Anda di halaman 1dari 14

Laporan Pupuk Cair Organik

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada era sekarang ini, penggunaan pupuk organik makin meningkat sejalan
dengan berkembangnya pertanian organik. Untuk menyediakan pupuk organik
dalam jumlah besar diperlukan tenaga yang banyak sehingga akan meningkatkan
biaya tenaga kerja, meskipun pupuk organik dapat diproduksi sendiri oleh petani.
Agar aplikasi pupuk organik lebih hemat dan penggunaan tenaga kerja lebih
murah, salah satu alternatifnya adalah dengan meningkatkan kandungan haranya,
terutama hara makro seperti nitrogen, kalium, dan fosfor. Pada kotoran ternak,
baik feses maupun urine, kadar nitrogen dapat ditingkatkan melalui pengkayaan
dengan menggunakan mikroba pengikat nitrogen, dan untuk hara kalium dengan
menggunakan mikroba fermenter Rummino bacillus. anaktptph-
agriculture.blogspot.com
memberikan satu solusi dalam penangulangan bahan kimia yang telah memasuki
dalam fase yang tinggi.
Nilai tambah dari penggunaan pupuk organik. Bahwa seperti diketahui
bersama hasil produk pertanian dengan menggunakan pupuk organik
mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibanding dengan pertanian
anorganik (pupuk buatan pabrik), apalagi dipadukan dengan penggunaan
pestisida organik dimana produknya dikenal sebagai Beras organik non
pestisida , mempunyai harga jual hampir dua kali dari produk pertanian
anorganik. Meskipun segmen pasarnya masih tertentu , misalnya jaringan
perhotelan, supermarket dengan pelanggan orang asing , restoran restoran dll.

1.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum ini adalah Mengetahui teknik-teknik pembuatan pupuk
organik cair, mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam pembutan pupuk
organik.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahanorganik asal
tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi haratersedia bagi tanaman.
Dalam Permentan No.2/Pert/Hk.060/2/2006, tenpupuk organik dan pembenah
tanah, dikemukakan bahwa pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau
seluruhnya terdiri atas bahanorganik yang berasal dari tanaman dan atau hewan
yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang
digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan
biologi tanah. Definisi tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih
ditujukan kepada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar
haranya, nilai C-organik itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik
(Skoog 1962).
Bila C-organik rendah dan tidak masuk dalam ketentuan pupuk organik maka
diklasifikasikan sebagai pembenah tanah organik. Pembenah tanah atau soil
ameliorantmenurut SK Mentan adalah bahan-bahan sintesis atau alami,organik
atau mineral. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk
kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut
kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan
limbah kota. Kompos merupakan produk pembusukan dari limbah tanaman dan
hewan hasil perombakan oleh fungi, aktinomiset, dan cacing tanah. Pupuk hijau
merupakan keseluruhan tanaman hijau maupun hanya bagian dari tanaman seperti
sisa batang dan tunggul akar setelah bagian atas tanaman yang hijau digunakan
sebagai pakan ternak. Sebagai contoh pupuk hijau ini adalah sisasisa tanaman,
kacang-kacangan, dan tanaman paku air Azolla. Pupuk kandang merupakan
kotoran ternak (Skoog 1962).
Limbah ternak merupakan limbah dari rumah potong berupa tulang tulang,darah,
dan sebagainya. Limbah industri yang menggunakan bahan pertanian merupakan
limbah berasal dari limbah pabrik gula, limbah pengolahan kelapa sawit,
penggilingan padi, limbah bumbu masak, dan sebagainya. Limbah kota yang
dapat menjadi kompos berupa sampah kota yang berasal dari tanaman, setelah
dipisah dari bahan-bahan yang tidak dapat dirombak misalnya plastik, kertas,
botol, dan kertas. Istilah pupuk hayati digunakan sebagai nama kolektif untuk
semua kelompok fungsional mikroba tanah yang dapat berfungsi sebagai penyedia
hara dalam tanah, sehingga dapat tersedia bagi tanaman. Pemakaian istilah ini
relatif baru dibandingkan dengan saat penggunaan salah satu jenis (Razdan
,1983).
pupuk hayati komersial pertama di dunia yaitu inokulan Rhizobium yang sudah
lebih dari 100 tahun yang lalu. Pupuk hayati dalam buku ini dapat didefinisikan
sebagai inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat
hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman
(Razdan ,1983).
Pada tanaman padi atau sayuran, misalnya, untuk menekan penggunaan pupuk
anorganik (kimia) hingga 50%, diperlukan pupuk organik 2,0-2,5 t/ha. Jika
penggunaan pupuk anorganik akan ditekan hingga 25% maka keperluan pupuk
organik menjadi 3,5 t/ha atau lebih. Pada tanaman perkebunan, apabila sumber
hara hanya mengandalkan pupuk organik maka kebutuhan pupuk mencapai 15
t/ha. Untuk memenuhi kebutuhan pupuk sejumlah itu diperlukan pemeliharaan 24-
28 ekor domba/kambing atau 3-4 ekor sapi.Pupuk cair organik merupakan salah
satu jenis pupuk yang banyak beredar di pasaran. Pupuk cair organik kebanyakan
diaplikasikan melalui daun atau disebut sebagai pupuk cair foliar yang
mengandung hara makro dan mikro esensial (N, P, K, S, Ca, Mg, B, Mo, Cu, Fe,
Mn, dan bahan organik). Oleh karena itu, pada kegiatan praktikum kali ini
dilakukan pembuatan pupuk cair organik dari bahan-bahan sisa atau limbah
pertanian.


BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Praktikum Kesuburan Tanah dengan judul acara Pupuk Cair Organik
dilaksanakan pada hari jumat, tanggal 6 september 2013 pukul pukul 15.35
wib. sampai selesai di gren house anggrek vedca, yang di melaksanakan
mahasiswa pppptk vedca cianjur.

3.2 Alat dan Bahan
Alat Bahan
Drum penampung .
Timbangan.
Pisau dan Golok .
Karung.
Gelas Ukur
Ember .
Batu sebagai Pemberat.
Papan cacah.
Tali
Pengadukan/ bambu
Sampah Dapur :
@. Sisa sayuran ( Bayam , Mentimun, Lobak,
Wortel ).
@. Sisa buah buahan ( Jambu air, jeruk, sawo,
nanas, apel, pisang, pir ).
Air Cucian beras
Air Gula / molase ( Gula merah
1
/
2
Kg )
Air Kelapa.
Air biasa.
EM-4. 40 ml

3.4 Langkah Kerja
Adapun langkah kerja yang di lakukan dalam pembuatan pupuk cair adalah
sebagai berikut:
1. Siapkan semua bahan bahan dan alat alat yang diperlukan dalam
pembuatan pupuk cair organik .
2. Sortir bahan sisa pasar dan dapur ( yang masih bagus dan tidak busuk )
yang sudah dikumpulkan utamakan bahan bahan yang banyak mengandung air
dan kadar ph yang rendah ( asam ) .
3. Cacah semua Bahan menggunakan pisau atau golok dan di tampung.
4. Setelah semua bahan telah dicacah , mulai masukkan bahan kedalam
karung sebanyak 1 karung. Padatkan bahan bahan didalam karung lalu diikat
ujung karung tersebut.
5. Masukkan bahan bahan yaitu :
Pertama, masukkan air biasa sebanyak 14 liter kedalam drum penampungan
yang telah dicuci bersih.
Kedua, Tambahkan air Kelapa sebanyak 2 liter kedalam drum penampungan.
Ketiga, Masukkan air cucian beras sebanyak 2 liter kedalam drum
penampung.
Keempat, Masukkan air gula sebanyak 1 liter kedalam drum
penampung.aduk hingga merata.
Kelima, masukkan bahan bahan sisa sayuran dan buah buahan yang sudah
dimasukkan kedalam karung dan diikat kedalam drum penampungan .
Kelima , letakkan batu pemberat diatas karung sisa bahan bahan tersebut
yang berfungsi untuk menekan.
6. Sebelum drum penampungan ditutup, pastikan tidak ada lubang atau
rongga- rongga yang dapat menjadi ventilasi agar proses aerasi tidak berlangsung
dan tidak dapat dilewati serangga agar tidak ada yang masuk serta meninggalkan
telur- telurnya sehingga mengakibatkan adanya belatung.
7. Aduk setiap satu minggu sekali.
8. Waktu Fermentasi selama 2 3 minggu.
9. Setelah 2 3 minggu pupuk di cek dan dapat digunakan .


