Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

FISIKA UMUM

“MEDAN MAGNET DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK”

Tanggal Pengumpulan : 25 Oktober 2017

Tanggal Praktikum : 20 Oktober 2017

Waktu Praktikum : 15.30-17.00 WIB

Nama : Fajar Riyanto


NIM : 11170161000039
Kelompok/Kloter : 8 (Delapan) / 2 (Dua)
Nama Anggota :
1. Nurul Aida (11170161000056)
Kelas : Pendidikan Biologi 1B

LABORATORIUM FISIKA DASAR


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2017
Medan Magnet dan Induksi Elektromagnetik

A. Tujuan Praktikum
1. Mengetahui hubungan antara medan magnet dan arus listrik.
2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kuat lemahnya suatu
medan magnet induksi.
3. Membuktikan percobaan Oersted.
4. Membuktikan hukum Faraday.
B. Dasar Teori
Sejarah dari magnet di mulai ribuan tahun yang lalu ketika di sebuah
wilayah Asia kecil di kenal dengan sebutan Magnesiadi. Di wilayah inilah
telah ditemukannya beberapa batu yang bisa saling menarik satu sama
lainnya. Sehingga batu-batuan itu diberi sebutan “Magnet” penamaan ini
diberikan berdasarkan tempat dimana mereka di temukan. Gaya yang
diberikan satu magnet terhadap magnet yang lain dapat digambarkan
sebagai interaksi antara salah satu magnet dan medan magnet dari magnet
lain. Sama halnya seperti kita menggambarkan garis-garis medan listrik,kita
juga dapat menggambarkan garis-garis medan magnet, mereka dapat
digambarkan seperti medan-medan listrik, sehingga arah yang diberikan
oleh medan magnet bersinggungan dengan garis medan pada setiap titik dan
jumlah garis pada persatuan luas sebanding dengan kekuatan medan
magnet (Giancoli,2014:136-137).
Ruangan yang berada di sekitar magnet dapat disebut dengan medan
magnet atau ruangan di sebuah penghantar yang mengangkut arus sebagai
medan magnet, sama seperti ruang di dekat sebuah benda yang bermuatan
arus listrik yang dapat dikatakan sebagai medan listrik. Vektor medan
magnet dasar yang didefinisikan di dalam bagian berikutnya dinamakan
induksi magnet. Kita dapat menyatakan induksi magnet tersebut dengan
garis-garis induksi, sedangkan medan listrik dengan garis-garis gaya
(Halliday, 1984: 251).
Pada tahun 1820, Hans Christian Oersted (1777-1851)
menemukan bahwa ketika jarum kompas diletakkan didekat kawat
listrik, jarum menyimpang saat kawat dihubungkan ke baterai dan arus
mengalir. Dari kejadian tersebut jarum kompas dapat di belokkan oleh
medan magnet.dan dari percobaannya tersebut Oersted mengambil
kesimpulan bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet.
Oerted telah menemukan hubungan antara listrik dan magnet. Cara yang
sederhana untuk mengingat arah garis-garis medan magnet dalam hal
ini cara ini disebut dengan kaidah tangan kanan, yaitu ketika kita
mengenggam kawat tersebut dengan tangan kanan sehingga ibu jari kita
menunjuk arah arus positif konvensional kemudian jari-jari lain akan
melingkari kawat dengan arah medan magnet (Giancoli, 2001:136-137).

Setelah Oersted memperlihatkan di tahun 1820 bahwa sebuah


arus listrik dapat mempengaruhi jarum sebuah kompas, Faraday
menarik hipotesis bahwa jika sebuah arus dapat menghasilkan medan
magnet, maka sebaliknya sebuah medan magnet pun dapat
menghasilkan arus listrik. Konsep Faraday ini membuktikan bahwa
medan magnet mampu menghasilkan arus listrik (Hayt, 2006 : 293).

Hukum Faraday oleh M. Faraday, hukum ini ditemukan dari hasil


pengamatan. Yaitu ketika pada sebuah loop (konduktor) diubah
besarfluks medan magnet yang melaluinya. Ketika fluks medan magnet
yang dilingkupi oleh sebuah loop berubah, timbul arus listrik pada loop
tersebut yang besarnya sebanding dengan perubahan fluks medan
magnet. Fenomena ini dikenal sebagai hukum Faraday (Satriawan,
2012).

