Anda di halaman 1dari 10

COLOR READER

Dosen Pembimbing

: Ir. Surhaini. MP

Asisten Dosen

: Jauharie

Oleh :
Nama

: Amelia Ramadhan
NIM
Prodi

Pertanian

: D1C012042
: Teknologi Hasil

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Warna merupakan salah satu parameter mutu produk pertanian baik yang
masih segar maupun yang terlah diolah sehingga sangat penting dalam mempelajari
cara mengukur warna. Warna sering digunakan untuk mengetahui perubahan yang
terjadi baik fisik maupun kimia suatu produk pertanian.
Pengukuran warna secara visual atau kualitatif sangat sulit dilakukan karena
indera penglihatan menusia sulit untuk membedakan perbedaan warna yang sedikit.
Pengukuran warna produk pertanian dapat dilakukan dengan menggunakan.alat yang
bernama colour reader. Alat ini dapat mengukur warna dengan hasil berupa angka dan
dibagi menjadi Lightness, Chroma dan Hue. Hue merupakan karakteristik warna
berdasar cahaya yang dipantulkan oleh objek, dalam warna dilihat dari ukurannya
mengikuti tingkatan 0 sampai 359. Sebagai contoh, pada tingkat 0 adalah warna
Merah, 60 adalah warna Kuning, untuk warna Hijau pada tingkatan 120, sedangkan
pada 180 adalah warna Cyan. Untuk tingkat 240 merupakan warna Biru, serta 300
adalah warna Magenta.

1.2.

Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui prinsip kerja color reader dan memahami cara pengukuran
warna.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Warna merupakan sebuah nama yang muncul atas segala aktivitas pada retina
mata. Selain itu, warna adalah hal penting bagi berbagai macam makanan. Warna juga
menunjukkan indikasi adanya perubahan kimia dalam makanan seperti misalnya
browning karamelisasi. Untuk beberapa makanan cair yang jernih seperti minyak,warna
merupakan refleksi dari cahaya (de Man,1999).
Klasifikasi warna paling penting adalah sistem CIE(Commision International
de leclairage). Sistem lain yang digunakan untuk mendiskripsikan warna makanan
antara lain system Munsell,Hunter,Lovibond (de Man,1999).
Sistem Hunter merupakan salah satu system warna yang telah luas digunakan
untuk kolorimetri makanan.Dalam system Hunter warna dibedakan menjadi 3 dimensi
warna.Simbol a untuk dimensi kemerahan dan kehijauan.Simbol b untuk dimensi
kekuningan dan kebiruan.Dimensi warna yang ketiga adalah L (Lightness) atau
kecerahan.Nilai CIE dapat dikonversi menjadi nilai warna dalam system Hunter menjadi
L,a,b.Begitu pula sebaliknya nilai L,a,b dapat dikonversi menjadi nilai CIE X%,Y,Z%
(de man, 1999).
Warna dapat diukur secara modern dengan sebuah alat, yaitu color reader seri
CR 10. Instrumen ini terdiri atas ujung reseptor (A),sebuah layar dan 4 buah tombol.
3tombol adalah target,lab,Lch yang terletak dibawah layar pada sisi smaping alat.1
tombol terletak pada sisi atas alat yang berfungsi sebagai tombol start saat penembakan
sampel(de Man,1999).
Panjang gelombang warna yang bisa ditangkap mata berkisar antara 380 780
nanometer dan panjang gelombang ini menentukan sifat warna. Warna juga berarti
interpretasi otak dari campuran warna primer, yaitu merah, hijau dan biru dengan
komposisi tertentu (Anonim, 2009).

Mata yang telah beradaptasi dengan cahaya memiliki sensitivitas maksimum


sekitar 555 nanometer di wilayah kuning dari spektrum optik. Spektrum optik adalah
bagian dari spektrum elektromagnetik yang tampak oleh mata manusia (Anonim, 2009).
Color reader adalah alat pengukur warna yang didesain dengan tiga reseptor
sehingga mampu membedakan warna akurat antara terang dan gelap. Pengukuran warna
ini menggunakan color reader dengan seri CR-10, dengan ukuran dan lebar sinar
360g/12.7oz, gampang digunakan karena hanya menggunakan satu tangan, dan
perbedaan warna dalam bentuk delta (L,a,b), delta (E,a,b) atau delta (L,c,h), dapat
beriluminasi 8/d. Menggunakan stander CIE D65, sumber energi berupa 4 batrai AA atau
adapter AC-A12. Dapat mendeteksi dalam 10 detik dengan temperature operasi 040C.Ukrannya 59 x 158 x 85 mm. Beratnya 360 gr tanpa batrai.Casing standar CR-A68,
cap pelindung CR-A72.(Maryanto, dkk, 2004)

BAB III
METODOLOGI

3.1.

Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Juni 2014 pada pukul 08.00
11.00. Bertempat di Laboratorium Kimia Fakultas Teknologi Pertanian Universitas
Jambi Kampus Pondok Meja.

3.2.

Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam praktikum color reader adalah color reader,
sedangkan bahan yang digunakan ialah tepung terigu, tepung ketan, tepung beras dan
tepung tapioka.

3.3.

Prosedur Kerja

Paragraf

Pertama tama color reader diaktifkan dengan menekan tombol on.


Selanjutnya color reader dikalibrasi dan dipilih warna putih. Hasil kalibrasi disimpan.
Kemudian, ujung reseptor ditempel pada sampel sampai lampunya hidup. Hasil yang
diperoleh dicatat. Pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan pada masing
masing sampel.

Diagram Alir

rsHKeeaalmsdinuejkdruatdlniinbay,rkauticsjfioknla gnr rdeesanedgpeatron dr idk iatelibm rpa se il p a d a


H a s il y a g d ip e o l h d ic a . P n g u k u r n d ila k u k a n s e b a n y a k 3
md aaise nmpde eikpala nsnliahtmowmpaabrinolaal omp nuptuihn y a h id u p
k li n g u l n g n a d a m s n g m a s in g s a m p e l.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.

Hasil Pengamatan

Sampel
Tepung Terigu
Tepung Ketan
Tepung Tapioka
Tepung Beras

4.2.

L
43,3
55,8
55,9
52,0
55,6
51,5
54,9
53,3
54,9
44,8
58,2
60,9

a2,4
3,7
2,1
2,7
2,9
2,2
2,4
3,3
2,6
3,5
2,5
0,2

b+
14,6
11,5
13,0
9,2
9,3
10,5
3,6
5,6
7,8
9,3
6,7
7,4

dE
3,1

dL+
3,0

1,8
5,5
3,8

dL-

1,7
4,6
2,9

da0,1

db+
1

0,2

0,5

0,3

3,1

2,0

1,4

Pembahasan
Color reader adalah alat pengukur warna yang didesain dengan tiga reseptor
sehingga mampu membedakan warna akurat antara terang dan gelap. Pengukuran
warna ini menggunakan color reader dengan seri CR-10, dengan ukuran dan lebar
sinar 360g/12.7oz, gampang digunakan karena hanya menggunakan satu tangan, dan
perbedaan warna dalam bentuk delta (L,a,b), delta (E,a,b) atau delta (L,c,h), dapat
beriluminasi 8/d. Menggunakan stander CIE D65, sumber energi berupa 4 batrai AA
atau adapter AC-A12. Dapat mendeteksi dalam 10 detik dengan temperatur operasi 0-

40C. Ukrannya 59 x 158 x 85 mm. Beratnya 360 gr tanpa batrai. Casing standar CRA68, cap pelindung CR-A72.
Komponen color reader terdiri dari :
1. Reseptor : berfungsi sebagai tempat menempelnya sampel yang akan
diuji warnanya yang akan membaca warna sampel tersebut.
2. Penutup reseptor : berfungsi untuk menutup reseptor setelah
digunakan.
3. Tombol on/off : berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan
color reader.
4. Tombol target : tombol ini ditekan saat sampel ditempelkan pada
reseptor.
5. Layar hasil : berfungsi sebagai tempat hasil pembacaan warna oleh
reseptor.
6. Tombol sistem L, a, b dan Lch : metode yang dipakai untuk pembacaan
warna yang diingankan.
Pada praktikum kali ini hasil percobaan yang diperoleh tingkat kecerahan dari
sampel. Pada tepung terigu L = 55,9, a =2,1 , b = 13,0 , pada tepung ketan L = 51,5 , a
= 2,2 , b = 10,5 , pada tepung tapioka L = 54,9 , a = 2,6 , b = 7,8 , dan pada tepung
beras L = 60,9 , a = 0,2 , b = 7,4.

BAB V
PENUTUP

5.1

Kesimpulan
1. Color reader adalah alat pengukur warna yang didesain dengan tiga
reseptor sehingga mampu membedakan warna akurat antara terang dan
gelap.
2. Hasil percobaan yang diperoleh tingkat kecerahan dari sampel. Pada
tepung terigu L = 55,9, a =2,1 , b = 13,0 , pada tepung ketan L = 51,5 ,
a = 2,2 , b = 10,5 , pada tepung tapioka L = 54,9 , a = 2,6 , b = 7,8 , dan
pada tepung beras L = 60,9 , a = 0,2 , b = 7,4.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Color
china.com. 02 Juni 2014.

reader-colorimeter(CR-10).

http://www.made-in-

de Man. J.M. 1999. Principles of Food Chemistry Third edition , An Aspen


Publication. Gaithersburg.
Maryanto, dkk. 2004. Petunjuk PraktikumTeknologi Pertanian. Jember ; FTP
UNEJ.http://megapusva.blogspot.com/2011/05/pemotongan-laporanteknologi-pengolahan.html Diakses 2 Juli 2014