Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KASUS

BAGIAN 1
ASSESMEN
A. ANAMNESIS
1. IDENTITAS ATLET
Nama :Tn. A
Umur : 23 tahun
Jenis Kelamin :Laki-Laki
Pekerjaan :-
Pendidikan : Mahasiswa
Agama : Islam
Alamat : Jalan Katandan
Tanggal diambil kasus :13 Maret 2017
Tujuan Olahraga :Body Building
Cabang Olahraga :-
Riwayat cedera :-

2. BERKAITAN DENGAN RIWAYAT GIZI


Data sosio ekonomi Uang jajan per bulan : Rp. 2.000.000
Jumlah anggota keluarga : 4
Suku : Jawa
Aktivitas olahraga Frekuensi : 5x /minggu
Durasi : 1 - 2 jam/hari
Intensitas : light (60% - 70%)
%HR maks: 70% x 177 = 68,36
Alergi makanan Alergi Laktosa
Masalah Tidak ada
gastrointestinal
Penyakit Kronik Tidak ada
Kesehatan mulut Tidak ada kesulitan menelan dan Stomatitis serta Gigi
lengkap
Riwayat Konsumsi Beef Amino
obat dan suplemen Dengan frekuensi 2 tablet sehari
Perubahaan berat Bertambahnya berat badan disengaja sebanyak 2 kg dalam
badan 2 minggu
Mempersiapkan Mempersiapkan makanan dengan memasak sendiri
makanan
Kategori aktivitas Ringan-Sedang

Riwayat pola makan a. Makanan Pokok


1. Nasi 3x/hari@100 g
2. Mie basah 4x/minggu @100 g
3. Bihun 1x/minggu @ 100 g
4. Singkong 1x/minggu @ 100 g
5. Ubi 1x/minggu @ 150 g
b. Lauk Hewani
1. Ayam ras 2x/minggu @ 50 g (di goreng)
2. Ikan 5x/minggu @ 50 g (di goreng)
3. Telur 1x/minggu @ 60 g (di goreng)
4. Bakso 1x/minggu @ 100 g
5. Daging 2x/bulan @ 50 g
c. Lauk Nabati
1. Tahu 5x/minggu @ 100 g
2.Tempe 5x/minggu @ 50 g
3. Kacang tanah 1x/bulan 25 g
4. Kacang hijau 1x/bulan 25 g
d. Sayuran
1. Bayam 2x/hari @100 g (di buat bayam bening)
2. Kangkung 2x/hari @ 100 g (ditumis)
3. Terong 2x/hari @ 100 g (di goreng)
e. Buah
1. Pisang ambon 1x/hari @ 100 g
f. Minuman
1. Teh 2x/hari @ 1 gelas 200 ml
2. Es jeruk 2x/hari @ 1 gelas 200 ml
3. Air putih setiap hari @ 1500 ml
g. Lain-lain
1. Gula 5x/hari @ 1 sdm
2. Minyak kelapa 2x/hari sdm
h. Suplemen
1. Beef Amino 1x/hari 2 tablet sebelum fitness
Kesimpulan : Berdasarkan hasil SQFFQ, kebiasaan
makan klien cukup baik dan bervariasi.
Akan tetapi untuk frekuensi sayuran klien
kurang bervariasi karena klien hanya
menyukai beberapa jenis sayuran saja. Dan
klien juga mengkonsumsi suplemen
tambahan yaitu beef amino yang di
konsumsi sebelum fitness sebanyak 2
tablet.
B. ANTROPOMETRI
Variabel Pengukuran 1 Pengukuran 2 Rata-rata

Bicep skinfold 3 mm 4 mm 3,5 mm


Triceps skinfold 5 mm 8 mm 6,5 mm
Subscapular skinfold 9 mm 10 mm 9,5 mm
Supraspinal skinfold 5 mm 6 mm 5,5 mm
Calf skinfold 6 mm 9 mm 7,5 mm
Tinggi Badan 167 cm 167 cm 167 cm
Biepicondylus breadth of 7 cm 7 cm 7 cm
humerus
Biepicondylus breadth of 9 cm 9 cm 9 cm
femur
Upper arm circumference 26 cm 26,5 cm 26,25 cm
Calf arm circumference 32 cm 33 cm 32,5 cm
Body mass (kg) 55,9 kg 55,9 kg 55,9 kg

BBI = (100-TB) 10% (TB-100)


= (167-100) 10% (167-100)
= 67 6,7
= 60,3 kg
55,9 55,9
IMT = 167 2 = 1,67 2 = 20,04 /2 ()

Somatotype
Endomorphy = -0,7182 + 0,1451 (X) 0,00068 (X2) + 0,0000014 (X3)
= -0,7182 + 0,1451 (21,90) - 0,00068 (21,902) + 0,0000014
(21,903)
= -0,7182 + 3,17769 0,3261348 + 0,014704842
= 2,118650358 0,340839642
= 2,118650358 2
Mesomorphy = [0,858 x lebar humerus (cm) + 0,601 x lebar femur + 0,188 x (lila
(cm) tebal lipatan kulit triceps mm/10) + 0,161 x (lingkar betis
(cm) tebal lipatan kulit betis mm/10) 0,131 x tinggi badan (cm)
+ 4,5]
= [0,858 x 7 cm + 0,601 x 9 cm + 0,188 x (26,25 cm 6,5 mm/10)
+ 0,161 x (32,5 cm 7,5 mm/10) 0,131 x 167 cm + 4,5]
= 0,858 x 7 + 0,601 x 9 + 0,188 x 25,6 + 0,161 x 31,75 0,131 x
167 + 4,5
= 6,006 + 5,409 + 4,8128 + 5,11175 21,877 + 4,5
= 3,96255 4
167 167
Ectomorphy = 3 55,9 = = 43,66
3,823

HWR 40,75 nilai ectomorphy = 0,732 HWR 28,58


= 0,732 (43,66) 28,85
= 3,39376 3
Persen Lemak Tubuh
Log = (trisep + bicep+subscapula+suprailiaca)
= ( 3,5 + 6,5+ 9,5 + 5,5)
= 25
D = 1,1631 0,0632 x (Log)
=1,1631 0,0632 x (Log25)
= 1,074
% Fat = (4,95 /D 4,50) x 100
= (4,95/1,074 - 4,50)
= 10,89 11% (Resiko rendah)
Total body fat = 55,9 x 11% = 6,149 kg
Massa lemak bebas (kg) = 55,9 6,149 = 49,751
LOLA = 26,25 3,14 x 0,65 cm
= 26,25 2,041
= 24,209
Kesimpulan :
Status gizi klien normal (baik) dengan persen lemak tubuh termasuk resiko
rendah.
Ukuran / Komposisi Tubuh : 2 4 3
Tipe Tubuh : Ectomorphic Mesomorph
C. PEMERIKSAAN FISIK / KLINIS
1. Tekanan darah : a. Setelah latihan : 118/76 mmHg
Nadi : 102x/menit
b. Setelah latihan : 131/83 mmHg
Nadi : 121x/menit
2. Denyut nadi istirahat : 121x/menit
3. Denyut nadi segera setelah latihan : 121x/menit
HR = 200 23 = 177
= 121/ 177 x 100 %
= 61,42
Takaran Intensitas = 60 70 % (light)
HR Max : 60% x 177 = 106,2 x/menit
: 70% x 177 = 123,9x/menit
4. Denyut nadi 10 menit setelah latihan: 105x/nsnit
5. Status Hidrasi yang dilihat dari perubahan berat badan
(BB awal sebelum awal latihanBB setelah latihan)
Rumus : x 100%
BB awal sebelum latihan