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Berdasarkan yang telah dilakukan maka didapatkan hasil yang berupa data
tersebut:
Pupuk cair organik yang tidak sempurna, karena kelalaian peserta, dengan
terbentuknya bagaian drum yang di gunakan sehingga terdapat beberapa jenis
binatang di dalam drum tersebut, seperti belatung dan kecoa.
Hasil pupuk cair tersebut berhasil dengan aroma berbau tape dan keadaan
hasil praktikum tidak maksimal di karnakan tidak rapatnya lubang drum sehingga
binatang kecil masuk.
Hal ini dapat di katakan gagal dan dapat di katakan berhasil di karnakan
kreteria yang di butuhkan dalam pembuatan pupuk cair tidak terdapat binatang
yang masuk ke dalam drum atau pupuk organik cair tersebut.
4.2 Pembahasan
Pupuk adalah bahan yang ditambahkan kedalam tanah untuk menyediakan
esensial bagi pertumbuhan tanaman. pupuk juga merupakan Vitamin bagi tanah
yang dapat membuat tanah lebih gembur dan subur. dengan tanah yang gembur
dan subur itulah, maka tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan Buah dan Daun
yang besar, sehat, dan dalam jumlah banyak.
Pupuk Organik Cair, adalah jenis pupuk yang berbentuk cair tidak padat yang
mudah sekali larut pada tanah dan membawa unsur-unsur penting guna kesuburan
tanah.
Pupuk Organik Cair adalah pupuk yang dapat memberikan HARA yang sesuai
dengan Kebutuhan Tanaman pada tanah, karena bentuknya yang cair, maka jika
terjadi kelebihan kapasitas pupuk pada tanah maka dengan sendirinya tanaman
akan mudah mengatur penyerapan komposisi pupuk yang dibutuhkan.
Pupuk Organik Cair dalam pemupukan jelas lebih merata, tidak akan terjadi
penumpukan konsentrasi pupuk di satu tempat,sebab itu tadi pupuk ini 100 persen
larut dam merata.
juga Pupuk Organik Cair ini mempunyai kelebihan dapat secara cepat mengatasi
Defesiensi Hara dan tidak bermasalah dalam pencucian Hara juga mampu
menyediakan hara secara cepat.
Pupuk Organik Cair tidak merusak humus Tanah walaupun seringkali digunakan.
selain itu pupuk ini juga memiliki zat pengikat larutan hingga bisa langsung
digunakan pada tanah tidak butuh interval waktu untuk dapat menanam tanaman.
Pupuk cair organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup,
seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk cair
organikmenyediakan nitrogen dan unsur mineral lainnya yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan tanaman, seperti halnya pupuk nitrogen kimia. Kehidupan binatang
di dalam tanah juga terpacu dengan penggunaan pupuk cair. Pupuk cair tersebut
dapat dibuat dari kotoran hewan yang masih baru. Kotoran hewan yang dapat
digunakan misalnya kotoran kambing, domba, kelinci, ayam atau ternak
lainnya. Pupuk organik cair adalah pupuk organik yang kebanyakan diaplikasikan
melalui daun atau disebut sebagai pupuk cair foliar. Pupuk inimengandung hara
makro dan mikro esensial (N, P, K, S, Ca, Mg, B, Mo, Cu, Fe, Mn, dan bahan
organik). Pupuk cair lebih mudah terserap oleh tanaman karena unsur-unsur di
dalamnya sudah terurai. Manfaat dari pemberian pupuk cair organik adalah :
1. Merangsang pertumbuhan tunas baru.
2. Memperbaiki sistem jaringan sel dan memperbaiki sel-sel rusak.
3. Merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada tumbuhan.
4. Memperbaiki klorofil pada daun.
5. Merangsang pertumbuhan kuncup bunga.
6. Memperkuat tangkai serbuk sari pada bunga.
7. Memperkuat daya tahan pada tanaman
Bahan-bahan yang diguanakan dalam pembuatan pupuk cair adalah bahan-bahan
yang mudah terurai seperti sisa tanaman dan sisa hewan (kotoran ternak). Untuk
membantu mempercepa EM4. EM4 (Efektif microorganisme) mengandung
beberapa penyusun yang berperan penting dalam kegiatan pembuatan pupuk
organik. Berikut adalah kandungan EM4:
1. Bakteri fotosintetik
Bakteri fotosintetik adalah mikroorganisme yang mandiri. bakteri ini membentuk
senyawa-senyawa yang bermanfaat dari skresi tumbuh-tumbuhan. Bahan organik
dan gas berbahaya seperti hidrogen, sulfida dengan dibantu sinar matahari dan
panas sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaat tersebut meliputi asam amini,
asam nukleat, zata-zat bioaaktif dan gula yang semuanya dapat mempercepat
pertumbuhan dn perkembangan tanaman.
2. Bakteri asam laktat
Bakteri asam laktat menghasilkan asam laktat dari gula dan karbohidratlain yang
dihasilkan oleh bakteri fotosintetik dan ragi. Bakteri asma laktat dapat
menghancurkan bahan-bahan organik seperti lignin dan selulosa serta
memfermentasikannnya tanpa menimbulkan senyawa-senyawa beracun yang
