Anda di halaman 1dari 39

MENSTRUASI TIDAK TERATUR

Kelompok

: A -14

Ketua

: Dewi Prasetyawati

(1102011071)

Sekretaris

: Akbar Palmaesaza

(1102012014)

Aprilia Aqmarina I

(1102012026)

Ajeng Dwi Restiantie

(1102012013)

Dimas Adriyonoo W
Alifa Umami

(1102012016)

Dila Putri Kristiyanti

(1102012066)

Dio Arief Pratama

(1102012068)

Dewi Prasetyawati

(1102011071)

Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi


2014/2015

SKENARIO 3
MENSTRUASI TIDAK TERATUR
Seorang wanita, 20 tahun, mahasiswi universitas yarsi, datang ke Poliklinik RS dengan
keluhan haid tidak teratur yaitu sejak 6 bulan yang lalu. Setiap haid lamanya 2-3 minggu.
Dua hari ini, haid banyak sekali (5x ganti pembalut sehari). Pasien mendapatkan haid yang
pertama sejak usia 12 tahun, teratur setiap bulan.
Pemeriksaan fisik didapatkan :
Keadaan umum
: tampak pucat
Kesadaran
: komposmentis
TD
: 110/80 mmHg
Nadi
: 80 x/menit
Jantung dan paru
: dalam batas normal
Pemeriksaan luar ginekologi :
Abdomen :
Inspeksi
: perut tampak mendatar
Palpasi
: lemas, fundus uteri tidak teraba di atas simfisis
Auskultasi
: bising usus normal
Vulva/vagina : fluksus (+)
Pemeriksaan penunjang :
USG Ginekologi : uterus bentuk dan ukuran normal, ovarium kanan dan kiri normal. Tidak
tampak massa pada adneksa kanan dan kiri.
Lab darah rutin : Hb 10 g/dL, trombosit 300.000/ L, lain-lain normal.
Berdasarkan pemeriksaan di atas, Dokter menduga kelainan haid disebabkan oleh
ketidakseimbangan hormonal.
Pasien juga bingung apakah keluhan ini karena haid atau istihadhah sehingga ragu dalam
melaksanakan hukum Islam.

Kata sulit
-fluksus + adalah aliran dalam bentuk cairan dari alat tubuh
-Adneksa adalah struktur tambahan atau ekstra dari suatu organ
-USG ginekologi adalah pemeriksaan yang dilakukan pada organ reproduksi
wanita
-Iatidhadha adalah darah yang keluar selain darah haid
-Menstruasi adalah perubahan fisiologi dalam tubuh manusia dengan secara
berkala dalam tubuh manusia

Pertanyaan
1. Apa yang menyebabkan haid tidak teratur?
2. Mengapa pada pemeriksaan fundus uteri tidak teraba?
3. Apa yang dapat disimpulkan pada pemeriksaan ini?
4. Fluksus + tandanya apa?
5. Apa perbedaan haid dengan istihadha?
6. Apa penyebab ketidakseimbangan hormonal?
7. Berapa lama dan berapa banyak normalnya siklus haid pada wanita?
8. Apa penatalaksanaan dan pencegahan pada haid tidak teratur?
9. Apa gejala ketidakseimbangan hormonal?
10. Pemeriksaan penunjang apa aja untuk menegakkan diagnosis ini?
11. Apa saja bahaya pada kasus ini?

Jawab
1 stress,depresi,obesitas,berat badan turun atau naik secara tiba-tiba
2 karena normal, tidak terjadi kehamilan
3 menstruasi
4 ada perdarahan, ada cairan yang keluar
5 jika haid itu darah keluar dari organ reproduksi wanita selama 15 hari, jika
istihadha darah bukan dari siklus haid
6 pola hidup,genetik,gangguan hipotalamus dan hipofisis,penyakit kronis
7 siklus haid 28-32 hari, normal haid 3-7 hari serta darah yang keluar 20-60
ml per hari
8 hidup sehat,nutrisi di jaga,penggunaan obat dalam pengawasan dokter
(pencegahan). Atasi etiologi,terapi hormone, terapi simptomatik
(penatalaksanaan)
9 haid tidak teratur,perdarahan banyak,perdarahan banyak,emosi naik
turun,merasa 5L,pertumbuhan rambut tidak normal
10 darah rutin,pemeriksaan urin,cek hormone,USG,papsmir(menikah)
11 Endometrosis,Infertil,syok dan anemia

SASARAN BELAJAR
LO 1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Organ Reproduksi Wanita
1.1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Makroskopik
1.2 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Mikroskopik
LO 2. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi dan Biokimia Hormon-Hormon Reproduksi
2.1 Memahami dan Menjelaskan Fisiologi
2.2 Memahami dan Menjelaskan Biokimia
LO 3. Memahami dan Menjelaskan Kelainan Haid
3.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi Kelainan Haid
3.2 Memahami dan Menjelaskan Etiologi Kelainan Haid
3.3 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Kelainan Haid
3.4 Memahami dan Menjelaskan Patofisiologi Kelainan Haid
3.5 Memahami dan Menjelaskan Manifestasi Klinis Kelainan Haid
3.6 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis Kelainan Haid
3.7 Memahami dan Menjelaskan Tatalaksana Kelainan Haid
3.8 Memahami dan Menjelaskan Komplikasi Kelainan Haid
3.9 Memahami dan Menjelaskan Prognosis Kelainan Haid
LO 4. Memahami dan Menjelaskan Haid dan Istihadhah Dalam Pandangan Islam

LO 1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Organ Reproduksi Wanita


1.1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Makroskopik
A. Ovarium
Ovarium adalah alat reproduksi yang setelah dewasa menghasilkan ova/
ovum(sel telur).Selain itu, ovarium juga befungsi sbg kelenjar endokrin yg
mengeluarkan hormon esterogen dan progesterone. Pd waktu hamil, ovarium
akan menghasilkan hormon relaxin. Ovarium disini merupakan homolog dr testis
Pd mullipara (wanita yg belum pernah melahirkan), ovarium terletak di
sebelah dorsal dr lig. Latum pd dinding lateral pelvis. Pd inding lateral ini terletak
dlm fossa ovarica dimana fossa ini disebelah dorsal nya dibatasi oleh ureter dan a.
hypogastrica. Ventralnya : a. umbilicalis (Lig. Umbilicale laterale). Skeletopi nya
terletak setinggi spina iliaca anterior superior (SIAS) dan sedikit lateral dr linea
lateralis

Morfologi Ovarium
Margo Liberal ( margo yang bebas tanpa penggantung) dan Margo
Mesovaricus (margo yang menempel pada mesovarium),
Ektremitas Uterina (superior) ( ujung yang yang dekat dengan uterus) dan
Ekstremitas Tubaria (inferior) ( ujung yang dekat dengan Tubae Unterinae
Facies Medialis ( Facies yang datar yang menghadap ke Tubae Uterinae) dan
FaciesLatelaris ( facies yang lebih cembung yang menghadap ke Ligamentum
Suspensorium Ovarii)

Penggantung Ovarium
Lig. Ovarii Propium : ligamentum yang membentang dari extremitas uterina
menuju ke corpus uteri disebelah dorsocaudal tempat masuknya tuba uterina
ke uterus.
Lig. Suspensorium Ovarii : ligamentum yang membentang dari extremitas
tubaria kearah cranial dan menghilang pada lapisan yang menutupi Musculus
Psoas Major
Lig. Mesovarium adl ligamentum yg meruppakan duplicat dr lapisan
mesenterica yg melebar ke arah dorsal

Vaskularisasi Ovarium
Ovarium mendapatkan vaskularisasi dr a. ovarica dan v. ovarica. Dimana v.
ovarica dextra akan bermuara ke VCI. Sedangkan v. ovarica sinistra akn bermuara
ke v. renalis sinistra lalu akn bermuara ke VCI

Innervasi Ovarium
Ovarium dipersarafi oleh Plexus Hypogastricus

B. Tuba uterine
Memanjang secara lateral dari uterine horns dan terbuka ke peritoneal cavity
dekat ovarium

Ukuran : 10 cm
Terletak di mesosalpinx pada pinggiran broad ligament
Dalam keadaan disposisi, tuba memanjang simetris posterolateral ke dinding
pelvic lateral,melengkung kearah anterior dan superior terhadap ovarium
USG: asimetris, dengan salah satu bagian terletak superi dan terkadang
posterior terhadap uterus
Terdiri dari 4 bagian :

Infundibulum
Corong pada distal (akhir) dari tuba uterine, membuka ke peritoneal
cavity melaluiabdominal ostiumDiujungnya ada fimbriae yang melebar
ke permukaan medial ovarium.Ada satu ovarian fimbriae yang melekat
ke anterior ovarium

Ampula
Bagian terpanjang dan terlebar yang dimulai dari medial infundibulum

Isthmus
Dinding tebal pada tuba yang masuk ke uterine horns

Uterine part (pars)


Segmen intramural pendek yang melewati dinding uterus dan terbuka
ke uterine cavityvia uterine ostium di uterine horn

Vaskularisasi
Abdominal aorta ovarian arteriesdi pelvic brim, menyebrangi
external iliac vesselsdan masuk ke suspensory ligamentmencapai
bagian lateral ovarium dan tuba uterine

Cabang ascending dari ateri uterina (cabang dari internal iliac


arteri)mengalirsepanjang bagian lateral uterusbagian medial
ovarium dan tuba.