55,8 55,6 0,2


100 % = 100% = 3,58 3%
55,8 55,8
Kesimpulan : Dehidrasi ringan
D. ASUPAN ZAT GIZI
Hasil Survei Konsumsi Makanan
Tanggal : 15 Maret 2017
Diet : Gizi Seimbang
Implementasi Energi (kal) Protein (g) Lemak (g) KH (g)
Asupan oral 1705,4 83,2 50,4 239,0
Suplemen 24 3 - -
Kebutuhan 2578,084 111,8 71,61 371,72
% Asupan 67,08 79,78 70,10 64,29
Keterangan kurang kurang kurang kurang
Klasifikasi Asupan menurut WHO , tahun 2005
< 80 % = Kurang
80 110 % = Baik
>110 % = Lebih
BAGIAN 2
DIAGNOSIS GIZI

NI 2.1 Kekurangan intake makanan dan minuman oral berkaitan dengan


kurangnya pengetahuan terhadap kecukupan kebutuhan makanan dan
minuman oral yang di buktikan dengan energi 67,08 % (kurang), protein
78,78% (kurang), lemak 70,10% (kurang), karbohidrat 64,29% (kurang).
BAGIAN 3
INTERVENSI GIZI
A. PLANNING
1. Tujuan Diet :
a. Menambah berat badan hingga mencapai berat badan ideal
b. Mempertahankan status gizi
c. Memberikan makanan bervariasi dan lebih banyak dari keadaan
biasa untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat
d. Memelihara kebugaran tubuh

2. Prinsip dan Syarat Diet :


a. Energi cukup
b. Protein tinggi, yaitu 1,5 g/kg/BB/hari
c. Lemak sedang yaitu 20 % dari kebutuhan energi total
d. Karbohidrat cukup yaitu sisa dari kebutuhan energi total
e. Vitamin dan mineral di berikan cukup sesuai dengan kebutuhan
f. Cairan di berikan cukup yaitu 8-10 gelas/hari
g. Makanan diberikan dalam bentuk mudah cerna
h. 3 kali makanan utama dan 2 kali selingan

3. Jenis Diet, Bentuk Makanan dan Cara Pemberian :


a. Jenis diet : Gizi Seimbang
b. Bentuk makanan : Biasa
c. Cara pemberian : Oral

4. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi :


55,9 55,9
IMT = 167 2 = 1,67 2 = 20,04 kg/m3

BEE = 66,5 + (13,8 x 55,9) + (5 x 167) (6,8 x 23)


= 66,5 + 771,42 + 835- 156,4
= 1516,52 kkal
F.A = 1516,52 kkal x 1,5
= 2578,084 kkal
Energi Olah raga = 90 menit x 8 kkal/hari
= 720 kkal
TEE = F.A + Energi olahraga
= 2578,084 kkal + 720 kkal
= 2994,78 kkal

Protein = 1,5 gr/BB/hr


= 1,5 x 55,9
= 83,85 gram ( 83,85 x 4 = 335,4 kkal)
2994,78
Lemak = 20% = 66,55 ( 66,55 9 =
9

598,95 )
( + ) 2994,78(335,4+598,95)
KH = =
4 4
2994,78934,35
= = 515,10
4

5. Rencana monitoring dan evaluasi


Yang diukur Pengukuran Evaluasi / Target
Antropometri BB 3 x/minggu Mempertahankan
berat badan
Asupan zat gizi Asupan E, P, Ketika Minimal 80%
L, KH dilakukan kebutuhan
monitoring

6. Rencana Konsultasi Gizi


Masalah gizi : Kekurangan kebutuhan energi, protein, lemak dan
karbohidrat
Tujuan : 1. Meningkatkan berat badan
2. Mempertahankan status gizi
Sasaran : Tn. A
Waktu : 15 menit
Media : Leaflet
Tempat : di Tickles Cafe & Resto
Materi : Tentang gizi seimbang, indeks masa tubuh, tujuan
diet, syarat dan prinsip diet, 10 pesan gizi seimbang,
menganjurkan bahan makanan yang tidak boleh di
anjurkan dan makanan yang harus di batasi
Konseling gizi :
- Menjelaskan tentang masalah gizi yang dialami pasien
- Menjelaskan tentang syarat dan prinsip pemberian makanan sesuai
dengan jenis diet yang diberikan
- Menjelaskan bahan makanan yang tidak boleh di anjurkan dan makanan
yang harus di batasi
- Memotivasi klien untuk mengikuti pola gizi seimbang yang diberikan
guna memperbaiki kualitas dan kuantitas makananya serta untuk
mempertahankan aktifitas olahraganya agar tetap teratur.

