Anda di halaman 1dari 57

271!0!wpm/!46!op/!

2
Kbo!.!Gfc!3119

Cermin Dunia Kedokteran


JTTO;!1236.:24!Y
iuuq;00xxx/lbmcf/dp/je0del

Bsujlfm!Vubnb!;

RISIKO ANOVULASI PADA PENDERITA INFERTIL DENGAN HIPERPROLAKTINEMI


IB Putra Adnyana, Haya Harareth/ hal. 5

AKURASI GINESKOPI DENGAN BANTUAN OLESAN ASAM ASETAT 5 % UNTUK DE-


TEKSI DISPLASIA PADA LESI SERVIKS
Ketut Suwiyoga/ hal. 9

TERAPI PRE-EKLAMPSIA
Caroline Hutomo/ hal. 12
------------------------------------------------------------------------------------
Cfsjub!Ufsljoj!;

REVIEW COCHRANE MEMBERIKAN LAMPU HIJAU UNTUK


PEMBERIAN TAXANE PADA KANKER PAYUDARA
hal. 36

ANALGESIA EPIDURAL MENURUNKAN TEKANAN INTRAABDOMINAL


hal. 37

MIDAZOLAM EFEKTIF MENCEGAH PONV


hal. 38
Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang memba-
has berbagai aspek kesehatan, kedokteran dan farmasi,
juga hasil penelitian di bidang-bidang tersebut. Naskah yang
dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus un-
tuk diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila pernah
dibahas atau dibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hen-
daknya diberi keterangan mengenai nama, tempat dan saat
berlangsungnya pertemuan tersebut.

Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila


menggunakan bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kai-
dah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Istilah medis 2. Editorial
sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia
yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia.
4. English Summary
Redaksi berhak mengubah susunan bahasa tanpa mengubah
isinya. Setiap naskah harus disertai dengan abstrak dalam
bahasa Indonesia.

Untuk memudahkan para pembaca yang tidak berbahasa 36. Review Cochrane memberikan
Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak dalam
lampu hijau untuk pemberian Taxane
bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat
sendiri abstrak berbahasa Inggris untuk karangan terse- pada kanker payudara
but. Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih
berukuran kuarto/ folio, satu muka, dengan menyisakan cu- IB Putra Adnyana, Haya Harareth 37. Analgesia epidural menurunkan
kup ruangan di kanan kirinya, lebih disukai bila panjangnya
kira-kira 6 - 10 halaman kuarto disertai/atau dalam bentuk tekanan intraabdominal
disket program MS Word.
38. Midazolam efektif mencegah
Nama (para) pengarang ditulis lengkap, disertai keterangan
lembaga/fakultas/institut tempat bekerjanya. Tabel/skema/ PONV
grafik/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelas-jelas-
nya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi,
39. Asam folat tingkatkan performa
diberi nomor sesuai dengan urutan pemunculannya dalam Ketut Suwiyoga
naskah dan disertai keterangan yang jelas. fungsi kognitif lansia
Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk
menghindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi no-
40. Jogging tidak sebaik sepak bola
mor urut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah; di- Caroline Hutomo untuk membakar lemak
susun menurut ketentuan dalam Cummulated Index Medicus
dan/ atau Uniform Requirement for Manuscripts Submitted
41. Kadar HDL tinggi melindungi jan-
to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9).
Contoh : tung Anda
1. Basmajian JV, Kirby RL.Medical Rehabilitation.
1st ed. Baltimore, London: William and Wilkins,
42. Kafein plus asetaminofen beracun
1984; Hal 174-9.
2. Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties IB Putra Adnyana untuk beberapa orang
of invading microorganisms. Dalam: Sodeman
WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology: 43. Melawan kuman dengan sabun
Mechanism of diseases. Philadelphia:
WB Saunders, 1974;457-72. dan air hangat
3. Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasa filariasis
di Indonesia. Cermin Dunia Kedokt. 1990; 64: 7-10. Jefferson Rompas 44. Seksio saesar meningkatkan risiko
Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua; ibu dan bayi
bila tujuh atau lebih, sebutkan hanya tiga yang pertama dan
tambahkan dkk.

Naskah dikirimkan ke alamat :


Redaksi Cermin Dunia Kedokteran
Gedung KALBE, Jl. Letjen Suprapto Kav. 4 Didik Gunawan Tamtomo 45. Informatika Kedokteran
Cempaka Putih, Jakarta 10510 PO. Box 3117 JKT. 48. Profil
Tlp. (021) 4208171. E-mail : cdk@kalbe.co.id
50. Korespondensi
Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan, 51. Laporan Kegiatan Ilmiah
akan diberitahu secara tertulis. 54. Kalender Kegiatan Ilmiah
Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila
disertai dengan amplop beralamat (pengarang) lengkap de-
56. RPPIK
ngan perangko yang cukup.
Dwi Agustina, Caroline T. Sardjono, Ferry
Sandra

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 


Editorial

Berbagai masalah ginekologi akan mengisi CDK edisi ini; beberapa di


antaranya mengenai fertilitas.

Selain itu juga ada artikel mengenai kanker serviks, kanker utama di
kalangan wanita.

Artikel mengenai farmakoterapi eklampsi semoga dapat menyegarkan


kembali pengetahuan yang sudah ada.

Seperti biasa, sejawat akan menjumpai artikel mengenai stem cell,


topik yang akan makin mengemuka di saat-saat mendatang

Selamat membaca,

Redaksi

Redaksi CDK Mengucapkan


Selamat Hari Raya Natal 2007
&
Tahun Baru 2008

 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


CDK
Cermin Dunia Kedokteran
susunan redaksi
KETUA PENGARAH
Dr. Boenjamin Setiawan, PhD

PEMIMPIN UMUM
Dr. Erik Tapan
ISSN: 0125-913 X
http://www.kalbe.co.id/cdk KETUA PENYUNTING
Dr. Budi Riyanto W.
ALAMAT REDAKSI
Gedung KALBE MANAJER BISNIS
Jl. Letjen. Suprapto Kav. 4 Cempaka Putih, Jakarta 10510 Nofa, S.Si, Apt.
PO Box 3117 JKT
DEWAN REDAKSI
Tlp. 021-4208171
Prof. Dr. Sjahbanar Soebianto Zahir, MSc.
Fax.: 021-4287 3685 Dr. Michael Buyung Nugroho
E-mail : cdk@kalbe.co.id Dr. Karta Sadana
http://www.kalbe.co.id/cdk Dr. Sujitno Fadli
Drs. Sie Johan, Apt.
NOMOR IJIN Ferry Sandra, Ph.D.
151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Tanggal 3 Juli 1976 Budhi H. Simon, Ph.D.

PENERBIT Grup PT. Kalbe Farma Tbk. TATA USAHA


PENCETAK PT. Temprint Dodi Sumarna

REDAKSI KEHORMATAN
Prof. Drg. Siti Wuryan A Prayitno, SKM, MScD, PhD Prof. DR. Dra. Arini Setiawati
Bagian Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta

Prof. Dr. Abdul Muthalib, SpPD KHOM Prof. Dr. Faisal Yunus, PhD, SpP(K)
Divisi Hematologi Onkologi Medik Departemen Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta SMF Paru RS Persahabatan, Jakarta

Prof. Dr. Djoko Widodo, SpPD-KPTI Prof. DR. Dr. Rianto Setiabudy, SpFK
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonsia/ Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Dr. R.M. Nugroho Abikusno, MSc., DrPH
Prof. DR. Dr. Charles Surjadi, MPH Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta
Pusat Penelitian Kesehatan Unika Atma Jaya Jakarta
Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Prof. DR. Dr. H. Azis Rani, SpPD, KGEH Fakultas KedokteranUniversitas Udayana Denpasar, Bali
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Prof. DR. Dr. Ignatius Riwanto, SpB(K)
Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/
Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FACE RS Dr. Kariadi, Semarang
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Dr. Tony Setiabudhi, SpKJ,, PhD
Universitas Trisakti/ Pusat Kajian Nasional Masalah Lanjut Usia, Jakarta
DR. Dr. Abidin Widjanarko, SpPD-KHOM
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Kanker Dharmais, Jakarta
Prof. DR. Samsuridjal Djauzi, SpPD,KAI
Sub Dept. Alergi-Imunologi, Dept. Ilmu Penyakit Dalam
DR. Dr. med. Abraham Simatupang, MKes Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Jakarta
Dr. Prijo Sidi pratomo, SpRad(K)
Prof. Dr. Sarah S. Waraouw, SpA(K) Departemen Radiologi FKUI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado
Prof. DR. Dr. Johan S. Masjhur, SpPD-KEMD, SpKN
Prof. DR. Dr. Rully M.A. Roesli, SpPD-KGH Departemen Kedokteran Nuklir Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/
Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung
RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung
Dr. Hendro Susilo, SpS(K)
Dr. Aucky Hinting, PhD, SpAnd Dept. Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/
Bagian Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya RS Dr. Soetomo, Surabaya

Prof. DR. drg. Hendro Kusnoto, SpOrt. Prof. DR. Dr. Darwin Karyadi, SpGK
Laboratorium Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat

DR. Dr. Yoga Yuniadi, SpJP Dr. Ike Sri Redjeki, SpAn KIC, M.Kes
Sub Dept. Kardiologi, Dept. Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Bagian Anestesiologi & Reanimasi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/
Indonesia/RSP Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 


English Summary
RISK OF ANOVULATION H I S T O P A T H O L O G I C A L damages.
AMONG INFERTILE WOMEN FEATURES OF SKIN AFTER Keywords: Kerokan, skin biopsy,
WITH HYPERPROLACTINEMIA TRADITIONAL KEROKAN inflammatory reaction.

IB Putra Adnyana, Haya Harareth Didik Gunawan Tamtomo Cermin Dunia Kedokt. 2008; 35(1) : 28-31
dgt
Dept. Of Obstetrics and Gynecology, Dept. of Anatomy, Faculty of
Faculty of Medicine, Udayana Medicine,Sebelas Maret University,
University/ Sanglah Hospital, Solo,Indonesia INNER CELL MASS ISOLA-
Denpasar, Bali, Indonesia TION METHOD AS EMBRYONIC
Background: Kerokan is a Javanese
STEM CELL RESOURCES
Background : Anovulation is traditional medication by slightly
disturbance of follicle development, pressing and rubbing blunt object Dwi Agustina, Caroline T. Sardjono,
rupture and dysfunction of follicle usually coin with oily liquid on the Ferry Sandra
that could be one factor for infertility. skin repeatedly until the skin turns
Generally, anovulation was caused by red. This medication is believed by Stem Cell and Cancer Institute, Kalbe
hormonal imbalance due to pituitary layman to be useful for a condition, Pharmaceutical Company, Jakarta, In-
gland and hypothalamus disorder, which is referred to as masuk angin donesia
including hyperprolactinemia. – common cold. This condition
Hyperprolactinemia was a condition is indicated by intestinal gas Embryonic stem cells are self-renew-
of increased prolactin serum level (flatulence), watery nose, stiffness, ing, pluripotent cells derived from
>25 ng/ml in basal condition. headache, etc. This method, in fact, the inner cell mass of blastocyst
has been practiced not only by the stage embryo.
Objective : To measure risk of Javanese but also by a large number
anovulation among infertile women of people in South East Asia. Due Recently, there are several pub-
with hyperprolactinemia. to its broad use, it is necessary to lished methods to isolate Inner Cell
conduct a research on its reaction. Mass (ICM) from animals and hu-
Method : A case control study was The present research tries to find mans. Methods for the ICM isolation
conducted in Sanglah Hospital out what happens in the Kerokan includes the immunosurgery, micro-
during July 1st 2002 until July 31th medication, and whether or not there surgery, enzymatic, and laser meth-
2004. Cases of 114 infertile women are damages to the skin resulting ods. The crucial component in the
were allocated into two groups: from the repeated pressing and isolation methods is the technique
anovulatory and ovulatory. Prolactin rubbing of blunt object or coin with to remove zona pellucida prior to the
serum level were checked in this two oily liquid on it. ICM isolation. Within each method,
group respectively. there are several advantages and
Result : There were 19 hyper- Methodology: The present research disadvantages in regard to the re-
prolactinemia cases (33,3%) is a descriptive and explorative moval techniques to eliminate zona
found from 57 anovulatory cases. one. Sample of the research pellucida. At the end, the decision to
While from 57 ovulatory cases as was the researcher himself. The select a particular method is based
a control, 10 cases (17,5%) were material of the research was the on the purpose of the experiment.
hyperprolactinemic. This result skin biopsy tissue following the
was not statistically significant exposure to kerokan. The material Keywords: Inner cell mass, isolation,
(p=0,085) with OR = 2,35. However, was stained by SL and examined embryonic stem cell
hyperprolactinemia in infertile cases under the microscope with 400 x
magnification. Cermin Dunia Kedokt. 2008; 35(1) : 32-5
was risk factor for anovulation. hm, ab, bs, fs
Conclusion : There was 2,35
times increased risk of anovulation Result: The analysis shows:
among infertile women with hyper- (1) stratum corneum erosion;
prolactinemia compared with infertile (2) subepithelial tissue edema;
women without hyperprolactinemia. (3) capillaries expansion; (4)
Key words : Hyperprolactinemia, inflammatory cells; and (5)
anovulation, infertile women extravascular erythrocytes.
Conclusion: in kerokan, (1) there is
Cermin Dunia Kedokt. 2008; 35(1) : 5-8 inflammatory reactions, (2) no skin
ibpa, hhh

 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Hasil Penelitian

Risiko Anovulasi pada Penderita Infertil


dengan Hi perprolaktinemi
IB Putra Adnyana, Haya Harareth
Sub Divisi FER Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali, Indonesia

ABSTRAK
Latar Belakang : Anovulasi adalah gangguan perkembangan sel telur, pecahnya sel telur atau fungsi sel telur yang
merupakan salah satu faktor penyebab infertilitas. Anovulasi biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormo-
nal akibat gangguan kelenjar hipofisis atau hipotalamus, termasuk keadaan hiperprolaktinemi. Hiperprolaktinemi
adalah suatu keadaan peningkatan kadar prolaktin serum melebihi 25 ng/ml pada kondisi basal. Meningkatnya
kadar prolaktin ini sering menimbulkan berbagai gangguan sistem reproduksi, termasuk risiko anovulasi.
Tujuan : Untuk mengetahui risiko terjadinya anovulasi pada penderita infertil dengan hiperprolaktinemi.
Bahan dan cara : Penelitian kasus-kontrol dilaksanakan di RS Sanglah Denpasar mulai 1 Juli 2002 hingga 31 Juli
2004. Berdasarkan kriteria inklusi/eksklusi, 114 kasus infertil yang memenuhi kriteria pada penelitian ini dialo-
kasikan menjadi dua kelompok yaitu kelompok anovulasi dan ovulasi. Masing-masing kelompok tersebut diperiksa
kadar prolaktinnya.
Hasil : Dari 57 kasus anovulasi, 19 kasus (33,3%) di antaranya hiperprolaktinemi. Sementara dari 57 kasus ovu-
lasi kontrol, 10 kasus (17,5%) hiperprolaktinemi (tidak berbeda bermakna - p = 0,085; OR = 2,35).
Kesimpulan : Pasien infertil dengan hiperprolaktinemi berisiko mengalami anovulasi 2,35 kali lebih besar daripada
pasien tanpa hiperprolaktinemi.

Kata kunci : Hiperprolaktinemi, anovulasi, perempuan infertil

PENDAHULUAN infertil. Anovulasi dapat juga dilihat dari siklus haid


Fertilitas adalah kemampuan seorang perempuan un- yang terlalu pendek atau terlalu panjang atau tidak
tuk hamil dan melahirkan anak hidup. Riwayat fertilitas teratur bahkan tidak haid sama sekali.(2,3)
sebelumnya sama sekali tidak menjamin fertilitas di ke- Anovulasi dapat juga disebabkan oleh gangguan kerja
mudian hari, baik pada pasangan itu sendiri, maupun ovarium misalnya pada sindrom Stein Leventhal atau
berlainan pasangan. Pasangan infertil adalah suatu penyakit ovarium polikistik. Sindrom ini umumnya ter-
kesatuan hasil interaksi biologik yang tidak menghasil- dapat pada usia muda, disertai tanda-tanda haid ti-
kan kehamilan dan kelahiran bayi hidup. Disebut infer- dak teratur dan anovulasi. Selain itu, gangguan kerja
tilitas primer jika perempuan belum berhasil hamil wa- ovarium juga sangat dipengaruhi oleh peningkatan
laupun bersenggama teratur dan dihadapkan kepada atau penurunan berat badan berlebihan, ketegangan
kemungkinan kehamilan selama 12 bulan berturut-tu- (stres) emosional dan aktivitas fisik berlebihan. Na-
rut. Disebut infertilitas sekunder jika perempuan pe- mun adakalanya gangguan kerja ovarium tidak dapat
nah hamil, akan tetapi kemudian tidak berhasil hamil diterangkan penyebabnya. (2,3,4)
lagi walaupun bersenggama teratur dan dihadapkan
kepada kemungkinan kehamil- Hiperprolaktinemi adalah
an selama 12 bulan berturut- suatu keadaan peningkat-
turut.(1) Anovulasi biasanya disebabkan olah an kadar prolaktin serum
ketidakseimbangan hormonal akibat melebihi 25 ng/ml pada
Anovulasi adalah gangguan kondisi basal(5,6). Nilai
perkembangan sel telur,
gangguan kelenjar hi pofisis atau hi po-
normal serum prolaktin
pecahnya sel telur atau fung- talamus, termasuk keadaan hi perpro- adalah 5-25 ng/ml; lebih
si sel telur yang merupakan laktinemi. rendah pada laki-laki dan
salah satu faktor penyebab anak-anak serta meng-

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 


fertil RS Sanglah Denpasar dalam periode 1 Juli 2002
sd. 31 Juni 2003. Kriteria inklusi adalah penderita in-
fertil, anovulasi, bersedia ikut dalam penelitian. Kriteria
eksklusi adalah tumor ovarium dan kelainan bawaan
ovarium.

Penghitungan jumlah sampel didasarkan atas asumsi :


1. Kejadian hiperprolaktinemi pada penderita infertil
dengan anovulasi (Pc) = 0,33.
2. Dengan Odd Ratio = 3 sebagai batas tingkat aku-
rasi sampel, berdasarkan asumsi Pc = 0,33, maka
asumsi kejadian hiperprolaktinemi pada kasus in-
fertil dengan anovulasi (Pt) = 0,59. Penghitungan
asumsi Pt didasarkan pada rumus :
OR x Pc
Pt =
OR x Pc + (1-Pc)
3. Tingkat kemaknaan = 0,005 (Z = 1,96) dan =
0,2 uji satu sisi (Z = 0,84).
4. Penghitungan besar sampel dengan rumus :
2
2(Z + Z ) P(1-P)
n=
2
(Pt – Pc)
dengan :
Pt + Pc
P=
2
Jumlah sampel minimal berdasarkan penghitungan
dengan rumus di atas adalah 57, sehingga total sam-
pel penelitian menjadi = 114 kasus.

DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL


1. Ovulasi adalah apabila ditemukannya kriteria se-
bagai berikut dengan pemeriksaan USG transvagi-
nal merk Kontron Instrumen V 3,00, type Sigma
110I ENG, Perancis pada hari ke-10, ke-12 dan ke-
14 setelah hari pertama haid :
- Endometrial line grade A dengan penampakan en-
dometrium yang berlapis-lapis.
- Ditemukan folikel matur atau dominan dengan dia-
meter 19-24 mm.
- Adanya cairan di kavum Douglas 4-5 mm, setelah
terjadi ovulasi.
2. Anovulasi adalah jika tidak memenuhi kriteria ovulasi.

 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Risiko Anovulasi

untaian kalung mutiara dan peningkatan volume ngan hiperprolaktinemia pada penderita infertil. Pene-
ovarium yang berhubungan dengan peningkatan litian dilaksanakan di RS Sanglah Denpasar, mulai 1
stroma. Juli 2002 sampai jumlah sampel cukup.
5. Kelainanan bawaan ovarium adalah tidak adanya
Tabel 2. Hi perprolaktinemi sebagai risiko anovulasi pada penderita
kedua atau satu ovarium; biasanya tuba yang ber- infertil
sangkutan tidak ada pula, atau terdapat ovarium
Anovulasi Ovulasi Jumlah
tambahan yang kecil dan letaknya jauh dari ovarium Prolaktin
f % f % f %
normal.
Hiperprolaktinemi 19 33,3 10 17,5 29 25,4
Tabel 1. Karakteristik Sampel
Normoprolaktinemi 38 66,7 47 82,5 85 74,6
Anovu- Ovu- SE t p Jumlah 57 100 57 100 114 100
lasi lasi Mean
Umur Ibu 19 x 47 893
< 20 tahun 1 - OR = = = 2,35
20-30 tahun 26 31 38 x 10 380
31-40 tahun 30 23 .629
> 40 tahun - 3 .698 .859 .932*
Alamat Dari 114 kasus yang memenuhi kriteria sebagai sub-
Kodya Denpasar 45 53 yek penelitian, 57 kasus infertil dengan anovulasi dan
Kab Gianyar 7 2
Kab.Buleleng - 2
57 kasus infertil dengan ovulasi sebagai kontrol.
Kab.Klungkung 2 - Berikut akan diuraikan hasil penelitian sesuai dengan
Kab.Tabanan 1 - tujuan penelitian.
Luar Bali 2 - .108*
Pendidikan
Sarjana 18 20 Karakteristik sampel dapat dilihat di tabel 1.
SLTA 35 33
SLTP 4 4 .981*
Pekerjaan Pada 57 kasus infertil dengan anovulasi, 19 (33,3%)
Bekerja 34 29 kasus hiperprolaktinemi, sedangkan pada kasus infer-
Tidak Bekerja 23 28 607*
Lama Kawin
til dengan ovulasi sebagai kontrol, 10 (17,5 %) kasus
1 tahun 13 6 .3514 hiperprolaktinemi. Odd ratio = 2,35 berarti pasien in-
> 1 tahun 44 51 .3911 -.234 816* fertil dengan hiperprolaktinemi akan berisiko anovulasi
Paritas
0 44 49 2,35 kali lebih besar daripada tanpa hiperprolaktine-
1 1 5 mi, walaupun secara statistik tidak berbeda bermakna
2 9 2 .117 (p=0,085). (Tabel 2).
>2 2 1 .078 1.617 .109*
Umur anak terkecil
Belum punya anak 44 49 Hiperprolaktinemi dapat menyebabkan gangguan
1 thun 1 1 .1870
>1 tahun 12 7 .3206 -402 .689*
fungsi reproduksi, karena hiperprolaktinemi dapat
Lama tanpa kontrasepsi mengakibatkan keadaan anovulasi. Dilaporkan 54%
1 tahun 45 50 .3125 kasus anovulasi disebabkan karena hiperprolaktine-
>1 tahun 12 7 .3611 -1.047 .297*
Menarche mi(11). Sedangkan anovulasi ini bertanggungjawab
12 tahun 10 17 terhadap 33,5% kasus-kasus infertilitas(14). Salah satu
13 tahun 36 29 penyebab gangguan ovulasi adalah hiperprolaktinemi
14 tahun 10 11 .0866
15 tahun 1 - .0926 1.107 .271* (Lisa A). Selain kadar prolaktin perlu juga diperiksa
Tinggi Badan kadar estrogen, LH dan FSH. Kadar prolaktin bersifat
<145 cm - - .5631
≥145 cm 57 57 .5133 -.345 .730*
dinamis. Jika kadar prolaktin >50 ng/ml maka 20%
Berat Badan terdapat pada tumor hipofise, bila kadar prolaktin 100
<45 k - - .5 929 ng/ml maka 50% terdapat pada tumor hipofise dan
≥45 kg 57 57 .4880 -.137 .891*
Luas Permukaan tubuh kadar prolaktin > 100 ng/ml maka 100 % terdapat
57 57 .00987 -.241 .810* pada tumor hipofise.

Keterangan : * = tidak ada perbedaan bermakna p > 0,05
Samal S dkk (2002) dengan studi prospektif pada 200
sampel penelitian wanita infertil bulan Juni 1997 sam-
HASIL DAN PEMBAHASAN pai dengan Juli 1999 di India, menggunakan kadar
Telah dilakukan penelitian menggunakan rancangan prolaktin serum >25 ng/ml sebagai batasan hiperpro-
kasus-kontrol untuk mengetahui risiko anovulasi de- laktinemi, diperoleh 22 kasus (11%) hiperprolaktinemi

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 


Risiko Anovulasi

(p < 0,05). Pada penelitian tersebut didapatkan nilai DAFTAR PUSTAKA


1. Jacoeb TZ. Teknik penanganan pasangan infertil sampai fertilisasi in
hiperprolaktinemi antara 26-75 ng/ml dan hanya 1 vitro. Dalam: Baziad A, Jacoeb TZ, Surjana HEJ, Alkaff HZ, eds. Endokri-
kasus lebih dari 76 ng/ml; pada penelitian ini didapat- nologi Ginekologi. Edisi ke-1. Jakarta: Kelompok Studi Endokrinologi Re-
kan 3 kasus kadar prolaktin serum > 50 ng/ml. produksi Indonesia, 1993: 174.
2. Ikawati Y, Kasdu D. Bayi tabung sebuah harapan baru. Rumahsakit
Bunda. Cetakan pertama. Jakarta: Masyarakat Penulis Ilmu Pengeta-
Hiperprolaktinemi merupakan salah satu faktor penye- huan dan Teknologi (MAPIPTEK). 2000;22-4.
3. Speroff L, Glass RH, Kase NG. Clinical Gynecologic Endocrinology and
bab anovulasi pada wanita infertil. Pada 35 sampel pene- Infertility. 6th ed. Baltimore: Lippincott Williams and Wilkins, 1999:
litian wanita infertil di India didapatkan hasil dengan hiper- 421-4.
prolaktinemi 7 kasus (20%). (Mishra R dkk, 2002). 4. Moeloek FA. Laparoskopi pada pemeriksaan klinik infertilitas wanita.
Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia, 1983.h.7-11
5. Hershlag A, Peterson CM. Endocrine disorders. In: Berek JS, Aashi EY,
Pada 100 wanita infertil Pakistan didapatkan 82 kasus Hielard PA, eds. Novak’s Gynecology. 12 th ed. Baltimore : Williams and
(82%) hiperprolaktinemi dan 18 kasus (18%) normo- Wilkins, 1996;854-6.
6. Vermesh M. Galactorrhea and hyperprolactinemia. In: Mishell DR,
prolaktinemi sebagai kontrol; analisis mendapatkan ha- Brenner PP eds. Management of common problems in obstetrics and
sil bermakna (p<0,05) bahwa hiperprolaktinemi berpe- gynecology. 3 rd ed. Boston: Blackwell Scient. Publ. 1994; 612-8
7. Lorrea F, Escarza A, Valero A. Heterogenicity of serum prolactin thro-
ran sebagai penyebab infertil. Selain memeriksa kadar ughout the menstrual cycle and pregnancy in hyperprolactinemic
serum prolaktin juga diperiksa serum LH, serum FSH, women with normal ovarian function. J Clin Endocrinol Metab. 1989;
estrogen dan progesteron. (Kalsum A., Jalali S., 2002). 37.
8. Molitch ME. Disorder of prolactin secretion. Endocrinol Metab Clin.
2001;30;1-3.
9. Sassin JF, Frautz AG, Weitzman ED. Human prolactin: 24-hour pattern
SIMPULAN with increased release during sleep. Science 1972; 177: 1205-7.
Pasien-pasien infertil dengan hiperprolaktinemi ber 10. Soebijanto S. Prolaktin sebagai penyebab infertilitas. Disampaikan pada
Kongres Obstetri dan Ginekologi Indonesia VIII, Jakarta:1990.h.1-21.
risiko anovulasi 2,35 kali lebih besar daripada tanpa 11. Wallach J. Endocrine disorders.Dalam: Wallach J, Ed. Interpretation of
hiperprolaktinemi. Diagnostic Test. 5th. Ed. Boston: Little Brown Co., 1992;543-4.
12. Sjogren A, Hillensjo T, Hainberger L: Prolactin and gonadotropin inter-
actions on progesterone formation in cultured human granulose cells.
Human Reprod 1988; 3: 601-2.
SARAN 13. Baziad A, Jacoeb TZ, Surjana HEJ. Alkaff HZ, eds. Endokrinologi
Ginekologi. Edisi ke-1. Jakarta: Kelompok Studi Endokrinologi Re-
Pada pasangan infertil yang dicurigai anovulasi, sebaik- produksi Indonesia, 1993;17-8.
nya menjalani pemeriksaan kadar prolaktin darah. 14. Bohnet HB, Hanker JP, Harowski R, Wiching E, Schder HPG. Suppres-
sion of prolactin secretion by lisuride throughout the menstrual cycle
and in hyperprolactinemia menstrual disorder. 1979; 92: 18-9.

 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Hasil Penelitian

Akurasi Gineskopi
dengan Bantuan Olesan Asam Asetat 5%
untuk Deteksi Displasia pada Lesi Serviks
Ketut Suwiyoga
Sub-divisi Ginekologi Onkologi, Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakulutas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali

ABSTRAK
Tujuan: Mengetahui akurasi diagnostik gineskopi untuk mendeteksi lesi pra kanker serviks dalam rangka mencari
alternatif metoda skrining.
Bahan dan Cara: Penelitian uji diagnostik di poliklinik Ginekologi RS Sanglah Denpasar selama dua tahun 1999-
2000. Sampel adalah pasien dengan lesi serviks dan bersedia sebagai subjek penelitian. Pada sampel dilakukan
apusan asam asetat 5% kemudian divisualisasi dengan gineskopi. Juga dilakukan biopsi untuk pemeriksaan his-
topatologi sebagai baku emas di Bagian Patologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar.
Hasil: Sejumlah 114 kasus lesi serviks menjalani pemeriksaan gineskopi dan histopatologi. Akurasi gineskopi
adalah: sensitifitas 98,1%, spesifisitas 81,9%, nilai prediksi positif 50,9% dan nilai prediksi negatif 91,7%.
Kesimpulan dan Saran: Gineskopi memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang memadai; oleh karena itu dapat di-
pertimbangkan sebagai skrining kanker serviks pada kasus lesi serviks. Mengingat nilai prediksi negatif mencapai
91,7% sebaiknya gineskopi dilakukan bersama dengan teknik skrining lain.

Kata kunci : gineskopi, lesi serviks, skrining.

