Anda di halaman 1dari 20

Skenario 2 NYERI DADA SAAT MENONTON PERTANDINGAN BOLA Bp.

S, 45 tahun mengalami nyeri dada retrosternal yang menjalar ke ekstermitas kiri pada saat menonon pertandingan sepak bola. Nyeri dada disertai rasa sulit bernafas, dada terasa berat, badan lemas, dan berdebar-debar. Bp. S langsung dibawa ke Unit awat !arurat "umah Sakit. !ari anamnesis diketahui beliau merokok kretek # bungkus$hari dan jarang olahraga. %ada pemeriksaan fisik didapati &ndeks 'asa (ubuh )&'(* +4kg$m +. %emeriksaan ,- terdapat irama sinus .//0$menit, dijumpai S( ele1asi pada sadapan prekordial. %emeriksaan laboratorium terdapat penigkatan kadar en2im jantung. !okter segera memberikan obat agregasi trombosit dan antiangina serta menyarankan Bp. S menjalani pemeriksaan angiografi pada pembuluh darah koroner.

Kata-kata Sulit .. &'( +. "etrosternal #. S( ele1asi 4. 3ngiografi 5. 4bat agregasi trombosit 5. 3niangina 6. ,n2im jantung 7. %rekordial Jawa an
1. %roksi untuk lemak tubuh manusia &'( 8

+. (erletak dibelakang sternum #. S( adalah garis yang menghubungkan ujung akhir kompleks 9"S dengan bagian awal gelombang (. Sedangkan S( ele1asi gambaran pada ,- dimana segmen S( berada diatas garis isoelektrik, disebabkan oleh rusaknya bagian otot jnatung se:ara permanen akibat insufisiensi aliran darah )kurang nutrisi-oksigen oleh beberapa faktor*. 4. %emeriksaan untuk menge1aluasi pembuluh darah dan 1askularisasi yang tidak normal 5. Senyawa yang digunakan untuk menurunkan tingkat komponen darah untuk menggumpal. 5. Senyawa yang digunakan untuk men:egah dan mengobati angina pektoris 6. ,n2im yang digunakan untuk akti1itas jantung 8. ;.,;+,;#,;4,;5,;5 memandang akti1itas jantung di bidang hori2ontal.

Pertan!aan .. 3pa yang menyebabkan nyeri dada pada pasien< +. -enapa pasien mengalami nyeri dada pada bagian retrosternal dan mengapa menjalar ke ektermitas kiri< #. 'engapa kadar en2im meningkat< 4. 'engapa pada pemerikasaan ,- terdaapat S( ele1asi<$ 5. 3pa hubungannya &'( = rokok dengan penyakit pasien< 5. 'engapa dilakukan pemeriksaan angiografi pada pembuluh darah koroner< 'engapa bukan pada bagian lain< 6. 'engapa pasien diberikan obat antipatelet dan antiangina< 7. 3pakah penyakit yang diderita B%. S berakibat fatal< >. Seberapa sering penyakit ini terjadi< 3pakah gender mempengaruhi<

Jawa an .. ,n2im meningkat diduga karena kekurangan oksigen, otot jantung rusak, disebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung. +. -arena nyeri pada pasien didiga akibat kelainan pada jantung dimana :iri khasnya nyeri dari jantung menjalar ke ekstermitas kiri yang berkaitan dengan persarafan jantung. 3. 4+ jantung berkurang kerja jantung meningkat untuk mengkompensasi kadar 4+ yang menurun. 4. !isebabkan oleh rusaknya bagian otot jantung se:ara permanen akibat insufisiensi aliran darah. 5. 'erorok 1asokontriksi kaku dinding pembuluh darah aterosklerosis 5. -arena kelaian yang dialami pasien diduga adalah pada pembuluh darah koroner. 7. 4bat agregasi trombosit untuk mengen:erkan sumbatan pada pembuluh darah koroner. Sedangkan obat antiangina sebagai 1asodilator suplai nutrisi, oksigen kembali normal kematian otot dapat di:egah nyeri dada hilang. 7. &ya, jika tidak dilakukan pengobatan se:ara :epat dan tepat. >. Sering, terutama pada perokok, dipengaruhi gender )pria* dan hormonal.

S3S3"3N B,?3@3"

?&.. 'emahami dan 'enjelaskan 3natomi ;askularisasi @antung ?&.+ 'emahami dan 'enjelaskan tentang Sindroma -oroner 3kut ?4.+.. !efinisi ?4.+.+ ,tiologi dan Aaktor "esiko ?4.+.# ,pidemiologi ?4.+.4 %atofisiologi ?4.+.5 -riteria S-3 dan 3ngina ?4.+.5 'anifestasi ?4.+.6 !iagnosis dan !iagnosis Banding ?4.+.7 (atalaksana ?4.+.> -omplikasi ?4.+../ %en:egahan ?4.+... %rognosis

LI"# Me$a%a$i &an Men'ela(kan Anato$i )a(kulari(a(i Jantun*

a* 3rteri jantung @antung diperdarahi oleh arteri :oronaria yg merupakan :abang dari aorta as:endens.-edua arteria :oronaria, kanan dan kiri, menyuplai darah untuk dinding jantung. 3rteri ini keluar dari aorta tepat di atas katup aorta dan berjalan ke bawah masing B masing pada permukaan sisi kanan dan kiri jantung, memberikan :abang ke dalam untuk myo:ardium. 3rteri ini menyuplai masing B masing sisi jantung tetapi memiliki 1ariasi indi1idual dan pada beberapa orang, arteria :oronaria de0tra menyuplai sebagian 1entrikel kiri. Arteri +oronaria ber:abang menjadiC .. 3rteri :oronaria de0tra yg ber:abang menjadiC