Kedua ascending arteri ovarium dan tuba bercabang menjadi arteri


ovarium dantubayang mensuplai ovarium dan tuba dari ujung yang
berlawanan dan anastomose satusama lain, menyediakan sirkulasi
kolateral dari abdominal dan pelvic untuk keduastruktur

Vena menyaluri arteri dari vine-like pampiniform plexus dari vena


pada broadligament dekat ovarium dantuba uterina

Vena dari plexus biasanya bergabung untuk membentuk sebuah


venaovariansingular yang meninggalkan pelvis yang lebih bawah
dengan arteri ovarian.

Vena pada ovarium kanan ascend untuk masuk ke vena cava inferior

Vena pada ovarium kiri menyaluri ke vena renal kiri

Vena tuba menyaluri ke vena ovarium dan uterine (uterovaginal)


venous plexus

Limfatik
Pembuluh limfa dari ovarium bergabung dengan pembuluh dari tuba
uterina danfundus lalu dan mengikuti pembuluh darah ovarium
sebagaimana mereka ascendke nodus limfa lumbar kanan dan
kiriInervasi
Persarafan sebagian berasal dari ovarian plexus, descending mengikuti
pembuluhovarium, dan sebagian lagi dari uterine (pelvic) plexus.
Ovarium dan tuba uterina adalah intraperitoneal dan superior terhadap
pelvic painline
Visceral afferent pain fibers ascend retrogradely (perlahan) bersama
dengandescending sympathetic fibers dari ovarian plexus dan lumbar
splanchnic nerveske cell bodies di TII LI spinal sensory ganglia
Visceral afferent reflex fibers mengikuti parasymphathetic fibers secara
perlahanmelewati uterine (pelvic) dan inferior hypogastric plexuses dan
pelvic splanchnicnerves ke cell bodies di S2-S4 spinal sensory ganglia
C. Uterus
Uterus berbentuk seperti buah advokat atau buah peer yang sedikit gepeng kea
rah muka belakang, ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga.
Dindingnya terdiri atas otot-otot polos. Ukuran panjang uterus adalah 7 7,5 cm,
lebar di atas 5, 25 cm, tebal 2,5 cm dan tebel dinding uterus adalah 1,25 cm.
Bentuk dan ukuran uterus sangat berbeda-beda, tergantung pada usia dan pernah
melahirkan anak atau belumnya. Terletak di rongga pelvis antara kandung kemih
dan rectum. Letak uterus dalam keadaan fisiologis adalah anteversiofleksio
( serviks ke depan dan membentuk sudut dengan serviks uteri ).
Bagian-bagian uterus terdiri atas :

Fundus uteri, adalah bagain uterus proksimal di ats muara tuba uterina yang
mirip dengan kubah , di bagian ini tuba Falloppii masuk ke uterus. Fundus
uteri ini biasanya diperlukan untuk mengetahui usia/ lamanya kehamilan

Korpus uteri, adalah bagian uterus yang utama dan terbesar. Korpus uteri
menyempit di bgaian inferior dekat ostium internum dan berlanjut sebagai
serviks. Pada kehamilan, bagian ini mempunyai fungsi utama sebagai tempat

janain berkembang. Rongga yang terdapat di korpus uteri disebut kavum uteri
( rongga rahim ).

Serviks uteri, serviks menonjol ke dalam vagina melalui dinding


anteriornya,dan bermuara ke dalamnya berupa ostium eksternum. Serviks uteri
terdiri dari :
1. Pars vaginalis servisis uteri yang dinamakan porsio
2. Pars supravaginalis servisis uteri yaitu bagian serviks yang berada di
atas vagina
Saluran yang terdapat pada serviks disebut kanalis servikal berbentuk sebagai
saluran lonjong dengan panjang 2,5 cm. saluran ini dilapisi oleh kelenjarkelenjar serviks, berbentuk sel-sel torak bersilia dan berfungsi sebagai
reseptakulum reminis. Pintu saluran serviks sebelah dalam disebut ostium uteri
internum dan pintu di vagina disebut ostium uteri eksternum. Secara
histologis, dinding uterus terdiri atas :

1.

Endometrium ( selaput lendir ) di korpus uteri


Endometrium terdiri atas epitel pubik, kelenjar-kelenjar dan jaringan dengan
banyak pembuluh darah. Endometrium terdiri atas epitel selapis silindris, banyak
kelenjar tubuler bersekresi lendir. Dua pertiga bagian atas kanal servikal dilapisi
selaput lendir dan sepertiga bawah dilapisi epitel berlapis gepeng, menyatu dengan
epitel vagina.Endometrium melapisi seluruh kavum uteri dan mempunyai arti
penting dalam siklus haid. Endometrium merupakan bagian dalam dari korpus uteri
yang membatasi cavum uteri. Pada endometrium terdapat lubang-lubang kecil yang
merupakan muara-muara dari saluran-saluran kelenjar uterus yang dapat
menghasilkan secret alkalis yang membasahi cavum uteri. Epitel endometrium
berbentuk seperti silindris.

2.

Myometrium / Otot-otot polos


Lapisan otot polos di sebelah dalam berbentuk sirkuler dan di sebelah luar
berbentuk longitudinal. Di antara kedua lapisan itu terdapat lapisan otot oblik,

berbentuk anyaman, lapisan ini paling kuat dan menjepit pembuluh-pembuluh


darah yang berada di sana. Myometrium merupakan bagian yang paling tebal.
Terdiri dari otot polos yang disusun sedemikian rupa hingga dapat mnedorong
isinya keleuar saat persalinan. Di antara serabut-serabut otot terdapat pembuluhpembuluh darah, pembuluh lympa dan urat saraf. Otot uterus terdiri dari 3 bagain :

Lapisan luar, yaitu lapisan seperti kap melengkung melalui fundus menuju
kea rah ligamenta

Lapisan dalam, merupakan serabut-serabut otot yang berfungsi sebagai


sfingter dan terletak pada ostium internum tubae dan orificium uteri internum

Lapisan tengah, terletak antara ke dua lapisan di atas, merupakan anyaman


serabut otot yang tebal ditembus oleh pembuluh-pembuluh darah. Jadi,
dinding uterus terutama dibentuk oleh lapisan tengah ini.

3.

Perimetrium
yakni lapisan serosa / terdiri atas peritoneum viserale yang meliputi dinding
uterus bagian luar. Ke anterior peritoneum menutupi fundus dan korpus, kemudian
membalik ke atas permukaan kandung kemih. Lipatan peritoneum ini membentuk
kantung vesikouterina. Ke posterior, peritoneum menutupi menutupi fundus,
korpus dan serviks, kemudian melipat pada rektum dan membentuk kantung rektouterina. Ke lateral, hanya fundus yang ditutupi karena peritoneum membentuk
lipatan ganda dengan tuba uterina pada batas atas yang bebas. Lipatan ganda ini
adalah ligamentum latum yang melekatkan uterus pada sisi pelvis.
Uterus sebenarnya terapung dialam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan
ligamenta yang menyokongnya, sehingga terfiksasi dengan baik. Ligamenta yang
memfiksasi uterus adalah ( Ilmu Kebidanan ):

1. Ligamentum kardinale sinistrum et dekstrum ( Mackenrodt ) yakni ligamentum


yang trepenting, mencegah supaya uterus tidak turun, terdiri atas jaringan ikat tebal
dan berjalan dari serviks dan puncak vagina kea rah lateral dinding pelvis.

2. Ligamentum sakro- uterinum sinistrum et dekstrum, yakni ligamentum yang


menahan uterus supaya tidak banyak bergerak, berjalan dari serviks bagian belakang,
kiri dan kanan, kea rah os sacrum kiri dan kanan.
3. Ligamentum rotundum sinistrum et dekstrum, yakni ligamentum yang menhaan
uterus dalam antefleksi dan berjalan dari sudut fundus uteri kiri dan kanan, ke daerah
inguinal kiri dan kanan. Pada kehamilan kadang-kadang terasa sakit di daerah
inguinal pada waktu berdiri cepat karena uterus berkontraksi kuat dan ligamentum
rotundum menjadi kencang serta mengadakan tarikan pada daerah inguinal. Pada
persalinan ia pun terba kencang dan terasa sakit bila dipegang.
4. Ligamentum latum sinistrum et dekstrum, yakni ligamentum yang meliputi tuba,
berjalan dari uterus kea rah sisi, tidak banyak mengandung jaringan ikat. Sebenarnya
ligamentum ini adalah bagian dari peritoneum viserale yang meliputi uterus dan
kedua tuba dan berbentuk sebagai lipatan. Di bagian dorsal, ligamentum ini
ditemukan indung telur ( ovarium sinistrum et dekstrum ). Untuk memfiksasi uterus,
ligamentum latum ini tidak banyak artinya.
5. Ligamentum infundibulo-pelvikum, yakni ligamentum yang menahan tuba
Falloppii berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis. Di dalamnya ditemukan
urat-urat saraf, saluran-saluran limfe, arteria dan vena ovarica.
Adapun nama ligament-ligamen pada uterus ( FKUNPAD,1983 ), yaitu :
1. Ligamentum latum, yakni berupa lipatan peritoneum sebelah lateral kanan kiri dari
pada uterus, meluas sampai ke dinding panggul dan dasar panggul, sehingga seolaholah menggantung pada tubae. Ruangan anatara kedua lembar dari lipatan ini terisi
oleh jaringan yang longgra, disebut : parametrium, dimana berjalan arteria, vena
uterina, pembuluh darah, lympa dan ureter.
2. Ligamentum rotundum ( ligamentum teres uteri ), yakni terdapat dibagain atas
lateral dari uterus, caudal dari insertie tuba, kedua ligament ini melalui canalis
inguinalis ke bagian cranial labia mayor.
3. Ligamentum infundibulo pelvicum ( ligamentum suspensorium ovarii ), yakni
dua buah kiri kanan dari infundibulum dan ovarium ke dinding panggul. Ligamentum

ini menggantungkan uterus pada dinding panggul. Antara sudut tuba dan ovarium
terdapat ligamentum ovarii proprium.
4. Ligamentum cardinale, yakni kiri kanan dari servix setinggi ostium uteri internum
ke dinding panggul
5. Ligamentum sarco uterinum, yakni kiri kanan dari servix sebelah belakang ke
sacrum mengelilingi rektum
6. Ligamenetum vesico uterinum, yakni dari uterus ke kandung kemih

1.2 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Mikroskopik


A. Ovarium
Ovarium merupakan organ endokrin maupun eksokrin, yakni penghasilhormon
dan sel gamet.

Struktur histologi.
Permukaan ovarium dilapisi sel epitel kuboid kompleks (kubus banyak lapis)

yang makin keatas menjadi squamus kompleks.


