atau perubahan suhu, dia cenderung tetap terjaga selama 2025 jam dan kemudian tidur selama 10 jam. Karena hari-harinya lebih panjang dari biasanya, ketika ia muncul kembali ke permukaan tanah, ia berpikir bahwa ia baru berada di gua tersebut selama 2 bulan.

Ketika seseorang tinggal dalam isolasi dari semua petunjuk mengenai waktu, mereka cenderung menjalani satu hari lebih lama dari 24 jam. Ritme sirkadian diatur oleh jam biologis dalam suprachiasmatic nucleus (SCN) yang ada di hipotalamus. SCN mengatur, dan pada gilirannya dipengaruhi oleh hormon melatonin, yang sangat responsif terhadap perubahan cahaya dan kegelapan, yang jumlahnya meningkat selama jam-jam tanpa cahaya matahari.

Ketika rutinitas normal seseorang berubah, orang tersebut dapat mengalami desinkronisasi internal, di mana ritme sirkadian yang biasa saling ber singgungan satu dengan yang lain. Hasilnya adalah kelelahan, ketidakefisienan secara mental, dan meningkatnya risiko kecelakaan.

Berpergian dapat terasa amat melelahkan, dan jet lag membuatnya semakin parah

Kepercayaan yang berkembang di masyarakat menyatakan bahwa suasana hati mengikuti ritme biologis jangka panjang. Beberapa orang memang menunjukkan terjadinya depresi yang berulang pada saat musim dingin, sebuah pola yang disebut sebagai seasonal affective disorder (SAD), tapi kasus seasonal affective disorder yang serius biasanya jarang ditemukan. Penyebab dari SAD ini juga belum jelas, tapi mungkin melibatkan abnormalitas sekresi melatonin.

Penanganan menggunakan cahaya mungkin merupakan cara yang efektif untuk menangani seasonal affective disorder.

Wanita-wanita muda Norwegia ini sedang menjalani terapi cahaya untuk Seasonal Affective disorder (SAD). Perawatan seperti ini sangat terkenal, tapi sebetulnya hanya sedikit orang yang benar-benar mengalami SAD.

Bentuk ritme jangka panjang lainnya adalah siklus menstruasi wanita, di mana berbagai hormon meningkat atau menurun kadarnya dalam tubuh. Sebuah penelitian yang terkontrol dengan baik dengan metode double-blind tentang PMS tidak mendukung pendapat yang menyatakan bahwa gejala emosional, secara terpercaya dan universal, terkait dengan siklus menstruasi.
Obat-obat untuk mengatasi PMS berjajar di rak-rak toko obat, dan kebanyakan orang menganggap bahwa gejala ini umumtapi apakah benar demikian?

Secara keseluruhan, wanita dan pria tidak memiliki perbedaan dalam gejala emosional yang dilaporkan atau pada jumlah perubahan suasana hati yang dialami pada rentang waktu satu bulan.

Harapan dan proses belajar mempengaruhi bagaimana kedua jenis kelamin memaknai perubahan fisik maupun emosional. Beberapa orang dari kedua jenis kelamin mungkin mengalami perubahan suasana hati dan kepribadian karena hormon.

Ritme Tidur
Selama tidur, periode tidur rapid eye movement (REM) muncul silih berganti dengan tidur non-REM dalam ritme kira-kira 90 menit. Tidur non-REM dibagi menjadi empat tahap berdasarkan pola gelombang otak yang muncul. Pada tidur REM, otak sangat aktif, dan ada tanda munculnya rangsangan lainnya, tapi kebanyakan otot tubuh menjadi tidak mampu digerakan; mimpi yang begitu jelas sering dilaporkan terjadi pada tidur REM ini.

Pola Gelombang Otak selama Terjaga dan Tidur Sebagian besar gelombang otak muncul selama kita tidur, tapi mana yang dominan berbeda pada setiap tahapnya.

Karena kucing tidur selama 80 persen waktu dalam sehari, sangat mudah untuk mengabadikan mereka dalam berbagai tahap istirahat. Seekor kucing dalam tidur non-REM (kiri) tetap berada dalam keadaan tegak, tapi selama periode REM (kanan), otot-ototnya menjadi lemas dan ia rebah ke samping.

Beberapa orang pernah mengalami mimpi saat terbangun yaitu situasi di mana orang terjaga dari tidur REM sebelum fase kelumpuhan benar-benar hilang, dan mereka menganggap mimpi ini sebagai sesuatu yang nyata. Tujuan dari REM sendiri masih merupakan kontroversi hingga saat ini.

Tidur Malam yang Normal untuk Dewasa Muda Pada grafik ini, garis merah horizontal menunjukkan waktu yang dihabiskan pada tidur REM. Periode REM cenderung berlangsung semakin lama seiring dengan berjalannya malam; tapi tidur tahap 3 dan 4, yang mendominasi saat tidur non-REM di awal tidur malam mungkin akan menghilang ketika pagi tiba.

Tidur adalah sesuatu yang normal, tidak hanya untuk mengembalikan keadaan fisik tubuh namun juga untuk fungsi mental. Banyak orang mendapatkan jumlah tidur kurang dari semestinya. Beberapa menderita insomnia, sleep apnea, narkolepsi, atau gangguan perilaku REM. Para peneliti merasa sangat prihatin akan meningkatnya jumlah orang yang kekurangan jam tidur dalam masyarakat modern.

Pengemudi truk ini menabrak sebuah motel ketika ia tertidur saat mengemudi. Ribuan kecelakaan serius dan fatal melibatkan truk terjadi setiap tahun akibat kelelahan pengemudi. Pada tahun 90-an akhir, Kongres Amerika Serikat menyarankan pengurangan jumlah jam yang diizinkan untuk pengemudi truk dalam sekali perjalanan. Tapi pada tahun 2003, pemerintah malah meningkatkan jumlah jam yang diperkenankandari 10 menjadi 11 jamsebuah kebijakan yang didukung oleh perusahaan truk, namun ditentang oleh para supir

Berapa pun usia Anda, terkadang dorongan untuk tidur tidak tertahankan biasanya pada masyarakat modern yang bergerak cepat, banyak orang yang tidak mendapat jumlah tidur yang mereka butuhkan. Rasa kantuk di siang hari dapat mempengaruhi waktu reaksi, konsentrasi, dan kemampuan belajar.

Tidur juga mungkin dibutuhkan untuk konsolidasi ingatan. Peningkatan ingatan karena tidur telah diasosiasikan paling dekat dengan tidur REM dan gelombang tidur yang perlahan, maupun dengan ingatan akan keterampilan tertentu yang spesifik. Tidur juga nampaknya meningkatkan diperolehnya pemahaman mendalam dan kemampuan memecahkan masalah.

Bergadang atau kurang tidurtidak akan meningkatkan IPK Anda. Rasa kantuk di siang hari dapat mengganggu waktu reaksi, konsentrasi, dan kemampuan belajar Anda.

Menelusuri Dunia Mimpi


Mimpi terkadang disebut sebagai sesuatu yang tidak logis dan salah tempat. Beberapa orang mengatakan mereka pernah mengalami lucid dream, di mana mereka tahu atau sadar bahwa mereka sedang bermimpi. Para peneliti tidak setuju mengenai apakah pergerakan mata pada tidur REM berhubungan dengan peristiwa atau tindakan tertentu dalam mimpi.

Menurut teori psikoanalisis mengenai mimpi, mimpi memungkinkan seseorang memenuhi keinginan dan hasrat yang terlarang atau tidak realistis yang dipaksakan masuk ke dalam bagian ketidaksadaran di dalam pikiran. Menurut Freud, dalam mimpi segala pikiran dan objek tampil dalam bentuk simbolis.

Pendekatan berfokus pada masalah terhadap mimpi mengatakan bahwa mimpi menyatakan tema utama yang menjadi kepedulian kita saat ini. Mimpi bahkan dapat membantu kita mengatasi masalah dan menghadapi isu emosional, terutama pada saat-saat krisis. Temuan mengenai mimpi dari orang-orang yang bercerai mendukung pandangan ini.

Gambar-gambar dari jurnal mimpi ini menunjukkan bahwa gambar dalam mimpi dapat terlihat sangat abstrak ataupun harfi ah. Apapun itu, mimpi dapat mencerminkan kecemasan, masalah, dan minat seseorang. Dua gambar yang terlihat sangat menarik di atas mewakili mimpi dari orang yang bekerja sepanjang hari dengan jaringan otak, yang cukup terlihat dalam gambar tersebut. Meja di bawah digambar tahun 1939 oleh seorang ilmuwan untuk menggambarkan mimpinya mengenai peralatan mekanis untuk secara langsung mencari kutipan-kutipan semacam bentuk awal dari komputer desktop.

Pendekatan kognitif terhadap mimpi mengatakan bahwa mimpi merupakan modifikasi dari aktivitas kognitif yang terjadi selama kita terjaga. Perbedaannya adalah saat kita tidur kita terputus dari input sensorik dari dunia luar dan pergerakan tubuh, sehingga pikiran kita cenderung menjadi lebih terpencar dan tidak fokus. Penjelasan ini didukung oleh penelitian mengenai isi mimpi dan perubahan dalam mimpi anak-anak seiring dengan kematangan mereka secara kognitif.

Teori mimpi aktivasi-sintesis mengatakan bahwa mimpi terjadi ketika korteks mencoba membuat interpretasi atau makna yang berarti dari pelepasan saraf spontan yang diawali di pons.

Sintesis yang dihasilkan dari sinyal ini dengan ingatan maupun pengetahuan yang telah kita miliki tampil dalam bentuk mimpi. Dalam pandangan ini, mimpi tidak menutupi keinginan yang tidak disadari, tapi dapat menunjukkan persepsi, konflik-konflik, dan kecemasan seseorang.

