Anda di halaman 1dari 14

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI......................................................................................................................1
BAB I.................................................................................................................................2
PENDAHULUAN.............................................................................................................2
1.1

Latar Belakang....................................................................................................2

1.2

Tujuan Praktikum................................................................................................3

BAB II...............................................................................................................................3
TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................................3
BAB III..............................................................................................................................7
METODOLOGI................................................................................................................7
3.1

Waktu dan Tempat..............................................................................................7

3.2

Alat dan Bahan....................................................................................................8

3.3

Prosedur Kerja....................................................................................................8

BAB IV..............................................................................................................................9
HASIL DAN PEMBAHASAN.........................................................................................9
4.1

Hasil Pengamatan.............................................................................................10

4.2

Pembahasan......................................................................................................10

BAB V.............................................................................................................................11
PENUTUP.......................................................................................................................11
5.1

Kesimpulan.......................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Kekentalan atau viskositas merupakan sifat dari suatu zat cair (fluida)
yang disebabkan adanya gesekan antara molekul molekul zat cair dengan gaya
kohesi pada zat cair tersebut. Besarnya kekentalan zat cair (viskositas) dinyatakan
dengan suatu bilangan yang menetukan kekentalan suatu zat cair.
Viskositas timbul karena gesekan dalam fluida, terutama karena
adanya interaksi antara molekul molekul cairan. Viskositas dipengaruhi oleh
temperatur, tekanan, kohesi, dan laju perpindahan momentum molekularnya.
Viskositas zat cair cnderung menurun dengan seiring bertambahnya kenaikan
temperatur, hal ini disebabkan gaya gaya kohesi pada zat cair bila dipanaskan
akan mengalami penurunan dengan semakin bertambahnya temperatur ada zat cair
yang menyebabkan berkurangnya atau turunnya viskositas dari zat cair tersebut.
Pada percobaan ini bola kecil dijatuhkan kedalam cairan yang akan
dihitung angka kekentalannya. Bila bola tersebut mula mula akan mengalami
percepatan dikarenakan gaya beratnya, tetapi karena sifat kekentalan cairan, maka
besar percepatannya akan semakin berkurang dan akhirnya nol. Pada saat tersebut
kecepatan bola tetap dan disebut kecepatan terminal. Hubungan antara kecepatan
teminal dengan angka kekentalan dapat diperoleh dari hukum Stokes.

1.2

Tujuan Praktikum
Dilakukannya praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
kekentalan zat cair terhadap kecepatan bola yang dijatuhkan kedalam sampel.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Setiap zat cair mempunyai karakteristik yang khas, berbea satu zat
cair dengan zat cair yang lain. Oli mobil sebagai salah satu contoh zat cair dapat
kita lihat lebih kental daripada minyak kelapa. Apa sebenarnya yang membedakan
cairan itu kental atau tidak. Kekentalan atau viskositas dapat dibayangkan sebagai
peristiwa gesekan antara satu bagian yang lain dalam fluida. Dalam fluida yang
kental kita perlu gaya untuk menggeser satu bagian fluida terhadap yang lain. Di
dalam aliran kental kita dapat memandang persoalan tersebut seperti tegangan dan
renggangan pada benda padat. Kenyataannya setiap fluida baik gas maupun zat cair
mempunyai sifat kekentalan karena partikel di dalamnya salim menumbuk.
Bagaimana kita menyatakan sifat kekentalan tersebut secara kuantitatif atau dengan
angka, sebelum membahas hal itu kita perlu mengetahui bagaimana cara
membedakan zat yang kental dan kurang kental dengan cara kuantitatif. Salah satu
alat yang digunakan untuk mengukur kekentalan suatu zat cair adalah viscosimeter
(Lutfy, 2007).
Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu cairan
atau fluida. Kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan erat dengan
hambatan untuk mengalir. Beberapa cairan ada yang dapat mengalir cepat
sedangkan yang lainnya mengalir lambat memiliki nilai viskositas besar. Jadi,
viskositas tidak lain menentukan kecepatan mengalirnya suatu cairan (Yazid, 2005).
Viskositas suatu zat cairan murni ataularutan indeks hambatan aliran
cairan. Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan, yang melalui
tabung berbentuk silinder. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah
dan dapat digunakan baik untuk cairan maupun gas (Bird, 1993).
Fluida adlah gugusan molekul yang jarak pisahnya besar, dan kecil
untuk zat cair. Jarak anta molekulnya itu besar jika dibandingkan dengan garis
tengah molekul itu. Molekul molekul itu tidak terikat pada suatu kisi, melainkan