PENDAHULUAN pertimbangkan sebagai metode skrining alternatif un-


Dalam tiga dekade terakhir, kanker serviks masih tuk lesi pra kanker di Indonesia.4,5,6 Pengolesan serviks
menduduki peringkat teratas di antara penyakit kan- dengan asam asetat 3-5% akan menyebabkan seluruh
ker perempuan di Indonesia. Fakta di atas diperburuk lesi epitelial menjadi lebih jelas, perubahan-perubahan
lagi karena lebih dari 70% kasus ditemukan pada sta- warna menjadi menonjol, dan berbagai struktur menjadi
dium invasif-lanjut yang memerlukan penanganan ma- lebih mudah dibedakan satu dengan yang lain. Perubah-
hal dengan hasil yang tidak memuaskan. Status sosial an tersebut terlihat pada zona transformasi atipikal
ekonomi rendah, pendidikan relatif rendah, hambatan sebagai cikal bakal displasia. Asam asetat mengubah
budaya, faktor demografi, sarana, dan sumber daya epitel atipik menjadi putih dan menonjolkan kontur per-
manusia terbatas serta faktor manajemen mengaki- mukaannya disebut sebagai white epithelium (WE).5,7,8
batkan kematian perempuan akibat kanker didominasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas,
oleh kanker serviks.1,2 spesifisitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif
serta akurasi gineskopi. Hasil penelitian ini diharapkan
Masalah kanker serviks di Indonesia khas yaitu usia dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam upa-
relatif muda, stadium invasif-lanjut, dan skrining Pap ya down staging kanker serviks.
smear mempunyai banyak kendala. Kendala terse-
but meliputi luas wilayah/demografi, cakupan, ke- BAHAN DAN CARA
sinambungan, kekurangan sumber daya manusia Penelitian uji diagnostik pada kasus lesi serviks di po-
sebagai pelaku skrining baik itu tenaga ahli patologi liklinik Obstetri dan Ginekologi RS Sanglah Denpasar
maupun tenaga skriner sehingga harapan untuk me- selama satu tahun dari bulan April 2000 hingga Ma-
nemukan kanker serviks stadium dini masih jauh.1,3 ret 2001. Sebagai prediktor adalah gineskopi dan se-
bagai baku emas adalah histopatologi. Pemilihan kasus
Gineskopi merupakan metode skrining non invasif yang dengan consecutive sampling dan persetujuan dengan
lebih sederhana, mudah, praktis dapat dilaksanakan informed concent. Dilakukan pemeriksaan gineskopi
oleh tenaga kesehatan seperti bidan terlatih di setiap yang telah dioles dengan asam asetat 3-5% pada lesi
tempat pemeriksaan kesehatan ibu; sehingga layak di- serviks. Kemudian dilakukan biopsi pada porsio uterus

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 


Akurasi Gineskopi

yang dicurigai untuk bahan pemeriksaan histopatologi. Tingkat akurasi pemeriksaan gineskopi untuk mende-
Perhitungan besar sampel berdasarkan pada prakiraan teksi displasi serviks dilaporkan oleh Octtaviano dan
sensitifitas dan spesifisitas uji diagnostik yaitu 85,0% La Torre (1992) pada 2400 pasien dan didapatkan
untuk sensitifitas dan 80,0% untuk spesifisitas dengan sensitifitas 98,4% untuk mendiagnosis zona trans-
penyimpangan masing-masing 10% dan tingkat keper- formasi atipikal yang merupakan tahap awal displasi.4
cayaan 95% (= 0,05). Besar sampel dihitung dengan Wilkinson (1990), dengan menggunakan asam asetat
rumus Pocock dan didapatkan 114 kasus. 5% dapat menemukan 15% kasus displasi yang tidak
ditemukan pada pemeriksaan Pap smear.9 Penelitian
Definisi operasional variabel 1992 mendapatkan sensitifitas gineskopi sebesar
1. Gineskopi adalah pemeriksaan serviks dengan gine- 95,8%, spesifisitas sebesar 99,7%, nilai prediksi posi-
skop yang telah diolesi asam asetat 5% dan penilaian tif 88,5% dan nilai prediksi negatif 99,9%.2
dilakukan setelah 60 detik; negatif jika epitel serviks
menunjukkan gambaran epitel kolumner dikelilingi Perkembangan lesi prakanker menjadi kanker serviks
oleh epitel skuamosa metaplastik yang memberikan adalah antara 5-15 tahun. Selain itu, hanya 2-5% dis-
gambaran seperti buah anggur dan positif apabila plasi berkembang menjadi kanker serviks; 70-75%
menunjukkan gambaran white epithelium (terdapat displasi ringan berkembang menjadi displasi sedang;
bercak putih halus berbatas tegas). 25-35% displasi sedang berkembang menjadi displasi
2. Lesi serviks adalah kelainan serviks uterus berupa berat, dan 15% displasi berat menjadi kanker serviks
servisitis, erosio porsonis uterus, dan papiloma in situ.10,11,12 Hal ini dihubungkan dengan teori karsi-
pada serviks baik secara sendiri-sendiri maupun nogenesis kanker yang multifactors, multihits, dan
bersama-sama. multistages. Artinya kelangsungan karsinogenesis
3. Akurasi gineskopi adalah nilai sensitifitas, spesifisi- memerlukan berbagai karsinogen yang secara ber-
tas, nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif sama-sama dan terus menerus mendera sel sasaran
gineskopi terhadap baku emas histopatologik sehingga secara bertahap mengakibatkan lesi pada
berbagai tahap yaitu mulai tingkat subsel, seluler, ja-
Data dicatat pada formulir khusus dan disajikan dalam ringan, dan organ.13,14 Karsinogen dapat dalam ben-
tabel 2x 2. Kemudian dihitung sensitifitas, spesifisitas, tuk biologi, bahan kimia, dan radiasi baik secara ber-
nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif. sama maupun sendiri-sendiri yang mengakibatkan
lesi/mutasi gen pengendali siklus sel. Gen pengendali
HASIL DAN PEMBAHASAN tersebut adalah onkogen dan gen supresor tumor;
Tabel 1. Akurasi gineskopi terhadap baku emas histopatologik kedua gen tersebut mempunyai efek yang berlawanan.
Histopatologik
Onkogen memperantarai timbulnya transformasi ma-
Jumlah ligna, sedangkan gen supresor tumor menghambat
Displasia

(+) (-)
perkembangan tumor yang diatur oleh gen yang ter-
Gineskopi
libat dalam pertumbuhan sel. Virus mungkin menye-
Positif 52 50 102
babkan terjadinya multi alterasi gen yang terdiri atas
Negatif 1 11 12
tahap inisiasi reversibel yang memerlukan karsinogen,
Jumlah 53 61 114
promosi ireversibel, selanjutnya progresi, dan berak-
Sejumlah 114 kasus lesi serviks menjalani pemeriksaan hir dengan metastasis.11,14,15 Di tingkat seluler, infeksi
gineskopi dan biopsi ; hasilnya tertera pada tabel 1. HPV episomal pada infeksi fase laten mengekspresi-
kan protein kapsid L1 selain L2 yang berperan pada
Pada penelitian ini didapatkan, untuk gineskopi sensi- replikasi dan perakitan virus baru. Virus baru terse-
tifitas 98,1%, spesifisitas 81,9%, nilai prediksi negatif but menginfeksi kembali sel epitel serviks. Selain itu,
91,7% dan nilai prediksi positif 50,9%. Tingkat akurasi terjadi ekspresi protein E1 dan E2 pada infeksi fase
ini menunjukkan bahwa gineskopi dapat digunakan se- laten yang kemudian mengakibatkan reaksi imun tipe
bagai alat skrining alternatif lesi prakanker. Nilai pre- lambat dengan membentuk antibodi anti E1 dan anti
diksi negatif gineskopi juga memadai; apabila gineskopi menonjol. Selama mutasi genetik berulang dan berta-
menyatakan negatif maka 91,7 % tidak terdapat hap ini E2. Penurunan ekspresi E1 dan E2 serta infeksi
kelai-nan/normal. Sedangkan, nilai prediksi positif dengan jumlah virion HPV lebih dari ± 50 000 per sel
sebesar 50,9% artinya apabila gineskopi menyatakan mendorong integrasi antara DNA virus dengan DNA
positif maka 50,9% adalah benar displasi. Efisiensi sel pejamu dan infeksi memasuki fase aktif. Ekspresi
gineskopi pada penelitian ini sebesar 55,2%. E1 dan E2 rendah/hilang pada pasca integrasi ini

10 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Akurasi Gineskopi

menstimulus ekspresi onkoprotein E6 dan E7 berlebi- lama yaitu 3-12 tahun17 sehingga masih terdapat
han. Protein E6 yang berfungsi sebagai transformasi cukup kesempatan melakukan pemeriksaan untuk
akan mengakibatkan degradasi fungsi p53 dan men- mengatasi baik negatif palsu (8,3%) maupun positif
gaktivasi telomerase. Onkoprotein E7 membentuk palsu (49,0%) gineskopi.
kompleks E7-pRB/pRB mutan yang mengakibatkan
penurunan/hilang fungsi pRB. Selain itu, ekspresi E1 SIMPULAN
dan E2 juga diikuti oleh ekspresi E4 dan E5; E5 ber- Gineskopi menunjukkan sensitifitas 98,15%, spesifisi-
peran sebagai faktor transkripsi membran sel yang tas 81,9%, nilai prediksi positif 50,9%, dan nilai pre-
berinteraksi dengan growth factor receptor (BPV-1). diksi negatif 91,7%.
Selanjutnya, apakah karsinogenesis memasuki fase
berikutnya tergantung dari kerja gen supresor tumor; Gineskopi dapat dipertimbangkan sebagai metoda
pada kanker serviks, protein 53 (p53) dan protein reti- skrining alternatif pada lesi serviks dalam upaya
noblastoma (pRB) dinyatakan berperanan E2. Antibodi down staging kanker serviks karena memiliki berbagai
ini mengakibatkan penurunan ekspresi E1 dan dalam keunggulan seperti sensitifitas dan spesifisitas yang
batas normal atau metaplasia. Gen supresor tumor memadai, tidak traumatis, sederhana/praktis dan
p53 yang menyandi protein 53 wild type berbentuk cepat, dan dapat dikerjakan oleh bidan terlatih.
tetramer, terekspresi pada seluruh sel somatik, dan
memiliki zink finger, dalam bentuk labil, dan berperan DAFTAR PUSTAKA
1. Nuranna L. Skrining kanker serviks upaya down staging dan metode
sebagai kontrol negatif genom. Protein 53 sebagai skrining alternatif. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UI/RSUPN Cipto
guardian of genome berperan sebagai kontrol siklus Manginkusumo, Jakarta 1999: 1-5.
2. Sjamsudin S, Prihartono J, Nuranna L. et al. Aided visual inspection:
sel pada fase S dan fase G2/M melalui kemampuan- preliminary results of the Indonesian gynescopy assessment. Cervical
nya untuk mengenal gen yang rusak, perbaikan gen, Cancer Meeting, Montreal, Canada 1994: 3-4
dan apoptosis. Protein E6 produk HPV berkolaborasi 3. Prijatmo H, Warsito B, Prognosis kanker serviks. Maj.Obstetr. Ginekol.
Indon. 1996.Edisi supp: 45-49.
dengan p53 dan membentuk komplek E7-p53 dan 4. Ottaviano M, La Torre P. Examination of cervix with the naked eye using
p53 mutan yang lebih stabil dan menyebabkan peran- acetic acid test. Am J Obstet Gynecol 1982; 143: 139-42.
an p53 wild type menurun-menghilang. p53 juga dapat 5. Ficsor G, Fuller SK. Jeromin JL. Enhancing cervical-cancer detection
using nucleic acid hybridization and acetic acid test. Nurse Practitio-
mengaktivasi ekspresi onkogen c-myc bekerjasama ner 1998; 15: 26-30.
dengan pRB melalui p21. Protein RB adalah salah satu 6. Bishop A, Sherris J, Tsu VD. Cervical dysplasia treatment in developing
countries : a situation analysis. J Pathol 1995: 1-3.
jenis gen supresor tumor dengan sifat alel negatif, ter- 7. Barron BA, Richart RM. Screening protocols for cervical neoplastic
ekspresi pada seluruh sel somatik dan hilang peranan- disease. J Gynecol Oncol 1991;12: 5156-60.
nya melalui dua kali mutasi (two hit hypothesis theory). 8. Singer A. Cervical cancer screening : state of the art. Clin Obstet Gy-
necol 1999: 39-50.
Sifat pRB sangat labil aktivitasnya dipengaruhi oleh 9. Boronow RC, Mississippi J. Death of papanicolaou smear ? a tale of
fosforilasi-defosoforilasi oleh siklin kinase saja. three reasons. Am J Obstet Gynecol 1998; 179: 391-2.
10. Parkin DM, Pisani P, Ferlay J. Estimates of worldwide incidence of eigh-
Kompleks E7-pRB dan afinitas antara pRB dengan E7 teen major cancers in 1990. Int J Cancer 1993; 54: 594-606.
11. Bakta M. Onkogen: peranannya dalam karsinogenesis. Divisi Hematolo-
yang lebih besar dibandingkan dengan afinitas antara gi dan Onkologi Medik Laboratorium/SMF Penyakit Dalam Fakultas
pRB dengan E2F mengakibatkan faktor transkripsi Kedokteran Universitas Udayana/RS Sanglah Denpasar. Dalam: Kum-
pulan Naskah Pertemuan Ilmiah Nasional Reguler IV Patobiologi: Pato-
E2F bebas dan kemudian bekerja tanpa kontrol oleh biologi Kanker dan Patobiologi Thrombosis, Denpasar 2002: 1-24.
pRB. Sel yang telah mengalami beberapa kali mutasi 12. Murphy M, Levine AJ. Tumor Suppressor Genes. In: Mendelsohn J,
gen dan tidak dapat dikontrol oleh p53 wild type akan Howley PM, Israel MA et al. The Molecular Basis of Cancer 2nd ed.
WB Saunders Co.2001:95-114.
memasuki fase S siklus mitosis sel. Secara klinis, ter- 13. Barrasso R. Human papillomavirus infection in the male. In: Cancer
jadi perubahan jenis sel serviks dari sel normal/mata- and precancer of the cervix, Luesley MD, Barrasso R, Lippincott-Raven
plasia menjadi lesi prakanker berupa displasi derajat Publishers 1998: 265-274.
14. Murakami MS, Woude GFV. Regulation of The Cell Cycle. In: The Mo-
ringan, sedang, dan berat.15,16 lecular Basis of Cancer 2nd ed.. Mendelsohn J, Howley PM, Israel MA,
et al. WB Saunders Co 2001:10-18.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka gineskopi dapat 15. Black DM. Tumor suppressor genes and inheritance of cancer. In: On-
cogenes and Tumor Suppressors, Peters G, Vousden KH.eds. Oxford
dipakai untuk skrining alternatif pada displasi sebagai University Press, New York 1997: 293-307.
lesi prekanker. Hasil skrining lesi prekanker dengan 16. Bandara LR, Lam EWF, Sorensen TS et al. DP-1: a cell cycle-regulated
gineskopi harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan kol- and phosphorylated component of transcription factor DRTF1/E2F
which is functionally important for recognition by pRB and the adenovi-
poskopi dan histopatologis untuk dapat menentukan rus E4 orf 6/7 protein. EMBO J 1994; 13: 3104-6.
terapi yang tepat.17 Waktu yang dibutuhkan lesi pra 17. Wilkinson EJ. Pap smear and sceening for cervical neoplasia. Clin Obs-
tet Gynecol 1990; 33: 817-25.
kanker berkembang menjadi kanker serviks cukup

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 11


Hasil Penelitian

Terapi Pre-eklampsia
Caroline Hutomo
Observer Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya/ RS Atmajaya, Jakarta

PENDAHULUAN tas klinik dan elektrik kejang.


Pre-eklampsia adalah kerusakan multisistem yang di- 1. Magnesium sulfat.
hubungkan dengan hipertensi dan proteinuria; meru- Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa
pakan komplikasi yang umum terjadi dalam kehamilan. magnesium sulfat merupakan drug of choice untuk
Sedangkan eklampsia, didefinisikan sebagai timbulnya mengobati kejang eklamptik (dibandingkan dengan
satu atau lebih kejang yang berhubungan dengan diazepam dan fenitoin). Merupakan antikonvulsan
sindrom pre-eklampsia; jarang terjadi namun meru- yang efektif dan membantu mencegah kejang kambuh
pakan komplikasi yang serius. Di UK eklampsia ter- an dan mempertahankan aliran darah ke uterus dan
jadi pada satu dari 2000 kelahiran (Douglas 1994), aliran darah ke fetus. Magnesium sulfat berhasil me-
di negara miskin dan menengah terjadi pada 1 dari ngontrol kejang eklamptik pada >95% kasus. Selain itu
100 dan 1 dari 1700 kelahiran (WHO 1988). Eklamp- zat ini memberikan keuntungan fisiologis untuk fetus
sia menyebabkan 50.000 kematian/tahun di seluruh dengan meningkatkan aliran darah ke uterus.
dunia, 10% dari total kematian maternal. Mengingat
banyaknya kejadian eklampsia serta efeknya yang Mekanisme kerja magnesium sulfat adalah menekan
serius maka terapi pre-eklampsia menjadi penting. pengeluaran asetilkolin pada motor endplate. Magne-
Selanjutnya akan dibahas berbagai terapi yang telah sium sebagai kompetisi antagonis kalsium juga mem-
umum digunakan para praktisi klinik untuk pasien pre- berikan efek yang baik untuk otot skelet.
eklampsia/eklampsia.
Magnesium sulfat dikeluarkan secara eksklusif oleh
Tujuan farmakoterapi adalah untuk menurunkan ginjal dan mempunyai efek antihipertensi.
angka kematian, mencegah komplikasi dan memper-
baiki kondisi eklampsia. Antikonvulsan diberikan pada Dapat diberikan dengan dua cara, yaitu IV dan IM.
eklampsia untuk mencegah kejang lebih lanjut dan juga Rute intravena lebih disukai karena dapat dikontrol
diberikan pada pre-eklampsia dengan harapan mence- lebih mudah dan waktu yang dibutuhkan untuk menca-
gah kejang pertama dan dengan demikian diharapkan pai tingkat terapetik lebih singkat. Rute intramuskular
memperbaiki keadaan ibu dan anak cenderung lebih nyeri dan kurang nyaman, diguna-
kan jika akses IV atau pengawasan ketat pasien tidak
Di United Kingdom, diazepam popular digunakan se- mungkin. Pemberian magnesium sulfat harus diikuti
jak 1970 dan fenitoin sejak 1990 namun penggunaan dengan pengawasan ketat atas pasien dan fetus.
magnesium sulfat masih jarang. Magnesium sulfat
telah digunakan secara luas selama puluhan tahun Tujuan terapi magnesium adalah mengakhiri kejang
di Amerika Serikat dan akhir-akhir ini dikenal sebagai yang sedang berlangsung dan mencegah kejang
antikonvulsan terpilih pada eklampsia. Beberapa pene- berkelanjutan. Pasien harus dievaluasi bahwa refleks
litian telah mengungkapkan bahwa magnesium sul- tendon dalam masih ada, pernafasan sekurangnya
fat merupakan obat pilihan untuk mengobati kejang 12 kali per menit dan urine output sedikitnya 100 ml
eklamptik. Ditambah lagi dengan harganya yang mu- dalam 4 jam.
rah maka dapat dikatakan magnesium sulfat meru-
pakan drug of choice untuk terapi eklampsia. Selain itu Terapi magnesium biasanya dilanjutkan 12-24 jam
masih ada obat pilihan lain seperti fenitoin, diazepam, setelah bayi lahir ; dapat dihentikan jika tekanan darah
hidralazin, labetalol dan nifedipin. membaik serta diuresis yang adekuat.

KATEGORI OBAT-OBATAN Kadar magnesium harus diawasi pada pasien dengan


ANTIKONVULSAN gangguan fungsi ginjal, pada level 6-8 mg/dl. Pasien
Mencegah kambuhnya kejang dan mengakhiri aktivi- dengan urine output yang meningkat memerlukan

12 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Terapi Pre eklampsi

dosis rumatan untuk mempertahankan magnesium Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap magnesium,


pada level terapetiknya. Pasien diawasi apakah ada adanya blok pada jantung, penyakit Addison, kerusakan
tanda-tanda perburukan atau adanya keracunan mag- otot jantung, hepatitis berat, atau myasthenia gravis.
nesium.
Interaksi : Penggunaan bersamaan dengan nifedipin
Protokol pemberian magnesium menurut The Park- dapat menyebabkan hipotensi dan blokade neuro-
land Memorial Hospital, Baltimore, adalah sebagai muskular. Dapat meningkatkan terjadinya blokade
berikut: neuromuskular bila digunakan dengan aminoglikosida,
4 g. magnesium sulfat IV dalam 5 menit, dilanjutkan potensial terjadi blokade neuromuskular bila digunak-
dengan 10 g. magnesium sulfat dicampur dengan 1 ml an bersamaan dengan tubokurarin, venkuronium dan
lidokain 2% IM dibagi pada kedua bokong. Bila kejang suksinilkolin. Dapat meningkatkan efek SSP dan toksis-
masih menetap setelah 15 menit lanjutkan dengan itas dari depresan SSP, betametason dan kardiotok-
pemberian 2 g. magnesium sulfat IV dalam 3-5 menit. sisitas dari ritodrine.

Sebagai dosis rumatan, 4 jam kemudian berikan 5 g. Kategori keamanan pada kehamilan : A - aman pada
magnesium sulfat IM, kecuali jika refleks patella tidak kehamilan.(Fugate SR dkk)
ada, terdapat depresi pernafasan, atau urine output
<100 ml dalam 4 jam tersebut. Atau dapat diberikan Peringatan : Selalu monitor adanya refleks yang hi-
magnesium sulfat 2-4 g/jam IV. Bila kadar magne- lang, depresi nafas dan penurunan urine output: Pem-
sium >10 mg/dl dalam waktu 4 jam setelah pemberi- berian harus dihentikan bila terdapat hipermagnesia
an bolus maka dosis rumatan dapat diturunkan. Level dan pasien mungkin membutuhkan bantuan ventilasi.
terapetik adalah 4,8-8,4 mg/dl. Depresi SSP dapat terjadi pada kadar serum 6-8 mg/
dl, hilangnya refleks tendon pada kadar 8-10 mg/dl,
Dengan protokol di atas, biasanya serum magnesium depresi pernafasan pada kadar 12-17 mg/dl, koma
akan mencapai 4-7 mg/dl pada pasien dengan distri- pada kadar 13-17 mg/dl dan henti jantung pada
busi volume normal dan fungsi ginjal yang normal. kadar 19-20 mg/dl. Bila terdapat tanda keracunan
magnesium, dapat diberikan kalsium glukonat 1 g. IV
Pengawasan aktual serum magnesium hanya dilakukan secara perlahan.
pada pasien dengan gejala keracunan magnesium atau
pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Magnesium sulfat harus dipikirkan untuk wanita hamil
dengan eklampsia karena harganya murah, cocok
Pasien dapat mengalami kejang ketika mendapat mag- digunakan di negara yang pendapatannya rendah.
nesium sulfat. Bila kejang timbul dalam 20 menit per- Pemberian intravena lebih disukai karena efek sam-
tama setelah menerima loading dose, kejang biasanya pingnya lebih rendah dan masalah yang disebabkan
pendek dan tidak memerlukan pengobatan tambahan. oleh tempat penyuntikan lebih sedikit. Lamanya peng-
Bila kejang timbul >20 menit setelah pemberian load- obatan umumnya tidak lebih dari 24 jam, dan bila rute
ing dose, berikan tambahan 2-4 gram magnesium. intravena digunakan untuk terapi rumatan maka do-
sisnya jangan melebihi 1 g/jam.Pemberian dan peng-
Dosis: awasan klinik selama pemberian magnesium sulfat
Inisial: 4-6 g. IV bolus dalam 15-20 menit; bila kejang dapat dilakukan oleh staf medik, bidan dan perawat
timbul setelah pemberian bolus, dapat ditambahkan yang sudah terlatih.
2 g. IV dalam 3-5 menit. Kurang lebih 10-15% pasien
mengalami kejang lagi setelah pemberian loading dosis. 2. Fenitoin
Dosis rumatan: 2-4 g./jam IV per drip. Bila kadar mag- Fenitoin telah berhasil digunakan untuk mengatasi
nesium > 10 mg/dl dalam waktu 4 jam setelah pembe- kejang eklamptik, namun diduga menyebabkan bradi-
rian per bolus maka dosis rumatan dapat diturunkan. kardi dan hipotensi.
Fenitoin bekerja menstabilkan aktivitas neuron dengan
Pada Magpie Study, untuk keamanan, dosis magne- menurunkan flux ion di seberang membran depolarisasi.
sium dibatasi. Dosis awal terbatas pada 4 g. bolus
IV, dilanjutkan dengan dosis rumatan 1 g./jam. Jika Keuntungan fenitoin adalah dapat dilanjutkan secara
diberikan IM, dosisnya 10 g. dilanjutkan 5 g. setiap 4 oral untuk beberapa hari sampai risiko kejang eklam-
jam. Terapi diteruskan hingga 24 jam tik berkurang. Fenitoin juga memiliki kadar terapetik

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 13


Terapi Pre eklampsi

yang mudah diukur dan penggunaannya dalam jang- Peringatan : Dapat menyebabkan flebitis dan trom-
ka pendek sampai sejauh ini tidak memberikan efek bosis vena, jangan diberikan bila IV line tidak aman;
samping yang buruk pada neonatus. Dapat menyebabkan apnea pada ibu dan henti jantung
Dosis awal: 10 mg/kgbb. IV per drip dengan kecepat- bila diberikan terlalu cepat. Pada neonatus dapat me-
an < 50 mg/min, diikuti dengan dosis rumatan 5 mg/ nyebabkan depresi nafas, hipotonia dan nafsu makan
kgbb. 2 jam kemudian yang buruk.

Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap fenitoin, blok Sodium benzoat berkompetisi dengan bilirubin untuk
sinoatrial, AV blok tingkat kedua dan ketiga, sinus bra- pengikatan albumin, sehingga merupakan faktor pre-
dikardi, sindrom Adams-Stokes disposisi kernikterus pada bayi.

Interaksi: Amiodaron, benzodiazepin, kloramfenikol, ANTIHIPERTENSI


simetidin, flukonazol, isoniazid, metronidazol, mico- Hipertensi yang berasosiasi dengan eklampsia dapat
nazol, fenilbutazon, suksinimid, sulfonamid, omeprazol, dikontrol dengan adekuat dengan menghentikan ke-
fenasemid, disulfiram, etanol (tertelan secara akut), jang.
trimethoprim dan asam valproat dapat meningkatkan
toksisitas fenitoin. Efektivitas fenitoin dapat berkurang Antihipertensi digunakan bila tekanan diastolik >110
bila digunakan bersamaan dengan obat golongan bar- mmHg. untuk mempertahankan tekanan diastolik
biturat, diazoksid, etanol, rifampisin, antasid, charcoal, pada kisaran 90-100 mmHg.
karbamazepin, teofilin, dan sukralfat. Fenitoin dapat
menurunkan efektifitas asetaminofen, kortikosteroid, Antihipertensi mempunyai 2 tujuan utama: (1) menu-
dikumarol,disopiramid, doksisiklin, estrogen, haloperi- runkan angka kematian maternal dan kematian yang
dol, amiodaron, karbamazepin, glikosida jantung, kuini- berhubungan dengan kejang, stroke dan emboli paru
din, teofilin, methadon, metirapon, mexiletin, kontra- dan (2) menurunkan angka kematian fetus dan kema-
sepsi oral, dan asam valproat. tian yang disebabkan oleh IUGR, placental abruption
dan infark.
Kategori keamanan pada kehamilan: D-Tidak aman
untuk kehamilan. Bila tekanan darah diturunkan terlalu cepat akan me-
nyebabkan hipoperfusi uterus. Pembuluh darah uterus
Peringatan: Diperlukan pemeriksaan hitung jenis dan biasanya mengalami vasodilatasi maksimal dan penu-
analisis urin saat terapi dimulai untuk mengetahui runan tekanan darah ibu akan menyebabkan penu-
adanya diskrasia darah. Hentikan penggunaan bila ter- runan perfusi uteroplasenta.
dapat skin rash, kulit mengelupas, bulla dan purpura
pada kulit. Infus yang cepat dapat menyebabkan ke- Walaupun cairan tubuh total pada pasien eklampsia
matian karena henti jantung, ditandai oleh melebarnya berlebihan, volume intravaskular mengalami penyu-
QRS. Hati-hati pada porfiria intermiten akut dan diabe- sutan dan wanita dengan eklampsia sangat sensitif
tes (karena meningkatkan kadar gula darah). Hentikan pada perubahan volume cairan tubuh. Hipovolemia
penggunaan bila terdapat disfungsi hati. menyebabkan penurunan perfusi uterus sehingga
penggunaan diuretik dan zat-zat hiperosmotik harus
3. Diazepam dihindari.
Telah lama digunakan untuk menanggulangi kegawat-
daruratan pada kejang eklamptik. Mempunyai waktu pa- Obat-obatan yang biasa digunakan untuk wanita hamil
ruh yang pendek dan efek depresi SSP yang signifikan. dengan hipertensi adalah hidralazin dan labetalol. Nife-
Dosis : 5 mg IV dipin telah lama digunakan tetapi masih kurang dapat
Kontraindikasi: Hipersensitif pada diazepam, narrow- diterima.
angle glaucoma 1. Hidralazin
Interaksi: Pemberian bersama fenotiazin, barbiturat, Merupakan vasodilator arteriolar langsung yang me-
alkohol dan MAOI meningkatkan toksisitas benzodia- nyebabkan takikardi dan peningkatan cardiac output.
zepin pada SSP. Hidralazin membantu meningkatkan aliran darah ke
uterus dan mencegah hipotensi. Hidralazin dimetabo-
Kategori keamanan pada kehamilan: D-tidak aman lisir di hati. Dapat mengontrol hipertensi pada 95%
digunakan pada wanita hamil. pasien dengan eklampsia.

14 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Terapi Pre eklampsi

Dosis: 5 mg IV ulangi 15-20 menit kemudian sampai tanda disfungsi hati. Pada pasien yang berumur dapat
tekanan darah <110 mmHg. Aksi obat mulai dalam 15 terjadi keracunan ataupun respons yang rendah.
menit, puncaknya 30-60 menit, durasi kerja 4-6 jam.
3. Nifedi pin:
Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap hidralazin, pe- Merupakan Calcium Channel Blocker yang mempunyai
nyakit rematik katup mitral jantung. efek vasodilatasi kuat arteriolar. Hanya tersedia dalam
bentuk preparat oral.
Interaksi: MAOI dan beta-bloker dapat meningkatkan
toksisitas hidralazin dan efek farmakologi hidralazin Dosis: 10 mg per oral, dapat ditingkatkan sampai do-
dapat berkurang bila berinteraksi dengan indometasin. sis maksimal 120 mg/ hari

Kategori keamanan pada kehamilan: C - keama- Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap nifedipin.


nan penggunaanya pada wanita hamil belum pernah
ditetapkan. Interaksi: Hati-hati pada penggunaan bersamaan
dengan obat lain yang berefek menurunkan tekanan
Peringatan: Pasien dengan infark miokard, memiliki darah, termasuk beta blocker dan opiat; H2 bloker (si-
penyakit jantung koroner; Efek sampingnya kemera- metidin) dapat meningkatkan toksisitas.
han, sakit kepala, pusing-pusing, palpitasi, angina dan
sindrom seperti idiosinkratik lupus.(biasanya pada Kategori keamanan pada kehamilan: C - Keamanan
penggunaan kronik) penggunaannya pada wanita hamil belum ditetapkan.

2. Labetalol Peringatan: Dapat menyebabkan edema ekstremitas


Merupakan beta-bloker non selektif. Tersedia dalam bawah, jarang namun dapat terjadi hepatitis karena
preparat IV dan per oral. Digunakan sebagai pe- alergi. Masalah utama penggunaan nifedipin adalah
ngobatan alternatif dari hidralazin pada penderita hipotensi. Hipotensi biasanya terjadi bila mengkon-
eklampsia. Aliran darah ke uteroplasenta tidak dipe- sumsi kalsium. Sebaiknya dihindari pada kehamilan
ngaruhi oleh pemberian labetalol IV. dengan IUGR dan pada pasien dengan fetus yang ter-
lacak memiliki detak jantung abnormal.
Dosis: Dosis awal 20 mg, dosis kedua ditingkatkan
hingga 40 mg, dosis berikutnya hingga 80 mg sampai 4. Klonidin
dosis kumulatif maksimal 300 mg; Dapat diberikan se- Merupakan agonis selektif reseptor 2 ( 2-agonis).
cara konstan melalui infus; Aksi obat dimulai setelah Obat ini merangsang adrenoreseptor 2 di SSP dan
5 menit, efek puncak pada 10-20 menit, durasi kerja perifer, tetapi efek antihipertensinya terutama akibat
obat 45 menit sampai 6 jam. perangsangan reseptor 2 di SSP.

Kontraindikasi: Hipersensitif pada labetalol, shock kar- Dosis: dimulai dengan 0.1 mg dua kali sehari; dapat
diogenik, edema paru, bradikardi, blok atrioventrikular, ditingkatkan 0.1-0.2 mg/hari sampai 2.4 mg/hari.
gagal jantung kongestif yang tidak terkompensasi; pe- Penggunaan klonidin menurunkan tekanan darah
nyakit saluran nafas reaktif, bradikardi berat. sebesar 30-60 mmHg, dengan efek puncak 2-4 jam
Interaksi: Menurunkan efek diuretik dan meningkat- dan durasi kerja 6-8 jam. Efek samping yang sering
kan toksisitas dari metotreksat, litium, dan salisilat. terjadi adalah mulut kering dan sedasi, gejala ortosta-
Menghilangkan refleks takikardi yang disebabkan oleh tik kadang terjadi. Penghentian mendadak dapat me-
penggunaan nitrogliserin tanpa efek hipotensi. Simeti- nimbulkan reaksi putus obat.
din dapat meningkatkan kadar labetalol dalam gula Kontraindikasi: Sick-sinus syndrome, blok artrioventri-
darah. Glutetimid dapat menurunkan efek labetalol de- kular derajat dua atau tiga.
ngan cara menginduksi enzim mikrosomal. Interaksi: Diuretik, vasodilator, -bloker dapat mening-
katkan efek antihipertensi. Pemberian bersamaan
Kategori keamanan pada kehamilan : C-keamanan dengan -bloker dan atau glikosida jantung dapat
penggunaanya pada wanita hamil belum ditetapkan. menurunkan denyut jantung dan disritmia. Pembe-
rian bersamaan dengan antidepresan trisiklik dapat
Peringatan: Hati-hati bila digunakan pada pasien dengan menurunkan kemampuan klonidin dalam menurunkan
gangguan fungsi hati. Hentikan penggunaan bila terdapat tekanan darah.