Semua teori masa kini mengenai mimpi memiliki beberapa dukungan data dan semua memiliki kelemahan. Kebanyakan psikolog saat ini menerima pemahaman bahwa mimpi bukanlah sekedar untaian tidak logis dari pikiran manusia, tapi banyak psikolog berdebat mengenai interpretasi psikoanalisis mimpi. Beberapa psikolog meragukan bahwa orang dapat memecahkan masalah selama tidur. Teori aktivasi-sintesis sepertinya tidak dapat menjelaskan mimpi yang logis dan berbentuk seperti cerita ataupun mimpi di periode tidur non-REM. Pendekatan kognitif saat ini menjadi pendekatan yang paling unggul, tapi beberapa pernyataan spesifiknya masih harus dibuktikan.

Misteri Hipnosis
Apakah hipnosis yang dapat membuat seseorang merebahkan dirinya di antara dua kursi yang berjarak cukup jauh dan memampukan dirinya menahan beban orang yang berdiri di atasnya tanpa bergerak? Penonton ini mengasumsikan demikian, tapi satu-satunya cara untuk mengetahui apakah hipnosis menghasilkan kemampuan khusus adalah dengan melakukan penelitian pada kelompok kontrol. Ternyata ditemukan bahwa orang yang tidak dihipnotis juga dapat melakukan hal yang sama.

Hipnosis adalah sebuah prosedur di mana seorang praktisi mensugestikan perubahan sensasi, persepsi, pikiran, perasaan, atau perilaku subjek, dan subjek tersebut mencoba mengikuti sugesti tersebut.

Walaupun hipnosis telah digunakan dengan sukses untuk tujuan psikologis dan medis, hipnosis tidak menghasilkan kemampuan khusus pada diri seseorang. Hipnosis terkadang dapat meningkatkan ingatan tentang fakta mengenai kejadian nyata, tapi juga menghasilkan kebingungan antara fakta dengan khayalan yang tampak secara nyata. Untuk itu, penjelasan yang dihasilkan melalui hipnosis sering kali penuh dengan kesalahan dan pseudomemori.
Seorang yang tangannya dimasukkan ke dalam air es biasanya akan merasakan sakit yang luar biasa. Tapi Ernest Hilgard, seorang pelopor dalam penelitian hipnosis menemukan bahwa ketika seseorang yang terhipnotis diberi tahu bahwa rasa sakit yang dirasakan akan ada pada tingkat minimal, mereka melaporkan sedikit ketidaknyamanan atau malah tidak sama sekali. Seperti wanita yang ditunjukkan di sini dalam salah satu penelitian oleh Hilgard, dia terlihat tidak terganggu sama sekali.

Sebuah penjelasan mengenai hipnosis dan manfaatnya menyangkut terjadinya disosiasi, yaitu terpisahnya kesadaran. Dalam satu versi pendekatan ini, kesadaran terpisah antara bagian yang sedang dihipnotis dengan sebuah bagian berperan sebagai pengamat tersembunyi yang tidak terlibat dalam hipnosis.

Dalam versi lainnya, bagian yang terpisah adalah antara sistem eksekutif-kontrol dalam otak dengan bagian lainnya yang bertanggung jawab atas aktivitas berpikir dan berperilaku. Teori disosiasi sejalan dengan pemahaman terkini tentang otak.

Pendekatan lainnya, yaitu penjelasan sosiokognitif menganggap hipnosis sebagai produk dari proses kognitif dan sosial yang normal. Dalam pandangan ini, hipnosis adalah bentuk dari bermain peran, di mana orang yang terhipnotis menggunakan strategi kognisi aktifnya, termasuk imajinasi, untuk mengikuti sugesti dari hipnotis. Peran ini begitu menarik hingga orang tersebut melihatnya sebagai sesuatu yang nyata. Proses sosiokognitif dapat menjelaskan masa nyata dan regresi masa lalu, dan kebanyakan orang yang melaporkan ini menyatakan bahwa mereka pernah diculik oleh makhluk luar angkasa; padahal mereka sebenarnya hanya memainkan peran berdasarkan fantasi, imajinasi, dan sugestinya.

Penelitian dengan pemindaian otak meningkatkan pemahaman kita mengenai apa yang terjadi pada otak dalam keadaan terhipnotis. Akan tetapi akan terlalu cepat apabila kita mengambil kesimpulan dari penelitian tersebut mengenai apakah sebenarnya hipnosis itu dan bagaimanakah cara hipnosis bekerja.

Obat-obatan Pengubah Kesadaran


Dalam semua budaya, masyarakat menemukan cara untuk menghasilkan keadaan kesadaran yang berubah. Contohnya, obat-obat psikoaktif mengubah kognisi dan emosi dengan mempengaruhi neurotransmiter dalam otak. Kebanyakan obat psikoaktif digolongkan ke dalam stimulan, depresan, opiat, atau psychedelic, tergantung dari efeknya pada sistem saraf pusat dan pengaruhnya terhadap perilaku dan suasana hati. Meskipun demikian, beberapa obat-obatan umum, seperti mariyuana, tidak dapat digolongkan ke dalam kategorikategori di atas.

Setiap budaya telah menemukan cara untuk mengubah kesadaran. OrangorangMaulavis di Turki (kiri melakukan tarian memutar yang terkenal, berputar dengan cara yang enerjiktapi tetap terkendali, dengan tujuan meraih langit ketujuh. Banyak juga budaya di mana orang melakukan meditasi (tengah) sebagai cara untuk menenangkan pikiran dan mendapatkan pencerahan spiritual. Dan pada budaya tertentu, obat-obat psikoaktif digunakan untuk keperluan religi ataupun memperoleh inspirasi artistik, seperti halnya suku Indian Huichol di barat Meksiko (kanan), yang menunjukkan mereka memanen jamur halusinogen.

Ketika digunakan secara sering dan berdosis besar, sejumlah obat psikoaktif dapat merusak saraf-saraf di otak dan merusak kemampuan belajar atau ingatan kita.

Penggunaan LSD dapat menyebabkan rasa sakit ataupun kegembiraan yang luar biasa. Gambar-gambar ini dilakukan oleh orang yang berada di bawah pengaruh LSD, sebagai bagian dari pengujian oleh pemerintah Amerika Serikat pada tahun 50-an akhir. 20 menit sesudah dosis pertama, sebelum obat-obat ini benar-benar menunjukkan efeknya, seniman tersebut menggambar sketsa potret diri dengan charcoal, sebagaimana yang ter lihat di gambar sebelah kiri. Sesudah 2 jam 45 menit, ia menjadi merasa terganggu dan susah berbicara, ia menggambar potret yang ada di tengah. Tiga jam kemudian, efek obatter sebut mulai berkurang (Saya dapat merasakan lutut saya lagi), dan ia membuat gam bar di sebelah kanan dengan crayon. Ia mengeluhkan bah wa pensil di tangannya ter lalu sulit dipegang.

Penggunaan obat-obatan ini dapat menyebabkan terbentuknya toleransi, di mana terus diperlukan peningkatan dosis untuk mendapatkan efek yang sama, dan munculnya gejala withdrawal bila seseorang mencoba berhenti. Beberapa obat, seperti alkohol dan mariyuana, juga memiliki manfaat medis ketika digunakan dalam dosis sedang. Dan efek dari ekstasi masih kontroversial; sebagian besar penelitian mengenai hal ini memiliki kekurangan metodologis, dan efek negatif permanennya masih belum terbukti.

Dampak Kokain pada Otak Kokain menghalangi penyerapan kembali neurotransmiter, dopamin dan norepinefrin, oleh otak (reuptake) sehingga kadar dari senyawa ini meningkat. Hasilnya adalah rangsangan yang berlebihan pada sirkuit otak tertentu dan perasaan euforia tinggi sesaat. Kemudian, ketika obat tersebut hilang pengaruhnya, habisnya dopamin dapat menyebabkan seseorang merasa sangat lelah, menjadi mengantuk serta depresif

Reaksi terhadap obat-obatan psikoaktif dipengaruhi tidak sekedar oleh senyawa kimia yang terkandung tapi juga oleh keadaan fisik dan mental si pengguna, pengalaman sebelumnya dengan obat tersebut, latar belakang lingkungan, dan kondisi mentalharapan orang tersebut serta alasannya untuk mengonsumsi obat tersebut.

Alasan seseorang mengkonsumsi obat, harapan akan efek yang dirasakan, dan tempat di mana orang tersebut mengkonsumsi obat memainkan peranan terhadap reaksi seseorang pada obatobatan tersebut. Contohnya, minum alkohol sendirian untuk melarutkan kesedihan akan menghasilkan reaksi yang berbeda daripada pesta alkohol dalam permainan seperti beer pong

Ekspektasi dapat menjadi pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan obat itu sendiri, seperti ditunjukkan oleh efek think-drink.

Ekspektasi dan kepercayaan mengenai obat-obat tersebut juga dipengaruhi oleh budaya orang tersebut. Orang sering kali sulit membedakan penggunaan obat dari penyalahgunaan obat, juga untuk membedakan penggunaan dalam dosis besar dan penggunaan ringan atau sedang, maupun untuk memisahkan isu mengenai sah atau tidaknya suatu obat dari bahaya potensial dan manfaat obat-obatan.

Sikap budaya terhadap berbagai macam jenis obat bervariasi seiring berjalannya waktu. Sampai dekade terakhir, mengisap rokok masih dipromosikan sebagai sesuatu yang sehat dan terlihat glamor. Dan sebelum dilarang di Amerika Serikat pada tahun 20-an, kokain dipublikasikan sebagai pengobatan untuk berbagai macam hal, seperti sakit gigi hingga rasa takut. Kokain digunakan dalam teh, tonik, pelega tenggorokan, dan bahkan minuman ringan (termasuk, Coca Cola, yang mendapatkan namanya dari tumbuhan koka).

