Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI
KEGIATAN
MELIPAT KERTAS PADA ANAK KELOMPOK B
KB ABA HARAPAN BUNDA DESA LUWIJAWA
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir


Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PAUD 4501)
Pada Program S I PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu
Disusun Oleh
Nama

: EKA TUTI SILASIPUSPITA WATI

NIM

: 822342056

Masa Ujian

: 2014.1

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)


UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAN BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ) PURWOKERTO
POKJAR SLAWI
2014

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Penelitian Tindakan Kelas Berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik
Halus Melalui Kegiatan Melipat Kertas di Kelompok B Kelompok Bermain Tahun
Pelajaran 2013/2014
Nama Mahasiswa

: EKA TUTI SILASIPUSPITA WATI

NIM

: 822342056

Program Studi

: SI PAUD

Tempat mengajar

: Kelompok Bermain Jatinegara Kab. Tegall

Waktu pelaksanaan

: Siklus I

: 17,18,19,20,21 Februari 2014

Siklus II

: 24,25,26,27,28 Februari 2014

Masalah yang menjadi fokus perbaikan :


Dengan penggunaan kegiatan melipat untuk meningkatkan kemampuan motorik halus
peserta didik di kelompok B Kelompok Bermain Luwijawa Kecamatan Jatinegara
Kabupaten Tegal.
Slawi,

Maret 2014

Mengetahui,
Pembimbing

ANI RATNAWATI, S.Pd AUD

Mahasiswa

EKA TUTI SILASIPUSPITA WATI

MOTTO

Hidup adalah perjuangan, barang siapa yang berjuang


keras tentu dia akan menuai hasil yang
membanggakan.
Berangkat dengan penuh keyakinan;
Berjalan dengan penuh keikhlasan;
Istqomah dalam menghadapi cobaan.

LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan praktik Pemantapan


Kemampuan Profesional (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk memenuhi mata
kuliah PKP pada Program Studi S1 PAUD Universitas Terbuka (UT) seluruhnya
merupakan hasil karya saya sendiri.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan laporan PKP yang saya kutip dari
hasil karya orang lain telah dituliskan dalam sumbernya secara jelas sesuai dengan norma,
kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah.
Apabila di kemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan PKP ini bukan
hasil karya saya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia
menerima sanksi, termasuk pencabutan gelar akademik yang saya sandang sesuai dengan
perundang-undangan yang berlaku.

Jatinegara,

Maret 2014

Yang membuat pernyataan,

EKA TUTI SILASIPUSPITA WATI


NIM. 822342056

KATA PENGANTAR
Rasa syukur dan doa senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas Taufik
dan HidayahNya, sehingga penulis berkesempatan menyusun laporan yang sangat
sederhana ini.
Laporan ini dapat tersusun, atas bimbingan dan dukungan dari semua pihak ,
sehingga penulis mengucapkan syukur dan terimakasih kepada :
1. Bapak Drs. Samsu Islam, M.Pd , selaku pengelola UPBJJ Purwokerto Pokjar Slawi
Kabupaten Tegall.
2. Bapak Abadi Pitojo, M.Pd , Selaku Pengelola UT Pokjar Slawi
3. Ibu Rabbiaini, S.Pd AUD selaku Supervisor yang telah memberi saran dan koreksi
dalam bimbingan laporan ini.
4. Ibu Any Ratnawati, S.Pd AUD selaku Supervisor I.
5. Ibu Meningar Frastiyaningsih selaku Penilai dalam pelaksanaan penelitian
6. Ibu Oktin Ngraheni, S.Pd AUD selaku Supervisor II.
7. Yayu Ida Riyanti, S.Pd AUD Selaku teman sejawat.
8. Bapak Kholikin, S.Pd Selaku Kepala Sekolah KB Harapan Bunda Desa Luwijawa
yang telah memberi izin dalam pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas.
9.

Rekan-rekan guru di KB ABA Harapan Bunda Desa Luwijawa Kecamatan


Jatinegara Kabupaten Tegall.

