Anda di halaman 1dari 37

Tugas Geografi

Persebaran Bahan Tambang di Indonesia


Golongan B dan C
D
i
s
u
s
u
n
Oleh: Kelompok 3 XI Sos 1

Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME karena atas rahmat dan kuasanya penulis dapat
menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik dan benar. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa
terima kasih kepada Bapak Herianto Siringo,karena atas bimbingan ,ajaran dan pengarahan beliau makalah ini dapat
dibuat dan dikerjakan dengan lancar.
Makalah ini memuat tentang pembahasan topik mengenai Penyebaran Bahan tambang golongan B dan C di
Indonesia. Alasan dan maksud dari topik ini adalah agar pembaca dapat mengetahui tentang persebaran bahan
tambang golongan b dan c diIndonesia.
Dalam Kesempatan ini penulis ingin membahas lebih lanjut dan memperjelas mengenai Persebaran Bahan
tambang gol B dan C . Dan diharapkannya Makalah ini dapat berguna bagi pembaca dengan diterapkan prinsip-
prinsip dan penyebarang bahan tambang ini sehingga dapat memperluas wawasan tentang kekayaan alam di
Indonesia.
Akhir kata, tim penulis mohon maaf sepenuhnya jika ada kesalahan dalam penulisan,Bahasa dan cara
penyampaian yang mungkin kurang berkenan di hati pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini pastinya masih
memiliki banyak kekurangan. Maka itu, kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk menyempurnakan
dan memperbaiki makalah ini agar dapat menjadi lebih maksimal. Terima Kasih
Batam,Agustus 2014,
Kelompok 3Geografi Sos1

Daftar Isi
Kata Pengantar .................................................................. ii
Daftar ISI .......................................................................... iii
BAB I Pendahuluan ......................................................... 1
1.1Rumusan Masalah ................................................... 3
1.2Tujuan Penulisan ........................................... 3
Bab II Pembahasan ...................................................... 4
2.1Pembahasan Golongan B ........................................... 5
2.2Pembahasan Golongan C ......................................... 6
Bab III Penutup............................................................. 4
3.1Kesimpulan ....................................................................


Bab I. Pendahuluan
Rumusan Masalah
Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian),
pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral,batubara, panas bumi, migas).
Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep Pertambangan yang
berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi :
Penyelidikan Umum (prospecting)
Eksplorasi : eksplorasi pendahuluan, eksplorasi rinci
Studi kelayakan : teknik, ekonomik, lingkungan (termasuk studi amdal)
Persiapan produksi (development, construction)
Penambangan (Pembongkaran, Pemuatan,Pengangkutan, Penimbunan)
Reklamasi dan Pengelolaan Lingkungan
Pengolahan (mineral dressing)
Pemurnian / metalurgi ekstraksi
Pemasaran
Corporate Social Responsibility (CSR)
Pengakhiran Tambang (Mine Closure)
Ilmu Pertambangan : ialah ilmu yang mempelajari secara teori dan praktik hal-hal yang berkaitan
dengan industri pertambangan berdasarkan prinsip praktik pertambangan yang baik dan benar (good mining
practice)


2.2Tujuan Penulisan

Tujuan Penulisan topik ini adalah untuk menambah wawasan pembaca agar dapat memahami
penyebaran bahan tambang golongan B dan C di Indonesia, sehingga pembaca dapat mengerti
tentang penggolongan tersebut.


PASIR KUARSA
Kuarsa adalah mineral utama dari silika dan salah satu mineral pembentuk kristal optik.Bahan
keramik ini banyak dipakai berbagai bidangindustri elektronik, bahan bangunan bahkan
telahdigunakan teknologi nuklir dan ruangan angkasa.

Karakteristiknya : berwarna putih bening atau warna lain bergantung pada senyawa pengotornya,
memiliki kekerasan 7 (skala Mohs), berat jenis 2,65, titik lebur 17150C, bentuk kristal hexagonal,
panas sfesifik 0,185, dan konduktivitas panas 12 1000C.

Pasirkuarsamerupakansalahsatubahangalian yang cukupmelimpah di Indonesia.Hal
inidimungkinkanakibatkondisi Indonesia yang
hampirsetengahnyaberupabatuanbekuasamsebagaisumberpembentukbahangaliantersebut.Pasirkua
rsabanyakditemukanpadadaerahpesisirsungai, danau, pantaidansebagianpadalautan yang dangkal.
Mineral inimemegangperanancukuppentingbagiindustri,
baiksebagaibahanbakuutamamaupunsebagaibahanikutan. Sebagaibahanbakuutama,
pasirkuarsadimanfaatkanolehindustrimanufakturuntukmenghasilkanproduk yang
dapatdimanfaatkanolehkonsumenterutamauntukbahanbangunandanbahanutamapadadisain
interior/eksteriorsertabahanuntukkebutuhanrumahtangga. Sementarasebagaibahanikutan,
pasirkuarsadimanfaatkanuntukbahancetakanpadapengecoranlogam,
bahanrefraktoridansebagaibahanpengisipadaindustripertambangandanperminyakanterutamasaatm
elakukankegiatanpengeboran.
Seiringdengankeadaankondisiekonomi Indonesia saatini,
perkembanganpasirkuarsadalamtigatahunterakhirmengalamifluktuasi yang cukupsignifikan,
yaitudalamkurun 1998-2001, sehinggaterjadipenurunanpemakaian.Namundemikiankarenaperan
yang cukuppentingdalamindustri, pada semester I, tahun 2002 ini,
produksidankonsumsipasirkuarsamulaimerangkaknaik.

Penyebaran
Provinsi Lokasi
Bangka Belitung Lepar Pongok, Gantung, Tanjung Pandan
Kepulauan Riau Karimun, Natuna, Lingga
Lampung Desa Margosari, Desa Panggungrejo, Desa Sukamulya,
Pekon Sukamulya, Desa Bardasuka, Desa Branti, Desa
Neglasari, Desa Andiluwih
Kalimantan Tengah Kotawaringin Barat, Sukamara
Nusa Tenggara Barat Sekotong, Pujut, Keruak, Taliwang, Plampang, Lape,
Moyo Hulu, Sape, Belo, Wawo
Nusa Tenggara Timur Manggarai, Timor Tengah Selatan
Maluku Desa Seith, Tanjung Kayu Putih
Papua Bukit Aikima, Asolokobal


Marmer
Marmer adalah batuankristalin kasar yang berasaldari batugamping ataudolomit. Marmer yang
murniberwarna putih danterutamadisusunoleh mineral kalsit.
Marmerataubatupualammerupakanbatuanhasil proses metamorfosaataumalihandaribatugamping.
Pengaruhsuhudantekanan yang dihasilkanolehgaya endogen
menyebabkanterjadirekristalisasipadabatuantersebutmembentukberbagaifoliasimapun non foliasi.
Akibat rekristalisasi strukturasalbatuanmembentukteksturbarudanketeraturanbutir.Marmer
Indonesia diperkirakanberumursekitar 3060 jutatahunatauberumurKuarterhinggaTersier.

Marmer umumnya tersusunatas mineral kalsitataukalsiumkarbonat (CaCO3) dengankandungan mineral minor
lainyayaitukuarsa, mika, klorit, tremolit, dansilikatlainnyasepertigraphit, hematit,
danlimonit.Nilaikomersilmarmerbergantungkepadawarnadantekstur.
Marmer yang berkualitassangattinggiadalahmarmer yang berwarnaputihjernih,
sebabkandungankalsitnyalebihdari 90%.Marmer yang berwarnaabu-
abudihasilkandarikandungangrapitpadabatuantersebut, pink danmerahakibatadanyakandunganhematit,
kuningdankremsebagaipengaruhdarikandunganlimonit. Berdasarkanbesarbutirannya,
marmerbisaberteksturhalushinggakasar.Sifatlainnya yang
berpengaruhterhadapkualitasmarmeradalahporositas, kekuatanregangan,
danketahananterhadappengaruhsuhudancuaca.

Marmermerupakanbahan galian yang sudah sangat dikenaloleh masyarakat luas, bahkan cukup gencar pula
muncul kepermukaan yang menimbulkan sensasi pencarian marmer yang dapat tembus cahaya dengan
harga penawaran sangat menggiurkan, walaupun hanyasebatas orang per orang dandiliputimisteri, hobi,
danaspekmistiklainnya.