Ovarium terbagi menjadi dua daerah, yaitu :
Daerah Korteks (Zona parenchymatosa)
Daerah medulla ( Zona vasculosa)
Pada korteks ditemukan banyak folikel dengan berbagai tahap perkembangan

(folikel primer, sekunder, tertier, folikel de graff, dll).


Fossa ovulasi (terlihat jelas pada ovarium kuda).
Pada medulla :tersusun dari jaringan ikat longgar, vasa darah.

Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin yang dibawa oleh hewan
betina. Vertebrata, termasuk manusia, memiliki dua ovarium yang berfungsi
memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon.

Sebagian besar burung hanya

memiliki satu ovarium yang dapat berfungsi dengan baik, dan ular memiliki dua
ovarium yang tersusun berbaris.
Seperti organ tubuh lainnya ovarium dibagi ke dalam korteks (luar) dan medula
(dalam). Korteks terdiri dari stroma jaringan ikat yang sangat seluler yaitu tempat
folikel ovarium tertanam.
pembuluh

Medula terdiri dari jaringan ikat longgar, yang berisi


darah

dan

saraf.

Folikel ovarium.

Folikel Ovarium
Folikel
ovarium

terdiri

dari

satu

oosit

dan

sel

folikel

disekitarnya.Perkembangan folikel dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu

folikel primer, folikel sekunder, folikel tersier, dan folikel De Graff.


Folikel Primer
Folikel ini telah memasuki siklus, dan dibawah pengaruh hormon FSH dari
hiphofisa terjadi proses pertumbuhan. Pembesaran diameter dari seluruh
komponen folikel disebabkan oleh perubahan pada : Sel telur yang membesar
karena intinya sedikit membesar akibat kromatin bertambah, sitoplasma
khususnya kuning telur (para plasma) bertambah secara bertahap sel telur yang
sedang berkembang ini disebut oosit primer.

Ciri-ciri :

1. Sel-sel follikel turut berkembang yang tadinya berbentuk pipih selapis, berubah
menjadi kubis sebaris.
2. Membran basal masih tetap tipis.

Folikel Sekunder.
Periode ini disebut Growing follicle dibedakan tiga stadium, yakni :

1. Stadium permulaan
Oosit primer terus berkembang, sel folikel mulai berkembang biak sehingga
tampak dua lapis. Di luar selaput vitelin mulai terjadi zona pelusida yang
dihasilkan oleh sel folikel. Di sebelah dalam selaput vitelin kuning telur bertambah
banyak, membran basal sedikit menebal. Penambahan diameter keseluruhan
follikel, demikian juga oosit primer.
2. Stadium pertengahan
Perkembangan oosit primer terus berjalan, dengan bertambahnya kuning telur
posisi inti yang sentris mulai bergeser agak ke tepi.Zona pelusida agak menebal
dan sel folikel berlapis mencapai tiga sampai enam lapis. Membran basal agak
menebal.
3. Stadium akhir
LO 2. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi dan Biokimia Hormon-Hormon
Reproduksi
2.1 Memahami dan Menjelaskan Fisiologi

Usia normal bagi seorang perempuan mendapatkan menstruasi untuk kali pertama
adalah 12 atau 13 tahun. Namun kalau sampai usia 16 tahun belum juga datang bulan perlu
di waspadai, mungkin ada kelainan.
Menstruasi itu sendiri nantinya akan berhenti saat perempuan memasuki masa
menopause, yakni sekitar usia 50 tahun. Namun sebelum memasuki masa menopause, haid
tetap datang hanya jangka waktunya lebih lama dan prosesnya cepat, paling hanya 2-3 hari.
Siklus haid/ menstruasi pada perempuan (reproduksi) normalnya terjadi setiap 23-35 hari
sekali dengan lama haid berkisar 5-7 hari. Namun ada sebagian perempuan yang mengalami
haid tidak normal. Diantaranya mulai dari usia haid yang datang terlambat, darah haid
sangat banyak sampai harus berulang kali mengganti pembalut wanita, nyeri atau sakit saat
haid, gejala PMS (pree menstruasi syndrom), siklus haid yang tidak teratur dan masih
banyak lagi.
Gangguan ini jangan didiamkan karena dapat berdampak serius, haid yang tidak
teratur misalnya dapat menjadi pertanda seorang perempuan kurang subur (infertil).
Gangguan yang terjadi saat haid dinilai masih normal jika terjadi selama dua tahun pertama
setelah haid kali pertama. Artinya, bila seorang perempuan telah mendapatakan haid
pertamanya saat berusia 11 tahun, maka hingga usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur.
Tapi bila setelah usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur juga, dipastikan ia mengalami
gangguan haid.

Haid Dipengaruhi berbagai hormon:

GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dan memicu
hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH. FSH (Folikel Stimulating Hormon) memicu
pematangan folikel diovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar.
Estrogen akan mengakibatkan proliferasi sel endometrium (penebalan dari endometrium).
Estrogen yang tinggi memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH
(Luteinizing hormon). LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk
mensintesis progesterone. Progesteron sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada
endometrium sehingga terjadi Fase sekresi / fase luteal. Fase sekresi selalu tetap 14 hari,
meskipun siklus haid bervariasi, yang berbeda adalah fase proliferasinya, sehingga harus
berhati2 untuk menentukan masa subur
Siklus Menstruasi

Panjang siklus haid ialah jarak tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid
berikutnya. Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus
menstruasi (hari ke-1), siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Siklus
menstruasi berkisar antara 21-40 hari, hanya 10-15%wanita yang memiliki siklus 28 hari.
Tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang
sama, bahkan kakak beradik dan saudara kembar jarak antara siklus yang paling panjang
biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.
Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang
perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur). Pada umumnya hanya 1
folikel yang terangsang namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel
tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen. Estrogen ini menekan
produksi FSH, sehingga hipofisis mengeluarkanhormon yang kedua yaitu LH. Produksi
hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormones yang disalurkan
hipotalamus ke hipofisis. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen
terhadap hipotalamus. Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan
menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen.
Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium. Di bawah pengaruh LH,
folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah
korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum, di bawah pengaruh hormon LH dan LTH
(luteotrophic hormones, suatu hormon gonadotropik). Korpus luteum menghasilkan
progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium. Bila tidak ada
pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen
dan progesteron. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi, perdarahan, dan
pelepasan dari endometrium. Proses ini disebut haid atau menstruasi. Apabila terdapat
pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum tersebut dipertahankan.
Lama haid biasanya antara 3 5 hari, ada yang 1 2 hari diikuti darah sedikit-sedikit
kemudian ada yang 7 8 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata + 16 cc, pada wanita yang
lebih tua darah yang keluar lebih banyak begitu juga dengan wanita yang anemi.
Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur, jarak antar 2 siklus bisa berlangsung
selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah
beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur. Siklus dan lamanya menstruasi bisa
diketahui dengan membuat catatan pada kalender dengan menggunakan kalender tersebut,
tandailah siklus anda setiap bulannya. Setelah beberapa bulan, anda bisa mengetahui pola
siklus anda dan hal ini akan membantu anda dalam memperkirakan siklus yang akan datang.
Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya
dengan demikian anda dapat mengetahui siklus anda.
Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan
menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14,
terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba
falopii dan di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel
telur akan masuk kedalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.
Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan maka endometrium akan
dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Siklus ini berlangsung selama 3 5
hari kadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian
dimulai lagi pada siklus berikutnya.

Siklus ovarium terbagi menjadi 3 fase:


1. Fase Folikuler
Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel
telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel
di dalam ovarium. Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat
sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3 30 folikel yang masing-masing
mengandung 1 sel telur, tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur.
Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan
kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan
paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap
dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan
yang telah dilepaskan. Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3 7 hari, rata-rata
selama 5 hari. Darah yang hilang sebanyak 28 -283 gram. Darah menstruasi biasanya
tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.
2. Fase ovulasi
Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Sel
telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16 32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH.
Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan
melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada
perut bagian bawahnya, nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama
beberapa menit sampai beberapa jam.
3. Fase Luteal
Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari. Setelah
melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum
yang menghasilkan sebagian besar progesteron. Progesteron menyebabkan suhu tubuh
sedikit meningkat selama fase lutuel dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai.
Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi. Setelah 14
hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi
pembuahan. Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (hormone
chorionic gonadotropin). Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan
progesterone sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri. Tes kehamilan
didasarkan kepada adanya peningkatan kadar HCG.

Siklus endometriumdapat dibedakan 4 fase dalam siklus haid, yaitu :


1. Fase Menstruasi atau dekuamasi
Dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan hanya
stratum basale yang tinggal utuh. Darah haid mengandung darah vena dan arteri dangan
sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglutinasi, sel-sel epitel dan struma yang
mengalami disintegrasi dan otolisis, dan sekret dari uterus, cervik, dan kelenjar-kelenjar
vulva. Fase ini berlangsung 3 4 hari.
2. Fase pasca haid atau fase regenerasi
Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagian besar berangsur-angsur
sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang tumbuh dari sel-sel endometrium.
Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung kurang lebih 4 hari.