Arteri $ar*inali( yg memperdarahi atrium dan 1entrikel de0tra Arteri inter,entrikulari( posterior yg memperdarahi diniding belakang 1entrikel, epi:ardium, atrium de0tra, dan S3 nodeD

+. 3rteri :oronaria sinistra ber:abang menjadiC Arteri inter,entrikulari( anterior )rami de:endens anterior* 'endarahi bagian anterior 1entrikel de0tra dan sinistra dan arteri marginalis sinistra untuk samping atas 1entrikel kiri Arteri +i+u$-lek(u( mendarahi bagian belakang bawah 1entrikel dan atrium sinistra

b* ;ena jantung ;ena jantung bermuara pada (inu( +oronariu(, 1ena-1ena tersebut adalah .. ;ena :ordis magna +. ;ena :ordis par1a #. ;ena :ordis media 4. ;ena :ordis obliE ?alu darah dari sinus :oronarius masuk ke atrium kanan melalui o(teu$ (inu( +oronarie(, tapi ada 1ena jantung yang langsung bermuara ke atrium kanan yaituC ;ena :ordis anterior ;ena :ordis minima

%ersarafan @antung @antung dipersarafi oleh serabut simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom melalui ple0us :ardia:us yang terletak di bawah arkus aorta. Saraf simpatis berasal dari bagian :er1i:ale dan thora:ale bagian atas trun:us symphatikus, dan persarafan parasimpatis berasal dari ner1us 1agus. Serabut serabut postganglionik simpatis berakhir di nodus sinusatrial dan nodus atrio1entrikular, serabut serabut otot jantung dan arteria :oronaria. %erangsangan saraf simpatis mengakibatkan akselerasi jantung, meningkatkan denyut jantung)daya kontraksi otot jantung* dan dilatasi arteria koroner. Serabut serabut postganglionik parasimpatis berakhir di nodus sinusatrial dan nodus atrio1entrikular dan arteria :oronaria. %erangsangan saraf parasimpatis mengakibatkan berkurangnya denyut jantung)daya kontraksi otot jantung* dan konstriksi arteria koroner. Serabut serabut aferen yang berjalan bersama saraf simpatis membawa implus saraf yang biasanya tidak dapat disadari. 3kan tetapi bilai pasokan darah kurang ke otot jantung terganggu maka implus rasa nyeri dapat dirasakan melalui lintasan tersebut. Serabut Bserabut aferen yang berjalan bersama ner1us 1agus mengambil bagian dalam refle0 kardio1askular

LI"2 Me$a%a$i &an Men'ela(kan tentan* Sin&ro$a Koroner Akut LO"2"# De-ini(i %enyakit @antung -oroner adalah penyempitan$penyumbatan )arterios:lerosis* pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan dari 2at-2at lemak )kolesterol, trigliserida* yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam )endotelium* dari dinding pembuluh nadi. !engan tersumbatnya 3rteri -oroner, maka hal ini akan mengurangi atau menghentikan aliran darah mensupply oksigen ke otot-otot jantung, sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah. !an bila sampai otot-otot jantung kekurangan supply darah maka jantung akan menjadi lemah dan tidak dapat menyediakan darah ke seluruh bagian tubuh. ,ndapan lemak )ateroma atau plak* terbentuk se:ara bertahap dan tersebar di per:abangan besar dari kedua arteri koroner utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagijantung. %roses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis. 3teroma bisa menonjol ke dalam arteri dan menyebabkan arteri menjadi sempit. @ika ateroma terus membesar, bagian dari ateroma bisa pe:ah dan masuk ke dalam aliran darah atau bisa terbentuk bekuan darah di permukaan ateroma tersebut. Supaya bisa berkontraksi dan memompa se:ara normal, otot jantung )miokardium* memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen dari arteri koroner. @ika penyumbatan arteri koroner semakin memburuk, bisa terjadi iskemi )berkurangnya pasokan darah* pada otot jantung, menyebabkan kerusakan jantung. %enyebab utama dari iskemi miokardial adalah penyakit arteri koroner. -omplikasi utama dari penyakit arteri koroner adalah angina dan serangan jantung )infark miokardial*.

LO"2"2 Etiolo*i &an .aktor Re(iko Sindroma koroner akut ditandai oleh adanya ketidakseimbangan antara pasokan dengan kebutuhan oksigen miokard yang umumnya disebabkan karena penyempitan pembuluh darah jantung )1asokonstriksi*. %enyempitan ini diakibatkan oleh empat hal, meliputiC .. 3danya timbunan-lemak )aterosklerosis* dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi serta plak akibat kebiasaan merokok. +. Sumbatan )trombosis* oleh sel beku darah )trombus*.
7

#. 4.

;asokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus. &nfeksi pada pembuluh darah.