Didasarkan pada penemuan Faraday “Perubahan Fluks magnetik


dapat menimbulkan medan listrik” dan arus pergeseran yang sudah
dihipotesakan Maxwell sebelumnya, maka Maxwell mengajukan suatu
hipotesa baru: “Jika perubahan fluks magnet dapat menimbulkan medan
listrik maka perubahan fluks listrik juga harus dapat menimbulkan
medan magnet”. Hipotesa ini dikenal dengan sifat simetri medan listrik
dengan medan magnet.Faraday menyimpulkan bahwa sebuah arus
listrik dapat diinduksikan dalam suatu rangkaian oleh medan magnet
yang berubah-ubah (Amelia, 2015: 1)

C. Alat dan Bahan


No Alat dan Bahan Jumlah Gambar

1. Catu Daya 1

2. Multimeter Digital 1

3. Resistor 100Ω 1

4. Resistor 50Ω 1
5. Kumparan 500 Lilitan 1

6. Kumparan 1000 Lilitan 1

7. Saklar 1

8. Kompas 1

9. Kabel Penghubung 5

10. Inti Besi 1


11. Magnet Batang 1

D. Langkah Percobaan
a. Langkah percobaan medan magnet
No. Langkah Percobaan Gambar

1. Siapkan alat-alatr yang akan di


gunakan dalam percobaan.

2. Pertama, hubungkan kabel


penghubung dengan catu daya
(DC).

3. Setelah itu, hubungkan kabel


penghubung dari catu daya
tersebut ke saklar.

4. Kemudian, lanjutkan dengan


mengubungkan kabel penghubung
diantara saklar dan resistor
(percobaan pertama menggunakan
50Ω dan percobaan kedua
menggunakan 100Ω).
5. Dilanjutkan dengan memutar jarus
pada multimeter kearah Ampere
dan menghubungkan kabel
penghubung dari resistor.

6. Lalu, Hubungkan kabel


penghubung dari multimeter ke
kumparan dan dilanjutkan ke catu
daya.

7. Nyalakan catu daya dan atur besar


volt kearah 12V dan nyalakan
saklar.

8. Setelah hasil dari multimeter


terlihat, catat hasil percobaan.
Ulangi dengan menggunakan
resistor yang berbeda dan tegangan
yang berbeda (negatif).

b. Langkah percobaan induksi elektromagnetik


No. Langkah Percobaan Gambar

1 Siapkan alat-alatr yang akan di


gunakan dalam percobaan.
2 Pertama-tama, hubungkan kedua
kabel penghubung ke kumparan
(percobaan perttama 500 lilitan dan
percobaan kedua 1000 lilitan)

3 Kemudian, atur jarum penunjuk


pada multimeter kearah Ampere
dan pasang kedua kabel
penghubung dari pada
mukltimeter.
4 Lakukan percobaan dengan
menggunakan magnet, setelah itu
catat hasil percobaan dan ulangi
langkah percobaan dengan
menggunakan bagian magnet yang
berbeda dan jumlah lilitan yang
berbeda.

E. Data Percobaan
a. Percobaan medan magnet dengan resistor 50Ω
No. Arus Polaritas Kumparan Simpangan
Listrik (Defleksi)
(A)
A B Jumlah Jenis Sudut Arah
Lilitan Inti
1 0,22 + - 500 Udara 60 SJ

2 0,22 Besi 90 SJ

3 0,20 + - 1000 Udara 70 SJ

4 0,20 Besi 90 SJ
Rata- 0,21 77,5
rata
5 -0,22 - + 500 Udara 60 BJ

6 -0,22 Besi 90 BJ

7 -0,20 - + 1000 Udara 70 BJ

8 -0,20 Besi 90 BJ

Rata- -0,21 77,5


rata

b. Percobaan medan magnet dengan resistor 100Ω


No. Arus Polaritas Kumparan Simpangan
Listrik (Defleksi)
(A)
A B Jumlah Jenis Sudut Arah
Lilitan Inti
1 0,13 + - 500 Udara 60 SJ

2 0,13 Besi 90 SJ

3 0,12 + - 1000 Udara 70 SJ

4 0,12 Besi 80 SJ

Rata- 0,125 75
rata
5 -0,13 - + 500 Udara 60 BJ

6 -0,13 Besi 90 BJ

7 -0,12 - + 1000 Udara 90 BJ

8 -0,12 Besi 90 BJ
Rata- -0,125 82,5
rata

c. Percobaan Induksi elektromagnetik pada kutub utara magnet


Kumparan Gerakan Arus Listrik Gerakan Arus Listrik
Magnet ke (A) Magnet ke (A)
Dalam Luar
500 Lilitan Lambat 0,00038A Lambat -0,00065A