3. Fase Proliferasi
Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal 3,5 mm. Fase ini berlangsung dari
hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid. Fase Proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase,
yaitu:
a. Fase proliferasi dini (early proliferation phase)
Berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenal dari epitel
permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel, terutama dari mulut kelenjar.
b. Fase proliferasi madya (mid proliferation phase)
Berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk transisi
dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torak dan tinggi. Tampak
adanya banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang (nake nukleus).
c. Fase proliferasi akhir (late proliferation)
Fase ini berlangsung pada hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenal dari
permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. Inti epitel kelenjar
membentuk pseudostratifikasi. Stoma bertumbuh aktif dan padat.
4. Fase pra haid atau fase sekresi
Fase ini dimulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Pada
fase ini endometrium tebalnya tetap, bentuk kelenjar berubah menjadi panjang, berkelukkeluk, dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Di dalam endimetrium
tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang
dibuahi.
Siklus hormonal dan hubungannya dengan siklus ovarium serta uterus di dalam siklus
menstruasi normal:
Setiap permulaan siklus menstruasi, kadar hormon gonadotropin (FSH, LH) berada
pada level yang rendah dan sudah menurun sejak akhir dari fase luteal siklus
sebelumnya
Hormon FSH dari hipotalamus perlahan mengalami peningkatan setelah akhir dari
korpusluteum dan pertumbuhan folikel dimulai pada fase folikular. Hal inimerupakan
pemicu untukpertumbuhan lapisan endometrium
Peningkatan level estrogen menyebabkan feedback negatif pada pengeluaran FSH
hipofisis.Hormon LH kemudian menurun sebagai akibat dari peningkatan level
estradiol, tetapi pada akhirdari fase folikular level hormon LH meningkat drastis
(respon bifasik)
Pada akhir fase folikular, hormon FSH merangsang reseptor (penerima) hormon LH
yangterdapat pada sel granulosa, dan dengan rangsangan dari hormon LH, keluarlah
hormon progesteron
Setelah perangsangan oleh hormon estrogen, hipofisis LH terpicu yang menyebabkan
terjadinyaovulasi yang muncul 24-36 jam kemudian. Ovulasi adalah penanda fase
transisi dari fase proliferasike sekresi, dari folikular ke luteal
Kadar estrogen menurun pada awal fase luteal dari sesaat sebelum ovulasi sampai fase
pertengahan, dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum
Progesteron meningkat setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah
terjadiovulasi

Kedua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum
dankemudian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya
2.2 Memahami dan Menjelaskan Biokimia
Hormon-Hormon Reproduksi
1. Estrogen
Hormon estrogen merupakan salah satu hormon steroid kelamin, karena
mempunyai struktur kimia berintikan steroid yang secara fisiologik sebagian
besar diproduksi oleh kelenjar endokrin sistem reproduksi wanita. Pria juga
memproduksi estrogen tetapi dalam jumlah yang jauh lebih sedikit.
E
E
Estrogen alamiah yang terpenting adalah estradiol ( 2 ), estron ( 1 ),
dan estriol (

E3

). Secara biologis estradiol adalah yang paling aktif.

Sintesis estrogen
Terjadi di dalam sel-sel theka dan sel granulose ovarium, dimana kolesterol
merupakan zat pembakal dari hormon ini. LH diketahui berperan dalam sel theka
untuk meningkatkan aktivitas enzim pembelah rantai sisi kolesterol melalui
pengaktifan ATP menjadi cAMP, dan dengan melalui beberapa proses reaksi
enzimatik terbentuklah androstenedion, kemudian androstenedion yang dibentuk
dalam sel theka berfungsi kedalam sel granulose, selanjutnya melakukan
aromatisasi membentuk estron dan estradiol 17
Transport dan metabolisme
Di dalam sirkulasi darah, estrogen terdapat dalam bentuk terikat dan tidak terikat,
sebagian besar estrogen terikat pada globulin (69%), sebuah carier protein yang
diketahui sebagai seks hormon binding globulin (SHBG), 30% bagian lainnya
terikat pada albumin dan sisanya sekitar 2-3% terlepas bebas.
Estrogen di metabolisme di hepar menjadi bentuk terkonjugasi dengan sulfat atau
glukuronat, metabolit ini bersifat inaktif di perifer. sekitar 70% metabolt estrogen
diekskresikan melalui urine sedangkan sisanya diekskresikan melalui feses.
Fungsi estrogen
Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita
yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dll. Estrogen juga
berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium,
menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk
penetrasi sperma.
2. Progesteron
Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum.Progesterone mempertahankan
ketebalan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot.Kadar
progesterone terus dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai
plasenta dapat membentuk hormon HCG.

3. Gonadotropin Releasing Hormone


GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak. GNRH
akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Bila
kadar estrogen tinggi, maka estrogen akan memberikan umpanbalik ke
hipotalamus sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
4. FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)
Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi oleh
hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan
dari folikel. Dari folikel yang matang akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel
ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.
5. LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi
memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga
mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase
luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum
pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.Pelepasannya juga periodik /
pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh
eliminasinya pendek (sekitar 1 jam).Kerja sangat cepat dan singkat.
6. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas
(plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu
(sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar
1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar
10.000 mU/ml). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus
luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa
kehamilan awal.Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.Deteksi HCG pada
darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan
(tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).
7. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan
produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut
mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.
Pada kehamilan, prolaktin juga
LO 3. Memahami dan Menjelaskan Kelainan Haid
3.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi Kelainan Haid
Gangguan haid (haid abnormal), dan perdarahan menyerupai haid pada interval siklus haid
normal (21-35 hari)
3.2 Memahami dan Menjelaskan Etiologi Kelainan Haid

Gangguan haid dapat disebabkan oleh kelainan organik maupun bukan kelainan organik
(fungsional).
o Tidak di temukan kelainan organik - disebut sebagai perdarahan uterus disfungsional
(PUD).
PUD pada usia reproduksi
PUD Pada usia perimenars
PUD pada usia perimenopause
o Adakelainan organik
Hipoplasia uteri, mioma submukosum, endometriosis, polip serviks, adenoma
endometrium, adneksitis, Ca endometrium, hipertensi,vitium kordis, trombositopenia, terapi
sulih hormon (TSH),kontrasepsi hormonal, non hormonal, faktor pembekuan darah.
3.3 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Kelainan Haid
Ritmus abnormalseperti:
Polimenorea - haid terlalu sering, interval < 21 hari
Oligomenore - haid terlalu jarang, interval > 31 hari
Amenorea - tidak haid
Perdarahan tidak teratur, interval datangnya haid tidak tentu
Perdarahan pertengahan siklus dalam bentuk spotting
o Jumlah atau banyaknyadarah (normal ganti pembalut 2-5x/hari)
Hipermenorea - darah haid terlalu banyak, ganti pembalut >6 pembalut/hari dimana
setiap pembalut basah seluruhnya.
Hipomenorea - darah haid terlalu sedikit, ganti pembalut < pembalut/hari
Spotting
o Lamanya perdarahan(normal 2 -5 hari)
Menoragia - lamanya lebih dari 6 hari
Brakhimenorea - lamanya < 2 hari
Perdarahan sebelum dan sesudah haid
Premenstrual spotting dan postmenstrual spotting
1.

Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid :


Hipermenorea atau menoragia dan Hipomenorea
2.
Kelainan siklus :
Polimenorea; Oligomenorea; Amenorea
3.
Perdarahan di luar haid :
Metroragia
4.
Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid :
Pre
menstrual
tension (ketegangan
pra haid);
Mastodinia;
Mittelschmerz
(rasa nyeri pada ovulasi) dan Dismenorea
1. Kelainan Dalam Banyaknya Darah Dan Lamanya Perdarahan Pada Haid
Hipermenorea atau Menoragia

Definisi
Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari),
kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.
Sebab-sebab
1.
Hipoplasia uteri, dapat mengakibatkan amenorea, hipomenorea, menoragia. Terapi :
uterotonika
2.
Asthenia, terjadi karena tonus otot kurang. Terapi : uterotonika, roborantia.
3.
Myoma uteri, disebabkan oleh : kontraksi otot rahim kurang, cavum uteri luas,
bendunganpembuluh darah balik.
4.
Hipertensi
5.
Dekompensio cordis
6.
Infeksi, misalnya : endometritis, salpingitis.
7.
Retofleksi uteri, dikarenakan bendungan pembuluh darah balik.
8.
Penyakit darah, misalnya Werlhoff, hemofili
Tindakan
Memberikan anti perdarahan seperti ergometrin tablet/injeksi.
Hipomenorea
Definisi
Adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.
Sebab-sebab
Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari
kurang gizi,penyakit menahun maupun gangguan hormonal.
Tindakan
Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap.
2. Kelainan Siklus
Polimenorea atau Epimenoragia
Definisi
Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan
jumlahperdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa.
Sebab-sebab
Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek
sehinggasiklus
menstruasi juga
lebih pendek atau
bisa
disebabkan
akibat
stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya.
Terapi
Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan hormon estrogen dan stadium sekresi
menggunakan hormon kombinasi estrogen dan progesteron.