'ulai terjadinya Sindroma -oroner 3kut )S-3* dipengaruhi oleh beberapa keadaan, yakniC .. 3kti1itas$latihan fisik yang berlebihan )tak terkondisikan* +. Stress emosi, terkejut. #. Udara dingin. -eadaan-keadaan tersebut ada hubungannya dengan peningkatan akti1itas simpatis sehingga tekanan darah meningkat, frekuensi debar jantung meningkat, dan kontraktilitas jantung meningkat. Aaktor-faktor resiko penyakit jantung koroner dibagi dua yaitu faktor resiko yang dapat dimodifikasi dan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi. Aaktor resiko yang dapat dimodifikasi antara lainC .. Fipertensi %eningkatan tekanan darah merupakan beban yang berat untuk jantung, sehingga menyebabkan hipertropi 1entrikel kiri atau pembesaran 1entrikel kiri )faktor miokard*. -eadaan ini tergantung dari berat dan lamanya hipertensi. Serta tekanan darah yang tinggi dan menetap akan menimbulkan trauma langsung terhadap dinding pembuluh darah arteri koronaria, sehingga memudahkan terjadinya aterosklerosis koroner )faktor koroner*. Fal ini menyebabkan angina pektoris, insufisiensi koroner dan miokard infark lebih sering didapatkan pada penderita hipertensi dibandingkan orang normal. +. !iabetes &ntoleransi terhadap glukosa diketahui sebagai predisposisi penyakit pembuluh darah. 'ekanismenya belum jelas, akan tetapi terjadi peningkatan tipe &; hiperlipidemi dan hipertrigliserid, pembentukan platelet yang abnormal dan !' yang disertai obesitas dan hipertensi. #. Fiperkolesterolemia -olesterol, lemak dan substansi lainnya dapat menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah arteri, sehingga lumen dari pembuluh derah tersebut menyempit, dan proses ini disebut aterosklerosis. %enyempitan pembuluh darah ini akan menyebabkan aliran darah menjadi lambat bahkan dapat tersumbat sehingga aliran darah pada pembuluh derah koroner yang fungsinya memberi 4+ ke jantung menjadi berkurang. -urangnya 4+ akan menyebabkan otot jantung menjadi lemah, sakit dada, serangan jantung bahkan kematian. 4. 'erokok ,fek rokok adalah menyebabkan beban miokard bertambah karena rangsangan oleh katekolamin dan menurunnya konsumsi 4+ akibat inhalasi G4. -atekolamin juga dapat menambah reaksi trombosis dan juga menyebabkan kerusakan dinding arteri, sedangkan glikoprotein tembakau dapat menimbulkan reaksi hipersensitif dinding arteri. 5. 4besitas 4besitas juga dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan ?!? kolesterol. 5. Stress 6. -urang olahraga 7. %emakaian obat-obatan tertentu Aaktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi antara lainC .. "iwayat %@- dalam keluarga +. Usia di atas 45 tahun #. @enis kelamin laki-laki H perempuan
8

4.

,tnis tertentu lebih besar resiko terkena %@-

LO"2"/ E0i&e$iolo*i %enyakit jantung koroner )%@-* telah menjadi penyebab utama kematian dewasa ini. Badan -esehatan !unia )IF4* men:atat lebih dari .. 6 juta orang meninggal akibat %@- di seluruh dunia pada tahun +//+. angka ini diperkirakan meningkat .. juta orang pada tahun +/+/.!i &ndonesia, kasus %@- semakin sering ditemukan karena pesatnya perubahan gaya hidup. 'eski belum ada data epidemiologis pasti, angka kesakitan$kematiannya terlihat :enderungmeningkat. Fasil sur1ey kesehatan nasional tahun +//. menunjukkan tiga dari ../// penduduk &ndonesia menderita %@-. %erbaikan kesehatan se:ara umum dan kemajuan teknologi kedokteran menyebabkan umur harapan hidup meningkat, sehingga jumlah penduduk lansia bertambah. Sur1ey di tiga ke:amatan di daerah !jakarta Selatan pada tahun +/// menunjukkan pre1alensi lansia melewati angka .5J yang sebelumnya diperkirakan hanya 6,5J bagi Negara berkembang. Usia lansia yang didefinisikan sebagai umur 55 tahun ke atas )IF4* ditenggarai meningkatkan berbagai penyakit degeneratif yang bersifat multiorgan. %re1alensi %@- )%enyakit @antung -oroner* diperkirakan men:apai 5/J dan angka kematian men:apai lebih dari 7/J yang berarti setiap + )dua* orang lansia satu mengidap %@- danjika terserang %@- maka kematian demikian tinggi dan hanya +/J yang dapat diselamatkan.

LO"2"1 Pato-i(iolo*i Sindrom -oroner 3kut )S-3* dimulai dengan adanya ruptur plak arteri koroner, akti1asi kaskade pembekuan dan platelet, pembentukan trombus, serta aliran darah koroner yang mendadak berkurang. Fal ini terjadi pada plak koroner yang kaya lipid dengan fibrous cap yang tipis )vulnerable plaque*. &ni disebut fase plaEue disruption Kdisrupsi plakL. Setelah plak mengalami ruptur maka faktor jaringan )tissue factor) dikeluarkan dan bersama faktor ;&&a membentuk tissue fa:tor ;&&a :omple0 mengaktifkan faktor M menjadi faktor Ma sebagai penyebab terjadinya produksi trombin yang banyak. 3danya adesi platelet, akti1asi, dan agregasi, menyebabkan pembentukan trombus arteri koroner. &ni disebut fase acute thrombosis. %roses inflamasi yang melibatkan akti1asi makrofage dan sel ( limfosit, proteinase, dan sitokin, menyokong terjadinya ruptur plak serta trombosis tersebut. Sel inflamasi tersebut bertanggung jawab terhadap destabilisasi plak melalui perubahan dalam antiadesif dan antikoagulan menjadi prokoagulan sel endotelial, yang menghasilkan faktor jaringan dalam monosit sehingga menyebabkan ruptur plak. 4leh karena itu, adanya leukositosis dan peningkatan kadar G"% merupakan petanda inflamasi pada kejadian koroner akut )&'3* dan mempunyai nilai prognosti:. @ika mengalami aterosklerosis maka segera terjadi disfungsi endotel )bahkan sebelum terjadinya plak*. !isfungsi endotel ini dapat disebabkan meningkatnya inakti1asi nitrit oksida )N4* oleh beberapa spesies oksigen reaktif, yakni 0anthine o0idase, N3!F$ N3!%F )nicotinamide adenine dinucleotide phosphate oxidase*, dan endothelial cell Nitric Oxide Synthase )eN4S*. 4ksigen reaktif ini dianggap dapat terjadi pada hiperkolesterolemia, diabetes, aterosklerosis, perokok, hipertensi, dan gagal jantung. !iduga masih ada beberapa en2im yang terlibat dalam produk radikal pada dinding pembuluh darah, misalnya lipoo0ygenases dan %45/-monoo0ygenases. 3ngiotensin && juga merupakan akti1ator N3!%F o0idase yang poten. &a dapat meningkatkan inflamasi dinding pembuluh darah
9