PROSES PEMBENTUKAN

Marmerataudikenal pula dengansebutanbatupualamadalahbatuanhasil proses
metamorfosisataumalihandaribatuanasalnyayaitubatukapurataudolomit. Pengaruhtemperaturdantekanan
yang dihasilkanolehgaya endogen
menyebabkanterjadinyakristalisasikembalipadabatuantersebutmembentukberbagaifoliasimapun non foliasi.

Akibatrekristalisasitersebutakanmenghilangkanstrukturasalbatuantersebut,
sehinggamembentukteksturbarudanketeraturanbutir. Pembentukan mineral ini di Indonesia yang
sudahditemukanadalahsekitar 30 60 jutatahun yang laluatauberumurKwarterhinggaTersier.

Marmerakanselaluberasosiasikeberadaanyadenganbatugamping.
Setiapadabatumarmerakanselaluadabatugamping, walaupuntidaksetiapadabatugampingakanadamarmer.
Karenakeberadaanmarmerberhubungandengan proses gaya endogen yang
mempengaruhinyabaikberupatekananmaupunperubahantemperatur yang tinggi. Di Indonesia
penyebaranmarmertersebutcukupbanyak.
PERKEMBANGAN Marmerpadasaatinimasihmerupakanbarangmewah, kecualiuntuk ukuran yang kecil-
kecilsebagai souvenir. Marmerataubatupualam yang
mengkilapbiasanyadijadikansalahsatucirifisikkemewahansebuahbangunandanrumah.Kemewahanmarmerbel
umada yang menandingikarenakualitasnya yang baikdibandingkanproduklantaiataudindingdaribahan lain.
Dilihatdarisisipembiayaan, membuatlantaidarimarmerharusmenyiapkandana yang tidaksedikit. Hanya orang
yang memilikidanaberlebihsaja yang mampumembelinya, gunamenghiasigedungataurumahmewahmereka.
PENYEBARAN
Persebaran marmer di Indonesia berkaitan erat dengan penyebaran batu ganping yang mengalami
metamorf yang dapat ditemukan di Sumetra (Nias dan Tapanuli), Jawa Barat (Palimanan Cirebon dan
Padalarang Bandung Barat), Jawa Tengah (Banjarnrgara dan Klaten), Jawa Timur (Tulungagung), Sulawesi
(Tonasa), Timou (Kupang), dan Papua.
MANGAN
Mangan adalah suatu unsur kimia (Mn) dengan nomor atom 25.Mangan tidak ditemukan sebagai
unsur bebas di alam, mangan sering ditemukan dalam kombinasi dengan besi, dan dalam banyak
mineral. Mangan adalah logam dengan industri penting menggunakan paduan logam, khususnya
pada baja tahan karat.

Secara historis, mangan adalah nama untuk berbagai mineral hitam (seperti pyrolusite) dari daerah
yang sama dari Magnesia di Yunani yang memberi nama untuk sejenis yang terdengar magnesium,
Mg, dan magnetit, bijih besi elemen, Fe. Pada pertengahan abad ke-18, kimiawan Swedia Carl
Wilhelm Scheele telah menggunakan pyrolusite untuk menghasilkan klorin. Scheele dan lain-lain
menyadari bahwa pyrolusite (sekarang dikenal sebagai mangan dioksida) mengandung unsur baru,
tapi mereka tidak mampu untuk mengisolasi. Johan Gottlieb Gahn adalah yang pertama untuk
mengisolasi sampel murni logam mangan pada tahun 1774, dengan mengurangi dioksida dengan
karbon.
Kualitas batu mangandari NTT termasuk yang terbaik di dunia. Batu mangan berguna sebagai
bahan baku industri, seperti untuk pembuatan baterai, keramik, bahan kimia, dan baja. Namun
saat ini mangan paling banyak digunakan untuk kebutuhan industry baja yang penggunaannya
mencapai 90% (Majalah Tambang, 3 November 2008). Kandungan mangan dapat menghasilkan
baja dengan kualitas bagus, yaitu lebih kuat dan ringan dibandingkan baja dari bahanmentah lain.
Kualitas demikian membuat batumangan menjadi bahan baku paling banyak dicari oleh kalangan
industriwan baja akhir-akhir ini. Sebagaimana diketahui, industry baja merupakan salah satu
industry dasar (hulu) yang sangat dibutuhkan, baik untuk kebutuhan konstruksi, elektronik,
otomotif, dll.Negara yang pembeli mangan terbesar di dunia saat ini adalah Tiongkok dan India.
Sementara produsen terbesar adalah Ukraina dan Afrika Selatan.Kedua negaratersebut menguasai
sekitar 80% cadangan mangan dunia.
Ditambang dari daerah Yogyakarta (Kliripan), Jawa Barat (Tasikmalaya), dan Kalimantan Selatan
(Martapura).




ZEOLITE
1. Asal Mula Jadi
Mangan adalah logam berwarna abu-abu putih. Mangan adalah unsur reaktif yang mudah
menggabungkan dengan ion dalam air dan udara. Di Bumi, mangan ditemukan dalam sejumlah
mineral kimia yang berbeda dengan sifat fisiknya, tetapi tidak pernah ditemukan sebagai logam
bebas di alam. Mineral yang paling penting adalah pyrolusite, karena merupakan mineral bijih
utama untuk mangan.
Cebakan terrestial untuk cebakan mangan dapat dibagi menjadi lima tipe, yaitu :
Cebakan hidrothermal
Cebakan sedimenter
Cebakan yang berasosiasi dengan aliran lava bawah laut
Cebakan metamorfosa
Cebakan laterit dan akumulasi residual
Dasar samudra diperkirakan diselimuti lebih dari 3 triliyun ton nodul berukuran kentang. Nodul
tersebut terdiri dari unsur mangan, besi, nikel, kobalt molybdenum. Nodul-nodul ini banyak
terdapat di Samudra Pasifik.

2. Nama
Pada tahun 1774, sedangkan pemanasan mineral pyrolusite (MnO
2
, mangan dioksida) dalam api
arang, ilmuwan Swedia Johann Gahn menemukan mangan. Panas dan karbon dalam arang
memisahkan oksigen dari pyrolusite, meninggalkan residu logam mangan. Ini reaksi kimia disebut
reaksi reduksi.

3. Latar Belakang
Mangan di Indonesia telah ditemukan orang sejak tahun 1854 yang terdapat di Karangnunggal,
Tasikmalaya, Jawa Barat. Walaupun demikian endapan biji mangan yang diusahakan terlebih
dahulu yaitu yang terdapat di Kliripan, Kulon Progo - Yogyakarta. Tambang mangan di
Karangnunggal baru diusahakan pada tahun 1930. Dua daerah endapan biji mangan itu dahulu
diusahakana oleh NV Algemeene Indische Mijnbouwen Explotatie Maatscappij (AIME). Kini
pengusahaanya dilakukan oleh perusahaan daerah Pertambangan Jawa Barat untuk Tasikmalaya
dan perusahaan daerah Pertambangan Mangan Daerah, pertambangan mangan Daerah Istimewa
Yogyakarta untuk Kliripan. Selain di ke dua daerah tersebut, juga telah diusahakan dengan cara
sederhana dan kecil-kecilan yaitu di pegunungan Karangbolong, Kedu Selatan, Pegunungan
Menoreh di dekat Salaman, Magelang dan di daerah G. Kidul bagian utara, juga di berbagai daerah
di Jawa Timur bagian Selatan.
Mangan yang ditambang pada umumnya terbatas pada biji mangan dengan kadar MnO
2
di atas
75%. Sumber daya dan cadangan mangan dari berbagai daerah dapat di lihat pada Tabel 1.
Sedangkan data produksi, konsumsi, ekspaot dan inport mangan tahun 2003 2002 (Tabel 2.).

Tabel 1. Sumber daya dan cadangan logam mangan di Indonesia, 2008-2010
KOMODITI
LOGAM
2008 2009 2010
SUMBER
DAYA
CADANGAN
SUMBER
DAYA
CADANGAN
SUMBER
DAYA
CADANGAN
Mangan

10,620,007

938,240

10,909,107

938,240

11,195,341

4,078,029


Tabel 2. Data produksi mangan tahun 2003 - 2002

2002 2003
Production, tons 28,884,903.26 32,947,268.17
Consumption, tons 43,579.26 52,242.67
Export, tons 445,795.00 492,901.10
Import, tons 29,287,118.00 33,387,926.60
Sumber : Data Pertambangan Mineral dan Batubara, www.tekmira.esdm.go.id

Berdasarkan mulai jadinya endapan mangan di alam dapat dibedakan sebagai berikut : Endapan
hidrotermal, Endapan sedimenter, Endapan Residu atau sisa dan Endapan Metamorfosa. Ada
bermacam-macam istilah untuk endapan mangan, sebagai berikut :

Jenis Endapan Mangan Kandungan (%)
Manganese ore
Ferruginaus manganese ore
Manganiferous iron ore
100- 35
10 35
5 10

Mineral-mineral mangan yang umum dijumpai dalam cebakan komersial antara lain Pirolusit,
Manganit, Hausmanit, Kriptomelan, Braunit, Rhodonit, dan Rhodokrosit (Tabel 3.).
Tabel 3. Mineral mangan yang umum dijumpai dalam cebakan komersial
Mineral Komposisi Kangdungan Mn
(%)
Pirolusit
Manganit
Hausmanit
Kriptomelan
Braunit
Rhodonit
Rhodokrosit
MnO
2

Mn
2
O
3
. H
2
O
Mn
3
O
4

KMn
8
O
16

3Mn
2
O
3
.MnSiO
3

MnSiO
3

MnCO
3

63,2
62,0
72,0
45 40
50 60
42,0
48,0


4. Nama
Mangan berasal dari kata Magnes kata Latin yang berarti magnet.

5. Sifat Fisik
a. Manganit MnO(OH)
Sistem kristal : Orthorombik, dipiramida (Gambar 1.)
Belahan : Sempurna (0,0)
Kekerasan : 4
BD : 4,3
Kilap : Logam
Warna : Abu-abu logam sampai hitam besi
Optik : Opak
Terdapatnya : Dalam cebakan sedimen dan residu, juga terdapat dalam cebakan
hidrothermal dan metamnorfosa (malihan).


Gambar 1. Bentuk kristal manganit

b. Pyrolusite - MnO
2

Sistem kristal : Tetragonal
Belahan : Sempurna
Kekerasan : 1 - 2
BD : 4,75
Kilap : Logam
Warna : Hitam besi
Optik : Opak
Terdapatnya : Pyrolusite terjadi terkait dengan manganite, hollandite, hausmannite, braunite,
chalcophanite, goethite dan hematit di bawah oksidasi kondisi hidrotermal deposit. Hal ini juga
terjadi di rawa dan seringkali hasil dari perubahan manganite.
6. Kegunaan
Mangan merupakan hasil yang banyak kegunaannya. Sembilan puluh lima persen bijih mangan
digunakan orang di dalam dunia industri metalurgi dan sisanya digunakan di dalam industri
baterai dan kimia (Tabel 4.).

Tabel 4. Spesifikasi mangan untuk berbagai keperluan
Unsur Metalurgi
(%)
Baterai
(%)
Kimia
(%)
MnO
2

Mn
Al
2
O
3

Al
2
O
3
+ SiO
2

Fe
P
As
Cu
Pb
Zn
Co
Ni
Nitrat
Nh
3

-
Min 48,00
Maks 7,00
Maks 11,00
Maks 6,00
Maks 0,19
Maks 0,18
Maks 0,001
Maks 0,30
-
-
-
-
-
Min 80,00
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Maks 0,0001
Maks 0,0001
Trace
Maks 0,02
Min 70,00
-
-
-
Maks 5,00
Maks 8,00
Maks 0,15
-
-
-
-
-
-
-
Na
2
O
K
2
O
CaO
H
2
O
Ukuran Butir
-
-
-
-
-
Maks 0,20
Maks 0,10
Maks 0,20
Maks 3,00
76 % 44 mikron
Maks 0,10
Maks 2,00
Maks 0,25
-
100 % < 2 inci
Sumber : Suhala, S., M. Arifin (Ed.), 1977.

Khusus di dalam industri metalurgi biji mangan digunakan untuk membuat baja yang tahan
terhadap pengaruh belerang, baja kuat, keras dan liat. Mangan digunakan untuk membuat
perunggu yang digunakan untuk propeller kapal, campuran logam (alloy) yang sifatnya meredam
getaran dan suara. Mangan digunakan untuk pembuatan besi tuang dan sebagainya. Sedangkan di
dalam industri kimia (Tabel 3.).
Mangan digunakan untuk melindi biji uranium, welding rod (batang-batang las), bahan celup, cap,
pernis, pupuk, obat-obatan, kaca/gelas, keramik dan lain-lain. Paduan mangan dengan logam lain
seperti aluminium, tembaga dan antimony, produk akhir adalah magnet.
Jumlah jejak mangan sangat penting untuk kesehatan yang baik. Hal ini membuat tulang kuat
namun fleksibel, dan membantu tubuh dalam menyerap vitamin B1. Ini juga merupakan aktivator
penting bagi tubuh untuk menggunakan enzim. Sesedikit 0,00002% Mn dalam tubuh manusia
adalah penting. Studi telah menunjukkan bahwa kurangnya mangan menyebabkan ketidaksuburan
pada hewan.

7. Penyebaran
Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia cukup besar, namun terdapat di berbagai lokasi yang
tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut terdapat di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau
Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Endapan biji mangan banyak
terdapat beberapa lokasi di berbagai provinsi di Indonesia (Tabel 5.). Beberapa daerah memiliki
cadangan mangan yang cukup berlimpah serta masih banyak wilayah diperlukan penelitian lebih
lanjut.
Lebih dari 80% dari sumber daya dunia yang dikenal mangan ditemukan di Afrika Selatan
dan Ukraina. Deposit mangan yang penting di Cina, Australia, Brasil, Gabon, India, dan Meksiko.
Amerika Serikat impor bijih mangan mangan karena sumber daya di Amerika Serikat relatif rendah
dalam konten mangan per ton bijih. Mengimpor Bijih ini saat ini lebih ekonomis dari penambangan
secara lokal.

Tabel 5. Cadangan mineral mangan di berbagai provinsi
Provinsi Lokasi
DI. Aceh Lho Kruet, Pantai Timur Aceh, Karang Igeuh, Kapi
Sumatera Utara Pantai Timur, 23 km timur laut Natal
Sumatera Barat Mangani, Ulu Aer
Riau Sungai Lumut, Balangbeo
Sumatera Selatan Pesawaran Ratai
Bangka Belitung S. Selan
Bengkulu Tambang Sawah, Gebang Ilir, Tambang Sawah
Lampung G. Pesawaran Ratai, G. Waja, G. Kasih, G.
Kedondong
Banten Cikotok
Jawa Barat Cibadeng, Karangnunggal, Cibadong, Cigempor,
Salopa, Cikatomas
Jawa Tengah Peg. Karang Bolong, Klaten, Ngargoretno,
Salaman,Bapangsari, Semanggung, Cangkerep
Jawa Timur Puger, Nambakan, Tamban, Ngradu, Sempor, G.
Gede, Dawung, Klumpit, Banyumuntah, Bukul, G.
Kembar, Cikuli, Goro, Blimbing, Panggul, G.
Kuncung, Tumpaktelor, Serut, Sukorejo, Tenggong,
G. Jambe, G. Puncak Asem, G. Cemerung, Wlingi, G.
Rajak, Kalirejo, Bedug I, Puger, G. Marondon
Sekunir Puger, Jambe, G. Sadeng
D.I. Yogyakarta Kliripan, Samigaluh, Gedad, Batuwarno, Eromoko,
Gunung Kidul
Kalimantan Barat G. Sekereh, Jelatok, Lumar
Kalimantan Selatan G. Besi, Pasir, Tanah Laut, . Tawon, Birayang
Kalimantan Timur G. Bambu, Muara Ancalong
Maluku Laloda, Galela, P. Batanta, Waturen, Tanjung
Fatufat, P. Doi, P. Dongasuli, Waigeo
Sulawesi Utara Tanjung Torawitan, Tewangko, S. Molosipat
Sulawesi Tengah Tawangko
Sulawesi Selatan Wonomulyo, Liburung, Tanene
Sulawesi Tenggara S. Rumu
Nusa Tenggara Barat Teluk Maja, Panda, Binoa
Nusa Tenggara Timur Oil Manonok, Tanini, Amarasi, Kupang, P. Roti,
Nggorang 8 Km Selatan Reo, Atar Punda, Bukit
Golorawang, Ngrawang, Wangkung, Kajong, Lante,
Wangkal, Meas, Kadung, Ngampur, Bajak, Wancang,
Riung, Metang, Weibuka, Nangasu, Melana, Mena,
Lake, Rokap, Manggarai, sebelah timur Kupang, Ole
Manenok, Tanimi, sebelah selatan Kupang, Ikan
Foti, Niuk Baum,Moil Tobe, Buleo, Desa Ponudan
Kaubelah, Oe Ekam, Oe Baki, Babuin, Kalbano

Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5
3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang
berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue
minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah
kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang
telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah
paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum
sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan
terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan
pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas
dikatagorikan menjadi dua yaitu:
Endapan primer; dan
Endapan plaser.