ditimbulkan dari pembusukan bahan organik dan menekan patogen.
3. Ragi
Ragi dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang bermanfaat bagi pertumbuhan
tanaman dari asam amino dan gula didalam tanah yang dikeluarkan oleh bakteri
fotosintetik dan bahan organik melalui fermentasi. Ragi juga menghasilkan
senyawa bioaktif seperti hormon dan enzim.
4. Actynomycetes
Kelompok Actynomycetes menghasilkan zat-zata anti mikroba dari asam amino
yang dikeluarkan oleh bakteri fotosinetetik dan bahan organik. Zat-zat yang
dihasilkan dari mikroorganisme ini dapat meneka pertumbuhan jamur dan bakteri
yang merugikan tanaman, tetapi dapat hidup berdampingan dengan bakteri
fotosintetik.
5. Jamur fermentasi
Jamur ini bermanfaat dalam menghilangkan bau dan mencegah serbuan serangga
serta ulat-ulat yang merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan
makanannya.
Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegalan dalam pembuatan pupuk
cair yaitu ukuran sayuran/buah yang terlelu besar, kurang tertutupnya bak
pengomposan sehingga air dan udara masih dpaat masuk, bak pengomposan
terkena sinar matahari langsung sehingga proses fermentasi menjadi terganggu,
dll.
Berdasarkan hasil data yang diperoleh, dapat dilihat pada kelompok 1,
dengan bahan yang digunakan yaitu menggunakan bahan kotoran kambing dan
sayuran, dapat dikatakan berhasil. Hal ini dapat dinilai dari bau pupuk cair, yang
tidak berbau,justru cenderung wangi, lalu timbul jamur yang tumbuh diatasnya.
Kelompok 2, dengan bahan yang digunakan yaitu kotoran sapi dan buah-buahan
dapat dikatakan berhasil. Hal ini juga dapat dilihat dari baunya yang wangi, tetapi
agak kecut, mungkin ini dikarenakan bahan yang digunakan dari buah-buahan.
Untuk kelompok 3, bahan yang digunakan yaitu kotoran ayam dan daun
leguminosae dapat dikatakan berhasil karena juga tumbuh jamur di
permukaannya, akan tetapi agak berbau. Sedangkan pada kelompok 4, bahan yang
digunakan campuran antara kotoran kambing, sapi, ayam serta gulma. Pada
kelompok ini, pupuk cair yang dihasilkan wangi. Hal itu berarti da[at dikatakan
berhasil.
Dari keempat kelompok, dapat dikatakan hampir semuanya berhasil. Hal tersebut
dapat diketahui dari bau masing-masing pupuk cair yaitu cenderung wangi atau
tidak berbau, dengan bau wangi tersebut telah mengindikasikan bahwa pupuk cair
tersebut berhasil dan berarti proses fermentasi yang kami lakukan berhasil. Karena
dapat dilihat sendiri bahwa masing-masing perlakuan menggunakan bahan-bahan
yang memiliki bau yang sangat tidak sedap, akan tetapi setelah proses fermentasi
tersebut berhasil, maka baunya akan menjadi wangi yang disebabkan oleh adanya
proses fermentasi dari bakteri EM4.
Dalam kegiatan pembuatan pupuk cair yang telah dilaksanakan kemarin, bahan
yang digunakan tidak boleh busuk hal ini karena didalam bahan yang telah busuk
terdapat bakteri yang nantinya pada saat pembuatan pupuk cair, bakteri tersebut
akan bersaing dengan bakteri EM4 yang digunakan sebagai agen dekomposer
bahan organik. Hal ini akan menyebabkan bakteri EM4 dalam
pendengkomposisian bahan tersebut menjadi terhambat dan dapat juga
menyebabkan bakteri EM4 menjadi mati karena kalah bersaing dengan bakteri
yang ada pada bahan yang busuk.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan praktikum yang telah dilakukan serta hasil data yang
diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pupuk organik cair mempunyai beberapa manfaat diantaranya dapat
mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil
akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis
tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara.
2. Pupuk cair merupakan hasil dari perombakan bahan-bahan organik yang telah
dilarutakan didalam cairan dengan bantuan bakteri pengurai sebagai decomposer.
3. EM 4 berperan dalam proses perombakan bahan organik yang terdiri dari
lignin dan selulose yang ada serta berperan dalam penyediaan bahan makanan
bagi bakteri selama proses pengomposan terjadi.
4. Dari semua perlakuan yang dilakukan menunjukkan keberhasilan yang sama,
akan tetapi hasil yang sempurna didapatkan pada perlakuan 4 yaitu dengan
mencampur kotoran ayam, sapi dan kambing, kemudian gulma dan EM 4.
5. Faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam pembuatan pupuk
cair diantaranya adalah, suhu, kelembapan, intensitas cahaya, komposisi media,
waktu pembuatan, serta ukuran bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk
cair.