Oligomenorea
Definisi

Adalah siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap
sama.
Sebab-sebab
Perpanjangan stadium folikuller; perpanjangan stadium luteal; kedua stadium
menjadi panjang; pengaruh psikis; pengaruh penyakit : TBC
Terapi
Oligomenorea yang disebabkan ovulatoar tidak memerlukan terapi, sedangkan bila
mendekatiamenorea diusahakan dengan ovulasi.
Amenorea
Definisi
Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut.
Klasifikasi
1.
Amenorea Primer, apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun.
2.
Amenorea Sekunder,
apabila
berhenti haid setelah menarche atau
pernah
mengalami haidtetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.
Sebab-sebab
Fisiologis; terjadi sebelum pubertas, dalam kehamilan, dalam masa laktasi maupun dalam
masa
menopause;
gangguan pada
aksis hipotalamus-hipofisis
ovarium; kelainan kongenital; gangguansistem
hormonal; penyakit-penyakit lain;
ketidakstabilan emosi; kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih.
Terapi
Terapi pada amenorea, tergantung dengan etiologinya. Secara umum dapat
diberikanhormon-hormon yang merangsang ovulasi, iradiasi dari ovarium dan pengembalian
keadaan umum, menyeimbangkan antara kerja-rekreasi dan istirahat.
3. Perdarahan di luar haid
Metroragia
Definisi
Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.
Klasifikasi
1.
Metroragia oleh karena adanya kehamilan; seperti abortus, kehamilan ektopik.
2.
Metroragia diluar kehamilan.
Sebab-sebab
1.
Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh;
carcinoma corpusuteri, carcinoma cervicitis; peradangan dari haemorrhagis (seperti
kolpitis haemorrhagia,endometritis haemorrhagia); hormonal.
2.
Perdarahan fungsional : a) Perdarahan Anovulatoar; disebabkan oleh psikis, neurogen,
hypofiser,
ovarial
(tumor atau ovarium yang
polikistik)
dan kelainan gizi,
metabolik, penyakitakut maupun kronis. b) Perdarahan Ovulatoar; akibat korpus
luteum persisten, kelainanpelepasan endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyak
it akut ataupun kronis.
Terapi
kuretase dan hormonal.
4. Gangguan Lain Yang Ada Hubungan Dengan Haid

Pre Menstrual Tension (Ketegangan Pra Haid)


Ketegangan
sebelum haid terjadi
beberapa
hari
sebelum haid bahkan
sampai menstruasiberlangsung. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan
progesterom menjelangmenstruasi. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun.
Gejala klinik
gelisah, susah tidur; perutkembung, mual muntah; payudara tegang dan sakit; terkadang
merasa tertekan
Terapi
Olahraga, perubahan diet (tanpa garam, kopi dan alkohol); mengurangi stress; konsumsi
antidepressan
bila
perlu;
menekan
fungsi ovulasi dengan kontrasepsi oral,
progestin; konsultasidengan tenaga ahli, KIEM untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mastodinia atau Mastalgia
Definisi
Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid.
Sebab-sebab
Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi air dan garam yang
disertai hiperemia didaerah payudara.
Mittelschmerz (Rasa Nyeri pada Ovulasi)
Definisi
Adalah rasa sakit yang timbul pada wanita saat ovulasi, berlangsung beberapa jam sampai
beberapa hari di pertengahan siklus menstruasi. Hal ini terjadi karena
pecahnya folikel Graff. Lamanya bisa beberapa jam bahkan sampai 2-3 hari. Terkadang
Mittelschmerz diikuti olehperdarahan yang berasal dari proses ovulasi dengan gejala klinis
seperti kehamilan ektopik yang pecah.
Dismenorea
Definisi
Adalah nyeri sewaktu haid. Dismenorea terjadi
pada
30-75
% wanita dan
memerlukan pengobatan.Etiologi dan patogenesis dari dismenore sampai sekarang belum
jelas.
Klasifikasi
1.
Dismenorea Primer (dismenore sejati, intrinsik, esensial ataupun fungsional);
adalah nyeri haid yang terjadi sejak menarche dan tidak terdapat kelainan pada
alat kandungan. Sebab : psikis; (konstitusionil: anemia, kelelahan, TBC); (obstetric :
cervic
sempit,
hyperanteflexio,
retroflexio); endokrin (peningkatan
kadar
prostalandin, hormon steroid seks, kadar vasopresin tinggi). Etiologi : nyeri haid dari
bagian perut menjalar ke daerah pinggang dan paha, terkadang disertai
dengan mual dan muntah, diare, sakit kepala dan emosi labil.
Terapi : psikoterapi,analgetika, hormonal.
2.
Dismenorea Sekunder;
terjadi
pada wanita yang
sebelumnya
tidak
mengalami dismenore. Hal ini terjadi pada kasus infeksi, mioma submucosa, polip
corpus uteri, endometriosis, retroflexiouteri fixata, gynatresi, stenosis kanalis servikalis,
adanya AKDR, tumor ovarium.
Terapi : causal (mencari dan menghilangkan penyebabnya).

3.4 Memahami dan Menjelaskan Patofisiologi dan Manifestasi Kelainan Haid


a). Hipermenore (Menorraghia)
Definisi
Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari),
kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.
Etiologi
1. Hipoplasia uteri, dapat mengakibatkan amenorea, hipomenorea, menoragia. Terapi :
uterotonika
2. Asthenia, terjadi karena tonus otot kurang. Terapi : uterotonika, roborantia.
3. Myoma uteri, disebabkan oleh : kontraksi otot rahim kurang, cavum uteri luas,
bendungan pembuluh darah balik.
4. Hipertensi
5. Dekompensio cordis
6. Infeksi, misalnya : endometritis, salpingitis.
7. Retofleksi uteri, dikarenakan bendungan pembuluh darah balik.
8. Penyakit darah, misalnya Werlhoff, hemofili
Patofisiologi
Pada siklus ovulasi normal, hipotalamus mensekresi Gonadotropin releasing hormon
(GnRH), yang menstimulasi pituitary agar melepaskan Folicle-stimulating hormone (FSH).
Hal ini pada gilirannya menyebabkan folikel di ovarium tumbuh dan matur pada pertengahan
siklus, pelepasan leteinzing hormon (LH) dan FSH menghasilkan ovulasi. Perkembangan
folikel menghasilkan esterogen yang berfungsi menstimulasi endometrium agar
berproliferasi. Setelah ovum dilepaskan kadar FSH dan LH rendah. Folikel yang telah
kehilangan ovum akan berkembang menjadi korpus luteum, dan korpus luteum akan
mensekresi progesteron. Progesteron menyebabkan poliferasi endometrium untuk
berdeferemnsiasi dan stabilisasi. 14 hari setelah ovulasi terjadilah menstruasi. Menstruasi
berasal dari dari peluruhan endometrium sebagai akibat dari penurunan kadar esterogen dan
progesteron akibat involusi korpus luteum.
Siklus anovulasi pada umumnya terjadi 2 tahun pertama setelah menstruasi awal yang
disebabkan oleh HPO axis yang belum matang. Siklus anovulasi juga terjadi pada beberapa
kondisi patologis.
Pada siklus anovulasi, perkembangan folikel terjadi dengan adanya stimulasi dari
FSH, tetapi dengan berkurangnya LH, maka ovulasi tidak terjadi. Akibatnya tidak ada korpus
luteum yang terbentuk dan tidak ada progesteron yang disekresi. Endometrium berplroliferasi
dengan cepat, ketika folikel tidak terbentuk produksi esterogen menurun dan mengakibatkan
perdarahan. Kebanyakan siklus anovulasi berlangsung dengan pendarahan yang normal,
namun ketidakstabilan poliferasi endometrium yang berlangsung tidak mengakibatkan
pendarahan hebat.
Manifestasi Klinis
Kram selama haid yang tidak bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Penderita juga sering
merasakan kelemahan, pusing, muntah dan mual berulang selama haid.

b). Hypomenorhea (kriptomenorrhea)

. Kalau haid lebih lama dari 7 hari maka daya regenerasi selaput lendir kurang. Misal pada
endometritis, mioma.
Etiologi
1.Setelah dilakukan miomektomi/ gangguan endokrin
2.kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit menahun maupun
gangguan hormonal.
Patofisiologi
dapat diakibatkan oleh Ashermans syndrome, kekurangan lemak tubuh untuk membuat
hormon steroid, dan faktor psikogenik
Manifestasi klinis
Waktu haid singkat, jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc), kadang-kadang hanya
berupa spotting.
c).Polimenorea (Epimenoragia)
Definisi
Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan jumlah
perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa.
Etiologi
Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek
sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi
pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya.
Manifestasi klinis
Gejala berupa siklus kurang dari 21 hari (lebih pendek dari 25 hari).
d). Oligomenorrhea
Definisi
Suatu keadaan dimana haid jarang terjadi dan siklusnya panjang lebih dari 35 hari
Etiologi
Perpanjangan stadium folikuler ( lamanya 8 -9 hari dimulai dari hari ke-5
menstruasi )
Perpanjangan stadium luteal ( lamanya 15 -18 hari setelah ovulasi )
Kedua stadium diatas panjang yang mengakibatkan perpanjangan siklus haid.
Manifestasi klinis
Haid jarang, yaitu setiap 35 hari sekali
Perdarahan haid biasanya berkurang
e).Amenorea