Emas moneter sebagai jaminan mata uang yang pernah dipakai oleh Bank Indonesia
Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai
perhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan
nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia,
meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar
Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan
emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram.
Koin emas


Salah satu bentuk koin emas Krugerrand Afrika Selatan


Koin emas 5 gram bersertifikat dari UBPP Logam Mulia PT Aneka Tambang, Indonesia
Emas juga diperdagangkan dalam bentuk koin emas, seperti Krugerrand yang diproduksi oleh South
African Mint Company dalam berbagai satuan berat. Satuan berat krugerrand yang umum ditemui
adalah 1/10 oz (ounce), 1/4 oz, 1/2 oz dan 1 oz. Harga koin krugerrand didasarkan pada
pergerakan harga emas di pasar komoditas dunia yang bergerak terus sepanjang masa
perdagangan. Koin Krugerrand khusus (atau biasa disebut proof collector edition) juga diproduksi
secara terbatas sesuai dengan tema tertentu. Karena diproduksi terbatas, sering kali harga koin
krugerrand edisi proof ini melebihi harga kandungan emas koin tersebut tergantung pada
kelangkaan dan kondisi koin khusus ini. Edisi yang cukup digemari dan dicari para investor adalah
edisi yang memuat gambar Nelson Mandela.
Terdapat beberapa negara yang memproduksi secara massal koin emas untuk ditawarkan sebagai
alternatif investasi, antara lain:
Australia - kangaroo
China - panda
Malaysia - kijang emas
Canada - maple leaf
Inggris - Britannia
Amerika Serikat - eagle dan buffalo
Afrika Selatan - Krugerrand
New Zealand - kiwi
Singapore - lion
Austria - philharmonic
Indonesia - Logam Mulia
Logam Mulia merupakan salah satu Unit Bisnis dari PT Aneka Tambang yang merupakan satu-
satunya usaha pemurnian emas dan perak di Indonesia yang bersertifikasi. Logam Mulia memiliki
pengakuan dari LBMA (London Bullion Market Association) dan termasuk di dalam Good Delivery List
of Acceptable Refiners of Gold Bars sejak 1 Januari 1999.
Harga emas
Beberapa hari ini, emas mengalami penurunan harga seiring dengan meredanya krisis utang yang
melilit sejumlah negara eropa seperti yunani dan italia. Harga emas batangan pada hari ini tanggal
16 Januari 2012 berada pada harga Rp. 480,000 an /gram. Sebagai acuan adalah harga
Internasional yang berkisar USD 1,640 per Troy Ounce. (1 USD = IDR 9,100 dan 1 Troy Ounce = 31.103
gram)
Perkiraan 2012
Harga emas di prediksi akan terus mengalami kenaikan karena tidak adanya kepastian kapan
berakhirnya krisis hutang yang melilit negara-negara eropa, dan penurunan tingkat ekonomi dari 9
negara anggota uni-Eropa, sehingga harga saham di berbagai bursa di dunia mengalami kejatuhan.
sehingga banyak masyarakat yang mengalihkan dananya untuk berinvestasi dalam bentuk emas.
Keuntungan dan kemiskinan
Dewasa ini perusahaan-perusahaan emas menyerbu pelosok bumi dituntun oleh pemandu yang
kuat: Bank Dunia. Bank Dunia, lembaga utama yang bergiat menuntaskan kemiskinan dunia,
beranggapan bahwa perusahaan-perusahaan tambang multinasional akan membawa investasi,
mendorong pembangunan jalan, sekolah dan pekerjaan, ke negara-negara yang tidak memiliki
banyak modal selain sumber daya alam mereka.
Bank Dunia bekerja di kedua pihak. Atas desakannya, lebih dari 100 pemerintahan negara yang
mengalami masalah keuangan setuju memotong pajak dan royalti untuk memikat perusahaan-
perusahaan tambang besar, ujar James Otto, profesor tamu di sekolah hukum University of Denver.
Sementara itu, Bank Dunia memberikan uang untuk atau menjamin lebih dari 30 proyek tambang
emas, untuk mencari keuntungan.
Meskipun tambang hanyalah bagian kecil dari portofolio Bank Dunia, ketika kecelakaan meningkat
kontroversi pun merebak. Dalam salah satu bencana terburuk, pada tahun 1995 sebuah tambang di
Guyana yang dijamin oleh Bank Dunia menumpahkan lebih dari 790.000 galon limbah tambang
bercampur sianida ke anak Sungai Essequibo, yang merupakan sumber air utama negara tersebut.
Pada tahun 2001, presiden Bank Dunia waktu itu, James D. Wolfenshon, menetapkan moratorium
investasi tambang selama dua tahun dan memerintahkan penyusunan sebuah kajian tentang
keterlibatan Bank Dunia dalam industri tersebut.
Endapan emas di Indonesia
Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia, seperti di Pulau Sumatera,
Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan
Papua.
Penambangan emas terdapat di daerah Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Riau (Logos),
Bengkulu (Rejang Lebong), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Kalimantan Barat
(Sambas), Jawa Barat (Cikotok, Pongkor), dan Freeport (Timika, Papua).
Perusahaan pertambangan yang mengeksploitasi cadangan emas di Indonesia antara lain:
PT Aneka Tambang, merupakan BUMN
PT Freeport Indonesia
PT Newmont Nusa Tenggara
Ekstraksi Emas
Amalgamasi
Amalgamasi adalah proses penyelaputan partikel emas oleh air raksa dan membentuk amalgam (Au
Hg). Amalgam masih merupakan proses ekstraksi emas yang paling sederhana dan murah, akan
tetapi proses efektif untuk bijih emas yang berkadar tinggi dan mempunyai ukuran butir kasar (>
74 mikron) dan dalam membentuk emas murni yang bebas (free native gold).
Proses amalgamasi merupakan proses kimia fisika, apabila amalgamnya dipanaskan, maka akan
terurai menjadi elemen-elemen yaitu air raksa dan bullion emas. Amalgam dapat terurai dengan
pemanasan di dalam sebuah retort, air raksanya akan menguap dan dapat diperoleh kembali dari
kondensasi uap air raksa tersebut. Sementara Au-Ag tetap tertinggal di dalam retort sebagai logam.
Sianidasi
Proses Sianidasi terdiri dari dua tahap penting, yaitu proses pelarutan dan proses pemisahan emas
dari larutannya. Pelarut yang biasa digunakan dalam proses cyanidasi adalah NaCN, KCN, Ca(CN)2,
atau campuran ketiganya. Pelarut yang paling sering digunakan adalah NaCN, karena mampu
melarutkan emas lebih baik dari pelarut lainnya. Secara umum reaksi pelarutan Au dan Ag adalah
sebagai berikut:

4Au + 8CN
-
+ O
2
+ 2 H
2
O = 4Au(CN)
2
-
+ 4OH
-

4Ag + 8CN
-
+ O
2
+ 2 H
2
O = 4Ag(CN)
2
-
+ 4OH
-


Pada tahap kedua yakni pemisahan logam emas dari larutannya dilakukan dengan pengendapan
dengan menggunakan serbuk Zn (Zinc precipitation). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

2 Zn + 2 NaAu(CN)
2
+ 4 NaCN +2 H
2
O = 2 Au + 2 NaOH + 2 Na
2
Zn(CN)4 + H
2

2 Zn + 2 NaAg(CN)
2
+ 4 NaCN +2 H
2
O = 2 Ag + 2 NaOH + 2 Na
2
Zn(CN)4 + H
2


Penggunaan serbuk Zn merupakan salah satu cara yang efektif untuk larutan yang mengandung
konsentrasi emas kecil. Serbuk Zn yang ditambahkan kedalam larutan akan mengendapkan logam
emas dan perak. Prinsip pengendapan ini mendasarkan deret Clenel, yang disusun berdasarkan
perbedaan urutan aktivitas elektro kimia dari logam-logam dalam larutan cyanide, yaitu Mg, Al, Zn,
Cu, Au, Ag, Hg, Pb, Fe, Pt. setiap logam yang berada disebelah kiri dari ikatan kompleks sianidanya
dapat mengendapkan logam yang digantikannya. Jadi sebenarnya tidak hanya Zn yang dapat
mendesak Au dan Ag, tetapi Cu maupun Al dapat juga dipakai, tetapi karena harganya lebih mahal
maka lebih baik menggunakan Zn. Proses pengambilan emas-perak dari larutan kaya dengan
menggunakan serbuk Zn ini disebut Proses Merill Crowe