saling bergerak bebas terhadap satu sama lain. Jadi kecepatan fluida atau massanya
kecepatan volume tidak mempunyai makna yang tepat sebab jumlah molekul yang
menempati volume tertentu terus menerus berubah (While, 1988).
Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air.
Sebaliknya , fluida yang lebih kental lebih sulit mengair contohnya minyak goreng,
oli, dan madu. Hal ini bisa dibuktikan dengan menuangkan air dan minyak diatas
lantai yang permukaannya miring. Pasti air mengalir lebih cepat daripada minyak
goreng atau oli. Tingkat kekentalan suatu fluida tergantung pada suhu. Semakin
tinggi suhu zat cair, semakin kecil viskositas zat cair tersebut. Sebaliknya semakin
tinggi suhu suatu zat gas, semakin kecil viskositas zat gas tersebut (Rosiana, 2005).
Aliran cairan dapat dikelompokkan kedalam dua tipe. Yang pertama
adalah aliran laminar atau kental yang secara umum menggambarkan laju aliran
kecil melalui sebuah pipa dengan garis kecil. Aliran lain adalah aliran turbulen yang
menggambarkan laju aliran yang besar melalui pipa dengan diameter yang lebih
besar(Dorga, 2009: 209).
Adapun jenis cairan dibedakan menjadi dua tipe, yaitu cairan
newtonian dan non newtonian.
1. Cairan Newtonian
Cairan newtonian adalah cairan yg viskositasnya tidak berubah
dengan berubahnya gaya irisan, ini adalah aliran kental (viscous) sejati.
Contohnya : Air, minyak, sirup, gelatin, dan lain-lain. Shear rate atau gaya pemisah
viskositas berbanding lurus dengan shear stresss secara proporsional dan
viskositasnya merupakan slope atau kemiringan kurva hubungan antara shear rate
dan shear stress. Viskositas tidak tergantung shear rate dalam kisaran aliran laminar
(aliran streamline dalam suatu fluida). Cairan Newtonian ada 2 jenis, yang
viskositasnya tinggi disebut Viscous dan yang viskositasnya rendah disebut
Mobile (Dogra, 2009).

2. Cairan Non-Newtonian
yaitu cairan yang viskositasnya berubah dengan adanya perubahan
gaya irisan dan dipengaruhi kecepatan tidak linear.
Metode Penentuan Kekentalan
Untuk menentukan kekentalan suatu zat cair dapat digunakan dengan
cara :
1. Cara Ostwalt / Kapiler
Viskositas dari cairan yang ditentukan dengan mengukur waktu yang
dibutuhkan bagi cairan tersebut untuk lewat antara 2 tanda ketika mengalir karena
gravitasi melalui viskometer Ostwald. Waktu alir dari cairan yang diuji
dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan bagi suatu zat yang viskositasnya
sudah diketahui (biasanya air) untuk lewat 2 tanda tersebut (Lutfy, 2007).
Berdasarkan hukum Heagen Poiseuille.
= Pr 4 t
8 VL
Hukum poiseuille juga digunakan untuk menentukan distribusi
kecepatan dalam arus laminer melalui pipa slindris dan menentukan jumlah cairan
yamg keluar perdetik (Sarojo, 2006)
2. Cara Hopper
Berdasarkan hukum Stokes pada kecepatan bola maksimum, terjadi
keseimbangan sehingga gaya gesek = gaya berat gaya archimides. Prinsip
kerjanya adalah menggelindingkan bola ( yang terbuat dari kaca ) melalui tabung
gelas yang berisi zat cair yang diselidiki. Kecepatan jatuhnya bola merupakan
fungsi dari harga resiprok sampel. Berdasarkan hukum stoke yaitu pada saat
kecepatan bola maksimum,terjadi kesetimbangan sehingga gaya gesek sama dengan
gaya berat archimedes. Dalam fluida regangan geser selalu bertambah dan tanpa
batas sepanjang tegangan yang diberikan. Tegangan tidak bergantung pada

regangan geser tetapi tergantung pada laju perubahannya. Laju perubahan regangan
juga disebut laju regangan ( D. Young , 2009).
Laju perubahan regangan geser = laju regangan
Rumus yang di atas dapat defenisikan viskositas fluida, dinotasikan
dengan (eta), sebagai rasio tegangan geser dengan laju regangan :

= Tegangan geser
Laju regangan

Mempelajari gerak bola yang jatuh ke dalam fluida kental, walaupun


ketika itu hanya untuk mengetahui bahwa gaya kekentalan pada sebuah bola
tertentu di dalam suatu fluida tertentu berbandingan dengan kecepatan relatifnya.
Bila fluida sempurna yang viskositasnya nol mengalir melewati sebuah bola, atau
apabila sebuah bola bergerak dalam suatu fluida yang diam, gari-garis arusnya akan
berbentuk suatu pola yang simetris sempurna di sekeliling bola itu. Tekanan
terhadap sembarang titik permukaan bola yang menghadap arah alir datang tepat
sama dengan tekanan terhadap titik lawan. Titik tersebut pada permukaan bola
menghadap kearah aliran, dan gaya resultan terhadap bola itu nol (Sudarjo, 2008).

BAB III
METODOLOGI

3.1

Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Mei 2015 pada pukul
15.00 s/d bertempat di Laboratorium Pengolahan Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Jambi, Kampus Unja Pondok Meja.