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 15


Terapi Pre eklampsi

Kategori keamanan pada kehamilan: C - keamanan 2001


15. Mabie WC, Sibai BM, Current Obstetric & Gynecologic Diagnosis &
penggunaannya pada wanita hamil belum ditetapkan. Treatment, 8th ed. USA, Appleton & Lange, 1994, 393
Peringatan: Hati-hati pada pasien dengan kelainan 16. Magee LA, Cham C et al. Hydralazine for treatment of severe hyperten-
ritme jantung, kelainan sistem konduksi AV jantung, sion in pregnancy: meta-analysis, BMJ 2003; 327: 955-60
17. MIMS, 104th ed. 2nd issue, 2006
gagal ginjal, gangguan perfusi SSP ataupun perifer, 18. Sibai BM. Treatment of hypertension in pregnant women. Br J Obstet.
depresi, polineuropati, konstipasi. Dapat menurunkan Gynecol. 1996;335 (4): 257-65
kemampuan mengendarai mobil ataupun mengopera-
sikan mesin. Tabel 1. Kategori keamanan obat-obatan untuk
wanita hamil (US FDA)
KESIMPULAN
Mengingat angka kejadian eklampsia dan komplikasi- Kategori A: Studi kontrol pada wanita hamil gagal
nya yang serius hingga menyebabkan kematian, far- memperlihatkan adanya risiko pada fetus di trimester
makoterapi adalah mutlak untuk menurunkan angka pertama (dan tidak terdapat bukti adanya risiko pada
kematian, mencegah komplikasi dan memperbaiki penggunaan trimester berikutnya) dan adanya ke-
eklampsia. Obat-obatan yang dipakai mulai dari an- mungkinan dapat memberikan efek buruk pada fetus
tikonvulsan dan beberapa anti hipertensi. Akhir-akhir amat sangat kecil
ini magnesium sulfat disebut sebagai drug of choice.
Didukung oleh keamanan penggunaannya dalam ke- Kategori B: Penelitian-penelitian pada reproduksi
hamilan dan harganya yang murah, penggunaan mag- binatang gagal memperlihatkan adanya risiko pada
nesium sulfat memang harus dipikirkan untuk terapi fetus tetapi tidak terdapat studi kontrol pada wanita
eklampsia. hamil atau penelitian pada reproduksi binatang mem-
perlihatkan adanya efek samping yang tidak dikuatkan
KEPUSTAKAAN pada studi kontrol pada wanita hamil trimester perta-
ma (dan tidak terdapat bukti adanya risiko pada peng-
1. Belfort MA, Saade GR et al. Change in estimated cerebral perfusion
pressure after treatment with nimodipine or magnesium sulfate in pa- gunaan trimester berikutnya).
tients with preeclampsia, Am J Obstet Gynecol 1999;181(2):402-07
2. Belfort MA, Anthony J et al. A comparison of magnesium sulfate and ni- Kategori C: Studi pada binatang mengungkapkan
modipine for the prevention of eclampsia. N Engl J Med 2003; 348(4):
304-11 adanya efek samping pada fetus (teratogenik, embrio-
3. Bolte AC, Eyck JV et al. Ketanserin versus dihydralazine in the manage- sidal, atau lainnya) dan tidak terdapat studi kontrol
ment of severe early-onset preeclampsia: maternal outcome. Am J
Obstet Gynecol, 1999 (Feb):371-77
pada wanita hamil. Atau penelitian baik pada binatang
4. Preventing and treating eclamptic seizures. BMJ 2003; 326(7379): maupun wanita hamil tidak ada. Obat diberikan hanya
50. bila terdapat keuntungan potensial yang sebanding
5. Duley L, Henderson-Smart D. Magnesium Sulphate versus Diazepam
for Eclampsia (review). Cochrane Library 2006, issue 4: CD000127, dengan risiko buruk pada fetus.
2006
6. Duley L, Henderson-Smart D. Magnesium Sulphate versus Phenytoin Kategori D: Adanya bukti berisiko pada fetus manusia,
for Eclampsia (review). Cochrane Library 2006, issue 4: CD000128,
2006 namun karena keuntungan dalam penggunaan pada
7. Duley L. Magnesium Sulphate should be used for eclamptic fits. BMJ wanita hamil maka penggunaanya masih dapat diteri-
1996; 312: 639.
8. Eaton Lynn. Magnesium could save hundreds of women’s lives world-
ma. (misalnya penggunaannya pada situasi yang me-
wide. BMJ 2002;324 : 1351. ngancam nyawa, sedangkan obat lain yang lebih aman
9. Fugate SR, Chow GE .Eclampsia. emedicine.com/med/topic 633.htm, tidak dapat digunakan atau tidak efektif)
2005.
10. Graham KM. Magnesium Sulfate in eclampsia. Lancet 1998; 351:
1062-63. Kategori X: Penelitian pada binatang maupun manusia
11. Greene MF : Magnesium Sulfate for preeclampsia. N Engl J Med memperlihatkan adanya abnormalitas fetus atau ter-
2003;348(4): 275-76.
12. Gulmezoglu AM, Duley L et al. Magnesium Sulphate and other anti- bukti adanya risiko berdasarkan pengalaman manusia
convulsants for women with pre-eclampsia (review). Cochrane Library atau keduanya. Penggunaannya pada wanita hamil jauh
2006, issue 4: CD000025, 2006
13. Gulmezoglu AM, Duley L. Use of anticonvulsants in eclampsia and pre-
lebih merugikan dibandingkan keuntungannya. Peng-
eclampsia: Survey of Obstetricians in the United Kingdom & Republic gunaan obat ini merupakan kontraindikasi pada wanita
of Ireland. BMJ 1998; 316: 975-976 hamil atau pada mereka yang mungkin akan hamil.
14. Hardman JG. Goodman & Gilman’s, 10th ed. New York, McGraw-Hill,

16 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Hasil Penelitian

Hubungan Jumlah Folikel Antral


dengan Respons Ovarium
terhadap Stimulasi Ovulasi
IB Putra Adnyana

Sub Divisi FER Bagian Obstetri dan Ginekologi


Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali, Indonesia

ABSTRAK
Latar Belakang: Penelitian-penelitian menunjukkan adanya kemungkinan untuk memprediksi respons ovarium
terhadap stimulasi ovulasi. Faktor-faktor yang mungkin dijadikan prediktor mencakup umur, volume ovarium, jum-
lah folikel antral, aliran darah stromal ovarium, dan petanda hormonal seperti Follicle Stimulating Hormone (FSH),
estradiol (E2) dan Inhibin B. Hitung folikel antral adalah salah satu cara pemeriksaan kapasitas ovarium yang
sederhana. Dibandingkan pemeriksaan petanda hormonal, pemeriksaan folikel antral lebih sederhana, relatif lebih
murah, dan hanya memerlukan sarana berupa alat ultrasonografi yang saat ini sudah tersedia secara luas dan
penilaian hasilnya dapat dilakukan secara cepat.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara jumlah folikel antral dengan respons stimulasi ovulasi
Bahan dan Cara: Seluruh perempuan yang menjalani program FIV dengan stimulasi short protocol antara bulan
Januari 2005 – Mei 2006 disertakan dalam penelitian. Dilakukan pengumpulan data hitung folikel antral hari
kedua, jumlah folikel matur, jumlah total oosit, jumlah oosit matur, dan total dosis gonadotropin. Dilakukan analisis
Kendall’s correlation test untuk menunjukkan hubungan.
Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara hitung folikel antral dengan hitung folikel
matur (r=0,329; p=0,037), jumlah total oosit (r=0,506; p=0,001), jumlah oosit matur (r=0,492; p=0,002), dan
total dosis gonadotropin (r=-0,477; p=0,002).
Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara hitung folikel antral dengan
respons ovarium terhadap stimulasi ovulasi dan didapatkan nilai titik potong hitung folikel antral sebesar 4,5.

Kata kunci: hitung folikel antral, respons ovarium, stimulasi ovulasi, short protocol

PENDAHULUAN (E2) dan Inhibin B(1). Faktor-faktor tersebut dapat juga


Untuk meningkatkan keberhasilan prosedur Fertilisasi disebut sebagai prediktor kapasitas ovarium (ovarian
In Vitro (FIV), diharapkan diperoleh lebih dari satu oosit reserve). Kapasitas tersebut mencakup kuantitas dan
dalam satu siklus. Makin banyak jumlah oosit akan ma- kualitas oosit.
kin banyak jumlah embrio yang diperoleh dari keber-
hasilan fertilisasi, dan sebagai hasil akhirnya angka ke- Hitung folikel antral adalah salah satu cara pemerik-
hamilan klinispun akan makin tinggi. Untuk mencapai saan kapasitas ovarium yang sederhana. Folikel antral
tujuan tersebut diperlukan suatu prosedur stimulasi adalah folikel-folikel kecil berdiameter sekitar 2 – 10
yang berhasil (ovulasi). Pada banyak kasus respons mm yang dapat dihitung dan diukur dengan peme-
ovarium terhadap stimulasi ovulasi tidak seperti yang riksaan ultrasonografi. Ultrasonografi transvaginal
diharapkan. adalah cara terbaik untuk mengukur dan menghitung
folikel-folikel ini(2,3).
Data menunjukkan adanya kemungkinan untuk mem-
prediksi respons ovarium terhadap stimulasi ovulasi. Dibandingkan pemeriksaan petanda hormonal, peme-
Faktor-faktor yang mungkin dapat dijadikan prediktor riksaan folikel antral lebih sederhana, relatif lebih
mencakup umur, volume ovarium, jumlah folikel antral, murah, dan hanya memerlukan sarana berupa alat
aliran darah stromal ovarium, dan petanda hormonal ultrasonografi yang saat ini sudah tersedia luas dan
seperti Follicle Stimulating Hormone (FSH), estradiol penilaian hasilnya dapat dilakukan secara cepat.

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 17


Respon terhadap Stimulasi Ovulasi

Untuk pemeriksaan kapasitas ovarium sebenarnya protocol dengan GnRH antagonis. Kriteria eksklusi
ada pemeriksaan yang lebih akurat, yaitu biopsi ovari- adalah riwayat galaktore, hiperprolaktinemi, hirsutism,
um. Akan tetapi pemeriksaan ini sangat invasif dan me- riwayat operasi ovarium, sindrom ovarium polikistik,
merlukan sarana alat laparoskopi yang sangat mahal. endometriosis grade III-IV. Sampel penelitian adalah
seluruh perempuan yang sudah menjalani program
Secara asumsi, jumlah folikel antral yang tampak se- FIV di Klinik Bayi Tabung Graha Tunjung RSUP Sanglah
cara ultrasonografi adalah indikatif untuk jumlah rela- Denpasar.
tif folikel primordial yang tersisa dalam ovarium. Tiap Besar sampel penelitian dihitung dengan rumus :
folikel primordial mengandung satu oosit imatur yang
potensial untuk berkembang kemudian. Dengan kata
lain apabila hanya terdapat sedikit folikel antral yang
terlihat maka terdapat lebih sedikit oosit yang tersisa
dibandingkan apabila terlihat lebih banyak folikel antral n = jumlah sampel, Z = 1,96 (nilai Z untuk tingkat
saat pemeriksaan ultrasonografi (2,4). kemaknaan = 0,05), Z = 1,282 (Nilai Z untuk power
penelitian sebesar 90%), ln = logaritma normal, r =
Berapakah jumlah folikel antral yang baik? Tidak ada perkiraan besar koefisien korelasi (dari kepustakan di-
jawaban yang sempurna untuk pertanyaan ini. Hitung peroleh koefisien korelasi antara jumlah folikel antral
folikel antral belum dilakukan secara rutin sehingga dan jumlah oosit matur sebesar 0,65).
belum cukup data untuk menjawab pertanyaan ini(2).
Jadi sampel yang dibutuhkan untuk penelitian ini se-
Untuk mendefinisikan respon ovarium terhadap sti- dikitnya 20 sampel. Untuk menilai hubungan antara
mulasi ovulasi pun belum terdapat titik potong abso- jumlah folikel antral dan respon stimulasi ovulasi di-
lut yang dapat diterima. Akan tetapi Advanced Fertility lakukan analisis dengan metode regresi linear untuk
Center of Chicago mengklasifikasikan respons terha- mengestimasi koefisien korelasi (analisis dikerjakan
dap stimulasi dengan (2): dengan SPSS v 13.0)
1. Low responder : diperoleh kurang dari 5 folikel ma-
tur Definisi Operasional Variabel
2. Normal responder: diperoleh 5-8 folikel matur 1. Jumlah folikel antral adalah jumlah folikel pada ke-
3. High responder:diperoleh lebih dari 8 folikel matur. dua ovarium dengan diameter 2 sampai 10 mm
Respon terhadap stimulasi sebagian besar dipe- yang terlihat saat pemeriksaan ultrasonografi
ngaruhi oleh kapasitas ovarium. Perempuan dengan transvaginal (Kontron V3.00) pada siklus hari
penurunan kapasitas ovarium memiliki angka kega- kedua dengan mengukur rata-rata diameter foli-
galan stimulasi dan angka kegagalan kehamilan yang kel dari 2 pengukuran tegak lurus dalam mm.
tinggi. Hubungan antara uji hormonal dengan kapasi- 2. Respon ovarium terhadap stimulasi ovulasi dinilai
tas ovarium telah ditetapkan, namun belum terdapat dengan:
kesepakatan mengenai hubungan antara hitung folikel a. Jumlah total folikel matur (folikel matur adalah fo-
antral dan kapasitas ovarium(5). likel berdiameter 16-24 mm dengan kadar E2 :
200 pg/ml per folikel saat penentuan pemberian
Mengingat belum adanya titik potong jumlah folikel an- HCG)
tral sebagai prediktor respons stimulasi ovulasi maka i. Respon baik adalah jika didapatkan folikel matur
penelitian ini ditujukan untuk melihat adanya hubungan lima atau lebih.
antara jumlah folikel antral dengan respon stimulasi ii. Respon buruk adalah jika didapatkan folikel matur
ovulasi; dan berusaha untuk menentukan besar titik kurang dari lima.
potong tersebut. b. Jumlah total oosit yang diperoleh dalam prosedur
petik ovum
BAHAN DAN CARA c. Jumlah oosit matur yang diperoleh dalam prosedur
Rancangan penelitian adalah historical cohort dengan petik ovum. Oosit matur adalah oosit dengan ku-
populasi seluruh perempuan yang sudah menjalani mulus yang lebar dengan korona radiata tersebar
program Fertilisasi In Vitro (FIV) di klinik bayi tabung merata mengelilingi oosit dan zona pelusida serta
Graha Tunjung RSUP Sanglah Denpasar antara Ja- ooplasma tampak jelas.
nuari 2005 sampai Mei 2006. Kriteria inklusi adalah d. Jumlah total dosis gonadotropin yang diperlukan
perempuan yang menjalani program FIV dengan short dalam siklus stimulasi ovulasi.

18 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


3. Galaktore : sekresi persisten kelenjar mamma atau lebih dan kurang dari lima. Berdasarkan uji re-
berupa cairan seperti susu yang tidak fisiologis gresi logistik, ketiga variabel tersebut tidak mempe-
(terjadi tidak segera setelah kehamilan). ngaruhi jumlah folikel antral.
4. Hiperprolaktinemi adalah kadar prolaktin serum
lebih dari 18 pg/ml. Setelah diuji dengan Kendall’s correlation test didapat-
5. Hirsutisme : pertumbuhan rambut perempuan di kan hubungan bermakna antara jumlah folikel antral
tempat yang normalnya tidak ditemukan, rambut dengan jumlah folikel matur dengan r = 0,329 dan p
yang ditemukan kaku, dan terlihat di wajah, dada, = 0,037. (Gb.1)
perut, dan punggung (normal pada pria akan teta-
pi tidak normal pada wanita).
6. Riwayat operasi ovarium : semua jenis operasi
yang dapat mengurangi volume ovarium, di an-
taranya ooforektomi, ooforektomi parsial, wedge
resection, dan kistektomi.
7. Sindrom ovarium polikistik didiagnosis secara ul-
trasonografi jika ditemukan 10 atau lebih folikel
kecil (diameter <.10 mm) tersebar di bagian peri- Gambar 1. Grafik hubungan jumlah folikel antral dengan jumlah
folikel matur
fer ovarium
8. Endometriosis adalah jaringan endometrium yang
berada di luar uterus dan ditegakkan berdasar-
kan laparoskopi

HASIL DAN PEMBAHASAN


Antara bulan Januari 2005 sampai bulan Mei 2006
didapatkan 26 pasien yang menjalani program IVF di
klinik bayi tabung Graha Tunjung Rumah Sakit Sanglah
Denpasar. Hanya 25 pasien yang memenuhi kriteria Gambar 2. Grafik hubungan jumlah folikel antral dengan jumlah total
(1 pasien dieksklusi oleh karena Sindrom Ovarium oosit
Polikistik). Jumlah sampel ini sudah melebihi batas
minimum sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini. Setelah diuji dengan Kendall’s correlation test didapat-
Selanjutnya dilakukan pengumpulan data secara re- kan hubungan bermakna antara jumlah folikel antral
trospektif, kemudian dianalisis. dengan jumlah total oosit dengan r=0,506 dan p =
0,001. (Gb.2)
Karakteristik sampel
Tabel 1. Karakteristik Sampel

Karakteristik Jumlah folikel antral Jumlah folikel p


≥5 antral < 5
Umur Mean: 32,75 Mean: 36,56
0,064
tahunSD: 4,203 tahunSD: 5,503
Jenis infertil
- Primer 8 (53,3%) 7 (46,7%)
0,174
- Sekunder 8 (80%) 2 (20%)
Mean: 5,125 ta- Mean: 8,000 ta- Gambar 3. Grafik hubungan jumlah folikel antral dengan jumlah oosit
Lama infertil hunSD: 3,1011 hunSD: 5,4829 0,105
matur

Tabel 2. Logistic Regression test


Setelah diuji dengan Kendall’s correlation test didapat-
P
kan hubungan bermakna antara jumlah folikel antral
Karakteristik B
0,224
dengan jumlah oosit matur dengan r= 0,490 dan p =
Umur istri 0,157
Lama infertil 0,005 0,976 0,002. (Gb.3)
Jenis infertil -1,008 0,395 Setelah diuji dengan Kendall’s correlation test didapat-
Dari karakteristik sampel tidak didapatkan perbedaan kan hubungan bermakna antara jumlah folikel antral
bermakna dalam hal umur, jenis infertilitas, dan lama dengan jumlah total dosis gonadotropin dengan r= -
infertilitas antara kelompok dengan folikel antral lima

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 19


Respon terhadap Stimulasi Ovulasi

2. Jumlah total oosit


Makin banyak jumlah folikel antral akan mendapat-
kan jumlah total oosit yang makin banyak. Dengan
Kendall’s correlation test didapatkan r = 0,506
dan p = 0,001.
3. Jumlah oosit matur
Makin banyak jumlah folikel antral akan mendapat-
kan jumlah oosit matur yang makin banyak. Dengan
Gambar 4. Grafik hubungan jumlah folikel antral dengan jumlah go- Kendall’s correlation test didapatkan r = 0,490
nadotropin dan p = 0,002.
4. Total dosis gonadotropin
Jumlah folikel antral yang makin banyak akan me-
merlukan total dosis gonadotropin yang makin se-
dikit. Dengan Kendall’s correlation test didapatkan
r = -0,477 dan p = 0,002.

Nilai r pada correlation test menunjukkan kekuatan


hubungan, makin mendekati 1 atau -1 berarti hubu-
ngannya makin kuat, sedangkan bila r mendekati 0
diagonal segments are produced by ties berarti hubungannya makin lemah. Pada penelitian ini
didapatkan jumlah total oosit menunjukkan hubungan
Gambar 5. Kurva ROC hubungan hitung folikel antral dengan respons
yang paling kuat dengan hitung folikel antral.
stimulasi ovulasi

Hasil ini sesuai dengan beberapa penelitian sebelum-


Dengan kurva ROC (Receiver Operator Curve) didapat- nya. Chiang MY melakukan penelitian prospektif pada
kan titik potong hitung folikel antral adalah 4,5 dengan 149 siklus FIV dari 130 pasangan. Disimpulkan bah-
sensitivitas 77,8% dan spesifisitas 71,4%. Dapat dihi- wa hitung folikel antral berkorelasi bermakna dengan
tung pula Nilai Prediksi Positif sebesar 87,5% dan Nilai jumlah oosit yang diperoleh dan jumlah embrio yang
Prediksi Negatif sebesar 55,6% dengan Tingkat Aku- ditransfer(6).Hung YN(7) mengemukakan jumlah folikel
rasi sebesar 76,0%. (Gb.5) Ini berarti apabila pada saat antral mempunyai nilai prediktif yang lebih baik diban-
pemeriksaan sonografi transvaginal basal didapatkan dingkan FSH basal, dan umur. Pada perempuan de-
jumlah folikel antral 5 atau lebih, maka dapat diprediksi ngan jumlah folikel antral yang lebih sedikit diperlukan
akan terjadi respons stimulasi ovulasi yang baik sebe- dosis hMG yang lebih tinggi dan pemberian dalam
sar 87,5 % sedangkan bila jumlah folikel antral basal jangka waktu yang lebih lama dan pada perempuan
kurang dari 5 maka dapat diprediksi akan terjadi res- tersebut juga diperoleh lebih sedikit oosit.
pons stimulasi ovulasi yang buruk sebesar 55,6 % de-
ngan tingkat akurasi pemeriksaan sebesar 76,0 %.. Pada penelitian Dumesic(8), 25 perempuan yang ovu-
lasinya normal menjalani pemeriksaan ultrasonografi
Jenis infertilitas menunjukkan perbedaan bermakna transvaginal tiga dimensi, didapatkan hitung folikel an-
dalam respon ovarium terhadap stimulasi ovulasi. Pada tral berkorelasi positif dengan jumlah total oosit dan
jenis infertil sekunder, 100% menunjukkan respons baik. jumlah oosit matur setelah stimulasi dengan gonado-
Hal ini karena pada infertil sekunder sebagian besar tropin untuk fertilisasi invitro.
masalah bukan disebabkan oleh kapasitas ovarium.
Bancsi(4) mendapatkan hitung folikel antral merupakan
Didapatkan hubungan bermakna antara jumlah folikel prediktor tunggal terbaik untuk respon ovarium dalam
antral dengan respon ovarium terhadap stimulasi ovu- program FIV.
lasi. Respons ovarium dinilai dengan 4 parameter:
1. Jumlah folikel matur Kupesic(9) mengemukakan bahwa pemeriksaan hitung
Makin banyak jumlah folikel antral akan mendapat- folikel antral merupakan prediktor terbaik untuk ke-
kan jumlah folikel matur yang makin banyak. De- berhasilan FIV dibandingkan dengan kadar E2, volume
ngan Kendall’s correlation test didapatkan r = ovarium, pengukuran stroma ovarium, dan rata-rata
0,329 dan p = 0,037. flow index stroma ovarium.

20 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Respon terhadap Stimulasi Ovulasi

nilai titik potong hitung folikel antral tersebut, dan di-


Scheffer(10) membandingkan kapasitas prediktif be- dapatkan nilai 4,5 dengan sensitivitas 77,8% dan
berapa marker. Pada perempuan dengan fertilitas spesifisitas 71,4%. Ini berarti respon ovarium baik
normal dilakukan pemeriksaan hitung folikel antral, sebesar 77,8 % jika pada pemeriksaan sonografi
volume ovarium, FSH, E2, dan inhibin B, dan dilaku- transvaginal basal ditemukan jumlah folikel antral 5
kan pemeriksaan GAST. Hasilnya hitung folikel antral atau lebih dan respon ovarium buruk sebesar 71,4 %
mempunyai asosiasi terbaik dengan umur kronologis bila pada pemeriksaan sonografi transvaginal basal
wanita dengan fertilitas baik. ditemukan folikel antral kurang dari 5.

P o p o v i c - T o d o r o v i c (1) Dapat dihitung pula Ni-


mengemukakan bahwa Pasien-pasien yang memiliki kurang dari 5 lai Prediksi Positif sebe-
jumlah folikel antral folikel pada status basal memerlukan peng- sar 87,5% dan Nilai
merupakan prediktor obatan tambahan dan menghasilkan jumlah Prediksi Negatif sebe-
tunggal terkuat dari jum- sar 55,6% dan Tingkat
lah folikel yang diaspirasi
oosit lebih sedikit tetapi memiliki angka Akurasi sebesar 76,0%.
dan jumlah oosit yang kejadian kehamilan sampai 35% (14). Ini berarti apabila dalam
dipetik. pemeriksaan sonografi
transvaginal basal dite-
Vladimirof(11) meneliti 29 pasien yang menjalani FIV. mukan jumlah folikel antral lima atau lebih dapat di-
Sampel darah diambil dan dilakukan pemeriksaan prediksi kemungkinan respons baik sebesar 87,5%,
ultrasonografi transvaginal pada fase folikular dini, sebaliknya bila ditemukan jumlah folikel antral kurang
kemudian dilakukan stimulasi long protocol. Kesim- dari lima, dapat diprediksi kemungkinan respons buruk
pulannya hitung folikel antral dan diameter rata-rata sebesar 55,6% dengan tingkat akurasi pemeriksaan
ovarium mempunyai nilai prognostik yang baik terha- sebesar 76,0%.
dap keberhasilan FIV.
Lunenfeld(15) menyatakan bahwa untuk memprediksi
Penelitian retrospektif terhadap beberapa prediktor respon ovarium terhadap stimulasi ovulasi dapat di-
keberhasilan stimulasi ovulasi dalam teknologi re- pergunakan hitung folikel antral. Hitung folikel antral
produksi bantuan mendapatkan bahwa hitung folikel kurang dari 6 dapat memprediksi respon buruk. Hi-
antral memiliki hubungan bermakna dengan jumlah tung folikel antral dengan jumlah 6-12 akan memberi-
oosit yang berhasil dipetik dan merupakan prediktor kan respon normal, dan hitung folikel antral 13 atau
yang baik terhadap terjadinya kehamilan secara kli- lebih akan mengakibatkan hiperrespons.
nis(12).
Kekurangan penelitian ini adalah jumlah sampel yang
Tabel 3. Penelitian-penelitian hitung folikel antral sedikit sehingga titik potong kurva ROC mungkin kurang
Penelitian Parameter r p akurat. Di samping itu disain penelitian ini adalah his-
torical cohort sehingga tidak mungkin melakukan kon-
Folikel matur 0,329 0,037
Penelitian Ini
Total oosit
trol yang baik terhadap semua variabel lain.
0,506 0,001
Oosit Matur 0,490 0,002
Dosis Gonadotropin -0,477 0,002 SIMPULAN DAN SARAN
Popovic Todorovic B Folikel matur 0,327 <0,001
1. Didapatkan hubungan bermakna antara jumlah fo-
(2003)(1) Total oosit 0,249 <0,001
likel antral dengan respon ovarium terhadap stimu-
Muttukrishna (2005) (12) Total oosit 0,505 <0,001
lasi ovulasi, yang dapat dilihat dari:
Pohl M (2000) (13) Total oosit <0,001 a. Adanya hubungan positif bermakna antara jumlah
Total oosit 0,0778 folikel antral dengan jumlah folikel matur.
Kupesic (9)
b. Adanya hubungan positif bermakna antara jumlah
Total oosit 0,146 0,003
Hung YN (7) folikel antral dengan jumlah total oosit.
c. Adanya hubungan positif bermakna antara jumlah
Penelitian-penelitian tersebut (tabel 3) tidak menge- folikel antral dengan jumlah oosit matur.
mukakan adanya suatu nilai titik potong jumlah folikel d. Adanya hubungan negatif bermakna antara jumlah
antral yang menghasilkan respon stimulasi ovulasi folikel antral dengan total dosis gonadotropin.
baik. Dengan kurva ROC kami berusaha menentukan 2. Dengan titik potong 4,5 didapatkan sensitivitas

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 21


Respon terhadap Stimulasi Ovulasi

77,8% dan spesifisitas 71,4% untuk jumlah folikel 5. Elter K, Kavak ZN, Gokasian H et al. Antral follicle assessment after
down-regulation may be a useful tool for predicting pregnancy loss in in
antral sebagai prediktor respon ovarium terha- vitro fertilization pregnancies. Gynecol. Endocrinol.2005; 21(1):33-37
dap stimulasi ovulasi dengan Nilai Prediksi Positif 6. Chang MY, Chiang CH, Hsieh TT et al. Use of antral follicle count to
sebesar 87,5% dan Nilai Prediksi Negatif sebesar predict the outcome of assisted reproductive technologies. Fertil Ste-
ril.1998; 69(3):505-510
55,6%. 7. Hung YN, Oi ST, Pak CH. The significance of the number of antral fol-
3. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah licles prior to stimulation in predicting ovarian responses in an IVF pro-
gramme. Human Reprod. 2000;15(9):1937-1942
sampel lebih besar sehingga dapat ditentukan titik 8. Dumesic DA, Damario MA, Session DR et al. Ovarian morphology and
potong yang lebih tepat agar hitung folikel antral serum hormone markers as predictors of ovarian follicle recruitment
dapat dipergunakan sebagai prediktor yang lebih by gonadotropins for in vitro fertilization. J Clin Endocrinol & Metabo-
lism 2001;86:2538-2543
akurat dalam memprediksi respons ovarium terha- 9. Kupesic S, Kurjak A. Predictors of IVF outcome by three-dimensional
dap stimulasi ovulasi. ultrasound. Human Reproduction 2002;17(4):950-955.
4. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk penentuan 10. Scheffer GJ, Broekmans FJM, Looman CWN, et al.The number of an-
tral follicles in normal women with proven fertility is the best reflection
dosis dan protokol stimulasi sesuai dengan jumlah of reproductive age. Human Reprod. 2003;18(4):700-706
folikel antral. 11. Vladimirof I, Tacheva D, Blagoeva V. Prognostic value of some hor-
monal and ultrasound ovarian reserve test. Akush Ginekol. 2003;
42(5):14-20
KEPUSTAKAAN
12. Muttukrishna S, McGarrigle H, Wakim R, et al. Antral follicle count,
1. Popovic-Todorovic B, Loft A, Lindhard A et al. A prospective study of
anti-mullerian hormone and inhibin B: predictors of ovarian res-
predictive factors of ovarian response in ’standard’ IVF/ICSI patients
ponse in assisted reproductive technology ? Br.J.Obstetr.Gynecol.
treated with recombinant FSH. A Suggestion for a recombinant FSH
2005;112(10):1384
dosage normogram. Human Reproduction 2003;18(4):781-787
13. Pohl M, Hohlagschwandtner M, Obruca A et al. Number and size of
2. Anonim. Methods to help predict female fertility, IVF cancellation risk,
antral follicles as predictive factors in invitro fertilization and embryo
response to ovarian stimulation drugs, and number of eggs retrieved
transver. J. Assisted Reprod. Genetics 2000;17:315-318
for IVF. Advanced Fertility Center of Chicago. http://www.advancefer-
14. Scott RT Jr. Evaluation and treatment of the low responder patient.
tility.com/antralfolliclecounts.html. 2005.
Textbook of Assisted Reproductive Techniques Laboratory and Clinical
3. Speroff L,Glass RH, Kase NG. Induction of Ovulation. In: Clinical Gyne-
Perspectives 2001. hal. 527-42
cology, Endocrinology and Infertility, 6th ed.,1999.hal.1097-132
15. Lunenfeld B. What’s new in ovarian stimulation? Life (Learning Initia-
4. Bancsi LF, Broekmans FJ, Eijkemans MJ et al. Predictors of poor ova-
tives for Fertility Experts. 2006;14(2): 25
rian response in in vitro fertilization : a prospective study comparing
basal markers of ovarian reserve. Fertil Steril 2002;77(2):328-36

22 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Hasil Penelitian

Pertumbuhan Janin Terhambat


Jefferson Rompas
Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi/
Rumah Sakit Umum Pusat Manado