Sensasi adalah deteksi dan pengalaman langsung terhadap energi fisik sebagai hasil dari kejadian di lingkungan maupun kejadian dalam diri kita. Persepsi adalah proses di mana impuls-impuls sensorik diatur dan diterjemahkan.

Bila Anda menatap kubus ini, permukaan bagian luar dan depan tiba-tiba akan berubah menjadi berada di dalam dan belakang atau sebaliknya karena otak Anda menerjemahkan gambaran sensorik dalam dua cara yang berbeda. Gambar berwarna biru dan putih juga dapat dipersepsikan dalam dua cara. Apakah Anda melihatnya?

Indera Manusia yang Sensasional


Sensasi dimulai dengan reseptor indera, yang mengubah energi dari sebuah stimulus menjadi impuls listrik yang berjalan sepanjang saraf menuju otak.

Sensasi-sensasi yang terpisah ini dapat dijelaskan oleh kode-kode anatomis (sebagaimana digambarkan dalam doktrin energi saraf spesifik) dan kode-kode fungsional dalam sistem saraf. Dalam kondisi langka yang disebut sinestesia, sensasi dalam satu modalitas juga memicu sensasi yang lain, tetapi pengalaman ini jarang terjadi.
Alat eksperimen ini, yang mengirimkan sinyal dari lidah ke bagian visual otak, telah dilaporkan membuat orang buta melihat suatu bentuk substitusi sensoris yang dapat diterapkan ke dunia nyata.

Spesies yang berbeda merasakan dunia dengan cara yang berbeda pula. Bunga di sebelah kiri difoto dengan pencahayaan normal. Bunga di sebelah kanan difoto di bawah sinar ultraviolet, yang mungkin dapat dilihat oleh kupu-kupu, karena kupu-kupu memiliki reseptor untuk sinar ultraviolet. Ratusan titik kecil terang dalam gambar adalah sumber nektar.

Para psikolog yang berfokus pada bidang psikofisik telah mempelajari kepekaan sensorik dengan mengukur ambang batas mutlak dan ambang perbedaan.

Spektrum Energi Elektromagnetis yang Dapat Dilihat Sistem visual kita hanya mendeteksi sebagian kecil dari energi elektromagnetis yang ada di sekitar kita.

Meskipun demikian, menurut teori sinyal-deteksi, respons dalam tugas deteksi terdiri dari proses sensorik dan pengambilan keputusan dan akan bervariasi tergantung pada motivasi, kewaspadaan, serta harapan orang tersebut.

Indera-indera kita dirancang untuk merespons perubahan dan perbedaan yang ada di lingkungan. Ketika stimulasi tidak berubah, terjadilah adaptasi sensorik. Terlalu sedikit stimulasi dapat melahirkan deprivasi sensorik. Sedangkan terlalu banyak juga dapat menyebabkan terjadinya kelebihan stimulasi sensorik (sensory overload).

Apakah kekurangan stimulasi sensorik sesuatu yang menyenangkan atau tidak? Jawabannya bukanlah iya atau tidak; itu tergantung pada situasi dan bagaimana Anda membaca situasi tersebut. Terisolasi di luar kehendak Anda sendiri dapat menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi banyak orang menemukan bahwa meditasi seorang diri, jauh dari suara dan penglihatan, sangat menenangkan dan menyenangkan.

Atensi selektif mencegah terjadinya kelebihan stimulasi dan memungkinkan kita memusatkan perhatian pada apa yang penting, tetapi hal ini juga menyebabkan kita kekurangan informasi sensorik yang mungkin kita butuhkan, seperti pada kebutaan inatensional.

Dalam filmnya, sutradara ternama, Alfred Hitchcock selalu muncul secara singkat dalam salah satu adegan, akan tetapi hanya sedikit yang menyadarinya bahkan ketika orang tahu bahwa ia akan muncul ini adalah suatu bentuk kebutaan inatensional.

Penglihatan
Penglihatan dipengaruhi oleh panjang gelombang, intensitas, dan kompleksitas cahaya, yang menghasilkan dimensi psikologis dari pengalaman visualhue, brightness, dan saturation.

Reseptor visual, yaitu sel batang dan sel kerucut, terletak di retina mata. Sel batang dan sel kerucut ini mengirimkan sinyal (melalui sel-sel lainnya) ke sel-sel ganglia dan berakhir di saraf optik, yang kemudian membawa informasi visual ke otak. Sel batang bertanggung jawab untuk penglihatan dalam pencahayaan rendah; sedangkan sel kerucut bertanggung jawab untuk melihat warna.

Struktur Umum Mata Cahaya melewati pupil dan lensa mata, kemudian terpusat pada retina di belakang mata. Titik penglihatan paling tajam ada di fovea.

Bayangan Retina Ketika kita melihat sebuah benda, pola cahaya yang terdapat di retina berposisi terbalik dari posisi asli benda. Rene Descartes (1596-1650) mungkin adalah orang pertama yang menunjukkan fakta ini. Dia memotong satu bagian dari bagian belakang mata seekor sapi dan menggantikannya dengan selembar kertas. Ketika dia menyinari mata dari sapi ini dengan cahaya, dia melihat bayangan ruangan yang terbalik pada kertas tersebut.

Struktur Retina Agar terlihat lebih jelas, semua sel dalam gambar ini sudah diper besar beberapa kali. Untuk dapat mencapai reseptor penglihatan (yaitu sel batang dan sel kerucut), cahaya harus melalui sel-sel bipolar dan ganglia; serta aliran darah yang memberinya nutrisi (tidak terlihat dalam gambar). Biasanya, kita tidak melihat bayangan yang dihasilkan oleh jaringan sel dan pembuluh darah ini karena bayangan yang di hasilkan selalu jatuh pada tempat yang sama di retina, dan gambar yang stabil ini tidak kita lihat. Namun ketika dokter mata menyinari mata kita dengan cahaya, bayangan pembuluh darah yang menyerupai pohon jatuh pada daerah retina yang berbeda-beda dan Anda mungkin dapat melihatnya sebuah pengalaman yang agak menakutkan.

Aspek-aspek spesifik dari dunia visual, seperti garis-garis pada orientasi arah yang berbeda-beda, dideteksi oleh sel-sel detektor fitur pada area visual di otak. Beberapa sel ini merespons secara maksimal pada pola yang kompleks.
Greeble Para peneliti melatih sejumlah orang untuk mengenali greeble dan untuk mengidentifikasi keluarga dan jenis kelamin makhluk ini menurut perbedaan kecil yang terdapat pada karakteristiknya. Selama tugas ini berlangsung, model wajah dalam otak partisipan menjadi aktifmeskipun greeble tidak memiliki wajah. Para peneliti menyimpulkan bahwa komponen wajah mungkin tidak selalu berhubungan dengan wajah itu sendiri.

Tengah terjadi perdebatan mengenai kemungkinan keberadaan modul wajah khusus di otak. Secara umum, otak menerima informasi yang terpotong-potong mengenai garis sudut, bentuk, gerakan, terang-gelap, tekstur, dan berbagai fitur lainnya yang kita lihat, kemudian otak pun menghasilkan sebuah kesatuan mengenai dunia.
Kasus-kasus terjadinya kerusakan otak mendukung gagasan bahwa sistem tertentu dari sel otak memiliki kekhususan masing-masing. Seseorang yang memiliki cedera pada bagian otak kirinya tidak akan dapat mengenali benda-benda biasa, yang dikatakannya terlihat seperti gelembunggelembung. Namun demikian, dia tidak memiliki masalah untuk mengenali wajah-wajah, bahkan ketika wajah-wajah ini ditunjukkan terbalik atau tidak lengkap. Ketika ditunjukan gambar di atas ini, dia dapat dengan mudah melihat wajahnya, tetapi tidak dapat melihat sayur-sayuran yang menyusunnya (Moscovitch, Winocur, & Behrmann, 1997).

Teori penglihatan warna, baik teori trikromatik dan opponentprocess berhubungan dengan tahap pemrosesan yang berbeda. Pada tahap pertama, tiga jenis sel kerucut dalam retina merespons secara khusus pada cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Pada tahap kedua, sel-sel opponent-process dalam retina dan talamus merespons dalam cara yang bertentangan terhadap cahaya dengan panjang gelombang yang pendek dan panjang.

Persepsi meliputi proses konstruksi aktif dari suatu model dunia dari waktu ke waktu berikutnya. Prinsip-prinsip Gestalt (misalnya mengenai figur dan latar belakang, kedekatan, ketertutupan, kesamaan, dan kesinambungan) mendeskripsikan strategi visual yang digunakan oleh otak untuk memersepsikan bentuk.
Figur dan Latar Belakang Apa yang pertama kali Anda amati dalam gambar M.C. Escherikan, bangau, atau salamander? Itu tergantung pada apakah Anda melihat bagian biru, merah, atau emas sebagai figur atau latar belakang.

Kita menentukan letak benda-benda dalam ruang visual dengan menggunakan petunjuk monokular maupun binokular akan kedalaman posisi benda. Petunjuk binokular meliputi konvergensi dan disparitas retina. Petunjuk monokular meliputi, antara lain, pencahayaan dan bayangan, interposisi, paralaks pergerakan, ukuran relatif, kejelasan relatif, gradien tekstur, dan perspektif linear.

Pencahayaan dan Bayangan Kedua atribut ini memberikan penampilan tiga dimensi pada objekobjek yang kita lihat.

Ukuran relatif Semakin kecil bayangan objek di retina, objek akan tampak semakin jauh.

Interposisi Sebuah benda yang menghalangi ataumenutupi sebagian benda lain pasti berada di depan benda yang tertutupi sehingga terlihat lebih dekat.

Kejelasan relatif Karena adanya partikel-partikel di udara mulai dari debu, kabut ataupun asap objek yang berada jauh terlihat berkabut, pudar, atau kurang detil.