melalui pengerahan makrofage yang menghasilkan mono:yte :hemoattra:tan protein-. dari dinding pembuluh darah sebagai aterogenesis yang esensial. Aase selanjutnya ialah terjadinya 1asokonstriksi arteri koroner akibat disfungsi endotel ringan dekat lesi atau respons terhadap lesi itu. %ada keadaan disfungsi endotel, faktor konstriktor lebih dominan )yakni endotelin-., tromboksan 3+, dan prostaglandin F+* daripada faktor relaksator )yakni nitrit oksid dan prostasiklin*. Nitrit 4ksid se:ara langsung menghambat proliferasi sel otot polos dan migrasi, adesi leukosit ke endotel, serta agregasi platelet dan sebagai proatherogeni:. 'elalui efek melawan, (M3+ juga menghambat agregasi platelet dan menurunkan kontraktilitas miokard, dilatasi koroner, menekan fibrilasi 1entrikel, dan luasnya infark. !isrupsi plak dapat terjadi karena beberapa hal, yakni tipis - tebalnya fibrous :ap yang menutupi inti lemak, adanya inflamasi pada kapsul, dan hemodinamik stress mekanik. 3dapun mulai terjadinya sindrom koroner akut, khususnya &'3, dipengaruhi oleh beberapa keadaan, yakni C a. akti1itas$ latihan fisik yang berlebihan )tak terkondisikan*, b.stress emosi, terkejut, :. udara dingin. d. -eadaan-keadaan tersebut berhubungan dengan peningkatan akti1itas simpatis sehingga tekanan darah meningkat, frekuensi debar jantung meningkat, kontraktilitas jantung meningkat, dan aliran koroner juga meningkat. Sehingga dari mekanisme inilah beta blo:ker mendapat tempat sebagai pen:egahan dan terapi. LO"2"2 Kriteria SKA &an An*ina ANGINA PEKTORIS Suatu sindrom klinis berupa serangan nyeri dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan kiri. Nyeri dada tersebut biasanya timbul pada saat melakukan akti1itas dan segera hilang bila akti1itas dihentikan. Nyeri angina dapat menyebar ke lengan kiri, ke punggung, ke rahang atau ke daerah abdomen. %enyebab angina pektoris adalah suplai oksigen yang tidak adekuat ke sel-sel miokardium dibandingkan kebutuhan. Beban kerja jaringan meningkat kebutuhan oksigen meningkatarteria koroner kekakuan atau menyempit akibat arterosklerosis tidak dapat berdilatasi iskemi miokardiumsel-sel miokardium mulai menggunakan glikolisis anaerobterbentuk asam laktatmenurunkan pF miokardium dan menimbulkan nyeri yang berkaitan dengan angina pektoris.

10

IN.ARK MIOKARD Nekrosis miokard akibat gangguan aliran darah ke otot jantung. 4klusi koroner lengkap Sering berupa serangan mendadak Umumya pada pria #5-55 tahun, tanpa gejala pendahuluan. !erajat gangguan fungsional bergantung pada beberapa faktor #" Ukuran infark Bila melebihi 4/J miokardium berhubungan dengan tinggi insiden syok kardiogenik o &nfark subendokardium C infark terbatas pada sebagian miokardium,+/ menit setelah sumbatan o &nfark transmuralC infark mengenai seluruh permukaan endokardium sampai epikardium,berlanjut dr +/menit sampai 4jam 2" ?okasi infark &nfark dinding anterior )1entrikel kiri* lebih menggangu fungsi mekanis daripada infark dinding inferior 1. ?eft anterior des:enden dinding anterior 1entrikel kiri sampai septum 2. ?eft :irkumfleksuslateral atau posterior kiri 3. "ight posterior des:enden dinding inferior dari 1entrikel kiri dan juga bisa septumd dan 1entrikel kanan /" Aungsi miokardium yang tak terlibat &nfark lama membahayakan fungsi miokardium sisanya 1" Sirkulasi kolateral Baik dengan anastomosis kolateral intrakoroner atau kolateral interkoroner 2" 'ekanisme kompensasi dari kardio1askuler
11

'ekanisme refleks kompensasi untuk mempertahankan :urah jantung dan perfusi perifer -lasifikasi infark berdasarkan segmen S( o &'3 tanpa ele1asi S( )NS(,'&*sulit dibedakan dengan Unstable Angina ditentukan bila pasien memiliki manifestasi klinis U3 dengan nekrosis mikoard berupa peningkatan biomarker jantung o &'3 dengan ele1asi S( )S(,'&*infark miokard dengan adanya kenaikan segmen S( pada ,- ,umumnya terjadi adanya oklusi arteri koronaria mendadak

Aibrous plaEue rupturnya plak pembentukan trombus terlepasnya plak arteriosklerosis dari salah satu arteri koroner tersangkut di bagian hilir menyumbat aliran darah keseluruh miokardium yang diperdarahi oleh pembuluh tersebut )oklusi*nekrosis. LO"2"3 Mani-e(ta(i 3. 3N &N3 %,-(4"&S !iagnosis seringkali berdasarkan keluhan nyeri dada yang mempunyai :iri khas sebagai berikut C a* ?etak Sering pasien merasakan nyeri dada di daerah sternum atau di bawah sternum )substernal*, atau dada sebelah kiri dan kadang-kadang menjalar ke lengan kiri, dapat menjalar ke punggung, rahang, leher, atau ke lengan kanan. Nyeri dada juga dapat timbul di tempat lain seperti di daerah epigastrium, leher, rahang, gigi, bahu. b* -ualitas %ada angina, nyeri dada biasanya seperti tertekan benda berat, atau seperti di peras atau terasa panas, kadang-kadang hanya mengeluh perasaan tidak enak di dada karena pasien tidak dapat menjelaskan dengan baik, lebih-lebih jika pendidik-an pasien kurang. :* Fubungan dengan akti1itas Nyeri dada pada angina pektoris biasanya timbul pada saat melakukan akti1itas, misalnya sedang berjalan :epat, tergesa-gesa, atau sedang berjalan mendaki atau naik tangga. %ada kasus yang berat akti1itas ringan seperti mandi atau menggosok gigi, makan terlalu kenyang, emosi, sudah dapat menimbulkan nyeri dada. Nyeri dada tersebut segera hilang bila pasien menghentikan akti1itasnya. Serangan angina dapat timbul pada waktu istirahat atau pada waktu tidur malam. d* ?amanya serangan ?amanya nyeri dada biasanya berlangsung .-5 menit, kadang-kadang perasaan tidak enak di dada masih terasa setelah nyeri hilang. Bila nyeri dada berlangsung lebih dari +/ menit, mungkin pasien mendapat serangan infark miokard akut dan bukan angina pektoris biasa. %ada angina pektoris dapat timbul keluhan lain seperti sesak napas, perasaan lelah, kadangkadang nyeri dada disertai keringat dingin. B. &NA3"- '&4-3"! a) Nyeri dada kiri menjalar ke lengan kiri. b) Nyeri dada serupa dengan angina tetapi lebih intensif dan lama serta tidak sepenuhnya hilang dengan istirahat ataupun pemberian nitrogliserin, lebih dari setengah jam c) !ada rasa tertekan seperti ditindih benda berat, leher rasa ter:ekik.
12

d) "asa nyeri kadang di daerah epigastrikum dan bisa menjalar ke punggung. e) "asa nyeri hebat sekali sehingga penderita gelisah, takut, berkeringat dingin dan lemas. Biasanya sakit tertutupi oleh gejala lain misalnya sesak nafas atau sinkop LO"2"4 Dia*no(i( &an Dia*no(i( Ban&in* !apat dilakukan dengan memberikan pertanyaan seperti berikut iniC 3pakah ada riwayat %@-3 sebelumnya< Singkirkan faktor risiko komorbid, seperti merokok, diabetes, hipertensi, dislipidemia atau riwayat %@- di keluarga 3pakah nyeri dada dirasakan seperti menusuk atau menekan ):uriga angina*< 3pakah nyeri )kearah angina* menjalar ke bagian tubuh lain< 3dakah nyeri saat istirahat dan apakah terus menerus )H +/ menit*< %ada pasien %@-, apakah nyeri menghilang dengan pemakian n i t r a t sublingual<

N N N N N N

-eluhan nyeri dada harus diperjelas dengan melakukan anamnesa sifat nyeri dada yaitu a. ?okasi C substermal, retrostermal, dan prekordial b.Sifat nyeri C rasa sakit, seperti ditekan, rasa terbakar, ditindih benda berat, seperti ditusuk, rasa diperas, dan dipelintir. :. %enjalaran ke C leher, lengan kiri, mandibula, gigi, punggung$ interskapula, dan dapat juga ke lengan kanan. d. Nyeri membaik atau hilang dengan istirahat atau obat nitrat e. Aaktor pen:etus C latihan fisik, stress emosi, udara dingin, dan sesudah makan f. ejala yang menyertai C mual, muntah, sulit bernafas, keringat dingin, dan lemas. ejalayang tidak tipikal seperti rasa lelah yang tidak jelas, nafas pendek, rasa tidak nyaman di epigastrium atau mual dan muntah dapat terjadi, terutama pada wanita, penderitadiabetes dan pasien lanjut usia. -e:urigaan harus lebih besar pada pasien dengan faktor risiko kardio1askular multipel dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan diagnosis. +. %,',"&-S33N A&S&(ujuan dari pemeriksaan fisik adalah untuk mengidentifikasi faktor pen:etus dan kondisi lain sebagai konsekuensi dari 3%(S$NS(,'&. Fipertensi tak terkontrol, anemia, tirotoksikosis, stenosis aorta berat, kardiomiopati hipertropik dan kondisi lain, seperti penyakit paru. -eadaan disfungsi 1entrikel kiri )hipotensi, ronki dan gallop S#* menunjukkan prognosis yang buruk.3danya bruit di karotis atau penyakit 1askuler perifer menunjukkan bahwa pasien memiliki kemungkinan juga penderita penyakit jantung koroner )%@-*. %emeriksaan %enunjang Elektrokar&io*ra$ 5EKG6 ambaran ,- saat istirahat dan bukan pada saat serangan angina sering masih normal. ambaran ,- dapat menunjukkan bahwa pasien pernah mendapat infark miokard di masalampau. -adang-kadang menunjukkan pembesaran 1entrikel kiri pada pasien hipertensi dananginaO dapat pula menunjukkan perubahan segmen S( dan gelombang ( yang tidak khas. %adasaat serangan angina, ,- akan menunjukkan depresi segmen S( dan gelombang ( dapatmenjadi negatif.