7. Rekomendasi Diet :
REKOMENDASI DIET
Makan Pagi Karbohidrat : 2 P
Energi = 748,695 kkal Protein hewani : 1 P
Protein = 20,96 g Protein nabati : P
Lemak = 16,63 g Buah : 1 P
Karbohidrat = 128,77 g Sayuran : 1 P
Lemak : 2 P
Sub total Energi : 661,2 kkal, Protein : 21,6 g,
Lemak : 19,5 g, KH : 101,9 g

Selingan Pagi Protein hewani : P


Energi = 299,47 kkal Protein nabati : P
Protein = 8,385 g Lemak : P
Lemak = 6,655 g Gula : 2 P
Karbohidrat = 51,51 g
Sub total Energi : 289,9 kkal, Protein : 8,7 g,
Lemak : 10,4 g, KH : 43,9 g
Makan Siang Karbohidrat : 3 P
Energi = 898,43 kkal Protein hewani : 1 P
Protein = 25,15 g Protein nabati : P
Lemak = 19,165 g Buah : 1 P
Karbohidrat = 154,53 g Sayuran : 1 P
Lemak : 1 P
Gula : 1 P
Sub total Energi : 708,7 kkal, Protein : 21,8 g,
Lemak : 17,4 g, KH : 115,8 g
Selingan Sore Karbohidrat : 1 P
Energi = 299,47 kkal Buah : 1 P
Protein = 8,385 g Lemak : P
Lemak = 6,655 g Gula : 2 P
Karbohidrat = 51,51 g
Sub total Energi : 449,4 kkal, Protein : 9,5 g,
Lemak : 6,4 g, KH : 90,3 g
Makan Malam Karbohidrat : 2 P
Energi = 748,695 kkal Protein hewani : 2 P
Protein = 20,96 g Protein nabati : P
Lemak = 16,63 g Buah : 1 P
Karbohidrat = 128,77 g Sayuran : 1 P
Lemak : 1 P
Sub total Energi : 587,1 kkal, Protein : 30,9 g,
Lemak : 10,4 g, KH : 92,6 g

Kandungan Zat Gizi Pada Perencanaan Menu


Ber
Bahan E P L KH
Waktu Menu URT at
Makanan (kkal) (gr) (gr) (gr)
(gr)
Makan Nasi Nasi 250 325,0 6,0 0,5 71,5
pagi Telur bb Telur ayam 60 93,1 7,6 6,4 0,7
balado ras
Minyak 5 43,1 - 5,0 -
kelapa sawit
Tempe Tempe 25 49,8 4,8 1,9 4,3
goreng
Minyak 2,5 15,1 - 5
kelapa sawit
Tumis Kangkung 100 51,1 2,3 0,5 0,2
kangkung
Minyak 2,5 43,1 - 5,0 -
kelapa sawit

Buah Pisang 100 92,0 1,0 0,5 23,4


ambon
Sub Total 661,2 21,6 19,5 101,9
Selinga Tahu Tahu 30 22,8 2,4 1,4 0,6
n pagi bakso Daging sapi 17,5 64,7 4,1 5,2 -
Minyak 2,5 21,6 - 2,5 -
kelapa sawit
Jus Buah 100 65,00 0,5 0,3 17,00
mangga mangga
Gula 26 100,6 - - 26,00

Sub Total 289,9 8,7 10,4 43,9


Makan Nasi Nasi 300 390,1 7,2 0,6 85,8
siang
Ayam Daging 40 114,0 10,8 5,0 -
bakar ayam
Minyak 5 43,1 - 5,0 -
kelapa sawit
Terong Terong 100 28,0 0,8 0,2 6,6
belanda +
Tahu 30 22,8 2,4 1,4 0,6
tahu
Minyak 2,5 21,6 - 2,5 -
kelapa sawit
Gula pasir 13 50,3 - - 13,0