Paralaks pergerakan Ketika seorang pengamat bergerak, objek-objek tampaknya bergerak dalam kecepatan yang berbeda dan arah yang berbeda pula. Semakin dekat objek tersebut, tampaknya semakin cepat pula pergerakannya; dan benda-benda yang berada dekat tampaknya bergerak mundur ke belakang sementara benda yang jauh terlihat seperti bergerak ke depan.

Gradien tekstur Bagian-bagian jauh, dari sebuah permukaan yang seragam, tampak terlihat lebih padat; elemen-elemen yang menyusunnya tampak terletak lebih dekat satu dengan yang lain.

Perspektif linear Garis-garis paralel akan tampak bergabung di kejauhan; semakin besar penggabungan yang tampak, semakin besar persepsi kita tentang jarak. Petunjuk ini sering kali dilebih-lebihkan oleh seniman untuk menghasilkan kesan kedalaman.

Konstansi persepsi memungkinkan kita memersepsikan objek sebagai sesuatu yang stabil meskipun terjadi perubahan di pola sensorik dari objek tersebut.

Ilusi persepsi terjadi ketika petunjuk-petunjuk sensorik tidak tepat mengarahkan, atau ketika kita salah mengartikan, petunjuk yang ada.

Ilusi Muller-Lyer Dua garis pada gambar (a) sama tepat panjangnya. Kita mungkin tertipu hingga mempersepsikannya berbeda karena otak kita memaknai garis dengan cabang yang mengarah ke luar sebagai lebih jauh, seperti sebuah sudut jauh dalam bangunan, dan garis dengan cabang yang mengarah ke dalam sebagai lebih dekat, seperti sebuah sudut dekat dalam sebuah bangunan (b).

Memperdaya Mata Meskipun persepsi biasanya akurat, kita dapat terperdaya. Pada gambar (a), kucing-kucing tersebut berukuran sama; pada gambar (b), garis-garis diagonal dalam gambar semuanya sejajar. Untuk melihat ilusi dalam (c), letakkan kedua jari telunjuk Anda dalam jarak 5-10 inci di depan mata Anda seperti dalam gambar, dan kemudian fokuskan pandangan Anda jauh ke depan. Apakah Anda melihat tautan ujung jari seperti sosis yang mengambang? Dapatkah Anda memperbesar atau memperkecil bayangan ini?

Warna dalam Konteks Cara Anda mempersepsikan sebuah warna tergantung pada warna di sekitarnya. Dalam karya Joseph Albers ini, X yang ada di tengah kedua gambar sebenarnya memiliki warna yang sama, tetapi karena berada di atas latar belakang berbeda, warna X tersebut terlihat berbeda.

Pendengaran
Pendengaran dipengaruhi oleh gelombang tekanan di udara maupun zat yang mengantarkan tekanan tersebut, terutama oleh intensitas, frekuensi, dan kompleksitasnya, berhubungan dengan pengalaman kita akan keras-lembutnya suara, pitch, dan warna suara yang kita dengar.

Reseptor untuk pendengaran adalah sel-sel rambut yang tertanam di membran basilar, yang terletak di organ Korti di bagian dalam koklea. Suara yang kita dengar ditentukan oleh pola pergerakan sel-sel rambut ini, yang menghasilkan kodekode saraf yang beraneka ragam. Ketika kita hendak menentukan sumber suara, kita menggunakan petunjuk berupa perbedaan tipis dalam bagaimana gelombang tekanan tersebut mencapai telinga kita.

Sesudah mendengarkan suara yang intens seperti kerasnya musik rock, dalam periode waktu yang lama, sel-sel rambut normal pada koklea babi Guinea (gambar kiri) rusak atau hancur (gambar kanan). Pada manusia dan hewan mamalia lainnya, sel-sel ini tidak dapat memperbaharui diri dan dampaknya adalah kerusakan pendengaran yang permanen.

Indera Lain
Rasa: Sensasi Kelezatan
Pengecap/gustasi adalah indera kimiawi. Permukaan atas lidah, disebut papila, mengandung banyak tunas perasa. Rasa-rasa dasar meliputi rasa asin, asam, pahit, manis, dan kemungkinan gurih/umami. Respons terhadap rasa tertentu sebagian tergantung pada perbedaan genetik antarindividu; contohnya, beberapa orang merupakan supertaster yang dapat merasakan perbedaan kecil dalam rasa. Kesukaan terhadap rasa juga dipengaruhi oleh budaya dan proses belajar, dan oleh tekstur, suhu, dan aroma makanan.

Reseptor Perasa Ilustrasi pada gambar sebelah kiri menunjukkan bahwa tunas perasa berjajar di tepi papila pada permukaan lidah. Ilustrasi di sebelah kanan menunjukkan gambaran yang diperbesar dari sebuah tunas perasa.

Uji Rasa Grafik batang berwarna biru kehijauan menunjukkan persentase orang yang dapat mengidentifikasikan bahan yang diteteskan di lidah mereka ketika mereka dapat mencium baunya. Sedangkan batang berwarna emas menunjukkan persentase mereka yang dapat mengidentifikasikan bahan ketika mereka tidak dapat mencium bau bahan tersebut (Mozell dkk., 1969).

Bau: Sensasi Keharuman


Indera penciuman juga merupakan indera kimiawi. Tidak ada aroma dasar yang telah diidentifikasi dan terdapat ribuan macam reseptor yang berbeda. Namun peneliti telah menemukan bahwa aroma yang berbeda mengaktifkan kombinasi unik dari jenis-jenis reseptor yang ada, dan mereka telah mengidentifikasi beberapa dari kombinasi tersebut. Aroma juga memiliki pengaruh psikologis dan dapat mempengaruhi perilaku, bahkan ketika orang tersebut tidak sadar akan pengaruhnya. Perbedaan budaya dan individu juga mempengaruhi respons seseorang terhadap aroma tertentu.

Reseptor Bau Molekul-molekul kimia yang ada di udara (uap atau gas) masuk ke hidung dan bersirkulasi melewati rongga hidung di mana reseptor bau terletak. Akson-akson dari reseptor ini membentuk saraf olfaktori atau penciuman, yang membawa sinyal-sinyal menuju otak. Ketika Anda menghirup udara, Anda membawa lebih banyakuap ke dalam hidung dan mempercepat sirkulasinya. Uap ini dapat juga mencapai rongga hidung melalui mulut dengan cara berjalan melewati tenggorokan.

Indera Peraba
Sensasi pada kulit meliputi sentuhan (tekanan), kehangatan, dingin, rasa sakit, dan variasi lain seperti rasa gatal dan geli. Kecuali pada kasus tekanan, selama ini sulit untuk menemukan reseptor khusus untuk setiap rasa di atas, tetapi para peneliti telah melaporkan adanya sebuah reseptor untuk rasa gatal tertentu dan kemungkinan adanya reseptor untuk rasa dingin.

Misteri Rasa Sakit


Rasa sakit merupakan indera kulit dan indera internal. Menurut teori gate-control, pengalaman rasa sakit tergantung pada apakah impuls saraf melewati gerbang di sumsum tulang belakang dan mencapai otak. Menurut versi yang telah diperbaiki dari teori ini, sebuah matriks saraf dalam otak dapat menghasilkan rasa sakit bahkan ketika tidak ada sinyal dari saraf-saraf sensorik, yang dapat membantu menjelaskan kejadian membingungkan mengenai phantom pain.

Kendati demikian, tidak ada satu teori pun yang benarbenar menjelaskan persepsi rasa sakit, yang melibatkan pelepasan banyak senyawa kimia sepanjang jalan saraf rasa sakit, dan juga sel-sel glia.

Rasa sakit banyak macamnya, baik fisiologis maupun psikologis, dan dipengaruhi oleh faktor genetik, harapan, dan budaya. Penelitian terbaru menunjukkan bagaimana ekspektasi dan placebo mempengaruhi persepsi rasa sakit seseorang melalui efeknya pada aktivitas otak dan produksi endorfin.

Lingkungan Dalam
Kinestesis mengatakan kepada kita di mana letak bagian-bagian tubuh kita dan ekuilibrium menginformasikan orientasi tubuh kita sebagai keseluruhan. Secara bersamaan, kedua indera ini memberi kita gambaran akan tubuh.
Penari breakdance initentunya mempunyai kemampuan kinestetis dan ekuilibrium yang luar biasa.

Kekuatan Persepsi: Asal-usul dan Pengaruhnya


Banyak kemampuan persepsi dasar bersifat bawaan atau diperoleh pada saat kita dilahirkan. Dengan menggunakan visual cliff, sebagai contoh, para psikolog telah mempelajari bahwa bayi-bayi sudah memiliki persepsi kedalaman sejak usia 6 bulan dan bahkan mungkin lebih awal.
Seorang pemanjat tebing Bayi berusia 6 bulan biasanya enggan merangkak melewati batas yang tampak dari gambar tebing. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka dapat mempersepsikan kedalaman.

Namun demikian, tanpa pengalaman tertentu selama masa penting di awal kehidupan, sel-sel di sistem saraf mengalami kemunduran, berubah, atau gagal membentuk jalur saraf yang semestinya, dan pada akhirnya persepsi juga akan mengalami kerusakan. Ini sebabnya usaha untuk memperbaiki kebutaan atau ketulian bawaan lebih berhasil ketika dilakukan sedini mungkin.

Penglihatan dan Pengalaman Awal Kucing dibesarkan dalam suasana gelap selama lima bulan pertama sesudah lahir, namun selama beberapa jam setiap hari mereka ditempatkan pada silinder khusus yang hanya membolehkan mereka melihat garis-garis vertikal atau horizontal. Selanjutnya, kucing yang hanya dihadapkan pada garis-garis vertikal mempunyai kesulitan untuk mempersepsikan garis horisontal, dan kucing yang dihadapkan hanya pada garis-garis horizontal juga mengalami kesulitan untuk mempersepsikan garisgaris vertikal (Blakemore & Cooper, 1970).

