Anda di halaman 1dari 6

ASPEK PSIKOLOGIS DALAM KONSELING :

PRIBADI DAN KETERAMPILAN KONSELOR (Resume)

Oleh : Muhamad Ridwan Arif (11.034.02.0007)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM JEMBER 2012

ASPEK PSIKOLOGIS DALAM KONSELING :


PRIBADI DAN KETERAMPILAN KONSELOR (Resume)

1. Konselor sebagai pribadi Konseling merupakan suatu proses unik tempat konselor menawarkan peluang tumbuh bagi konseli. Untuk dapat melaksanakan peranan profesional yang unik sebagaimana tuntutan profesi, konselor profesional mesti memiliki pribadi yang berbeda dengan pribadi-pribadi yang bertugas membantu lainnya. Adapun ciri-ciri pribadi konselor adalah sebagai berikut : a. Kesadaran akan diri dan nilai b. Kesadaran akan pengalaman budaya c. Kemampuan menganalisis kemampuan helper sendiri d. Kemampuan berlayan sebagai teladan dan pemimpin atau orang berpengaruh e. Altruisme f. Penghayatan etik yang kuat g. Tanggung jawab

2. Sikap dan ketrampilan konselor a. Sikap dasar konselor Sikap dasar seorang konselor yaitu : 1) Penerimaan

2) Pemahaman 3) Kesejatian dan keterbukaan

b. Ketrampilan dasar konselor Ketrampilan dasar konselor terdiri dari : 1) Kompetensi intelektual 2) Kelincahan karsa-cipta 3) Pengembangan keakraban

3. Keefektifan konselor a. Faktor-faktor pembeda umum 1) Pengalaman 2) Tipe hubungan konseling 3) Faktor-faktor nonintelektif

b. Ciri-ciri khusus kemampuan konselor efektif Para helper yang efektif : 1) Sangat terampil mendapatkan keterbukaan 2) Membangkitkan rasa percaya, kredibilitas, dan keyakinan dari orangorang yang mereka bantu

3) Mampu

menjangkau

wawasan

luas,

seperti

halnya

mereka

mendapatkan keterbukaan 4) Berkomunikasi dengan hati-hati dan menghargai orang yang mereka upayakan bantuan 5) Mengakui dan menghargai diri mereka sendiri dan tidak

menyalahgunakan orang-orang yang mereka coba bantu untuk memuaskan kebutuhan pribadi mereka sendiri 6) Mempunyai pengalaman khusus dalam beberapa bidang keahlian yang mempunyai nilai bagi orang-orang tertentu yang akan dibantu 7) Berusaha memahami, bukannya menghakimi tingkah laku orang yang diupayakan dibantu 8) Mampu bernalar secara sistematis dan berfikir dengan pola sistem 9) Berpandangan mutakhir dan memilki wawasan luas terhadap peristiwaperistiwa yang berkenaan dengan manusia 10) Mampu mengidentifikasikan pola tingkah laku yang merusak diri dan membantu orang-orang lain untuk berubah dari tingkah laku merusak diri ke pola tingkah laku yang secara pribadi lebih memuaskan
11) Sangat terampil membantu orang-orang lain melihat diri sendiri dan

merespon secara tidakdefensif terhadap pertanyaan siapakah saya?

c. Ciri-ciri khusus perseptual konselor yang baik 1) Para konselor yang baik lebih cendrung berpersepsi : a) Dari kerangka acuan internal ke kerangka acuan eksternal b) Kepada orang daripada benda

2) Para konselor yang baik akan mempersepsi orang lain sebagai : a) Mampu dari pada tak mampu b) Patut percaya dari pada sangsi c) Peramah dari pada tak acuh d) Berguna dari pada sia-sia e) Suka membantu dari pada suka mengganggu f) Termotivasi secara internal dari pada secara eksternal 3) Para konselor yang baik mempersepsi diri sebagai berikut : a) Beridentifikasi pada orang dari pada menghindari orang b) Berguna dari pada sia-sia c) Terpercaya dari pada meragukan 4) Para konselor yang baik mempersepsi tujuan-tujuan mereka sebagai : a) Membebaskan dari pada mengendalikan b) Altruistis dari pada narsistis c) Memperhatikan makna yang luas dari pada yang sempit d) Membuka diri dari pada menutup-nutupi diri e) Melibat dari pada menghindar f) Berorientasi pada proses dari pada berorientasi pada tujuan

d. Konselor yang tidak efektif : pemberdayaan dengan konselor yang intensional

Terdapat ciri-ciri tertentu konselor yang tidak efektif jika khusus dilawankan dengan konselor yang intensional. Konselor intensional bersangkutan dengan kelincahan karsa-cipta konselor untuk berbuat secara cepat-tepat dalam aneka kemungkinan perbuatan yang dapat dilakuakan dalam konseling. Akhirnya perlu ditegaskan bahwa salah satu kunci pokok keefektifan konselor adalah adanya suatu sistem untuk mengorganiasikan dan membimbingan tingkah laku dalamproses konseling dan untuk menggabungkan aneka teori, teknik, dan strategi yang mungkin digali dari berbagai sumber untuk mengembangkan kompetensi profesional sendiri.

Rujukan: Mappiare AT, Andi. 2004. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada