Anda di halaman 1dari 113

KOPERASI UNIT DESA MEKAR UNGARAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA DAN BERBAGAI HAMBATANNYA Skripsi Untuk Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan Pada Universitas Negeri Semarang Oleh SUYANTO NIM 3401403027 FAKULTAS ILMU SOSIAL JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN 2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan kesidang panitia ujia n skripsi pada : Hari : Tanggal : Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II Drs. Hamonangan Sigalingging M.Si Drs. Suprayogi M.Pd NIP.130795081 NIP.131474095 Mengetahui, Ketua Jurusan HKn Drs. Slamet Sumarto M.Pd NIP. 131570070

PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang panitia ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang: Hari : Sabtu Tanggal : 23 Juni 2007. Penguji Skripsi Drs. Eko Handoyo MSi NIP.131764048 Anggota I Anggota II Drs. H. Hamonangan Sigalingging M.Si NIP.130795081 Drs. Suprayogi M.PdNIP.131474095 Mengetahui : Dekan, Drs. Sunardi, MM NIP. 130367998

PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dir ujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang, Mei 2007 Suyanto NIM 3401403027

MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya bersholawat untuk nabi, hai orang-orang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan padanya (Qs Al Ahzab 563) PERSEMBAHAN Dengan mengucap puji dan syukur kepada Allah SWT, Rosullah Muhammad SAW, serta Malaikat - Malaikat Allah SWT, dan makhluk-makhluknya, skripsi ini aku persembahkan untuk : 1. Ibu dan Bapakku tercinta 2. Guru dunia akhirat saya, Abah Abdullah Anik, Al alamah Syekh Abdul Qodir Assegaf, Al alamah Abdullah bin Alwi Alhadad, Al alamah Al fakhihil Mukhodam bin Alwi, Al alamah Syekh Abdul Qodir Jaelani, Al alamah Ali bin Muhammad Al Habsyi, dan Al alamah Anis bin Ali bin Muhammad Al habsyi dan Wali-Wali Allah yang lain. 3. Kakak dan adik saya, Sunaryo dan Mokhamad Hermanto 4. Sahabat-sahabatku yang aku cintai dan aku sayangi Edy K, Sunaryanto, Sri Murniasih, Shanti L, Reni A, Ika L, Ratih, Shofiana, Sofiatun, Rohana, Diyah A, Sri J, dan Indah. 5. Teman kostku, kang Alim, Imam S, Gandhi, Benny, Kasmad, Aan dan yang lain. 6. Almamaterku

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota Dan Berbagai Hambatannya yang diajukan untuk melengkapi syarat-syarat dalam menyelesaikan progam studi tingkat sarjana pada Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Selama penyusunan skripsi ini banyak kendala yang penulis hadapi, namun berkat bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak semua kendala tersebut dapat teratasi. Pada kesempatan ini dengan ketulusan hati penulis, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada yang terhormat : 1. Prof. Dr.H.Sudijono Sastroatmojo, MSi Rektor Universitas Negeri Semarang 2. Drs. Sunardi, MM, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang 3. Drs. Slamet Sumarto, MPd Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaran Universitas Negeri Semarang 4. Drs. Eko Handoyo, MSi, Penguji skripsi di Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan 5. Drs. H. Hamonangan Sigalingging, MSi, Dosen Pembimbing I yang penuh dengan keikhlasan dalam memberikan segala saran, petunjuk dan bimbingan hingga terselesaikanya skripsi ini 6. Drs. Suprayogi, MPd, Dosen Pembimbing II yang dengan sabar mengarahkan dan membimbing penulis dalam menyusun skripsi dari awal hingga akhir.

7. Seluruh anggota, pengurus, pengawas dan karyawan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran yang telah memberikan keterangan yang penulis perlukan dalam penyusunan skripsi ini 8. Bapak H. Moesdaan selaku ketua pengurus Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran yang telah memberikan ijinnya kepada penulis untuk melakukan penelitian di Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran. 9. Ibu, Bapak, Kakak, Adik, Kang Arif, Abah Anik, bib Syafik, bib syekh,bib kris dan teman-temanku yang telah memberikan dorongan dan doa sehingga terselesainya skripsi ini 10. Semua pihak yang tidak penulis sebutkan satu persatu yang telah ikut membant u hingga terselesainya skripsi ini Akhirnya penulis berharap semoga penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkanya (Amin) Semarang, Mei 2007 Penulis

Sari Suyanto. 2007, Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota dan Berbagai Hambatannya. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing : I. Drs. Hamonangan Sigalingging, MSi. II. Drs. Suprayogi, MPd. 96. Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dengan mengutamakan rasa persaudaraan. Koperasi hadir di tengah-tengah masyarakat dengan mengemban tugas dan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masayarakat pada umumnya. Salah satu bentuk koperasi adalah Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran yang menjalankan unit usaha : unit simpan pinjam, pengolahan atau pemasaran hasil produksi, menyediakan atau menyalurkan sarana produksi pertanian, menyediakan keperluan barang-barang konsumsi dan menyediakan segala macam bentuk jasa.. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah : pertama upaya apakah yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. kedua, hambatan apakah yang dihadapi KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya, dan ketiga upaya apakah yang dilakukan KUD Mekar Ungaran di dalam mengatasi hambatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: pertama untuk mengetahui upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. kedua, untuk mengetahui hambatan yang dihadapi KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya, dan ketiga untuk mengetahui upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan tersebut. Dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan dan metode kualitatif yang berfokus pada upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran di dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya, hambatan yang dihadapi KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran di dalam mengatasi hambatan tersebut. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Keabsahan data di uji dengan trianggulasi, kemudian dianalisis deng an pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian, menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya yaitu dengan cara memberikan kredit yang tidak berbelit-belit, pemberian SHU, pemberian santunan kematian bagi anggota yang meninggal dunia, kegiatan pemberian bingkisan lebaran dan beasiswa. Hambatan yang dihadapi KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya adalah : kurangnya modal, letak kantor kurang strategis , kredit macet dan rendahnya partisipasi anggota. Upaya yang dilakukan KUD Mekar dalam mengatasi hambatan mengenai pertama, kurangnya modal yaitu dengan pemupukan modal yaitu membuat simpanan wajib khusus. kedua, tempat kurang strategis, yaitu plubikasi unit usaha KUD Mekar Ungaran. ketiga, adanya kredit macet, yaitu membentuk tim penagih kredit. keempat, rendahnya partisipasi anggot a,

yaitu dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai perkoperasian, khususnya mengenai pentingnya peranan anggota di dalam sebuah koperasi. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan, upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya adalah pemberian kredit kepada anggota, pemberian SHU, pemberian dana santunan, pemberian bingkisan dan pemberian beasiswa. Kendala atau hambatan yang dihadapi KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya adalah kurangnya modal, letak wilayah kurang strategis, kredit macet dan masih rendahny a partisipasi anggota. Upaya yang dilakukan KUD Mekar dalam mengatasi hambatan mengenai pertama, kurangnya modal yaitu dengan cara pemupukan modal. kedua, tempat kurang strategis, yaitu dengan cara pembuatan brosur unit usaha KUD Mekar Ungaran ketiga, adanya kredit macet, yaitu membentuk tim yang akan ditugaskan untuk menagih kerumahnya. keempat, masih rendahnya partisipasi anggota, yaitu dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai perkoperasian, khususnya mengenai pentingnya peranan anggota di dalam sebuah koperasi. Saran yang dapat diajukan dari hasil penelitian ini, yaitu untuk mengatasi hambatan yang dihadapi KUD Mekar Ungaran maka KUD Mekar Ungaran perlu menambah modal dengan cara meningkatkan simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan wajib khusus dan kesadaran anggota koperasi perlu ditingkatkan

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN KELULUSAN PERNYATAAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR SARI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR.... DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Identifikasi dan Pembatasan Masalah C. Perumusan Masalah D. Tujuan Penelitian E. Manfaat Penelitian 9 9 .9 10 i ii iii ...iv ..v ..vi viii .x xiv xv xvi 1 6

F. Sistematika Penulisan Skripsi BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA TEORITIK A. Koperasi 1. Sejarah Koperasi 2. Pengertian Koperasi .13 . 24

3. Landasan Koperasi .. 25 4. Azas-azas Koperasi .27 5. Fungsi, Peran dan Prinsip Koperasi 29 6. Tujuan Koperasi ..31 7. Perangkat Organisasi Koperasi 35 B. Kesejahteraan Anggota 38 C. Koperasi Unit Desa 1. Pengertian Koperasi Unit Desa 40 2. Tujuan .41 3. Bentuk Usaha ..41 D. Kerangka Teoritik 44 BAB III METODE PENELITIAN A. Dasar Penelitian 46 B. Lokasi Penelitian .47 C. Fokus Penelitian ..47 D. Sumber Data Penelitian 47 E. Alat dan Tehnik Pengumpulan Data 48 F. Keabsahan Data ..50 G. Model Analisis Data 52 H. Prosedur Penelitian .54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran

a. Sejarah Berdirinya KUD Mekar Ungaran .56 b. Struktur Organisasi KUD Mekar Ungaran.. ..57 2. Upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya a. Menjalankan usaha dalam bidang ekonomi 69 b. Menjalankan usaha dalam bidang pemasaran .70 c. Menjalankan usaha dalam bidang produksi persusuan 71 d. Menjalankan usaha dalam bidang jasa kelistrikan ..72 e. Menjalankan usaha dalam bidang sosial .72 3. Hambatan yang dihadapi KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. a. Kurangnya Modal 73 b. Letak kantor kurang strtategis .77 c. Kredit Macet 77 d. Masih rendahnya partisipasi anggota ..79 4. Upaya yang di tempuh KUD Mekar Ungaran untuk mengatasi hambatan yang dialami KUD Mekar Ungaran a. Upaya yang dilakukan KUD Mekar dalam mengatasi Hambatan mengenai kurangnya modal. ..80 b. Upaya yang dilakukan KUD Mekar dalam mengatasi Hambatan mengenai letak kantor kurang strategis .80 c. Upaya yang dilakukan KUD Mekar dalam mengatasi Hambatan mengenai kredit macet 81

d. Upaya yang dilakukan KUD Mekar dalam mengatasi Hambatan masih rendahnya partisipasi anggota 81 5. Pembahasan BAB V PENUTUP A. Simpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .81 ..92 93

DAFTAR TABEL Tabel Halaman Tabel 1 : Susunan Pengurus KUD Mekar Ungaran Periode 2006-2010 . 60 Tabel 2 : Susunan Pengawas KUD Mekar Ungaran Periode 2006-2010 62 Tabel 3 : Susunan Karyawan KUD Mekar Ungaran 63 Tabel 4 : Perkembangan Jumlah anggota KUD Mekar Ungaran tahun 2002-2006 . 67 Tabel 5 : Perkembangan Pendapatan SHU KUD Mekar Ungaran Periode 2002-2006 .. 72 Tabel 6 : Perkembangan modal sendiri KUD Mekar Ungaran Periode 2002-2006 . 76 Tabel 7 : Perkembangan kredit yang keluar dan masuk (kredit macet ) di KUD Mekar .. 78 Tabel 8 : Perkembangan anggota yang aktif dan pasif KUD Mekar Ungaran tahun 2006 79

DAFTAR GAMBAR Gambar : Gambar Gambar Gambar Gambar 1 2 3 4 : : : : Kerangka teoritik Skema trianggulasi Skema penarikan kesimpulan Struktur organisasi KUD Mekar Ungaran

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran : 1. Lampiran 1 : Daftar Informan 2. Lampiran 2 : Pedoman Wawancara 3. Lampiran 3 : Surat Ijin Penelitian ke Kantor Linmas Kab Semarang 4. Lampiran 4 : Surat Ijin Penelitian dari Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah ke Kantor KUD Mekar Ungaran 5. Lampiran 5 : Surat Ijin Penelitian ke Kantor KUD Mekar Ungaran 6. Lampiran 6 : Surat Keterangan selesai penelitian di KUD Mekar Ungaran

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dengan mengutamakan rasa persaudaraan, solidaritas dan persaudaraan diantara para anggota. Koperasi hadir ditengah-tengah masyarakat dengan mengemban tugas dan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Koperasi merupakan suatu badan usaha bersama yang berjuang dalam bidang ekonomi dengan menempuh jalan yang tepat dan mantap dengan tujuan membebaskan dari para anggotanya dari kesulitan-kesulitan ekonomi yang diderita mereka (Kartosapoetra, dkk 1991: 1). Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi Perekonomian disusun

sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan . Bentuk badan usaha yang sesuai dengan bunyi dari pasal tersebut adalah koperasi. Hal ini dipertegas dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi, yang menyatakan bahwa : Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan Sebagai badan usaha rakyat, koperasi perlu membangun diri dan meningkatkan diri, serta mampu bersaing dengan badan usaha lain berdasarkan prinsip koperasi, sehingga diharapkan, koperasi sebagai badan usaha rakyat,

mampu berperan sebagai soko guru perekonomian nasional yang berfungsi memperkokoh perekonomian rakyat, dan membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur koperasi harus berpijak pada landasan yang benar. Landasan koperasi Indonesia adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sebagai organisasi yang berwatak sosial, dasar pendirian koperasi berbeda dengan dasar pendirian perusahaan lain seperti Firma dan Perseroan. Pendirian koperasi di latarbelakangi oleh keinginan masyarakat golongan ekonomi lemah untuk memperbaiki ekonomi mereka Di Indonesia dikenal dua macam bentuk koperasi, yaitu Koperasi primer dan Koperasi sekunder. Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang perorangan, melalui usaha untuk memenuhi kebutuhan anggota secara perorangan. Koperasi sekunder merupakan himpunan dari Koperasi primer yang di bentuk sekurang kurangnya dari tiga Koperasi primer. Salah satu bentuk Koperasi primer adalah Koperasi Unit Desa yang merupakan suatu kesatuan ekonomi dari masyarakat yang mempunyai fungsi sebagai penyalur sarana produksi, khususnya pengadaan pangan dan pengembangan ekonomi rakyat yang berguna untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama di wilayah pedesaan. Dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1978 dijelaskan bahwa Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial dan

merupakan wadah dari pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan yang diselenggarakan oleh untuk masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini Koperasi Unit Desa harus mampu memberikan berbagai pelayanan dalam berbagai bidang kegiatan ekonomi serta kebutuhan parta anggotanya maupun masyarakat sekitarnya. Sebagai koperasi pedesaan yang melayani kegiatan perekonomian seperti perkreditan, penyaluran dan pengadaan pangan, pengolahan dan pemasaran hasil produksi serta kegiatan perekonomian lainnya, tentu saja dibutuhkan kerja sama antar anggota koperasi. Anggota merupakan komponen terpenting dalam pembentukan sebuah koperasi, dengan tugas dan bertanggung jawab atas maju dan mundurnya usaha koperasi. Dalam sistem perkoperasian fungsi anggota yaitu sebagai pemilik koperasi dan sekaligus sebagai pengguna jasa koperasi, sehingga tidak heran tanpa ditopang oleh kegiatan dan peran aktif anggota- anggota koperasi, sebuah koperasi tidak dapat maju, berkembang dan bersaing dengan perekonomian swasta. Melihat sebagian besar masyarakat Indonesia bertempat tinggal di daerah pedesaan, tentunya penghidupan ekonomi mereka masih bersumber pada pengadaan bahan pangan dan pengembangan ekonomi rakyat yang berguna untuk meningkatkan taraf anggota dan masyarakat desa sekitarnya. Untuk itu, demi terpenuhinya kebutuhan ekonomi masyarakat pedesaan, dibentuklah sebuah koperasi pedesaan. Salah satu bentuk koperasi pedesaan adalah Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran.

Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran didirikan pada tanggal 31 Agustus1973 yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 24 Kelurahan Sido Mulyo Kecamatan Ungaran dengan Badan Hukum Nomor. 8434 A / BH / 1973. KUD Mekar Ungaran beranggotakan warga Kecamatan Ungaran yang wilayah anggotanya meliputi Desa dan Kelurahan, Desa Nyatyono, Gogik, Lerep, Kalisidi, Keji, Branjang, Leyangan, Kalongan, Beji, Kali Kayen dan Mluweh, sedangkan Kelurahanya meliputi Kelurahan Ungaran, Bandarjo, Susukan, Kalirejo, Sido Mulyo, Gedang Anak, Langensari, Genuk, Candi Rejo, Beji yang berkedudukan di Kecamatan Ungaran Jalan Ahmad Yani No. 24 Kelurahan Sido Mulyo Kabupaten Semarang. Usaha Koperasi Unit Desa Mekar adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota yang bertujuan untuk meningkatkan usaha koperasi dan kesejahteraan anggota serta pemenuhan kebutuhan masyarakat. Jenis - jenis usaha yang dijalankan oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran antara lain : 1. Unit simpan pinjam, yaitu simpan pinjam uang yang berupa uang dan barang-barang elektronik 2. Pengolahan atau pemasaran hasil produksi sektor peternakan, yaitu persusuan 3. Menyediakan atau menyalurkan sarana produksi pertanian, yaitu pupuk dan bibit tanaman 4. Menyediakan keperluan barang-barang konsumsi yaitu, waserda dan saprodi

5. Menyediakan segala macam bentuk jasa, baik yang diperlukan anggota ataupun non anggota dengan bekerja sama dengan pihak luar, yaitu, listrik dan USP Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dari tahun ketahun anggotanya semakin bertambah, hal ini dikarenakan KUD Mekar merupakan satu satunya koperasi desa yang menyalurkan atau menyediakan sarana produksi di bidang pertanian (pupuk dan bibit tanaman) dan peternakan (persusuan) di Kecamatan Ungaran. Banyak berdirinya badan usaha lain yang bergerak dalam bidang yang sama, yang dijalankan oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran, misalnya Firma dan Perseroan yang modal usahanya lebih memadai dan organisasi yang terkontrol menyebabkan adanya persaingan bebas (pasar) diantara badan usaha tersebut. Hal inilah yang menyebabkan peluang dan kesempatan Koperasi Unit Desa Mekar dalam meningkatkan usahanya sedikit banyak terhambat, sehingga Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran sulit untuk mewujudkan tujuan koperasi tersebut Berdasarkan uraian, maka penulis sangat tertarik untuk meneliti KOPERASI UNIT DESA MEKAR UNGARAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA DAN BERBAGAI HAMBATANYA.

B. Identifikasi Masalah dan Pembatasan Masalah 1. Identifikasi Masalah Dari zaman dulu sampai zaman modern sekarang ini, tidak ada manusia di dunia yang dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Sejak dilahirkan, manusia telah menghadapi masalah untuk bisa hidup dan akan berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup dan mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia harus selalu berusaha. Hal ini dikarenakan tidak sesuainya jumlah barang dan jasa yang tersedia dibandingkan dengan jumlah kebutuhan manusia. Manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang mereka peroleh dan dengan apa yang telah mereka capai. Jika semula untuk mempertahankan hidupnya, seseorang bekerja menghasilkan suatu barang untuk digunakan sendiri atau untuk keluarganya, maka dalam perkembanganya, usaha manusia untuk mempertahankan hidupnya dan untuk mencapai keinginannya itu bukan lagi sebagai individu, tetapi sebagai anggota dari suatu kelompok dalam masyarakat, dimana mereka harus bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan sehari-harinya. Hal itu adalah merupakan sifat dan sikap dari manusia bahwa bilamana keinginan-keinginan yang lama telah tercapai selalu didorong oleh keinginan yang baru, dan mereka akan selalu mempunyai keinginan untuk mencapai kesejahteraan yang lebih tinggi dari apa yang telah mereka capai pada hari ini.

Berbagai cara telah digunakan oleh manusia didalam memecahkan permasalahan ekonomi yang mereka hadapi. Salah satunya adalah dengan cara berkoperasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Koperasi merupakan badan usaha bersama yang berjuang dalam bidang ekonomi dengan menempuh jalan yang tepat dan mantap dengan tujuan membebaskan dari para anggotanya dari kesulitan ekonomi yang diderita mereka. ( Kartosapoetra, dkk 1991 : 1 ). Di Indonesia dikenal dua macam bentuk koperasi, yaitu Koperasi primer dan Koperasi sekunder. Salah satu bentuk Koperasi primer adalah Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran yang merupakan suatu kesatuan ekonomi dari masyarakat Ungaran yang mempunyai fungsi sebagai penyalur sarana produksi, khususnya pengadaan pangan dan pengembangan ekonomi rakyat yang berguna untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama wilayah pedesaan Ungaran Dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran menjalankan : a. Unit simpan pinjam Yaitu usaha yang bergerak dalam lapangan usaha pembentukan modal melalui tabungan-tabungan para anggota koperasi secara teratur dan terus menerus, kemudian dipinjamkan kepada para anggota dengan tujuan untuk membantu para anggota yang sedang mengalami kesulitan keuangan.

b. Pengolahan atau pemasaran hasil produksi sektor peternakan Yaitu usaha persusuan yang mengatur usaha susu dan melayani penerimaan pasokan susu dari peternak maupun pemerah susu c. Menyediakan sarana produksi pertanian, yaitu usaha yang menjalankan penjualan pupuk dan bibit tanaman d. Unit barang konsumsi, yaitu usaha yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, misalnya beras, gula dan minyak goreng e. Unit usaha bidang jasa Yaitu usaha yang dijalankan KUD Mekar Ungaran dengan tujuan untuk melayani bidang jasa, misalnya kelistrikan Namun pada kenyataanya, seiring perjalananya menjalannkan usaha. Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran mempunyai kendala yang menghambat usaha koperasi, yaitu kurangnya modal, letak strategis, kredit macet dan masih rendahnya partisipasi KUD Mekar Ungaran tidak bisa maksimal mewujudkan tujuan tersebut cukup kantor kurang anggota. Sehingga koperasi

2. Pembatasan Masalah Agar dalam melakukan penelitian tidak menyimpang dari judul yang dibuat, maka penulis perlu melakukan pembatasan masalah untuk mempersempit ruang lingkup sebagai berikut : Penulis akan membahas mengenai Upaya Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya, serta hambatan

dan upaya yang di lakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran tersebut C. Perumusan Masalah Mengacu pada latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. Upaya apakah yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya ? 2. Hambatan-hambatan apakah yang dihadapi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya ? 3. Upaya apakah yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut? D. Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini, tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapai KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 3. Untuk mengetahui upaya yang ditempuh oleh KUD Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis, manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Untuk memberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa, didalam pengembangan materi di prodi PPKn, khususnya mata kuliah ekonomi koperasi b. Dapat digunakan sebagai dasar pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan penelitian berikutnya bagi masyarakat dan mahasiswa yang akan meneliti tentang koperasi. 2. Manfaat Praktis Secara praktis manfaat penelitian ini adalah a. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang koperasi, khususnya mengenai Koperasi Unit Desa. b. Bagi Masyarakat Dapat dijadikan pedoman apakah koperasi tersebut, sudah sesuai dengan fungsi, peran dan tujuan koperasi c. Bagi Anggota dan Pengurus Dapat dijadikan acuan oleh anggota dan pengurus Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran mengenai upaya upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggotanya. F. Sistematika Penulisan Skripsi Sistematika, merupakan garis besar penyusunan yang bertujuan untuk mempermudah jalan pikiran dalam memaknai secara keseluruhan isi skripsi. Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari 3 ( tiga ) bagian, yaitu : 1. Bagian Awal

Bagian ini berisi sampul, lembar berlogo, halaman judul, persetujuan pembimbing, pengesahan kelulusan, pernyataan, motto dan persembahan, kata pengantar, sari, daftar isi, daftar tabel dan daftar lampiran 2. Bagian Isi Skripsi Bagian ini berisi 5 ( lima ) Bab, yaitu : Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV dan Bab V yang masing- masing berisi tentang : BAB I PENDAHULUAN, berisi tentang : a. Latar Belakang b. Identifikasi dan Pembatasan Masalah c. Perumusan Masalah d. Tujuan Penelitian e. Kegunaan Penelitian f. Sistematika Penulisan Skripsi BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA TEORITIK, berisi tentang : a. Koperasi 1) Sejarah koperasi 2) Pengertian koperasi 3) Landasan koperasi 4) Asas koperasi 5) Fungsi, peran dan prinsip koperasi 6) Tujuan koperasi

7) Perangkat organisasi koperasi b. Kesejahteraan Anggota c. Koperasi Unit Desa 1) Pengertian Koperasi Unit Desa 2) Tujuan Koperasi Unit Desa 3) Bentuk Usaha Koperasi Unit Desa d. Kerangka Teoritik BAB III METODE PENELITIAN, berisi tentang : a. Dasar Penelitian b. Lokasi Penelitian c. Fokus Penelitian d. Sumber Data Penelitian e. Alat dan Tehnik Pengumpulan Data f. Keabsahan Data g. Model Analisis Data h. Prosedur Penelitian. BAB IV HASIL PENELITIAN, berisi tentang : a. Hasil Penelitian b. Pembahasan BAB V PENUTUP, berisi tentang : a. Simpulan b. Saran 3. Bagian akhir skripsi, bagian ini terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA TEORITIK A. Koperasi 1. Sejarah Koperasi Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di kota Rochdale pada tahun 1844 (Sitio, dkk 2001 : 7). Koperasi timbul sebagai reaksi yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas, serta akibat penderitaan sosial ekonomi yang timbul dari sistem kapitalisme (Anoraga, dkk 1997 : 38). Sistem ekonomi kapitalisme membiarkan setiap individu untuk bebas bersaing mengejar keuntungan sebesar-besarnya bagi individu, dan bebas pula mengadakan segala macam kontrak tanpa intervensi pemerintah (Widayanti, dkk 2003 : 18). Akibatnya golongan kecil yang ekonominya terbatas, kehidupan ekonominya semakin sulit, karena terdesak oleh golongan ekonomi yang mempunyai modal besar. Pada saat itulah tumbuh gerakan koperasi yang menentang aliran kapitalisme dengan asas kerja sama dan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat, yang melahirkan perkumpulan koperasi, yang dipelopori oleh koperasi Rochdale di Inggris. Pada awalnya, Koperasi Rochdale di Inggris berdiri dengan usaha penyediaan barang-barang konsumsi untuk kebutuhan sehari hari. Akan tetapi seiring dengan terjadinya pemupukan modal koperasi, koperasi tersebut mulai merintis untuk memproduksi sendiri barang yang akan

dijual, bahkan pada tahun 1851 koperasi Rochdale dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi para anggota-anggotanya (Sitio, 2001 : 8). Perkembangan koperasi di Rochdale sangat mempengaruhi gerakan koperasi di Inggris maupun diluar Inggris a. Jerman Koperasi kredit yang pertama lahir di Jerman pada tahun 1848 diprakarsai oleh dua orang yaitu walikota F.W. Raiffeisen yang mendirikan koperasi kredit bagi kalangan petani dan hakim H. Scultze Delitz yang mendirikan koperasi kredit bagi kalangan para pengusaha dan pedagang. Mereka mendirikan koperasi bertujuan untuk memperbaiki tingkat kehidupan golongan ekonomi lemah dan membebaskan rakyat yang menderita dari cengkeraman kaum pemakan riba yang pada masa itu sangat merajalela, baik di desa maupun di kota (Widayanti, dkk 2003 : 22). Alasan didirikanya koperasi simpan pinjam yang biasa disebut Bank Rakyat (people s bank) ialah rasa perikemanusiaan. Hal ini bermula ketika Raiffisien tergugah hatinya melihat kemiskinan rakyat di desa desa. Sebagian besar rakyat di desa-desa itu tenggelam di dalam lautan utang kepada pemilik tanah (tuan tanah), para pedagang perantara atau tengkulak dan para lintah darat yang tidak mengenal perikemanusiaan. Gerakan koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit di Jerman pada permulaanya amat lambat perkembanganya. Pada tahun 1885

kurang lebih terdapat 245 buah koperasi simpan pinjam di kalangan tani. Atas usaha F.W. Reffeisien, koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit berkembang terus. Pada tahun 1888, yakni pada tahun wafatnya F.W Raiffisien, sudah ada 425 buah koperasi perkumpulan koperasi simpan pinjam atau kredit yang berdiri. Pada tahun 1891 jumlah ini meningkat pesat menjadi 885 buah dan didalam tahun 1938 jumlah itu telah mencapai 1800 buah dengan jumlah anggota seluruhnya kira-kira dua juta orang. b. Perancis Gerakan koperasi di Perancis lahir sekitar tahun 1850, dimana pada saat itu kaum buruh makin terdesak kehidupanya ekonominya karena revolusi industri. Gerakan koperasi di Perancis dipelopori oleh F. Lasale, seorang politikus yang menganjurkan agar buruh pun memiliki pabrik-pabrik seperti pengusaha-pengusaha industri. Lahirlah koperasi koperasi produksi yang pertama, yang didirikan dan dipimpin oleh kaum buruh sendiri. c. Denmark Gerakan Koperasi di Denmark lahir pada tahun1852 dengan nama koperasi peternakan, yang kemudian memiliki pabrik susu dan mentega. Kemajuan koperasi di Denmark didorong oleh pendidikan dari anggotanya, dimana pada saat itu anggota koperasi diwajibkan untuk Sekolah Tinggi Rakyat yang melatih bermacam-macam keterampilan yang langsung dapat diterapkan dalam koperasi- koperasi.

d. India Gerakan koperasi di India dimulai dengan mendirikan koperasi kredit untuk memungkinkan produsen kecil melanjutkan usahanya. Hal itu disebabkan karena pengusaha kecil selalu menjadi korban lintah darat yang meminjamkan modal dengan bunga yang sangat tinggi. Koperasi kredit di India menggunakan sistem Raiffisien, walaupun ada perbedaan sedikit. Dimana kalau koperasi kredit Raiffisien meminjamkan uangnya untuk produksi saja, maka koperasi kredit di India memberikan kredit untuk berbagai tujuan agar para anggotanya tidak menjadi korban pelepas uang. Koperasi kredit di India dapat pula berbentuk sebagai koperasi lumbung, dimana uang mukanya dapat dibayar baik berupa uang maupun berupa padi, sedangkan iuranya harus berupa padi. e. Jepang Di Jepang koperasi pertama kali didirikan pada tahun 1900 bersamaan waktunya dengan pelaksanaan Undang-Undang Koperasi Industri Kerajinan. Walaupun dibawah nama industri kerajinan, koperasi ini juga bergerak di bidang pertanian. Organisasi koperasi yang ada di Jepang sekarang ini berkembang berdasarkan Undang-Undang Koperasi Pertanian tahun 1974 dimana terdapat dua bentuk koperasi pertanian, yaitu koperasi pertanian umum yang bersifat serba usaha dan koperasi pertanian khusus yang hanya bergerak dalam satu jenis usaha misalnya koperasi buah-buahan dan koperasi peternakan.