Pengaruh psikologis pada persepsi mencakup kebutuhan, kepercayaan, emosi, dan ekspektasi (yang menghasilkan set persepsi). Pengaruh-pengaruh ini di pengaruhi oleh budaya, yang memungkinkan orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan berkaitan dengan pengalaman dan pengaruh di atas.

Orang-orang sering melihat sesuatu yang ingin mereka lihat. Seorang pria di Nashville membeli roti di kedai kopi dan merasa melihat penampakan ibu Teresa di roti tersebut. Roti tersebut kemudian dipernis dan dipajang di kedai kopi tersebut, dan ratusan pengunjung datang untuk melihatnya. Beberapa waktu kemudian, roti tersebut dicuri, mungkin oleh seseorang yang sangat beriman, atau sangat lapar.

Teka-Teki Persepsi
Persepsi Bawah Sadar: Seberapa Persuasif?
Dalam laboratorium, penelitian menggunakan priming menemukan bahwa pesan-pesan visual bawah sadar sederhana dapat mempengaruhi perilaku, penilaian, dan keadaan motivasi tertentu, seperti rasa haus. Namun demikian, tidak terdapat bukti bahwa perilaku kompleks dapat diubah dengan menggunakan rekaman persepsi bawah sadar atau teknik-teknik bawah sadar yang serupa.

Persepsi Ekstrasensorik: Kenyataan atau Ilusi?


Persepsi ekstrasensorik (ESP) mengacu pada kemampuan paranormal seperti telepati dan ramalan.

Penelitian selama bertahun-tahun gagal menghasilkan bukti yang meyakinkan tentang ESP.

Banyak orang yang disebut cenayang mengambil keuntungan dari keinginan masyarakat untuk mempercayai ESP, tetapi apa yang mereka lakukan tidak berbeda dari trik-trik yang dilakukan oleh ahli sulap. Kisah tentang ESP menggambarkan fakta penting tentang persepsi manusia: persepsi manusia tidak sekadar menangkap realitas objektif, tetapi juga mencerminkan kebutuhan, kecenderungan, dan kepercayaan kita.

Penelitian mengenai proses belajar telah banyak dipengaruhi oleh aliran behaviorisme, yang menjelaskan perilaku dalam kerangka kejadian-kejadian yang dapat diamati, tanpa melihat lebih jauh ke dalam unit mental seperti pikiran ataupun kehendak. Para ahli dalam aliran ini menekankan pada dua macam kondisioning: klasik dan operant.

Kondisioning Klasik
Kondisioning klasik pertama kali dipelajari oleh seorang ahli fisiologi Rusia bernama Ivan Pavlov.

Modifikasi dari Metode Pavlov Pada alat dalam gambar di sebelah kanan, yang didasarkan pada teknik yang digunakan Pavlov, air liur dari pipi anjing mengalir ke sebuah tabung dan diukur dari gerakan jarum pada tabung yang berputar. Pada foto tersebut, Anda dapat melihat Ivan Pavlov sendiri (berjanggut putih), didampingi oleh murid-muridnya dan seekor anjing subjek.

Dalam pembelajaran ini, sebuah stimulus yang semula netral dipasangkan dengan sebuah stimulus tidak terkondisi yang menghasilkan respons tidak terkondisi.

Stimulus netral ini kemudian mampu menghasilkan respons yang sama dan disebut sebagai stimulus terkondisi, respons yang dihasilkan kemudian disebut sebagai respons terkondisi.
Hampir semua respons yang tidak disadari atau berada di luar kontrol kita dapat menjadi sebuah respons yang terkondisi.

Dalam extinction, stimulus terkondisi disajikan berulang-ulang tanpa diikuti stimulus tidak terkondisi, dan sebagai akibatnya, respons terkondisi akhirnya akan hilangmeskipun mungkin belakangan akan dapat muncul lagi (spontaneous recovery).

Akuisisi dan Extinction Respons Air Liur Stimulus netral yang secara konsisten diikuti dengan sebuah stimulus yang tidak terkondisi untuk mengeluarkan air liur akan menjadi stimulus yang terkondisi untuk mengeluarkan air liur (kiri). Tetapi ketika stimulus terkondisi terusmenerus disajikan tanpa stimulus yang tidak terkondisi, respons air liur yang terkondisi akan melemah dan kemudian hilang (kanan).

Dalam kondisioning tingkat tinggi, sebuah stimulus netral menjadi stimulus terkondisi karena dipasangkan dengan stimulus terkondisi lain yang telah terbentuk.

Kondisioning Tingkat-Tinggi Dalam ilustrasi kondisioning tingkattinggi, piring makanan merupakan stimulus yang awalnya terkondisi untuk produksi air liur (kiri). Ketika lampu, sebuah stimulus netral,dipasangkan dengan piring makanan (tengah), cahaya tersebut juga menjadi stimulus ter kondisi untuk produksi air liur (kanan).

Dalam generalisasi stimulus, setelah stimulus menjadi stimulus terkondisi untuk beberapa respons, stimulus lain yang serupa dapat menghasilkan respons yang sama. Sedangkan dalam diskriminasi stimulus, stimulus yang serupa, dalam cara tertentu, dengan stimulus terkondisi memancing respons yang berbeda.

Banyak para ahli yang percaya bahwa apa yang dipelajari hewan dan manusia pada kondisioning klasik bukan sekadar asosiasi antara stimulus yang tidak terkondisi dan stimulus yang terkondisi, tetapi juga informasi yang memuat bahwa satu stimulus akan muncul setelah stimulus lainnya muncul.

Bahkan, kondisioning klasik tampaknya merupakan adaptasi evolusi yang memungkinkan organisme untuk mempersiapkan diri terhadap kejadian-kejadian yang penting secara biologis. Cukup banyak bukti yang menunjukkan bahwa stimulus yang netral tidak akan menjadi stimulus terkondisi kecuali stimulus tadi dapat diandalkan sebagai pertanda munculnya stimulus tidak terkondisi.

Kondisioning Klasik dalam Kehidupan Nyata


Kondisioning klasik dapat membantu kita menjelaskan respons-respons emosional yang positif terhadap benda-benda atau kejadian-kejadian tertentu, rasa takut dan fobia, pengembangan rasa suka dan tidak suka, dan reaksi terhadap pengobatan medis maupun placebo.
Dalam film seri TV Monk, tokoh utama memiliki fobia terhadap kuman. Bagaimana caranya dia bisa seperti itu? Brian Lowe/ZUMA Press

John Watson menunjukkan bagaimana rasa takut dapat dipelajari dan kemudian dapat dihilangkan dengan menggunakan proses yang disebut sebagai kontrakondisioning.

Manusia (dan juga spesies lainnya) secara biologis siap memperoleh beberapa respons adaptif dengan mudah, seperti rasa tidak enak yang terkondisi maupun ketakutan-ketakutan tertentu.
Anda merasa perut Anda penuh setelah makan, tapi Anda tiba-tiba merasa masih ada ruang untuk hidangan penutup. Mengapa terjadi hal ini?

Perkembangan di bidang kondisioning klasik sekarang menggabungkan temuan tentang motivasi, pembelajaran, dan biologi. Salah satu penelitian terbaru menjelajahi perubahan aktivitas otak di amigdala dan korteks orbitofrontal sebagai respons terhadap stimulus terkondisi dari nafsu makan atau kenikmatan, dan bagaimana respons tersebut dapat mempengaruhi motivasi seseorang untuk makan. Temuan ini dapat menjelaskan, sebagai contoh, fenomena restoran. Penelitian yang lain menemukan bahwa menggunakan obat untuk meningkatkan aktivitas reseptor tertentu di amigdala mempercepat terjadinya extinction suatu fobia (takut akan ketinggian) selama perawatan dengan menggunakan virtual reality.

Kondisioning Operant
Dalam kondisioning operant, menguat atau melemahnya perilaku tergantung pada konsekuensi yang mengikutinya. Respons-respons yang terbentuk di sini biasanya bukan sesuatu yang sifatnya refleks dan lebih rumit dibandingkan yang terjadi di kondisioning klasik. Penelitian di area ini sering kali diasosiasikan dengan B.F. Skinner, yang menyebut pendekatannya sebagai behaviorisme radikal.

Dalam analisis pengikut Skinner, reinforcement memperkuat atau meningkatkan kemungkinan terjadinya respons dan hukuman memperlemah atau menurunkan kemungkinan terjadinya respons.

Konsekuensi langsung dari sebuah respons biasanya memiliki dampak dan pengaruh lebih besar pada respons dibandingkan dengan konsekuensi yang ditunda.

Reinforcement disebut reinforcement primer ketika mereka memiliki karakteristik alami untuk memperkuat perilaku (karena mereka memenuhi kebutuhan biologis) dan disebut reinforcement sekunder ketika reinforcement ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya respons melalui asosiasi dengan reinforcement lainnya. Perbedaan serupa juga berlaku untuk hukuman.

Reinforcement dan hukuman dapat bersifat positif ataupun negatif, tergantung pada apakah konsekuensinya melibatkan diberikan atau dihilangkannya stimulus. Dalam reinforcement positif, sesuatu yang menyenangkan mengikuti sebuah respons; dalam reinforcement negatif, sesuatu yang tidak menyenangkan dihilangkan.

Dalam hukuman positif, sesuatu yang tidak menyenangkan mengikuti respons, sedangkan dalam hukuman negatif, sesuatu yang menyenangkan dihilangkan.

Menggunakan kotak Skinner dan alat-alat serupa, pakar teori perilaku telah menunjukkan bahwa extinction, generalisasi stimulus, dan diskriminasi stimulus terjadi pada kondisioning operant sebagaimana juga terjadi pada kondisioning klasik. Sebuah stimulus diskriminatif menjadi pertanda bahwa suatu respons mungkin diikuti oleh jenis konsekuensi tertentu.