PENDAHULUAN janin terhambat merupakan definisi postnatal karena


Bayi berat lahir rendah (< 2500 g) sampai saat ini ma- baru diketahui pasti setelah bayi dilahirkan. Memang
sih merupakan penyebab utama mortalitas dan mor- sampai saat ini belum dikenal cara yang dapat me-
biditas. Bayi berat lahir rendah dapat dibedakan atas nentukan berat bayi intra-uterin secara akurat; namun
bayi yang dilahirkan prematur dan bayi yang mengala- banyak penelitian telah membuktikan bahwa dengan
mi pertumbuhan janin terhambat (intrauterine growth mengenali secara dini adanya gangguan pertumbu-
retardation/IUGR). Di negara maju, sekitar 2/3 bayi han janin (apapun batasan yang digunakan), mortali-
berat lahir rendah (BBLR) disebabkan oleh prematuri- tas dan morbiditas perinatal akibat pertumbuhan janin
tas, sedangkan di negara sedang berkembang seba- terhambat akan dapat dikurangi.
gian besar BBLR disebabkan oleh pertumbuhan janin
terhambat.1 Sekitar 70% kematian akibat pertumbuhan janin ter-
hambat dapat dicegah jika kelainan tersebut dapat
Setiap tahun di Amerika Serikat terdapat sekitar dikenali sebelum kehamilan 34 minggu. Cara-cara
250.000 bayi dilahirkan dengan berat badan kurang pemeriksaan klinis untuk mendeteksi pertumbuhan
dari 2500 g. The National Institutes of Health mem- janin terhambat seperti pengukuran tinggi fundus,
perkirakan bahwa kurang lebih 40.000 kasus meru- prakiraan berat janin dsb. hasilnya sering kurang aku-
pakan bayi aterm dan selebihnya bayi preterm yang rat, terutama pada penderita gemuk, kelainan letak
mengalami retardasi pertumbuhan (Frigoletto, 1986). jantung dan pada kehamilan dengan oligo atau polihi-
Bayi-bayi lainnya mencakup bayi preterm dan bayi pre- dramnion.
term yang juga mengalami retardasi pertumbuhan
sehingga risiko menjadi lebih besar.1,2 Ultrasonografi (USG) saat ini dipandang sebagai suatu
metode pemeriksaan yang paling akurat untuk men-
Kejadian pertumbuhan janin terhambat (PJT) bervaria- deteksi pertumbuhan janin terhambat. Pemeriksaan
si antara 3-10%, tergantung pada populasi, geografi USG bermanfaat dalam menentukan jenis, progresi-
dan definisi yang digunakan. Sekitar 2/3 pertumbu- vitas (derajat) dan prognosis pertumbuhan janin ter-
han janin terhambat berasal dari kelompok kehamilan hambat serta berguna dalam menentukan cara pe-
risiko tinggi (hipertensi, perdarahan anterpartum, ibu nanganan yang paling tepat. Dengan demikian USG
menderita penyakit jantung atau ginjal, uterus multi- sangat berperan di dalam upaya penurunan angka
pel, dsb) sedangkan 1/3 lainnya berasal dari kelom- mortalitas dan morbiditas akibat pertumbuhan janin
pok yang diketahui tidak mempunyai faktor risiko.3,4 terhambat.6,7,8

Pertumbuhan janin terhambat adalah suatu keadaan KRITERIA DIAGNOSIS


yang dialami oleh bayi-bayi yang mempunyai berat Diagnosis baru dapat ditegakkan bila usia kehamilan
badan di bawah batasan tertentu dari umur kehami- telah mencapai 28 minggu ke atas.
lannya.4,5
Pertumbuhan janin dinyatakan terhambat bila secara
Definisi yang paling sering digunakan adalah bayi-bayi klinis dan USG didapatkan taksiran berat badan janin
yang mempunyai berat badan di bawah 10 persentil di bawah 10 persentil dari kurva berat badan normal.
dari kurva berat badan normal. Penulis lainnya meng- Ada yang menggunakan titik potong (cut off point) 5
gunakan titik potong (cut-off point) 5 persentil, ada persentil, ada pula yang menggunakan 2 SD (kira-kira
juga yang memakai 2 SD (kira-kira 3 persentil).3,5 3 persentil).3,5

Selain itu ada yang menyatakan bahwa pertumbuhan Meskipun sekitar 50% pertumbuhan janin terham-

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 23


Pertumbuhan Janin Terhambat

bat belum diketahui penyebabnya, ada beberapa fak- 1) Fase hiperplasi atau proliferasi (penambahan jum-
tor yang diketahui dapat menyebabkan pertumbuhan lah sel)
janin terhambat. 2) Fase hiperplasi terjadi bersamaan dengan fase hi-
1) Faktor ibu pertrofi
a. Penyakit paru kronik 3) Fase hipertrofi (penambahan ukuran sel)
b. Penyakit jantung sianotik Fase hiperplasi dimulai di awal perkembangan janin, ke-
c. Hipertensi mudian sesuai dengan perkembangan kehamilan secara
d. Anemi berat bertahap terjadi pergeseran ke fase hipertrofi.10,11
e. Malnutrisi
f. Konsumsi rendah kalori Gangguan pertumbuhan (malnutrisi) yang terjadi pada
g. Merokok & adiksi obat fase hiperplasi akan menyebabkan pengurangan jum-
h. Gangguan absorpsi makanan (operasi resek- lah sel yang sifatnya permanen (pertumbuhan janin
si usus) terhambat tipe I) sedangkan malnutrisi pada fase hi-
i. Riwayat PJT sebelumnya pertrofi akan menyebabkan pengurangan ukuran sel
j. Penambahan berat badan ibu selama ke- yang sifatnya reversibel (pertumbuhan janin terhambat
hamilan < 7 kg pada saat aterm atau berat tipe II). Malnutrisi pada fase hiperplasi dan hipertrofi
badan ibu kurang dari 45 kg akan menyebabkan pengurangan jumlah dan ukuran
k. Penambahan tinggi fundus uteri < 10 persen- sel (pertumbuhan janin terhambat tipe campuran).
til menurut kurva normal
2) Faktor plasenta Pada pertumbuhan janin terhambat tipe I gangguan
a. Plasenta kecil dan penderita hipertensi pertumbuhan telah dimulai sejak awal kehamilan.
b. Plasenta sirkumvalata Gangguan ini dapat disebabkan oleh kelainan gene-
c. Implantasi plasenta abnormal tik pada kromosom, kelainan kongenital, infeksi virus,
d. Solusio plasenta obat-obatan teratogenik, dsb. Gambaran pertumbuh-
3) Faktor janin an janin terhambat tipe I adalah berupa pengurangan
a. Kelainan kongenital ukuran organ-organ janin yang sifatnya menyeluruh
b. Trisomi(18,21) (proporsional) baik ukuran kepala, ukuran tubuh, mau-
c. Infeksi intrauterin (TORCH, AIDS) pun panjang janin.12,13
d. Radiasi
Pada pertumbuhan janin terhambat tipe II, gangguan
Diagnosis Banding : Preterm biasanya dimulai pada kehamilan trimester III. Pada
awalnya pertumbuhan janin berlangsung normal, ke-
KLASIFIKASI mudian laju pertumbuhan berkurang, akhirnya ber-
Berdasarkan proses terjadinya, pertumbuhan janin henti. Organ yang paling rawan terkena adalah or-
terhambat dapat diklasifikasikan ke dalam 2 kelom- gan-organ internal (ginjal, paru, hepar, usus, timus,
pok, yaitu: adrenal, limpa). Lemak subkutis akan berkurang.
1) Pertumbuhan janin terhambat tipe I (simetrik, pro- Pertumbuhan otak (kepala) biasanya tidak terganggu,
porsional) yang terjadi akibat berkurangnya potensi sehingga terjadi disproporsi antara ukuran kepala
pertumbuhan janin. dengan ukuran tubuh. Kelainan ini sering terjadi aki-
2) Pertumbuhan janin terhambat tipe II (asimetrik, bat gangguan fungsi plasenta (insufisiensi plasenta)
disproporsional) yang terjadi akibat pembatasan yang menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi dari ibu
pertumbuhan janin. ke janin menjadi berkurang. Secara umum berat janin
sedikit berkurang. Oleh karena itu pertumbuhan otak
Jenis yang paling banyak dijumpai adalah tipe II yaitu jarang terganggu, atau terjadi pada keadaan yang pa-
sekitar 80%, sisanya tipe I.6,8,9 ling akhir. Mekanisme ini dikenal sebagai brain-sparing
phenomenon.13
Bentuk pertumbuhan janin terhambat ditentukan oleh
saat gangguan timbul dan lamanya stimuli penyebab PEMERIKSAAN PENUNJANG
gangguan, berat dan asal gangguan. 1) Pemantauan klinis dengan Gravidogram menu-
rut JICA sebagai prakiraan adanya PJT ber-
Proses pertumbuhan sel-sel pada organ janin dan dasarkan pengamatan faktor-faktor risiko dan
plasenta dapat dibagi ke dalam 3 fase, yaitu: ketidaksesuaian tinggi fundus uteri dengan umur

24 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Pertumbuhan Janin Terhambat

kehamilannya dapat digunakan di daerah yang be- kinan adanya kelainan bawaan yang dapat menye-
lum mempunyai peralatan USG. babkan oligohidramnion (seperti agenesis atau dis-
2) USG genesis ginjal yang sering menyertai pertumbuhan
Ultrasonografi (USG) saat ini dipandang sebagai janin terhambat) juga perlu diwaspadai.12,13
metode pemeriksaan yang paling akurat untuk b. Penilaian kesejahteraan janin
mendeteksi adanya pertumbuhan janin terhambat. Penilaian kesejahteraan janin terutama berguna
Pemeriksaan USG bermanfaat dalam menentukan untuk mendeteksi adanya asfiksi intrauterin. Bebe-
jenis, progresivitas (derajat) pertumbuhan janin ter- rapa cara pemeriksaan antara lain penilaian profil
hambat, prognosis dan cara penanganan pertumbu- biofisik janin, kardiotokografi (KTG) dan analisis gas
han janin terhambat. Syarat utama untuk mengeta- darah janin. Penilaian profil biofisik janin terdiri atas
hui apakah pertumbuhan janin berjalan normal atau penilaian gerakan tubuh janin, gerak pernapasan
tidak adalah usia kehamilan yang tepat. Usia kehami- janin, tonus janin dan volume cairan amnion ber-
lan secara tradisional dihitung dari tanggal hari per- dasarkan pemeriksaan USG disertai dengan pe-
tama haid terakhir (HPHT). Namun sekitar 20-40% nilaian reaktivitas denyut jantung janin berdasarkan
ibu hamil HPHT-nya tidak dapat dipercaya, misalnya atas sistem skoring janin berdasarkan tes tanpa
karena: 1) lupa; 2) riwayat oligomenore atau me- kontraksi (non-stress test) dengan KTG. Penilaian
troragi; 3) perdarahan akibat AKDR; 4) perdarahan didasarkan atas sistem skoring (skor total antara
nidasi dan 5) riwayat penggunaan kontrasepsi 12,13 1-10). Angka kematian perinatal akibat asfiksi akan
jelas meningkat bila nilai skor < 4.12,13
Pada pemeriksaan USG dapat dicari tanda-tanda fung- c. Penilaian sistem organ janin
sional janin yang dapat dibedakan atas “tanda-tanda Penilaian ini bermanfaat untuk menentukan etiologi
keras” (hard signs) dan “tanda-tanda lunak” (soft dan derajat pertumbuhan janin terhambat. Misal-
signs). nya, rasio lingkar kepala terhadap lingkar abdomen
(rasio HC/AC) akan meningkat pada pertumbuhan
Tanda-tanda keras bermanfaat untuk menentukan janin terhambat tipe II; sedangkan pada pertumbuh-
etiologi dan prognosis janin; merupakan tanda-tanda an janin terhambat tipe I, rasio HC/ACnya normal.
yang dapat diukur dan mempunyai pengaruh besar Makin berat derajat pertumbuhan janin terhambat
pada kejadian kematian perinatal. tipe II, rasio HC/AC akan makin besar meskipun
pada pertumbuhan janin terhambat tipe II yang ter-
Tanda-tanda keras tersebut adalah: jadi pada kehamilan yang lebih muda, rasio HC/AC-
a. Penilaian volume cairan amnion nya normal.12,13
Ultrasonografi dapat digunakan untuk menilai vo- d. Pemeriksaan Doppler
lume cairan amnion secara semikuantitatif, yang Ditujukan untuk menilai perubahan resistensi
sangat berguna di dalam evaluasi pertumbuhan vaskuler melalui pengukuran kecepatan arus darah
janin terhambat. Beberapa cara penilaian volume dengan gelombang ultrasonik.
cairan amnion, misalnya mengukur diameter ver-
tikal kantung amnion yang terbesar, atau meng- Pertumbuhan janin terhambat tipe II yang terutama
hitung skor 4 kuadran kantong amnion. Manning akibat insufisiensi plasenta akan terdiagnosis dengan
(1981) mengemukakan bahwa perkiraan kualita- baik secara Ultrasonik Doppler. Didapatkan pening-
tif volume cairan amnion dapat digunakan untuk katan resistensi perifer kapiler-kapiler dalam rahim
mengenali retardasi pertumbuhan janin. Hasil (terutama pada Hipertensi Dalam Kehamilan ditandai
abnormal jika ditemukan kantong cairan beruku- dengan penurunan tekanan diastolik sehingga akan
ran <1 cm. Diagnosis oligohidramnion ditegakkan terjadi peninggian rasio sistolik/diastolik), indeks pul-
bila diameter vertikal amnion <1 cm (penulis lain satilitas dan indeks resistensi. Akhir-akhir ini Ultra-
memakai batasan 2 cm), atau bila skor 4 kuadran sonik Doppler dianggap sebagai metoda yang dapat
kantung amnion <5. Bila terdapat oligohidramnion paling dini mendiagnosis gangguan pertumbuhan se-
maka risiko kematian perinatal akibat komplikasi belum terlihat tanda-tanda lain. Kelainan aliran darah
asfiksi akan meningkat lebih dari 50 kali lipat. Oleh pada pemeriksaan Doppler baru akan terdeteksi oleh
karena itu adanya oligohidramnion pada pertum- Kardiotokografi 1 minggu kemudian, hilangnya ge-
buhan janin terhambat dianggap sebagai keadaan lombang diastolik (lost of end diastolic velocity wave-
emergensi dan merupakan indikasi terminasi pada form) akan diikuti oleh kelainan kardiotokogram 3-4
janin yang sudah mampu hidup (viable). Kemung- hari kemudian. Gelombang diastolik terbalik (reversed

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 25


Pertumbuhan Janin Terhambat

diastolic flow) akan disertai dengan peningkatan kema- nentukan adanya risiko asfiksi, dan derajat beratnya
tian perinatal dalam waktu 48-72 jam. Dengan demiki- asfiksi janin pada pertumbuhan janin terhambat yang
an, pemeriksaan Ultrasonik Doppler bisa mengetahui disebabkan insufisiensi plasenta. Selain itu pemerik-
kemungkinan etiologi, derajat penyakit dan prognosis saan ini juga dapat membedakan pertumbuhan janin
janin dengan pertumbuhan terhambat. terhambat akibat insufisiensi plasenta dari pertumbu-
han janin terhambat akibat kelainan kongenital.
Identifikasi bentuk gelombang abnormal di arteri um-
bilikalis perlu dicurigai sebagai tanda adanya retar- Terdapat bukti kuat bahwa velosimetri Doppler um-
dasi pertumbuhan janin. Kelainan bentuk gelombang bilikal berhubungan dengan hasil perinatal pada ke-
tersebut adalah jika tidak ditemukan aliran diastolik lompok risiko tinggi. Lebih jauh lagi pengetahuan akan
akhir pada gelombang aliran arteri umbilikalis. Kelain- data Doppler berhubungan dengan penurunan angka
an bentuk gelombang aorta janin yang abnormal dan kematian perinatal, yang juga menurunkan frekuensi
berkurangnva aliran darah aorta juga dapat meru- intervensi medis seperti pengawasan antenatal, induk-
pakan tanda yang perlu dicurigai. Peningkatan pulsa- si persalinan, dan SC karena gawat janin. Velosimetri
tilitas arteri umbilikalis dan penurunan pulsatilitas ar- doppler arteri umbilikal terutama untuk pemeriksaan
teri karotis yang terjadi bersamaan juga dapat terjadi fungsi plasenta. Gabungan data doppler kedua velo-
pada retardasi pertumbuhan janin. simetri umbilikal dan velosimetri serebral memberikan
informasi tambahan pada janin dengan abnormalitas
Pada keadaan resistensi vaskuler yang meningkat, plasenta. 12,13
maka kecepatan arus darah selama sistolik akan me-
ningkat, sedangkan kecepatan arus darah selama Tanda-tanda lunak
diastolik akan berkurang. Makin besar peningkatan re- Merupakan tanda-tanda pada janin dengan pertumbu-
sistensi vaskuler, kecepatan arus darah diastolik akan han terhambat yang kurang objektif dan belum jelas
makin berkurang. Perubahan-perubahan ini digunakan hubungannya dengan etiologi, derajat dan prognosis
sebagai cara penentuan resistensi vaskuler, misalnya janin.
dengan penghitungan rasio sistolik/diastolik (rasio Tanda-tanda tersebut antara lain:
S/D), indeks pulsatilitas, dan indeks resistensi. a. Penilaian maturasi plasenta
Walaupun derajat maturasi plasenta me-
ningkat sesuai dengan pertumbuhan umur
kehamilan(Grannum dkk, 1979), akan tetapi tidak
berhubungan dengan berat badan anak. Kazzi dkk
Pada keadaan insufisiensi plasen- (1983) melaporkan bahwa plasenta derajat III pada
janin preterm atau kecil menurut usia gestasional,
ta terjadi perubahan abnormal yang didefinisikan melalui diameter biparietal ≤ 87
mikrosirkulasi plasenta yang mm, memiliki kaitan tinggi dengan retardasi per-
tumbuhan janin. Sampai saat ini keadaan tersebut
akan menyebabkan peningkatan belum dikonfirmasikan pada kehamilan tunggal, na-
mun proses penuaan plasenta yang makin cepat
resistensi vaskuler plasenta. pernah dilaporkan jika kehamilan kembar tersebut
dibandingkan dengan kehamilan tungal (Trudinaer
dan Cook, 1985).
Keadaan ini akan menyebabkan perubahan gambaran b. Penilaian ketebalan lemak subkutan
velosimetri arus darah di dalam arteri umbilikal yang Bayi normal akan memperlihatkan penimbunan le-
berbanding lurus dengan derajat peningkatan resis- mak subkutan yang cukup tebal, terutama di dae-
tensi mikrovaskuler plasenta. Penilaian velosimetri rah pipi, perut dan tengkuk (Dragon sign).
darah arteri umbilikal berguna untuk mengenali per- c. Penilaian ketebalan lemak dan otot janin
tumbuhan janin terhambat akibat insufisiensi plasenta Keadaan dan status gizi janin dihubungkan dengan
dan juga untuk menentukan beratnya penyakit. Pada besarnya lingkaran pertengahan paha janin.
pertumbuhan janin terhambat, biasanya janin me-
ngalami asfiksi kronik dan terjadi redistribusi aliran PENATALAKSANAAN
darah. Pemeriksaan velosimetri pembuluh darah janin Penatalaksanaan terutama berdasarkan kausanya :
tertentu (arteri karotis, aorta abdominalis) dapat me- - Bila dicurigai, rujuk ke pusat pelayanan kesehatan

26 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Pertumbuhan Janin Terhambat

/rumah sakit terdekat. KEPUSTAKAAN


- Pada kasus preterm dengan pertumbuhan janin 1. Cunningham FG, MacDonald PC, Gant NF. Preterm and Postterm Preg-
terhambat dapat dilakukan pematangan paru – nancy and Inappropriate Fetal Growth. Dalam: Williams Obstetrics
paru dan asupan nutrisi tinggi kalori mudah cerna, ed.19. East Norwalk. Connecticut. Appleton & Lange. 1993. 853-83
2. Moeloek FA, Nuranna L, Wibowo N, Purbadi S. Pertumbuhan Janin
banyak minum > 2000 ml/hari dan banyak istira- Terhambat. Dalam : Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi
hat. (tidur miring) Jakarta. 2003. 49-51
3. Manning FA, Huhler C. Intrauterine Growth Retardation. Diagnosis,
1) Terminasi kehamilan Prognostication, and Management Based on Ultrasound Methods.
Bila pertumbuhan janin tidak ada dan maturitas paru Dalam: Fleischer AC, Romero R, Manning FA, Jeanty P. James AE,
cukup (biasanya pada kehamilan 35 minggu) dilakukan eds. The Principle and Practice of Ultrasonography in Obstetric and
Gynecology. Ed. 4. London. Prentice-Hall Internat Inc. 1991. 331-47.
terminasi dengan cara : 4. Tabussum G, Karim SA, Khan S, Naru TY. Preterm Birth - Its Etiology
a. Janin reaktif : Induksi persalinan didahului de- and Outcome. JPMA 1994. 44: 68-9.
ngan pematangan serviks 5. Mose JC. Pertumbuhan Janin Terhambat. Dalam: Wijayanegara H,
Wirakusumah FF, Mose JC. eds: Ultrasonografi Kedokteran jilid I. Per-
b. Janin non reaktif atau terdapat gejala gawat himpunan Ultrasonografr Kedokteran Indonesia Cabang Jawa Barat.
janin : seksio sesarea Cetakan II. Bandung. 1996. 53-60.
6. Lin CC, Evans MI. Introduction. Dalam: Lin CC, Evans MI eds. Intraute-
c. Jika terdapat oligohidramnion berat disarankan rine Growth Retardation: Pathophysiology and Clinical Management.
untuk perabdominan. USA. Mc Graw - Hill Book Co. 1984. 3-16.
Bayi membutuhkan penanganan khusus (khususnya 7. Arias F. Practical Guide to High Risk Pregnancy and Delivery. ed.2. St
Louis, Missouri. Mosby Year Book. 1993. 301-18.
bayi dengan asfiksi). Sambil menunggu jumlah ASI op- 8. Budjang RF. Pertumbuhan Janin Terhambat. Dalam : Bagian Obstetri
timal, dapat diberikan pengganti ASI. dan Ginekologi FKUI / RSCM. Jakarta. 1999. 771-90.
2) Penyulit : 9. Wiknjosastro GH. Penanganan Pertumbuhan Janin Terhambat:. Da-
lam: Pusponegoro TS, Abdulatif, Monintja HE. Perinatologi tahun
Tergantung keadaan janin : 2000. Forum Ilmiah Perinatologi FKUI - RSAB Harapan Kita. Jakarta.
- PJT simetrik : akibat kelainan genetik Balai Penerbit FKUI. 1993. 25-7.
10. Thompson HE, Bernstine RC. Complications of Pregnancy. Dalam: Diag-
- PJT asimetrik : hipoksi akibat insufisiensi plasen- nostic Ultrasound in Clinical Obstetrics and Gynecology. John Wiley &
ta, infeksi, dll Sons. Toronto. 1978. 110-210.
- Kematian janin dalam kandungan/di luar kan- 11. Queenan JT. Intrauterine Growth Retardation. Dalam: Management of
High Risk Pregnancy. USA. Blackell Scientific Publ. 1994. 413-8.
dungan 12. Varner MW. Disproportionate Fetal Growth. Dalam Obstetrics and
- Cacat bawaan Gynecology Diagnostic and Treatment. ed 8. Connecticut. Appleton &
Co. 1994. 344-56.
13. Bahado-Singh RO et.al. The Doppler Cerebroplacental Ratio and Peri-
PROGNOSIS natal Outcome in Intrauterine Growth Restriction. Dalam: Am J. Obs-
Ibu umumnya baik, janin bergantung keadaannya. tet Gvnecol. 1999; 180 part I: 750-6.

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 27


Hasil Penelitian

Gambaran Histopatologi Kulit


pada Pengobatan Tradisional Kerokan
Didik Gunawan Tamtomo
Lab Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta

ABSTRAK
Latar belakang. Kerokan adalah suatu pengobatan tradisional Jawa dengan cara menekan dan menggeserkan
mata uang logam pada tubuh berulang-ulang dengan cairan yang licin sehingga terjadi warna merah. Pengobatan
ini dipercaya bermanfaat untuk keadaan yang oleh masyarakat awam disebut “masuk angin”yang ditandai dengan
perut kembung,hidung berair, pegal linu, nyeri kepala dan sebagainya. Pengobatan ini ternyata tidak hanya diman-
faatkan di Jawa saja melainkan oleh sebagian besar masyarakat Asia Tenggara. Mengingat luasnya pemanfaatan
cara ini di masyarakat maka perlu penelitian reaksi dan adakah kerusakan pada kulit akibat tekanan dan geseran
yang berulang-ulang pada kerokan.
Metode: penelitian deskriptif eksploratif dengan sampel peneliti sendiri, bahan penelitian adalah jaringan biopsi
kulit sesudah kerokan. Bahan diwarnai dengan pengecatan SL kemudian diperiksa di bawah mikroskop dengan
pembesaran 400X
Hasil: 1. erosi pada stratum corneum, 2. udem jaringan subepitel 3. kapiler melebar, 4. sebukan ringan sel in-
flamasi, 5. eritrosit ekstravaskuler.
Simpulan: 1. pada kerokan terjadi reaksi inflamasi,
2. tidak terdapat kerusakan kulit pada kerokan.

Kata kunci: Kerokan, biopsi kulit, reaksi inflamasi

PENDAHULUAN (toksin).9 Di Cina kerokan tidak menggunakan uang


Sejak ribuan tahun yang lalu telah dikenal cara pengo- logam tetapi batu Jade sehingga disebut Jade stone
batan menggunakan sentuhan, tekanan dan tusukan therapy yang diindikasikan untuk pengobatan osteopo-
di permukaan tubuh yang dapat memberi kesembu- rosis, nyeri bahu, nyeri punggung, nyeri sendi, lumba-
han berbagai macam penyakit.1 Bangsa Indonesia go, skiatika, fibromialgi, migren, cedera olahraga dan
mempunyai beragam pengobatan tradisional; salah lain-lain.1 Di Cina terdapat ribuan pengobat jade stone
satunya adalah kerokan, khususnya di kalangan mas- karena merupakan pengobatan rakyat, dan dapat
yarakat di Jawa. Kerokan adalah suatu metoda pe- menurunkan health care cost.10
ngobatan dengan cara menekan dan menggeserkan
benda tumpul (biasanya uang logam) secara berulang- Di Barat kerokan disebut coining atau coin rubbing.5,11
ulang di permukaan kulit sampai terjadi bilur-bilur ber- karena pada awalnya yang mereka ketahui pengo-
warna merah.1 Dalam melakukan kerokan tersebut batan ini menggunakan mata uang logam yang dice-
diperlukan cairan yang berfungsi sebagai pelicin misal- lupkan kedalam air atau anggur.1
nya minyak herbal, skin lotion, balsem.2
Di Jawa kerokan merupakan suatu pengobatan yang
Pengobatan ini ternyata tidak hanya dikenal di lingku- dilakukan pada kondisi khusus yang disebut masuk
ngan masyarakat Jawa tetapi menyebar ke daerah- angin. Masyarakat awam menggunakan istilah masuk
daerah lain di Indonesia; bahkan sebagian besar bu- angin untuk menggambarkan berbagai keadan yang
daya Asia Tenggara mempercayai efek penyembuhan berhubungan dengan rasa tidak enak badan seperti
pengobatan ini.3,4 Di Vietnam pengobatan ini disebut perut kembung, pegal linu, batuk pilek, sakit kepala
Cao Gio,5,6,7 di Kamboja disebut Goh Kyol (rubbing the dan lain-lain.12,13 Bagian tubuh yang dikerok biasanya
wind). Kyol sendiri diartikan sebagai wind illnes atau adalah punggung, leher belakang, dada, lengan dan
masuk angin.2,8 Di Cina disebut Gua Sha, Gua berarti kadang tungkai atas. Di punggung dilakukan di sisi
menggosok (scraping) sedangkan Sha berarti racun kanan dan kiri tulang belakang dari atas ke bawah, ke-

28 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Gambaran Histopatologi Kulit

mudian menyamping dari tengah ke tepi, di bagian le- 10.Dilakukan penutupan (mounting)
her belakang dilakukan dari atas ke bawah dan di dae- 11.Diamati di bawah mikroskop Olympus dengan ka-
rah dada dilakukan dari tengah ke tepi. Kerokan tidak mera dp 70 dengan pembesaran 400x
menyebabkan rasa sakit jika dilakukan dengan benar,
warna merah yang terjadi dapat dipakai sebagai pe- HASIL PENELITIAN
ngukur berat ringannya masuk angin, makin merah
warnanya makin berat derajat sakitnya.6 Pengobatan
ini memberi hasil yang sangat mengagumkan karena
bekerja melalui bermacam-macam sistem antara lain
kulit, otot, pembuluh darah, saraf, limfa, sistem imun
dan meridian.6

Hasil survei pada 390 responden di kota Solo menun-


jukkan bahwa masih banyak masyarakat (87%) dari Gambar 1: Hasil pemeriksaan histopatologi pada biopsi kulit
sesudah kerokan
golongan bawah sampai bangsawan yang meman-
faatkan dan merasakan kegunaan pengobatan ini dan
penggunanya biasanya akan ketagihan.14

Mengingat luasnya pemanfaatan pengobatan ini di


masyarakat maka perlu penelitian reaksi apa yang ter-
jadi dan adakah kerusakan pada kulit akibat tekanan
dan geseran yang berulang pada kerokan. .

METODOLOGI
Gambar 2 : Makrofag yang sedang fagositosis
Tempat penelitan di Klinik Padma dan laboratorium
Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran UNS pada Sep-
tember 2004 atas peneliti sendiri.