Definisi
Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut.
Klasifikasi
1. Amenorea Primer, apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun.
2. Amenorea Sekunder, apabila berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami
haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.
Etiologi
1. Gangguan di hipotalamus, hipofisis, ovarium (folikel), uterus (endometrium), dan vagina
2. Adanya tanda-tanda maskulinisasi, adanya galaktore, cacat bawaan, uji estrogen dan
progesteron negatif.
3. penyakit TB, penyakit hati, diabetes melitus, kanker, infertilitas, stress berat.
4. kelainan kongenital
5. ketidastabilan emosi dan kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih.
Patofisiologi
Amenore primer dapat diakibatkan oleh tidak adanya uterus dan kelainan pada aksis
hipotalamus-hipofisis-ovarium. Hypogonadotropic amenorrhoea menunjukkan keadaan
dimana terdapat sedikit sekali kadar FSH dan SH dalam serum. Akibatnya, ketidakadekuatan
hormon ini menyebabkan kegagalan stimulus terhadap ovarium untuk melepaskan estrogen
dan progesteron. Kegagalan pembentukan estrogen dan progesteron akan menyebabkan tidak
menebalnya endometrium karena tidak ada yang merasang. Terjadilah amenore. Hal ini
adalah tipe keterlambatan pubertas karena disfungsi hipotalamus atau hipofosis anterior,
seperti adenoma pitiutari.
Hypergonadotropic amenorrhoea merupakan salah satu penyebab amenore primer.
Hypergonadotropic amenorrhoea adalah kondisi dimnana terdapat kadar FSH dan LH yang
cukup untuk menstimulasi ovarium tetapi ovarium tidak mampu menghasilkan estrogen dan
progesteron. Hal ini menandakan bahwa ovarium atau gonad tidak berespon terhadap
rangsangan FSH dan LH dari hipofisis anterior. Disgenesis gonad atau prematur menopause
adalah penyebab yang mungkin. Pada tes kromosom seorang individu yang masih muda
dapat menunjukkan adanya hypergonadotropic amenorrhoea. Disgenesis gonad menyebabkan
seorang wanita tidak pernah mengalami menstrausi dan tidak memiliki tanda seks sekunder.
Hal ini dikarenakan gonad ( oavarium ) tidak berkembang dan hanya berbentuk kumpulan
jaringan pengikat.
Amenore sekunder disebabkan oleh faktor lain di luar fungsi hipotalamus-hipofosisovarium. Hal ini berarti bahwa aksis hipotalamus-hipofosis-ovarium dapat bekerja secara
fungsional. Amenore yang terjadi mungkin saja disebabkan oleh adanya obstruksi terhadap
aliran darah yang akan keluar uterus, atau bisa juga karena adanya abnormalitas regulasi
ovarium sperti kelebihan androgen yang menyebabkan polycystic ovary syndrome.
f). Metroragia
Definisi
Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.
Klasifikasi
1. Metroragia oleh karena adanya kehamilan; seperti abortus, kehamilan ektopik.
2. Metroragia diluar kehamilan.

Etiologi
1. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh;
carcinoma corpus uteri, carcinoma cervicitis; peradangan dari haemorrhagis (seperti
kolpitis haemorrhagia, endometritis haemorrhagia); hormonal.
2. Perdarahan fungsional : a) Perdarahan Anovulatoar; disebabkan oleh psikis, neurogen,
hypofiser, ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik,
penyakit akut maupun kronis. b) Perdarahan Ovulatoar; akibat korpus luteum
persisten, kelainan pelepasan endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit
akut ataupun kronis.
Manifestasi klinis
Adanya perdarahan tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid namun keadaan ini
sering dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun berupa bercak.
Terapi : kuretase dan hormonal.

g). Pra Menstruasi Syndrom


Definisi
Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai
menstruasi berlangsung. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom
menjelang menstruasi. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun.
PMS merupakan sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari ke2 sampai hari ke-4 sebelum menstruasi dan segera mereda setelah menstruasi dimulai.
Disebabkan oleh :
Sekresi estrogen yang abnormal
Kelebihan atau defisiensi progesteron
Kelebihan atau defisiensi kortisol, androgen, atau prolaktin
Kelebihan hormon anti diuresis
Kelebihan atau defisiensi prostaglandin
Etiologi
Etiologi ketegangan prahaid tidak jelas, tetapi mungkin faktor penting ialah
ketidakseimbangan esterogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium,
penambahan berat badan, dan kadang-kadang edema. Dalam hubungan dengan kelainan
hormonal, pada tegangan prahaid terdapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi
progesteron.
Faktor kejiwaan, masalah dalam keluarga, masalah sosial, dll.juga memegang
peranan penting. Yang lebih mudah menderita tegangan prahaid adalah wanita yang lebih
peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap faktor-faktor psikologis.
Patofisiologi
Meningkatnya kadar esterogen dan menurunnya kadar progesteron di dalam darah,
yang akan menyebabkan gejala depresi. Kadar esterogen akan mengganggu proses kimia
tubuh ternasuk vitamin B6 (piridoksin) yang dikenal sebagai vitamin anti depresi.

Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin.
Prolaktin dihasilkan sebagai oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah
esterogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. Jumlah prolaktin yang terlalu
banyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua
hormon tersebut. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin
dapat tinggi atau normal.
Gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic acid (GLA).
Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi (mengatur efek hormon
esterogen, progesterone), sistem saraf, dan sebagai anti peradangan.
Manifestasi klinis
Perasaan malas bergerak, badan menjadi lemas, serta mudah merasa lelah. Nafsu makan
meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam. Emosi menjadi labil. Biasanya
perempuan mudah uring-uringan, sensitif, dan perasaan negatif lainnya.
h).Dismenore
Definisi
Adalah nyeri sewaktu haid. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan
pengobatan. Etiologi dan patogenesis dari dismenore sampai sekarang belum jelas.
Klasifikasi
Dismenorea Primer (dismenore sejati, intrinsik, esensial ataupun fungsional); adalah nyeri
haid yang terjadi sejak menarche dan tidak terdapat kelainan pada alat kandungan.
Karakteristik dismenorea primer menurut Ali Badziad (2003):
1. Sering ditemukan pada usia muda.
2. Nyeri sering timbul segera setelah mulai timbul haid teratur.
3. Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus yang spastik dan sering disertai
mual, muntah, diare, kelelahan, dan nyeri kepala.
4. Nyeri haid timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau
kedua haid.
5. Jarang ditemukan kelainan genitalia pada pemeriksaan ginekologis.
6. Cepat memberikan respon terhadap pengobatan medikamentosa.
Etiologi : psikis; (konstitusionil: anemia, kelelahan, TBC); (obstetric : cervic sempit,
hyperanteflexio, retroflexio); endokrin (peningkatan kadar prostalandin, hormon steroid seks,
kadar vasopresin tinggi).
Patofisiologi
Korpus luteum akan mengalami regresi apabila tidak terjadi kehamilan. Hal ini akan
mengakibatkan penurunan kadar progesteron dan mengakibatkan labilisasi membran lisosom,
sehingga mudah pecah dan melepaskan enzim fosfolipase A2. Fosfolipase A2 akan
menghidrolisis senyawa fosfolipid yang ada di membran sel endometrium dan menghasilkan
asam arakhidonat. Asam arakhidonat bersama dengan kerusakan endometrium akan
merangsang kaskade asam arakhidonat dan menghasilkan prostaglandin PGE2 dan PGF2
alfa. Wanita dengan dismenore primer didapatkan adanya peningkatan kadar PGF2 alfa di
dalam darahnya, yang merangsang kontraksi dan vasokonstriksi miometrium. Akibatnya
terjadi peningkatan kontraksi dan disritmi uterus, sehingga terjadi penurunan aliran darah ke
uterus dan mengakibatkan iskemia dan menimbulkan abdominal cramp. Prostaglandin sendiri
dan leukotrine juga menyebabkan sensitisasi, selanjutnya meningkatkann ambang rasa sakit

pada ujung-ujung saraf aferen nervus pelvicus terhadap rangsang fisik dan kimia (Sunaryo,
1989).
Manifestasi klinis
Beberapa gejala yang kerap menyertai saat menstruasi antara lain : perasaan malas
bergerak, badan lemas, mudah capek, ingin makan terus, emosi jadi lebih labil, sensitif,
mudah marah. Bukan itu saja, pengaruh pelepasan dinding rahim selama menstruasi juga
kerap memunculkan rasa pegal dan sakit pada pinggang serta membuat kepala terasa nyeri,
kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala
gastrointestinal dan gejala neurologis seperti kelemahan umum.
Dismenorea Sekunder; terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak mengalami dismenore. Hal
ini terjadi pada kasus infeksi, mioma submucosa, polip corpus uteri, endometriosis,
retroflexio uteri fixata, gynatresi, stenosis kanalis servikalis, adanya AKDR, tumor ovarium.
Manifestasi klinis
Berikut ini merupakan manifestasi klinis dismenorea sekunder (Smith, 1993; Smith, 1997):
1. Dismenorea terjadi selama siklus pertama atau kedua setelah menarche (haid pertama),
yang merupakan indikasi adanya obstruksi outflow kongenital.
2. Dismenorea dimulai setelah berusia 25 tahun.
3. Terdapat ketidaknormalan (abnormality) pelvis dengan pemeriksaan fisik: pertimbangkan
kemungkinan endometriosis, pelvic inflammatory disease, pelvic adhesion (perlengketan
pelvis), dan adenomyosis.
3.6 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis Kelainan Haid
Anamnesis
Usia menars, konsumsi obat, cekaman, riwajat TBC.
Pemeriksaan fisik dan ginekologik
Tinggi badan, berat badan, seks sekunder, pembesaran hati, kelenjergetah bening, limpa.
Laboratorium
Darah perifer lengkap, kimia darah, T3 , T4, TSH, hemostasis.
USG, MRI, Laparoskopi (2 yang terakhir merupakan pemeriksaan tambahan)
Pemeriksaan untuk mengetahui infertilitas
1. Anti-Mullerian hormone testing
berfungsi untuk mengetahui perkiraan jumlah folikel ovarium, sehingga dapat
memperkirakan seberapa besar kemungkinan wanita tersebut untuk dapat hamil
2. Follicle stimulating hormone
tes berfungsi untuk mengetahui apakah seorang wanita akan berovulasi pada bulan
yang bersangkutan. Tes ini biasa dilakukan di hari ke 3 siklus menstruasi
3. Hysterosalpingography
merupakan inspeksi terhadap tuba falopii dan uterus, dengan cara menginjeksi agen
radiokontras, untuk memastikan apakah ovum dapat melewati tuba tanpa adanya
obstruksi dan untuk mengetahui adanya abnormalitas uterus