Buah Pepaya 100 39,0 0,6 0,1 9,8


Sub Total 708,7 21,8 17,4 115,8
Selinga Roti bakar roti 100 283,9 0,6 4,3 53,5
n sore Mentega 2,5 17,8 - 2,0 -

Es jeruk Jeruk manis 100 47,1 0,9 0,1 11,0

Gula 26 100,6 - - 26,00

Sub Total 449,4 9,5 6,4 90,3


Menu Nasi Nasi 250 325,0 6,0 0,5 71,5
malam
Ikan bakar Ikan segar 100 98,0 18,1 2,4 -
Tempe Tempe 25 49,8 4,8 1,9 4,3
goreng
Minyak 5 43,1 - 5,0 -
kelapa sawit
Sayur kool 35 7,7 0,3 1,1 1,6
asem Wortel 35 9,0 0,3 0,1 1,7
Daun 35 7,4 0,4 0,2 1,8
bawang

Buah Jeruk manis 100 47,7 0,9 0,1 11,8

Sub Total 587,1 30,9 10,4 92,6


Total 2681,1 90,8 63,2 444,11
Kebutuhan 2994,78 83,85 66,55 515,10
% Pemenuhan 89% 108 % 95% 86%

B. IMPLEMENTASI
a. Kajian Terapi Diet
Jenis Diet : Gizi Seimbang
Bentuk Makanan : Biasa
Cara Pemberian : Oral
b. Konsultasi gizi yang di berikan pada Tn. A :
- Menganjurkan klien untuk memperhatikan pola makannya.
- Memberi pemahaman tentang diet gizi seimbang
- Memotivasi klien untuk mengikuti pola diet yang diberikan, untuk
memperbaiki kualitas dan kuantitas makanannya, serta untuk
mempertahankan aktivitas olahraganya agar tetap teratur
BAGIAN 4
MONITORING DAN EVALUASI

a. Hasil Monitoring dan Evaluasi :


- Monitoring Antropometri
Tanggal Parameter Hasil Keterangan
pengukuran
22/03/2017 BB 56,1 Tetap
23/03/2017 BB 56,1 Tetap
24/03/3017 BB 56,4 Naik

- Monitoring asupan
Pengukuran
Tanggal Parameter Energi Protein Lemak KH
(kkal) (g) (g) (g)
Asupan oral 1937,0 76,7 33,8 324,7
22/03/2017 Kebutuhan 2994,78 83,85 66,55 515,10
% Asupan 64,67 91,47 50,78 63,03
Kategori kurang Baik Kurang Kurang
Asupan oral 2444,3 85,6 92,3 317,7
24/03/201 Kebutuhan 2994,78 83,85 66,55 515,10
% Asupan 81,61 102,08 138,69 61,67
Kategori Baik Baik Lebih Kurang
BAGIAN 5
TINJAUAN PUSTAKA