3.2

Alat dan Bahan


Alat yang digunakan pada praktikum ini ialah mikrometer, bola
kelereng, gelas ukur, tali, timbangan analitik dan stopwatch. Sedangkan bahan
yang digunakan yaitu karaginan, gum arab, gum xanthan, dan maltodekstrin.

3.3

Prosedur Kerja
Menyiapkan alat dan bahan. Mengukur berat serta diameter dari
kelereng. Memasukkan kelereng kedalam sampel (karaginan, gum arab, gum
xanthan, dan maltodekstrin. Mencatat waktu yang ditempuh oleh kelereng
hingga sampai kedasar. Melakukan kembali pengulangan sebanyak 3 kali
pengulangan.

menyiapkan alat dan


bahan

mengukur diameter serta


berat dari kelereng
memasukkan kelereng
kedalam sampel
(karaginan, gum arab,
gum xanthan, dan
maltodekstrin
mencatat waktu yang
ditempuh oleh kelereng

dilakukan kembali
pengulangan hingga
sampai 3 kali
pengulangan

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Pengamatan
Sampel

Volume

Karagenan
Xhantan Gum
Gum Arab
Maltodekstrin

50 ml
50 ml
50 ml
50 ml

Massa Jenis Bola ( 2 )=

Berat Bola
Volume Bola

Massa Jenis Larutan ( 1 ) =

Kecepatan Bola (V )=

Viskositas()=

1
0.39
0.60
0.38
0.36

Waktu (Sekon)
2
0.46
0.54
0.47
0.34

Berat sampel+ berat air


berat air

S
T

2r . g ( 2 1)
g.v

3
0.55
0.58
0.43
0.34

Waktu Rata-Rata
(Sekon)
0.47
0.57
0.43
0.34

4.2

Pembahasan
Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang
merupakan gesekan antara molekul-molkeul cairan satu dengan yang lain. Suatu
jenis cairan yang mudah mengalir dapat dkatakan memiliki viskositas yang
rendah , dan sebaliknya bahan bahan yang sulit mengair dikatakan memiliki
viskositas yang tinggi ( Burhanudin Milama, 2014 : 8).
Viskositas suatu bahan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu suhu,
viskositas berbanding terbalik dengan suhu. Jika suhu naik maka viskositas akan
turun dan begitu pula sebaliknya. Hal ini disebabkan karena adanya gerakan
partikel-partikel cairan yang semakin cepat apabila suhu ditingkatkan dan
menurunkan kekentalannya. Konsentrasi larutan, viskositas berbanding lurus
dengan konsentrasi larutan. Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi akan
memiliki viskositas yang tinggi pula, karena konsentrasi larutan menyatakan
banyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume. Semakin banyak
partikel yang terlarut, gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya
semakin tinggi pula. Berat molekul solute, viskositas berbanding lurus dengan
berat molukel solute, karena dengan adanya solute yang berat akan menghambat
atau memberi beban yang berat pada cairan sehingga menaikkan viskositasnya.
Tekanan, akan bertambah jika nilai dari viskositas itu bertambah. Semakin tinggi
tekanan maka semakin besar viskositas suatu zat cair.

BAB V
PENUTUP

5.1

Kesimpulan
Dari praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa viskositas sangat
mempengaruhi kecepatan benda untuk mewati suatu fluida, semakin kental
fluida tersebut, semakin lama waktu yang dibutuhkan benda untuk melewatinya.

DAFTAR PUSTAKA

Bird, Tony. 1993. Kimia Fisik Untuk Universitas. Jakarta : PT Gramedia


D . Young, Hugh. 2009. Fisika Universitas. Erlangga. Jakarta.
Dogra,S.K.2009. Kima Fisik dan Soal-soal. Jakarta:UI Press
Lutfy, Stokes. 2007. Fisika Dasar I. Erlangga. Jakarta.
Rosiana, H. 2005. Analisis Viskositas Sukardjo. 2003. Kimia Fisika. Rineka
Cipta. Jakarta.
Sarojo, Ganijanti Aby. 2006. Seri Fisika Dasar Mekanika. Salemba Teknika.
Jakarta.
Sudarjo, Randy. 2008. Modul Praktikum Fisika Dasar I. Universitas Sriwijaya.
Inderalaya.
Yazid, E. 2005.Kimia Fisika Untuk Paramedis. Penerbit Andi. Yogyakarta
While, Frank.M. 1988. Mekanika Fluida edisi ke-2 jilid I. Jakarta : Erlangga

LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI

HIDROKOLOID & EMULSI

Viskositas

Dosen Pembimbing

: Dr. Ir. Lavlinesia, M.Si.

Oleh :
Nama

: Amelia Ramadhan

NIM

: D1C012042

Prodi

: Teknologi Hasil Pertanian

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN


UNIVERSITAS JAMBI
2015