5.2 Saran
Sebaiknya mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan praktikum dengan serius dan
sesuai dengan petunjuk praktikum yang ada, agar tujuan dan keberhasilan
kegiatan praktikum dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

http//:/kesuburan%20tanah%20dwnd/laporan-pupuk-cair-organik.html di unduh
pada tanggal 07 oktober 2013 pukul 12.31 Wib
http//://kesuburan%20tanah%20dwnd/laporan-pembuatan-pupuk-organik-
cair.html di unduh pada tanggal 07 oktober 2013 pukul 12.31 Wib

http//://kesuburan%20tanah%20dwnd/makalah-teknik-pemupukan-pada-
tanaman.html di unduh pada tanggal 07 oktober 2013 pukul 12.31 Wib


























4.2Pembahasan

Pupuk organik cair adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organic yang
berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur
haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat
secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan
mampu menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair
anorganik, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman
walaupun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan
pengikat, sehingga larutan pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa
langsung digunakan oleh tanaman.

Pupuk cair lebih mudah terserap oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya
sudah terurai. Tanaman menyerap hara terutama melalui akar, namun daun juga
punya kemampuan menyerap hara. Sehingga ada manfaatnya apabila pupuk cair
tidak hanya diberikan di sekitar tanaman, tapi juga di bagian daun yang dekat
dengan stomata. Penggunaan pupuk cair lebih memudahkan pekerjaan, dan
penggunaan pupuk cair berarti kita melakukan tiga macam proses dalam sekali
pekerjaan, yaitu memupuk tanaman, menyiram tanaman dan mengobati tanaman.

Pupuk organik cair mempunyai beberapa manfaat diantaranya dapat mendorong
dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada
tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman
dan penyerapan nitrogen dari udara, dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga
tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap
kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit, merangsang
pertumbuhan cabang produksi, serta meningkatkan pembentukan bunga dan bakal
buah, serta mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah. Pemberian pupuk
organik cair harus memperhatikan konsentrasi atau dosis yang diaplikasikan
terhadap tanaman. Pemberian pupuk organik cair melalui daun memberikan
pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik daripada pemberian melalui
tanah. Semakin tinggi dosis pupuk yang diberikan maka kandungan unsur hara
yang diterima oleh tanaman akan semakin tinggi, begitu pula dengan semakin
seringnya frekuensi aplikasi pupuk daun yang dilakukan pada tanaman, maka
kandungan unsur hara juga semakin tinggi. Namun, pemberian dengan dosis yang
berlebihan justru akan mengakibatkan timbulnya gejala kelayuan pada tanaman.