Dilakukan kerokan di lengan atas peneliti menggunakan


mata uang logam (benggol) dengan pelicin mi-nyak ke-
lapa. Satu jam kemudian dilakukan biopsi oleh seorang
dokter spesialis kulit dengan cara Punch Biopsy deng-
an diameter 8 mm sedalam 5 mm. Spesimen berupa
jaringan biopsi kulit sesudah dilakukan kerokan dikirim Gambar 3 : Sel inflamasi dan sel yang mati
ke Laboratorium Patologi UNS
Hasil pemeriksaan dapat dirangkum sebagai berikut :
Cara membuat sediaan : 1. Terdapat erosi pada stratum corneum dari epider-
1. Spesimen difiksasi dengan phosphate buffer saline mis
dengan pH 7 2. Jaringan sub epitel sembab (udem).
2. Diproses secara paraffin embedded tissue 3. Kapiler melebar (vasodilatasi).
3. Dipotong dengan mikrotom 3 mikron 4. Sebukan ringan sel inflamasi.
4. Dicat dengan pewarna rapid ST (PT ST Reagensia 5. Sel eritrosit extravaskuler.
Jakarta) yang terdiri dari: 6. Debris dari sel mati.
a. larutan fiksatif selama 20 menit
b. larutan eosin selama 2 menit
PEMBAHASAN
c. larutan metilen blue selama 2 menit
Kerokan adalah suatu cara pengobatan tradisional In-
5. Dicuci dengan air mengalir untuk meringankan war-
donesia khususnya di Jawa, yanv juga dikenal di Asia
na
Tenggara antara lain di Vietnam, Thailand, Kamboja
6. Dicelup ke dalam alkohol 70% selama 5 menit
dan Cina; bahkan warga Asia di Amerika dilaporkan
7. Dicelup ke dalam alkohol 90% selama 5 menit
masih melakukan pengobatan ini. Banyak kasus anak-
8. Dicelup ke dalam alkohol 96% selama 5 menit
anak di Amerika yang dilaporkan oleh guru, pelatih re-
9. Dicelupkan dalam xylen selama 5 menit

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 29


Gambaran Histopatologi Kulit

nang, instruktur olah raga, pekerja kesehatan sebagai dan jaringan yang terkena berbeda, mediator yang
penganiayaan(abuse ).15 dilepaskan sama, sehingga respon terhadap inflamasi
tampaknya stereotip. Jadi infeksi yang disebabkan oleh
Praktek Cao Gio (kerokan) di kalangan populasi Asia kuman; jejas panas, dingin, radiasi, listrik , bahan kimia
Tenggara (Vietnam, Cambodia, Laos) di Amerika dan trauma mekanik, akan memberi reaksi inflamasi
mengundang perdebatan dan oleh tenaga keseha- segera yang sama. Meskipun pada dasarnya proses
tan Amerika dikatakan bahwa tindakan ini adalah inflamasi itu stereotip, intensitas dan luasnya tergan-
abuse.16 tung pada derajat parahnya jejas dan kemampuan
bereaksi tuan rumah. Inflamasi akut dapat terbatas
Pada kerokan memang terjadi warna merah pada pada tempat jejas dan menimbulkan tanda dan gejala
kulit, tetapi jangan dikacaukan dengan kelainan perda- lokal atau dapat ekstensif dan menyebabkan tanda
rahan.17 dan jangan dituduh sebagai abuse tanpa dan gejala sistemik.23
penelitian kultural yang mendalam.18 Banyak orang
dewasa dan anak-anak menyukai pengobatan ini; kero- 1. Erosi stratum korneum epidermis
kan yang benar tidak menyebabkan rasa sakit bahkan Erosi disebabkan jejas mekanik uang logam yang di-
nyaman.8 gunakan pada kerokan. Keadaan ini terbatas hanya
di stratum korneum saja, karena pada proses pengo-
Hasil penelitian jaringan biopsi kulit sesudah kerokan batan ini dipergunakan cairan pelicin.
mendapatkan ekskoriasi stratum korneum epidermis,
sembab jaringan sub epitel, kapiler melebar, sebukan 2. Udem jaringan sub epitel
ringan sel limfosit dan monosit, sel eritrosit perivasku- Segera setelah jejas, terjadi dilatasi arteriol lokal yang
lar, tampak pula sel-sel mati (debris). Tanda-tanda didahului oleh vasokonstriksi singkat. Sfingter praka-
tersebut di atas merupakan suatu reaksi inflamasi.19 piler membuka menyebabkan peningkatan aliran da-
rah kapiler. Akibatnya anyaman venular pasca kapiler
Inflamasi adalah reaksi jaringan yang mempunyai melebar dan diisi darah yang mengalir deras. Dengan
vaskularisasi terhadap jejas, merupakan suatu pro- demikian jaringan mikrovaskular di lokasi jejas mele-
ses kompleks meliputi perubahan pembuluh darah, bar berisi darah yang terbendung.26 Bertambahnya
perubahan jaringan ikat dan interaksi berbagai jenis aliran darah pada tahap awal akan disusul dengan
sel.19-,22 Inflamasi bertujuan untuk menetralisir agen perlambatan aliran darah, perubahan tekanan darah
penyebab jejas dan membersihkan jaringan yang mati; intravaskular dan perubahan dinding pembuluh darah.
jadi inflamasi merupakan salah satu komponen pe- Venula dan kapiler bertambah permeabel menyebab-
nyembuhan sebab ia menyiapkan jaringan terjejas kan keluarnya cairan plasma ke jaringan. Hal ini akan
untuk proses penyembuhan.23,24,25 meningkatkan viskositas darah sehingga sel darah
menggumpal dan tahanan terhadap aliran darah naik,
Inflamasi akut merupakan jawaban atau respon lang- oleh sebab itu aliran darah yang keluar dari tempat je-
sung dan dini terhadap agen jejas. Respon ini relatif jas akan terhalang dan menambah stasis. Berkurang-
singkat, hanya berlangsung beberapa jam atau hari. nya aliran darah keluar bersamaan dengan mening-
Karena kedua komponen utama pertahanan tubuh yai- katnya aliran darah masuk dari arteriol meningkatkan
tu antibodi dan leukosit terdapat dalam aliran darah, tekanan hidrostatik kapiler dan venula. Tekanan yang
maka tidak mengherankan bahwa fenomena vaskular tinggi ini akan mendesak cairan ke luar ke jaringan in-
berperan penting pada proses inflamasi.21,23 tertisial sehingga terjadi udem.22,23

Inflamasi memiliki 3 komponen penting: 3. Kapiler melebar


1. Perubahan diameter pembuluh darah yang beraki- Respon vaskular di tempat jejas merupakan dasar
bat meningkatnya aliran darah untuk reaksi inflamasi akut. Tanpa pasokan darah
2. Perubahan struktural pada pembuluh darah mikro yang memadai, jaringan tidak dapat memberi reaksi
yang memungkinkan protein plasma dan leukosit inflamasi. Vasodilatasi kapiler dipengaruhi terutama
meninggalkan sirkulasi darah oleh mediator kimia antara lain aminvasoaktif, protea-
3. Agregasi leukosit di lokasi jejas se plasma, sistem komplemen metabolik asam araki-
donat.22,23
Pada proses inflamasi akut akan diproduksi berbagai
macam mediator kimia, meskipun jenis jejas berbeda Perubahan pembuluh darah tergantung pada derajat

30 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Gambaran Histopatologi Kulit

keparahan jejas. Dilatasi arteriol timbul dalam bebe- KEPUSTAKAAN


1. Tierra L. Barefoot Doctor Healing Techniques. The Herbs of Life.
rapa menit setelah jejas. Perlambatan dan bendungan Croosing Press. 1992
tampak setelah 10-30 menit.23,25 2. Graham EA, Chitnarong J. Wind Illnnes. Ethnographic study among Se-
attle Cambodians. Harborview Medical Center. http://www.etnomed.
org/CoinRubbing.htm 1997
4. Sebukan sel inflamasi 3. Hulewicz BS Coin-rubbing injuries.Am J Forensic Med Pathol. 1994;
Penimbunan leukosit terutama neutrofil dan monosit 15:257-60
4. Kemp C. Asian Cultures. Available from: http://www3.baylor.edu/
di lokasi jejas merupakan aspek terpenting reaksi in- ~Charles Kemp 2000.
flamasi. Leukosit mampu melahap bahan bersifat 5. Yeatman GW, Dang VV. Cao Gio (coin rubbing). Vietnamese attitudes
asing termasuk bakteri dan sel debris.20 health care. JAMA 1980; 244:2748-9
6. Stiekema HM, Yu MM. Stone age therapy for modern man (Chinese
Guasha) http://www.guasha.8m.com 2000
Dalam fokus radang awal bendungan sirkulasi mi- 7. Shipe SS. Traditional Chinese Healing, Acupunture and Oriental Medi-
kro menyebabkan sel darah merah menggumpal dan cine. http://www.doctorsspeakersbureau.com/locate.htm 2004.
8. Aidrige V. How money can heal. The Dominion.Willington.2002.
membentuk agregat yang lebih besar daripada leuko- 9. Castaneda KK.Gua Sha. Ancient chinese secret no longer a secret.
sit sehingga massa sel darah merah ini akan terdapat http://www.discoveringwellness.hdmenterprises.com/GuaSha.
htm.2002.
di bagian tengah aliran aksial dan sel-sel darah putih 10. Robich CM. What do I do. http://www.stopthepain.net/what do I
pindah ke marginal, kemudian sel darah putih akan do.htm.2004
menjulurkan pseudopod di antara sel-sel endotelial 11. Chan S,Lor K.Second family cleared in coining case. The Assosiated
Press. 2002
dan bermigrasi keluar dari dinding sel.21,23 12. Bustami ZS. Angin duduk jangan dipijat. Kompas Cyber Media 2003.
13. Maya. Serangan common cold (Republika online): http://www.Repub-
Neutrofil merupakan sel pertama yang tampak di ru- lika.co.id.2004.
14. Didik T. Budaya kerokan sebagai upaya pengobatan tradisional. Bul.
ang perivaskular, disusul oleh monosit (setelah keluar UNS 2004; 9:14.
dari lumen pembuluh darah, monosit disebut mak- 15. McFedries P. The World Spy-coining. http://www.The World Spy-coin-
ing2.htm.2002.
rofag atau histiosit).22,23 16. Davis RE. Cultural Health Care or Child Abuse. J Am Acad Nurse
Pract.2000;12:89-95.
5. Eritrosit ekstravaskular 17. Zuijlmans CW, Winterberg DH. Rubbing with a coin is not abuse. J
Forensic Sci. 1997;42:103-5
Proses perpindahan leukosit keluar dari pembuluh 18. MSH Electronic Center. Common Beliefs & Cultural Practices. http://
darah melalui pertemuan (junction) antar sel endotel, www.med.umich.edu/multicultural/ccp/topic.htm.2000.
walaupun pelebaran pertemuan antar sel (di bawah 19. Terr AI. Inflammation in: Parslow TG, Stites DP, eds. Lange Medical Im-
munology 10th ed. New York : McGraw-Hill; 2003.p.189-95.
pengaruh aminvasoaktif) memudahkan emigrasi leu- 20. Abbas AK, Lichtman AH, Pober JS. Cells and Tissues of the Immune
kosit, tetapi leukosit mampu menyusup sendiri melalui System in: Cellular and Molecular Immunology, 2nd ed. Philadelphia:
W.B.Saunders Co.1994.p 15-30
pertemuan antar sel endotel yang tertutup tanpa pe- 21. Leischner RP. Inflammation and Healing. Http://www.meddean.luc.
rubahan nyata psedopodnya. Selama migrasi melalui edu/lumen/meded/mech/lectures/lee2.pdf.2000.
dinding pembuluh darah leukosit sementara berhenti 22. Clancy J. Inflammation. In: Bacic Concepts in Immunology. New York:
The McGraw-Hill Co. 1998: 101-109
di bawah membrana basalis, kemudian segera melin- 23. Robbins, Kumar. Radang dan Pemulihan. Dalam Buku Ajar Patologi
tas masuk ke dalam ruangan intersisial.21,22,23,25 1 Edisi 4
24. Alih Bahasa Staf Pengajar Laboratorium Patologi Anatomik Fakultas
Kedokteran Universitas Airlangga. Surabaya: Penerbit Buku Kedok-
Kadang eritrosit ikut menerobos dinding pembuluh teran; 1995: Hal 28-65
darah mengikuti leukosit. Gerakan eritrosit ini disebut 25. Constantinides P. Inflammation Response. In: General Pathobiology.
Norwalk, Connecticutt: Appleton & Lange; 1994:p 133-1156
diapedesis(berjalan di antaranya), bersifat pasif akibat 26. Karnen GB. Inflamasi. Dalam: Imunologi Dasar Edisi 5. Jakarta: Balai
tekanan hidrostatik. Jadi diapedesis eritrosit meru- Penerbit Fakultas Kedokteran UI ; 2002: 315-330
pakan fenomena pasif sedangkan emigrasi leukosit 27. Garcia B. Inflammation. Biotech- Pathology Course. Lecture 2 Oct 7.
http://www.lib.uwo.ca/business/iveyBiotechcourseReadings-pathol-
merupakan proses aktif yang memerlukan energi.23 ogy.html.2003

SIMPULAN
1. Pada pengobatan kerokan terjadi reaksi inflamasi
2. Tidak terdapat kerusakan pada kulit

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 31


Tinjauan Pustaka

Metode Isolasi Inner Cell Mass


sebagai Sumber Embryonic Stem Cell
Dwi Agustina, Caroline T. Sardjono, Ferry Sandra
Stem Cell and Cancer Institute, Kalbe Pharmaceutical Company
Jakarta, Indonesia

ABSTRAK
Embryonic stem cell (ESC) merupakan sumber stem cell yang berasal dari embrio stadium blastosis; bagian yang
diisolasi adalah inner cell mass (ICM) yang bersifat pluripoten. Sampai saat ini terdapat beberapa metode untuk
mengisolasi ICM, baik dari hewan maupun manusia. Metode isolasi ICM tersebut adalah metode immunosurgery,
microsurgery, enzimatik, dan laser. Perlu juga diperhatikan metode penghilangan zona pellucida dari blastosis
sebelum isolasi ICM dilakukan. Setiap metode penghilangan zona pellucida dan isolasi ICM tersebut memiliki kele-
bihan dan kelemahan tersendiri. Penentuan penggunaan metode-metode tersebut tergantung pada tujuan pene-
litian yang akan dilakukan.

Kata Kunci: Inner cell mass, isolasi, embryonic stem cell

Pendahuluan mass (ICM) dari embrio stadium blastosis, yaitu pada


Stem cell adalah sel pembangun setiap organ dan hari ke empat perkembangan embrio mencit dan hari
jaringan tubuh kita; merupakan sel yang belum ber- ke lima pada perkembangan embrio manusia. Sel-sel
diferensiasi dan dengan kondisi tertentu dapat ber- ICM tersebut jika dikultur dan dikembangkan dengan
proliferasi serta berdiferensiasi menjadi berbagai tipe kondisi tertentu akan menghasilkan stem cell yang
sel dengan fungsi khusus. Sumber stem cell yang saat belum berdiferensiasi dan bersifat pluripoten. Stem
ini sering digunakan untuk penelitian biomedis adalah cell inilah yang memiliki kemampuan untuk memper-
stem cell yang berasal dari embrio atau embryonic banyak dirinya sendiri, berproliferasi, dan dapat ber-
stem cell (ESC).11 diferensiasi menjadi berbagai macam jenis sel yang
terdapat dalam tubuh.4,19, 20
Karakteristik unik yang dimiliki oleh ESC dibandingkan
jenis stem cell lainnya adalah kemampuannya untuk Pada perkembangan embrionik, stadium blastosis ter-
berproliferasi selama periode yang panjang. Selain itu, bentuk saat terdapat rongga di antara sel-sel morula
pada kondisi kultur tertentu, jenis stem cell ini dapat di- yang berisi cairan yang disebut blastosol. Blastosis ter-
induksi untuk berdiferensiasi menjadi semua jenis sel susun oleh dua jenis sel, yaitu trofektoderm yang ter-
tubuh yang merupakan turunan dari tiga lapis kecam- dapat di bagian luar dan ICM di bagian dalam. Sel-sel
bah, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Ke- ICM akan berkembang menjadi semua jaringan tubuh
mampuan tersebut disebabkan sifat pluripoten atau embrio, dan juga jaringan nontrofoblas yang menun-
daya plastisitas yang dimilikinya.2, 19 jang perkembangan embrio (jaringan ekstraembrionik,
termasuk kantung kuning telur, allantois, dan amnion).
Trofektoderm akan menghasilkan sel-sel trofoblas
korion, yang selanjutnya akan berkembang menjadi
plasenta.11, 20

Isolasi Inner Cell Mass (ICM)


Isolasi dimaksudkan untuk memisahkan sel-sel ICM
dari sel-sel trofektoderm. ICM merupakan sel-sel
yang belum berdiferensiasi dan memiliki potensi un-
19
Gambar 1. Hirarki embryonic stem cell. tuk membentuk semua jenis sel tubuh, sedangkan
ESC dapat diperoleh dengan mengisolasi inner cell sel-sel trofektoderm sudah berdifernsiasi dan hanya

32 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Isolasi Inner Cell Mass

berpotensi untuk mem- acid. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kontak blas-
bentuk plasenta. Karak- tosis dengan bahan-bahan yang berasal dari hewan.
teristik inilah yang menjadi Namun penggunaan Tyrode memerlukan penanganan
alasan untuk memisahkan yang cepat agar blastosis tidak terlalu lama terpapar
kedua jenis sel tersebut. dengan larutan asam tersebut. Setelah zona pellucida
ICM digambarkan sebagai lisis akibat kontak dengan Tryode’ acid, blastosis dicu-
suatu koloni dengan ukuran ci beberapa kali untuk menghilangkan sisa-sisa asam
sel yang kecil, memiliki yang tertinggal. Isolasi ICM siap dilakukan.1, 3, 9, 14, 20
nukleus berukuran besar,
Gambar 2. Bagian-bagian embrio dan sitoplasma yang se- Metode immunosurgery merupakan metode isolasi
stadium blastosis: ICM (Inner
Cell Mass),T (Trofoblas),dan C dikit. ICM yang diperoleh ICM dengan menggunakan antibodi yang mengenali
2
(Blastosol). kemudian dapat dikultur trofektoderm. Metode ini sudah dilakukan sejak tahun
dengan tetap memper- 1975 oleh Solter dan Knowles. Immunosurgery dapat
tahankan sifat undifferen- melisiskan sel-sel trofektoderm sehingga sel-sel ICM
tiated yang dimilikinya.7 yang terdapat di dalamnya dapat dengan mudah di-
isolasi untuk kemudian dikultur dalam medium yang
Terdapat beberapa metode isolasi ICM yang telah mengandung LIF atau MEF untuk membentuk koloni
dikenal dan dilakukan oleh para peneliti hingga saat ESC. Isolasi ICM dengan metode immunosurgery di-
ini, yaitu metode immunosurgery, pembedahan mikro lakukan dengan menginkubasi blastosis tanpa zona
atau microsurgery, enzimatik, dan dengan menggu- dalam rabbit anti-mouse antibody (untuk ESC dari em-
nakan sinar laser. Perbedaan dari tiap-tiap metode brio mencit) atau rabbit anti-human antibody (untuk
tersebut adalah alat dan bahan yang digunakan, per- ESC dari embrio manusia) dan complement sera from
lakuan serta waktu yang dibutuhkan untuk mendapat- guinea pig, masing-masing 30 menit pada 370C, 5%
kan ICM.5, 8, 13, 14, 17 CO2. Penggunaan antibodi dalam metode ini disesuai-
kan dengan blastosis yang digunakan, dimana antibodi
Pemilihan penggunaan metode isolasi ICM dapat di- yang mengenali trofektoderm akan melisiskan sel-sel
lakukan dengan melihat kualitas dari blastosis yang tersebut.
akan diisolasi ICM-nya. Kualitas blastosis yang mem-
bentuk ICM merupakan faktor penting yang mempe-
ngaruhi keberhasilan dalam perkembangan kultur
ESC. Blastosis dengan ICM yang terlihat jelas dan
ukurannya cukup besar dapat menggunakan metode
immunosurgery untuk mengisolasi ICM. Blastosit de-
ngan ICM yang terlihat jelas namun ukurannya lebih
Gambar 3. Metode immunosuregery untuk mengisolasi ICM dari blas-
kecil bila dibandingkan dengan yang pertama dapat tosis mencit. Mula-mula blastosis diinkubasi dalam rabbit anti-mouse
menggunakan metode microsurgery. Selain dari kuali- serum,dicuci,kemudian diinkubasi dengan guinea pig complement.
Sel-sel trofoblas akan lisis dan ICM dapat diisolasi.6
tas blastosis, penggunaan metode pengisolasian ICM
dipilih berdasarkan asal blastosis serta tujuan dari
masing-masing penelitian. Penelitian ESC saat ini yang Berdasarkan kualitas blastosit, immunosurgery hanya
menggunakan blastosis manusia telah mengurangi dapat dilakukan pada blastosis yang memiliki ICM yang
adanya kontak dengan bahan-bahan yang berasal dari terlihat jelas dan berukuran cukup. Untuk blastosit yang
hewan, seperti antibodi dan serum. Oleh karena itu pe- memiliki ICM dalam jumlah sedikit, penggunaan metode
milihan metoda pengisolasian ICM perlu diperhatikan immunosurgery untuk mengisolasi ICM menjadi tidak
dengan baik.1, 7, 8, 12, 14-16, 21 optimal karena ditakutkan ICM akan hilang selama pro-
ses immunosurgery berlangsung. Penggunaan metode
Beberapa metode di atas memerlukan proses peng- immunosurgery sudah jarang dilakukan pada penelitian
hilangan zona pellucida terlebih dahulu untuk memper- akhir-akhir ini, terutama penelitian ESC yang menggu-
mudah dalam proses pengisolasian ICM. Bahan yang nakan blastosis manusia. Hal ini dilakukan untuk me-
biasanya digunakan untuk menghilangkan zona pellu- ngurangi kontak kultur sel dengan bahan-bahan yang
cida blastosis adalah enzim pronase 0.25% - 0.5%. berasal dari hewan, yaitu antibodi dan serum. Selain itu,
Pada penelitian yang menggunakan blastosis manu- medium yang digunakan juga bebas dari bahan-bahan
sia, penggunaan pronase digantikan dengan Tyrode’s yang berasal dari hewan, seperti serum. Perlakuan ini

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 33


Isolasi Inner Cell Mass

bertujuan untuk mengurangi adanya kontaminasi dari ESC dengan menggunakan feeder layer dan dibiarkan
bahan-bahan yang berasal dari hewan dan pengaruh- terjadi perlekatan pada monolayer. Medium kultur
nya terhadap tubuh yang menerima transplantasi sel- diganti setiap harinya. Pemisahan ICM dari trofekto-
sel hasil diferensiasi dari ESC.1, 6-8, 12, 14-16, 21 derm baru dilakukan secara enzimatik setelah sel-sel
trofektoderm menyebar membentuk monolayer dan
Metode microsurgery dapat dilakukan pada blastosis bentuk ICM sudah dapat diidentifikasi. Setelah 5-7 hari,
yang memiliki ICM yang terlihat jelas namun jumlahnya ICM akan membentuk koloni besar yang dikelilingi oleh
lebih sedikit dibandingkan blastosis yang berkualitas sel-sel trofektoderm. Isolasi ICM dengan metode enzi-
baik pada umumnya. Blastosis tersebut memiliki re- matik dilakukan dengan memaparkan blastosis tanpa
siko yang tinggi untuk kehilangan ICM selama proses zona tersebut dalam larutan 0.25% trypsin – 1nM
isolasi apabila dilakukan dengan metode immunosur- EDTA selama 10 menit. Setelah terpisah dari trofek-
gery. Metode microsurgery untuk mengisolasi ICM toderm, ICM dapat dikultur lebih lanjut. Dalam proses
dilakukan dengan bantuan mikromanipulator, dimana enzimatik ini perlu dilakukan pengamatan embrio-em-
dibuat beberapa sayatan pada zona pellucida mem- brio tersebut dibawah mikroskop selama perlakuan.
bentuk bukaan berbentuk segitiga atau persegi. Sela- Pada saat trofektoderm mulai terpisah, perlakuan
ma proses ini berlangsung, blastosis ditahan dengan sebaiknya dihentikan dan ICM diisolasi. Hal ini dikare-
menggunakan holding pipette pada sisi yang lainnya. nakan adanya pengaruh negatif pada kultur sel ICM
Finely-drawn glass pipette kemudian digunakan untuk apabila terlalu lama terpapar dengan enzim trypsin.13
mengisolasi ICM melalui sayatan tersebut. Dapat pula
dilakukan pemotongan terhadap blastosis tanpa zona Pemakaian bahan-bahan yang berasal dari hewan pada
untuk memisahkan bagian yang berisi ICM dengan ba- kultur sel manusia memiiki resiko yang besar terjadinya
gian lainnya. Setelah pemotongan, ICM diisolasi den- kontaminasi xenogenic atau allogenic. Pengisolasian
gan finely-drawn glass pipette. ICM yang telah diisolasi dengan metode immunosurgery yang menggunakan
dapat dikultur lebih lanjut.6, 7 komplemen dan antibodi yang berasal dari hewan dapat
memunculkan epitop yang tidak diinginkan pada kultur
ESC dan mempengaruhi aplikasinya ke depan. Isolasi
ICM dengan menggunakan sinar laser merupakan al-
ternatif untuk menghindari terjadinya kontaminasi pada
kultur ESC. Namun penggunaan teknik ini memerlukan
peralatan laser yang cukup mahal. Mula-mula blastosis
ditahan dengan 2 holding pipette pada kedua sisinya.
ICM diposisikan pada arah jam 9. Sinar laser ditembak-
kan pada kedua sisi blastosis untuk memisahkan blas-
Gambar 4. Metode microsurgery untuk mengisolasi ICM dengan meng- tosis dari zona pellucida. Kemudian blastosis kembali
gunakan teknik pemotongan blastosis. (a) Blastosis tanpa zona,(b)
Pemotongan pada bagian yang ditandai untuk memisahkan daerah yang ditahan dengan 2 holding pipette dan ICM diposisikan
mengandung ICM,(c) ICM yang telah diisolasi,(d) Perkembangan hari ke- pada arah jam 9. Sinar laser kembali ditembakkan pada
7 dari ICM dengan trofektoderm yang mengelilinginya. Garis panah: ICM,
Bintang: trofektoderm. Skala = 100 m.7
kedua sisi blastosis untuk memisahkan blastosis men-
jadi dua bagian, yaitu bagian kecil yang mengandung
Penggunaan metode microsurgery dianggap lebih ICM serta bagian yang besar dimana sebagian besar
menguntungkan untuk isolasi ESC dari manusia kare- mengandung trofoblas.10, 17
na tidak menimbulkan kontak antara blastosis dengan
antibodi yang berasal dari hewan yang umumnya digu- Pada penelitian untuk mendapatkan sel lestari dari
nakan pada proses immunosurgery. Namun, kelema- ESC manusia,pronase digunakan untuk menghilangkan
han dari metode ini adalah terbawanya sel-sel trofek- zona pellucida dan pengisolasian ICM dari blastosis di-
toderm yang dapat mempengaruhi dan menghambat lakukan dengan metode immunosurgery. Bagaimana-
pertumbuhan kultur ICM itu sendiri. Selain itu teknik pun juga, immunosurgery bukanlah metode yang
mekanik ini agak rumit dan memerlukan keterampilan optimal apabila blastosis yang akan diisolasi ICM-nya
dan pengalaman dalam menggunakan mikromanipula- memiliki kualitas yang tidak baik. Selain itu, penggu-
tor.5, 6, 7 naan metode immunosurgery yang melibatkan bahan-
bahan yang berasal dari hewan, seperti mouse anti-
Untuk mengisolasi ICM secara enzimatik, mula-mula bodies dan guinea pig complement, perlu dipikirkan
blastosis tanpa zona dikultur dalam medium kultur resiko terjadinya kontaminasi xenogenic atau allogenic

34 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Isolasi Inner Cell Mass

serta pengaruhnya saat dilakukan transplantasi sel. tuan penggunaan metode-metode tersebut tergan-
Oleh karena itu, para peneliti melakukan modifikasi tung pada tujuan dari penelitian yang akan dilakukan.
untuk mengisolasi ICM dari blastosis. Antara lain de-
ngan penggunaan asam tyrode untuk menghilangkan DAFTAR PUSTAKA
zona pellucida serta mengisolasi ICM secara mekanik.
1. Adjaye J, Huntriss J, Herwig R, et al. Primary Differentiation in the Hu-
Modifikasi tersebut merupakan salah satu cara untuk man Blastocyst: Comparative Molecular Portraits of Inner Cell Mass
mengurangi kontak blastosis dengan bahan-bahan and Trophectoderm Cells. Stem Cells. 2005; 23: 1514–1525.
yang berasal dari hewan, seperti pronase, antibodi 2. Anonim. C. Introduction. 2004; http://www.unige.ch/cyberdocu-
ments/these2004/HeQ/these_body.html. (18 Oktober 2006).
dan faktor komplemen.10,14,1 3. Cowan CA, Klimanskaya I, McMahon J, et al. Derivation of Embryonic
Stem-Cell Lines from Human Blastocysts. N Engl J Med. 2004; 350:
13.
4. Doss MX, Koehler CI, Gissel C, Hescheler J, Sachinidis A. Embryonic
Stem Cells: A Promising Tool for Cell Replacement Therapy. J. Cell.
Mol. Med. 2004; 8 (4): 465-473.
5. Georgiades P, Rossant J. Ets2 is necessary in trophoblast for normal
embryonic anteroposterior axis development. Development. 2006;
133: 1059-1068.
6. Hogan B, Constantini F, Lacy E. Manipulating the Mouse Embryo: A
Laboratory Manual. 1986. New York: Cold Spring Harbor Laboratory.
7. Kim HS, Oh SK, Park YB, et al. Methods for Derivation of Human Embry-
onic Stem Cells. Stem Cells Express, published online July 28, 2005;
doi:10.1634/stemcells.2004-0296.
8. Lee JB, Lee JE, Park JH, et al. Establishment and Maintenance of Hu-
Gambar 5. Pemotongan dengan laser. Blastosis ditahan dengan 2 man Embryonic Stem Cell Lines on Human Feeder Cells Derived from
holding pi pette pada kedua sisinya,dimana ICM di posisikan pada Uterine Endometrium under Serum-Free Condition. Biology of Repro-
arah jam 9 sebelum (a) dan sesudah (b) di potong dengan sinar laser. duction. 2005; 72: 42-49.
Blastosis kembali ditembak dengan sinar laser (c) untuk memisahkan 9. Mansour RT, Rhodes CA, Aboulghar MA, Serour GI, Kamal A. Transfer
blastosis menjadi 2 bagian,bagian kecil yang mengandung ICM (panah of zona-free embryos improves outcome in poor prognosis patients:
putih) dan bagian besar yang mengandung trofoblas (panah kuning). a prospective randomized controlled study. Human Reproduction.
Skala = 30 μm.
17 2000; 15 (5): 1061-1064.
10. Moon SY, Park YB, Kim D-S, Oh SK, Kim D-W. Generation, Culture, and
Differentiation of Human Embryonic Stem Cells for Therapeutic Ap-
KESIMPULAN plications. Molecular Therapy. 2006; 13 (1): 5-14.
11. National Institutes of Health. Stem cells: Scientific progress and future
Embryonic stem cell (ESC) merupakan salah satu research directions. 2001; http://www.nih.gov/news/stemcell/sci-
sumber stem cell yang berasal dari embrio stadium report.htm. (1 Maret 2003).
blastosis. ESC dapat diperoleh dengan mengisolasi 12. Park S-P, Lee YJ, Lee KS, et al. Establishment of human embryonic
stem cell lines from frozen±thawed blastocysts using STO cell feeder
inner cell mass (ICM), dimana isolasi dimaksudkan un- layers. Human Reproduction. 2004; 19 (3): 676-684.
tuk memisahkan sel-sel ICM dari sel-sel trofektoderm. 13. Schoonjans L, Kreemers V, Danloy S, et al. Improved Generation of
Terdapat beberapa metode pengisolasian ICM yang Germline-Competent Embryonic Stem Cell Lines from Inbred Mouse
Strains. Stem Cells. 2003; 21: 90-97.
telah dikenal dan dilakukan oleh para peneliti hingga 14. Skottman H, Hovatta O. Culture conditions for human embryonic stem
saat ini, yaitu metode immunosurgery, pembedah- cells. Reproduction. 2006; 132: 691–698.
15. Solter D and Knowles BB. Immunosurgery of Mouse Blastocyst. 1975.
an mikro atau microsurgery, enzimatik, dan dengan Proc. Nat. Acad. Sci. USA; 72 (12): 5099-5102.
menggunakan sinar laser. Beberapa metode di atas 16. Stojkovic M, Lako M, Strachan T, Murdoch A. Derivation, growth and
memerlukan proses penghilangan zona pellucida ter- applications of human embryonic stem cells. Reproduction. 2004;
128: 259–267.
lebih dahulu untuk mempermudah dalam proses pe- 17. Tanaka N, Takeuchi T, Neri QV, Sills ES, Palermo GD. Laser-assisted
ngisolasian ICM. Bahan-bahan yang biasanya diguna- blastocyst dissection and subsequent cultivation of embryonic stem
kan untuk menghilakan zona pellucida blastosis adalah cells in a serum/cell free culture system: applications and preliminary
results in a murine model. Journal of Translational Medicine. 2006;
enzim pronase serta Tyrode’s acid. Setiap metode 4: 20.
penghilangan zona pellucida dan isolasi ICM memiliki 18. Thomson JA, Itskovitz-Eldor J, Shapir SS. Embryonic Stem Cell Lines
Derived From Human Blastocysts. 1998. Science; 282: 1145-1147.
kelebihan dan kelemahan tersendiri. Misalnya penggu- 19. Wobus AM and Boheler KR. Embryonic stem cells: Prospects for deve-
naan metode yang melibatkan bahan-bahan yang ber- lopmental biology and cell therapy. Physiol Rev. 2005; 85: 635-678.
asal dari hewan, seperti mouse antibodies dan guinea 20. Yu J, Thomson JA. Regenerative Medicine 2006: 1. Embryonic stem
cells. 2006; http://www.nih.gov. (14 Januari 2007).
pig complement, perlu dipikirkan resiko terjadinya kon- 21. Zhang X, Stojkovic P, Przyborski S, et al. Derivation of Human Embryo-
taminasi xenogenic atau allogenic serta pengaruhnya nic Stem Cells from Developing and Arrested Embryos. Stem Cells.
saat dilakukan transplantasi sel. Pada akhirnya penen- 2006; 24: 2669–2676.

