Anda di halaman 1dari 10

KONJUNGTIVITIS TRACHOMA

Oleh:
Putri Purnamasari Husein
Pembimbing:
dr. Iqbal Hilmi, Sp.M
dr. Fatin Hamamah, Sp.M

PENDAHULUAN
Trakoma adalah suatu penyakit yang menyerang 1/6 dari penduduk dunia.
Kebanyakan mengenai daerah dengan hygiene yang kurang ( Sidarta, 2001).

Cara penularan penyakit ini adalah melalui kontak langsung dengan penderita
trakoma atau melalui alat kebutuhan sehari-hari disease of day nursery

Episode berulang dari re infeksi penyakit ini menimbulkan komplikasi yang


beragam sampai menimbulkan suatu kebutaan

PENDAHULUAN

Pencegahan trakoma berkaitan dengan kebutaan membutuhkan


banyak intervensi.

WHO menerapkan strategi surgery, antibiotics, facial


cleanliness, dan enviromental improvement (SAFE).

PEMBAHASAN
DEFINISI:
Suatu bentuk keratokonjungtivitis kronis yang
disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamidya
trachomatis.
ETIOLOGI:
Bakteri Chlamidya trachomatis
Masa inkubasi: 5-10 hari.
PATOFISIOLOGI:
Infeksi inflamasi, terjadi penumpukan infiltrat
monosit, plasma sel, dan makrofag dalam folikel
gambaran hipertrofi papiler.

GRADING TRAKOMA
WHO
Simplified Trachoma
Grading System

GRADING TRAKOMA
Mc. Callan
Stadium

Nama

Gejala

Stadium I

Trakoma Insipien

Folikel imatur, hipertrofi papilar minimal

Stadium II

Trakoma

Folikel matur pada dataran tarsal atas

Stadim IIA

Dengan hipertrofi papilar yang Keratitis, folikel limbus


menonjol

Stadium IIB

Dengan

hipertrofi

folikular Aktivitas kuat dengan folikel matur tertimbun di bawah hipertrofi

yang menonjol

papilar yang hebat

Stadium III

Trakoma sikatrik

Parut pada konjungtiva tarsal atas, permulaan trikiasis dan entropion

Stadium IV

Trakoma sembuh

Tak aktif, tak ada hipertrofi papillar atau folikular, parut dalam
bermacam derajat deviasi

PENEGAKAN DIAGNOSIS
Adanya prefolikel di
konjungtiva tarsalis superior
Folikel di konjungtiva forniks
superior dan limbus kornea 1/3
bagian atas
Panus aktif di 1/3 atas limbus
kornea
Sikatrik di konjungtiva, herbers
pit di limbus kornea 1/3 atas.

Kerokan
Konjungtiva
Dengan
pewarnaan giemsa
dapat ditemukan
badan inklusi
Halbert Staedter
Prowazeki

Teas fiksasi
komplemen
Tes mikroimunofluoresen

Tes Serologis
2 dari 4 gejala
klinik di atas

PENATALAKSANAAN
1. Antibiotik

Azitromisin: 1 gr p.o single dose; anak: 20 mg/kgBB


single dose.
Tetrasiklin salep mata 1%

2. Tindakan
Bedah

Memperbaiki trikiasis

3. Kebersihan
Wajah
4. Peningkatan
Sanitasi
Lingkungan

KRITERIA KESEMBUHAN

Folikel (-)
Infiltrat kornea (-)
Panus aktif (-)
Hiperemia (-)
Konjungtiva, meskipun ada
sikatrik, tampak licin.

KRITERIA
KESEMBUHAN

Pada pemeriksaan
fluoresens menunjukkan
tidak ada keratitis epitel di
kornea.
Pada pemeriksaan
mikroskopis dan kerokan
konjugntiva tidak ada
badan inklusi.

KRITERIA
INDIVIDUAL