Anda di halaman 1dari 10

PENGKAJIAN PADA SISTEM SENSORI PERSEPSI MATA DAN TELINGA

NAMA KELOMPOK II : 1. AYU DEVI TRIJAYANTI 2. DEDE BAYU PRAMANA N 3. I GEDE EKA PUTRAYASA 4. I MADE ARI YUDHA SAPUTRA 5. I MADE SANJAYA 6. I MADE YOGA DANANJAYA 7. I MADE YULI ASTRAWAN 8. I NENGAH ARYONO 9. I NYOMAN ADI PUTRA 10.NI KADEK ARI PURNAMI 11.NI LUH ASTARI 12.PUTU ERNA YULIANTI (09.321.0353) (09.321.0357) (09.321.0359) (09.321.0362) (09.321.0364) (09.321.0364) (09.321.0366) (09.321.0367) (09.321.0368) (09.321.0380) (09.321.0385) (09.321.0399)

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI 2010/2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Mata merupakan salah satu organ sensori dan persepsi pada manusia. Mata adalah organ yang mengandung reseptor penglihatan, menyediakan visi dengan bantuan dari organ aksesori. Organ aksesori ini terdiri dari kelopak mata dan appartus lakrimal, yang mana melindungi mata dan seperangkat otot ekstrinsik yang mana menggerakkan mata. Lapisan pelindung luar bola mata yaitu sklera, dimodifikasi dibagian anterior untuk membentuk kornea yang tembus pandang yang akan dilalui berkas sinar yang akan masuk ke mata. Di bagian dalam sklera terdapat lapisan koroid yang mengandung banyak pembuluh darah yang memberi makan struktur-struktur dalam bola mata. Telinga merupakan organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks, indra pendengaran berperan sangat penting bagi seseorang dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Indra pendengaran sangat penting untuk perkembangan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain melalui bicara tergantung dari kemampuan pendengaran.

1.2 Rumusan Masalah Bagaimanakah pengkajian pada sistem sensori persepsi mata dan telinga

1.3 Tujuan Untuk mengetahui pengkajian pada sistem sensori persepsi mata dan telinga

BAB II PEMBAHASAN

A. SISTEM SENSORI PERSEPSI MATA 1. Definisi Mata adalah kompleks optik sistem yang mengumpulkan cahaya dari lingkungan sekitarnya kemudian mengatur intensitas melalui diafragma, memfokuskan itu melalui adjustable perakitan lensa untuk membentuk sebuah gambar, mengubah gambar ini menjadi satu set sinyal listrik, dan mengirimkan sinyal-sinyal ke otak, melalui jalur saraf yang kompleks yang menghubungkan mata, melalui saraf optik, ke korteks visual dan area lain dari otak. 2. Anatomi Bola Mata a. Anterior Chamber adalah bagian depan mata yang mengandung cairan berair. b. Kapsul adalah membran transparan yang mengelilingi dan membungkus lensa. c. Koroid adalah lapisan pembuluh darah di bawah sclera yang memasok nutrisi ke seluruh bagian mata. d. Lensa Kristal adalah lensa tipis untuk memfokuskan sinar cahaya pada titik yang tepat pada retina e. Ciliary Saraf adalah serabut saraf sensoris yang berjalan di bawah endothelium. f. Konjungtiva adalah adalah selaput tipis dan transparan garis segel yang membuka mata dari tutup untuk tutup

Itu bertindak seperti sebuah penghalang untuk mencegah benda asing untuk menemukan jalan ke bagian belakang mata. g. Kornea adalah permukaan luar yang jelas dari mata, yang menyediakan 60% dari kekuatan fokus pada mata. h. Kelopak mata adalah bagian mata melindungi mata dari benda-benda asing. adalah kelenjar terluar yang untuk

i. Kelenjar Aparatur kelembaban mata.

menjaga

J. Bunga iris adalah mengontrol jumlah cahaya yang masuk mata. k. Makula adalah area kecil yang terletak di bagian posterior retina yang berfungsi sebagai daerah yang paling (pusat) penglihatan akut. Penyakit yang mempengaruhi daerah ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan. l. Retina adalah lapisan tipis jaringan saraf - perpanjangan dari saraf optik - yang disebut retina, layar sel fotoreseptor. 3. Pengkajian Sistem Sensori Persepsi Mata Pengkajian sistem sensori persepsi mata bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi mata apakah dalam keadaan normal atau tidak. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan : a. Inspeksi kelopak mata, bentuk bola mata, konjungtiva, sklera, pupil bandingkan mata kanan dan kiri 1. bengkak = penyakit jantung, anemia, hipertiroid 2. benjol (bengkak dengan batas tegas) : tumor 3. ekstropion (kelopak mata melipat kearah luar), entropion (kelopak mata melipat kearah dalam) : tumor kelopak mata

4. pseudoptosis (kelopak sulit terangkat) : edema

5. ptosis ( kelopak mata jatuh) : sinilis 6. benjolan merah di kelopak mata : hordeolum b. Inspeksi iris 1. warna agak putih : atrofi (biasanya pada penderita DM, lansia ) 2. warna kemerahan : iridis c. Inspeksi kornea 1. cincin abu-abu dipinggir luar : arkus sinilis 2. edema kornea/keruh/menebal : infeksi 3. kornea tampak lembek dan menonjol : keratomalasia d. Inspeksi pupil dan lensa 1. amati pupil : ukuran normal 3-5 mm 2. amati lensa : - jernih: normal - keruh/warna putih : katarak d. Inspeksi konjungtiva 1. warna pucat : anemia 2. warna kemerahan/pus : konjungtivitis/alergi e. Pemeriksaan buta warna Pemeriksaan ini di lakukan dengan menggunakan buku ishihara f. Pemeriksaan ketajaman penglihatan Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan kartu snellen/kartu E untuk menguji ketajaman mata pasien