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 35


Berita Terkini

Review Cochrane memberikan lampu hijau


untuk pemberian Taxane pada kanker payudara

Berdasarkan review kan docetaxel, secara keseluruh-


ini juga diketahui an kualitas metodologi sangat
lekemia sekunder ti- tinggi.
dak meningkat pada · Rata-rata median follow up 60,4
yang menerima ta- bulan, dilaporkan 2.483 kematian
xane setidaknya se- dan hazard ratio untuk taxane
lama waktu follow up dibandingkan non taxane adalah
uji klinik. Peneliti juga 0,81 ( nilai p < 0,00001).
melaporkan peng- · Disease free survival juga lebih
gantian antrasiklin tinggi pada wanita yang menerima
dengan taxane dapat taxane dibandingkan pasien yang
menurunkan toksisi- tidak menerima taxane ( hazard
tas kardiovaskuler. ration = 0,81; nilai p < 0,00001).
· Analisis sub kelompok berdasar-
Hal penting dari re- kan jenis kemoterapi hampir sama
view adalah sbb: baik pada paclitaxel maupun pada
Taxane yaitu paclitaxel · Cochrane Breast Cancer Group docetaxel. Tidak ada perbedaan
dan docetaxel, telah ter- Specialised Register mengacak bermakna antara pemberian terapi
bukti efektif sebagai terapi uji klinik regimen yang mengan- sekuensial dibandingkan concur-
dung taxane dengan regimen non rent antara taxane dan antrasiklin,
kanker payudara metasta- taxane pada penderita kanker dan dengan ada atau tidak adanya
sis dan penelitian semakin payudara (stadium I – IIIA), yang metastasis pada KGB, atau pada
mendapatkan kemoterapi neoaju- regimen yang dikombinasikan
luas menilai potensinya van masuk dalam kriteria eksklu- dengan taxane atau dimana ta-
pada kanker payudara sta- si. xane menggantikan kemoterapi
dium dini. · Penilaian utama review ini adalah regular lainnya.
keseluruhan harapan hidup dan · Sepuluh penelitian melaporkan
juga menilai disease free survivial toksisitas; taxane yang meng-
Cochrane review (review berdasar- rata rata dan toksisitas; perban- gantikan antrasiklin umumnya
kan informasi mengenai kesehatan, dingan harga tidak diteliti. menurunkan kardiotoksisitas te-
melakukan penyelidikan mengenai · Review awal 76 literatur dari 12 tapi taxane meningkatkan risiko
efektivitas dari terapi obat obatan, penelitian untuk metaanalisis, demam netropenia dengan odds
operasi, edukasi dll. pada kondisi melibatkan 21.191 wanita, 11.069 ratio 2,51. Taxane berkaitan den-
khusus). memberi peluang lebih men- kelompok taxane dan 10.122 gan rendahnya efek samping
genai pemberian taxane pada kanker mendapatkan terapi non taxane. mual dibandingkan kemoterapi
payudara, regimen taxane pada · Umumnya penelitian memban- standar dan tidak meningkatkan
kanker payudara terbukti mengun- dingkan penambahan taxane risiko leukemia sekunder maupun
tungkan baik bagi pasien dan dokter pada kemoterapi standar dengan mielodisplasia.
dengan variasi pilihan regimen. kemoterapi standar tanpa taxane
tunggal, atau regimen dengan Sumber : Allison G. Cochrane Review Gives
Green Light to Tailoring Taxanes to Individu-
“Kini dokter diijinkan untuk menye- satu obat digantikan dengan ta- als. www.medscape.com diakses 22 oktober
suaikan regimen setiap individu ber- xane dibandingkan kemoterapi 2007.
dasarkan efek samping, lamanya standar. Semua penelitian kecua-
terapi dan kenyamanan” demikian li satu menggunakan antrasiklin
diungkapkan oleh Dr. Nowak dari baik pada kelompok taxane atau
Sir Charles Gardiner Hospital and pada kelompok non taxane, 5
University of Western Australia pada penelitian menggunakan paclita-
Mescape Oncology. xel dan 7 penelitian mengguna-

36 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Berita Terkini

Analgesia epidural menurunkan tekanan


intraabdominal

penurunan tekanan intraabdominal


setelah pemberian analgesia epidu-
ral tanpa penurunan MAP. Tekanan
intraabdominal rata-rata sebelum
analgesia epidural 16,826 mmHg
menjadi 11,565 mmHg 1 jam setelah
analgesia epidural dan terus menu-
run pada 1 hari (9,065 mmHg), 2 hari
(7,019 mmHg), 3 hari (6,565 mmHg),
dan 4 hari (6,304 mmHg) setelah an-
algesia epidural.

Dari studi tersebut disimpulkan bah-


wa analgesia epidural dapat menu-
runkan tekanan intra abdominal pada
pasien dengan hipertensi intra ab-
dominal.

Sumber : Hakobyan RV, Mchoyan GG. Epi-


dural Analgesia Decreases Elevated Intraab-
dominal Pressure. Anesthesiology 2007; 107:
Hipertensi intraabdominal Analgesia epidural merupakan
A633. (Esther)
metode mengatasi nyeri pascaoper-
dan sindrom komparte- asi yang juga memberikan relaksasi
men abdominal dapat me- otot segmental. Hilangnya nyeri dan
spasme otot diduga dapat menurunk-
nyebabkan morbiditas dan an tekanan intraabdominal.
mortalitas pada pasien
bedah dan trauma kritis. Suatu studi telah dilakukan untuk
menilai efek relaksasi otot abdomen
Sindrom kompartemen selektif dari analgesia epidural seb-
abdominal adalah pening- agai metode dekompresi abdominal
nonbedah untuk pasien pasca opera-
katan mendadak tekanan si dengan hipertensi intra abdominal.
intraabdominal yang men-
gakibatkan perubahan Studi prospektif tersebut dilakukan
secara buta ganda pada 58 pasien
mekanisme pernapasan, bedah dan trauma abdominal kritis
parameter hemodinamik, dengan hipertensi intraabdominal
primer (tekanan intra abdominal >
dan perfusi ginjal maupun 12 mmHg). Semua pasien mendapat
otak. analgesia epidural dengan anestetik
Bedah dekompresi dapat menyela- lokal di ICU. Tekanan intraabdominal
matkan jiwa, namun karena kesulitan diukur transvesikal setelah instilasi
dalam penata-laksanaan abdomen 50 mL salin pada posisi telentang se-
yang terbuka, pembedahan hanya tiap 6 jam dan segera sebelum dan
terbatas untuk sindrom komparte- 1 jam setelah dimulainya analgesia
men abdominal. Sehingga diperlu- epidural. Tinggi kateterisasi epidural
kan metode alternatif dengan indeks di T8-T10.
terapi yang lebih luas. Hasilnya menunjukkan terdapat

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 37


Berita Terkini

Midazolam efektif mencegah PONV

frekuensi PONV antara kelompok midazolam dan on-


dansetron. Kejadian PONV secara
pada pasien be- bermakna lebih rendah pada kedua
dah rawat jalan. kelompok dibanding dengan yang di-
prediksikan berdasarkan risiko pada
Unlugenc dkk pasien (55% vs 30% untuk kelompok
juga melaporkan midazolam dan 53% vs 27% untuk
bahwa midazol- kelompok ondansetron). Tidak ter-
dapat perbedaan bermakna pada
am dengan dosis skor sedasi atau skor nyeri.
subhipnotik efek-
Sebagai kesimpulan, hasil studi
tif dalam terapi tersebut menunjukkan bahwa untuk
PONV. pasien dengan induksi dan peme-
liharaan anestesia menggunakan
Sanjay dan Tauro sevoflurane, pemberian midazolam
menunjukkan bahwa 2 mg IV sebelum akhir pembedahan
midazolam merupakan efektif dalam mengurangi kejadian
antiemetik yang efektif PONV tanpa memperpanjang waktu
setelah bedah jantung. pulih sadar dan tanpa meningkatkan
Seperti diketahui bedah jantung telah tingkat sedasi. (Esther K).
dikaitkan dengan kejadian PONV
Sumber :
yang bermakna. Suatu studi acak
1. Lee Y, Wang JJ, Yang YL et al. Midazolam
dan buta ganda pada 200 pasien vs ondansetron for preventing postopera-
bedah bypass jantung menunjukkan tive nausea and vomiting: a randomised
bahwa infus midazolam 0,02 mg/kg/ controlled trial. Anaesthesia 2007;62(1):18-
22.
jam efektif dalam mencegah PONV
2. Sanjoy OP, Tauro DI. Midazolam: an effec-
setelah bedah jantung. tive antiemetic for cardiac surgery – a clini-
cal trial. Anesthesia and Analgesia 2004;
99: 339–43.
Selanjutnya suatu studi juga telah
dilakukan untuk menguji efikasi an-
tiemetik profilaksis dari midazolam
dosis tunggal dibandingkan dengan
Kejadian mual dan muntah ondansetron (antagonis 5-HT30),
suatu obat antiemetik yang poten,
pasca operasi (PONV = pada 90 pasien histeroskopi atau
postoperative nausea and ureteroskopi yang diperkirakan ber-
vomiting) pada aneste- langsung 1-2 jam dengan induksi dan
pemeliharaan anestesia sevoflurane
sia inhalasi cukup tinggi. melalui LMA (laryngeal mask airway).
Saat ini beberapa peneliti Midazolam 2 mg atau ondansetron 4
mg diberikan IV 30 menit sebelum
telah menunjukkan sifat akhir pembedahan.
antiemetik midazolam.
Bauer dkk mencatat bah- Hasilnya menunjukkan bahwa pasien
yang mengalami mual dan muntah
wa premedikasi midazo- pascaoperasi (PONV) pada 24 jam
lam efektif mengurangi pertama tidak berbeda bermakna

38 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Berita Terkini

Asam folat tingkatkan performa


fungsi kognitif lansia

ini dimuat alba otak, karena dianggap hilang-


nya atau penurunan area substan-
dalam jurnal sia alba otak merupakan indikator
The Ameri- presimptomatik penyakit Alzheimer,
begitu juga penurunan volume area
can Journal hipokampus dan amigdala. Semua-
of Clinical Nu- nya tampak bermakna mengalami
trition edisi peningkatan seiring dengan pening-
katan kadar asam folat, tetapi tidak
September. ada hubungan untuk perubahan vo-
Dr. Monique lume otak.
MB. Breteler Kesimpulan penelitian ini ialah pe-
dari RS. Eras- ningkatan status asam folat ada
mus di Rotter- hubungannya dengan perbaikan
fungsi kognitif melalui perbaikan me-
dam Belanda kanisme vaskuler jika dibandingkan
meneliti 1.033 dengan proses neurodegeneratifnya
sendiri.
orang yang usianya seki-
tar 60 hingga 90 tahun
yang juga ikut dalam rang- Sumber : Plasma folate concentration and
cognitive performance: Rotterdam Scan Study,
kaian. Tes untuk mengeta- Am. JClin. Nutri 2007; 86 3: 728-734 (ids)

hui fungsi kognitif secara


cepat, serta juga menjalani
peme-riksaan MRI di Pu-
sat Scan Rotterdam.

Kadar asam folat berkisar antara


0,9 nmol/L hingga 55 nmol/L. Hasil
penilaian telah menyatakan bahwa
penambahan kadar asam folat seki-
tar 0,05 mmol/L saja berhasil dikore-
lasikan dengan perbaikan hasil per-
hitungan untuk fungsi kognitif secara
global. Nilai rata-rata perubahan
kecepatan psikomotor dan fungsi
memori yang dapat diukur dalam
Dari hasil penelitian ter- penelitian tersebut adalah 0,08 dan
baru disimpulkan bahwa 0,02. Hubungan ini hanya sedikit
terlihat melemah setelah memperhi-
tingginya kadar asam fo- tungkan konsentrasi homosistein.
lat berhubungan dengan
perbaikan performa fungsi Peneliti juga melakukan penilaian ter-
hadap hubungan konsentrasi asam
kognitif. Hasil penelitian folat dengan adanya lesi substansia

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 39


Berita Terkini

Jogging tidak sebaik sepak bola untuk


membakar lemak

Dalam percobaan se-


cara paralel dengan
pemain bola, kelom-
pok peneliti melaku-
kan hal yang sama
pada kelompok jog-
ging sebagai kelom-
pok kontrol pasif. Para
pelari dilatih 2-3 kali
seminggu, tapi hasil-
nya menunjukkan
efek yang lebih kecil
dibandingkan pemain
bola. Lari jarak jauh
dengan kecepatan se-
Ilmuwan olahraga eksperi- dang adalah menyehatkan, tapi hasil dengan kekuatan sedang, anda ha-
menunjukkan bahwa bermain bola nya menggunakan sebagian otot
men Peter Krustrup dan merupakan cara yang lebih baik. Per- yang bekerja, lanjut Peter.
koleganya dari Universi- baikan dalam tingkat kebugaran dan
peningkatan massa total otot lebih Para pemain bola menyatakan bah-
tas Copenhagen, RS Uni- banyak terjadi pada pemain bola dan wa mereka tidak mengalami latihan
versitas Copenhagen dan selama 8 minggu percobaan terakhir; yang berat, sedangkan para pelari
Rumah Sakit Bispebjerg hanya pemain bola yang menunjuk- menyatakan hal sebaliknya. Para
kan perbaikan. pelari selalu mengatakan berat, wa-
meneliti satu tim sepak- laupun mereka bergerak dengan laju
bola yang terdiri dari pria Setelah 12 minggu, para pemain bola rata-rata yang sama seperti para
kehilangan lemak sebanyak 3,5 kg pemain bola. Diduga karena ketika
tak terlatih berumur 20-40 dan memperoleh lebih dari 2 kg mas- anda lari, anda fokus pada diri sen-
tahun. Selama periode 3 sa otot tambahan, sedangkan para diri. Anda memperhatikan hasil dan
bulan, pemain diberi be- pelari kehilangan 2 kg lemak dan tidak napas sehingga anda mulai merasa
ada perubahan dalam massa total kasihan kepada diri sendiri. Pada pe-
berapa tes seperti fitness, otot. Kedua kelompok menunjukkan main bola, para pemain menikmati
masa total otot, persen- perbaikan bermakna dalam tekanan permainan dan tidak memperhatikan
darah, sensitivitas insulin dan ke- jantungnya berdetak kencang. Hal
tase lemak, tekanan da- seimbangan. Ilmuwan olahraga per- yang menggembirakan dan tim perlu
rah, sensitivitas insulin dan caya bahwa perubahan dari berjalan, kerjasama seluruh pemain sehingga
keseimbangan. berlari dan lari sprint menyebabkan mereka lupa beratnya latihan.
pemain bola mengalami perbaikan
kesehatan yang lebih baik. Kerjasama internsional akan melan-
Hasilnya cukup mengejutkan. Dua- jutkan penelitian di bidang sepakbola
tiga pertemuan mingguan latihan Peter Krustrup mengatakan bahwa pada kadar latihan berbagai kelom-
bola, durasi 1 jam, menghasilkan rahasianya adalah bahwa bermain pok umur. Para peneliti juga mem-
manfaat latihan dan kesehatan yang bola adalah salah satu bentuk lati- pertimbangkan pengujian olahraga
besar. Persentase lemak turun, mas- han lengkap karena banyak kegiatan lain seperti : bola tangan, volley dan
sa total otot meningkat, tekanan da- intensitas tinggi. Ketika anda berlari basket.
rah menurun dan tingkat kebugaran sprint, melompat dan menahan la-
wan, anda menggunakan semua Sumber :
meningkat bermakna. Semua yang www.medicalnewstoday.com/articles/80477.
diuji meningkat, kata Peter Krustrup. serabut dalam otot. Ketika anda lari php

40 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Berita Terkini

Kadar HDL tinggi melindungi jantung Anda

baru yang meningkatkan kadar


HDL. Namun demikian, belum ada
obat seperti itu. Tahun lalu, Pfizer
menghentikan trial obat peningkat
HDL torcetrapib pada 15.000 par-
tisipan karena laju kematian lebih
tinggi pada yang meminum obat
dibandingkan plasebo. Obat terse-
but sebelumnya direncanakan
dipasarkan dalam kombinasi den-
gan statin penurun LDL, Lipitor®.

Obat peningkat HDL yang terse- meningkatkan HDL, sehingga kita


dia saat ini adalah niasin dosis tinggi dapat menguji hipotesis bahwa me-
Sebuah studi baru menun- yang dapat meningkatkan kadar HDL ningkatkan HDL dapat menurunkan
jukkan bahwa kadar tinggi sekitar 20%. Tetapi memiliki efek risiko.
‘kolesterol baik’ HDL me- samping mengganggu, seperti kulit
kemerahan dan gatal-gatal serius. Sumber : MedlinePlus : www.nlm.nih.gov/med-
lindungi terhadap penyakit Formulasi baru dapat mengurangi lineplus/news/fullstory_55372.html

jantung dan stroke, tidak tapi tidak menghilangkan efek sam-


pingnya, lanjut Barter.
tergantung pada kadar
‘kolesterol jahat’ LDL. Saat ini Barter mempelajari untuk
membedakan apakah kematian aki-
Insiden serangan jantung, stroke, bat torcetrapib, berkaitan erat de-
dan masalah kardiovaskular lain 40% ngan efek meningkatkan HDL obat
lebih rendah dalam 1/5 partisipan se- tersebut. Bila efeknya tidak berkai-
buah studi besar yang mempunyai tan dengan HDL, obat golongan ini
kadar kolesterol HDL tertinggi, tidak masih mempunyai harapan di masa
tergantung kadar kolesterol LDL me- depan karena anggota lain golongan
reka. Efek perlindungan dari tinggi- obat ini mungkin tidak ada masalah.
nya angka HDL terbukti pada pasien Hal ini masih harus diuji. Anggota lain
dengan angka LDL 70, yang meru- golongan obat ini mungkin akan diuji
pakan kadar rekomendasi untuk ke- klinik tahun depan.
sehatan jantung.
Kita melihat adanya risiko kardio-
Dr. Philip Barter, direktur the Heart vaskular pada beberapa orang de-
Research Institute di Sydney, Aus- ngan LDL rendah; saat ini tampak-
tralia mengatakan bahwa pesan pen- nya penyebab utama risiko tersebut
tingnya adalah bila kadar HDL anda adalah kadar HDL yang rendah. Im-
cukup tinggi, LDL tidak menjadi ma- plikasinya adalah kita harus mena-
salah. Kolesterol LDL terlibat dalam ngani HDL seperti penanganan LDL,
pembentukan plak lemak yang se- lanjut Barter.
lanjutnya menutupi arteri, sebaliknya
kolesterol HDL mencegah pemben- Dr Vera Bittner, profesor kedokteran
tukan plak ini. di Universitas Alabama, Birmingham
dan salah satu pemimpin trial me-
Apa yang kita perlukan adalah obat ngatakan kita perlu obat yang dapat

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 41


Berita Terkini

Kafein plus asetaminofen beracun


untuk beberapa orang

pada tikus yang telah menderita keru-


sakan hati akibat asetaminofen.Tidak
diketahui jelas apa yang menyebab-
kan campuran ini menjadi beracun.

Beberapa orang lebih rentan terha-


dap interaksi racun ini dibandingkan
yang lain. Mereka mungkin termasuk
orang yang sedang menjalani pe-
ngobatan anti epilepsi, seperti karba-
mazepin dan fenobarbital, dan orang
yang menggunakan pengobatan al-
ternatif St. John’s Wort. Obat-obat
seorang profesor kimia medisinal ini meningkatkan kadar enzim yang
mengatakan bahwa kafein yang ber- memproduksi NAPQI dan mem-
interaksi dengan enzim dapat mem- produksi lebih banyak daripada cam-
Para peneliti memperi- bentuk metabolit asetaminofen toksik puran asetaminofen dan kafein.
ngatkan bahwa dosis sa- yang akan meningkatkan pemben-
Sebagai tambahan, orang yang ba-
ngat tinggi kafein dan ase- tukan metabolit toksik dan merusak
nyak minum alkohol akan meningkat
hati.
taminofen (parasetamol), risiko interaksi toksik ini karena alko-
hol dapat memicu produksi NAPQI.
jika digunakan bersama Dalam studi ini, Tim Nelson menguji
Risiko ini juga meningkat pada peng-
efek asetaminofen dan kafein pada
dapat menyebabkan keru- bakteri E. coli. Bakteri ini telah diubah guna obat kombinasi asetaminofen
sakan hati. Studi pada ti- secara genetik menyerupai enzim dan kafein untuk menangani migrain,
arthritis dan kondisi lain. Namun
kus menunjukkan bahaya manusia di hati yang menguraikan
demikian, untuk kebanyakan orang,
obat-obat resep maupun non resep.
pada hati, tapi dosisnya tidak ada alasan untuk panik kare-
na kemungkinan kafein dan aset-
mesti sangat tinggi. Ke- Nelson menjelaskan bahwa diperlu-
aminofen menjadi campuran beracun
kan jumlah kafein yang sangat besar
duanya dapat menghasil- untuk menghasilkan reaksi ini. Se- sangat kecil.
kan produk antara yang cara normal, orang tidak akan meng-
Nelson menambahkan bahwa ke-
bersifat racun pada organ konsumsi jumlah kafein sebanyak
banyakan orang tidak perlu khawatir
ini, yang kira-kira sebanyak 10 kali
tubuh, demikian laporan lipat kadar kafein dalam 2 cangkir menggunakan kafein dengan aset-
aminofen, kecuali bagi orang-orang
para peneliti dari Univer- kopi. Tim Nelson menemukan bahwa
yang menggunakan dosis tinggi ka-
kafein meningkatkan 3 kali lipat ra-
sity of Washington. Para cun N-Acetyl-p-benzoquinone imine fein, dosis tinggi asetaminofen, yang
peneliti melaporkan hal ini (NAPQI) yang diproduksi oleh enzim kemungkinan alkoholik dan atau epi-
lepsi serta menggunakan obat-obat
dalam jurnal Chemical Re- yang mengurai asetaminofen. Ra-
anti konvulsi.
cun yang sama yang juga diketahui
search in Toxicology edisi merusak hati, juga diproduksi selama
Sumber : MedlinePlus/HealthDay
15 Oktober 2007. interaksi antara alkohol dan aset-
aminofen.
Kombinasi beracun ini hanya de-
ngan meminum kafein bersamaan Dalam studi sebelumnya, tim Nel-
dengan asetaminofen, tapi dalam do- son menemukan bahwa dosis tinggi
sis besar. Peneliti utama Sid Nelson, kafein meningkatkan kerusakan hati

42 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Berita Terkini

Melawan kuman dengan sabun dan air hangat

pencucian dengan air menghilang-


kan lebih dari 98% bakteri, pencu-
cian dengan larutan alkohol hampir
tidak menghilangkan sedikitpun, dan
protokol dengan handuk desinfektan
menghilangkan sekitar 95% bakteri,
kata Dr. Oughton.

Karakteristik keluarga bakteri Clos-


tridium difficile adalah mampu meng-
hasilkan spora di bawah kondisi
stres (tidak menguntungkan). Spora
ini, yang sangat resisten, kemudian
memproduksi bakteri baru ketika kon-
disi kembali normal. Menghilangkan
Clostridium difficile adalah tantangan
tif untuk menghilang- dalam mengontrol bakteri.
kan bakteri C. difficile
dari tangan para pe- Dr. Oughton menjelaskan bahwa
mereka mengira alkohol dapat meng-
kerja kesehatan. Pe- hilangkan bakteri ‘hidup’ tapi tidak
menang terbaiknya sporanya, sedangkan tindakan pem-
bersihan dikombinasi dengan bahan
jatuh pada sabun kimia sabun dapat menghilangkan
dan air hangat keduanya. Cairan pencuci tangan
mengandung alkohol masih tetap
Hasil studi ini dipresentasi- efektif dan nyaman untuk higiene
Rumah sakit di seluruh kan oleh Dr. Matthew Ough- tangan secara rutin dan menghilang-
ton, salah seorang peneliti dari tim kan bakteri yang tidak menghasilkan
dunia berperang melawan Dr. Libman pada kongres 47th Inter- spora. Namun demikian, para pene-
infeksi nosokomial (infeksi science on Antimicrobial Agents and liti merekomendasikan penggunaan
di rumah sakit) setiap saat. Chemotherapy (ICCAC 2007), Sep- sabun dan air jika kontaminasi oleh
tember 2007 di Chicago. C. difficile dicurigai. Pencucian de-
Salah satu dari keban- ngan sabun dan air hangat juga tetap
yakan bakteri bandel yang Tim Dr. Libman, termasuk Dr. Ougton, merupakan metode terbaik untuk
Dr. Vivian Loo, Direktur Departemen mengendalikan infeksi nosokomial
diperangi adalah Clostridi- Mikrobiologi MUHC dan Susan Fenn, secara umum.
um difficile. Untuk memas- Asisten Kepala Teknologi MUHC, se-
tikan metode pengenda- cara terpisah menguji 5 protokol cuci Sumber : www.muhc.ca dan www.medical-
news today.com/articles/83234.php
tangan yang sedekat mungkin menye-
lian terbaik yang mungkin, rupai kondisi di rumah sakit. Setelah
Dr. Michael Libman, Direk- tangan-tangan dari 10 relawan dikon-
taminasi dengan C. difficile, mereka
tur Divisi Penyakit Infeksi mencuci bersih dengan : sabun biasa
di McGill University Health dan air dingin atau hangat, sabun an-
Centre (MUHC), mempela- tiseptik dan air hangat, larutan alko-
hol dan dengan handuk desinfektan.
jari cara yang paling efek- Hasilnya sangat menyolok : protokol

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 43


Berita Terkini

Seksio saesar meningkatkan risiko ibu dan bayi

mengenai risiko potensi individu dan


manfaat yang berkaitan dengan per-
salinan normal.

Studi ini diikuti oleh 94.307 perem-


puan yang melahirkan di 120 fasili-
tas kesehatan di 8 negara Amerika
Latin. Para peneliti membandingkan
hasil dari 31.821 perempuan yang
menjalani persalinan caesar, yang
dilakukan selama melahirkan atau
berencana, dengan 62.486 perem-
puan yang menjalani persalinan nor-
mal.

Perempuan di kelompok caesar kepala di bawah, yang merupakan


Menurut temuan sebuah mempunyai 2 kali risiko histerektomi, mayoritas persalinan, seksio caesar
transfusi darah, pelayanan intensif,
studi di Amerika Latin, rawat inap lebih lama dan kematian,
berkaitan dengan risiko kematian
dan komplikasi ibu dan bayi yang
dibandingkan dengan per- dibandingkan dengan mereka yang lebih tinggi.
salinan normal, persalinan melahirkan normal. Mereka juga 5
kali lipat lebih sering memerlukan Sumber : BMJ Online First, 31 Oktober 2007
seksio caesar memiliki 2 penanganan antibiotik pasca mela-
kali lipat risiko komplikasi hirkan.
dan kematian baik pada
Risiko tinggal di dalam ruangan ICU
bayi dan ibu, jika janin neonatus selama 7 hari mencapai
normal, posisi kepala di 45% lebih tinggi untuk bayi yang di-
lahirkan melalui persalinan caesar
bawah. Namun demikian, terpaksa dan lebih dari dua kali lipat
jika janin posisi terbalik, untuk yang menjalani persalinan cae-
posisi melintang, manfaat sar elektif, dibandingkan dengan bayi
yang dilahirkan normal. Pola yang
persalinan normal me- sama juga diamati pada kematian
lebihi risikonya. Dr. Jose bayi, yang meningkat pada persali-
nan caesar masing-masing sebesar
Villar dan koleganya dari 41% dan 82%.
University of Oxford di In-
ggris melaporkan dalam Pola kebalikan diamati jika janin
dalam posisi melintang saat persali-
jurnal BMJ Online First, 31 nan. Dibandingkan persalinan nor-
Oktober 2007. mal, risiko kematian bayi dikurangi
45% pada persalinan caesar yang
Peningkatan angka persalinan cae- direncanakan dan 31% pada persali-
sar beberapa tahun belakangan ti- nan caesar saat persalinan.
dak jelas bermanfaat untuk bayi dan
ibu. Oleh karena itu, ibu dan pela- Villar dan koleganya menyimpulkan
yan kesehatan perlu diberi informasi bahwa jika janin dalam posisi normal,

44 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Informatika
Kedokteran
Blog Kedokteran
sebagai Media Komunikasi Pasien dan Dokter
Dani Iswara*, Anis Fuad**

Salah satu media Internet yang kini makin populer adalah blog. Sekitar bertukar taut tentang topik dan blog terkait, memperluas jejaring per-
120.000 blog baru bermunculan tiap hari atau 1,4 blog baru tiap de- temanan, berbalas komentar hingga pertemuan dan kegiatan di dunia
tiknya.1 Di Indonesia, media ini cukup populer sebagai media alternatif nyata dapat terwujud berkat blog. Interaksi terjadi bukan hanya di dunia
sehingga muncul inisiatif penetapan tanggal 27 Oktober sebagai Hari maya (virtual) tapi juga di dunia nyata.
Blog Nasional oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indo-
nesia, Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, D.E.A. pada Pesta Blogger Pengelola blog dapat langsung berlaku sebagai administrator (‘admin’),
2007 yang lalu di Jakarta. Bagaimana dengan dunia blog kedokteran penulis maupun editor. Selanjutnya, pengelola blog akan kita sebut se-
(medical blogosphere)? bagai ‘blogger’. Jadi penulis blog kedokteran dapat dikatakan sebagai
‘med blogger’.
Saat ini penulis mencatat setidaknya terdapat 80-an buah blog kedok-
teran Indonesia yang terkumpul di Bloglines Kesehatan dan separuhnya Konsep berbagi dan interaktivitas melalui Internet membuka cakrawala
2
masih aktif dalam 6 bulan terakhir. Blog kedokteran Indonesia yang baru bagi hubungan pasien dan dokter. Selama ini mungkin kita telah
dimaksud adalah blog yang menyatakan dikelola oleh dokter (umum, mengenal adanya kelompok diskusi via surat elektronik (mailing list),
spesialis, gigi, hewan) atau mahasiswa kedokteran baik pribadi maupun forum dan situs-situs kesehatan-kedokteran. Blog memiliki nuansa per-
komunitas warga negara Indonesia. Sebagian besar blog kedokteran sonalisasi bagi perorangan maupun kelompok. Masing-masing blog
memuat informasi kesehatan dan kedokteran. Daftar blog (personal) bebas memilih topik sesuai minatnya. Pada tulisan berikutnya akan
kedokteran Indonesia yang masih aktif dalam 6 bulan terakhir akan di- kita lihat karakter blog kedokteran dari sudut pandang pengunjung atau
lampirkan pada akhir tulisan. pembaca.