10. Suami dan anak yang telah mendukung.


11. Orang tua yang telah memberi semangat.
Penulis menyadari bahwa laporan hasil penelitian ini jauh dari sempurna, karena itu
penulis mengharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak, serta penulis juga
berharap mudah-mudahan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi
penelitian selanjutnya.
Slawi,
Maret 2014

Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................
LEMBAR PENGESAHAN ..
MOTTO .
LEMBAR BEBAS PLAGIAT ..
KATA PENGANTAR ...
DAFTAR ISI .....
DAFTAR TABEL .
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR GRAFIK ...........
DAFTAR LAMPIRAN .....
ABSTRAK
1
1
1
1
2
2
2
3
5
10
10
11
17
17
22
25
25
25
27

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ....................................................


B. Rumusan Masalah .................
C. Tujuan Perbaikan Pembelajaran..........................................
D. Manfaat Penelitian Perbaikan ............................................
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

i
i
ii
iii
iv
v
vi
vii

A. Pengertian Perkembangan Motorik ....................................


B. Pengertian Motorik Halus..................
C. Pengertian Melipat ..............................................................
D. Metode Pembelajaran Motorik Halus..................................
E. Metode Demonstrasi . .................................................
G. Manfaat Metode Demonstrasi.....
H. Tujuan Metode Demonstrasi .............................................
BAB III

PELAKSANAAN PELATIHAN ...........................................

A. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian ............................


B. Desain Prosedur Perbaikan ...............................................

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN ..............................................

A. Deskripsi Hasil Penelitian


B. Pembahasan Hasil Penelitian
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT ...

1. Simpulan ...
2. Saran Tindak Lanjut .
DAFTAR PUSTAKA ...

DAFTAR TABEL
Tabel III A.1. : Daftar Anak Kelompok B KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Keadaan Anak Didik KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Daftar Anak Kelompok B KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Keadaan Anak Didik KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Daftar Anak Kelompok B KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Keadaan Anak Didik KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................

DAFTAR GAMBAR
Gambar III A.1. : Daftar Anak Kelompok B KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Keadaan Anak Didik KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Daftar Anak Kelompok B KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Keadaan Anak Didik KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Daftar Anak Kelompok B KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Keadaan Anak Didik KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................

DAFTAR GRAFIK
Grafik IV A.1. : Diagram Nilai Kemampuan Kognitif melalui kemampuan
tugas Kelompok B KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Keadaan Anak Didik KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Daftar Anak Kelompok B KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Keadaan Anak Didik KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Daftar Anak Kelompok B KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................
Tabel III A.1. : Keadaan Anak Didik KB ABA Harapan Bunda
Desa Luwijawa .......................................................

DAFTAR LAMPIRAN

1. Biodata Peneliti ..
2. Surat Kesediaan Sebagai Supervisor 2 ...........................
3. Rancangan Satu Siklus (Siklus I) ........................................................
4. Rencana Kegiatan Mingguan (RKM) Siklus I......................................
5. Rencana Kegiatan Harian (RKH) Siklus I . .................................
6. Skenario Perbaikan Siklus I .. ..............
7. Lembar Observasi Siklus I ..
8. Rancangan Satu Siklus (Siklus I) ........................................................
9. Rencana Kegiatan Mingguan (RKM) Siklus I......................................
10. Rencana Kegiatan Harian (RKH) Siklus I . .................................
11. Skenario Perbaikan Siklus I .. ..............
12. Lembar Observasi Siklus I ..
13. Foto Kegiatan Melipat Kelompok B KB ABA Harapan Bunda

ABSTRAK
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI
KEGIATAN
MELIPAT KERTAS PADA ANAK KELOMPOK B
KB ABA HARAPAN BUNDA DESA LUWIJAWA
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
EKA TUTI SILASIPUSPITA WATI
NIM

: 827342056

ABSTRAK
Masalah penelitian ini berawal dari observasi di lapangan, diketahui kegiatan
melipat kertas dilakukanhanya 1-2 kali dalam satu minggu, bahkan dalam satu minggu
tidak

ada

kegiatan

bermain

melipat

kertas.