13

Ga$ ar #/" Peru a%an EKG kla(ik 0a&a I(ke$ia" A7 In,er(i *elo$ an* T8 B7 Penurunan (e*$en ST .oto ront*en &a&a Aoto rontgen dada seringmenunjukkan bentuk jantung yang normalO pada pasien hipertensidapat terlihat jantung membesar dan kadang-kadang tampak adanya kalsifikasi arkus aorta. 1) %emeriksaan laboratorium %emeriksaan laboratorium tidak begitu penting dalam diagnosis angina pektoris. Ialaupun demikianuntuk menyingkirkan diagnosis infark jantung akut sering dilakukan pemeriksaan en2im G%-,S 4( atau ?!F. ,n2im tersebut akan meningkat kadarnya pada infark jantung akut sedangkanpada angina kadarnya masih normal. %emeriksaan lipid darah seperti kolesterol, F!?, ?!?,trigliserida dan pemeriksaan gula darah perlu dilakukan untuk men:ari faktor risiko sepertihiperlipidemia dan$atau diabetes melitus.)'. Santoso, ( Setiawan. +//5* ,n2im jantung biomarker &nfark 'iokard ,n2im 'eningkat %un:ak Normal G--'B 'ioglobin ?!F (roponin ( dan & 5 jam . jam +4 jam # jam +4 jam 4 B 7 jam 47 B 6+ jam .+ B +4 jam ..5 B + hari . B .,5 hari 6 B ./ hari 6 B ./ hari

a. G- ) Greatin %hosphokinase* ,n2im yg mengkatalisis kreatin, kreatinin, dalam sel otot, otak NormalIC P../ u$l, % C P.#/ u$l. G-'B )isoen2yme G- C Greatin -inase 'yo:ard Band* 'eningkat C 3ngina pe:toris berat , iskhemik re1ersibel -adarmeningkatC 4 - 7 jam setelah &'3 %un:akC .+ - +4 jam 'enurunC hari ke # NormalC P .5 &U 'eningkat padC 3'&, gagal ginjal, kerusakan otot )skelet, jantung* ?!F )?aktat !ehidrogenase* 'engkatalisis laktat piru1at 5 jenis isoen2im 4tot jantungC ?!F., ?!F+ 14

-adar meningkat C 7 - .+ jam setelah &'3 %un:ak C +4 - 47 jam 'enurun C Fari ke .4 Normal C ?!F .$?!F + C P /,75 'eningkat padaC kerusakan gagal ginjal, otot jantung, leukemia ("4%4N&N Unit kontraktil otot serang lintang tersusun atas filamen tipis =tebal. -ompleks troponin terdpt pd filamen tipis = mengkontrol proseskontraksi 4tot jantung kompleks terdiri dari troponin (, &,G. Bereaksi dengan a:tin = tropomiosin (nGC &katGa = menginisiasi kontraksi (n &C penghambat kontraksi pd kead istirahat (n (C %engikat kompleks troponin = tropomiosin :(n akan dilepas otot jantung krnC -erusakan otot jantung )miokard infark* 'iokarditis -ardiomiopati (rauma :(n& 'eningkatC + - 7 jam %un:akC ./ Q +4 jam 'enurunC Fari ke 6 :(n( 'eningkatC + - 7 jam %un:akC ./ Q +4 jam 'enurunC Fari ke .4 NormalC :(n& C P .,/ , :(n( C P /,.

'&4 ?4B&N %rotein heme )+J total protein dlm otot* Berada dlm sitoplasma sel otot skelet = jantung Berguna dlm oksigenasi otot B' ke:il :epat di lepas ke sirkulasi dibandingG-,G-'B,(roponin ?ebih sensitif dibanding parameter lain )7+J, (n ( 54J,G-'B+#J* 'eningkat pdC kerusakan otot skelet = otot jantung !ideteksiC + jam setelah &'3 %un:akC 7-.+ jam FilangC P +4 jam post infark 'etode pemeriksaanC "&3, ,?&S3 )darah 5 ml, urin . ml* !arah 1ena 3-C heparin Sensitifitas pd fase dini H G-'B, fase lanjut sensitifitashilang )ginjal* %erlu parameter lainuntuk menjelaskan lokasi kerusakan)jantung$skelet* ,kskresi oleh ginjal gangguan fungsi ginjal -onsentrasi tinggi mioglobin merusak ginjal "ujukan C %riaC .5-65 ng$ml IanitaC 6-54 ng$ml Gut off point C 6/ ng$ml
15

G"% )G "eaktif %rotein* "eaktan fase akut utama hati -adar stabilC waktu lama (anda inflamasi akut hsG"% )high sensiti1ityG"%* (anda risiko penyakit kardio1askuler risiko rendah C P .,/ Rg$? sedangC .,/ Q #,/ Rg$? tinggi C H #,/ Rg$? %engeluaran distimulasi oleh regangan dinding 1entrikel Semakin meningkat,semakin berat gagal jantung bahkan subklinisterlihat meningkat 'anfaat pemeriksaanC !iagnosis, stratifikasi risiko, prognosis =pemantauanpasien gagal jantung Bisa membedakan kausa pada pasien sesak napas untuk menyingkirkan dugaan gagaljantung baru "ujukan C P 5/ mg$m?C agal jantung )-* C H.// mg$m? C %rediksi gagal jantung