Tulisan ini akan menyajikan pengertian blog secara umum, beberapa Karakteristik blog kedokteran
karakteristik blog kedokteran, kelebihan dan kekurangan blog serta po- Mengacu pada pentingnya validasi informasi kesehatan di Internet dari
tensinya sebagai media komunikasi pasien-dokter. The Health on the Net Foundation (HON), ada beberapa aspek yang
perlu diperhatikan saat membaca suatu blog kedokteran.
Pengertian blog
Blog berasal dari kata web log, kini sering disebut weblog-dipopuler- Seperti blog umumnya, pengunjung dapat mengetahui identitas penu-
kan oleh Jorn Barger (1997) atau blog-dipopulerkan oleh Peter Merholz lis blog, alamat surat elektronik atau formulir kontak di menu ‘Tentang’
(1999), diartikan sebagai sesuatu yang termuat di situs web berdasar- (‘About’) dan ‘Kontak’ (‘Contact’). Jati diri pengelola mungkin jarang
kan urutan waktu tertentu. Sebagai kata kerja, ‘blog’ merupakan suatu ditelusuri pengguna, seperti pada suatu penelitian yang menyatakan
kegiatan mengelola blog. Sejarah selengkapnya dapat dilihat pada ha- bahwa pengguna lebih mementingkan sumber tulisan dan desain yang
laman Wikipedia tentang blog. profesional.4 Walaupun demikian, informasi pengelola sebaiknya tetap
dicantumkan untuk menjaga kredibilitas blog. Kadang disertai pula per-
Pernyataan ‘sesuatu yang termuat’ di atas bermaksud bahwa suatu blog nyataan bahwa tulisan di blog kedokteran tersebut tidak berhubungan
dapat memuat teks (seperti pada umumnya), foto (photoblog), video dengan institusi atau organisasinya. Tidak pula bermaksud untuk meng-
(vlog), audio (podcasting) maupun berita singkat (micro-blogging). Blog gantikan nasihat dokter saat konsultasi di ruang praktik. Anonimitas pun
yang berbasis web ini; ada juga yang menyebutnya sebagai catatan turut dihargai, terutama yang berhubungan dengan identitas pasien
harian terkoneksi/terhubung (online), biasanya juga memiliki sistem ko- maupun organisasi.
mentar, umpanan (feed), menyajikan berkas (file) media lain (misalnya
gambar, animasi, presentasi, permainan) serta taut (link) topik terkait.3 Pada tiap tulisan, pembaca mungkin menemukan bahwa tulisan terse-
Tersedia beberapa layanan mesin blog yang dapat dimanfaatkan gratis, but adalah pendapat pribadi, pengalaman atau review tulisan/penelitian
diantaranya Blogger (http://www.blogger.com/) dan WordPress (http:// lain. Tulisan yang mengandung pernyataan ilmiah akan menyertakan
www.wordpress.com/). kuotasi atau taut sumber sehingga pembaca dapat menelusuri lebih lan-
jut. Hal ini sesuai dengan kaedah kedokteran berbasis bukti (evidence-
Sebagai sebuah media sosial, blog menawarkan interaktivitas (walau- based medicine).
pun blog dapat pula digunakan sebagai jurnal harian pribadi yang hanya
boleh diakses pribadi, kelompok atau orang-orang tertentu seperti blog Topik yang disajikan pun beragam, tidak ada pembatasan. Hal ini pun
keluarga, organisasi, perusahaan). Pengunjung atau pembaca dapat disarankan bagi blogger pemula agar tidak bingung memilih topik blog.
memberikan komentar pada tiap tulisan, kecuali pengelola membatasi Tidak selalu membahas kesehatan-kedokteran. Beberapa teman se-
fitur ini. Komentar yang masuk dapat diatur agar melalui proses mo- jawat dokter bahkan memiliki lebih dari 2 blog dengan topik yang ter-
derasi dahulu atau seijin pengelola. Sehingga tercipta komunikasi dua segmentasi. Ada yang sesuai dengan minat, spesialisasi atau bidang
arah, sahut menyahut komentar, berkunjung ke blog lain (blogwalking) yang tengah digeluti. Bahkan pengalaman sehari-hari di kala praktik.
dan berbagai kemudahan pengelolaan lainnya. Agak berbeda dengan Pembaca akan menemukan lingkungan orang-orang kedokteran dari
situs web biasa yang cenderung satu arah dan pengelolaannya relatif sudut pandang pengelolanya. Tidak jarang isinya memuat bermacam
lebih sulit. Kita pun dapat mengikuti tulisan dan komentar terbaru tanpa kritik serta saran terhadap situasi dan kebijakan kesehatan negara kita.
harus berkunjung langsung ke blog bersangkutan, dengan memanfaat-
kan umpanan (feed) serta surat elektronik (email). Penulis blog dapat Bahasa yang digunakan tidak harus formal. Bahasa dan istilah sehari-
mengelola komentar blog yang masuk via surat elektroniknya. Saling hari pasien tentu akan lebih dapat diterima bagi pembaca, terutama un-

CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 45


tuk tulisan tentang penyakit tertentu. Istilah medis, kodifikasi penyakit Serikat adalah pencari informasi kesehatan.6 Dengan masih minimnya
atau International Classification of Diseases (ICD) tetap dapat diser- informasi kesehatan di Internet yang ditulis oleh lembaga yang ter-
takan untuk memperjelas informasi. percaya, ketersediaan blog kedokteran seakan merupakan oasis bagi
para pencari informasi kesehatan berbahasa Indonesia. Media ini juga
Ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran sangat berkembang pesat. semakin membawa perubahan paradigma komunikasi pasien-dokter
Suatu informasi bisa saja menjadi ketinggalan jaman dengan cepat. yang tidak lagi doctor-oriented (dokter adalah manusia sebagai sum-
Beberapa pengelola blog kedokteran juga turut memperbaharui tulisan- ber informasi utama, yang paling benar) tetapi sudah patient-oriented
nya. Jika terdapat perubahan atau pembaharuan pada tulisan, biasanya (mengutamakan penyediaan informasi kepada pasien). Hal ini juga
disertai informasi bahwa tulisan diperbaharui terakhir pada tanggal atau akan berpotensi mengikis asimetri informasi kesehatan yang selama ini
waktu tertentu. menyebabkan pasien sebagai pihak subordinat terhadap profesi dokter.
Semakin tersedianya informasi kesehatan di blog menyebabkan peran
Kelebihan dan kekurangan blog mesin pencari (misalnya Google) menjadi sangat dominan bagi para
Dari sudut pengelolaan, blog menawarkan kemudahan dibandingkan si- pencari informasi kesehatan. Bahkan suatu penelitian memprediksi
tus web biasa. Beragamnya informasi dan kejadian yang tersebar di du- suatu saat Google akan mengalahkan Pubmed sebagai referensi utama
nia tertuang dalam Internet. Mereka yang mengalami atau menemukan mencari informasi mengenai diagnosis penyakit.7,8 Dari sinilah kemung-
informasi kemudian memuatnya dalam blog. Internet dapat dikatakan kinan berikutnya akan muncul: perubahan paradigma evidence-based
sebagai sarana mencuri informasi/pengetahuan dari mereka yang mau medicine yang tidak lagi meremehkan penelitian atau publikasi yang
berbagi informasi via blog. Untuk mengikuti topik-topik yang sesuai mi- bersifat case studies.
nat kita, cukup memanfaatkan teknologi web 2.0 yang dalam bidang
medis diaplikasikan menjadi medicine 2.0.5 Dengan berlangganan via Di satu sisi, blog kedokteran awalnya bisa saja menjadi suatu pemaparan
surat elektronik dan umpanan, informasi kesehatan-kedokteran terba- monolog, satu arah, yang akhirnya diikuti dengan diskusi atau tanya
ru dapat terintegrasi via perambah (browser) dan memudahkan untuk jawab via kolom komentar atau surat elektronik. Bagi dokter, media blog
diakses di komputer pengguna. menyediakan sarana penyampaian informasi yang mungkin tidak sem-
pat tersampaikan di ruang praktik. Sekaligus pembelajaran bagi dokter
Pemasaran via Internet juga otomatis terjadi. Nama atau situs siapa untuk mengelola sebuah media elektronis interaktif dan terangsang un-
yang muncul pada halaman awal hasil pencarian saat pengguna me- tuk selalu memperbaharui diri.
ngetikkan nama penyakit, nama sendiri, nama sejawat atau nama
produk obat di kolom alamat mesin pencari Google? Apakah ini berarti Melalui blog, pembaca sebagai pencari informasi kesehatan (health
para sejawat telah berpromosi (melakukan pemasaran) di Internet? seekers) mungkin dapat memahami bahwa dokter juga ingin dianggap
sebagai manusia biasa. Beberapa blog kedokteran telah mengungkap-
Blog sebagai media berbasis web (Internet) memiliki jangkauan yang kan bagaimana susahnya menempuh pendidikan kedokteran, tugas di
relatif lebih luas, tidak terbatas ruang, tempat dan waktu, dibanding me- daerah terpencil, gaji terlambat, masa depan karir dokter dan sebagai-
dia cetak konvensional (terutama yang tidak memiliki situs web). Dalam nya. Tidak semua pandangan masyarakat tentang kemewahan dokter
hal ini Internet sebagai jaringan yang dapat menjangkau seluruh dunia. benar adanya. Setelah membacanya, mungkin para orang tua akan ber-
Penerima informasinya pun memiliki cakupan yang lebih luas. Disebut pikir seribu kali untuk menyekolahkan anaknya di fakultas kedokteran?
relatif karena jangkauan akses Internet di negara kita masih terbatas. Sedikit banyak, kondisi internal dalam dunia kedokteran yang terungkap
Arsip tulisan dan topik tertentu di dunia maya pun akan tetap dapat di- via blog akan mengurangi jenjang psikologis komunikasi pasien-dokter.
baca kembali selama isi situs tersebut tidak dihapus. Blog, terutama
milik pribadi, lebih memiliki kebebasan menyuarakan pendapatnya, Bahasa blog yang mudah dimengerti juga turut menjembatani kelan-
karena penulis sendiri langsung bertindak sebagai editornya. Berbeda caran komunikasi. Bagi pencari informasi kesehatan di Internet, salah
dengan media konvensional. Hal-hal yang kemungkinan tidak lulus sen- satu tulisan blog kedokteran mungkin akan anda temui dari mesin pen-
sor pada media konvensional seakan menemukan pelampiasannya. cari dengan menggunakan kata kunci sederhana (istilah sakit menurut
Pembaca akan disuguhi tentang kisah kontroversi kebijakan kesehatan, pasien) yang pembaca pahami. Banyak istilah awam kesehatan yang
kelalaian pelayanan kesehatan, korupsi dunia kesehatan, kebobrokan kurang tepat tetapi masih digunakan untuk menyatakan keluhan sakit.
PTT (Pegawai Tidak Tetap) dokter, kerja sama dokter-farmasi, suka Selain memberikan pemaparan istilah medis, pengelola blog kedokter-
duka dokter dan keluhan lainnya. Figur anonim biasanya lebih merasa an juga seringkali memberikan padanannya dalam bahasa pasien, agar
nyaman berada dalam topik demikian. Walaupun anonimitas di dunia tidak terjadi kerancuan dalam komunikasi berikutnya.
Internet bisa saja tidak berlaku absolut, seperti kejadian pada salah satu
med blogger luar negeri yang melibatkan pengadilan. Terbukanya jalur komunikasi pasien-dokter melalui blog ini berpeluang
mengurangi kejadian medical error. Ini terkait dengan salah persepsi
Bagi pasien, konsultasi via blog menjadi relatif hemat tempat, waktu dan komunikasi dalam penanganan pasien yang sering memicu mal-
dan biaya. Tidak perlu memenuhi tempat antrian dokter atau rumah praktik. Pasien dan keluarganya yang mampu melakukan pencarian
sakit (RS) dan menunggu antrian untuk dipanggil. Juga relatif hemat informasi kedokteran melalui Internet diharapkan menjadi pasien/ ke-
biaya perjalanan, parkir (kecuali ke warnet) dan biaya konsultasi/peme- luarga yang cerdas. Setidaknya ingin mengetahui dan mampu bertanya
riksaan. Lebih tepat diaplikasikan untuk konsultasi kasus yang bukan mengenai penyakit dan penanganannya. Bukan lantas mengobati de-
gawat darurat. ngan sembarang obat yang dibeli sendiri. Tidak lagi sungkan bertanya
karena dokternya telah meluangkan waktu walaupun dalam hal ini lewat
Seperti halnya informasi yang tersedia di Internet pada umumnya, dapat media blog. Lebih baik lagi jika memang diwujudkan di dunia nyata.
ditemui berbagai sampah informasi (informasi yang tidak jelas sumber Pasien pun harus menyadari bahwa pemeriksaan langsung oleh dokter
dan kebenarannya; hoax) hingga informasi yang benar-benar berman- tetap dibutuhkan untuk penanganan menyeluruh.
faat. Belum tentu semua informasi tersebut benar sesuai kaedah ilmiah
yang ada. Begitu juga dengan blog. Dalam beberapa hal, anonimitas Simpulan dan saran
pengelola blog dapat dipertanyakan. Terutama jika isi tulisan memuat Terbukanya peluang komunikasi pasien-dokter via blog, menuai kon-
informasi kedokteran tanpa sumber yang jelas. sekuensi bagi pasien dan dokter. Bagi pasien, segala informasi yang
tersedia di blog kedokteran (Internet) tetap harus disaring kembali
Ada kalanya tidak semua komentar pengunjung langsung dibalas oleh kebenarannya. Dalam beberapa hal, komunikasi via blog tentu dapat
pengelola. Beberapa sebab yang harus dimaklumi diantaranya: kesibu- memudahkan, tetapi tetap tidak dapat menggantikan sentuhan/kontak
kan pengelola, keterbatasan pemahaman pengelolaan dan hambatan langsung pasien-dokter. Informasi yang diperoleh melalui blog umum-
akses Internet. Hal-hal teknis pengelolaan blog seperti desain, ak- nya belumlah berupa identifikasi pasti penyakit yang diderita (diagnosis),
sesibilitas, promosi, penambahan aksesoris dan fitur tambahan lainnya tetapi tetap dapat dimanfaatkan sebagai sebuah opini yang membantu.
bisa saja diserahkan kepada rekanan administrator. Jadi dokter hanya Bagi dokter, pembelajaran melalui blog layak ditelusuri lebih lanjut se-
fokus pada menulis isi blog. bagai media penyampaian informasi kesehatan dan kedokteran. Blog
berpotensi menjembatani jenjang komunikasi pasien dan dokter.
Potensi Blog bagi Komunikasi Pasien-Dokter
Sebagian besar (80%) pengguna Internet berusia dewasa di Amerika Dengan ketersediaan akses Internet yang makin mudah dan murah, kita

46 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


harapkan orientasi dan kebutuhan informasi kesehatan masyarakat me-
ningkat sehingga dapat memperbaiki derajat kesehatan masyarakat. 19. http://klikharry.wordpress.com/ Harry Wahyudhy

Kepustakaan 20. http://cakmoki86.wordpress.com/ Hatmoko, dr.


1. Sifry, D. The state of the live web, April 2007. [Internet]. Tersedia
dalam: < http://technorati.com/weblog/2007/04/328.html > [Diakses 21. http://hudatoriq.web.id/ Huda Toriq
2 Desember 2007].
2. Bloglines Kesehatan. Blog kedokteran [Internet]. Tersedia dalam: 22. http://dokterearekcilik.wordpress.com/ Ilyas, dr., Sp.A
< http://bloglines.com/public/bloglineskesehatan > [Diakses 1 De-
sember 2007]. 23. http://imrannito.wordpress.com/ Imran Nito, dr., Sp.PD
3. Boulos, M.N.K., Maramba I. & Wheeler S. Debate - Wikis, blogs
and podcasts: a new generation of web-based tools for virtual col- 24. http://www.i-rara.com/ Irayani Queencyputri
laborative clinical practice and education. BMC Medical Education.
2006; 6;41. 25. http://dokteriwan.blogspot.com/ Iwan Setyawan, dr.
4. Eysenbach, G. & Kohler, C. How do consumers search for and ap-
praise health information on the world wide web? Qualitative study 26. http://manusia-kamil.blogspot.com/ Kamil Muhammad
using focus groups, usability, and in-depth interviews. BMJ. 2002;
324; 573-577. 27. http://kadar100.blogspot.com/ Kadarsyah, dr.
5. McLean, R., Richards, B.H. & Wardman, J.I. The effect of web 2.0 on
the future of medical practice and education: Darwikinian evolution 28. http://kobalsangaji.blogspot.com/ Kobal Sangaji, dr., Sp.M
or folksonomic revolution? MJA. 2007; 187; 174-177.
6. Fox, S. & Fallows, D. Internet health resources - Health searches 29. http://lakshminawasasi.blogspot.com/ Lakshmi Nawasasi, dr., Sp.B
and email have become more commonplace, but there is a room
for improvement in searches and overall. Pew Internet & American 30. http://drlizahidup.blogspot.com/ Liza Sofyan, dr.
Life Project. 2003.
7. Tang, H. & Ng, J.H.K. Googling for a diagnosis – use of Google as a 31. http://drluna.blogspot.com/ Luna Fitria Kusuma
diagnostic aid: internet based study. BMJ. 2006; 333; 1143-1145.
8. Giustini, D. How google is changing medicine. BMJ. 2005; 331; 1487- 32. http://mashuri.blogspot.com/ Mashuri, dr.
1488.
33. http://pitutur.web.id/ Mbah Dipo (alias; dokter)

Lampiran 34. http://pebipurwosuseno.wordpress.com/ Pebi Purwo Suseno, drh.


Tabel 1. Daftar blog kedokteran Indonesia yang masih aktif dalam 6
bulan terakhir 35. http://sibermedik.wordpress.com/ Penggalih

36. http://hidupku.info/ Pinto Sjafri, dr.


No Alamat blog Pengelola
37. http://drvinatips.org/ Revina Octavianita, dr.
1. http://agnes.ismailfahmi.org/ Agnes Tri H., dr.
38. http://martariwansyah.blogspot.com/ Riwan
2. http://adywirawan.com/ Ady Wirawan, dr.
39. http://mabanget.wordpress.com/ Rizma Adlia S.
3. http://rosyidi.com/ Agam Rosyidi
40. http://keluargazulkarnain.blogspot.com/ Rosalina L.Z., dr., Sp.M
4. http://mave.wordpress.com/ Alfi Yasmina, dr.
41. http://catatandoktermuslim.blogspot.com/ Rully Rudianto
5. http://penjelajahwaktu.blogspot.com/ Amrizal Muchtar, dr.
42. http://gitaewi.blogspot.com/ Sagita Dewi, dr.
6. http://arifindj.blogspot.com/ Arifianto, dr.
43. http://medlinux.blogspot.com/ Salim Mulyana
7. http://astaqauliyah.blogspot.com/ Asri Tadda
44. http://komik.blogdrive.com/ Tito, drh.
8. http://as3pram.wordpress.com/ Astri Pramarini, dr.
45. http://subhanallahu.multiply.com/ Widodo Wirawan, dr.
9. http://basukipramana.blogspot.com/ Basuki Pramana, dr.
46. http://dokteryhosse.blogspot.com/ Yhosse, dr.
10. http://blogdokter.net/ Cock Wirawan, dr.
47. http://dokterpenulis.wordpress.com/ Yusuf Suseno, dr.
11. http://daniweblog.blogspot.com/ Dani Iswara, dr
48. http://zulharman79.wordpress.com/ Zulharman, dr.
12. http://andaka.com/ Deddy Andaka, dr. Catatan:
 Pengelola: identitas sesuai yang tercantum dalam blog (profil, tentang) atau
13. http://dwisusanti.blogspot.com/ direkomendasikan rekan sejawat lainnya
Dwi Susanti  Sebagian besar merupakan hasil pencarian 10 halaman pertama di mesin pencari
Google dengan kata kunci “blog dokter”, tercatat di Bloglines Kesehatan dan per-
14. http://ilmukedokteran.net/ Elias H.S., dr. nah penulis kunjungi (diakses Desember 2007)
 Maaf bila terdapat kekurangan dalam penulisan nama blog, pengelola dan
15. http://eriktapan.blogspot.com/ Erik Tapan, dr., MHA gelar
 Penulis tidak menjamin kebenaran seluruh identitas pengelola yang tercan-
16. http://senyumsehat.wordpress.com/ tum.
Evy Indriyati, drg., Sp.BM

17. http://kodoklapar.blogspot.com/ *) Mahasiswa S2 Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Minat


GrapZ (alias; dokter) FETP Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM
**) Staf pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM, sedang mengikuti
18. http://drhandri.wordpress.com/ Handri Irawan, dr. program doctor di Department

CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 47


pribumi. Dengan menyerahnya pemerintah kolonial Belanda
pada tentara Jepang Maret 1942, semua Guru Besar dan dok-
Profil ter Belanda dimasukkan ke kamp interniran milik Jepang. Maka
yang menjadi Ketua Bagian di RSUP Batavia adalah dokter
senior berkebangsaan Indonesia. Di bagian kebidanan adalah
dr.Sarwono Prawirohardjo, dr. Darma Setiawan, mantan men-
teri luar negeri dan dr. Subyakto, pendiri bagian Orthopedi se-
bagai asisten di bagian Kebidanan.

Berhubung dr. Darma Setiawan berselisih paham dengan pihak


Jepang maka ia dan dr. Subyakto akhirnya dikeluarkan dari Ba-
gian Penyakit Dalam RSUP. Apalagi pihak Jepang kemudian
Mengenal Secara Utuh mengetahui bahwa keduanya sebelumnya bekerja sebagai op-
Sosok Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo sir kesehatan tentara Hindia Belanda.

Setelah Jepang masuk Geneeskundige Hoogeschool Batavia


ditutup pihak penjajah. Demikian pula Sekolah Kedokteran
Prof. Dr. dr. R. Sarwono NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School) di Surabaya.
Prawirohardjo, DSOG adalah Para calon dokter tingkat terakhir GH dan NIAS digabung di
sosok dokter yang memi- Jakarta untuk menyelesaikan studinya sebagai dokter umum.
liki segudang prestasi. Ialah Pemerintah Jepang menempatkan pada tiap bagian RSUP
pribumi asli Indonesia pertama seorang dokter atau Profesor Jepang. Yang menjadi Ketua Ba-
yang mendalami bidang ke- gian Kebidanan dan Kandungan adalah Profesor Kimura yang
dokteran kebidanan dan kan- fasih berbahasa Jerman dan memberikan kuliah dalam bahasa
dungan (1939), Profesor dan Jerman pula. Baru setelah beliau dapat berbahasa Indonesia,
Dekan pertama FKUI (1945), kuliahnya diberikan dalam bahasa Indonesia. Dokter Sarwono
Ketua IDI yang pertama (1952- Prawirohardjo diangkat sebagai asisten profesor yang praktis
1953), Penggagas dan Ketua menjalankan pekerjaan di bagian, dibantu oleh dr. SA Goelam,
POGI yang pertama (1954), dr. Iman Sujudi dan dr. Hanifa Wiknjosastro.
Ketua MIPI (1956-1967) dan
Ketua LIPI yang pertama Pendidikan di klinik berlangsung seperti di zaman Belanda;
(1967-1973), Pemrakasa Ger- setelah Sekolah Tinggi Kedokteran “IKADAGAIKU” Jakarta
akan Keluarga Berencana Nasional sekaligus Ketua Perkumpu- dibuka pada tahun 1943 diadakan pula “co-assistenschap” di
lan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) periode 1967-1970, bagian-bagain. Operasi-operasi besar dan sulit dikerjakan dr.
Perintis Klinik Raden Saleh bagi pasangan penderita infertilitas Sarwono Prawirohardjo. Demikian pula konsul yang sulit diker-
(1972) serta pendiri Yayasan Bina Pustaka (YBP) yang mener- jakannya dan harus ditampungnya. Tidak mengherankan bila
bitkan buku-buku Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan kondisi itu membuat kondisi fisiknya menjadi susut.
(1974). Nama YBP kini telah berubah menjadi YBP Sarwono
Prawirohardjo. Cuplikan riwayat hidup dokter ini disajikan dalam Kehebatan dr. Sarwono adalah ia tidak segan-segan mendo-
tulisan sebagai berikut : norkan darahnya sebelum mengadakan operasi. Tak dapat di-
lupakan bagaimana ia dengan tegas menugaskan orang untuk
R. Sarwono Prawirohardjo dilahirkan di Solo, 13 Maret 1906. mengambil darahnya 300 ml dalam cairan sitrat, disaring kemu-
Setelah menempuh kuliah di STOVIA (School Tot Opleiding dian diberikan pada penderita yang akan dioperasinya sendiri.
Van Indische Artsen ) Batavia pada tahun 1929 ia lulus dengan Saat itu belum ada dinas transfusi darah seperti yang dilakukan
predikat “Cum Laude”. Selama Sarwono belajar di STOVIA, PMI (Palang Merah Indonesia) sekarang.
ia menjadi Pengurus Besar Jong Java dan selama setahun Permintaan seorang dokter untuk dijadikan dokter Peta dise-
pernah menjabat sebagai ketuanya. lesaikan melalui undian. Dr. Sarwono yang paling akhir masuk
Sarwono menikah dengan Rr. Sumilir Martowibowo dan dika- di bagian, menarik undian tersebut, sehingga akhirnya ia yang
runiai satu anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Pada ta- harus menjadi dokter Peta. Posisi itu kemudian membuat dr.
hun 1929-1931 ia diangkat sebagai dokter di Penyakit Dalam Sarwono harus mendampingi almarhum Jenderal Sudirman.
Rumah Sakit Umum yang dulu dinamakan CBZ (Centrale Pada akhir pendudukan Jepang bagian tidak mempunyai ko-
Burgelijke Ziekeninrichting) di Batavia sambil dipekerjakan pula asisten lagi dengan alasan dalam peperangan hanya dibutuhkan
di Pandeglang. dokter yang tidak menolong persalinan. Di samping melakukan
Pada tahun 1931 sampai 1934 dr. Sarwono ditugaskan di Tan- pekerjaan biasa seperti operasi ginekologi, seksio sesarea dan
jung Pinang. Kemudian antara tahun 1934 dan 1937, ia diang- pertolongan persalinan patologis rujukan dari luar, dr. Sarwono
kat sebagai Direktur Rumah Sakit Bersalin di Cirebon. Rupanya juga harus menangani poliklinik, menangani ruangan C IV (Ba-
dari sini ia tertarik menekuni Ilmu Kebidanan dan Kandungan. gian Kebidanan tanpa infeksi), C III (Bagian Kebidanan dengan
Ia diangkat pada tahun 1937 sebagai dokter di Bagian Kebi- infeksi), Paviliun B (Bagian Neonatus), Paviliun 9 (Bagian Ob-
danan dan Penyakit Kandungan CBZ Batavia dan pada tahun stetri Ginekologi Operatif) dan Paviliun E (Bagian Onkologi).
1939 menempuh ujian ”Arts” di Geneeskundige Hoogeschool Ronde besar selalu dilakukan 2 kali seminggu secara teratur
(GH) di Batavia dan lulus dengan predikat Cum Laude. Surat dan tepat pada waktunya. Pasien dan statusnya harus rapi.
keterangan lulus pada waktu itu selalu ditulis oleh Kepala Per- Pasien-pasien yang diperiksa dr. Sarwono Prawirohardjo diten-
pustakaan GH, Nona Tjan, dengan tulisannya yang khas. tukan dan kita dibimbing dalam pemeriksaan dan pengobatan.
Pada tahun 1940 dr. Sarwono diangkat sebagai Staf Bagian Ke- Kata-kata yang disampaikan kepada penderita selalu penuh
bidanan dan Penyakit Kandungan GH di bawah asuhan Profe- harapan. Ia tidak segan-segan menegur bila status dan lapo-
sor R. Remmelts, salah satu Profesor Belanda yang merangkul ran operasi kurang baik.

48 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


Bagian Kebidanan dan Kandungan juga mempunyai biro kon- tuk membalasnya dengan kalimat ” Pekerjaan di sini tidak dapat
sultasi bagi ibu hamil : ditinggalkan.” Kedua pasangan dokter kebidanan itu di samping
mendidik para ko-asisten para dokter dari pedalaman seperti
1. Di Gang Adjudan, Kramat Bidan Sinah dr. Sardjono Danudibroto yang kemudian menjadi profesor di
2. Di Kepu Dalam Bidan Wasini Undip Semarang, juga masih harus menyelesaikan pendidikan
3. Di Utan Kayu Bidan Sukaesih para dokter asisten dari bekas Nood Universiteit van Indonesia
4. Di Daerah Rawa Bangke Jatinegara Bidan Onah (cikal bakal FK UI).
Biro konsultasi di Kebon Terong di daerah Kota ditutup saat Pada waktu itu dr. Soerodjo dari Malang, dr. Diapari Siregar dari
pendudukan Jepang karena kesulitan transportasi. Tempat- Medan dan Prof. Tan Oen Siang dari Medan memperoleh pen-
tempat pemeriksaan ibu hamil tersebut memberi kesempatan didikan tambahan di bawah asuhan Prof. Dr. Sarwono Prawiro-
pada mahasiswa tingkat akhir untuk menolong ibu bersalin di hardjo. Konferensi klinik 2 kali seminggu, ronde besar 2 kali
rumah mereka sendiri. Status diteliti dr. Sarwono sendiri dengan seminggu, malam klinik tiap bulan dilangsungkan secara teratur
memberikan saran dan pengertian. dengan mutu ilmiah yang cukup tinggi didukung dengan hasil-
Satu tahun setelah ditutup, Fakultas Kedokteran dibuka kem- hasil : PA radiologi dan laboratorium atau konsul dari bagian lain
bali oleh pihak Jepang bersama-sama dengan dibukanya pula yang mantap. Cara pengujian dokter terakhir secara lisan dan
Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi. Ketiganya pada fantom dikenal secara sistematik dan terarah hingga yang
berada di bawah Bagian Kesehatan Pemerintah Pendudukan diuji tahu gagal atau lulus. Kadang-kadang ada peserta yang
Jepang. Setelah Jepang menyerah, fakultas-fakultas tersebut jatuh pingsan.
diambil alih oleh Pemerintah RI dan sebagai Balai Pelajaran Setelah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) didirikan, Prof. Dr. Sarwo-
Tinggi ditempatkan di bawah Departemen Kesehatan. no didaulat menjadi Ketua pertama dengan masa jabatan 1952-
1953. Pada tanggal 5 Juli 1954 atas gagasannya pula didirikan
Sesudah proklamasi Kemerdekaan hari Jumat, 17 Agustus
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Se-
1945, dr. Sarwono Prawirohardjo diangkat sebagai profesor
bagai Ketua Pertama POGI Prof. Sarwono mengikuti kongres
dan dekan pertama dari Fakultas Kedokteran disamping Kepala
pertama dari International Federation of Gynecology and Ob-
bagian gabungan Perguruan Tinggi dalam lingkungan Departe-
stetrics di Geneva, Swiss pada September 1954.
men Kesehatan (1945-1947).
Pada tahun 1952, Prof. Sarwono ditunjuk untuk menjadi Ketua
Sejak menjadi dekan, dr. Sarwono diminta pendapatnya di Ke-
Panitia Persiapan Pembentukan Majelis Ilmu Pengetahuan In-
mentrian PP dan K, dan dijadikan pula Ketua Panitia Penasihat
donesia dan pada tahun 1956 ia ditunjuk menjadi Ketua MIPI
Perguruan Tinggi (1946-1949). Memikul tanggung jawab yang
(1956-1967). Prof. Sarwono juga pernah dijadikan Ketua Per-
besar tidaklah mudah, khususnya saat Fakultas Kedokteran ha-
kumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) periode 1967-
rus dipindahkan ke pedalaman (di Klaten, Jawa Tengah). Ia pun
1970 setelah diadakan Kongres Nasional pada tahun 1967.
harus ke pedalaman untuk menyelesaikan hal-hal yang tidak
atau kurang beres. Ketika terpilih sebagai Ketua MIPI tahun 1956, Prof. Sarwono
memanggil dr. Hanifa Wiknjosastro ke ruang kerjanya di Bagian
Pada tanggal 23 Agustus 1948 RSUP diduduki tentara Belanda.
Kebidanan FKUI/RSUP sambil berkata,”Saya sudah 25 tahun
Profesor Sarwono menyerahkan semua inventaris antara lain
berkecimpung dan membangun bagian Kebidanan dan sekarang
kunci untuk Radium di Paviliun E kepada dr. Sindram dari pi-
saya diberi tugas membangun MIPI.” dr. Hanifa berkomentar,”
hak Belanda. Semua staf bagian kebidanan, para dokter, para-
Sebaiknya profesor memakai kesempatan itu untuk memberi
medis dan tenaga administrasi keluar dari RSUP. Suatu hal
arah kepada perahu yang profesor naiki. ” Wajah Prof. Sarwono
yang mengesankan adalah Dinas Luar Kebidanan masih jalan
tampak cerah yang menandakan bahwa ia akan menerima tan-
terus. dr. Sarwono Prawirohardjo dan dr. Hanifa Wiknjosastro
tangan tersebut. Sambil tersenyum ia mengangkat kakinya dan
masih diminta dr. Marzuki, Kepala Dinas Kesehatan Kota untuk
menginjak ubin sambil berkata,” Ya sudah. Terima kasih.”
menangani ujian bidan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan yang
dipimpin dr. Sarlono. Pada akhirnya sejarah membuktikan bahwa MIPI diasuhnya dari
1956-1967. Kemudian pada 1967 diubahnya menjadi LIPI yang
Pada Februari 1950, Fakultas Kedokteran UI dan RSUP dikem-
dibangunnya secara sistematik dan terarah dan ia tetap diper-
balikan ke Pemerintah Republik Indonesia setelah seluruh
caya untuk memimpinnya selama kurun waktu 1967-1973.
dunia mengakui kedaulatan RI. Prof. Sarwono memanggil dr.
Hanifa untuk ikut membangun bagian kebidanan. Pertanyaan MIPI dan LIPI merupakan badan yang memainkan peranan
pertama yang diajukan Prof. Sarwono adalah, ” Apakah Sauda- penting dalam menentukan arah dan jalannya perkembangan
ra memiliki ambisi menjadi Kepala Rumah Sakit Budi Kemuliaan ilmu pengetahuan di Indonesia. Prof. Sarwono mempunyai
menggantikan dr. Sarlono yang akan dijadikan Direktur Rumah nama terhormat dalam masyarakat ilmu pengetahuan interna-
Sakit St. Carolus ?” Mendapat pertanyaan seperti itu dr. Hanifa sional. Ia antara lain menjadi anggota Advisory Panel on Mater-
menjawab dengan tegas, ” Tidak Prof, sebetulnya saya tidak nal and Child Health of the WHO (1951-1955). Dari 1958-1962
suka praktik partikulir. Masih ada yang lebih tua dari saya sep- ia menjadi Wakil Ketua International Advisory Committee on
erti dr. Goelam dan dr. Iman Sujudi.” Research in the Natural Science Program of Unesco. Pernah
Kemudian Prof. Sarwono berkata sambil tersenyum kepada dr. pula dari tahun 1963 sampai 1968 menjadi anggota Executive
Hanifa. ”Praktik yang sudah berjalan jangan dihentikan sebab Committee “International Council of Scientific Unions.” Sejak
pemerintah belum dapat memberikan imbalan yang pantas.” 1965 hingga meninggalnya pada 1983 menjadi anggota World
Academy of Arts and Sciences. Pada tahun 1967-1970 pernah
Ketika kemudian dr. Hanifa mulai membantu membangun ba- menjadi anggota ICSU. “Committee on Science and Technol-
gian kebidanan di Fakultas Kedokteran dan RSUP di Jakarta ogy in Developing Countries”. Kemudian pada tahun 1970-1972
sering sekali dr. Hanifa menerima surat atau telegram dari Uni- menjadi anggota United Nations Advisory Committee on the
versitas Gajah Mada untuk pindah ke Jogjakarta. Ketika surat Applications of Science and Technology to Development. Se-
dan telegram itu diperlihatkan kepada Prof. Sarwono tampak menjak 1971 ia diangkat menjadi anggota kehormatan seumur
sekali bahwa ia sangat tersinggung dan meminta dr. Hanifa un- hidup oleh Pacific Science Association. Pada tahun 1972, Prof.

CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 49


Sarwono memperoleh Doktor Honoris Causa dari Universitas

korespondensi
Indonesia atas pemikirannya mengenai Keluarga Berencana
sebagai suatu program nasional. Setelah pensiun dari LIPI
Prof. Sarwono kembali ke bagian Kebidanan FKUI-RSCM dan
ikut bergabung kembali ke Klinik Raden Saleh untuk menangani
pasangan infertilitas.

Departemen Kesehatan setelah menyaksikan integritas Prof. Redaksi Yth,


Sarwono yang tinggi mempercayakan jabatan Ketua PPPEK Meningat masalah insomnia relatif sering ditemukan
Pusat (Panitia Pembinaan dan Pembangunan Etika Kedokte- pada lanjut usia, dan obat yang sering digunakan dapat
ran) kepadanya. Sewaktu Yayasan Bina Pustaka didirikan pada mempunyai efek samping yang membahayakan, mohon
tahun 1974, Prof. Sarwono menjadi ketua pertama. YBP adalah dapat diberikan informasi mengenai penanganan insom-
yayasan nirlaba yang bertujuan menerbitkan buku pelajaran nia pada lanjut usia
khususnya dalam ilmu kebidanan dan penyakit kandungan.
Dalam usia 70 tahun sebagai ketua editor buku ilmu kebidanan
dan penyakit kandungan edisi pertama dapat diterbitkan (1976)
Ikhlas Hasahtan
menyusul buku-buku lainnya yang berlangsung terus hingga Jember, Jawa Timur
saat ini. Untuk menghormati dan melestarikan cita-citanya nama
yayasan telah diganti namanya menjadi Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo. Jawaban:
Prof.Sarwono menerima tanda-tanda kehormatan antara lain
pada 20 Agustus 1971 berupa Groot Officer in de Orde Van Memang saat ini berbagai masalah lanjut usia sudah
Oranje Nassau (Belanda) disusul pemberian Commandeur in harus mulai diperhatikan mengingat rata-rata usia
de Kroon Orde (Belgia) pada tanggal 24 April 1973 dan pada
harapan hidup yang meningkat sesuai dengan pening-
tanggal 19 Mei 1973 berupa Bintang Mahaputra III.
katan kesejahteraan masyarakat.
Almarhum Prof. Sarwono meninggal pada 10 Oktober 1983 Pembahasan insomnia dapat dibaca di Cermin Dunia Ke-
pada pukul 14.30 WIB di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit dokteran edisi 53 tahun 1988 yang dapat saudara akses
Dr. Cipto Mangunkusumo. Jenazahnya dikebumikan keesokan melalui website www.kalbe.co.id/cdk
harinya di pemakaman keluarga di Desa Kempul, Kelurahan Artikel lain yang berkaitan dengan lanjut usia dapat
Taji, Klaten, 17 kilometer timur laut Yogyakarta secara seder- saudara peroleh dari antara lain website www.alzforum.
hana sesuai pribadinya sehari-hari yang sarat dengan keseder- org
hanaan.
Semoga bermanfaat
Referensi :
1. Kompas, 11 Oktober 1983 , Prof. Dr. Sarwono Prawiro-
hardjo Tutup Usia (Julius Pour) Redaksi
2. Catatan pribadi Prof. dr. Hanifa Wiknjosastro tentang Ri-
wayat Prof. Dr. dr. Sarwono Prawirohardjo

(Ari Satriyo Wibowo)

50 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


selama kurang lebih 50 tahun ke belakang. Beranjak dari ak-
tivitas yang telah dilakukan tersebut, diharapkan para praktisi
kesehatan dapat melihat jauh ke depan untuk melakukan apa
yang seharusnya dilakukan agar setiap wanita dapat mem-
Kegiatan peroleh pelayanan kesehatan yang terbaik.

Tema yang diangkat pada kongres AOCOG XX 2007 kali ini


Ilmiah yaitu New Tide in Obstetrics and Gynecology. Melalui tema ini
para ahli di bidang obstetri dan ginekologi saling berdiskusi,
bertukar pikiran, pendapat, dan pengalaman klinis yang berlatar
belakang ilmiah untuk membangun dunia kesehatan yang lebih
baik. Beberapa negara di Asia Oceania memiliki latar belakang
sejarah, budaya, bahasa, agama, dan etos kerja yang berbeda
satu dengan yang lainnya. Pada kesempatan kali ini masing-
masing negara memaparkan berbagai macam penelitian dan
AOCOG 2007 pengalaman klinis untuk didiskusikan pada forum yang penting
Golden Jubilee of Federation ini. Diskusi ilmiah ini sangat penting untuk bertukar pengalaman

The XXth Asia and Oceanic Congress


ilmiah dan kemudian diimplementasikan pada negaranya ma-
sing-masing.
of Obstetrics and Gynecology
Presentasi ilmiah dilakukan oleh berbagai nara sumber dari
(21-25 September 2007) berbagai negara di Asia Oceania. Berbagai acara ilmiah yang
Sebanyak lebih dari tiga dilakukan memiliki dampak yang positif terhadap kesehatan
ribu peserta yang berasal wanita. Beberapa kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan
dari beberapa negara di du- profesionalisme dan wawasan para dokter peserta. Hal ini dapat
nia terutama di Asia Ocea- tercipta melalui kegiatan kongres, pemaparan hasil penelitian,
nia menghadiri kongres penyampaian pengalaman di lapangan oleh para pembicara.
AOCOG XX 2007. Kongres
ini adalah even yang pen- Beberapa topik yang hangat dibicarakan dalam kongres yaitu
ting untuk kalangan praktisi mengenai perkembangan terapi terbaru pada kanker ovarium.
kedokteran di bidang obs- Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Mohamad Farid Azis, SpOG dari
tetri dan ginekologi di Asia Indonesia memberikan kuliah yang berjudul Novel Therapy in
Oceania. Kongres diadakan Advanced or Recurrent Ovarian Cancer. Pembicara lain dari
selama 5 hari sejak tanggal Indonesia yaitu dr. Wachyu Hadisaputra SpOG yang memberi-
21 hingga 25 September kan presentasi ilmiah mengenai peranan laparoskopi pada nyeri
2007 bertempat di Keio Ho- pelvis kronis. Selain itu, beberapa materi lain yang menarik
tel Plaza, Tokyo, Jepang. dibicarakan di antaranya yaitu mengenai Assisted reproductive
technology, tatalaksana persalinan prematur, pre eklampsia,
Kongres yang dilaksanakan sindroma metabolik yang terjadi pada wanita dengan sindrom
oleh Japan Society of Obstetrics and Gynecology secara resmi ovarium polikistik. dan masih banyak materi-materi lain yang
dibuka oleh Yuji Taketani, MD., PhD. selaku pesiden komite The menarik dan hangat didiskusikan.
XXth Asia and Oceanic Cong-ress of Obstetrics and Gynecol-
ogy. Kongres ini juga diadakan untuk memperingati perayaan Kongress yang diselenggarakan selama kurang lebih 5 hari ini
ke-50 Asia and Oceania Federation of Obstetrics and Gynecol- berlangsung sukses. Berbagai acara baik ilmiah maupun pro-
ogy (AOFOG). gram sosial berlangsung dengan baik. Kongres yang diadakan
diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan para
Jepang mengadakan AOCOG pertama kali pada tahun 1957. peserta di bidang obstetri dan kandungan, sekaligus sebagai wa-
Panitia merasa senang mendapat kehormatan untuk mengada- hana berbagi pengalaman berbagai dokter obstetri dan ginekolo-
kan AOCOG kembali yang merupakan kongres yang penting gi di seluruh dunia terutama di Asia Oceania.
dan terhormat. Kongres ini memberikan kesempatan bagi para
pesertanya untuk melihat kembali aktivitas yang telah dilakukan (WDA)

CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 51


Dinner Symposia Brexel di PERABOI ngan CR 13 % dan PR (partial response) sebesar 42 %, de-
ngan kesempatan operasi baik mastektomi maupun breast con-
(Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi) serving surgery secara bermakna lebih tinggi pada kelompok
Malang, 1 November 2007 docetaxel.

Dalam kumpulan penelitian docetaxel sebagai kemoterapi neo-


ajuvan, juga dilaporkan pemberian kemoterapi docetaxel tung-
gal maupun kombinasi dengan pemberian sequential maupun
concurrent didapatkan ORR yang hampir sama hingga di atas
79% .

Terakhir disampaikan laporan meta-analisis terbaru pemberian


kemoterapi taxoid dibandingkan kemoterapi non taxoid pada
kanker payudara stadium dini maupun lanjut : sebagai terapi lini
pertama pada kanker payudara stadium lanjut, overall survival,
disease free survival maupun overall response secara ber-
makna lebih tinggi pada kelompok taxoid. Demikian pula pada
meta-analisis dari 12 uji klinik yang melibatkan 21.191 pasien
(kelompok taxoid 11.069 dan kelompok non taxoid 10.122) di-
dapat kelompok taxoid secara bermakna meningkatkan over-
Dimoderatori oleh Dr.Edy Herman Tanggo, Sp.B(K).Onk, pem-
all survival dan disease free survival, dan pemberian taxoid
bicara Dr. Dradjat Suardi, Sp.B(K).Onk menyampaikan presen-
menggantikan antrasiklin tidak meningkatkan risiko kardiotoksik
tasi “The Role of Docetaxel in Breast Cancer” dan Prof.Arini
dengan laporan mual, muntah, lekemia sekunder serta sindrom
Setiawati Ph.D yang karena berhalangan diganti oleh penulis
mielodisplatik lebih rendah.
sendiri dengan judul “Pharmacology of Taxoid Especially with
Docetaxel”. Dalam Pharmacology of Taxoid Especially with Docetaxel,
dijelaskan sejarah zat aktif taxoid yang pertama kali ditemukan
Dalam presentasinya Dr. Dradjat menyampaikan pendahuluan
adalah paclitaxel dari spesies Taxus brevifolia di Eropa tahun
sejarah pemberian kemoterapi ajuvan modern pada kanker
1970 an dan kemudian berkembang ditemukan docetaxel dari
payudara mulai tahun 1970 dengan kemoterapi berbasis non
spesies Taxus baccata di Amerika tahun 1980 yang mulai diteli-
antrasiklin, dilanjutkan tahun 1980 dengan kemoterapi ber-
ti secara preklinik dan akhirnya di tahun 1996 untuk pertama
basis antrasiklin (doxorubicin/epirubicin), mulai tahun 1990
kalinya Docetaxel diakui sebagai terapi lini kedua pada kanker
berkembang kemoterapi berbasis taxoid baik dengan paclitaxel
payudara; hingga tahun 2007 ini docetaxel telah diakui untuk 5
maupun docetaxel dengan pemberian sekuensial A-T-C (An-
indikasi sebagai terapi utama pada kanker payudara kombinasi
trasiklin, Taxoid, Cyclophosphamide) atau A-C-T (Antrasiklin,
antrasiklin, kanker paru, kanker ovarium masing masing dalam
Cyclophosphamide, Taxoid) maupun kombinasi AT/TAC yang
kombinasi dengan kemoterapi platinum, kanker prostat kom-
menunjukkan efektivitas kombinasi Taxoid Antrasiklin jauh lebih
binasi docetaxel dengan prednison dan terbaru docetaxel se-
baik dibandingkan antrasiklin non taxoid sehingga di tahun 2000
bagai terapi induksi kombinasi cisplatin dan 5-FU pada kanker
mulai pula berkembang target terapi dalam kombinasi dengan
kepala dan leher.
kemoterapi.
Dalam penelitian preklinik diketahui secara farmakologi perbe-
Peran Docetaxel pada kanker payudara stadium dini
daan struktur molekul docetaxel dengan paclitaxel adalah pada
Docetaxel sebagai kemoterapi ajuvan pada kanker payudara
posisi 10 cincin baccatin gugus hydroxyl docetaxel menggan-
stadium dini, dalam uji klinik BCIRG 001 N+ polikemoterapi TAC
tikan gugus asetat pada paclitaxel dan posisi 3’ pada rantai
dibandingkan dengan FAC melibatkan 1.500 pasien dan North
samping gugus O-tertiary butyl docetaxel menggantikan gugus
American Intergroup N+ 1-3/N0 membandingkan AT dengan
phenylpropionate pada paclitaxel, potensi yang lebih besar
AC pada 3.200 pasien; didapatkan Disease Free Survival mau-
pada kelompok docetaxel baik dari kekuatan ikatan dengan b
pun Overall survival pada kelompok berbasis taxoid secara ber-
tubulin, retensi yang juga lebih lama dalam intraseluler kanker
makna lebih tinggi, bahkan dengan penilaian faktor HER2 positif
serta kekuatan mencetuskan apoptosis dengan menghambat
Disease Free Survival 2 dan 4 tahun pada kelompok Docetaxel
fosforisasi dari overekspresi onkoprotein bcl-2 yang ditemukan
lebih tinggi dibandingkan kelompok non docetaxel.
tinggi pada beberapa jenis sel kanker di antaranya pada kanker
Dalam Aberdeen TAX 301 Study yang melibatkan 162 pasien prostat, paru dan payudara menjadikan kekuatan apoptosis
kanker payudara stadium dini diperlihatkan peran Docetaxel se- docetaxel 100 kali lebih besar.
bagai neoajuvan pada kanker payudara dengan disain peneli-
Pada docetaxel terdapat korelasi antara dosis dengan efektivi-
tian: pasien mendapatkan pertama kali CVAP 4 siklus, kemu-
tas dan keamanan obat; respon didapatkan pada rentang do-
dian dibagi dalam kelompok respon (+) dan (-), di kelompok
sis 60-100 mg/m2, lama remisi maupun harapan hidup paling
respon (-) dilanjutkan dengan pemberian docetaxel tunggal 4 2
tinggi didapat pada dosis 100 mg/m tetapi dibatasi terutama
siklus dan di kelompok dengan respon (+) terbagi dalam 2 ke-
dengan kejadian efek samping netropenia sehingga dosis yang
lompok yaitu kelompok docetaxel 4 siklus dibandingkan dengan 2
direkomendasikan terutama adalah dosis 75 mg/m baik dalam
lanjutan pemberian CVAP 4 siklus, diperoleh hasil sbb:
pemberian tunggal maupun kombinasi, pemberian dapat sing-
CVAP Docetaxel Nilai p kat yaitu secara infus IV 1 jam; beberapa hal yang perlu diper-
hatikan adalah pemberian premedikasi golongan steroid yaitu
ORR 66 % 94 % 0,001 deksametason 16 mg dalam dosis terbagi 2 dimulai sehari se-
CR 34 % 62 % belum pemberian kemoterapi, pada hari pemberian kemoterapi
dan setelah pemberian kemoterapi, dengan tujuan mengurangi
ORR : Overall Response Rate, CR : Complete Response risiko hipersensitivitas, mencegah retensi cairan dan infus set
Dalam penelitian ini 43 pasien respon (-), dilanjutkan dengan khusus non PVC untuk mengurangi luruhnya DEHP dalam infus
pemberian docetaxel tunggal, dicapai ORR hingga 55 % de- set PVC. (ARI)

52 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


15th ASEAN Congress gen, dan menjamin hantaran dan utilisasi oksigen. Berbagai uji
klinik dan laboratorium menunjukkan bahwa paparan anestetik
of Anesthesiologists 2007 inhalasi dapat memberikan proteksi miokardium terhadap injuri
iskemia-reperfusi. Dari hasil meta-analisis 22 uji klinik secara
Pada tanggal 10-13 No- acak dengan total subyek 1922 pasien bedah jantung disimpul-
vember 2007 di Pattaya kan bahwa desflurane dan sevoflurane mengurangi infark mio-
Exhibition and Conven- kardium dan mortalitas secara bermakna dibandingkan dengan
tional Hall (PEACH) anestesia intravena total.
Royal Cliff Beach Resort,
Thailand berlangsung Sedangkan Ruenreon MD dalam presentasinya mengemukakan
th
15 ASEAN Congress bahwa desflurane 45% mempunyai efek neuroprotektif dengan
of Anesthesiologists menyebabkan vasodilatasi serebral dan menurun-kan resistensi
2007. serebrovaskuler, dengan peningkatan aliran darah serebral dan
penurunan kecepatan metabolisme serebral untuk oksigen.
Acara 15th ACA 2007 Desflurane juga dapat memperbaiki status metabolisme jarin-
yang didahului dengan gan otak (meningkatkan pO2 dan pH serta menurunkan pCO2
acara Pra-konggres (10 jaringan otak) jika tekanan perfusi otak dapat dipertahankan.
November 2007) tersebut Selain itu, desflurane juga dapat menurunkan kadar endotelin
mengambil tema “Glo- selama operasi sehingga berperan dalam pencegahan vaso-
balization and Coopera- spasme serebral akut. (EKM)
tion in Anesthesia, Pain
Management and Cri-ti-
cal Care Medicine” untuk Kongres ECCO ke-14, Barcelona, Spanyol
meningkatkan pengeta- 23-27 September 2007
huan dokter di bidang anestesia, penatalaksanaan nyeri pasca
operasi, dan perawatan intensif dengan topik yang beraneka Acara kongres ECCO (The European Can-
ragam. Acara ini diikuti sekitar 1.200 dokter spesialis dan res- cer Conference) ke-14 yang berlangsung dari
iden anestesi dari seluruh negara anggota ASEAN dengan tanggal 23-27 September 20007 di Barcelona
pembicara dari berbagai negara. Acara yang diselenggarakan dihadiri oleh lebih dari 12.000 peserta dari
> beberapa negara. Kongres terbesar di Eropa
di Thailand ini juga dalam rangka memperingati hari ulang
tahun ke-80 raja Thailand, Bhumibol Adulyadey. ini melibatkan forum multidisiplin onkologi,
mendiskusikan penelitian dan manajemen kanker, dengan fokus
Salah satu topik dalam simposium ini adalah mengenai “Anes-
untuk mentranlasikan pengetahuan kedokteran onkologi dan hasil
thesia Best Practices : An interactive symposium” yang dispon-
penelitian pada praktik klinis.
sori oleh Baxter Healthcare Co, Ltd dengan beberapa pembi-
cara yaitu Prof. Raafat Hanallah, MD dari Washington, Florian
Nuevo, MD, DPBA dari Filipina, dan Ruenreong Leelanukrom, 7th Scientific Meeting on Medical Informatics
MD dari Thailand. in Gunadarma, Depok - Malang, 3 November 2007
Dalam presentasinya, Prof. Raafat mengatakan bahwa aneste- Bertempat di Kampus Depok Universitas Gu-
tik ideal untuk tonsilektomi anak adalah anestetik yang memberi- nadarma, Sabtu 3 November 2007 telah dia-
kan onset cepat, mudah dalam mengatur kedalaman anestesia dakan Seminar Internasional Informatika Ke-
selama operasi, pulih sadar yang cepat dan bebas dari rasa dokteran. Acara yang dihadiri oleh sekitar 300
nyeri, muntah, dan efek samping yang tidak menyenangkan. In- peserta kali ini cukup istimewa dibandingkan
duksi inhalasi merupakan teknik yang populer pada anestesia pertemuan-pertemuan ilmiah sebelumnya
pediatrik. Untuk induksi inhalasi biasanya digunakan sevoflu- yang diadakan oleh Pusat Studi Informatika
rane yang baunya tidak tajam sehingga kurang mengiritasi jalan Kedokteran Universitas Gunadarma. Selain karena seminar ini bisa
napas dan mempunyai onset cepat. diikuti oleh peserta dari Universitas Brawijaya Malang dengan video
conference, hadir 2 pembicara dari luar negeri, pakar Informatika
Sedangkan untuk pemeliharaan anestesia, desflurane meru- Kedokteran dunia yaitu: Prof KC Lun dari Singapura dan Prof M
pakan anestetik yang sangat sesuai karena desflurane mem- Paindavoine dari Perancis. Acara ini terselenggara berkat kerjasa-
punyai kelarutan dalam darah yang sangat rendah (koefisien ma dengan Perhimpunan Informatika Kedokteran Indonesia (PIKIN)
partisi 0,42) sehingga pulih sadar setelah penggunaan desflu- serta mendapat dukungan penuh dari Departemen Kesehatan dan
rane sangat cepat. Pemberian desflurane untuk pemeliharaan Departemen Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
anestesia setelah pemberian sevoflurane untuk induksi sangat
bermanfaat pada pasien tonsilektomi jika waktu operasi tidak
dapat diperkirakan secara pasti, dan jika diperlukan pulih sa- International Symposium and Exhibition
dar dan kembalinya refleks jalan napas yang cepat. Pulih sadar in Aesthetic Medicine, Jakarta, 23 - 25 November 2007
yang cepat sering dikaitkan dengan agitasi pasca operasi, na-
Bertempat di Hotel Ritz Carlton Pacific
mun analgesia yang adekuat dapat meminimalisasi terjadinya
Place Jakarta, berkumpul sekitar 600 dok-
agitasi tersebut. Pengalaman saat ini menunjukkan bahwa fen- ter yang berminat terhadap Kedokteran
tanyl 2-3 mcg/kg efektif mengurangi agitasi pasca operasi tanpa Estetika. Sebagian besar peserta yang
memperlambat pulih sadar pada penggunaan desflurane atau datang dari seluruh Indonesia adalah ang-
sevoflurane untuk anak-anak dengan prosedur THT. gota perhimpunan seminat Dokter Este-
tika Indonesia (PERDESTI). Dalam sambutannya, Ketua Panitia
Adapun Florian Nuevo, MD mengemukakan bahwa risiko iskemi
dr Theyroto menjelaskan mengenai tema yang diusung acara yang
jantung dapat dikurangi dengan anestetik yang tidak menyebab- juga diikuti dengan Rakernas pertama dari organisasi ini yaitu, “the
kan depresi jantung, mempertahankan fungsi hemodinamik dan latest breakthrough in aesthetic medicine”.
jantung yang baik, meminimalkan peningkatan kebutuhan oksi-

CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 53


@ globalmedica@cbn.net.id
& 021-30041026
calendar : 021-30041027; 453 5833

JAN-MAR ’07 The International Conference on Fixed Combination in the


Treatment of Hypertension and Dyslipidemia 2008
2 07 – 10 Februari 2008
8 InterContinental, Budapest, Hungary
Calendar Jan ‘08 - Internal medicine, cardiology, nephrology, family medicine
and primary care physicians
The 1st International Symposium on Molecular Pathogene- ! Conference Secretariat Fixed ‘08 Secretariat c/o Paragon
sis 2008 & Workshop: “Synthetic Genes and Their Uses for Conventions 18 Avenue Louis-Casai 5th floor 1209 Gene-
Various Applications” va, Switzerland
2 15 – 17 Januari 2008 @ yaara@paragon-conventions.com;
8 Aula Barat ITB, Bandung fixed@paragon-conventions.com
- Pharmacist, scientist, lecturer, student & +41 (0)22 747 7930
! Secretariat, School of Pharmacy, ITB Bandung : +41 (0)22 747 7999
@ farmasetika@fa.itb.ac.id
& +62-22-250-4852 or + 62 813 218 41661 Symposium on Diabetic Limb 2008
: +62-22-250-4852 2 08 – 09 Februari 2008
8 Hyatt Regency Hotel, Bandung
PIN Dental Terapan Klinik ke-2 ! Pharma-Pro Taman Palem Lestari, Perkantoran Fantasi
2 25 – 26 Januari 2008 Blok W/29 Jl. Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng,
8 Hotel Millennium, Jakarta JAKARTA, 11830
- Dokter gigi @ paulinalo@pharma-pro.com
! Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Anak Fakultas Kedokteran & 62-21-55960180
Gigi UI : 62-21-55960179
@ marketing@geoconvex.co.id : Paulina
& (021) 584-6203
: Drg. Rianto 0812-919 0077 ; Drg. Hetty Widyawati 0888- Symposium on Resuscitation 2008 : New Guidelines
8387 4 2 09 – 10 Februari 2008
8 Novotel Mangga Dua Hotel, Jakarta
4th Asian Pacific Congress of Heart Failure 2008 ! Geoconvex Office: Jl. Kebon Sirih Timur 4 Jakarta Pusat
2 31 Januari – 03 Februari 2008 (10340) Indonesia
8 the Melbourne Exhibition Centre, Melbourne, Australia @ marketing@geoconvex.co.id
- dokter perusahaan & +62-21 3149318 / 3149319 / 2305835
! 4th Asian Pacific Congress of Heart Failure Congress Man- : +62-21 3153392
agers : Jery Londa
GPO Box 128, Sydney Australia 2001
@ apchf@tourhosts.com.au EASL-AASLD-APASL-ALEH-IASL Conference : Hepatitis B
& +61 2 9265 0700 & C Virus Resistance to Antiviral Therapies
: +61 2 9265 5443 2 14 – 16 Februari 2008
: Congress Managers 8 Paris, Perancis
! Kenes International 1-3, rue de Chantepoulet P.O. Box
1726 CH-1211 Geneva 1 Switzerland
Calendar Feb ‘08 @ resistance@easl.ch
& +41 22 908 0488
1st International Conference on Drug Design and Disco- : +41 22 732 2850
very (ICDDD 2008)
2 04 – 07 Februari 2008 The 6th World Congress on the Aging Male 2008
8 Dubai World Trade Centre, United Arab Emirates, Dubai 2 21 – 24 Februari 2008
- Chemists, pharmacologists, biotechnologists, and other al- 8 Tampa Convention Center, Tampa, USA
lied professionals - ISSAM member
! 1st International Conference on Drug Design & Discovery ! ISSAM Administrative Office c/o Kenes International, 17
Executive Suite Y - 26 P.O. Box 7917, Saif Zone Sharjah, Rue du Cendrier, CH-1211 Geneva 1, Switzerland
U.A.E. @ aging@kenes.com
@ info@icddd.com & +41 22 908 0488
& +971-6-5571132 : +41 22 732 2850
: +971-6-5571134
Basic Management of Trauma Emergency in Primary Care
World Cancer Day 2008 2008
2 04 Februari 2008 2 23 Februari 2008
8 Jakarta 8 Ruang Seminar Gd. AR Fachruddin Kampus Terpadu
- Dokter dan awam UGM, Yogyakarta
! Yayasan Kanker Indonesia bekerja sama dengan Global - Bedah ortopedi, bedah saraf, perawat
Medica ! Gd. FK UMY Komp. Eksakta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

54 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008


@ PSDXIX@yahoo.com MedChem India 2008
& 0274-690 0561 2 18 – 19 Maret 2008
: Gatot 0813 284 34034, Nareswari 0812 271 9778 8 Chancery Pavillion, Bangalore, India
- pharmacist, chemist
@ paul.raggett@selectbiosciences.com
Calendar Mar ‘08 & +44 (0) 1787 315117
: Paul Raggett, Exhibition Manager
STROMA (Symposium of Technological Revolution in Medi-
cal Application Kongres PDGI XXIII 2008
2 01 – 05 Maret 2008 2 19 – 22 Maret 2008
8 Kampus Atma Jaya Semanggi 8 Hotel Shangri-La, Surabaya
! Kampus Atma Jaya Semanggi, Jl. Jend. Sudirman Jakarta - dokter gigi
& 08196052437 / 08158813900 ! Sekretariat Persatuan Dokter Gigi Indonesia cabang
: Alexander A.S./Sarindra W.S. Surabaya Klampis Aji 1 No. 9 Blok P , Surabaya
@ pdgi_23@yahoo.com; khrisna@indo.net.id; rachmadipri@
yahoo.com; emunadziroh@yahoo.com
Annual Scientific Meeting dan Temu Alumni 2008 & (031) 5036864
2 06 – 07 Maret 2008 : (031) 5036864
8 Kampus FK UGM, Yogyakarta : drg. Bambang Agustono, Mkes, drg. Priyawan Rachmadi,
! Gedung KPTU Lantai II FK UGM Jl. Farmako, Sekip, Yog- PhD
yakarta 55281
@ alumnifk@ugm.ac.id; komkagama_yog@yahoo.com 2nd International Meeting on Congenital Anomaly 2008
& 0274-560300 ext 206 2 21 – 22 Maret 2008
: 0274-581876 8 Jakarta, Indonesia
: Febi - Paediatric surgeon, Paediatric, General surgeon, Ob/Gyn,
and Internal Medicine
! Pharma-Pro Taman Palem Lestari, Perkantoran Fantasi
2nd International Conference on Hypertension, Lipids, Dia- Blok W/29 Jl. Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng,
betes and Stroke Prevention JAKARTA 11830
2 06 – 08 Maret 2008 @ isoca@pharma-pro.com
8 Prague, Czech Republic & 021-31909382
- Dokter dan Tenaga Kesehatan : 021-31909382
! Global Congress Organizers and Association Management : Tiolan 081317857586
Services 17 Rue du Cendrier PO Box 1726 CH-1211 Ge-
neva 1, Switzerland APASL 2008 - 18th Conference of the Asian Pacific Asso-
@ strokeprevention08@kenes.com ciation for the Study of the Liver
& +41 22 908 0488 2 23- 26 Maret 2008
: +41 22 732 2850 8 COEX Convention Center, Seoul, Korea
- Gastroenterologist, Hepatologist, Digestive Surgeon, inter-
European Congress of Radiology 2008 nist
2 07 – 11 Maret 2008 ! INSESSION International Convention Services, Inc. 3rd Fl.
8 Vienna, Austria 672-35 Yeoksam-dong, Gangnam-gu Seoul 135-915, Ko-
- Radiolog rea
@ communications@myESR.org @ info@apaslseoul2008.org
& +43 1 533 40 64 - 0 & +82-2-538-5868, 82-2-3471-8555
: +82-2-521-8683

World Kidney Day 2008 - Seminar Nasional Ginjal & Hiper-


tensi 2 : Tanggal
2 08 Maret 2008 8 : Tempat
8 Hotel Borobudur, Jakarta - : Kalangan
- Dokter ! : Sekretariat
! Global Medica @ : Email
@ globalmedica@cbn.net.id & : Telephone
& 021-30041026 : : Fax
: 021-30041027; 453 5833 : : Contact Person

CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 55


?
Ruang Penyegar dan Penambah
Ilmu Kedokteran
Dapatkah sejawat menjawab
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini?

Jawablah B jika benar, S jika salah

Jawaban dari pertanyaan berikut dapat ditemukan di Jawaban dari pertanyaan berikut dapat ditemukan di
artikel : artikel :
Terapi Pre eklampsia Risiko Anovulasi pada Penderita Infertil dengan
Hi perprolaktinemia
Oleh : Caroline Hutomo
Oleh : IB Putra Adnyana,Haya Harareth

1. Pre eklampsia dicirikan dengan hipertensi dan pro- 1. Infertilitas primer ialah jika perempuan belum ber-
teinuria hasil hamil walaupun bersanggama teratur dan di-
hadapkan pada kemungkinan kehamilan selama 12
2. MgSO4 merupakan antikonvulsan terpilih pada bulan berturut-turut.
eklampsia
2. Gangguan kerja ovarium dapat disebabkan oleh per-
3. MgSO4 hanya bisa diberikan secara intravena ubahan berat badan berlebihan

4. Diazepam aman digunakan oleh perempuan hamil 3. Nilai normal prolaktin serum lebih tinggi di kalangan
anak-anak
5. Klonidin bersifat beta-bloker
4. Hiperprolaktinemi menyebabkan peningkatan sekresi
6. Nifedipin hanya tersedia dalam bentuk preparat oral FSH dan LH

7. Anti hipertensi digunakan pada eklampsia jika tekan- 5. USG dapat membedakan tingkat maturitas folikel.
an diastolik > 120 mmHg
6. Sindrom Stein Leventhal biasa diderita perempuan
8. Efektivitas fenitoin berkurang jika digunakan bersama menjelang menopause
karbamazepin
7. Ovarium polikistik antara lain ditandai dengan pengu-
9. Bahaya penurunan tekanan darah ialah hipoperfusi rangan jumlah folikel yang terlihat melalui USG
uterus
8. Kadar prolaktin > 50 ug/ml memastikan diagnosis
10. Labetalol tersedia dalam bentuk preparat intravena tumor hipofisis

9. Ketidakseimbangan hormonal juga bisa dipengaruhi


oleh hipotalamus

10.Hiperprolaktinemi mengurangi risiko anovulasi

JAWABAN: JAWABAN:
1.B 2.B 3.S 4.S 5.S 6.B 7.S 8.B 9.B 10.B 1.B 2.B 3.S 4.S 5.B 6.S 7.S 8.S 9.B 10.S

56 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008