Ciri-ciri dari pembuatan pupuk cair organik yang berhasil diantaranya yaitu
baunya seperti anggur, serta adanya bercak-bercak putih (semakin banyak,
semakin bagus) dan warnanya kuning kecoklatan (seperti minyak goreng yang
sudah dipakai). Namun, dalam pembuatan pupuk cair ada beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kegagalannya. Faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam pembuatan pupuk organik cair
diantaranya adalah :

a. Aerasi timbunan. Aerasi berhubungan erat dengan kelengasan. Apabila terlalu
anaerob mikrobia yang hidup hanya mikrobia anaerob saja, mikrobia aerob mati
atau terhambat pertumbuhannya. Sedangkan bila terlalu aerob udara bebas masuk
ke dalam timbunan bahan yang dikomposkan umumnya menyebabkan hilangnya
nitrogen relatif banyak karena menguap berupa NH3.
b. Bahan yang digunakan jangan bahan yang sudah busuk, karena bahan yang
sudah busuk terdapat bakteri yang nantinya bakteri tersebut dapat mengganggu
perkembangan dari bakteri EM4 dalam mendekomposisi bahan yang digunakan
dalam pembuatan pupuk cair.
c. Dalam pembuatan pupuk cair, bakteri EM4 harus sudah siap hidup di
lingkungan yang berbeda, hal ini penting dalam pembuatan pupuk cair. Bakteri
EM 4 sebaiknya dibuat 1 minggu sebelum pembuatan pupuk cair dilakukan.
d. Pemotongan bahan yang digunakan, potongan bahan yang baik digunakan
untuk pembuatan pupuk cair adalah yang potongannya kecil. Hal ini dikarenakan
agar bakteri EM4 lebih mudah dalam mendengkomposisi bahan tersebut, karena
bakteri EM4 mudah dalam memotong rantai karbon pada bahan tersebut sehingga
membentuk rantai carbon yang lebih sederhana.
e. Kegiatan dan kehidupan mikrobia sangat dipengaruhi oleh kelembaban yang
cukup, tidak terlalu kering maupun basah atau tergenang.
f. Peletakan tempat pembuatan pupuk cair, dalam pembuatan pupuk cair
sebaiknya ditempat yang teduh agar bakteri EM4 tidak terkena sinar matahari
langsung,apabila bakteri EM4 terkena sinar matahari langsung, maka bakteri
tersebut akan mati akibat sinar inframerah dari matahari. Untuk penyimpanan
bahan yang telah dibuat sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh agar suhu dan
temperatur dari pupuk cair yang dibuat dapat sesuai dengan lingkungan yang
cocok untuk pertumbuhan bakteri EM4.

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan oleh setiap kelompok menunjukkan
hasil yang relatif sama antar perlakuan. Pada kelompok 1, pupuk cairnya
menunjukkan warna coklat pekat namun tidak berbau dan memiliki kepekatan
yang encer disertai dengan tekstur yang kasar. Sementara pada kelompok 2 pupuk
cairnya menunjukkan warna coklat kekuningan dengan bau wangi kecut, tingkat
kepekatan yang ecner dan tekstur yang kasar. Untuk kelopmpok 3 pupuk cairnya
menunjukkan warna kuning kecoklatan dan agak bau disertai dengan kepekatan
yang encer dan tekstur yang kasar. Dan pada kelompok 4, pupuk cairnya
menunjukkan warna kuning kecoklatan dengan bau yang wangi dan tingak
kepekatan yang sangat encer serta tekstur yang kasar.


BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan praktikum dan hasil pengamatan yang didapatkan, maka dapat ditarik
kesimpulan antara lain :

1. Pupuk organik cair adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang
berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur
haranya lebih dari satu unsur.
2. Faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam pembuatan pupuk cair
diantaranya adalah, suhu, kelembapan, intensitas cahaya, komposisi media, waktu
pembuatan, serta ukuran bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk cair.
3. Indikator keberhasilan pupuk cair adalah pupuk cair berwarna coklat
kekuningan dan tidak memiliki bau yang menyengat disertai adanya jamur putih
yang ada di permukaan larutan molase.
4. Kelebihan dari pupuk cair organik adalah dapat secara cepat mengatasi
defesiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara dan mampu menyediakan
hara secara cepat.