B. SISTEM SENSORI PERSEPSI TELINGA 1. Definisi Telinga adalah anatomi organ yang mendeteksi suara . Hal ini tidak hanya bertindak sebagai penerima untuk suara, tetapi juga memainkan peran utama dalam pengertian keseimbangan dan posisi tubuh. 2. Anatomi Telinga a. Telinga luar Bagian luar merupakan bagian terluar dari telinga. Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Telinga luar meliputi daun telinga atau pinna, Liang telinga atau meatus auditorius eksternus, dan gendang telinga atau membran timpani. Bagian daun telinga berfungsi untuk membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya menuju gendang telinga. Rancangan yang begitu kompleks pada telinga luar berfungsi untuk menangkap suara dan bagian terpenting adalah liang telinga. Saluran ini merupakan hasil susunan tulang dan rawan yang dilapisi kulit tipis. Di dalam saluran terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan zat seperti lilin yang disebut serumen atau kotoran telinga. Hanya bagian saluran yang memproduksi sedikit serumen yang memiliki rambut. Pada ujung saluran terdapat gendang telinga yang meneruskan suara ke telinga dalam. Peradangan pada bagian telinga ini disebut sebagai otitis Eksterna. Hal ini biasanya terjadi karena kebiasaan mengorek telinga & akan menjadi masalah bagi penderita diabetes mellitus (DM/sakit gula)

b. Telinga tengah Telinga tengah meliputi gendang telinga, 3 tulang pendengaran (martil atau malleus, landasan atau incus, dan sanggurdi atau stapes). Saluran Eustachius juga berada di telinga tengah. Getaran suara yang diterima oleh gendang telinga akan disampaikan ke tulang pendengaran. Masingmasing tulang pendengaran akan menyampaikan getaran ke tulang berikutnya. Tulang sanggurdi yang merupakan tulang terkecil di tubuh meneruskan getaran ke koklea atau rumah siput. Pada manusia dan hewan darat lainnya, telinga tengah dan saluran pendengaran akan terisi udara dalam keadaan normal. Tidak seperti pada bagian luar, udara pada telinga tengah tidak berhubungan dengan udara di luar tubuh. Saluran Eustachius menghubungkan ruangan telinga tengah ke belakang faring. Dalam keadaan biasa, hubungan saluran Eustachius dan telinga tengah tertutup dan terbuka pada saat mengunyah dan menguap. Hal ini menjelaskan mengapa penumpang pesawat terbang merasa 'tuli sementara saat lepas landas. Rasa tuli disebabkan adanya perbedaan tekanan antara udara sekitar. Tekanan udara di sekitar telah turun, sedangkan di telinga tengah merupakan tekanan udara daratan. Perbedaan ini dapat diatasi dengan mekanisme mengunyah sesuatu atau menguap. Peradangan atau infeksi pada bagian telinga ini disebut sebagai Otitis Media c. Telinga dalam Potongan melintang koklea. Endolimfe terdapat di skala media - daerah hijau terang pada tengah diagram. Telinga dalam terdiri dari labirin osea (labirin tulang), sebuah rangkaian rongga pada tulang pelipis yang dilapisi periosteum yang berisi cairan perilimfe & labirin membranasea, yang terletak lebih dalam dan memiliki cairan endolimfe. Di depan labirin terdapat koklea atau rumah siput. Penampang melintang koklea trdiri aras tiga bagian yaitu

skala vestibuli, skala media, dan skala timpani. Bagian dasar dari skala vestibuli berhubungan dengan tulang sanggurdi melalui jendela berselaput yang disebut tingkap oval, sedangkan skala timpani berhubungan dengan telinga tengah melalui tingkap bulat. Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis atau membran Reissner dan sebelah bawah dibatasi oleh membran basilaris. Di atas membran basilaris terdapat organo corti yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organo corti terdiri dari sel rambut dan sel penyokong. Di atas sel rambut terdapat membran tektorial yang terdiri dari gelatin yang lentur, sedangkan sel rambut akan dihubungkan dengan bagian otak dengan saraf vestibulokoklearis. 3. Pengkajian Sistem Sensori Persepsi Telinga Pengkajian sistem sensori persepsi telinga bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi telinga apakah dalam keadaan normal atau tidak. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan :

a. Inspeksi Diperhatikan posisi, warna, ukuran, bentuk, kesimetrisan, seluruh permukaan dan lateral. b. palpasi Palpasi daun telinga : tekstur, nyeri, pembengkakan c. pemeriksaan dengan otoskopik Dengan menggunakan bantuan alat lihat kanalis dan membran timpani a) Warna kemerahan, bau busuk, bengkak : infeksi

b) Warna kebiruan dan kerucut menandakan tumpukan darah dibelakang gendang

adanya

c) Apakah kemungkinaan gendang mengalami robekan d. pemeriksaan ketajaman pendengaran a) uji weber Menguji kemampuan pendengaran telinga kanan dan kiri dengan menggunakan garpu tala dengan hasil 1. normal : suara terdengar seimbang 2. tuli kondusif : suara akan lebih jelas terdengar pada bagian telinga yang sakit 3. tuli sensorineural : suara akan lebih jelas pada bagian telinga yang lebih baik

DAFTAR PUSTAKA

Sloane, ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula, Jakarta :EGC Giancoli, Douglas c. 2001. Fisika jilid 1(terjemahan), Jakarta : penerbit erlangga