Gizi adalah ilmu tentang makanan dan hubungannya dengan kesehatan


dan aktifitas fisik termasuk di antaranya olahraga. Olahraga meningkatkan
kegiatan metabolisme zat-zat gizi yang diikuti dengan meningginya kebutuhan
zat-zat gizi oleh tubuh termasuk vitamin.( sunita, 2002).
Fitness adalah kata dalam bahasa inggris yang berarti kebugaran, suatu
kondisi tubuh yang sehat dan kuat. Aktifitas fitness terdiri dari 3 elemen.
Ketiganya harus dilakukan secara teratur, dalam skala prioritas yang seimbang,
dan porsi yang tepat :
- Olahraga sebagai rangsangan dan tantangan aktivitas bagi tubuh
- Nutrisi, bahan bakar dan bahan baku pemulihan
- Istirahat sebagai waktu yang diperlukan untuk pulih dan beradaptasi dari
rangsangan yang di terima.
Latihan beban meliputi pengencangan otot-otot yang menempel pada
rangka tubuh. Latihan beban menggunakan glikogen yang berasal dari sumber
makanan karbohidrat sebagai sumber energi. Beberapa studi mendokumentasikan
berbagai manfaat latihan beban sebagai berikut :
- Memperbaiki postur tubuh
- Memudahkan pengaturan berat badan
- Mencegah dan mengurangi dampak diabetes
- Meningkatkan keseimbangan tubuh
- Meningkatkan kekuatan dan kekencangan otot
- Mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis)
Nutrisi memiliki peran sebagai sumber tenaga atau bahan bakar untuk
aktivitas tubuh sehari-hari. Selain itu, nutrisi juga berperan sebagai materi yang
diperlukan tubuh untuk pulih dan memperbaiki diri dari kerusakan. Nutrisi terdiri
dari 2 kategori besar, yaitu nutrisi makro dan nutrisi mikro. Nutrisi makro adalah
nutrisi yang memiliki kandungn energi dalam satuan kalori, dan biasanya
dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar seperti puluhan hingga ratusan gram.
Protein, karbohidrat, dan lemak termasuk dalam kategori nutrisi makro.
Sedangkan nutrisi mikro adalah nutrisi yang tidak memiliki kandungan kalori, dan
biasanya dibutuhkan dalam jumlah kecil seperti puluhan hingga ratusan miligram.
Vitamin dan mineral termasuk dalam kategori nutrisi mikro. Satu kategori lagi
yang tidak masuk dalam 2 kategori besar di atas adalah air.
Istirahat adalah waktu dan kesempatan yang diperlukan tubuh untuk
menyesuaikan diri dari aktivitas tubuh. Riset menunjukkan istirahat yang cukup
bisa merendam stres, memperpanjang umur, dan mencegah stroke.
Manfaat fitness kini telah diakui berbagai ilmuwan dunia, di antaranya :
- Menurunkan lemak atau mengendalikan berat badan secara permanen
- Mencegah atau mengendalikan berat badan secara permanen
- Mencegah atau mengendalikan diabetes
- Meningkatkan kualitas hidup add life to your years and add years to your life
- Meningkatkan perfoma olahraga bagi seorang atlet
- Mencegah berbagai penyakit degeneratif lainnya : kanker, jantung koroner,
stroke, kolesterol LDL tinggi
- Memperlambat proses penuaan dan menjaga agar tetap awet muda. Dengan
kata lain, mencegah penuaan dini.
Industri makanan tidak henti-hentinya menghasilkan semakin banyak
produk khusus yang bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan melalui nutrisi.
Banyak produk makanan dipromosikan dapat berguna bagi kesehatan, dan hal ini
dapat membingungkan konsumen yang menginginkan petunjuk yang jelas tentang
manfaat kesehatan produk tersebut. Terdapat beraneka ragam jenis suplemen di
pasaran, beberapa di antaranya berasal dari makanan yang biasa dikonsumsi, yang
lain berasal dari tanaman yang tidak biasa dikonsumsi sebagai bagian diet sehari-
hari. Meskipun konsumen menganggap suplemen ini dapat meningkatkan status
gizi, namun anggapan ini hanya bener jika suplemen yang dikonsumsi adalah
suatu nutrien. Pada semua situasi lain, efeknya bersifat non-nutrien. Suplemen
non-nutrien ini mungkin dikonsumsi untuk mencegah atau mengobati penyakit
yang bukan merupakan akibat defisiensi (contohnya gejala menstruasi,
pencegahan terhadap flu, menstimulasi sistem imun, melindungi hati,
meningkatkan kewaspadaan mental, meredakan nyeri sendi), dan meningkatkan
performa berolahraga (misalnya produk ergogenik, produk pembangun otot,
produk pembentuk badan).
BAGIAN 6
PEMBAHASAN