Kotak Skinner Ketika seekor tikus dalam kotak Skinner menekan tuas yang ada di dalam kotak, kapsul makanan ataupun tetesan air keluar secara otomatis. Foto ini menunjukkan Skinner tengahbekerja dengan salah satu kotaknya.

Pola berespons pada kondisioning operant sebagian tergantung dari jadwal pemberian reinforcement. Continuous reinforcement membuat respons lebih cepat dipelajari. Namun demikian, partial reinforcement membuat sebuah respons tahan terhadap extinction (dan karenanya membantu menjelaskan tetap munculnya perilaku takhayul).

Berbagai macam pola pemberian partial reinforcement yang berbeda menghasilkan pola berespons yang berbeda. Salah satu kesalahan yang umum dilakukan adalah dengan memberikan penghargaan secara tidak tentu pada respons yang ingin dihilangkan.

Shaping digunakan untuk melatih perilaku yang kemungkinannya kecil untuk terjadi secara spontan. Reinforcement diberikan untuk setiap successive approximation menuju respons yang diharapkan hingga akhirnya respons yang diharapkan dapat dicapai.

Teknik-teknik pembelajaran perilaku seperti shaping, memiliki banyak penerapan yang berguna. Monyet-monyet telah dilatih untuk membantu para pemiliknya yang lumpuh untuk membukakan pintu, membantu memberi makan, dan membalikkan halaman buku. Kuda penuntun berukuran mini dalam gambar membantu orang buta menyusuri jalanan kota. Perhatikan sepatu sneakers keren yang dipakai kuda tersebut!

Biologi membatasi apa yang dapat dipelajari seseorang atau hewan melalui kondisioning operant. Sebagai contoh, hewan-hewan sering kali menemui kesulitan mempelajari tugas tertentu karena adanya instinctive drift.

Kondisioning Operant dalam Kehidupan Nyata


Modifikasi perilaku, penerapan prinsip-prinsip kondisioning operant, telah digunakan dengan sukses pada berbagai situasi, tetapi reinforcement dan hukuman keduanya memiliki kekurangan.

Orang biasa dapat belajar menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran perilaku. Pada gambar sebelah kiri, seorang reinforcement polisi di Palo Alto, California, memberikan reinforcement pada mereka yang taat aturan lalu lintas dengan memberikan sertifi kat hadiah pada pejalan kaki. Pada gambar sebelah kanan,seorang ibu memperkuat perilaku belajar anak autisnya dengan memberikan tepuk tangan.

Hukuman, ketika digunakan dengan tepat, dapat menekan munculnya perilaku yang tidak diharapkan, termasuk perilaku kriminal. Tetapi sering kali hukuman disalahgunakan, dan dapat saja dengan tidak sengaja memberikan dampak yang tidak diharapkan.

Sering kali hukuman diberikan dengan tidak tepat karena dipengaruhi oleh emosi sesaat; hukuman juga dapat menghasilkan kemarahan serta ketakutan; efeknya sering kali hanya bersifat sementara; sangat sulit untuk memberikan hukuman secara langsung ketika sebuah respons muncul; hukuman mengandung sedikit informasi mengenai perilaku yang diharapkan; dan mungkin saja hukuman memberikan perhatian yang menyenangkan. Extinction dari perilaku yang tidak diharapkan yang dikombinasikan dengan penggunaan reinforcement pada perilaku yang diharapkan biasanya lebih dipilih daripada penggunaan hukuman semata.

Reinforcement juga dapat disalahgunakan. Penghargaan yang diberikan dengan tidak membedakan, seperti pada usaha untuk meningkatkan harga diri anak, tidak akan memperkuat perilaku yang diharapkan. Ketergantungan penuh pada reinforcement ekstrinsik terkadang dapat melemahkan kekuatan reinforcement intrinsik. Tetapi uang dan pujian biasanya tidak mengganggu kepuasan intrinsik ketika seseorang diberi penghargaan karena berhasil atau mencapai kemajuan dan bukan sekadar karena telah berpartisipasi dalam sebuah aktivitas, atau ketika orang tersebut memang telah sangat tertarik dengan aktivitas tersebut.

Belajar dan Pikiran


Bahkan ketika aliran behaviorisme sedang mendominasi, beberapa peneliti tertarik untuk menggali kotak hitam dalam otak. Pada tahun 30-an, Edward Tolman mempelajari pembelajaran laten, di mana tidak ada reinforcement nyata yang diberikan dalam proses belajar dan respons tidak dimunculkan sampai ketika reinforcement telah tersedia. Apa yang tampaknya diperoleh melalui pembelajaran laten ini bukan merupakan respons spesifik, tetapi merupakan pengetahuan mengenai respons-respons beserta konsekuensinya.

Pembelajaran Laten Dalam sebuah eksperimen klasik, tikus-tikus yang se lalu menemukan makanan di akhir labirin membuat se makin sedikit kesalahan dalam usaha mencapai makanan (kurva berwarna hijau), Tikus-tikus yang tidak pernah menerima makanan menunjukkan peningkatan yang sedikit (kurva berwarna biru). Sedangkan tikus dalam kelompok ketiga tidak memperoleh makanan selama sepuluh hari, dan kemudian diberikan makanan mulai hari kesebelas (kurva berwarna merah). Hewan-hewan ini menunjukkan peningkatan yang cepat dari saat mulai diberikan makanan (di hari kesebelas), hinggadengan cepat menyamai kinerja ke lompok tikus yang menerima makanan dari awal penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa pem belajaran meliputi pe ru bahan kognitif yang dapat ter jadi meskipun tidak adanya reinforcement dan bahwa hasil belajar ini tidak terlihat hingga muncul reinforcement yang jelas (Tolman & Honzik, 1930).

Tahun 60-an dan 70-an melihat peningkatan pengaruh teori sosial-kognitif dalam penjelasan mengenai pembelajaran, yang menekankan pada pembelajaran observasional dan peranan yang dimainkan oleh keyakinan, interpretasi kejadian, dan kognisi lainnya. Para ahli sosial-kognitif menyatakan bahwa dalam pembelajaran berdasarkan observasi ini, seperti pada pembelajaran laten, apa yang diperoleh merupakan pengetahuan dan bukan respons spesifik.

Karena pembelajaran laten, ketika gadis kecil ini semakin dewasa dan siap untuk membuat sendiri hidangannya, dia akan sudah memiliki sejumlah pengetahuan bagaimana cara membuatnya

Orang dewasa maupun anak-anak, dengan cara yang sama, belajar melalui observasi. Dalam penelitian yang dilakukan Albert Bandura dan rekanrekannya, anak-anak menyaksikan film yang menunjukkan orang dewasa menendang, memukul, dan memalu sebuahboneka karet besar (gambar atas). Kemudian anak-anak tersebut menirukan perilaku orang dewasa tersebut; beberapa di antara mereka menirukannya dengan hampir sempurna.

Karena berbagai orang berbeda dalam persepsi dan keyakinan, mereka dapat memperoleh pelajaran yang berbeda dari kejadian atau situasi yang sama. Sebagai contoh, beberapa orang menjadi lebih agresif setelah dihadapkan pada gambar-gambar kekerasan di media, tetapi kebanyakan orang tidak. Lebih jauh, hubungan sebab dan akibat juga bekerja dalam arah yang sebaliknya: Orang-orang yang agresif cenderung memilih tayangan dan gambar-gambar yang berisikan kekerasan dan lebih cenderung terpengaruh oleh gambar-gambar ini dibandingkan orang lain.

Psikologi budaya dan psikologi sosial menekankan pengaruh lingkungan terhadap perilaku. Psikologi sosial mempelajari bagaimana peran sosial, sikap, hubungan, dan pengaruh kelompok dalam mempengaruhi individu; psikolog budaya mempelajari bagaimana pengaruh budaya terhadap perilaku manusia.

Peran dan Aturan


Orang-orang Arab berdiri dalam jarak yang lebih dekat dibandingkan dengan orang Barat ketika berbicara dalam jarak yang cukup dekat untuk bisa merasakan nafas lawan bicaranya dan membaca mata lawan bicaranya. Kebanyakan orang Barat akan merasa terlalu sesak untuk berdiri sedekat itu, bahkan ketika berbicara dengan teman.

Banyak peran dalam kehidupan modern yang mengharuskan kita untuk menyerahkan individualitas kita. Bila salah seorang dari anggota British Coldstream Guards ini tiba-tiba menari, karirnya dalam angkatan bersenjata ini akan sangat singkat dan efek yang mengagumkan dari paradeini akan hilang. Tapi kapankah ketaatan terhadap peran sudah menjadi keterlaluan?

Dua penelitian klasik menggambarkan kekuatan norma-norma dan peran dalam mempengaruhi perilaku seseorang. Dalam penelitian Milgram mengenai kepatuhan, sebagian besar dari mereka yang berperan sebagai guru memberikan apa yang mereka pikir sebagai sengatan listrik yang ekstrem pada orang lain karena adanya sosok otoritas dalam diri eksperimenter.

Eksperimen Milgram Tentang Kepatuhan Di sebelah kiri adalah mesin penghasil sengatan elektrik Milgram yang asli; pada tahun 1963, mesin tersebut terlihat cukup menakutkan. Di sebelah kanan, si murid sedang diikat pada sebuah kursi oleh eksperimenter dan si guru

Dalam penelitian Zimbardo mengenai penjara, mahasiswa belajar dengan cepat untuk memainkan peran sebagai tahanan ataupun sipir.
Tahanan dan sipir dengan cepat memahami peran mereka, yang sering kali lebih berpengaruh pada perilaku dibandingkan dengan apa yang dapat dilakukan oleh kepribadian.