Selain

itu, pada proses kegiatan melipat banyak guru yang tidak mempertimbangkan tahapan meli
pat anak. Hal inimenyebabkan perlu adanya penelitian tentang peningkatan kemampuan
motorik halus melalui kegiatan melipatkertas sederhana pada anak kelompok B KB ABA
Harapan Bunda Desa Luwijawa Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegall Tahun2014.
Berdasarkan pada permasalahan penelitian tindakan kelas maka, tujuan
penelitian tindakan kelas iniadalah mendeskripsikan bahwa kegiatan melipat kertas
sederhana dapat meningkatkan kemampuan motorik halusanak di kelompok B KB ABA

Harapan

Bunda

Desa

Luwijawa

KecamatanJatinegara

Kabupaten

Tegal

Tahun2014.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Subyek


penelitian guru dan anak kelompok B KB ABA Harapan Bunda Desa Luwijawa
KecamatanJatinegara Kabupaten Tegal Tahun 2014, dengan jumlah pesertadidik 20 anak.
Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi.Teknik analisis data yang
digunakan secara deskriptif kuantitatif dimana tingkat keberhasilan penelitian berhasil bila
lembar

observasi

kemampuan

motorik

halus

mencapai 80%.Langkah-langkah

pembelajaran melipat kertas: persiapaan alat dan bahan, guru mendemonstrasikantahapan


melipat kertas. Latihan 1 membentuk bentuk Kipas, latihan 2 membentuk bentuk Perahu
Layar, latihan 3 membentuk bentuk rumah, latihan 4 membentuk bentuk bunga tulip,
latihan 5 membentuk bentuk kucing, dan latihan 6 membentuk bentuk kupu-kupu. Hasil
penelitian menunjukkan skor keberhasilan pada siklus I sebesar 52%menjadi 92% pada
siklus II. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 40%.Berdasarkan hasil penelitian
kegiatan kemampuan motorik halus dapat dilakukan dengan kegiatanmelipat kertas.
Disarankan kepada guru dapat menerapkan kegiatan bermain melipat kertas untuk
meningkatkankemampuan motorik halus anak. Bagi sekolah disarankan penelitian ini
dapat dijadikan kebijakan dalammeningkatkan kemampuan motorik halus. Disarankan
pada peneliti lain agar dapat menerapkan melipat kertas pada perkembangan aspek bahasa
dan kognitif.
Kata kunci : kemampuan motorik halus, melipat kertas.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan Kelompok Bermain (KB) merupakan salah satu bentuk lembaga
pendidikan Prasekolah, tugas utama KB adalah mempersiapkan anak dengan
memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap/prilaku, dan ketrampilan agar anak dapat
melanjutkan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar. Untuk dapat menggali
potensi yang dimiliki oleh setiap anak, maka diperlukan adanya usaha yang sesuai dengan
kondisi anak masing-masing. Upaya ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara
termasuk meningkatkan motorik halus anak dengan melipat kertas.
Usia dini dianggap sebagai usia keemasan (the golden age) karena pada usia
tersebut anak sedang mengalami perkembangan yang sangat besar baik secara fisik,
maupun psikis. Pada usia 4-6 tahun merupakan masa peka
dalam

perkembangan

aspek berpikir logis anak. Masa peka adalah masa

terjadinya pematangan fungsi-fungsi dan psikis yang siap

merespon

stimulasi

dan

mengasimilasi atau menginternalisasikan ke dalam pribadinya. Pada masa ini merupakan


masa awal pengembangan kemampuanfisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep
diri,disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama (Depdiknas, 2007: 1).Melipat
kertas digunakan untuk melatih motorik halus anak karena kegiatan dalam melipat kertas
menuntut gerakan otot-otot jari, pergelangan tangan yang membutuhkan koordinasi mata
dan tangan,kecepatan, ketepatan telapak dan jari serta membantu koordinasikan mata dan
tangan. Kegiatan melipat kertas bertujuan melatih konsentrasi anak dalam menentukan
ltan-ltan (Yani Mulyani dan Juliska Gracinia, 2007: 10) Aktivitas melipat kertas memiliki
kelebihan terutama melatih motorik anak diantaranya untuk kehidupan sehari-hari seperti
kemampuan

memegang,

menggenggam,

meremas

dan

untuk

mengikuti pelajaran akademik. Salah satu aspek ketrampilan motorik halus yang diajarkan
di Kelompok Bermain adalah : melipat, menggunting, menggambar, menempel, meronce,
mewarnai, menganyam. Dengan kegiatan melipat, anak-anak diharapkan akan mampu
meningkatkan motorik halusnya.