Tn. A adalah seorang mahasiswa berusia 23 tahun ingin membentuk


badan serta menjaga kualitas tubuh. Olahraga rutin Tn. A adalah fitness
5x/minggu @90 menit. Tn.A tidak mengalami masalah gastrointestinal, akan
tetapi setiap Tn. A minum susu full cream Tn. A akan diare hal ini membuktikan
bahwa Tn. A rentan atau alergi laktosa serta tidak memiliki penyakit kronik. Pola
makan klien cukup baik dan bervariasi, akan tetapi untuk frekuensi sayuran klien
kurang bervariasi karena klien hanya menyukai beberapa jenis sayuran saja hal
ini di lihat dari SQFFQ. Klien juga mengkonsumsi suplemen yaitu beef amino
yang di mana di minum 2 tablet per hari sebelum atau sesudah fitness. Kandungan
beef amino dalam 1 tablet menghasilkan 12 kalori dan 3 g protein. Indek massa
tubuh Tn. A sudah di katakan normal atau status gizi baik. Berdasarkan komposisi
tubuh klien yang sudah di perhitungkan di dapatkan Tn. A termasuk tipe tubuh
ectomorphic mesomorph yang di mana tubuh Tn. A memiliki tubuh persegi
dengan otot-otot kuat dan memiliki tubuh yang ramping (langsing) pada
umumnya. Hasil denyut nadi yang di dapatkan saat istirahat di dapatkan 121
x/menit. Dan selama klien latihan di lihat dari perubahan berat badan di dapatkan
status hidrasi ringan yaitu 3%.
Masalah gizi klien kekurangan asupan energi, protein, lemak dan
karbohidrat. Berdasarkan hasil assesmen dietary klien yang dimana variasi menu
klien kurang bervariasi. . Diketahui kondisi umum klien baik, dengan postur tubuh
yang proporsional. Berdasarkan hasil SQFFQ, diketahui asupan energi, protein,
lemak dan karbohidrat masih kurang dibanding dengan kebutuhan klien. Pada
kasus ini diagnosis yang di berikan adalah kekurangan intake makanan dan
minuman oral berkaitan dengan kurangnya pengetahuan terhadap kecukupan
kebutuhan makanan dan minuman oral yang dibuktikan dengan energi 67,08%
(kurang), protein 78,78% (kurang), lemak 70,10% (kurang), karbohidrat 64,29%
(kurang).
Perencanaan diet yang di berikan kepada klien adalah diet gizi seimbang,
dalam bentuk makanan biasa dan pemberian peroral. Tujuan dari pemberian diet
ini adalah untuk mempertahankan status gizi klien, menambah berat badan hingga
mencapai berat badan ideal serta memelihara kebugaran tubuh. Adapun syarat
dietnya adalah energi, protein, lemak dan karbohidrat diberikan cukup sesuai
dengan kebutuhan klien agar status gizi klien dapat dipertahankan, vitamin dan
mineral cukup sesuai kebutuhan,cairan cukup yakni 8-10 gelas/hari. Serta 3x
makan utama dan 2x selingan
Berdasarkan perhitungan,diperoleh kebutuhan energi 2994,78 kkal, protein
83,85 g, lemak 66,55 g dan karbohidrat 515,10 g. Kebutuhan energi tersebut
diperoleh dengan memperhitungkan faktor aktivitas ringan 1,5. Penggunaan faktor
aktivitas 1,5 karena klien menjalani aktivitas olahraga rutin 1 jam 5x/minggu.
Konsultasi gizi diberikan setelah dilakukan assesmen (pengkajian status
gizi) dan planning (perencanaan asuhan gizi). Konsultasi gizi yang diberikan
kepada klien ini adalah tentang penerapan gizi seimbang, menganjurkan kepada
klien tentang syarat dan prinsip diet gizi seimbang, menganjurkan bahan makanan
yang tidak boleh di anjurkan dan makanan yang harus di batasi. Selain itu, dalam
konsultasi juga dilakukan motivasi kepada klien agar selalu menjalani pola hidup