Kepatuhan pada sosok otoritas memainkan peranan dalam kelancaran masyarakat, tapi ketaatan ini dapat juga mengarahkan pada perilaku yang bodoh, berbahaya, ataupun ilegal.
Membuat kegiatan me nyiksa orang lain menjadi sebuah rutinitas memungkin kan seseorang untuk mem be rikan komitmen atau ber ko laborasi dalam sebuah kekejaman yang luar biasa. Lebih dari 16.000 tahanan politik disiksa dan dibunuh di penjara Tuol Sleng oleh ke lompok Khmer Merah di Kamboja, se lama kepemimpinan rezim Pol Pot. Pihak yang ber tang gung jawab di penjara terus membuat catatan mengerikan dan mendetail, beserta fotonya, dari setiap korban untuk membuat aktivitas barbar mereka se perti sesuatu yang biasa dan normal. Orang ini, Ing Pech, salah seorang dari tujuh orang yang selamat, karena me miliki keterampilan yang ber guna untuk pihak yang me nahannya. Dia Sekarang men jalankan sebuah museum yang terletak di dalam penjara tersebut.

Orang-orang mematuhi peraturan karena mereka dapat dihukum bila tidak melakukannya, terlepas dari rasa hormat terhadap sosok otoritas, dan untuk mendapatkan keuntungan. Bahkan ketika mereka berpikir sebaiknya tidak patuh, mereka mungkin akan melakukannya karena mereka menyerahkan tanggung jawab atas perilaku mereka kepada sosok otoritas karena tugas mereka menjadi rutinitas yang harus dilakukan tanpa pertimbangan apa pun; karena mereka malu untuk melanggar aturan-aturan mengenai cara-cara yang seharusnya mereka lakukan dan kehabisan kata untuk memprotes; atau karena mereka telah terjebak untuk patuh.

Mengapa tentara di Abu Graib menyiksa dan mempermalukan para tawanan mereka? Apakah para tentara itu memang pada dasarnya orang yang jahat? Psikolog sosial berpendapat bahwa jawabannya terletak pada peran yang mereka mainkan; wewenang yang didapatkan secara implisit, jika bukan merupakan perintah langsung, dari atasannya atau orang yang dianggap berkuasa: dan norma kelompok di mana mereka bergabung. Kenyataannya bahwa para tentara tersebut dengan senang hati berpose dalam sebuah fotodan pada banyak kasus, mereka tersenyum bangga mengindikasikan bahwa mereka sedang menyombongkan diri di depan teman-temannya dan mereka percaya bahwa perilaku mereka adalah suatu hal yang normal dan sopan.

Pengaruh Sosial pada Kepercayaan


Para peneliti di bidang kognisi sosial mempelajari bagaimana hubungan antara orang dengan lingkungan dapat mempengaruhi kepercayaan serta persepsi mereka. Sebuah bidang ilmu khusus yang disebut neurosains sosialkognitif menggunakan teknologi neurosains untuk meneliti proses sosial di otak.

Dalam drama musikal klasik West Side Story, salah satu anggota dari kelompok Jets berkata pada Opsir Krupke, Saya korup karena saya miskin. Jenis atribusi apa yang ia buat untuk menjelaskan kesalahan yang ia lakukan?

Atribusi
Menurut teori atribusi, orang termotivasi untuk mencari penjelasan tentang perilaku pribadi maupun orang lain. Atribusi yang dihasilkan dapat saja bersifat situasional atau disposisional. Kesalahan atribusi mendasar terjadi ketika orang melebih-lebihkan faktor kepribadian sebagai penyebab terjadinya perilaku dan mengabaikan pengaruh sosial terhadap perilaku tersebut.

Sebuah self-serving bias memungkinkan orang-orang untuk membuat alasan atas kesalahan mereka dengan cara menyalahkan situasi, namun menganggap bahwa keberhasilan mereka disebabkan karena faktor pribadi.

Menurut just-world hypotheses, kebanyakan orang butuh untuk percaya bahwa dunia itu adil dan bahwa orang akan mendapatkan apa yang layak mereka terima. Untuk mempertahankan kepercayaan ini, mereka mungkin akan menyalahkan korban penyiksaan atau ketidakadilan karena dianggap layak menerimanya.

Sikap
Orang-orang dapat memegang banyak sikap terhadap orang, benda, dan gagasangagasan. Sikap dapat saja bersifat eksplisit (atau disadari) atau juga implisit (atau tidak disadari). Sikap dapat berubah melalui pengalaman, keputusan yang disadari, atau sebagai usaha untuk meredakan disonansi kognitif.

Ketika seseorang memegang sikap tertentu yang terkait erat dengan fi losofi keagamaan dan politik yang mereka pegang, mereka sering kali gagal untuk menyadari bahwa di sisi lain, orang yang bertentangan dengannya juga merasa sama kuatnya.

Banyak sikap diperoleh melalui pembelajaran dan pengaruh sosial, tapi beberapa tampaknya diasosiasikan dengan sifat kepribadian yang memiliki komponen genetik dan karenanya diturunkan ke generasi-generasi berikutnya. Afiliasi keagamaan dan sikap terhadap politik sehari-hari tidaklah diwariskan, tapi religiositas dan hal-hal konservatif sepertinya mengandung faktor keturunan yang tinggi. Sikap juga sangat dipengaruhi oleh nonshared environment, pengalaman hidup yang unik pada tiap-tiap orang.

Genetika Keyakinan Ribuan kembar identik dan fratenal menyatakan sikap mendukung, menentang, atau tidak yakin mengenai beragam topik. Grafi k batang ini menggambarkan kisaran kontribusi genetis terhadap variasi masing-masing keyakinan. Heritabilitas tertinggi pada berdoa di sekolah dan pajak properti, terendah pada perceraian dan aborsi. Tapi pada banyak kasus, pengalaman hidup seseorang, nonshared environment, lebih berpengaruh daripada gen, terutama sikap terhadap topik yang tak berhubungan seperti segresi dan seni modern. (Alford, Funk, & Hibbing, 2005.

Salah satu cara mempengaruhi sikap adalah dengan memanfaatkan efek familiaritas dan efek validitas: hadapkan saja pada seseorang secara berulang pada sebuah kata atau produk untuk membuat mereka menyukai kata atau produk tersebut, dan mengulangi pernyataan berkali-kali untuk membuat pernyataan itu lebih dipercaya.

Semakin kita mengenal atau terbiasa dengan sebuah benda, kita semakin mungkin menyukai benda tersebut. Nama Oreo dalam sereal ini memanfaatkan efek familiaritasOreo telah diiklankan sejak tahun 1912.

Teknik lainnya untuk mengubah sikap adalah dengan mengasosiasikan produk atau pesan tertentu dengan seseorang yang terkenal, menarik, atau ahli, dan menghubungkan produk tersebut dengan perasaan yang menyenangkan.

Penggunaan rasa takut untuk mengubah sikap cenderung dapat berubah menjadi bumerang.

Penggunaan rasa takut sebagai upaya untuk menghentikan kebiasaan buruk biasanya menjadi bumerang. Tapi mungkin kampanye dalam upaya menghentikan kebiasaan merokok ini merupakan pengecualian.

Taktik penggunaan persuasi yang koersif melibatkan seseorang dalam kondisi stres fisik dan emosional yang luar biasa; mendefinisikan masalah dengan cara yang terlalu sederhana; menawarkan penampilan yang mengindikasikan cinta dan penerimaan tak bersyarat dengan imbalan kesetiaan penuh; menciptakan identitas baru untuk orang tersebut; menggunakan entrapment; dan mengatur atau membatasi akses informasi dari luar. Bahkan orang biasa tanpa gangguan psikopatologi apa pun dapat menjadi rentan jika dihadapkan pada teknik-teknik ini.

Anggota-anggota kelompok Aum Shinrikyo (Kebenaran yang Sejati), sebuah sekte di Jepang, menggunakan topeng yang bergambarkan wajah pemimpin mereka dan membentuk keseragaman identitas kelompok sam pai ke titik yang ekstrem. Para pendiri kelompok ini meng instruksikan para anggotanya untuk mele takkan gas syaraf dalam sebuah kereta bawah tanah di Jepang, yang mem bunuh 10 orang dan me lukai ribuan penumpang. Salah satu mantan anggota sekte ter sebut berkata, Strategi yang digunakan adalah dengan mem bongkar diri Anda dan meng ambil alih kendali pikiran Anda. Mereka menjanjikan surga, tapi mereka membuat hidup Anda seperti dalam neraka.

Individu dalam Kelompok


Dalam kelompok, individu-individu sering kali berperilaku berbeda dibandingkan ketika mereka sendirian.

Konformitas
Konformitas memiliki banyak keuntungan; konformitas memperlancar berlangsungnya masyarakat dan memungkinkan orang-orang untuk merasa seirama dengan orang lain yang mirip dengan mereka.

Tapi seperti ditunjukkan eksperimen Asch yang terkenal, kebanyakan orang konform pada penilaian orang lain bahkan ketika orang lain itu benarbenar salah. Orang-orang dalam budaya yang berorientasi pada kelompok menilai tinggi konformitas dan perasaan harmoni dalam kelompok yang diciptakan, dibandingkan dengan masyarakat dalam budaya individualis, tapi setiap orang tetap akan melakukan konformitas pada kondisi-kondisi tertentu.

Kebanyakan orang melakukan konformitas terhadap tekanan sosial karena mereka mengidentifikasikan diri mereka dengan sebuah kelompok, mempercayai penilaian atau pengetahuan kelompok, berharap mendapatkan keuntungan personal, atau berharap untuk disukai.

Terkadang orang melakukan konformitas untuk merasa menjadi bagian dari sebuah kelompok . . . dan terkadang konformitas dilakukan untuk menunjukkan individualitasnya.

Tapi konformitas juga dapat terjadi tanpa mempertimbangkan hal-hal lain, dan karenanya menghancurkan atau melanggar pilihan dan nilai-nilai pribadi hanya karena semua orang melakukannya.