4. Ovarian ultrasound
untuk mengetahui perkembangan folikel ovarium. Sangat berguna untuk membantu
diagnosis sindrom ovarium polikistik
5. Hysteroscopy
berfungsi untuk mendiagnosis beberapa hal yang dapat menganggu kesuburan,
diantaranya fibroid uteri, sindrom asherman, dan bicornate uterus. Cara dengan
memasukkan endoskopi untuk menghasilkan gambar tentang kondisi uterus
6. Laparoscopy
berfungsi untuk memeriksa bagian interior abdomen. Dapat juga digunakan untuk
mengetahui keadaan tuba falopii dan sangat berguna untuk diagnosis endometriosis
3.7 Memahami dan Menjelaskan Tatalaksana Kelainan Haid
Menurut Bare & Smeltzer (2001) penanganan nyeri secara nonfarmakologis terdiri dari:
1) Masase kutaneus
Masase adalah stimulus kutaneus tubuh secara umum, sering dipusatkan pada punggung dan
bahu. Masase dapat membuat pasien lebih nyaman karena masase membuat relaksasi otot
2) Terapi panas
Terapi panas mempunyai keuntungan meningkatkan aliran darah ke suatu area dan
kemungkinan dapat turut menurungkan nyeri dengan mempercepat penyembuhan.
3) Transecutaneus Elektrikal Nerve Stimulaton ( TENS)
TENS dapat menurunkan nyeri dengan menstimulasi reseptor tidak nyeri (non-nosiseptor)
dalam area yang sama seperti pada serabut yang menstransmisikan nyeri. TENS
menggunakan unit yang dijalankan oleh baterai dengan elektroda yang di pasang pada kulit
untuk menghasilkan sensasi kesemutan, menggetar atau mendengung pada area nyeri.
4) Distraksi
Distraksi adalah pengalihan perhatian dari hal yang menyebabkan nyeri, contoh: menyanyi,
berdoa, menceritakan gambar atau foto dengan kertas, mendengar musik dan bermain satu
permainan.
5) Relaksasi
Relaksasi merupakan teknik pengendoran atau pelepasan ketegangan,
contoh: bernafas dalam-dalam dan pelan.
6) Imajinasi
Imajinasi merupakan khayalan atau membayangkan hal yang lebih baik khususnya dari rasa
nyeri yang dirasakan.
Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) : OAINS/NSAID adalahterapi awal yang sering
digunakan untuk dismenorea.OAINS/NSAID mempunyai efek analgetika yang secara
langsungmenghambat sintesis prostaglandin dan menekan jumlah darah haidyang keluar.
Seperti diketahui sintesis prostaglandin diatur oleh duaisoform siklooksigenase (COX) yang
berbeda, yaitu COX-1 danCOX-2. Sebagian besar NSAID/OAINS bekerja menghambat
COX-2.
Pil Kontrasepsi Kombinasi : bekerja dengan cara mencegah ovulasidan pertumbuhan
jaringan
endometrium
sehingga
mengurangi jumlah darah haid dan sekresi Prostaglandin serta kram uterus.Penggunaan
pil
kontrasepsi kombinasi sangat efektif untuk mengatasi dismenorea dan sekaligus akan
membuat siklus haidmenjadi teratur.

Latihan Fisik : latihan fisik dapat meningkatkan aliran darah kedaerah pelvis sehingga
menstimulasi pelepasan Beta Endorfin yangbekerja sebagai analgesik non spesifik .
Kompres Hangat : Penempelan panas dengan suhu 39 derajatCelsius selama 12 jam terbukti
sama efektifnya dengan penggunaan
3.8 Memahami dan Menjelaskan Komplikasi Kelainan Haid
syok neurogenik
mengganggu aktivitas sehari-hari
emosional : gelisah & depresi
3.9 Memahami dan Menjelaskan Prognosis Kelainan Haid
Tergantung penatalaksanaan dan kepatuhan pasien dalam pengobat
LO 4. Memahami dan Menjelaskan Haid dan Istihadhah Dalam Pandangan Islam
a. Makna Istihadhah
Istihadhah ialah keluarnya darah terus menerus pada seorang wanita tanpa henti sama
sekali atau berhenti sebentar sehari atau dua hari dalam sebulan.
b. Kondisi wanita mustahadhah
1. Sebelum mengalami istihadhah, dia mempunyai haid yang jelas waktunya. Dalam kodisi
ini hendaklah dia berpedoman kepada jadwal haidnya yang telah diketahui sebelumnya.Maka
pada masa itu dihitung sebagai haid dan berlaku baginya hukum-hukum haid.Adapun selain
masa tersebut merupakan istihadhah yang berlaku baginya hukum-hukum istihadhah.
Misalnya, seorang wanita biasanya haid selama enam hari pada setiap awal bulan, tiba-tiba
mengalami istihadhah dan darahnya keluar terus menerus.Maka masa haidnya dihitung enam
hari pada setiap awal bulan, sedang selainnya merupakan istihadhah. Berdasarkan hadits
Aisyah bahwa Fatimah binti Abi Hubaisy bertanya kepada Nabi saw,


:







.

Ya Rasulullah, sungguh aku mengalami istihadhah maka tidak pernah suci, apakah aku
meninggalkan shalat? Nabi saw menjawab, Tidak, itu adalah darah penyakit. Namun
tinggalkanlah shalat sebanyak hari yang biasanya kamu haid sebelum itu, kemudian mandilah
dan lakukan shalat. (HR. Al-Bukhari).
2. Tidak mempunyai haid yang jelas waktunya sebelum mengalami istihadhah, karena
istihadhah tersebut terus menerus terjadi padanya mulai dari saat pertama kali dia
mendapatkan darah. Dalam kondisi ini hendaknya dia melakukan tamyiz (pembedaan),
seperti jika darahnya berwarna hitam, atau kental, atau berbau maka yang terjadi adalah haid
dan berlaku baginya hukum-hukum haid.Dan jika tidak demikian, yang terjadi adalah
istihadhah dan berlaku baginya hukum-hukum istihadhah.
Misalnya, seorang wanita pada saat pertama kali mendapat darah dan darah itu keluar terus
menerus, akan tetapi ia dapati selama sepuluh hari dalam sebulan darahnya berwarna hitam
kemudian setelah itu berwarna merah, atau ia dapati selama sepuluh hari dalam sebulan

darahnya kental kemudian setelah itu encer, atau ia dapati selama sepuluh hari dalam sebulan
berbau darah haid tetapi setelah itu tidak berbau. Maka haidnya yaitu darah yang berwarna
hitam (pada kasus pertama), darah kental (pada kasus kedua) dan darah yang berbau (pada
kasus ketiga).Sedangkan selain hal tersebut, dianggap sebagai darah istihadhah.
Berdasarkan sabda Nabi saw kepada Fatimah binti Abu Hubaisy:



.


Darah haid yaitu apabila berwarna hitam yang dapat diketahui.Jika demikian maka
tinggalkan shalat.Tetapi jika selainnya maka berwudhulah dan lakukan shalat karena itu
darah penyakit. (HR. Abu Dawud, an-Nasa`Abu dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban
dan al-Hakim).
3. Tidak mempunyai haid yang jelas waktunya dan tidak bisa dibedakan secara tepat
darahnya. Seperti jika istihadhah yang dialaminya terjadi terus menerus mulai dari saat
pertama kali melihat darah sementara darahnya memiliki satu sifat saja atau berubah-ubah
dan tidak mungkin dianggap sebagai darah haid. Dalam kondisi ini, hendaklah ia mengambil
kebiasaan kaum wanita pada umumnya. Maka masa haidnya adalah enam atau tujuh hari
pada setiap bulan dihitung mulai dari saat pertama kali mendapati darah.Sedang selebihnya
merupakan istihadhah.
Misalnya seorang wanita saat pertama kali melihat darah pada tanggal lima dan darah itu
keluar terus menerus tanpa dapat dibedakan secara tepat mana yang darah haid baik melalui
warna ataupun dengan cara lain. Maka haidnya pada setiap bulan dihitung selama enam hari
atau tujuh hari dimulai dari tanggal lima tersebut.
Hal ini berdasarkan hadits Hamnah binti Jahsy bahwa ia berkata kepada Nabi saw, Ya
Rasulullah, sungguh aku sedang mengalami istihadhah yang deras sekali. Lalu bagaimana
pendapatmu tentangnya karena ia telah menghalangiku shalat dan berpuasa?Beliau
bersabda, Aku beritahukan kepadamu (untuk menggunakan) kapas dengan meletakkannya
pada farji, karena hal itu dapat menyerap darah.Hamnah berkata, Darahnya lebih banyak
dari itu. Nabi saw pun bersabda, Ini hanyalah salah satu usikan setan. Maka hitunglah
haidmu enam atau tujuh hari menurut ilmu Allah Taala, lalu mandilah sampai kamu merasa
telah bersih dan suci, kemudian shalatlah selama 24 atau 23 hari, dan puasalah. (HR.
Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi. Menurut Ahmad dan at-Tirmidzi hadits ini shahih,
sedang menurut al-Bukhari hasan).

c. Hukum-hukum istihadhah
Dari penjelasan terdahulu, dapat kita mengerti kapan darah itu sebagai darah haid dan kapan
sebagai darah istihadhah.Jika yang terjadi adalah darah haid maka berlaku baginya hukumhukum haid, sedangkan jika yang terjadi darah istihadhah maka yang berlaku pun hukumhukum
istihadhah.
Hukum-hukum haid yang penting telah dijelaskan di muka.Adapun hukum-hukum istihadhah
seperti halnya hukum-hukum keadaan suci. Tidak ada perbedaan antara wanita mustahdhah
dan wanita suci, kecuali dalam hal-hal berikut:

1. Wanita mustahdhah wajib berwudhu setiap kali hendak shalat. Berdasarkan sabda Nabi
saw kepada Fatimah binti Abu Hubaisy.