LO"2"9 Tatalak(ana 3. (erapi 3wal

!alam ./ menit pertama harus selesai dilaksanakan adalah sebagai berikutC a. pemeriksaan klinis dan penilaian rekaman ,- .+ sadapan, b.periksa en2im jantung G-$G-'B atau G-'B$:(n( :. 4ksigenasiC ?angkah ini segera dilakukan karena dapat memperbaiki kekurangan oksigen pada miokard yang mengalami :edera serta menurunkan beratnya S(-ele1asi. &ni dilakukan sampai dengan pasien stabil dengan le1el oksigen +B# liter$ menit se:ara kanul hidung. d. Nitrogliserin )N( *C -ontraindikasi bila (! sistolik P >/ mmFg*, bradikardia )P 5/ kali$menit*, takikardia. 'ula-mula se:ara sublingual )S?* )/,# B /,5 mg *, atau aerosol spray. @ika sakit dada tetap ada setelah #0 N( setiap 5 menit dilanjutkan dengan drip intra1ena 5B ./ ug$menit )jangan lebih +// ug$menit * dan tekanan darah sistolik jangan kurang dari .// mmFg. 'anfaatnya ialah memperbaiki pengiriman oksigen ke miokardO menurunkan kebutuhan oksigen di miokardO menurunkan beban awal )preload* sehingga mengubah tegangan dinding 1entrikelO dilatasi arteri koroner besar dan memperbaiki aliran kolateralO serta menghambat agregasi platelet )masih menjadi pertanyaan*. e. 'orphineC 4bat ini bermanfaat untuk mengurangi ke:emasan dan kegelisahanO mengurangi rasa sakit akibat iskemiaO meningkatkan 1enous :apa:itan:eO menurunkan tahanan pembuluh sistemikO serta nadi menurun dan tekanan darah juga menurun, sehingga preload dan after load menurun, beban miokard berkurang, pasien tenang tidak kesakitan. !osis + B 4 mg intra1ena sambil memperhatikan efek samping mual, bradikardi, dan depresi pernapasan. !apat diulang tiap 5 menit sampai dosis total +/ mg atau petidin +5-5/ mg intra1ena atau tramadol +5-5/ mg i1 f. 3spirinC harus diberikan kepada semua pasien sindrom koroner akut jika tidak ada kontraindikasi )ulkus gaster, asma bronkial*. ,feknya ialah menghambat siklooksigenase B. dalam platelet dan men:egah pembentukan tromboksan-3+. -edua hal tersebut menyebabkan agregasi platelet dan konstriksi arterial. !osis yang dianjurkan ialah .5/B#+5 mg perhari, dan

16

absorpsinya lebih baik S:hewableS dari pada tablet. 3spirin suppositoria )#+5 mg* dapat diberikan pada pasien yang mual atau muntah. g.3ntitrombolitik lainC Glopidogrel, (i:lopidineC deri1at tinopiridin ini menghambat agregasi platelet, memperpanjang waktu perdarahan, dan menurunkan 1iskositas darah dengan :ara menghambat aksi 3!% )adenosine diphosphate* pada reseptor platelet., sehingga menurunkan kejadian iskemi. (i:lopidin bermakna dalam menurunkan 45J kematian 1askular dan nonfatal infark miokard. !apat dikombinasi dengan 3spirin untuk pre1ensi trombosis dan iskemia berulang pada pasien yang telah mengalami implantasi stent koroner. %ada pemasangan stent koroner dapat memi:u terjadinya trombosis, tetapi dapat di:egah dengan pemberian 3spirin dosis rendah ).// mg$hari* bersama (i:lopidine +0 +5/ mg$hari. Golombo dkk. memperoleh hasil yang baik dengan menurunnya risiko trombosis tersebut dari 4,5J menjadi .,#J, dan menurunnya komplikasi perdarahan dari ./B.5J menjadi /,+B 5,5J+.. Namun, perlu diamati efek samping netropenia dan trombositopenia )meskipun jarang* sampai dengan dapat terjadi purpura trombotik trombositopenia sehingga perlu e1aluasi hitung sel darah lengkap pada minggu && B &&&. Glopidogrel sama efektifnya dengan (i:lopidine bila dikombinasi dengan 3spirin, namun tidak ada korelasi dengan netropenia dan lebih rendah komplikasi gastrointestinalnya bila dibanding 3spirin, meskipun tidak terlepas dari adanya risiko perdarahan. !idapatkan setiap ../// pasien S-3 yang diberikan Glopidogrel, 5 orang membutuhkan tranfusi darah .6,++. Glopidogrel . 0 65 mg$hari peroral, :epat diabsorbsi dan mulai beraksi sebagai antiplatelet agregasi dalam + jam setelah pemberian obat dan 4/B5/J inhibisi di:apai dalam #B6 hari. %enelitian G3%"&, )Glopidogrel 1s 3S3 in %atients at "isk of &s:hemi: ,1ents * menyimpulkan bahwa Glopidogrel se:ara bermakna lebih efektif daripada 3S3 untuk pen:egahan kejadian iskemi pembuluh darah )&'3, stroke* pada aterosklerosis )%rodu:t 'onograph New %la1i0*. B. (erapi lanjutan )"eperfusi* C dilakukan oleh yang berkompeten dan dalam pengawasan ketat di &GU a. (rombolitik %enelitian menunjukan bahwa se:ara garis besar semua obat trombolitik bermanfaat. (rombolitik awal )kurang dari 5 jam* dengan strptokinase atau tissue %lasminogen 3:ti1ator )t-%3* telah terbukti se:ara bermakna menghambat perluasan infark, menurunkan mortalitas dan memperbaiki fungsi 1entrikel kiri.

&ndikasi C Umur P 6/ tahun Nyeri dada khas infark, lebih dari +/ menit dan tidak hilang dengan pemberian nitrat. ,le1asi S( lebih dari . mm sekurang-kurangnya pada + sadapan ,Saat ini ada beberapa ma:am obat trombolisis yaitu streptokinase, urokinase, akti1ator plasminogen jaringan yang direkombinasi )r-(%3* dan anisolated plasminogen a:ti1ator :omple0 )3S%3G*. Tang terdapat di &ndonesia hanya streptokinase dan r-(%3. "-(%3 ini bekerja lebih spesifik pada fibrin dibandingkan streptokinase dan waktu paruhnya lebih pendek. -ontraindikasi C %erdarahan aktif organ dalam %erkiraan diseksi aorta "esusitasi kardio pulmonal yang berkepanjangan dan traumatik (rauma kepala yang baru atau adanya neoplasma intrakranial !iabeti: hemorrhage retinopathy
17