f. Indonesia Pada tahun 1896 seorang pamong praja Patih R. Aria Wiriatmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyai). Alasannya, ia terdorong oleh keinginan untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Ia mendirikan koperasi kredit model Raiffisien atas bantuan asisten Residen Belanda (Pamong Praja Belanda ) yang menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Maksudnya selain pegawai negeri, para petani juga perlu dibantu karena merekapun makin menderita karena tekanan para pengijon (pelepas uang). 1) Perkembangan Koperasi Era Penjajahan Pada tahun 1915 lahirlah Undang-Undang Koperasi yang pertama yang dikenal pula dengan nama Verordening op de cooperative, yakni Undang-Undang tentang perkumpulan koperasi yang berlaku untuk segala bangsa, jadi bukan semata-mata hanya untuk bumi putera saja. Akan tetapi karena Undang-Undang berklibat pada hukum perniagaan Eropa, maka lebih banyak menghambat daripada mendorong pertumbuhan koperasi. Melihat hal ini, kaum nasionalis mendesak pemerintah Hindia Belanda untuk mengadakan peninjauan kembali terhadap Undang-Undang tersebut. Permintaan itu dikabulkan, sehingga

Belanda pada tahun 1920 membentuk komisi koperasi yang diketuai oleh Prof. Dr Boeke. Setelah bekerja selama kurang lebih tujuh tahun, komisi ini melahirkan ordonansi perkumpulan koperasi bumi putera pada tahun 1927. Ordonansi ini bisa dikatakan lebih maju karena dikatakan dalam salah satu pasalnya bahwa koperasi adalah hukum sipil dan hukum dagang Indonesia. Ketika Jepang datang ke Indonesia tahun 1942 dan mengambil alih penjajahan dari Belanda, didirikanlah oleh pemerintah Jepang semacam koperasi yang disebut Kumiai. Pendirian Kumiai itu bisa diduga untuk menarik simpati rakyat Indonesia, karena dalam kenyataannya Kumiai ini hanyalah alat untuk memeras rakyat Indonesia. Kumiai hanyalah alat untuk mengumpulkan kebutuhan perang Jepang dari rakyat Indonesia, dengan cara membeli hasil-hasil bumi rakyat dengan harga sangat murah, sehingga kepercayaan terhadap koperasi ala Jepang makin memudar. Pada saat awal Indonesia merdeka, pengurus Kumiai mengubah Kumiai menjadi koperasi, Karena pasal 33 UUD 1945 secara tegas menyatakan bangun usaha yang sesuai dengan asas kekelurgaan dan usaha bersama adalah koperasi (Anoraga, dkk 1998 : 42). Kemudian pada tanggal 12 juli 1947, di Tasikmalaya diselenggarakan konggres koperasi Indonesia yang pertama yang mengasilkan beberapa keputusan diantaranya :

1) Membentuk koperasi yang diberi nama Sentral Organisasi Koperasi Indonesia (SOKRI) 2) Menetapkan tanggal 12 juli sebagai hari koperasi 3) Menetapkan gotong royong adalah asas koperasi 4) Mengusahakan berdirinya Bank Koperasi untuk mengorganisasi permodalan koperasi Pada periode 1950-1960 atau yang lebih dikenal sebagai periode ekonomi liberal koperasi harus berjuang susah payah melawan ekonomi lain, sementara bantuan dari pemerintah belumlah mencukupi sehingga banyak koperasi yang macet. Namun pada periode ini dengan adanya konsolidasi organisasi koperasi dari tingkat daerah sampai ke tingkat nasional, sehingga pada tanggal 12 juli 1953 dalam konggres koperasi Indonesia II di Bandung telah ditetapkan keputusan sebagai berikut : 1) Membentuk Dewan Koperasi Indonesia, sebagai pengganti SOKRI 2) Menetapkan pendidikan koperasi sebagai satu pelajaran di sekolah-sekolah lanjutan 3) Mengangkat Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia atas jasa beliau mengembangkan perkoperasian di Indonesia. Pada masa ekonomi terpimpin yaitu pada periode tahun 1960-1965, secara idiil koperasi mengalami kemunduran. Koperasi makin lama makin kehilangan kebebasannya karena campur tangan

pemerintah yang terlalu besar. Bahkan koperasi dijadikan alat politik dengan memasukkan konsep Nasakom di dalamnya. Bahkan, menjelang runtuhnya Orde Lama menuju Orde Baru, keadaan bertambah buruk dengan adanya inflasi yang membumbung tinggi sehingga makin sulit menyediakan barang barang kebutuhan anggota. Memasuki Orde Baru, langkah pertama yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut adalah memurnikan kembali landasan, asas dan sendi dasar koperasi Indonesia serta menata kembali perkoperasian. 2) Perkembangan Koperasi Era Orde Baru sampai dengan sekarang ini Langkah langkah lebih lanjut dari pemerintah Orde Baru untuk mengembangkan koperasi makin mantap dan sistematis, yaitu berupa bantuan teknis dan keuangan dari pemerintah makin besar. Selain itu diupayakan mendekatkan koperasi pada petani yang merupakan 80% rakyat Indonesia, melalui Konsep Badan Usaha Unit Desa dan Koperasi Unit Desa dengan melalui penyatuan beberapa koperasi di pedesaan. Juga dengan adanya usaha-usaha bimbingan massal (BIMAS) dan intensifikasi massal (INMAS) dalam rangka peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani. Pertumbuhan dan perkembangan BUUD/KUD terus meningkat. Ini dimulai sejak awal 1978, karena didukung oleh Inpres No. 2/1978. Jenis usaha kegiatan koperasi seperti kerajinan,

pertanian, perikanan, pengangkutan, kelistrikan desa, dan peransurasian. Namun setelah berjalan beberapa tahun, Inpres No 2 Tahun 1978 diganti dengan Inpres No 4 tahun 1984 dengan alasan adanya beberapa kelemahan, yaitu; pertama, mengubah sistem pembentukan BUUD semula atas inisiatif Pemerintah melalui Badan Pembinaan Bimas Propinsi, kemudian diserahkan kepada prakarsa dan kemampuan masyarakat sendiri; kedua, mengubah fungsi BUUD yang semula banyak berperan sebagai perantara sebelum terbentuknya KUD, menjadi lembaga yang bertanggung jawab dalam membimbing, mendorong dan mengembangkan KUD; ketiga, memperluas cakupan kegiatan ekonomi, yang dulunya hanya di bidang pertanian, menjadi kegiatan yang meliputi keseluruhan potensi ekonomi yang ada didaerah pedesaan. Dengan adanya Inpres No 4 Tahun 1984 KUD diarahkan untuk memegang peranan utama dalam kegiatan perekonomian pedesaan, khususnya di sektor pertanian pangan, peternakan, perkebunan dan agro industri; Di sektor penyaluran kebutuhan pokok warga pedesaan, terutama sandang pangan papan; Di sektor jasa, meliputi bidang simpan pinjam, perkreditan, transportasi, batik, kerajinan rakyat dan sektor-sektor lain sesuai dengan kemampuan dan keadaan desa setempat.

Pada tanggal 17-18 pebruari 1987 diadakan suatu pertemuan yang dihadiri oleh utusan-utusan dari 12 akademi Manajemen Koperasi, Ikopin, dan Dekopin, serta yayasan pendidikan perkoperasian. Pertemuan yang di beri nama Pertemuan Badan Koordinasi Pendidikan Tinggi Koperasi itu adalah berlandaskan pada SK Dekopin No. SKEP/095/DEKOPIN/ 1987. Dalam pertemuan ini kemudian mengambil kesepakan antara lain untuk mendirikan Badan Koordinasi PT Kopertis (BAKOR DIKTI KOPERASI ) yang berfungsi sebagai wadah tunggal koordinasi untuk melaksanakan komunikasi, konsultasi dan bekerjasama dalam menyelengarakan progam pendidikan tinggi, serta bertanggung jawab sesuai dengan kebijakan pemerintah dan gerakan koperasi. Pada tanggal 21 Oktober tahun 1992 pemerintah memberlakukan Undang-Undang No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, yang bertujuan : a) Membangun dan mengembangkan potensi kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya b) Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat

c) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya d) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi Kedudukan koperasi di Indonesia, dengan dikeluarkanya Undang-Undang No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian sangatlah menggembirakan bagi masyarakat Indonesia, dimana dengan dikeluarkannya Undang-Undang tahun 1992 tentang perkoperasian, pembangunan koperasi sebagai wadah kegiatan ekonomi rakyat sekaligus sebagai badan perekonomian nasional mendapat respons yang positif bagi lapisan masyarakat khususnya pedesaan. Dengan berkembangnya KUD yang mampu memberikan kesempatan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat pedesaan, membuat masyarakat senang untuk memanfaatkan jasa koperasi. Hal ini dapat kita lihat, dimana dengan diberlakukanya Undang-Undang No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, maka setiap koperasi di Indonesia akan mendapat dukungan dari pemerintah, dan itulah yang menyebabkan banyak berdirinya koperasi-koperasi di tanah air, bahkan hampir tiap kecamatan di seluruh Indonesia ada koperasi.

2. Pengertian Koperasi Koperasi berasal dari kata bahasa inggris yaitu co yang artinya samasama, dan operation yang berarti bekerja atau bertindak. Secara harfiah koperasi berarti bekerjasama dari sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggota. Dr.Fray memberikan definisi koperasi, yaitu : Koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa sehingga masing-masing sanggup menjalankan kewajibanya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi (Hendrojogi, 2000 : 20) Margono Djojohadikoesomo yang dikutip Hendrojogi ( 2000 : 21) memberikan definisi koperasi, yaitu : Koperasi adalah perkumpulan manusia, seorang-seorang yang dengan sukanya sendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya Arifinal Chaniago memberikan definisi koperasi, yaitu : Koperasi sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya (Sitio,dkk2001:17) H.E Erdman memberikan definisi koperasi, yaitu : Koperasi adalah usaha bersama, merupakan badan hukum anggota adalah pemilik dan menggunakan jasanya dan mengembalikan semua penerimaan diatas biayanya kepada anggota sesuai dengan transaksi yang mereka jalankan (Wirasasmita,dkk 1990 : 5) Mohamad Hatta memberikan definisi koperasi, yaitu :

Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan kegotong royongan (Sukamdiyo, 1996 : 5) Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, yang dimaksud dengan koperasi adalah : Badan usaha bersama dari sekelompok orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan . Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa koperasi adalah badan usaha ekonomi rakyat yang beranggotakan orang-perorang atau badan hukum koperasi yang bekerja sama dalam bidang ekonomi dan sosial berdasarkan prinsip persamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan 3. Landasan Koperasi Untuk mendirikan koperasi yang kokoh perlu adanya landasan tertentu. Landasan ini merupakan suatu dasar tempat berpijak yang memungkinkan koperasi untuk tumbuh dan berdiri kokoh serta berkembang dalam pelaksanaan usaha-usahanya untuk mencapai tujuan dan cita-citanya. Landasan koperasi adalah dasar atau pedoman bagi koperasi, baik dasar bagi setiap pemikiran yang akan menentukan arah tujuan koperasi maupun dasar dari kedudukan koperasi dalam struktur perekonomian bangsa dan negara (Chaniago, dkk 1973 : 15). Landasan koperasi Indonesia adalah : a. Landasan Idiil

Landasan Idiil Koperasi Indonesia adalah Pancasila, yang termuat dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992. Landasan Idiil koperasi adalah dasar yang digunakan dalam usaha untuk mencapai citacita koperasi (Anoraga, dkk 1997 : 8). Secara ideal koperasi harus dijiwai oleh Pancasila terutama sila ke lima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia . b. Landasan Struktural dan Gerak Landasan Struktural Koperasi adalah Undang-Undang Dasar 1945, dan landasan geraknya adalah Pasal 33 Ayat 1 berbunyi Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan (Kartasapoetra, dkk.1991 : 7). Yang dimaksud dengan landasan struktural adalah tempat berpijak koperasi dalam susunan hidup bermasyarakat. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, salah satu bagian yang terpenting adalah kehidupan ekonomi yaitu segala kegiatan dan usaha untuk mengatur dan mencapai atau memenuhi kebutuhan dan keperluan hidup, sedangkan yang dimaksud dengan landasan gerak yaitu ketentuanketentuan yang terperinci tentang koperasi Indonesia harus berlandasakan dan bertitik tolak dari jiwa pasal 33 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. Asas kekeluargaan dan kegotongroyongan dalam koperasi seperti yang dikemukakan oleh Kartosapoetra ( 1991 : 18 ) adalah adanya kesadaran dari hati nurani manusia untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi oleh semua di bawah pimpinan pengurus, serta pemilihan para anggota didasarkan atas dasar keadilan dan kebenaran bagi

kepentingan bersama. Asas kegotongroyongan berarti bahwa pada koperasi tersebut terdapat kesadaran bersama dan tanggung jawab yang menitikberatkan kepada keputusan bersama serta berupaya untuk mengatasi hambatan secara kolektif. c. Landasan Mental Agar Koperasi Indonesia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam mencapai tujuannya, harus ditopang dengan sikap mental para anggotanya yaitu Setia kawan dan kesadaran pribadi (solidarity and individuality). Rasa setia kawan sangat penting, karena tanpa rasa setia kawan, maka tidaklah mungkin ada kerjasama(sense cooperation) yang merupakan conditio sine qua none dalam koperasi sebagai usaha bersama dalam kesamaan hak dan kewajiban. 4. Azas-Azas Koperasi Azas mengandung arti dasar pemikiran untuk mencapai tujuan ( Soeradjiman, 1996 : 6 ). Azas koperasi atau dalam bahasa inggris disebut Cooperative Principles, berasal dari bahasa latin. Principium yang berarti basis atau landasan. Principium memiliki arti cita-cita utama atau kekuatan atau peraturan dari organisasi( Hendrojogi, 2000 : 30 ). Rochdale atau lebih dikenal dengan The rochdale society of equitable pioners yang dinyatakan sebagai peraturan dari perkumpulan citacita koperasi yang kemudian dikenal sebagai azas Rochdale atau Rochdale Principles telah mengilhami cara kerja dari gerakan - gerakan koperasi

sedunia. Azas Rochdale sebagaimana dikemukakan oleh Hendrojogi (2000 : 31) adalah : a. Pengendalian secara demokrasi b. Keanggotaan yang terbuka c. Bunga terbatas atas modal d. Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota proporsional dengan pembelianya e. Pembayaran secara tunai atau transaksi perdagangan f. Tidak boleh menjual barang-barang palsu dan harus murni g. Mengadakan pendidikan bagi anggota anggotanya tentang azas-azas koperasi dan perdagangan yang saling membantu h. Netral dalam aliran agama dan politik Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi menyatakan koperasi berdasar atas azas kekeluargaan. Prinsip kekeluargaan tersebut bersumber dari ketentuan lebih tinggi, yaitu UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1 yang berbunyi Perekonomian disusun sebagai badan usaha bersama berdasar atas kekeluargaan. Azas kekeluargaan dalam koperasi mengandung arti kerjasama yang saling menghidupi, atau dengan kata lain tidak boleh terjadi suatu usaha merugikan atau mematikan usaha yang dijalankan oleh pihak lain Menurut Moh Hatta yang dikutip Soeradjiman (1996:7) inti pengertian dari azas dari kekeluargaan terletak pada rasa setia kawan ( solidaritas ) dan percaya pada diri sendiri ( Individualitas ) yang mengandung arti : a. Setiap anggota memperhatikan anggota lainya b. Yang kuat membantu yang lemah c. Masing-masing berpastisipasi dalam usaha sesuai dengan kemampuanya d. Kepentingan lebih utama daripada kepentingan individu e. Hasil usaha dibagi secara adil sesuai dengan partisipasi masing-masing anggota