sehat serta mempertahankan aktivitas olahraganya agar tetap teratur. Hal ini
dimaksudkan agar tujuan diet dapat tercapai. Konseling di lakukan pada tanggal
22 maret 2017 setelah klien selesai fitness. Di dalam konseling di harapkan klien
dapat mengimplementasikan apa yang sudah di konselingkan ke dalam kegiatan
sehari-harinya. Di dalam konseling klien sempat mempertanyakan apakah
suplemen tambahan yaitu beef amino mempunyai efek samping bagi tubuh.
Penambahan suplemen bagi tubuh seperti beef amino tidak membahayakan
asalkan di konsumsi dalam batas normal. Menurut ahli gizi Delia A. Hammock,
MS., R.D. dalam buku yang berjudul Total Nutrition : The Only Guide Youll
Ever Need mengatakan bahwa tidak pernah dibuktikan bahwa kelebihan protein
dapat dapat membebani kerja ginjal yang dalam kondisi sudah sakit sebelumnya
karena penyakit. Bagi orang yang mengalami gangguan ginjal, dokter bahkan
mengawasi konsumsi protein baik dalam bentuk daging, ayam, susu dan lain-lain.
Sedangkan kondisi kelebihan konsumsi protein sama sekali tidak menjadi masalah
bagi orang normal dan tidak menyebabkan terjadinya penyakit gagal ginjal.
Bahkan protein yang cukup sangat di butuhkan bagi kita untuk kerja dan
metabolisme tubuh secara optimal dan mempertahankan kesehatan tubuh, apalagi
untuk orang-orang yang melakukan aktifitas diatas normal seperti mereka yang
melakukan latihan fitnes dan olahraga ketahanan tubuh lainnya.
Berdasarkan hasil monitoring antropometri selama 3 hari di dapatkan
adanya peningkatan berat badan yaitu peningkat sebanyak 0,3 kg. Sedangkan
untuk asupan makan klien yang di monitoring dengan recall 2 x 24 jam di
dapatkan adanya peningkatan asupan hal ini di buktikan dari % asupan ada yang
baik.
BAGIAN 7
KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan
a. Status gizi klien normal (ststus gizi baik) yaitu 20,04 kg/m2
b. Dari perhitungan berat badan ideal dari Tn. A 60,3 kg
c. Tujuan klien mengikuti fitness adalah body building yakni membentuk
tubuh
d. Klien diberikan diet gizi seimbang
e. Berdasarkan hasil SQFFQ dapat diketahui asupan energi, protein, lemak,
karbohidrat kurang.
f. Masalah gizi klien adalah kekurangan intake asupan energi, protein,
lemak, karbohidrat.
g. Kekurangan intake makanan dan minuman oral berkaitan dengan
kurangnya pengetahuan terhadap kecukupan kebutuhan makanan dan
minuman oral yang di buktikan dengan energi 67,08 % (kurang), protein
78,78% (kurang), lemak 70,10% (kurang), karbohidrat 64,29% (kurang).
h. Terapi diet yang diberikan yaitu jenis diet gizi seimbang dengan bentuk
makanan biasa dan di berikan secara peroral.
i. Berdasarkan perhitungan kebutuhan yang dilakukan energi 2994,78 kkal,
protein 83,85 g, lemak 66,55 g, karbohidrat 515,10 g.

2. Saran
Klien disarankan untuk memperbaiki kebiasaan makan yang kurang baik
dengan memperbanyak variasi makanan terutama sumber sayur-sayuran dan
buah dan cara pengolahan makanan.
DAFTAR PUSTAKA

Babasi, Mary E. 2009. At a Glance Ilmu Gizi. Jakarta: Erlangga


Denny, Santoso. 2008. Rahasia diet: the concept, the diet, the workout. Jakarta:
Libri
Rai, Ade. 2009. Tingkatkan fitness IQ anda!: Rahasia tuntas bakar lemak dan
hidup sehat. Jakarta: Penerbit Libri.
Sunita Almatsier. 2003. Penuntun diet. Jakarta: PT. Gramedia pustaka Utama.
LAMPIRAN