Anda di halaman 1dari 8

AKAD TABARRU &

TIJAROH
C

Kelompok 1
Ekonomi Islam Universitas Airlangga

Akad Tabarru
Akad yang dimasukkan untuk menolong dan murni semata-mata karena
mengharapkan ridha dan pahal dari Allah SWT, sama sekali tidak ada unsur mencari
return ataupun motif.
Segala macam perjanjian yang menyangkut non-profit transaction (transaksi nirlaba).
Pada hakikatnya transaksi ini bukan transaksi bisnis untuk mencari keuntungan komersil.
(FIQH Ekonomi Syariah,2002,Dr. Mardani)Mardani (2002: 77)
Mardani, FIQH Ekonomi Syariah, (Jakarta: Kencana, 2012)

Akad yang termasuk akad Tabarru


Hibah
Giving

Wakaf
Sedekah

Hibah : Pemberian harta kepada orang lain tanpa imbalan untuk


mendekatkan diri kepada Allah dimana orang yang diberi bebas
menggunakan harta tersebut.

Sedekah : Pemberian seseorang secara ikhlas kepada orang yang berhak


menerima yang diiringi juga oleh pahala dari Allah.
Wakaf : Menahan benda yang tidak mudah rusak (musnah) untuk diambil
manfaatnya bagi kepentingan yang dibenarkan oleh syara dengan tujuan
memperoleh pahala dan mendekatkan diri pada Allah SWT.
Prof.Dr.H. Ghazaly Abdul Rahman dkk, Fiqh Muamalat (Jakarta :
Kencana,2010)

Qardh

Money

Rahn
Hawalah

Lending
Wakalah
Service

Wadiah
Kafalah

Rahn : Menjadikan barang berharga sebagai jaminan hutang.


Hhiwalah : Memindahkan utang dari tanggungan orang yang berhutang
atau al-muhil menjadi tanggungan orang yang akan melakukan pembayaran
utang atau al-muhalalaih
Wakalah : Sebuah transaksi dimana seseorang menunjuk orang lain untuk
menggantikan dalam mengerjakan pekerjaanya atau perkaranya ketika
masih hidup.
Wadiah : akad seseorang kepada yang lain dengan menitipkan suatu benda
untuk dijaganya secara layak, apabila ada kerusakan pada benda titipan
padahal benda tersebut sudah dijaga sebagaimana layaknya, maka
penerima titipan tidak wajib menggantikannya, tetapi apabila kerusakan itu
disebabkan oleh kelalaiannya, maka ia wajib menggantikannya.
Kafalah : Menjadikan seseorang (penjamin) ikut bertanggung jawab atas
tanggung jawab seseorang dalam pelunasan hutang.

Akad Tijari
Akad yang dimasukkan untuk mencari dan mendapatkan
keuntungan di mana rukun dan syarat telah dipenuhi semuanya.
Dalam redaksi lain akad tijari (conpesational contract) adalah
segala macam perjanjian yang menyangkut for profit
transaction.
Akad ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari keuntungan,
karena itu bersifat komersial

(FIQH Ekonomi Syariah,2002,Dr. Mardani)Mardani (2002: 77)

Akad yang termasuk Akad Tijaro


Murabahah Akad jual beli antara penjual dan pembeli.
Salam : Akad jual beli dimana barang yang harganya dibayar segera
sedangkan barangnya diserahkan kemudian dalam jangka waktu tertentu.
Istishna : Barang yang dijual harus dibuat terlebih dahulu sedangkan
pembarannya bisa diawal, tengah, akhir, atau bertahap.
Ijarah Muntahiya akad penukaran manfaat untuk masa tertentu, yaitu
pemilikan manfaat dengan imbalan, sama dengan menjual manfaat.
Mudharabah akad antara pemilik modal dengan pengelola modal tersebut,
dengan syarat bahwa keuntungan diperoleh dua belah pihak sesuai jumlah
kesepakatan.
Musyarakah Kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha
tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan
ketentuan bahwa dana keuntungan dan kerugian dibagi berdasarkan nisbah
yang disepakati