5. Fungsi, Peran dan Prinsip Koperasi a. Fungsi dan Peran Koperasi. Fungsi adalah bagian dari tugas yang terkait dengan suatu kedudukan atau peran. Dalam hal ini koperasi sebagai badan usaha berfungsi menyelenggarakan kegiatan produksi atau jasa untuk meningkatkan kesejahteraan, harkat dan martabat anggota (Soeradjiman, 1996 : 69 ). Pengertian peran adalah arti penting bagi usaha untuk mengembangkan kegiatan koperasi dengan membuka kesempatan seluas luasnya bagi warga masyarakat untuk membangun kehidupan ekonominya. Fungsi dan peran koperasi menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 4 Bab III adalah sebagai berikut : 1) Membangun dan mengembangkan potensi kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya 2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. 3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya. 4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

b. Prinsip-Prinsip Koperasi Prinsip koperasi adalah prinsip-prinsip koperasi yang berlaku dalam koperasi dan dijadikan pedoman kerja dan merupakan jati diri bagi koperasi Indonesia. Koperasi perlu berpegang teguh pada prinsip-prinsip koperasi. Prinsip-prinsip koperasi menurut Undang-Undang No 25 Tahun 1992 Pasal 5 Bab III adalah sebagai berikut : 1). Koperasi melaksanakan Prinsip Koperasi sebagai berikut : a). Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka Setiap orang tidak boleh dipaksa untuk menjadi anggota koperasi, Namun harus berdasar atas kesadaran sendiri. b). Pengelolaan dilakukan secara demokratis Ini didasarkan pada kesamaan hak suara bagi setiap para anggota dalam pengelolaan koperasi. c). Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota Koperasi bukanlah badan usaha yang berwatak kapitalis, Sisa Hasil Usaha yang dibagi kepada anggota tidak berdasarkan modal yang di miliki anggota dalam koperasinya, tetapi berdasarkan kontribusi jasa usaha yang diberikan anggota kepada koperasi. d). Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal Fungsi modal dalam koperasi bukan sekedar untuk mencari keuntungan, akan tetapi dipergunakan untuk kemanfaatan anggota

e). Kemandirian Bahwa koperasi harus mampu berdiri sendiri dalam hal pengambilan keputusan usaha dan organisasi serta adanya kebebasan yang bertanggung jawab. 2). Dalam mengembangkan Koperasi, maka Koperasi melaksanakan pula prinsip Koperasi sebagai berikut : a ). Pendidikan Perkoperasian Keberhasilan koperasi sangat erat hubunganya dengan partisipasi aktif anggotanya. Pendidikan perkoperasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan kehidupan berkoperasi, agar sesuai dengan jati dirinya. b ). Kerja sama antar Koperasi Kerja sama ini dimaksudkan untuk saling memanfaatkan kelebihan dan mengurangi kelemahan masing-masing koperasi. 6. Tujuan Koperasi Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3 menegaskan bahwa koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, dan ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dari tujuan koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 dapat dilihat adanya tiga pihak yang berkepentingan atas tercapainya tujuan koperasi, yaitu anggota koperasi, masyarakat dan pemerintah.

a. Tujuan koperasi dilihat dari sudut kepentingan anggota. Apabila dilihat dari sudut kepentingan anggotanya, koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya, baik kesejahteraan di bidang ekonomi maupun kesejahteraan di bidang sosial. Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota, koperasi melakukan berbagai usaha untuk memberikan pelayanan penyediaan barang dan jasa sesuai dengan bidang usaha yang digelutinya. Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan sosial anggotanya koperasi memberikan layanan di bidang sosial anggotanya, Koperasi berusaha memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan dan kesetiakawanan asumsi dan berbagai usaha lain yang dibutuhkan. Wirasasmita, dkk ( 1990 : 30-31 ) mengungkapkan tujuan koperasi dilihat dari kepentingan anggotanya sebagai berikut : 1). Pemberian jasa dan pelayanan yang bermanfaat bagi anggotanya sesuai jenis koperasi seperti : a). Koperasi Konsumsi Penyaluran barang kebutuhan barang-barang konsumsi dengan harga yang pantas. b). Koperasi Produksi Menyediakan bahan dan peningkatan mutu pemasaran c). Koperasi Kredit Menyediakan kredit dan meningkatkan tabungan anggotanya.

2). Peningkatan taraf hidup anggota a). Peningkatan produksi b). Perbaikan kualitas harga c). Memperkuat permodalan d). Memperlancar dan memperbaiki distribusi barang dan jasa e). Mencegah pemalsuan dan kualitas yang rendah f). Menjamin ukuran dan timbangan yang benar g). Mendidik dan menganjurkan para anggotanya untuk menabung. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan Koperasi dilihat dari kepentingan anggotanya adalah sangat beragam dan sangat ideal karena itu mendapat tanggapan positif dari semua individu warga negara. b. Tujuan koperasi dilihat dari sudut kepentingan masyarakat. Dilihat dari sudut kepentingan masyarakat, koperasi mempunyai andil dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Koperasi disamping melayani kebutuhan barang dan jasa dibidang sosial, Koperasi dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan, pendidikan atau pelatihan keterampilan kepada masyarakat. Koperasi juga mengkampanyekan ideide koperasi dalam rangka memasyaratkan koperasi. Tujuan koperasi dilihat dari sudut kepentingan masyarakat menurut Wirasasmita, dkk ( 1990 : 31 ) adalah 1) Mengembalikan kepada masyarakat dan kepentingan koperasi

2) 3) 4) 5)

Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berkoperasi Mempersatukan masyarakat ekonomi lemah Menciptakan dan memperluas lapangan kerja Membantu pelayanan dan penyediaan kebutuhan kebutuhan pokok

masyarakat 6) Membantu usaha-usaha sosial masyarakat 7) Meningkatkan taraf hidup dan kecerdasan warga masyarakat. Dari uaraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan koperasi dilihat dari sudut kepentingan masyarakat sangat dibutuhkan sekali dalam membangun taraf kesejahteraan baik didalam lingkungan masyaraklat koperasi itu sendiri maupun bagi masyarakat sekitarnya. c. Tujuan Koperasi dilihat dari sudut kepentingan Pemerintah. Wirasasmita, dkk ( 1990 : 32 ) merumuskan tujuan koperasi dilihat dari sudut kepentingan pemerintah sebagai berikut : 1) Melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1 2) Membantu dan menunjang progam pemerintah dalam pembangunan meningkatkan produksi 3) Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kemakmuran Indonesia 4) Partner pemerintah yantg bergerak dalam bidang perekonomian. Supaya tujuan di atas tercapai, pemerintah berkewajiban untuk membina, mengembangkan dan memajukan setiap langkah gerakan koperasi serta berkewajiban melindungi setiap usaha yang dilakukan koperasi dari persaingan yang tidak sehat, menuju tata perekonomian

bangsa Indonesia yang sehat. Dengan demikian tujuan koperasi untuk membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju adil dan makmur yang berlandaskan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945. 7. Perangkat Organisasi Koperasi Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Perangkat organisasi koperasi adalah sebagai berikut a. Rapat Anggota Rapat anggota adalah tempat dimana suara-suara anggota berkumpul dan hanya diadakan pada waktu-waktu tertentu (Hendrojogi, 2000 : 133) Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi yang mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut : 1) Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi 2) Menetapkan kebijaksanaan umum koperasi 3) Memilih atau mengangkat memberhentikan pengurus dan Badan Pemeriksa. 4) Menetapkan dan mengesahkan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Belanja Koperasi serta kebijaksanaan pengurus dalam bidang organisasi dan usaha koperasi. 5) Mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan Badan Pemeriksa dalam bidang organisasi dan usaha koperasi.

b. Pengurus Pengurus koperasi adalah para anggota yang dipilih dalam rapat anggota sebagai kelompok orang yang di tugasi untuk mengurus koperasi dalam periode tertentu (Sukamdiyo, 1996 : 96) Fungsi Pengurus adalah memimpin organisasi dan usaha koperasi serta bertindak untuk dan atas nama koperasi dalam berhubungan dengan pihak ketiga sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota dan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga Koperasi. 1). Tugas dan Kewajiban Pengurus Secara kolektif tugas dan kewajiban pengurus adalah a). Pengurus bertugas mengelola koperasi sesuai dengan kebijaksanaan yang diputuskan oleh Rapat Anggota b). Untuk melaksanakan tugas tersebut, pengurus berkewajiban : (1). Mengajukan rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi (2). Menyelenggarakan administrasi umum dan daftar pengurus (3). Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib (4). Menyelenggarakan Rapat anggota (5). Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas 2). Kewenangan Pengurus Sebagai pemegang rapat anggota, pengurus berwenang :

a). Mewakili koperasi didalam dan luar pengadilan b). Melakukan tindakan hukum dan upaya lain untuk kepentingan anggota dan kemanfaatan koperasi 3). Tanggung Jawab Pengurus Pengurus bertanggung jawab atas segala upaya yang berhubungan dengan tugas, kewajiban, dan kewenangan yang dimiliki kepada Rapat Anggota dalam bentuk laporan Tahunan c. Pengawas Pengawas adalah salah satu dari fungsi manajemen (Hendrojogi, 2000 :147). Trewathn dan Networth mengartikan manajemen : Manajemen adalah sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan aktivitas-aktivitas organisasi seacara efektif dan efisien (Winardi, 1990 : 4) Pengawas dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam Rapat Anggota. Wewenang dan tugas dari pengawas adalah sebagai berikut : 1) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi 2) Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya 3) Meneliti catatan yang ada dalam koperasi dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan

B. Kesejahteraan Anggota. Kesejahteraan ( sejahtera ) Menurut W. J.S Poerwadarminto diartikan sebagai keadaan yang aman sentosa, makmur, atau selamat atau terlepas dari segala macam gangguan maupun kesukaran dan sebagainya. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat memberikan definisi kesejahteraan sebagai berikut : Kesejahteraan yaitu suatu kondisi seseorang atau masyarakat yang telah terpenuhi kebutuhan dasarnya, kebutuhan dasar tersebut berupa kecukupan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan dasar lainya seperti lingkungan bersih, aman dan nyaman dan juga terpenuhinya hak asasi dan partisipasi serta terwujudnya masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa .(www.menkokesra.go.id/) Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan para anggota, hal ini sebagaimana di sebutkan dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian bahwa : Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 1945 . Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota, koperasi harus dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Kebutuhan manusia diatur dalam suatu seri tingkatan atau suatu hirarkhi menurut pentingnya masing-masing kebutuhan, dalam artian setelah kebutuhan-kebutuhan manusia pada tingkatan yang lebih terendah terpenuhi, maka muncullah tingkatan berikutnya yang lebih tinggi menuntut kepuasan.

Di zaman modern sekarang ini, tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri dan terlepas dari pengaruh lingkungan didalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Chourmain Imam (1998 : 5-9 ) menyatakan, kebutuhan-kebutuhan manusia dapat dibedakan menurut : 1. Kebutuhan manusia menurut jenisnya, yaitu : a. Kebutuhan ekonomi adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan hidup. b. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang lebih didasarkan kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan, pujian ataupun meningkatkan kedudukan seseorang dipandang dari masyarakt sekitar. 2. Kebutuhan manusia menurut bentuknya, yaitu : a. Kebutuhan lahiriah adalah kebutuhan yang secara alami dirasakan oleh fisik atau jasmani. b. Kebutuhan rohaniah adalah kebutuhan pemenuhan keperluan yang rohaniah sifatnya. 3. Kebutuhan manusia menurut sifatnya, yaitu : a. Kebutuhan pokok yang artinya adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi sehingga menjamin manusia dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya secara wajar b. Kebutuhan pelengkap adalah kebutuhan yang sifatnya melengkapi kebutuhan pokok. 4. Kebutuhan manusia menurut waktunya, yaitu : a. Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang menurut waktunya harus dipenuhi sekarang juga, agar manusia tidak memperoleh kesulitan b. Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi pada hari esok dan hari yang akan datang. Untuk mencapai suatu taraf hidup yang sejahtera dapat dicapai dengan adanya perluasan kesempatan kerja dan pemerataan pendapatan, yaitu pendapatan anggota yang didapat melalui kegiatan berkoperasi, yang di bagikan kepada anggota, sesuai dengan hasil keuntungan koperasi. Menurut Sukamdiyo ( 1996 : 102 ) kesejahteraan lain yang didapat anggota koperasi adalah : 1. Membangkitkan aspirasi dan pemahaman para anggota tentang konsep, prinsip, metode dan praktek serta pelaksanaan usaha koperasi

2. Mendorong dan menopang kebijakan pemerintah serta gerakan koperasi dalam rangka pembangunan sosial ekonomi 3. Mengubah perilaku dan kepercayaan serta menumbuhkan kesadaran pada masyarakat, khususnya para anggota koperasi tentang arti penting atau manfaat bergabung dan berpastisipasi aktif dalam kegiatan usaha dan pengambilan keputusan koperasi sebagai upaya perbaikan terhadap kondisi sosial-ekonomi mereka. Koperasi merupakan suatu badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengam melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi dalam menjalankan usahanya, juga mengalami berbagai hambatan-hambatan, sehingga koperasi harus melakukan berbagai upaya agar koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan anggota. Dalam hal ini, keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuanya tergantung dari aktifitas anggota, apakah mereka mampu malaksanakan kerja sama dan mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan dalam Rapat Anggota C. Koperasi Unit Desa 1. Pengertian Koperasi Unit Desa Koperasi Unit Desa adalah Koperasi pedesaan yang multifungsional, berarti melakukan berbagai kegiatan ekonomi dalam bidang wilayah desa yang bersangkutan (Moertono, 1980 : 2) Koperasi Unit Desa adalah Koperasi yang anggota anggotanya terdiri dari penduduk desa yang mempunyai kepentingan-kepentingan yang satu sama lain ada sangkut paut secara langsung dalam menjalankan

beberapa macam usaha sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa tersebut ( Widayanti, dkk 2003 : 232) 2. Tujuan Tujuan utama yang ingin di capai Koperasi Unit Desa adalah meningkatkan kesejahteraan anggota perorangan beserta keluarganya. Sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai dengan usaha tertentu, seperti usaha simpan pinjam yang bertujuan memenuhi kebutuhan kredit bagi anggotanya, Usaha pertokoan seperti penyediaan dan penyaluran sarana produksi pertanian, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian dan pelayanan jasa-jasa dan produksi lainya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan barang- barang bagi anggotanya dan masyarakat sekitarnya. 3. Bentuk Usaha Dalam menjalankan fungsi dan peranya untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi Unit Desa melakukan berbagai usaha baik dibidang ekonomi maupun di bidang sosial a. Usaha di bidang Ekonomi. Usaha koperasi di bidang ekonomi ditempuh dengan : 1). Koperasi Konsumsi Koperasi konsumsi adalah koperasi yang anggota anggotanya terdiri dari tiap-tiap orang yang mempunyai kepentingan langsung dalam lapangan konsumsi. Koperasi konsumsi dibentuk untuk memnuhi kebutuhan barang-barang konsumsi yang meliputi kebutuhan pokok sehari

hari misalnya barang pangan (beras, gula, garam dan minyak) dan barang pembantu keperluan sehari hari (sabun dan minyak tanah) yaitu dengan cara mendirikan toko-toko atau warung barang konsumsi dengan barang serba ada. 2). Koperasi Produksi Koperasi produksi adalah koperasi yang bergerak dalam bidang kegiatan ekonomi pembuatan dan penjualan barang-barang baik yang dilakukan oleh koperasi sebagai organisasi maupun orang-orang anggota koperasi (Anoraga, dkk 1997 : 24). Koperasi produksi ini di bentuk untuk melayani penyaluran dan pemasaran hasil dari peternakan dan pertanian, misalnya sapi perah, pupuk, dan bibit padi yang di sediakan untuk memenuhi kebutuhan peternakan dan peternakan para anggota dan masyarakat sekitar. 3). Koperasi Simpan Pinjam Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha pembentukan modal melalui tabungantabungan para anggota secara teratur dan terus menerus untuk kemudian dipinjamkan kepada para anggota dengan cara mudah, cepat dan tepat untuk tujuan produktif dan kesejahteraan. Koperasi simpan pinjam didirikan untuk memberikan kesempatan kepada anggota-anggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan ongkos (bunga) yang ringan. 4). Pembagian Sisa Hasil Usaha

Sisa hasil usaha koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku di kurangi dengan biaya penyusutan dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkuta (Sitio, dkk 2001 : 87) Sisa hasil usaha yang di bagikan ke anggota koperasi sebanding dengan jasa usaha yang di lakukan masing-masing anggota koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. 2. Usaha di bidang Sosial Dalam bidang sosial dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut a. Memberikan sumbangan kepada anggota koperasi, apabila keluarganya ada yang meninggal b. Pemberdayaan manusia sebagai makluk sosial, hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi para anggotanya untuk berhubungan dan menjalin kerja sama dengan anggota lain, C.C Taylor mengisyaratkan : Ada dua ide dasar yang bersifat sosiologis yang penting dalam pengertian kerja sama yaitu : 1). Pada dasarnya orang lebih menyukai hubungan dengan orang lain secara langsung. 2). Manusia lebih menyukai hidup bersama yang saling menguntungkan dan damai daripada perseorangan. (Wirasasmita, dkk 1990:3)

D. Kerangka Teoritik Berdasarkan landasan teori yang telah diajukan dalam bagian terdahulu maka desain penelitian yang akan dilaksanakan, dapat digambarkan dalam kerangka teoritik sebagai berikut : Kerangka Teoritik Kebutuhan anggota Usaha Koperasi Anggota Koperasi Hambatan dan upaya Kesejahteraan anggota Sejak dilahirkan, manusia telah menghadapi masalah untuk bisa hidup dan akan berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup dan mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia harus selalu berusaha. Jika semula untuk mempertahankan hidupnya, seseorang bekerja menghasilkan suatu barang untuk digunakan sendiri atau untuk keluarganya, maka dalam perkembanganya, usaha manusia untuk mempertahankan hidupnya dan untuk mencapai keinginannya itu bukan lagi sebagai individu, tetapi sebagai anggota dari suatu kelompok dalam

masyarakat, dimana mereka harus bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan sehari-harinya. Berbagai cara telah digunakan oleh manusia didalam memecahkan permasalahan ekonomi yang mereka hadapi. Salah satunya adalah dengan cara berkoperasi. Koperasi merupakan suatu badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengam melandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi didirikan oleh para anggota koperasi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan para anggota. Untuk mengetahui apakah tujuan telah tercapai atau belum tercapai, koperasi berusaha menjalankan usahanya dengan sebaik-baiknya agar dapat berperan sebagai mana mestinya. Koperasi dalam menjalankan usahanya, juga mengalami berbagai hambatan-hambatan, sehingga koperasi harus melakukan berbagai upaya agar koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan anggota. Dalam hal ini, keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuanya tergantung dari aktivitas anggota, apakah mereka mampu malaksanakan kerja sama dan mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan dalam Rapat Anggota

BAB III METODE PENELITIAN A. Dasar Penelitian Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang bermaksud menerangkan kebenaran (Rachman,1999:2). Penemuan kebenaran melalui kegiatan penelitian dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan yang digambarkan dengan kata-kata tertulis dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Alasan menggunakan pendekatan ini adalah : 1. Dengan pendekatan kualitatif maka peneliti melakukan penelitian pada latar ilmiah, maksudnya peneliti melihat kenyataan yang ada dilapangan. Dalam hal ini peneliti mengamati upaya yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya, hambatan serta upaya yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran didalam mengatasi hambatan tersebut 2. Dengan pendekatan kualitatif tidak ada teori yang apriori artinya peneliti dapat mempercayai apa yang dilihat sehingga bisa sejauh mungkin menjadi netral. Dalam hal ini, peneliti mengamati dan mencatat semua data yang ada dengan apa adanya tanpa mengurangi dan menambahi.

B. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada KUD Mekar Ungaran yang berlokasi dijalan Ahmad Yani No. 24 Kelurahan Sido Mulyo, Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang. C. Fokus Penelitian Penelitian ini berfokus pada KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan berbagai hambatannya di kecamatan Ungaran. Secara lebih khusus penelitian ini diarahkan pada : 1. Upaya Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya menyangkut bidang organisasi dan pemberian sisa hasil usaha 2. Hambatan yang dihadapi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran menyangkut bidang permodalan 3. Upaya yang ditempuh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan, menyangkut bidang permodalan. D. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto, 1997 : 114). Menurut Lofland dan Lofland sumber utama dari penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah tambahan seperti dokumen dan lain-lain (Moeleong, 2002 : 112)

1. Data Primer Data primer yaitu data yang diambil secara langsung dari sumber primer, yaitu dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Data primer yang diambil, yaitu berupa hasil wawancara kepada anggota, pengurus dan pengawas Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran. Jumlah yang diwawancarai adalah 20 orang, yaitu 14 anggota, 3 pengurus dan 3 pengawas. Data berupa observasi, yaitu berupa hasil dari observasi keadaan fisik dan struktur organisasi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur dan catatan yang menyebutkan pokok permasalahan yang akan dijadikan sebagai landasan yang bersifat teoritis. Data sekunder yang diambil yaitu berupa catatan dalam laporan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas pada Rapat Anggaran Tahunan dan Anggaran Dasar Rumah Tangga Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran E. Alat dan Teknik Pengumpulan Data Dalam suatu penelitian perlu menggunakan metode pengumpulan data yang tepat. Hal ini dilakukan, agar data yang diperoleh objektif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan 1. Metode Wawancara Metode wawancara adalah cara pengumpulan data melalui percakapan yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara

(interviewer) yang mengajukan pertanyaan dengan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban dari pertanyaan itu (Moleong, 2002 : 135) Metode wawancara dalam penelitian ini berupa interview terhadap informan. Wawancara ini dilakukan untuk mencari data-data yang ada dalam koperasi mengenai bidang organisasi, permodalan dan sarana prasarana penunjang koperasi. Informan yang diwawancarai dalam penelitian ini antara lain. a. Anggota Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran b. Pengurus Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran c. Pengawas Koperasi Unit Desa mekar Ungaran 2. Metode Observasi Metode Observasi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan kegiatan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Rachman, 1999 : 7). Observasi merupakan suatu kegiatan pengamatan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejalagejala yang diselidiki (Narbuko Kholid, dkk. 2004 : 70) 3. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan cara mencari, mengenali hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya ( Arikunto. 1997 : 234 )

Data yang dikumpulkan melalui tehknik dokumentasi berupa arsiparsip atau dokumen-dokumen tentang kepengurusan KUD Mekar Ungaran, Buku Daftar Anggota KUD Mekar Ungaran, Sejarah umum KUD Mekar Ungaran, Notulen Rapat Anggota serta buku Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KUD Mekar Ungaran 4. Metode Studi Kepustakaan Metode pengumpulan data dengan cara telaah pustaka yaitu dengan cara menentukan teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi generalisasi untuk dijadikan landasan teoritis bagi penelitian yang akan dilakukan (Rachman. 1999 : 44) Yang dimaksud dengan studi metode kepustakaan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dengan cara memanfaatkan buku, literatur ataupun hasil penelitian karya orang lain yang sangat diperlukan guna menambah bobot ilmiah penelitian ini, disamping dapat menambah cakrawala dan wawasan bagi peneliti dan penulis. F. Keabsahan Data Pemeriksaan terhadap keabsahan data merupakan salah satu bagian sangat penting didalam penelitian kualitatif. Dalam kriteria keabsahan data salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data adalah trianggulasi. Trianggulasi adalah teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan suatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Menurut Patton dalam bukunya Moeleong (2002:178) menyimpulkan trianggulasi dapat di lakukan dengan beberapa cara yaitu :

1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. 2. Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi 3. Membandingkan apa yang dilakukan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu 4. Membandingkan keadaan dan persepektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang 5. Membadingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan trianggulasi dengan cara sebagai berikut yaitu membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. Untuk lebih jelasnya maka dapat digambarkan dalam bagan trianggulasi sebagai berikut : Metode/ teknik beda Data Sama Sumber yang beda Diambil dalam waktu dan suasana yang beda Alasan peneliti menggunakan trianggulasi tersebut adalah : 1. Untuk memperoleh data yang sama atau sejenis dengan permasalahan dalam penelitian 2. Untuk memperoleh data yang sama, atau sejenis dalam tujuan dan manfaat penelitiaan

G. Model Analisis Data Data yang terkumpul dalam suatu penelitian akan lebih bermakna apabila diadakan kegiatan analisa data. Dalam penelitian ini karena menggunakan metode pendekatan kualitatif maka menggunakan data non- statistik. Penelitian ini, dengan pendekatan kualitatif, strategi pendekatanya bersifat induktif konseptiualisasi, peneliti berangkat dari data-data yang bersifat empiris kemudian menuju atau membangun konsep, hipotesis dan teoritis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah mengumpulkan data-data yang diperoleh di lapangan. Dalam hal ini peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil wawancara dan observasi. 2. Reduksi Data Reduksi data adalah pemilihan pemusatan perhatian pada penyerdehanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis di lapangan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis menonjolkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi (Milles, 1992 : 15 -16). 3. Penyajian Data, yaitu sekumpulan informasi yang tersusun, yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan (Milles, 1992 : 17-18). Penyajian data merupakan analisa, merancang

deretan kolom-kolom dalam sebuah matrik untuk data kualitatif dan menentukan jenis bentuk data yang dimasukkan dalam kotak-kotak matrik 4. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan merupakan kegiatan yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu kegiatan mencari arti, mencatat keteraturan polapola, penjelasan konfigurasi yang mungkin atau sebab akibat dan proporsi (Rachman, 1999 : 3). Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data yang dibandingkan dengan data-data lain sehingga diperoleh kesamaan-kesamaan dan peraturan. Secara skematis proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan data dapat digambarkan, sebagai berikut : Pengumpulan data Reduksi data Penyajian data Kesimpulankesimpulan atau penafsiran data Sumber : Milles dan Huberman 1992: 20 Keempat komponen tersebut saling interaktif yaitu saling mempengaruhi dan terkait. Pertama-tama peneliti melakukan penelitian di lapangan dengan mengadakan wawancara atau observasi yang disebut tahap

pengumpulan data. Karena banyaknya data yang dikumpulkan maka diadakan reduksi data. Setelah direduksi kemudian diadakan sajian data, selain itu pengumpulan data juga digunakan untuk penyajian data. Apabila ketiga hal tersebut selesai dilakukan, maka diambil suatu keputusan atau verifikasi. H. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang ditempuh dalam penelitian ini meliputi 3 ( tiga ) tahapan ( Arikunto, 2002 : 18-22 ) 1. Tahap Pembuatan Rancangan Penelitian Pada tahap ini peneliti membuat rancangan yang akan digunakan untuk meneliti dilapangan, yang mana rancangan tersebut sering disebut dengan proposal penelitian. Di dalam proposal penelitian tersebut dicantumkan alasan atau latar belakang dari penelitian, metodelogi penelitian dan landasan teori yang digunakan dalam penelitian. 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian Dalam tahap pelaksanaan penelitian, penelti berusaha untuk mengumpulkan data data yang diperlukan baik data primer maupun sekunder yan mana secara garis besar data-data tersebut diperoleh melalui responden, informan maupun dokumen. Data-data yang diperoleh melalui penelitian dilapangan tersebut, kemudian digunakan untuk menjelaskan obyek yang menjadi fokus dari penelitian yang telah ditentukan oleh peneliti, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat terhadap kejelasan suatu obyek yang akan diteliti.

3. Tahap Penyusunan Laporan Penelitian Setelah memperoleh data-data dari hasil penelitian maka prosedur selanjutnya adalah tahap penyusunan laporan. Dalam tahap ini hasil penelitian disusun, ditulis secara sistematis sesuai dengan peraturan yang ditentukan agar hasilnya dapat diketahui orang lain. Disamping itu, dengan disusun dan ditulisnya hasil penelitian, prosedur yang ditempuh dalam penelitian pun dapat juga diketahui oleh orang lain sehingga dapat mengecek kebenaran pekerjaan penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. Gambaran Umum Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran a. Sejarah Berdirinya Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran di dirikan pada tanggal 31 Agustus tahun 1973 yang berlokasi di jalan Ahmad Yani Nomor 24 Kelurahan Sido Mulyo Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang. Dengan Badan Hukum Nomor 8434 / BH/1973. Kemudian pada tahun 1984 Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran mengalami perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, sehingga Nomor Badan Hukum berubah menjadi Badan Hukum 8434a/BH/VI tanggal 25 Februari 1984. Pada tahun 1996, Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran mengalami perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga kembali, sehingga Nomor Badan Hukum Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran berubah menjadi Nomor 8434a/BH/PAD/KWA.II/IX/ Tahun 1996 tanggal 20 September 1996. Dan Badan Hukum terakhir menjadi BH 021/BH/KDK.II./188/4/V/2001 tanggal 2 Agustus 2001. Pada permulaan berdirinya, koperasi ini dinamakan Badan Usaha Unit Desa yang kemudian diubah menjadi Koperasi Unit Desa, setelah adanya Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 1973 tentang Koperasi Unit Desa. Pada awal berdirinya, anggota koperasi ini terdiri dari pamong

pamong desa yang berada di daerah Kecamatan Ungaran, yang kegiatan usahanya tidak hanya meliputi proses pengelolaan dan penjualan beras kepada Depot Logistik, tetapi juga menyalurkan pupuk kepada para petani dengan tujuan untuk meningkatkan mutu dan hasil beras yang akan dijual di pasaran. Bidang usaha yang di kelola Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran tidak hanya mengenai pelayanan kebutuhan barang saja. Berkat keinginan yang kuat dari para anggota dalam membina usahanya yang berorientasi pada pencapaian kesejahteraan anggota, Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran usahanya semakin lama-semakin bertambah. Jenis usaha yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran meliputi tiga bidang, yaitu Bidang Produksi (unit persusuan), Bidang Pemasaran (unit waserda, dan produksi dan pengadaan beras) dan Bidang Jasa ( simpan pinjam dan kelistrikan ). Wilayah usaha dan anggota Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran meliputi Desa dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Ungaran, yaitu Desa Nyatyono,Gogik, Lerep, Kalisidi, Keji, Branjang, Leyangan, Kalongan, Beji, Kali Kayen dan Mluweh. Sedangkan Kelurahanya meliputi Kelurahan Ungaran, Bandarjo, Susukan, Kalirejo, Sidomulyo, Langen Sari, Gedang Anak, Genuk dan Candi Rejo. b. Struktur Organisasi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran Struktur organisasi merupakan suatu rangkaian yang menunjukkan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain, sehingga

menjadi jelas kedudukan dan tanggung jawab masing-masing bagian dalam suatu orgnisasi yang teratur. Struktur organisasi yang baik harus dapat memperlihatkan pendelegasian, wewenang, rentang kekuasaan dan kesatuan perintah dalam organisasi yang bersangkutan. Setiap instansi memiliki struktur organisasi yang berbeda, karena hal ini di pengaruhi oleh tingkat kebutuhan dari instansi yang bersangkutan. Struktur organisasi dapat bermanfaat untuk mengetahui tugas, pekerjaan, dan hubungan antara tugas dan wewenang untuk menjalankan tugas tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah struktur Organisasi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran: 1) Rapat Anggota. Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam tata kehidupan berkoperasi. Rapat anggota dilaksanakan untuk membicarakan kepentingan organisasi dan usaha koperasi dalam rangka mengambil keputusan sesuai dengan suara terbanyak dari para anggota yang hadir. Rapat anggota dilaksanakan setiap satu tahun sekali yang disebut Rapat Anggota Tahunan. Rapat Anggota Tahunan dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar yang di hadiri oleh anggota, pengurus, pengawas, kepala pembina dari departemen koperasi pengusaha kecil dan menengah dan seorang penasehat. Tugas dari Rapat Anggota Tahunan adalah : a) Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi

b) Menetapkan kebijakan umum koperasi di bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi c) Menetapkan pemilihan, pengangkatan dan memperhentikan pengurus dan pengawas d) Menetapkan dan mengesahkan rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan laporan keuangan e) Menetapkan pengesahan laporan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya f) Menetapkan pembagian SHU (Sumber dari buku Anggaran Dasar KUD Mekar Ungaran) Untuk memperlancar pelaksanaan rapat anggota tahuanan, maka setiap anggota diwajibkan mentaati tata tertib yang telah ditentukan dalam Rapat Anggota Tahunan, hal ini dilakukan agar jalanya Rapat Anggota Tahunan dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan 2) Kepengurusan KUD Mekar Ungaran. Pengurus Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dipilih dan diangkat oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota dan juga bertanggung jawab mengenai segala kegiatan pengelolaan koperasi dan usaha koperasi. Susunan kepengurusan KUD Mekar Ungaran periode 20062010 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1 Susunan Pengurus KUD Mekar Periode 2006-2010 No Nama Jabatan Pendidikan 1 H.S. Moesdaan Ketua SMP 2 Hadi Wuryanto Sekretaris DIII 3 Yuasroi Bendahara Sarjana Sumber : Laporan Rapat Anggota Tahunan KUD Mekar 2006 Agar tugas kepengurusan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dapat dilaksanakan dengan baik, maka harus ada pembagian tugas dari bagian bagian tiap pengurus. Berikut ini komposisi pembagian tugas pengurus KUD Mekar Ungaran, hasil wawancara tanggal 24 April 2007 dengan H.S Moesdaan, Hadi Wuryanto dan Yuasroi selaku ketua, sekretaris dan bendahara KUD Mekar Ungaran. a). Ketua Pengurus Ketua pengurus bertindak sebagai pimpinan koperasi, memiliki tugas-tugas sebagai berikut : (1) Memimpin, mengawasi dan mengkoordinir pelaksanaan tugas anggota, pengurus dan karyawan (2) Memimpin rapat-rapat pengurus dan rapat anggota, dan atas nama pengurus memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Rapat Anggota Tahunan (3) Memberikan keputusan terakhir dalam kepengurusan koperasi dengan memperhatikan usul, saran, dan pertimbangan dari pemegang fungsi dibawahnya seperti sekretaris, bendahara dan manager (4) Mengadakan koordinasi antara pengurus dengan karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas di koperasi

b). Sekretaris Sekretaris sebagai pembantu ketua koperasi, memiliki tugas tugas sebagai berikut : (1) Menyelenggarakan dan memelihara buku-buku organisasi (buku daftar anggota koperasi, daftar pengurus koperasi dan lai-lain sesuai ) (2) Menyusun laporan organisasi untuk kepentingan rapat anggota (3) Membuat agenda mengenai hasil-hasil rapat yang di selenggarakan koperasi (4) Membuat laporan tahunan koperasi c). Bendahara Bendahara KUD Mekar Ungaran memiliki tugas-tugas sebagai berikut : (1) Menyusun atau merencanakan anggaran pendapatan dan belanja koperasi (2) Mengatur pengeluaran uang, agar tidak melampui batas anggaran belanja yang telah ditetapkan dalam Rapat Anggota Tahunan (3) Mengadakan pengecekan langsung terhadap jumlah kas dan persediaan barang untuk di uji kebenaranya dengan catatan yang ada. (4) Bertanggung jawab kepada ketua sesuai dengan bidangnya 3) Pengawas KUD Mekar Ungaran Pengawas KUD Mekar Ungaran dipilih dan diangkat oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Bapak Moelyono, selaku ketua pengawas KUD Mekar Ungaran dalam wawancara tanggal 28 April 2007 mengatakan, pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap semua pelaksanaan dan pengelolaan koperasi yang mencakup :

a) Mengawasi semua kebijaksanaan operasional pengurus yang meliputi bidang organisasi, usaha dan keuangan koperasi b) Memeriksa dan menilai pelaksanaan kegiatan organisasi, usaha dan keuangan koperasi serta memberikan pendapat dan saran perbaikan c) Memeriksa, meneliti ketetapan dan kebenaran catatan atau buku-buku organisasi, usaha dan administrasi keuangan serta membandingkanya sesuai dengan kenyataan yang ada dari keuangan (kas atau bank), persediaan barang serta semua harta kekayaan koperasi d) Membuat laporan pemeriksaan secara tertulis dengan memberikan pendapat dan saran perbaikan dalam rangka menyajikan laporan pemeriksaan sebagai pertanggungjawaban di Rapat Anggota Tahunan. Berikut ini susunan struktur pengawas KUD Mekar Ungaran Periode 2006-2010 dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 2 Susunan Pengawas KUD Mekar Periode 2006-2010. No Nama Jabatan Pendidikan 1 Moelyono Ketua Sarjana 2 Sabari Anggota DIII 3 Mashuri Anggota DII Sumber : Laporan Rapat Anggota Tahunan KUD Mekar 2006 4). Karyawan Dalam melaksanakan pengelolaan usaha koperasi, Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran membutuhkan karyawan. Karyawan diangkat dan di berhentikan oleh pengurus. Di KUD Mekar Ungaran posisi karyawan diisi oleh anggota koperasi dari KUD Mekar Ungaran. Tugas dari seorang karyawan adalah melaksanakan kinerja operasional sesuai dengan keahlian bidangnya.

Berikut ini susunan struktur karyawan yang ada di Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran. Tabel 3 Susunan Karyawan KUD Mekar Ungaran No. Nama Jabatan Pendidikan 1. Nova Widjayanto Manager Sarjana 2. Parmiati Juru Buku D2 3. Bunarti Staf Juru Buku DI 4. Prawigati Kasir Sarjana 5. Ariyadi Administrasi Umum D3 6. Suwandi Pesuruh SD 7. Emilia Waserda I SLTA 8. Untung Yarkoni Persusuan SLTA 9. Buncono Persusuan SLTP 10. Soemanto Persusuan SLTA 11. Luhur Budiarto Persusuan SLTA 12. Heri S Persusuan Sarjana 13 Rusiyanto Persusuan SLTA 14 Supriyatun Waserda II D3 15 Heri Susilo Saprodi SLTA 16 Sudarminingsih Waserda III SLTA 17 Karyanto Waserda III SLTA 18 Titik Syavitri Listrik SLTP

19 Widyaningsih Listrik SLTA 20 Agus Sutanto Listrik D3 21 Joko Budiyanto Simpan Pinjam SLTA 22 Sugeng P Simpan Pinjam SLTA 23 Isnainingsih Simpan Pinjam D3 24 Saryanti Simpan Pinjam SLTA Sumber : Laporan Rapat Anggota Tahunan KUD Mekar 2006 Struktur-struktur organisasi dari karyawan KUD Mekar Ungaran di pimpin oleh seorang manajer. Tugas-tugas dari manajer KUD Mekar adalah sebagai berikut : a). Menyiapkan rapat anggota, mengawasi pelaksanaan pembukuan terhadap transaksi yang terjadi, mempersiapkan pekerja bawahanya dan mengadakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai target yang telah ditentukan. b). Bersama pengurus membahas dan menyiapkan rencana kerja dan anggaran untuk diajukan kepada rapat anggota tahunan c). Mengkoordinasikan penyususnan usaha dan anggaran dari masing-masing bagian yang berada di bawahanya dalam rangka penyusunan rencana kerja dan pengajuan usul rencana kerja tersebut kepada pengurus. d). Membantu pengurus dalam menjalankan rencana kerja dan anggaran pada Rapat Anggota Tahunan. (Sumber dari buku kepengurusan KUD Mekar Ungaran) Manajer Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran membawahi tiga bagian struktur organisasi yaitu Administrasi Umum, Kasir dan Juru Buku, serta membawahi tiga bidang usaha yaitu bidang Jasa, bidang Produksi dan bidang Pemasaran. Berikut ini tugas-tugas dari : (1) Administrasi Umum. Administrasi Umum memiliki tugas-tugas sebagai berikut :

(a) Mencatat agenda surat yang masuk maupun yang keluar (b) Menyusun rekapitulasi laporan bulanan semua unit usaha koperasi (c) Mengatur kerja sama dan membuat perjanjian usaha dengan pihak luar koperasi (d) Bertanggung jawab kepada manajer atas pelaksanaan tugasnya. (Sumber dari kepengurusan KUD Mekar Ungaran) (2) Kasir Kasir memiliki tugas-tugas sebagai berikut : (a) Menerima dan mengeluarkan uang dari transaksi yang terjadi setiap hari (b) Melaporkan dan menyerahkan bukti transaksi sebagai lampiran kepada juru buku (c) Bertanggung jawab kepada manajer koperasi atas pelaksanaan tugasnya.(Sumber dari kepengurusan KUD Mekar Ungaran) (3) Juru Buku Juru Buku memiliki tugas-tugas sebagai berikut: (a) Melaksanakan pembukuan terhadap transaksi yang terjadi setiap hari secara teratur berdasarkan bukti dari juru buku (b) Menyusun laporan keuangan dengan sepengetahuan manajer umum dan pengurus koperasi (c) Mengarsipkan bukti-bukti transaksi dan melampirkan tembusanya dalam rekap pembukuan. (Sumber dari kepengurusan KUD Mekar Ungaran) (4) Bidang Jasa Bidang jasa memiliki tugas-tugas sebagai berikut : (a) Melayani masyarakat dalam pembayaran rekening listrik (b) Membantu manajer dalam mengkoordinasikan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan jasa simpan pinjam dan pembayaran rekening listrik (c) Menghimpun data dalam rangka penyusunan rencana kebutuhan, pengajuan, penggunaan dan pengawasan simpan pinjam

(d) Bertanggung jawab mengenai masalah simpan pinjam. (Sumber dari kepengurusan KUD Mekar Ungaran ) (5) Bidang Pemasaran Bidang pemasaran memiliki tugas-tugas sebagai berikut : (a) Melaksanakan tugas-tugas pemasaran terhadap semua bidang usaha koperasi (b) Membantu manajer dalam mengkoordinasikan kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran (c) Mengurus kegiatan warung serba ada I, II (d) Bertanggung jawab atas hasil penjualan dan pembelian barang (e) Membuat pertanggungjawaban laporan keuangan kepada bendahara (f) Bertanggung jawab kepada manajer atas pelaksanaan tugasnya. (Sumber dari kepengurusan KUD Mekar Ungaran ) (6) Bidang Produksi Bidang produksi memiliki tugas-tugas sebagai berikut : (a) Mengatur produksi susu dari peternak maupun pemerah susu (b) Menerima pasokan susu dari para peternak maupun pemerah susu sapi (c) Memasarkan pasokan susu kepada masyarakat secara eceran dan dalam jumlah besar kepada Gabungan Koperasi Susu Indonesia (d) Bertanggung jawab atas hasil penjualan susu dan pelaksanaan tugasnya ( Sumber dari buku kepengurusan KUD Mekar Ungaran) 5). Keanggotaan KUD Mekar Ungaran Anggota merupakan bagian terpenting dalam suatu organisasi koperasi, hal ini di karenakan, anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Bapak H. S. Moesdaan selaku ketua pengurus KUD Mekar Ungaran, dalam wawancara tanggal 24 April

2007 mengatakan, untuk menjadi anggota KUD Mekar Ungaran harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a) Warga Negara Indonesia b) Mempunyai kemampuan penuh untuk melaksanakan tindakan hukum (dewasa dan tidak berada dalam perwalian) c) Bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Ungaran d) Bermata pencaharian petani, pengrajin, peternak, pedagang dan lain-lainya. e) Telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi simpanan pokok sebesar Rp5.000 dan simpanan wajib yang besarnya ditentukan dalam ART atau keputusan Rapat Anggota. Wilayah anggota Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran adalah Desa dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Ungaran, yaitu Desa Nyatyono, Gogik, Lerep, Kalisidi, Keji, Branjang, Leyangan, Kalongan, Beji, Kali Kayen dan Mluweh. Kelurahannya meliputi Kelurahan Ungaran, Bandarjo, Susukan, Kalirejo, Sidomulyo, Langen Sari, Gedang Anak, Genuk dan Candi Rejo. Berikut ini perkembangan terakhir jumlah anggota KUD Mekar Ungaran. Tabel 4 Perkembangan jumlah anggota KUD Mekar Ungaran periode 2002 - 2006 No Tahun Jumlah anggota 1 2002 5.830 2 2003 5.922 3 2004 6.011 4 2005 6.021 5 2006 6.045 Sumber: Dokumen profil perkembangan KUD Mekar Ungaran

dilihat dari tabel di atas, jumlah anggota Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran antara periode 2002-2006 sedikit mengalami peningkatan. Untuk lebih jelasnya lagi, mengenai struktur organisasi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dapat di Lihat pada gambar di bawah ini Gambar Struktur organisasi KUD Mekar Ungaran Rapat Anggota Juru Buku Anggota Bidang PemasaranBidang Produksi Bidang Jasa Kasir Pengawas Adminitrasi Umum Manajer Pengurus 2. Upaya yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggotanya Kesejahteraan anggota merupakan tujuan utama didirikanya sebuah koperasi. Di dalam mencapai tujuan koperasi tersebut, Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran menjalankan usahanya yang berkaitan langsung dengan

kebutuhan anggota. Jenis-jenis usaha yang dijalankan oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya adalah : a. Menjalankan usaha dalam bidang ekonomi. Dengan terdesaknya kebutuhan anggota yang bermacam-macam, maka mendorong Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran untuk dapat menjalankan usahanya dalam bidang ekonomi. Berikut ini usaha yang dijalankan oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam bidang ekonomi 1) Unit Usaha Simpan Pinjam Pada pasal 44 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, menyatakan bahwa Koperasi dapat menghimpun dana dan menyalurkanya melalui kegiatan usaha simpan pinjam dari dan untuk anggota atau calon anggota koperasi yang bersangkutan . Ketentuan tersebut menjadi dasar dan kekuatan hukum bagi koperasi untuk melaksanakan kegiatatan usaha simpan pinjam sebagai salah satu kegiatan usaha koperasi. Usaha simpan pinjam merupakan salah satu usaha yang di lakukan oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dengan tujuan untuk membantu anggota yang sedang mengalami kesulitan keuangan Agus Sutanto, selaku anggota dari Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran, dalam wawancara tanggal 25 April 2007

memberikan pendapat tentang usaha simpan pinjam yang di lakukan oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran adalah sebagai berikut : Unit usaha simpan pinjam yang dilakukan oleh KUD Mekar Ungaran sedikit banyak memberikan pengaruh kepada anggota koperasi, Hal ini dikarenakan usaha simpan pinjam yang dijalankan oleh KUD Mekar Ungaran dapat membantu anggota didalam memenuhi kebutuhan kebutuhan yang sifatnya mendesak Ketentuan umum mengenai simpan pinjam yang ditetapkan oleh KUD Mekar Ungaran (wawancara tanggal 24 April 2007 dengan Hadi Wuryanto selaku sekretaris pengurus KUD Mekar Ungaran) adalah sebagai berikut : a) Pinjaman hanya diberikan kepada anggota KUD Mekar Ungaran b) c) d) e) Besar bunga pinjaman yaitu 2% menurun setiap bulan Pinjaman tidak diatur dalam aturan yang khusus Para peminjam dikenakan biaya adminitrasi 1% Jangka waktu pinjaman tidak diatur dalam aturan yang khusus

atau hanya berdasarkan kesepakatan dan kemampuan peminjam 2) Unit Usaha Pertokoan atau Waserda Unit usaha pertokoan / waserda KUD Mekar Ungaran yaitu melayani penyediaan penjualan barang yang di butuhkan masyarakat sehari-hari misalnya, beras, minyak goreng, alat tulis, sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, sampo, dan gula pasir. b. Menjalankan usaha dalam bidang pemasaran Unit usaha dalam bidang pemasaran yang dijalankan oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran adalah : 1). Unit Pengadaan Beras Unit pengadaan beras yang dijalankan oleh KUD Mekar Ungaran adalah unit usaha yang melayani anggota dan masyarakat

sekitar di dalam penglolaan padi menjadi beras. Disamping itu, KUD Mekar juga menampung hasil panen para petani dengan memberikan harga yang pantas dan menjualnya lagi kepada masyarakat. Unit pengadaan beras KUD Mekar Ungaran juga melayani pembagian beras jatah bagi para PNS 2). Unit Usaha Sarana Produksi Unit sarana produksi yang di jalankan oleh KUD Mekar Ungaran yaitu unit usaha yang melayani penjualan pupuk dengan jenis Urea pril, TSP,ZA dan KCL kepada masyarakat, khususnya petani yang membutuhkanya, dengan harga yang lebih rendah dari pada harga harga diluar KUD Mekar Ungaran. 3). Unit Sarana Produksi Ternak dan Produksi Persusuan Unit sarana produksi ternak yang dijalankan oleh KUD Mekar Ungaran adalah unit usaha yang melayani penjualan makanan ternak yang berupa konsentrat dan bekatul (sisa penggilingan padi) untuk pakan sapi. c. Menjalankan usaha dalam bidang produksi, yaitu bidang produksi Unit Persusuan Unit usaha persusuan yang di jalankan oleh KUD Mekar Ungaran, yaitu unit usaha persusuan yang mengatur usaha susu dan melayani penerimaan pasokan susu dari peternak sapi maupun pemerah susu, kemudian dipasarkan kepada masyarakat baik dalam bentuk eceran maupun dalam jumlah besar kepada Gabungan Koperasi Susu Indonesia

d. Menjalankan usaha dalam bidang jasa, yaitu unit jasa kelistrikan Unit usaha jasa kelistrikan yang dijalankan oleh KUD Mekar Ungaran adalah melayani pembayaran rekening listrik masyarakat Ungaran. Yang di bayarkan paling lambat tanggal 26 setiap bulannya. e. Usaha dalam bidang sosial Usaha yang dijalankan oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam bidang sosial adalah : 1) Pemberian Sisa Hasil Usaha Sisa hasil usaha merupakan pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku di kurangi dengan biaya penyusutan dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Besar sisa hasil usaha yang diberikan kepada tiap anggota tergantung dari partisipasi modal dan kinerja anggota, jika partisipasi modal besar terhadap transaksi pembentukan pendapatan koperasi, maka uang yang diterima anggota semakin besar, tetapi jika sebaliknya maka uang yang diterima akan semakin kecil. Berikut ini perkembangan pendapatan sisa hasil usaha KUD Mekar Ungaran periode 2002-2006 Tabel. 5 Perkembangan Pendapatan SHU KUD Mekar Ungaran Periode 20022006 No Tahun Pendapatan SHU 1 2002 4.674.242.331 70.193.933.33 2 2003 4.529.602.678 78.281.380.30 3 2004 4.82 6.191.187 82.421.925.14 4 2005 5.053.485.006 44.837.717.84 5 2006 3.551.609.279 36.823.486.56 Sumber : Dokumen profil perkembangan KUD Mekar Ungaran

Dilihat dari tabel tersebut, Sisa Hasil Usaha Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran, dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2004 mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2002 besar Sisa Hasil Usaha Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran sebesar Rp 70.193.933 di tahun 2004 menjadi Rp 82.421.925, naik sekitar Rp 12.227.929. Namun pada tahun 2005 sampai dengan 2006 Sisa Hasil Usaha Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran mengalami penurunan yaitu, dimana pada tahun 2004 besar Sisa Hasil Usaha Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran yang besarnya Rp 82.421.925, pada tahun 2005 sampai dengan 2006 turun menjadi Rp 36.823.487, turun sekitar Rp 45.598.436. Hal ini disebabkan karena menurunnya hasil pendapatan dari penjualan dari unit usaha pertokoan/ waserda dan unit persusuan. 2) Pemberian dana santunan kematian bagi anggota yang meninggal dunia 3) Kegiatan pemberian bingkisan lebaran 4) Pemberian beasiswa bagi anak-anak anggota Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran yang berprestasi 3. Hambatan yang dihadapi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran Dalam meningkatkan Kesejahteraan Anggotanya Tujuan didirikannya koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, Koperasi Unit

Desa Mekar Ungaran tidak lepas dari suatu dan Moelyono selaku pengurus dan pengawas Ungaran dalam wawancara tanggal 24 dan 28 hambatan yang dihadapi Koperasi Unit Desa meningkatkan kesejahteraanya adalah :

hambatan. Bapak Hadi Wuryanto Koperasi Unit Desa Mekar April 2007 mengatakan, Mekar Ungaran dalam

a. Kurangnya Modal Dalam menjalankan usahanya, Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran membutuhkan modal. Sumber modal yang ada di Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran berasal dari : 1) Modal sendiri dari anggota a) Simpanan Pokok, adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota. Besarnya simpanan pokok sesuai dengan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar KUD Mekar yaitu sebesar Rp 5.000,00 per anggota. b) Simpanan Wajib, adalah sejumlah simpanan tertentu yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi. Simpanan wajib tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Besarnya simpanan wajib sesuai dengan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar KUD Mekar yaitu sebesar Rp 5.00,00 per anggota yang dibayarkan setiap satu bulan sekali

c) Simpanan Sukarela, adalah simpanan yang dilakukan oleh pemilik dimana dia secara sukarela menitipkan sejumlah uang kepada koperasi untuk digunakan atau membantu anggota lainnya yang sangat membutuhkan. d) Simpanan Wajib Pinjam, adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama yang wajib dibayarkan oleh anggota yang mengalami transaksi pinjaman dan dibayarkan kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan wajib pinjam tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota e) Simpanan Hari Raya, adalah simpanan yang dibayarkan anggota berdasarkan permohonan sendiri (Sukarela), dan simpanan hari raya ini di bagikan sebelum hari raya f) Dana Cadangan, dana cadangan koperasi merupakan kekayaan koperasi yang disediakan untuk menutup kerugian usaha. Dana ini diperoleh dari pengisian Sisa Hasil Usaha koperasi. g) Sisa Hasil Usaha, Sisa hasil usaha merupakan pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya penyusutan dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. h) Dana Bantuan Donasi, Donasi merupakan kekayaan koperasi yang berasal dari sumbangan Apegeti, berupa gudang simpan pinjam, Waserda dan pagar halaman.

Berikut ini perkembangan permodalan modal sendiri KUD Mekar Ungaran Periode 2002-2006 Tabel 6 No Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 1 Simp pokok 12.782.200 13.599.500 14.297.000 17.178.100 18.922.00 2 Simp wajib 105.052.917 118.434.137 135.384.657 151.331.232 161.510.973 3 Modal Donasi 47.600.000 29.250.000 29.250.000 29.250.000 29.250.000 4 Cadangan 666.225.720 733.679.538 763.880.428 781.108.273 759.157.610 5 SHU 7013993 78281380 82421925 44837718 36823487 Jumlah 901.854.770 973.244.555 1.025.234.010 1.023.686.322 1.005.664.170 Sumber : Dokumen profil perkembangan KUD Mekar Ungaran Dari tabel di atas, jumlah modal simpanan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran, antara tahun 2002 sampai dengan tahun 2004 mengalami peningkatan. Dimana pada tahun 2002 modal koperasi yang besarnya Rp 901.854.770, pada tahun 2004 mengalami peningkatan yaitu Rp 1.025.234.010, naik sekitar Rp 123.379.240 Namun pada tahun 2005 sampai dengan 2006 modal simpanan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran mengalami penurunan, yaitu dimana pada tahun 2004 modal koperasi sebesar Rp 1.025.234.010, pada tahun 2006 turun menjadi Rp 1.005.664.170, turun sekitar Rp 19.569.840 yang disebabkan oleh menurunya pendapatan Sisa hasil Usaha Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran yang disebabkan menurunya pendapatan dari penjualan unit usaha pertokoan/ waserda dan unit persusuan

2) Modal tambahan Modal tambahan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran berasal dari pinjaman Bank atau pinjaman dari instansi-instansi lain, yang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. Letak kantor kurang strategis Letak lokasi KUD Mekar Ungaran yang kurang strategis turut pula membawa hambatan bagi KUD Mekar Ungaran. Lokasi KUD Mekar Ungaran yang letaknya agak jauh dari pemukiman penduduk, membuat masyarakat enggan untuk memanfaatkan unit usaha ekonomi yang dimiliki oleh KUD Mekar Ungaran. Bahkan ada sebagian warga Kabupaten Semarang ada yang belum mengerti keberadaan lokasi KUD Mekar Ungaran (Wawancara tanggal 24 April 2007 dengan Bapak Moesdaan, selaku pengurus KUD Mekar Ungaran) c. Kredit Macet Kredit macet merupakan masalah intern yang juga dialami oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran, perkembangan jumlah kredit yang keluar dan masuk (kredit macet ) KUD Mekar Ungaran tahun 2005-200

Tabel 7 NO Bentuk Kredit Jumlah uang yang keluar Jumlah uang yang masuk Besar kredit macet 1 Piutang simpan pinjam 1.058.107.371 900.995.357 157.112.014 2 Piutang waserda I 3.249.250 3.145.533 104.250 3 Piutang Waserda II 44.002.000 40.32.533 3.609.467 4 Piutang KUT 573.469.804 55.543.145 517.926.659 5 Piutang sapi Paket 3.600.000 3.153.453 446.547 6 Piutang Lembu Bankop 70.564.727 67.139.140 3.425.587 7 Piutang sapi Bulog 43.459.704 39.435.134 4.024.570 8 Piutang sapi KPUP 150.947.526 144.153.334 67.943.286 Jumlah 1.947.740.381 1.253.957.096 693.443.286 Sumber : Laporan Rapat Anggota Tahunan KUD Mekar 2006 Bapak Mashuri dan Bapak Moesdaan selaku pengurus dan anggota pengawas dalam wawancaranya tanggal 24 dan 28 April 2007 mengatakan, kredit macet yang dialami oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran disebabkan oleh beberapa sebab yaitu : 1) Adanya beberapa anggota KUD Mekar Ungaran yang keluar, pada hal anggota tersebut masih mempunyai pinjaman kepada KUD Mekar Ungaran 2) Adanya pinjaman jangka panjang yang bunganya relatif sama dengan pinjaman jangka pendek 3) Adanya anggota non aktif yang membuat masalah, yaitu berupa setoran yang kurang

4) Adanya anggota yang meninggal dunia, pada hal masih mempunyai hutang kepada KUD Mekar Ungaran d. Masih rendahnya partisipasi anggota Anggota merupakan komponen terpenting dalam pembentukan sebuah koperasi, dengan tugas dan bertanggung jawab atas maju dan mundurnya sebuah koperasi. Bapak Sabari, selaku anggota pengawas KUD Mekar Ungaran dalam wawancara 2 Mei 2007 mengatakan : Salah satu hambatan yang di hadapi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran adalah masih rendahnya partisipasi anggota, para anggota KUD Mekar jarang menggunakan jasa koperasi, mereka itu sering membeli kebutuhan sehari-hari diluar toko KUD dan hanya sebagian kecil saja anggota yang menggunakan jasa dari KUD Mekar misalnya mengenai kredit uang atau barang Dalam hal ini tingkat partisipasi anggota di Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran masih rendah dalam memajukan dan mengembangkan usaha koperasi, padahal fungsi anggota yaitu sebagai pemilik sekaligus sebagai pengguna jasa koperasi sangat penting Berikut ini struktur perkembangan anggota yang aktif dan pasif di KUD Mekar Ungaran tahun 2006 Tabel 8 No Tahun 2006 Jumlah 1 Aktif 388 2 Pasif 5657 Jumlah 6045 Sumber : Laporan Rapat Anggota Tahunan KUD Mekar 2006

4. Upaya yang ditempuh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran untuk mengatasi hambatan yang dialami KUD Mekar Ungaran. a) Upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan koperasi mengenai kurangnya modal Upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan koperasi mengenai kurangnya modal adalah dengan cara menghimpun dana atau pemupukan modal, yaitu dengan meningkatkan simpanan wajib khusus anggota koperasi. Selain dengan meningkatkan simpanan wajib khusus anggota, pemupukan kurangnya modal koperasi dilakukan dengan cara meminjam modal dari bank atau dari bantuan pinjaman instansi instansi lain. b) Upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan koperasi mengenai letak kantor yang kurang strategis Upaya yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan koperasi mengenai letak kantor yang kurang strategis, yaitu dengan cara plubikasi unit usaha, dimana, Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran melakukan penyebaran brosur-brosur tentang unit usaha yang dikelola KUD Mekar Ungaran. Ini dimaksudkan supaya anggota KUD Mekar Ungaran maupun masyarakat sekitar/ non anggota dapat mengetahui keberadaan KUD Mekar Ungara dan kemudian mereka berminat memanfaatkan unit-unit ekonomi yang ada di KUD Mekar Ungaran.

c) Upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan koperasi mengenai kredit macet Wawancara tanggal 24 dan 28 April 2007 dengan Bapak Mashuri dan H.S Moesdaan selaku pengurus dan anggota pengawas KUD Mekar mengatakan. Upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran di dalam mengatasi kredit macet adalah : 1) Penghapusan pinjaman jangka panjang dengan bunga yang rendah 2) Apabila ada anggota yang meninggal dunia tetapi masih mempunyai hutang, maka akan dimerahkan atau dihapus 3) Pemotongan Sisa Hasil Usaha sesuai dengan yang disepakati 4) Apabila ada anggota yang keluar tetapi masih mempunyai pinjaman pada KUD Mekar Ungaran, maka pengurus akan membentuk tim yang akan ditugaskan untuk menagih kerumahnya. d) Upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam mengatasi hambatan koperasi mengenai masih rendahnya partisipasi anggota yaitu dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai perkoperasian, khusunya mengenai pentingnya peranan anggota di dalam sebuah koperasi. Karena fungsi anggota yaitu pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi B. Pembahasan Pembangunan ekonomi Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, hal ini tertuang dalam UUD 1945 Pasal

33 ayat 1 yang bebunyi Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan . Bentuk badan usaha yan sesuai dengahn bunyi dari Pasal tersebut adalah koperasi. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, pengertian koperasi adalah badan usaha bersama dari sekelompok orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Tujuan utama didirikanya koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi mengenai Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan berbagai hambatanya yang penulis lakukan, maka penulis akan membahas hasil penelitian sebagai berikut : 1. Upaya yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran didalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya Upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotan adalah dengan cara memberikan kredit kepada anggota yang mengalami kesulitan keuangan, misalnya ketika anggota membutuhkan uang untuk kepentingan yang sifatnya mendadak seperti pembayaran uang sekolah anaknya, maka dapat diperoleh melalui koperasi. Pemberian kredit kepada anggota dilakukan dengan prosedur yang tidak berbelit-belit. Anggota yang akan mengajukan kredit, satu bulan sebelumnya harus mendaftarkan dirinya sebagai calon debitur dan paling

lambat tanggal 15 setiap bulanya. Pengajuan kredit di KUD Mekar Ungaran sangatlah mudah, yaitu tinggal memberikan agunan misalnya BPKB motor atau sertifikat tanah. Bunga yang dibebankan KUD Mekar Ungaran kepada anggota yang memanfaatkan jasa kredit juga relatif kecil yaitu sebesar 2%, sedangkan apabila meminjam kredit di Bank misalnya BRI maka akan dikenakan bunga sebesar 2,2 %, di BPR sebesar 2,5% .Dengan bunga yang relatif kecil maka anggota tidak merasa keberatan. Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam memberikan kredit lebih rendah, apabila di bandingkan dengan bunga yang ada di Bank, disebabkan koperasi dalam memberikan bunga kredit menggunakan dasar UndangUndang No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, yaitu dengan sifat kekeluargaan sehingga lebih mementingkan rasa persaudaraan. Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran memberikan kredit kepada anggota dilakukan dengan melalui beberapa tahap, antara lain, pengajuan kredit itu di rapatkan dalam rapat komisi kredit. Untuk pengembalian kredit uang, anggota yang meminjam kredit di koperasi mengangsur secara langsung yang dilakukan setiap satu bulan sekali. Modal yang digunakan oleh KUD Mekar Ungaran untuk memberikan kesejahteraan yaitu dengan pemberian kredit kepada anggota yang berasal dari simpanan pokok, wajib dan angsuran kredit. Barang-barang kebutuhan anggota yang di sediakan oleh KUD Mekar Ungaran antara lain, yaitu menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, dan gula. KUD Mekar Ungaran dalam menjalankan usaha pertokoan

membandingkan antara harga yang ada di koperasi dengan harga yang ada di pasar, sehingga harga yang ada di koperasi harganya relatif terjangkau oleh anggota koperasi. Dengan harga relatif terjangkau oleh anggota maka koperasi akan menarik perhatian anggota, agar tetap berbelanja di koperasi. Disamping itu KUD Mekar Ungaran juga memberikan kemudahan kepada anggota untuk pembayaran barang pertokoan dengan cara mengkredit. Karena pada umumnya masyarakat justru lebih senang apabila mengambil barang dengan cara kredit, karena apabila mengambil dalam jumlah yang besar maka pengeluaranya tidak begitu terasa walaupun anggota dikenakan jasa pinjaman sebesar 2%. Unit-unit usaha yang ada dikoperasi, dibentuk, dimodali dan dibiayai oleh anggota, dalam melaksanakan kegiatan usahanya untuk mensejahterakan anggota koperasi juga memperoleh keuntungan, dimana keuntungan itu akan akan di kembalikan lagi kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha. Dengan masuk menjadi anggota KUD Mekar Ungaran, maka anggota akan memperoleh keuntungan yaitu : a. Anggota dapat meminjam kredit kepada koperasi dengan prosedur yang tidak berbelit-belit b. Anggota akan memperoleh barang-barang kebutuhan dengan harga yang relatif terjangkau dan pembayaran dapat dilakukan dengan mengkredit

c. Anggota akan mendapatkan SHU dari keuntungan yang diperoleh koperasi. Pembagian SHU dibagikan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing- masing anggota. d. Dalam kepentingan kesejahteraan maka KUD Mekar Ungaran akan memberikan : 1) Pemberian dana santunan kematian bagi anggota yang meninggal dunia. Pemberian dana santunan kematian anggota yang meninggal dunia : a) Apabila yang meninggal dunia anggota, maka besar dana santunan kematian Rp 200.000 per anggota b) Apabila yang meninggal dunia, suami/istri anggota, maka besar dana santunan kematian Rp 150.000 per anggota 2) Kegiatan pemberian bingkisan lebaran Sebagai wujud kepedulian KUD Mekar Ungaran dalam kehidupan beragama. Salah satunya adalah melalui kegiatan pemberian bingkisan lebaran kepada anggota KUD Mekar Ungaran. Pemberian bingkisan lebaran kepada anggota koperasi diberikan menjelang hari raya lebaran yaitu berupa bahan kebutuhan pokok/konsumsi misalnya beras, minyak goreng, sirup, dan makanan kue lebaran. 3) Pemberian beasiswa bagi anak anggota yang berprestasi.

Kegiatan sosial yang di selenggarakan oleh KUD Mekar Ungaran, sebagai wujud kepedulian KUD Mekar terhadap dinas pendidikan, khususnya di Kabupaten Semarang, yaitu dengan memberikan beasiswa kepada anak anggota yang berprestasi. Besarnya pemberian beasiswa disesuaikan dengan jenjang pendidikanya. a) Sekolah Dasar pemberian beasiswanya sebesar Rp 40.000 b) Sekolah Menengah Pertama pemberian beasiswanya sebesar Rp 60.000 c) Sekolah Menengah Atas pemberian beasiswanya sebesar Rp 75.000 Untuk mengukur kesejahteraan anggotanya dapat dilihat dari kemudahan yang diberikan koperasi kepada anggota seperti pemberian kredit dan barang-barang kebutuhan anggota. Dengan adanya pemberian kredit itu, maka anggota akan mendapatkan SHU. Untuk besarnya SHU yang dibagikan kepada anggota dilakukan sebanding dengan jasa yang diberikan oleh anggota koperasi. 2. Hambatan Yang Dihadapi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggotanya Dalam menjalankan usahanya, sebuah koperasi tidak lepas dari kendala atau hambatan yang menghambat jalanya kegiatan usaha koperasi. Kendala atau hambatan yang dihadapi oleh Koperasi Unit Desa Mekar

didalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya adalah Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran mengalami kekurangan modal, letak kantor yang kurang strategis, adanya kredit macet yang dialami KUD Mekar Ungaran dan masih rendahnya partisipasi anggota. Minimnya modal yang dialami oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran, sangat berpengaruh bagi kelangsungan jalanya usaha yang dijalankan oleh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran. Dalam menjalankan usahanya sebuah koperasi memerlukan modal yang besar, demi kelancaran usaha yang dijalankan koperasi, agar dapat mensejahterakan anggotanya. Mnenurut Sukamdiyo (1996 : 77), modal koperasi berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, sisa hasil usaha, bantuan donasi dan simpanan sukarela. Untuk mewujudkan kesejahteraan anggotanya, agar tidak menghambat kinerja usaha koperasi juga dibutuhkan tempat atau wilayah yang strategis sebagai tempat pemasaran. Hal ini dilakukan, agar usahausaha yang dijalankan oleh koperasi tidak hanya di ketahui oleh anggota koperasi saja, tetapi juga masayarakat umum. Sehingga usaha-usaha yang dijalankan oleh koperasi tidak hanya dimanfaatkan oleh anggota koperasi, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Dalam artian informasi pasar diketahui oleh banyak orang. Disamping modal dan tempat, untuk mewujudkan tujuan sebuah koperasi juga dibutuhkan keaktifan anggota Hal ini dikarenakan fungsi anggota selain sebagai pemilik koperasi, sekaligus sebagai pengguna jasa koperasi. Dalam sistem perkoperasian, anggota merupakan komponen

terpenting dalam pembentukan sebuah koperasi, dengan jawab atas maju dan mundurnya sebuah koperasi. Dalam koperasi tidak akan dapat maju dan berkembang bahkan perekonomian swasta apabila tidak ada keaktifan dari

tugas dan tanggung artian sebuah bersaing dengan para anggota koperasi.

Realitasnya, kesadaran anggota untuk berpartisipasi aktif dalam koperasi masih rendah, misalnya dalam koperasi terdapat jasa kredit dan jasa pertokoan banyak anggota yang belum memanfaatkanya, karena mereka lebih senang berbelanja di swalayan atau mal. Arifin Sitio (2001:30) menyebutkan tentang prinsip-prinsip koperasi mengenai penidikan perkoperasian dijelaskan bahwa keberhasilan suatu koperasi sangat bergantung erat dengan partisipasi anggota. Pandangan Arifin Sitio sudah sejalan dengan hambatan yang dihadapi oleh KUD Mekar Ungaran yaitu kurang partisipasinya anggota, dimana masih terdapat beberapa anggota yang belum memanfaatkan jasa-jasa yang ada di koperasi 3. Upaya yang di tempuh Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran untuk mengatasi hambatan yang dialami KUD Mekar Ungaran. Upaya yang dilakukan KUD Mekar Ungaran di dalam mengatasi hambatan koperasi adalah dengan cara pemupukan modal koperasi, yaitu dengan cara meningkatkan simpanan wajib khusus anggota koperasi. Simpanan wajib khusus anggota koperasi dilakukan karena koperasi sedang mengalami kekurangan modal yang disebabkan oleh menurunya omzet penjualan dan kredit macet.

Simpanan wajib khusus dilakukan, yaitu dengan cara apabila ada transaksi usaha yang dilakukan oleh anggota kepada koperasi, misalnya apabila salah seorang anggota mengambil pinjaman, maka disamping ia harus membayar simpanan wajib khusus sebesar 1%(sejenis provisi kepada Bank) simpanan wajib khusus ini akan dimasukkan kecadangan modal, sedangkan bunga akan dimasukkan kependapatan bunga. Hal ini harus mendapat dukungan dari administrasi dan diketahui oleh anggota yang suatu saat akan dibagikan kepada anggota. Pelayanan yang baik juga termasuk solusi untuk mengatasi masalah tersebut, dimana dengan pelayanan yang baik yaitu ramah tamah, sopan dan pintar maka masyarakat akan tertarik untuk membeli barang yang ada dikoperasi, sehingga omzet penjualan akan naik dan modal akan menjadi membengkak atau naik. Letak kantor kurang strategis juga menjadi kendala yang dihadapi KUD Mekar Ungaran, hal ini dikarenakan ada sebagian penduduk Kecamatan Ungaran yang tidak mengetahui keberadaan kantor KUD Mekar Ungaran, padahal keberadaan usaha yang dijalankan KUD Mekar Ungaran satu komplek dengan kantor KUD Mekar Ungaran. Hal yang dilakukan KUD Mekar Ungaran adalah dengan cara plubikasi unit usaha KUD Mekar Ungaran, dimana dengan plubikasi unit usaha atau penyebaran brosur tentang unit usaha yang dijalankan oleh KUD Mekar Ungaran, maka masyarakat Ungaran akan tahu keberadaan KUD Mekar Ungaran dan jenisjenis usaha yang dijalankan oleh KUD Mekar Ungaran akan menarik perhatian masyarakat. Kredit macet juga menjadi masalah serius yang

dihadapi KUD Mekar Ungaran, dimana dengan adanya kredit macet tersebut modal Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran menjadi berkurang. Kredit macet ini disebabkan beberapa hal yaitu adanya anggota yang keluar pada hal mereka masih mempunyai hutang, adanya pinjaman jangka panjang yang bunga relatif masih sama dan setoran uang yang kurang atau terlambat. Upaya yang perlu dilakukan KUD Mekar Ungaran untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara membentuk tim yang bertugas untuk menagih kerumah, dimana kalau dia tidak mau melunasi uang pinjaman tersebut maka agunan dari pinjaman uang tersebut tidak akan dikembalikan. Selain itu, untuk mengatasi pinjaman jangka panjang yang bunganya relatif sama dengan bunga pinjaman jangka pendek, KUD Mekar Ungaran tidak usah menghapus pinjaman jangka panjang tersebut, yaitu dengan cara misalnya bila anggota yang meminjam uang jangka panjang maka bunganya dinaikkan. Keberhasilan koperasi juga sangat erat hubungannya dengan partisipasi aktif setiap anggota. Agar anggota koperasi berkualitas baik, berkemampuan tinggi, dan berwawasan luas, diperlukan pendidikan koperasi. Pendidikan perkoperasian merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam mewujudkan kehidupan berkoperasi, agar sesuai dengan jati dirinya. Melalui pendidikan perkoperasian, anggota dipersiapkan dan dibentuk untuk menjadi anggota yang memahami serta mengahyati nilai-nilai dan prinsipprinsip serta praktik-praktik koperasi. Inti dari prinsip ini adalah bahwa

peningkatan kualitas sumber daya manusia koperasi adalah sangat vital dalam memajukan koperasinya (Sitio 2001 : 30)

BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan berbagai hambatannya, maka dapat disimpulkan, bahwa : 1 Upaya yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya adalah : a. Pemberian kredit kepada anggota Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran b. Pemberian Sisa Hasil Usaha c. Pemberian dana santunan bagi anggota atau keluarga anggota yang meninggal dunia d. Kegiatan pemberian bingkisan lebaran e. Pemberian beasiswa bagi anak-anak anggota Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran yang berprestasi 2 Kendala atau hambatan yang dihadapi Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya adalah : a. Kurangnya modal b. Letak wilayah yang kurang strategis c. Kredit Macet d. Masih rendahnya partisipasi angota

3 Upaya yang dilakukan Koperasi Unit Desa Mekar Ungaran dalam meningkatkan kesejahteraan anggota, mengenai : a. Kurangnya Modal yaitu dengan cara pemupukan modal b. Tempat yang kurang strategis, sehingga tidak diketahui oleh masyarakat umum, yaitu dengan cara pembuatan brosur-brosur mengenai letak dan lokasi, serta usaha-usaha yang dijalankan oleh KUD Mekar Ungaran c. Adanya Kredit Macet, yaitu dengan cara : 1) Penghapusan pinjaman jangka panjang dengan bunga yang rendah 2) Apabila ada anggota yang meninggal dunia tetapi masih mempunyai hutang, maka akan dimerahkan atau dihapus 3) Pemotongan Sisa Hasil Usaha sesuai dengan yang disepakati 4) Apabila ada anggota yang keluar tetapi masih mempunyai pinjaman pada KUD Mekar Ungaran, maka pengurus akan membentuk tim yang akan ditugaskan untuk menagih kerumahnya. d. Masih rendahnya partisipasi anggota, yaitu dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai perkoperasian, khusunya mengenai pentingnya peranan anggota di dalam sebuah koperasi. Karena fungsi anggota yaitu pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi B. Saran. 1 Permodalan koperasi harus ditingkatkan dengan cara meningkatkan simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan wajib khusus

2 Pelayanan koperasi harus ditingkatkan yaitu dengan cara meningkatkan sikap ramah, sopan dan bertanggungjawab terhadap pekerjaannya dan karyawannya 3 Keaktifan para anggota hendaknya ditingkatkan yaitu, dengan cara koperasi memberi rangsangan berupa doorprize kepada pelanggan

DAFTAR PUSTAKA Anoraga, Pandji, dkk. 1997. Dinamika Koperasi. Semarang : Rineka cipta Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. Chaniago, Arifinal. 1973. Pendidikan Perkoperasian Indonesia. Semarang : Bandung Angkasa Chaurmain, Imam. 1998. Pengantar Ilmu Ekonomi I. Semarang : Depdikbud Hendrojogi, 2000. Koperasi dan Azas-Azas, Teori dan Praktek. Jakarta : Rajawali Press Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1978 tentang Koperasi Unit Desa Kartosapoetra, dkk. 1991. Koperasi Indonesia. Jakarta : PT Rineka Cipta. Menteri Koordinator Kesejahteraan. www.menkokesra. Go. Id / Milles, Huberman. 1992 . Analisis Data Kualitatif. Jakarta : Universitas Indones ia Moleong, Lexi. 2002. Penelitian Metodelogi Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya Moertono. 1980. Filsafat Manusia dan Antropologi Kefilsafatan. Yogyakarta : Liberty Narbuko, Cholid. dkk. 2004. Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara Poerwadarminta W.J.S. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Rachman, Maman. 1999. Strategi dan Langkah-langkah Penelitian. Semarang : IKIP Semarang

Sitio, Arifin, dkk. 2001. Koperasi Teori Dan Praktik. Jakarta : Erlangga Soeradjiman. 1996. Koperasi Dalam Teori dan Praktik. Jakarta : Dekopin Sukamdiyo. 1996. Manajemen Koperasi Pasca Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Jakarta : Erlangga Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Koperasi Widayanti, Ninik. 2003. Koperasi Dan Perekonomian Indonesia. Rineka cipta : 2003 Winardi, 1990. Pengantar Ilmu ekonomi. Bandung : Tarsito Wirasasmita, RA, Rivai, dkk. 1990. Manajemen Koperasi. Bandung : Pionir Jaya