.


Kemudian berwudhulah kamu setiap kali hendak shalat. (Hr. Al-Bukhari)
Hal itu memberikan pemahaman bahwa wanita mustahadhah tidak berwudhu untuk shalat
yang telah tertentu waktunya kecuali jika telah masuk waktunya. Sedangkan shalat yang tidak
tertentu waktunya, maka ia berwudhu pada saat hendak melakukannya.
2. Ketika hendak berwudhu, membersihkan sisa-sisa darah dan melekatkan kain dengan
kapas (atau pembalut) pada farjinya untuk mencegah keluarnya darah. Berdasarkan sabda
Nabi saw kepada Hamnah. Aku beritahukan kepadamu (untuk menggunakan) kapas, karena
hal itu dapat menyerap darah.Hamnah berkata, Darahnya lebih banyak dari itu.Nabi
bersabda, Gunakan kain. Kata Hamnah, Darahnya masih banyak pula. Nabi pun
bersabda, Maka pakailah penahan.
Kalaupun masih ada darah yang keluar setelah tindakan tersebut, maka tidak apa-apa
hukumnya. Karena sabda Nabi saw kepada Fatimah binti Abu Hubaisy:



.


Tinggalkan shalat selama hari-hari haidmu, kemudian mandilah dan berwudhulah untuk
setiap kali shalat, lalu shalatlah meskipun darah menetes di atas alas. (HR. Ahmad dan
Ibnu Majah).
3. Jima (senggama).Para ulama berbeda pendapat tentang kebolehannya pada kondisi bila
ditinggalkan tidak dikhawatirkan menyebabkan zina.Yang benar adalah boleh secara
mutlak.Karena ada banyak wanita, mencapai sepuluh atau lebih, mengalami istihadhah pada
zaman nabi, sementara Allah dan rasulNya tidak melarang jima dengan mereka. FirmanNya,
Hendaknya kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid (Al-Baqarah: 222).
Ayat ini menunjukkan bahwa di luar keadaan haid, suami tidak wajib menjauhkan diri dari
sitri. Kalaupun shalat saja boleh dilakukan wanita mustahadhah maka jima pun tentu lebih
boleh. Dan tidak benar jima wanita mustahadhah dikiaskan dengan jima wanita haid, karena
keduanya tidak sama, bahkan menurut pendapat para ulama yang menyatakan haram. Sebab,
mengkiaskan sesuatu dengan hal yang berbeda adalah tidak sah.
(Rujukan: Darah kebiasaan wanita, Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin).
I.1 Haid (Menstruasi)
Yaitu darah yang keluar dari seorang wanita secara alami, tanpa suatu sebab dan pada
waktu-waktu tertentu.
1. Usia wanita yang mengalami haid tidak tertentu, kapan seorang wanita melihat pada
dirinya darah haid maka ia telah dianggap haid, walaupun belum berusia 9 tahun atau
berusia di atas 50 tahun.

2. Batas minimal dan maksimal masa haid tidak tentu, kapan seorang wanita melihat
darah kebiasaan tersebut bukan karena luka dan sebagainya maka darah itu adalah
darah haid tanpa diukur dengan masa tertentu. Kecuali jika haid itu berlanjut dan tidak
berhenti atau berhenti dalam waktu singkat itu disebut istihadhah.
3. Haid itu akan berhenti dengan keluarnya lender putih yaitu cairan wanita, maka
terdapat dua kemungkinan ; bila itu terjadi dalam masa haid dan ia menganggapnya
sebagai daraah haid yang ia kenal, maka itu berarti darah haid, dan bila terjadi diluar
kebiasaan waktu haid dan ia tidak menganggapnya sebagai darah haid yang ia kenal,
maka darah itu tidak ada hukumnya karena termasuk sesuatu yang sedikit (yang
dimaafkan).
4.3 Tata Cara Bersuci Dari Haid Dan Junub
Cara mandi bagi wanita yang sudah selesai haidnya atau telah berjunub adalah sama
dengan cara laki-laki mandi junub, hanya bagi wanita tidak wajib atasnya melepas ikatan atau
kepangan (jalinan) rambutnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ummu Salamah ra.
berikut ini: "Seorang wanita berkata kepada Rasulullah SAW: "Sesungguhnya aku adalah
orang yang mengikat rambut kepalaku. Apakah aku (harus) membuka ikatan rambut ku untuk
mandi janabat." Rasulullah menjawab: "Sungguh cukup bagimu menuang mengguyur) atas
kepalamu tiga tuangan dengan air kemudian engkau siram seluruh badanmu, maka sungguh
dengan berbuat demikian) engkau telah bersuci." {HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi dan dia
berkata hadits ini adalah hasan shahih). Dalam riwayat lain hadits ini dari jalan Abdurrazaq
dengan lafadz: "Apakah aku harus (harus) melepaskannya (ikatan rambutku) untuk mandi
janabat?" disunahkan bagi wanita apabila mandi dari haid atau nifas memakai kapas yang
ditaruh padanya minyak wangi lalu digunakan untuk membersihkan bekas darah agar tidak
meninggalkan bau.
Tidaklah mandi haid atau junub dinamakan mandi syari, kecuali dengan dua hal:
1. Niat, karena dengan niat terbedakan dari kebiasan dengan ibadah, dalilnya hadits Umar bin
Khaththab radhiallahu anhu: "bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya amalan itu tergantung dari niatnya."{HR. Al-Jamaah}
Maknanya adalah bahwasanya sahnya amalan itu dengan niat, amal tanpa niat tidak dianggap
syari.Yang perlu diingat bahwa niat adalah amalan hati bukan amalan lisan, jadi tidak perlu
diucapkan.
1. Membersihkan seluruh anggota badan (mandi) dalam mengamalkan firman Allah SWT: "Dan
apabila kalian junub maka mandilah. {Al-Maidah :6}
Dan juga firman Allah SWT: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid , katakanlah haid itu
kotoran yang menyakitkan) maka dari itu jauhkanlah diri kalian dari wanita (istri) yang
sedang haiddan janganlah engkau mendekati mereka, sampai mereka bersuci (mandi)." {AlBaqarah : 222}
Adapun tata cara mandi yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah
1. mencuci kedua tangan sekali, dua kali atau tiga kali.
2. lalu mencuci kemaluan dengan tangan kiri, setelah itu tangan bekas menggsok kemaluan
tersebut digosokan ke bumi.
3. kemudian berwudhu seperti wudhunyaorang yang mau shalat. Boleh mengakhirkan kedua
kaki (dalam berwudhu tidak mencuci kaki)sampai mandi selesaibaru kemudian mencuci
kedua kaki.
4. membasahi kepala sampai pangkal rambutdengan menyela-nyelanya dengan jari-jemari.

5. setelah itu menuangkan air di atas kepala sebanyak tiga kali.


6. kemudian menyiram seluruh tubuh, dimulai dengan bagian kanan tubuh lalu bagian kiri
sambil membersihkan kedua ketiak, telinga bagian dalam, pusar dan jari jemari kaki serta
menggosok bagian tubuh yang mungkin digosok.
7. selesai mandi, mencuci kedua kaki bagi yang mengakhirkannya (tidak mencucinya tatkala
berwudhu)
8. membersihkan/mengeringkan air yang ada di badan dengan tangan (dan boleh dengan
handuk atau lainnya)

DAFTAR PUSTAKA
Cormack D.H. Introduction to Histology. Philadelphia, J.B. Lippincott Company, 1984:299303
Ganong W.F. 2008. Buku Ajar FIsiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC
Gunawan ,SG.(2007).Farmakologi dan Terapi, Edisi 5. Jakarta : Departement Farmakologi
dan Terapeutik FKUI
Guyton, Hall. 2006. Text Book of Medical Physiology 11th edition. Philadelphia: Elsevier
Soundres
Harrisons : Principles of Internal medicine, 18th

http://emedicine.medscape.com/article/953945-treatment
Junquiera L.C, Carneiro J, Kelley R.O. Basic Histology. 10th edition, Washington, Lange,
2003: 316-23
Kumar V, Abbas AK, Fausto N. Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease.
Philadelphia: Elsevier Saunders. 2005
Leeson CR, Leeson TS, Paparo AA. 1996. Buku Ajar Histologi. Ed 5. Jakarta : EGC.
Murray,RK et al (2003). Biokimia Harper edisi 25.Jakarta.EGC
Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Standar Pelayanan Medik. Jakarta : 2006
Price, Sylvia A. Wilson, Lorraine M. 1995. Patofisiologi : konsep klinis proses-proses
penyakit. Ed. 4. Jakarta : EGC.
Sarwono, 1999. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.
Scherzer W J, Clamrock H, 1996. Amenorea, Novaks Gynecology, 12 th edition, William &
Wilkins, Baltimore, 809 831
Sherwood Lauralee. Fisiologi Manusia dari sel ke sel. Edisi 2. Jakarta: EGC, 2001
Snell,RS.(2006).Anatomi Klinik untuk Mahasiswa kedokteran edisi 6. Jakarta.EGC