BAUKSIT
Bauksit (bahasa Inggris: bauxite) adalah biji utama aluminium terdiri dari hydrous aluminium
oksida dan aluminium hidroksida yakni dari mineral gibbsite Al (OH)
3
, boehmite -ALO (OH), dan
diaspore -ALO (OH), bersama-sama dengan oksida besi goethite dan bijih besi, mineral tanah liat
kaolinit dan sejumlah kecil anatase Tio
2
. Pertama kali ditemukan pada tahun 1821 oleh geolog
bernama Pierre Berthier pemberian nama sama dengan nama desa Les Baux di selatan Perancis.
Bauksit merupakan material dasar untuk memproduksi alumina. Bauksit pertama kali ditemukan
pada tahun 1924 di Kijang, pulau Bintan, di provinsi Kepulauan Riau. Bauksit yang berasal dari
Bintan telah ditambang dan diekspor sejak tahun 1935.
Bauksit merupakan bahan yang heterogen, yang mempunyai mineral dengan susunan terutama dari
oksida aluminium, yaitu berupa mineral buhmit (Al
2
O
3
H
2
O) dan mineral gibsit (Al
2
O
3
.3H
2
O). Secara
umum bauksit mengandung Al
2
O
3
sebanyak 45 65%, SiO
2
1 12%, Fe
2
O
3
2 25%, TiO
2
>3%,dan
H
2
O 14 36%.
Bijih bauksit terjadi di daerah tropika dan subtropika dengan memungkinkan pelapukan sangat
kuat. Bauksit terbentuk dari batuan sedimen yang mempunyai kadar Al nisbi tinggi, kadar Fe
rendah dan kadar kuarsa (SiO
2
) bebasnya sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali.
Batuan tersebut (misalnya sienit dan nefelin yang berasal dari batuan beku, batu lempung, lempung
dan serpih. Batuan-batuan tersebut akan mengalami proses lateritisasi,yang kemudian oleh proses
dehidrasi akan mengeras menjadi bauksit. Bauksit dapat ditemukan dalam lapisan mendatar tetapi
kedudukannya di kedalaman tertentu.
Di Indonesia bauksit diketemukan di Pulau Bintan dan sekitarnya, Pulau Bangka dan Kalimantan
Barat. Sampai saat ini penambangan bauksit di Pulau Bintan satu-satunya yang terbesar di
Indonesia. Beberapa tempat antara lain:
Sumatera utara : Kota Pinang (kandungan Al2O3 = 15,05 58,10%).
Riau : P.Bulan, P.Bintan (kandungan SiO2 = 4,9%, Fe2O3 = 10,2%, TiO2 = 0,8%, Al2O3 = 54,4%),
P.Lobang (kepulauan Riau), P.Kijang (kandungan SiO2 = 2,5%, Fe2O3 = 2,5%, TiO2 = 0,25%,
Al2O3 = 61,5%, H2O = 33%),merupakan akhir pelapukan lateritic setempat, selain ditempat
tersebut terdapat juga diwilayah lain yaitu, Galang, Wacokek, Tanah Merah,dan daerah searang.
Kalimantan Barat : Tayan Menukung, Sandai, Pantus, Balai Berkuah, Kendawangan dan Munggu
Besar.
Bangka Belitung : Sigembir.
Gambar bauksit serta Peta Potensi Bauksit di Indonesia ditunjukan Gambar 1 dan Gambar 2.
Gambar 1. bauksit (Al2O3.nH2O)

Gambar.2. Potensi Bauksit di Indonesia [Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral
dan Batubara, 2005].
2.TEKNOLOGI PENGOLAHAN

Penambangan bauksit dilakukan dengan penambangan terbuka diawali dengan land clearing.
Setelah pohon dan semak dipindahkan dengan bulldozer, dengan alat yang sama diadakan
pengupasan tanah penutup. Lapisan bijih bauksit kemudian digali dengan shovel loader yang
sekaligus memuat bijih bauksit tersebut kedalam dump truck untuk diangkut ke instalansi
pencucian.
Bijih bauksit dari tambang dilakukan pencucian dimaksudkan untuk meningkatkan kualitasnya
dengan cara mencuci dan memisahkan bijih bauksit tersebut dari unsur lain yang tidak diinginkan,
missal kuarsa, lempung dan pengotor lainnya. Partikel yang halus ini dapat dibebaskan dari yang
besar melalui pancaran air (water jet) yang kemudian dibebaskan melalui penyaringan (screening).
Disamping itu sekaligus melakukan proses pemecahan (size reduction) dengan menggunakan jaw
crusher.
Cara-cara Leaching:
a. Cara Asam (H
2
SO
4
)
Hanya dilakukan untuk pembuatan Al
2
(SO
4
)
3
untuk proses pengolahan air minum dan pabrik kertas.
Reaksi dapat dipercepat dengan menaikkan temperatur sampai 180 C (Autoclaving)
KalsinasiCocok untuk lowgrade Al
2
O
3
tetapi high SiO
2
yang tidak cocok dikerjakan dengan cara basa.
Hasil Basic-Al-Sulfat dikalsinansi menjadi Al
2
O
3
, kelemahan cara ini adalah Fe
2
O
3
ikut larut.
b. Cara Basa (NaOH), Proses Bayers (Th 1888)
Ada 2 macam produk alumina yang bisa dihasilkan yaitu Smelter Grade Alumina (SGA) dan Chemical
Grade Alumina (CGA). 90% pengolahan bijih bauksit di dunia ini dilakukan untuk menghasilkan
Smelter Grade Alumina yang bisa dilanjutkan untuk menghasilkan Al murni. Berikut block diagram
pengolahan bauksit melalui proses SGA:

Gambar 3. Block Diagram Pengolahan Bauksit
c. Cara Sintering dengan Na2CO3 (Deville-Pechiney)
Sintering dilakukan dalam Rotary Kiln 1000 C selama 2-4 jam, cocok untuk bijih dengan high Fe
2
O
3

dan SiO
2
.
Reaksi-reaksi:
Al
2
O
3
+ Na
2
CO
3
= NaAlO
2
+ CO
2
(g)
Fe
2
O
3
+ Na
2
CO
3
= Na
2
OFe
2
O
3
+ CO
2
(g)
TiO
2
+ Na
2
CO
3
= Na
2
OTiO
2
+ CO
2
(g)
SiO
2
+ Na
2
CO
3
= Na
2
OSiO
2
+ CO
2
(g)
d. Dengan proses elektolisa
Bahan utamanya adalah bauksit yang mengandung aluminium oksida. pada katoda terjadi reaksi
reduksi, ion aluminium (yang terikat dalam aluminium oksida) menerima electron menjadi atom
aluminium,
4 Al(3+) + 12 e(1-) > 4 Al
pada anoda terjadi reaksi oksidasi, dimana ion-ion oksida melepaskan elektron menghasilkan gas
oksigen.
6 O(2-) > 3 O2 + 12 e(1-)
logam aluminium terdeposit di keping katoda dan keluar melalui saluran yang telah disediakan.
PERAK
Perak adalah suatu unsur kimia dengan simbol Ag (Yunani: rguros , Latin: Argentum, baik
dari Indo-Eropa akar * arg- untuk "abu-abu" atau "bersinar") dan nomor atom 47. Sifat perak
lunak, sehingga mudah dibentuk, dicetak, dan ditarik, warna putih mengkilat, sukar teroksidasi,
memiliki daya hantar listrik, perak digunakan untuk perhiasan, kerajinan tangan, pelapis logam,
mata uang, campuran logam (aloy), fotografi, dan industry alat-alat listrik, memiliki konduktivitas
termal tertinggi dari logam dan merupakan logam yang paling reflektif di planet ini. Logam terjadi
secara alamiah dalam murni, bentuk bebas (asli perak), sebagai paduan dengan emas dan logam
lainnya, dan mineral seperti aragonit dan chlorargyrite. Kebanyakan perak diproduksi sebagai
produk sampingan dari tembaga, emas, timah, dan seng pemurnian.

Sementara perak telah lama dihargai sebagai logam mulia juga digunakan dalam koin mata uang,
panel surya, penyaringan air, perhiasan dan ornamen, bernilai tinggi pecah dan peralatan (maka
perak berjangka) dan sebagai investasi dalam bentuk koin dan bullion. Perak digunakan industri
dalam kontak listrik dan konduktor, dalam khusus cermin, jendela pelapis dan dalam katalisis
reaksi kimia. Senyawa yang digunakan dalam film fotografi dan sinar-X. Solusi perak nitrat encer
dan senyawa perak digunakan sebagai disinfektan dan microbiocides (efek oligodynamic),
ditambahkan ke perban dansalep, tabung kateter dan peralatan medis lainnya.
KARATERISTIK
Perak dihasilkan selama jenis tertentu dari ledakan supernova oleh nukleosintesis dari unsur-unsur
ringan melalui r-proses, suatu bentuk reaksi fusi nuklir yang menghasilkan banyak unsur yang
lebih berat dari besi, yang merupakan salah satu perak.

Perak adalah logam yang paling reflektif di Bumi. Ini memiliki konduktivitas listrik tertinggi dari
semua logam, bahkan lebih tinggi dari tembaga, tetapi biaya yang lebih besar telah mencegah dari
yang banyak digunakan di tempat tembaga untuk keperluan listrik. Pengecualian untuk ini adalah
di bidang teknik frekuensi radio, terutama di VHF dan lebih tinggi frekuensi, di mana perak plating
untuk meningkatkan konduktivitas listrik bagian, termasuk kabel, secara luas digunakan. Selama
Perang Dunia II di Amerika Serikat, 13.540 ton yang digunakan dalam elektromagnet digunakan
untuk pengayaan uranium, terutama karena kekurangan masa perang tembaga.

Di antara logam, perak murni memiliki konduktivitas termal tertinggi (karbon bukan logam dalam
bentuk berlian dan helium superfluida II lebih tinggi) dan reflektifitas optik tertinggi (dilindungi
perak memiliki reflektansi tinggi dari aluminium di semua panjang gelombang lebih panjang dari
~ 450 nm; bawah 450 nm, perak lebih rendah daripada aluminium dan reflektansi yang turun ke
nol dekat 310 nm). Perak adalah konduktor terbaik dari panas dan listrik dari logam dalam tabel
periodik. Perak juga memiliki kontak terendah resistensi dari semua logam. Perak halida
fotosensitif dan luar biasa karena kemampuan mereka untuk merekam gambar laten yang nantinya
dapat dikembangkan secara kimiawi. Perak stabil di udara murni dan air, tetapi menodai bila
terkena udara atau air yang mengandung ozon atau hidrogen sulfida, yang terakhir membentuk
lapisan hitam perak sulfida yang dapat dibersihkan off dengan asam klorida encer. Keadaan
oksidasi yang paling umum dari perak adalah 1 (misalnya, perak nitrat, AgNO3); kurang umum +2
senyawa (misalnya, perak (II) fluoride, AgF2), dan bahkan kurang umum +3 (misalnya, kalium
tetrafluoroargentate (III), KAgF4) dan bahkan +4 senyawa (misalnya, kalium hexafluoroargentate
(IV), K2AgF6) [juga dikenal.

ISOTOP

Alami perak terdiri dari dua isotop yang stabil, 107Ag dan 109Ag, dengan 107Ag menjadi sedikit
lebih berlimpah (51,839% kelimpahan alami). Isotop Silver hampir sama dalam kelimpahan,
sesuatu yang langka dalam tabel periodik. Berat atom perak adalah 107.8682 (2) g / mol.

Dua puluh delapan radioisotop telah ditandai, yang paling stabil menjadi 105Ag dengan paruh
41.29 hari, 111Ag dengan paruh 7.45 hari, dan 112Ag dengan waktu paruh 3,13 jam. Elemen ini
memiliki banyak negara meta, yang paling stabil menjadi 108mAg (t1 / 2 = 418 tahun), 110mAg (t1
/ 2 = 249,79 hari) dan 106mAg (t1 / 2 = 8.28 hari). Semua isotop radioaktif yang tersisa memiliki
umur paruh kurang dari satu jam, dan mayoritas ini memiliki paruh kurang dari tiga menit.

Isotop dari perak berkisar di massa atom relatif dari 93,943 (94Ag) ke 126,936 (127Ag); modus
pembusukan utama sebelum stabil isotop paling banyak, 107Ag, adalah elektron menangkap dan
modus utama setelah adalah peluruhan beta. Pembusukan utama produk sebelum 107Ag adalah
paladium (elemen 46) isotop, dan produk-produk utama setelah adalah kadmium (elemen 48)
isotop.

Paladium isotop 107Pd meluruh dengan emisi beta untuk 107Ag dengan paruh 6,5 juta tahun. Besi
meteorit adalah satu-satunya objek dengan rasio paladium-ke-perak tinggi cukup untuk
menghasilkan variasi terukur 107Ag kelimpahan. Radiogenic 107Ag pertama kali ditemukan di
Santa Clara meteorit pada tahun 1978 penemu menyarankan perpaduan dan diferensiasi planet
kecil-buang biji besi mungkin telah terjadi 10 juta tahun setelah peristiwa nucleosynthetic. Korelasi
107Pd-107Ag diamati pada tubuh yang jelas sudah meleleh sejak akresi dari tata surya harus
mencerminkan adanya nuklida stabil di awal tata surya.
senyawa

Logam perak larut mudah dalam asam nitrat (HNO
3) untuk menghasilkan perak nitrat (AgNO
3), kristal transparan padat yang fotosensitif dan mudah larut dalam air. Perak nitrat digunakan
sebagai titik awal untuk sintesis senyawa perak lainnya, sebagai antiseptik, dan sebagai noda
kuning untuk kaca di kaca patri. Logam perak tidak bereaksi dengan asam sulfat, yang digunakan
dalam perhiasan pembuatan untuk membersihkan dan menghilangkan oksida tembaga firescale
dari artikel perak setelah solder perak atau anil. Perak bereaksi dengan sulfur atau hidrogen
sulfida H
2S untuk menghasilkan perak sulfida, senyawa berwarna gelap akrab sebagai noda pada koin
perak dan benda-benda lainnya. Perak sulfida Ag
2S juga membentuk kumis perak ketika kontak listrik perak digunakan dalam suasana kaya
hidrogen sulfida.

4 Ag + O2 + 2 H2S 2 Ag2S + 2 H2O

Cessna 210 dilengkapi dengan generator iodida perak untuk penyemaian awan

Perak klorida (AgCl) diendapkan dari larutan perak nitrat dengan adanya ion klorida, dan halida
perak lainnya yang digunakan dalam pembuatan emulsi fotografi yang dibuat dengan cara yang
sama, menggunakan bromida atau garam iodida. Perak klorida digunakan dalam elektroda kaca
untuk pengujian pH dan pengukuran potensiometri, dan sebagai semen transparan untuk kaca.
Perak iodida telah digunakan dalam upaya untuk benih awan untuk menghasilkan hujan. Perak
halida sangat larut dalam larutan berair dan digunakan dalam metode analisis gravimetri.

Perak oksida (Ag
2O), dihasilkan ketika solusi perak nitrat diperlakukan dengan basa, digunakan sebagai elektroda
positif (anoda) dalam baterai menonton. Perak karbonat (Ag
2CO
3) diendapkan saat perak nitrat diperlakukan dengan natrium karbonat (Na
2CO
3). [16]

2 AgNO3 + 2 OH Ag2O + H2O + 2 NO 3
2 AgNO3 + Na2CO3 Ag2CO3 + 2 NaNO3

Perak marah (AgONC), kuat, ledakan sentuh yang sensitif yang digunakan dalam sumbu mesiu,
dibuat oleh reaksi logam perak dengan asam nitrat dengan adanya etanol (C
2H
5OH). Lainnya senyawa perak berbahaya ledakan azida perak (AGN
3), yang dibentuk oleh reaksi dari perak nitrat dengan natrium azida (NaN
3), [17] dan acetylide perak, terbentuk ketika perak bereaksi dengan gas asetilena.

Gambar laten terbentuk pada kristal perak halida dikembangkan oleh pengobatan dengan larutan
alkali reduktor seperti hidroquinon, metol (4 (metilamino) fenol sulfat) atau askorbat, yang
mengurangi halida terkena logam perak. Larutan alkali perak nitrat dapat direduksi menjadi
logam perak dengan mengurangi gula seperti glukosa, dan reaksi ini digunakan untuk cermin kaca
perak dan interior kaca hiasan Natal. Perak halida larut dalam larutan natrium tiosulfat (Na
2S
2O
3) yang digunakan sebagai fixer fotografi, untuk menghapus kelebihan halida perak dari emulsi
fotografi setelah pembangunan citra.