-ehamilan (! H +//$.+/ mmFg (elah mendapat streptokinase dalam jangka waktu .+ bulan

b. 3ntikoagulan dan antiplatelet Beberapa hari setelah serangan &'3, terdapat peningkatan resiko untuk terjadi tromboemboli dan reinfark sehingga perlu diberikan obat-obatan pen:egah. Feparin dan 3spirin referfusion trias menunjukkan bahwa heparin )intra1ena* diberikan segera setelah trombolitik dapat mempertahankan potensi dari arteri yang berhubungan dengan infark. %ada infus intra1ena untuk orang dewasa heparin +/.///-4/./// unit dilarutkan dalam . liter larutan glukosa 5J atau NaGl /,>J dan diberikan dalam +4 jam. Untuk memper:epat efek, dianjurkan menambahkan 5// unit intra1ena langsung sebelumnya. -e:epatan infus berdasarkan pada nilai AP !Activated Partial hromboplastin ime)" -omplikasi perdarahan umumnya lebih jarang terjadi dibandingkan dengan pemberian se:ara intermiten

@enis obat

Gontoh

Gara kerja 'engikat asam empedu di usus 'eningkatkan pembuangan ?!? dari aliran darah 'engurangi ke:epatan pembentukan ;?!? );?!? merupakan prekursos dari ?!?*

-olestiramin %enyerap asam empedu -olestipol

%enghambat lipoprotein

sintesa

Niasin

%enghambat 3 reduktase

adrenalin, Alu1astatin ?o1astatin %ra1astatin koen2im Sim1astatin 3tor1astatin "osu1astatin %ita1astatin ,2etimibe -lofibrat Aenofibrat emfibrosil

'enghambat pembentukan kolesterol 'eningkatkan pembuangan ?!? dari aliran darah

!eri1at asam fibrat

Belum diketahui, mungkin meningkatkan peme:ahan lemak

LO"2": Ko$0lika(i &'3 dapat memberikan komplikasi seperti aritmia )takiaritmia, bradiaritmia*, disfungsi 1entrikel kiri, hipotensi, gagal jantung, syok kardiogenik, perikarditis dan lainlain.

18

(erdapat beberapa sistem dalam menentukan prognosis pas:a &'3. %rognosis &'3 dengan melihat derajat disfungsi 1entrikel kiri se:ara klinis dinilai menggunakan klasifikasi -illipC

LO"2"#; Pen+e*a%an .. Pola makan sehat Findari makanan yang banyak mengandung lemak jenuh atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. -urangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan :ara direbus, dikukus atau dipanggang. 'enggoreng dengan menggunakan minyak 2aitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan :ara digoreng. +. #indari $uga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink, usahakan menggunakan gula jagung. @angan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipe:ah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat. %" &en$aga ubuh ideal dari kegemukan karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 7/ :m, berisiko lebih besar terkena penyakit ini. 4. 'erhenti merokok 'engisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat. (" #indari Stres Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti @akarta yang dikenal karena kema:etan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon :ortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Formon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. 'aka, sangat baik bila 3nda menghindari stres baik di kantor atau di rumah. 5. #ipertensi %roblem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Fipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol ?!? memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.
19

6. Obesitas -elebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. 'enghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah :ara utama untuk menghindari diabetes. !iabetes memper:epat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung. 7. 4lahraga se:ara teratur. 3nda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan :epat, atau jogging. -egiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melan:arkan peredaran darah ke seluruh tubuh. )onsumsi antioksidan %olusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok men:iptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. "adikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. 3ntioksidan dapat diperoleh dari berbagai ma:am buah-buahan dan sayuran. LO"2"#; Pro*no(i( -e:irian prognosis penyakit jantung koroner .. !alam satu tahun setelah kambuhnya penyakit jantung, sekitar 4+ persen penderita wanita mungkin meninggal, angka itu lebih tinggi satu kali lipat daripada kaum lelaki. +. Sesudah pertama kali penyakit jantung kaum wanita kambuh, keadaan itu lebih mudah terjadi ulang dibandingkan dengan kaum lelaki. Semua orang bisa sembuh dengan berbeda :ara. Beberapa orang dapat mempertahankan kehidupan yang sehat dengan mengubah diet mereka, berhenti merokok, dan minum obat persis seperti resep dokter. 4rang lain mungkin memerlukan prosedur medis seperti angioplasti atau operasi. 'eskipun setiap orang berbeda, deteksi dini %@umumnya menghasilkan hasil yang lebih baik.

Da-tar Pu(taka 3natomi G;S A-UT, dr. &nmar "aden. httpC$$www.binfar.depkes.go.id$bmsimages$.#5.#5.5.5.pdf httpC$$www.mediafire.:om$1iew$4bsk6ij4h527r5u$S&N!"4'3U-4"4N,"U3-U(Ulo:ked .do:0 httpC$$www.dokterku-online.:om$inde0.php$arti:le$54-penyakit-jantung-koroner )httpC$$ol1ista.:om$kesehatan$penyakit-jantung-koroner-atau-pjk$* )httpC$$merahitam.:om$:iri-gejala-jantung-koroner-men:egah-serangan.html* anong,-+//+, Buku 3jar Aisiologi -edokteran, %enerbit Buku -edokteran , G,@akarta.Fanafi,&drus 3lwi, 'uin "ahman,S Farun. &lmu %enyakit !alam jilid &&&. @akartaCA-U&+//5, hal .5/5-.5##.-apita Selekta -edokteran. A-U& +//., hal. 4#6 44.-usmana, Fanafi. Buku 3jar -ardiologi. @akartaC A-U& .>>5.S.Snell ". 3natomi klinik untuk mahasiswa kedokteran edisi 5. @akarta C %enerbitBuku -edokteran , G, +//5O./+ B ..+.Neal, '.@., +//5,At a *alance +armakologi &edis, ,disi ;, #7-#>, ,rlangga, @akarta. httpC$$www.library.usu.a:.id

20