Ketika proses pembelajaran tentang cara melipat melalui metode pemberian tugas
di kelompok B KB Luwijawa kondisi awal sebelum dilakukan penelitian, faktor-faktor
yang terjadi adalah :
a.

Proses belajar tidak berjalan lancar karena anak sibuk bermain sendiri-sendiri .

b. Kesulitan anak dalam melipat tidak pas sehingga anak tidak menyukai pembelajaran
melipat.
c.

Anak kurang percaya diri dalam pembelajaran melipat.


Melihat proses pembelajaran di atas dapat ditemukan akar permasalahannya,
penulis menindak lanjuti dengan teman sejawat dan berkonsultasi dengan pembimbing
untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah. Penulis kemudian melakukan
penelitian tindakan kelas agar dapat menyelesaiakan permasalahananya.
Dari latar belakang identifikasi masalah maka muncul analisis masalah sebagai
berikut :

a.

Keaktifan peserta didik masih rendah

b. Peserta didik kurang konsentrasi dalam menerima pembelajaran


c.

Guru belum menggunakan media pembelajaran yang sesuai

d. Perencanaan yang disusun belum menggunakan strategi yang tepat.


B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian masalah diatas dari pengalaman secara langsung dalam
melaksanakan proses pembelajaran di Kelompok Bermain (KB) Luwijawa, maka peneliti
dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
Apakah kegiatan metode kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar melipat pada usia 24 tahun di Kelompok Bermain (KB) Luwijawa Kecamatan Jatinegara Kab. Tegall ?
C. Tujuan Penelitian Perbaikan Masalah
Tujuan penelitian perbaikan pembelajaran adalah :
1. Mendeskripsikan apakah melipat kertas dapat meningkatkan
kemampuan motorik halus anak di kelompok B KB Luwijawa Kecamatan Jatinegara
Kabupaten Tegall Tahun 2013
2. Meningkatkan hasil belajar Melipat di KB Luwijawa
3. Meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan melaksanakan
pembelajaran Melipat.
D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Hasil penelitian ini bermanfaat bagi :
1.
a.
b.
c.

Peserta Didik
Meningkatkan semangat belajar peserta didik
Meningkatkan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran Melipat
Peserta didik akan meningkatkan hasil belajarnya karena dalam pembelajaran guru

menggunakan metode yang tepat.


2. Guru

a. Mampu memperbaiki pembelajaran


b. Mampu mengembangkan kemampuan dalam menganalisis suatu kegiatan anak di lembaga
c.

PAUD.
Menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan guru dalam meningkatkan
motorik halus anak melalui kegiatan melipat yang lebih menarik dan menyenangkan

sehingga tercipta suasana pembelajaran yang lebih baik.


3. Lembaga PAUD (Kelompok Bermain)
a. Memberi masukan terhadap kegiatan pengembangan anak di KB (Kelompok Bermain)
b. Kemampuan guru dalam melakukan PTK dengan berbagai strategi perbaikan
pembelajaran, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara optimal dan
hasilnya bisa disebarluaskan ke lembaga PAUD lain dalam hal ini KB (Kelompok
Bermain).