Perak logam diserang oleh oksidasi kuat seperti kalium permanganat (KMnO
4) dan kalium dikromat (K
2Cr
2O
7), dan di hadapan kalium bromida (KBr); Senyawa ini digunakan dalam fotografi untuk pemutih
gambar perak, mengkonversi mereka ke perak halida yang dapat baik akan tetap dengan tiosulfat
atau dipugar untuk mengintensifkan gambar asli. Perak membentuk kompleks sianida (cyanide
perak) yang larut dalam air dengan adanya kelebihan ion sianida. Solusi sianida perak digunakan
dalam elektroplating perak.

Meskipun biasanya perak memiliki bilangan oksidasi +1 dalam senyawa, oksidasi lain yang dikenal,
seperti +3 di AGF
3, dihasilkan oleh reaksi dari perak elemental atau fluoride perak dengan kripton difluoride.

Artefak perak terutama di bawah pergi tiga bentuk kerusakan. Perak sulfida adalah bentuk paling
umum dari degradasi perak. Segar perak klorida adalah kuning pucat berwarna, menjadi
keunguan saat terkena cahaya dan proyek sedikit dari permukaan artefak atau koin. Pengendapan
tembaga perak kuno dapat digunakan sampai saat ini artefak.

APLIKASI

Banyak kegunaan terkenal perak melibatkan sifat logam mulia, termasuk mata uang, barang-
barang dekoratif, dan cermin. Kontras antara warna putih terang dan media lainnya membuatnya
sangat berguna untuk seni visual. Sebaliknya, partikel perak halus membentuk hitam yang pekat
dalam foto-foto dan gambar SilverPoint. Hal ini juga lama digunakan untuk memberikan nilai
moneter yang tinggi sebagai objek (seperti koin perak dan bar investasi) atau membuat objek
simbolis peringkat sosial atau politik yang tinggi. Garam perak telah digunakan sejak Abad
Pertengahan untuk menghasilkan warna kuning atau oranye untuk kaca patri, dan reaksi warna
dekoratif yang lebih kompleks dapat diproduksi dengan memasukkan logam perak di ditiup,
kilnformed atau torchworked glass.

MATA UANG

Silver, dalam bentuk electrum (paduan emas-perak), diciptakan untuk menghasilkan uang sekitar
700 SM oleh Lidia. Kemudian, perak halus dan diciptakan dalam bentuknya yang murni. Banyak
negara yang digunakan perak sebagai unit dasar nilai moneter. Dalam dunia modern, perak bullion
memiliki ISO XAG kode mata uang. Nama Poundsterling () mencerminkan fakta itu awalnya
mewakili nilai 1 berat Tower of sterling silver; mata uang bersejarah lainnya, seperti livre
Perancis, memiliki etimologi yang sama. Selama abad ke-19, bimetalisme yang berlaku di
kebanyakan negara dirusak oleh penemuan deposit besar perak di Amerika; takut penurunan tajam
dalam nilai perak dan dengan demikian mata uang, sebagian besar negara beralih ke standar emas
dengan 1900 Dalam beberapa bahasa, seperti bahasa Sansekerta, Spanyol, Perancis, dan bahasa
Ibrani, kata yang sama berarti baik perak dan uang.

Abad ke-20 melihat gerakan bertahap ke mata uang fiat, dengan sebagian besar sistem moneter
dunia kehilangan link ke logam mulia setelah Richard Nixon mengambil dolar Amerika Serikat dari
standar emas pada tahun 1971; mata uang terakhir yang didukung oleh emas adalah franc Swiss,
yang menjadi mata uang fiat murni pada tanggal 1 Mei 2000 Selama periode yang sama, perak
secara bertahap berhenti untuk digunakan dalam sirkulasi koin. Pada tahun 1964, Amerika Serikat
menghentikan pencetakan uang receh perak dan seperempat. Mereka dicetak terakhir beredar koin
perak mereka pada tahun 1970 dalam Surat 40% setengah dolar.

Pada tahun 1968, Kanada dicetak terakhir beredar koin perak mereka yang sepeser pun 50% dan
kuartal 50%. The Royal Canadian Mint masih membuat banyak koin perak tertagih dengan berbagai
denominasi dolar. Selain Kanada, Amerika Serikat dan banyak negara lainnya terus koin perak mint
yang dikumpulkan untuk bullion mereka dan nilai numismatik. Koin AS dikenal sebagai "Eagle".

Perak digunakan sebagai mata uang oleh banyak orang, dan alat pembayaran yang sah di negara
bagian Utah. Koin perak dan emas juga digunakan sebagai investasi untuk menjaga terhadap inflasi
dan devaluasi.
PERSEBARAN PERAK DI INDONESIA
Tembagapura di Papua (Irian Jaya)
Batu hijau di Nusa Tenggara Barat
Tasikmalaya dan Jampang di Jawa Barat
Simao di Bengkulu
Logos di Riau
Meulaboh di Naggroe Aceh Darusalam











Gipsum
Kata gipsum berasal dari kata kerja dalam bahasa Yunani , yang artinya memasak.
Disebut memasak karena di daerah Montmartre, Paris, pada beberapa abad yang lalu orang-
orangnya membakar gipsum untuk berbagai keperluan, dan material tersebut kemudian disebat
dengan plester dari Paris. Orang-orang di daerah ini juga menggunakan gipsum sebagai krim untuk
kaki, sampo, dan sebagai produk perawatan rambut lainnya. Karena gipsum merupakan mineral
yang tidak larut dalam air dalam waktu yang lama, sehingga gipsum jarang ditemui dalam bentuk
butiran atau pasir. Tetapi ada suatu kejadian unik di White Sands National Monument, di negara
bagian New Mexico, Amerika Serikat, terdapat 710 km pasir gipsum putih yang cukup sebagai
bahan baku untuk industri drywall selama 1000 tahun. Kristal gipsum terbesar dengan panjang
lebih dari 10 meter pernah ditemukan di Naica, Chihuihua, Mexico. Gipsum banyak ditemukan di
berbagai daerah di dunia, yaitu Jamaika, Iran, Thailand, Spanyol (penghasil gipsum terbesar di
Eropa), Jerman, Italia, Inggris, Irlandia, Manitoba, Ontario, Canada, New York, Michigan, Indiana,
Texas, Iowa, Kansas, Oklahoma, Arizona, New Mexico, Colorado, Utah, Nevada, Paris, California, New
South Wales, Kalimantan, dan Jawa Barat.