Pikiran Kelompok
Kelompok yang diisolasi dari pandangan lainnya, berada dalam tekanan dari pihak luar, dan memiliki pemimpin yang kuat, rentan terhadap terjadinya pikiran kelompok, atau kecenderungan anggota sebuah kelompok untuk berpikir serupa, seragam, dan membatasi diri mereka, secara aktif menekan terjadinya perbedaan pendapat, dan merasa bahwa pikiran merekalah yang paling baik. Prosedur pikiran kelompok sering kali menghasilkan keputusan yang tidak tepat karena anggota kelompok gagal untuk melihat bukti-bukti yang bertentangan dengan gagasan mereka. Meskipun demikian, kelompok dapat disusun ulang untuk melawan pengaruh pikiran kelompok.

Kerumunan
Difusi tanggung jawab dalam sebuah kelompok dapat menyebabkan tidak munculnya tindakan apa pun pada sebagian individu, seperti terjadi pada bystander apathy dan social loafing. Tanggung jawab yang terbagi ini cenderung terjadi di dalam kondisi yang meningkatkan terjadinya deindividuasi, atau hilangnya kesadaran akan individualitas seseorang. Proses deindividuasi meningkat ketika orang merasa tidak dikenali atau anonim, seperti pada kelompok massa atau kerumunan orang, atau ketika menggunakan topeng atau seragam.

Dalam beberapa situasi, norma kerumunan massa dapat membawa orang-orang yang mengalami deindividuasi untuk berperilaku secara agresif, tapi pada situasi lainnya, kerumunan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang membantu orang lain.
Orang-orang dalam kerumunan massa merasa anonim dan dapat melakukan halhal merusak yang tidak akan pernah dilakukan bila mereka seorang diri. Para hooligans sepak bola ini sedang menendang seorang pendukung klub lawan.

Altruisme dan Perbedaan Pendapat


Keinginan untuk berani menyuarakan pendapat yang tidak umum, menghentikan terjadinya pelanggaran atau praktek ilegal, atau membantu orang lain yang berada dalam masalah dan melakukan hal-hal lain yang menunjukkan altruisme, sebagian merupakan masalah kepercayaan personal dan hati nurani.

Ketika kita berpikir tentang sosok pahlawan; kita cenderung memikirkan orang-orang, seperti petugas pemadam kebakaran yang bekerja siang dan malam begitu keras untuk menyelamatkan orang lain pada kejadian 11 September. Tapi kepahlawanan dapat tampil dalam berbagai bentuk.

Tapi beberapa faktor situasional juga penting. Seseorang memersepsikan bahwa bantuan diperlukan; norma budaya mendukung diambilnya tindakan; situasi meningkatkan kemungkinan orang mengambil tanggung jawab; kerugian yang diakibatkan bila tidak melakukan apa pun lebih besar dibandingkan kerugian yang diakibatkan bila kita terlibat: apakah orang tersebut memiliki orang lain yang mendukungnya atau terjebak untuk membantu orang lain atau menentang pendapat.

Cynthia Cooper dari WorldCom, Coleen Rowley dari FBI, dan Sherron Watkins dari Enron merupakan sosok yang dipilih sebagai sosok tahun ini versi majalah Time atas keberanian mereka menampilkan kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan oleh organisasi mereka. Mereka harus membayar mahal dengan kehilangan karier profesionalnya karena mengungkapkan hal-hal tersebut.

Kami Versus Mereka: Identitas Kelompok


Orang sering kali mengembangkan identitas sosial berdasarkan afiliasi kelompok, termasuk kewarganegaraan, etnis, gender, agama, dan keanggotaan sosial lainnya. Identitas sosial memunculkan perasaan memiliki tempat dan hubungan dengan dunia.

Dalam masyarakat dengan budaya yang beragam, banyak orang menghadapi masalah dalam menyeimbangkan identitas etnis mereka dengan akulturasi di masyarakat yang lebih besar. Tergantung pada apakah identitas etnis kuat atau lemah serta kuat lemahnya akulturasi, seseorang dapat saja menjadi bikultural, memilih asimilasi, menjadi separatis etnis, atau merasa sebagai kaum marginal.

Identitas etnis sudah berubah di masa sekarang ini, seperti aspek perpaduan budaya Amerika Utara yang bikultural (dan juga semakin berkembang menjadi multietnik) dengan tradisi masing-masing. Tetapi banyak yang tetap merayakan tradisi-tradisi dari etnis keturunan mereka, seperti diilustrasikan dalam foto-foto ini yang menunjukkan anak-anak keturunan Afrika-Amerika menyalakan lilin Kwaanza, remaja Ukraina yang menggunakan pakaian nasional Ukraina, dan mahasiswa keturunan Jepang-Amerika yang melakukan taiko, budaya tradisional Jepang menabuh genderang.

Etnosentrisme
Etnosentrisme atau kepercayaan bahwa kelompok etnis sendiri atau bangsa serta agamanya lebih baik dan superior dibandingkan dengan etnis, bangsa atau agama lain, meningkatkan kemungkinan munculnya cara berpikir kamimereka.

Seperti ditunjukkan oleh stiker yang diletakkan di bumper mobil dan pin di samping, semua orang, tanpa kecuali, memiliki sifat etnosentris!

Salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan munculnya pola pikir tersebut dan terjadinya pertikaian antarkelompok adalah dengan membuat kedua kelompok bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan bersama.
Eksperimen di Robbers Cave Dalam penelitian ini, permainan kompetitif meningkatkan pertikaian antara kelompok Ular dengan kelompok Elang. Beberapa anak laki-laki memiliki teman baik yang tergabung dalam kelompok lainnya (grafi k sebelah atas). Tetapi sesudah akhir periode permainan, kedua tim ini harus bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, dan persentase mereka yang akhirnya berteman dengan kelompok yang semula adalah musuh meningkat pesat. (Sherif, dkk., 1961).

Stereotip
Stereotip membantu seseorang untuk memproses dengan cepat informasi baru, mengorganisasikan pengalaman, dan memprediksikan bagaimana orang lain akan berperilaku. Tapi sering kali stereotip mengaburkan realitas dengan melebihlebihkan perbedaan antarkelompok, dan mengecilkan perbedaan dalam kelompok, serta menghasilkan persepsi selektif.

Konflik Kelompok dan Prasangka


Prasangka adalah perasaan negatif yang tidak beralasan terhadap sekelompok orang. Secara psikologis, prasangka membantu menghilangkan kecemasan dan keraguan yang ada, menyediakan penjelasan sederhana untuk masalah-masalah yang kompleks, dan memperkuat harga diri ketika seseorang merasa terancam. Penyebab lainnya dari prasangka adalah faktor sosial: orang mengembangkan prasangka karena konformitas dan pikiran kelompok, ajaran dari orang tua, maupun penggambaran yang ada di media.

Prasangka memiliki tujuan budaya untuk memperkuat kelompok sosial dan bangsanya. Prasangka juga memiliki peran dalam membenarkan minat ekonomi dan dominasi kelompok mayoritas, serta melegitimasi perang. Selama terjadi ketidakamanan ekonomi dan kompetisi untuk mendapatkan pekerjaan, maka prasangka akan meningkat dengan signifikan.

Prasangka begitu sulit didefinisikan dan diukur. Contohnya, hostile sexism berbeda dari benevolent sexism walau keduanya mengesahkan perbedaan gender. Orang sering kali tidak setuju apakah rasisme dan prasangka telah menurun jumlahnya atau mereka telah bertransformasi dalam bentuk baru. Karena banyak orang yang tidak rela mengakui adanya prasangka dalam diri mereka secara terbuka, beberapa peneliti menggunakan pengukuran tidak langsung terhadap prasangka, menggunakan rasisme simbolis (prasangka biasanya tersembunyi dalam pendapat mengenai isu-isu sosial yang terkait dengan ras); pengukuran perilaku non verbal atau perilaku mereka terhadap target ketika mereka berada dalam keadaan stres atau marah; pengukuran perubahan fisiologis dalam otak; atau pengukuran asosiasi yang tidak disadari.

Usaha-usaha untuk mengurangi prasangka harus ditujukan pada sikap eksplisit maupun implisit yang seseorang miliki. Empat kondisi eksternal yang dibutuhkan untuk mengurangi konflik dan prasangka adalah: (1) kedua pihak harus memiliki status hukum, situasi ekonomi, dan kekuasaan yang seimbang; (2) kedua pihak harus mendapat dukungan dalam bentuk moral maupun legal dari pihak otoritas dan institusi budaya; (3) kedua pihak harus memiliki peluang untuk bekerja sama dan bersosialisasi bersama (contact hypothesis); dan (4) mereka harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Ketika kelas belajar dikondisikan agar siswa dari etnis yang berbeda-beda harus saling bekerja sama agar dapat lulus, prasangka akan dapat menghilang

Ketegangan antarkelompok sering kali dapat berkurang ketika mereka bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Di sini, sukarelawan dari Habitat for Humanity sedang membangun rumah untuk orang-orang yang berpenghasilan rendah di Los Angeles.

Pertanyaan Mengenai Karakteristik Dasar Manusia


Walaupun banyak orang percaya bahwa hanya orang jahat saja yang melakukan hal-hal buruk, namun prinsip-prinsip psikologi sosial dan budaya menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu orang-orang baik juga dapat melakukan halhal buruk. Setiap individu dipengaruhi oleh aturan-aturan dan normanorma budaya, dan setiap orang dipengaruhi pada derajat tertentu oleh proses-proses sosial lainnya termasuk kepatuhan terhadap otoritas, konformitas, persuasi, bystander apathy, pikiran kelompok, deindividuasi, etnosentrisme, penciptaan stereotip, dan prasangka.

Lukisan-lukisan yang dibuat selama masa perang ini secara jelas menggambarkan usaha untuk melukiskan betapa menyeramkannya perang dan betapa indahnya impian akan kedamaian. Dapatkah kita belajar untuk mendesain suatu dunia di mana konflik dan perbedaan kelompok tidak berakhir pada kekerasan?