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian dan Perkembangan Motorik Anak TK
Gerakan motorik halus menurut pendapatSusanto (2011: 164), merupakan gerakan
yang hanyamelibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dandilakukan oleh otot-otot kecil,
seperti ketrampilanmenggunakan jari jemari tangan dan
gerakan pergelangan tangan yang tepat. Gerakan ini tidak banyak memerlukan tenaga,
namun hanya memerlukankoordinasi mata dan tangan yang cermat. Pendapat diatas
didukung oleh pendapat dari Yamin (2010:137),yang mengatakan bahwa setiap gerakan
yang dilakukananak akan melibatkan koordinasi tangan dan mata.Semakin banyak gerakan
yang dilakukan anak, makasemakin banyak pula koordinasi yang diperlukan anak,setiap
gerakan yang dilakukan anak akan melibatkankoordinasi tangan dan mata. Oleh karena itu,
anak perlumendapatkan banyak kegiatan yang menunjangkemampuan koordinasi tangan
dan mata serta, yangtentunya dirancang dengan baik sesuai dengan usia perkembangan
anak.Ketrampilan motorik halus yang paling utamaadalah kemampuan memegang pensil
dengan tepatyang diperlukan untuk menulis kelak. Pada awalnyaanak memegang pensil
dengan cara menggenggamseluruh pensil dan digunakan hanya untuk mencorat-coret. Cara
ini dilakukan oleh anak usia 2-3 tahun(Depdiknas, 2007: 10).
Dalam buku anak prasekolah (2000) tertulis bahwa masa lima tahun pertama adalah
masa pesatnya perkembangan motoric anak. Motoric adalah semua gerakan yang mungkin
dapat diperoleh seluruh tubuh sedangkan perkembangan motorik dapat disebut sebagai
perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh.

Dalam buku balita dan maslah perkembangannya (2001) secara umum ada tiga
tahap perkembangan keterampilan motoric anak pada usia dini yaitu : tahap kognitif,
asosiatif dan autonomous. Peranan kemampuan motoric untuk kognitif anak Maxim 1993
menyatakan bahwa aktivitas fisik akan meningkatkan pula rasa keingintahuan anak dan
membuat anak-anak akan memperhatikan benda-benda, menangkapnya, mencobanya
melemparkannya/menjatuhkannya, mengambil, mengocok-ngocok dan meletakkan
kembali benda-benda kedalam tempatnya.
Walkey (1996) berpendapat perkembangan anak baik motoric halus maupun kasar
usia berdasarkan kronologi usia 0-5 tahun. Program perkembangan menurut Walkey (1996)
seperti berikut ini :
1. Karakteristik perkembangan gerak anak umur 0-1 Tahun
2. Program kegiatan pengembangan gerak anak umur 0-1 tahun
3. Karakteristik perkembangan gerak anak usia > 1-2 Thun
4. Program pengembangan gerak anak usia > 2-3 tahun
5. Karakteristik pengembangan gerak anak usia > 2-3 tahun
6. Program pengembangan gerak anak usia > 2-3 tahun
7. Karakteristik perkembangan gerak anak usia >3-4 tahun
8. Program kegiatan pengembangan gerak anak usia >3-4 tahun
9. Karakteristik perkembangan gerak anak usia >4-5 tahun
10. Program kegiatan pengembangan gerak anak usia prasekolah usia >4-5
tahun.
Banyak ahli yang telah mencoba membuat pengelompokkan-pengelompokkan
gerakan manusia salah satunya adalah : Anita Harrow menurut teori taksonomi yang
dikemukakan oleh Harrow (1971). Malina (1991) Dauer dan Panggrazi 1986 serta Kogan
(1982) berpendapat bahwa gerakan dasar fundamental. Menurut Sayuti Sahara (2003)
gerak lokomotor merupakan gerak dasar yang menjadi fondasi untuk dipelajari,
diperkenalkan pada anak usia TK.
Es Panchade dan Eckert (1980) seperti dikutip Zahara (2007) menyimpulkan hasil
penelitiannya tentang kemampuan meniti ini sebagai berikut :
a. Gerakan naik dicapai gerakan turun pada tingkat pencapaian yang sama
b. Kegiatan dapat diselesaikan dengan bantuan sebelum dilakukan sendiri
c. Si anak akan selalu memilih yang lebih pendek dibandingkan dengan yang
lebih panjang
d. Tangga yang tidak terlalu tinggi akan dapat dikuasai sebelum penguasaan
yang seukuran dewasa.
Menurut Tegalno (1991) seperti yang telah di kutip oleh Catron dan Allen dalam
bukunya Early Curriculum, A Creative Play model potensi kreatif anak dapat dilihat dari
dua sisi yaitu karakteristik kognitif dan kepribadian.
B. Pengertian Bermain bagi Anak
Para pakar sering mengatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain-main
terungkap berbagai bentuk apabila anak-anak sedang beraktivitas. Anak-anak sering ingin
tetap bermain walau sebenarnya mereka telah mendekati kelelahan yang sangat (Frost
1992).