Gipsum dari New South Wales, Australia
Gipsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang mendominasi pada
mineralnya. Gipsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan rumus
kimia CaSO
4
.2H
2
O. Gipsum adalah salah satu dari beberapa mineral yang teruapkan. Contoh lain
dari mineral-mineral tersebut adalah karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Mineral-mineral ini
diendapkan di laut, danau, gua dan di lapian garam karena konsentrasi ion-ion oleh penguapan.
Ketika air panas atau air memiliki kadar garam yang tinggi, gipsum berubah menjadi basanit
(CaSO
4
.H
2
O) atau juga menjadi anhidrit (CaSO
4
). Dalam keadaan seimbang, gipsum yang berada di
atas suhu 108 F atau 42 C dalam air murni akan berubah menjadi anhidrit.
Klasifikasi
Gipsum secara umum mempunyai kelompok yang terdiri dari gipsum batuan, gipsit alabaster, satin
spar, dan selenit. Gipsum juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat terjadinya, yaitu endapan
danau garam, berasosiasi dengan belerang, terbentuk sekitar fumarol vulkanik, efflorescence pada
tanah atau gua-gua kapur, tudung kubah garam, penudung oksida besi (gossan) pada endapan pirit
di daerah batu gamping.
Pembentukan
Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi. Gipsum
merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti oleh
anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Sebagai mineral evaporit, endapan gipsum
berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batu gamping, serpih merah, batu pasir,
lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk endapan lensa-lensa dalam satuan-satuan
batuan sedimen. Menurut para ahli, endapan gipsum terjadi pada zaman Permian. Endapan gipsum
biasanya terdapat di danau, laut, mata air panas, dan jalur endapan belerang yang berasal dari
gunung api.
Deskripsi
Gipsum termasuk mineral dengan sistem kristal monoklin 2/m, namun kristal gipsnya masuk ke
dalam sistem kristal orthorombik. Gipsum umumnya berwarna putih, kelabu, cokelat, kuning, dan
transparan. Hal ini tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gipsum. Gipsum umumnya
memiliki sifat lunak dan pejal dengan skala Mohs 1,5 2. Berat jenis gipsum antara 2,31 2,35,
kelarutan dalam air 1,8 gr/liter pada 0 C yang meningkat menjadi 2,1 gr/liter pada 40 C, tapi
menurun lagi ketika suhu semakin tinggi. Gipsum memiliki pecahan yang baik, antara 66o sampai
dengan 114o dan belahannya adalah jenis choncoidal. Gipsum memiliki kilap sutra hingga kilap
lilin, tergantung dari jenisnya. Gores gipsum berwarna putih, memiliki derajat ketransparanan dari
jenis transparan hingga translucent, serta memiliki sifat menolak magnet atau disebut diamagnetit.
Kegunaan
Penggunaan gypsum dapat digolongkan menjadi dua macam seperti dipaparkan dibawah ini.
Yang belum mengalami kalsinasi Dipergunakan dalam pembuatan semen Portland dan sebagai
pupuk. Jenis ini meliputi 28% dari seluruh volume perdagangan.
Yang mengalami proses kalsinasi.Sebagian besar digunakan sebagai bahan bangunan, flester paris,
bahan dasar untuk pembuatan kapur, bedak, untuk cetakan alat keramik, tuangan logam, gigi dan
sebagainya. Jumlah tersebut meliputi 72% dari seluruh volume perdagangan. Gipsum sebagai
perekat mineral mempunyai sifat yang lebih baik dibandingkan dengan perekat organic karena
tidak menimbulkan pencemaran udara, murah, tahan api, tahan deteriorasi oleh faktor biologis
dan tahat terhadap zat kimia ( Purwadi, 1993). Gipsum mempunyai sifat yang cepat mengeras yaitu
sekitar 10 menit. Maka dalam pembuatan papan gipsum harus digunakan bahan kimia untuk
memperlambat proses pengerasan tanpa mengubah sifat gipsum sebagai perekat (Simatupang,
1985). Perlambatan tersebut dimaksudkan agar tesedia cukup waktu mulai dari tahap
pencampuran bahan sampai tahap pengempaan. Waktu pengerasan gipsum bervariasi tergantung
pada kandungan bahan dan airnya. Dalam proses pengerasan gipsum setelah dicampur dengan air
maka terjadi hidratasi yang menyebabkan kenaikan suhu. Kenaikan suhu tersebut tidak boleh
melebihi suhu 400 C ( Simatupang, 1985 ). Suhu yang lebih tinggi lagi akan mengakibatkan
pengeringan gipsum dalam bentuk CaSO4. 2H2O sehingga mengurangi bobot air hidratasi.
Pengurangan tersebut akan menyebabkan berkurangnya keteguhan papan gipsum.
Gipsum memiliki banyak kegunaan sejak zaman prasejarah hingga sekarang. Beberapa kegunaan
gipsum yaitu
Drywall
Bahan perekat.
Penyaring dan sebagai pupuk tanah. Di akhir abad 18 dan awal abad 19, gipsum Nova Scotia atau
yang lebih dikenal dengan sebutan plaister, digunakan dalam jumlah yang besar sebagai pupuk di
ladang-ladang gandum di Amerika Serikat.
Campuran bahan pembuatan lapangan tenis.
Sebagai pengganti kayu pada zaman kerajaan-kerajaan. Contohnya ketika kayu menjadi langka
pada Zaman Perunggu, gipsum digunakan sebagai bahan bangunan.
Sebagai pengental tofu karena memiliki kadar kalsium yang tinggi, khususnya di Benua Asia
(beberapa negara Asia Timur) diproses dengan cara tradisonal.
Sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan
Untuk bahan baku kapur tulis
Sebagai salah satu bahan pembuat portland semen
Sebagai indikator pada tanah dan air
Sebagai agen medis pada ramuan tradisional China yang disebut Shi Gao.
Saat ini gipsum sebagai bahan bangunan digunakan untuk membuat papan gypsum dan propil
pengganti triplek dari kayu. Papan gypsum propil adalah salah satu produk jadi setelah material
gypsum diolah melalui proses pabrikasi menjadi tepung. Papan gypsum propil digunakan sebagai
salah satu elemen dari dinding partisi dan plafon.
PERSEBARAN GYPSUM DI INDONESIA
NAD (Aceh Utara), Jawa Barat (Karawang, Tasikmalaya, Sumedang, dan Subang), Jawa Tengah
(Semarang, Blora, dan Rembang), Jawa timur (ponorogo, Bojonegoro, dan Madura), Kalimantan
Utara (Nunukan dan Sebatik), Kalimantan Timur (Kutai), NTB (Lombok Tengah), NTT (Solo Timur),
Sulawesi Tengah (Donggala), dan Sulawesi Selatan (Soppeng dan Bone).
Platina
Platina memiliki ciri berwarna putih keperakan hingga abu-abu kehitaman, mudah ditempa, tidak
mudah berkarat, dapat diregangkan, dan sukar dicairkan. Platina terbentuk akibat konsentrasi
magma pada batuan beku basa. Platina banyak digunakan untuk perhiasan, alat kedokteran, dan
perlatan telekomunikasi. Di Indonesia, bijih platina ditemukan di Riau (Bengkalis) dan Kalimantan
Selatan (Martapura).
Intan
Intan terutama ditambang dari pipa-pipa vulkanis, tempat kandungan intan yang berasal dari
bahan-bahan yang dikeluarkan dari dalamBumi karena tekanan dan temperaturnya sesuai untuk
pembentukan intan. di Indonesia intan telah lama ditambang di kawasan Martapura,Kalimantan
Selatan.
Intan terdapat dari dalam perut bumi yang digali baik secara manual maupun dengan mekanisasi.
Sekarang kebanyakan para penambang intan sudah menggunakan mekanisasi, yaitu dengan mesin
penyedot untuk menyedot tanah yang sudah digali.
Tanah yang disedot bersama air, dipilah melalui tapisan. Dengan keterampilannya, si penambang
bisa membedakan batu biasa, pasir, atau intan. Intan yang baru didapat ini disebut "galuh" di
daerah Martapura. Galuh ini masih merupakan intan mentah. Untuk menjadikannya siap pakai,
intan harus digosok terlebih dahulu. Penggosokan intan yang ada di masyarakat sebagian besar
masih dengan alat tradisional.
Intan digunakan sebagai bahan perhiasan dan pemotong kaca.
Persebaran intan di Indonesia ditemukan di Riau (Kampar dan Bangkinang), Kalimantan Barat
(Muara Mengkiang, Ngabang, Landak, dan Sanggau), Kalimantan Tengah (Barito Utara, Purukcahu,
dan Murungraya), Kalimantan Selatan (Martapura), dan Kalimantan Timur (Kutai).
Belerang
Belerang adalah mineral yang dihasilkan oleh proses vulkanisme. Belerang adalah barang tambang
bukan logam. Warnanya kuning muda. Jika dibakar, nyala apinya warna biru dan asapnya berbau
busuk. Belerang dapat dimamfaatkan untuk bahan obat-obatan, bahan industri korek api, bahan
peledak, dan racun serangga. Belerang terdapat hampir di semua gunung berapi. Tambang
belerang di Indonesia antara lain terdapat di Gunung Patuha dan Gunung Tangkubanperahu (Jawa
Barat), Gunung Welirang (Jawa Timur), serta Gunung Dien (Jawa Tengah).

Obsidian
Obsidian merupakan bahan galian berupa batuan beku luar. Obsidian termasuk batuan yang keras
dan memiliki warna yang indah bermacam-macam dari mulai putih, hijau, abu-abu dan hitam.
Obsidian banyak digunakan sebagai bahan batu mulia dan hiasan bangunan.
Persebaran obsidian banyak ditemukan di sepanjang jalur gunung api muda berumur pleistosen
dan kuarter. Di Indonesia obsidian banyak ditemukan antara lain di Jambi, (Gunung Gantung dan
Sungai Penuh), Jawa Barat (Nagreg dan Leuwiliang), Banten (Pulau Krakatau), Lampung (Wai
Seputih), Kalimantan (Sampit), dan Sulawesi Utara (Tomohon). Penambangan obsidian dilakukan
dengan cara peledakan untuk memperoleh bongkah-bongkah obsidian yang besar.





BAB III PENUTUP

3.1KESIMPULAN
Banyak sekali bahan tambang di Indonesia terutama pada golongan b dan c,
karena penggolongan ini kita mengetahui bahwa Indonesia sangat kaya akan
alam, dan Banyak sekali bahan pertambangan yang dapat digunakan