1.

Arti bermain bagi anak


Berdasarkan pengamatan, pengalaman dan hasil penelitian para ahli dapat

dikatakan bahwa bermain mempunyai arti sebagai berikut :


- Anak memperoleh kesempatan mengembangkan potensi-potensi yang ada
padanya.
- Anak akan menemukan dirinya
- Memberikan peluang bagi anak untuk berkembang seutuhnya
- Anak terbiasa menggunakan seluruh aspek panca inderanya sehingga
terlatih dengan baik
- Secara alamiah memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih
mendalam lagi
2. Bermain, bekerja dan belajar
Seorang ahli pendidikan anak usia dini Amerika yaitu Ronald Lalty direktur dari
Center for Child and Family Studios, firmest Laboratory for Educational Research and
Development San Fransisco melakukan penelitian-penelitian tentang bermain.
3. Teori Bermain
Ada beberapa teori mengapa manusia bermain
Teori reaksi (Schaller dan Lazarus)
Menurut teori ini dibedakan Antara bermain disatu pihak dengan bekerja di lain pihak yang
membutuhkan suatu keseriusan (seriousness)
Teori kelebihan energy (Herbert Spencer)
Bermain dndang sebagai penutup atau klep keselamatan pada musim uap
Teori fungsi dari Karl Groos dan Maria Montessori
Menurut teori ini bermain dimaksudkan untuk mengembangkan fungsi yang tersembunyi
dalam diri seseorang individu
Jhon Huizinga (1938) seorang pakar sejarah dalam salah satu karyanya sampai pada satu
kesimpulan bahwa kebutuhan bermain adalah yang membedakan manusia dari hewan
bahasan melalui permainan itu terpantul pula kebudayaannya.
Patty Smith Hill (1932) memperkenalkan sebuah masa bekerja bermain dimana anakanak dengan bebasnya mengeksplorasi benda-benda serta alat-alat bermain yang ada
dilingkungannya
Susan Isaacs (1933) percaya bahwa bermain mempertinggi semua aspek pertumbuhan dan
perkembangan anak
Dewey (1938) percaya bahwa belajar pengalaman-pengalaman awal dunia melalu bermain
4.

Beberapa pendapat para ahli tentang nilai bermain adalah sebagai berikut :

Vygotsky (1976) bermain memiliki peranan langsung dalam perkembangan kecerdasan


(kognitif) anak
Bermain memberi anak-anak kesempatan untuk menguji tubuhnya (Athey,
1984 dan Hendrick 1986)
Elkind (1981) melihat bermain sebagai suatu pelepasan atau pembebasan
dari tekanan-tekanan yang dihadapi anak
Barnett dan Storn (1981) menemukan adanya bukti psikologis keterkaitan
bermain dengan penurunan/pengurangan kecemasan dan kegelisahan anak
Johnson, Christie, Yaoukey (1987) dan Spodek, serta Saracho (1981)
adalah para peneliti terkemuka tentang bermain memberi dukungan pada
dugaan bahwa bermain dan kreativitas ada keterkaitan.

5.
Manfaat bermain bagi Anak
Bermain memicu kreatifitas, hasil penelitian mendukung dugaanbahwa bermain dan
kreatifitas saling berkaitan karena baik bermain maupun kreatifitas mengandalkan
kemampuan anak menggunakan symbol-simbol (Spodek dan Sarcho 1988)
C. Pembelajaran Melipat
Melipat kertas merupakan kegiatan yang disukai anak-anak. Kegiatan melipat atau origami
ini berasal dari bahasa Jepang: oru (melipat) dan kami (kertas).
Melipat sangat bermanfaat untuk perkembangan motorik anak. Melipat dapat
melatih kekuatan tangan anak (motorik halus). Dengan melipat mereka juga bebas
berimajinatif serta mengungkapkan ekspresi dari imajinasinya.
Kebanyakan dari anak usia tersebut mudah menyerah, berkata tidak bisa dan
menganggap sulit contoh yang ditugaskan. Untuk anak usia 3-4 tahun diusahakan kegiatan
melipat ini tidak lebih dari 5-7 langkah agar anak tidak kesulitan mengikuti.