500 Lilitan Cepat 0,00123A Cepat -0,00297A

1000 Lilitan Lambat 0,00058A Lambat -0,00089A

1000 Lilitan Cepat 0,00291A Cepat -0,00653A

d. Percobaan Induksi elektromagnetik pada kutub selatan magnet


Kumparan Gerakan Arus Listrik Gerakan Arus Listrik
Magnet ke (A) Magnet ke (A)
Dalam Luar
500 Lilitan Lambat 0,00032A Lambat -0,00036A

500 Lilitan Cepat 0,00180A Cepat -0,00357A

1000 Lilitan Lambat 0,00033A Lambat -0,00091A

1000 Lilitan Cepat 0,00089A Cepat -0,00525A

F. Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang praktikan lakukan mengenai medan
magnet, dapat disimpulkan bahwa percobaan Oersted dapat dibuktikan,
bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet dan dapat dibuktikan
ketika kompas yang di dekatkan dengan kumparan yang dihubungkan
dengan arus listrik dapat membuat jarum pada kompas itu menyimpang dari
posisi awalnya, baik bergerak searah jarum jam, ataupun berlawanan jarum
jam seperti yang telah di catat pada tabel percobaan.
Percobaan ini juga membuktikan bahwa kuat arus dapat menentukan
besar kecilnya sudut yang terbentuk oleh jarum ketika di dekatkan dengan
kumparan, dimana semakin besar arusnya maka semakin besar
penyimpangannya. Hal ini dibuktikan dengan percobaan yang sama, tetapi
menggunakan hambatan yang berbeda, dimana pada percobaan pertama
memakai resistor sebesar 50Ω dengan tegangan 12V dengan tegangan
positif menghasilkan rata-rata kuat arus adalah 0,21A dan membuat
simpangan rata-rata sebesar 77,5o searah jarum jam, dan jika dibandingkan
dengan memakai resistor sebesar 100Ω menghasilkan rata-rata kuat arus
sebesar 0,125A hanya bisa membuat simpangan rata-rata sebesar 75o searah
dengan jarum jam. Besar kuat arus yang dihasilkan tergantung pada
hambatannya, karena seperti dijelaskan pada hukum Ohm dimana beda
potensial akan berbanding lurus dengan kuat arus dan akan berbanding
terbalik dengan hambatannya.
Percobaan berikutnya menggunakan besar tegangan yang sama
yaitu 12V tetapi bernilai negatif. Pada percobaan kedua dengan
menggunakan resistor 50Ω menghasilkan rata-rata arus sebesar -0,125A
mampu membuat simpangan sebesar 82,5o berlawanan dengan jarum jam.
Sedangkan pada resistor 100Ω yang menghasilkan -0,21A hanya mampu
membuat jarum pada magnet menyimpang sebesar 77,5o berlawanan
dengan jarum jam. Disini terbukti bahwa hukum Ohm adalah benar dimana
hambatan sangat menentukan kuat arus. Dan dari percobaan ini juga dapat
dilihat bahwa nilai suatu arus dapat menentukan kemana simpangan itu akan
bergerak, searah jarum jam ataukah berlawanan jarum jam.
Berdasarkan percobaan faraday pada tabel ketiga dan keempat,
dapat dibuktikan bahwa medan magnet dapat menghasilkan arus listrik. Hal
ini dibuktikan ketika praktikan memasukan magnet melewati kumparan
maka akan menghasilkan arus listrik. Banyak faktor yang mempengaruhi
besar kecilnya arus yang dihasilkan oleh magnet tersebut, seperti cepat
lambatnya magnet melewati kumparan tersebut, dan juga jumlah lilitan dari
kumparan tersebut. Percobaan ini membuktikan bahwa semakin cepat laju
magnet melewati kumparannya, maka semakin besar pula arus listrik yang
di hasilkan. Hal ini dikarenakan adanya perubahan fluks dari magnet
tersebut ketika digerakan secara cepat ataupun lambat, karena semakin
cepat magnet itu bergerak maka peubahan pada garis-garis magnet itu juga
akan semakin cepat. Percobaan ini juga membuktikan bahwa jumlah lilitan
dari setiap kumparan juga mempengaruhi besar kecilnya arus listrik yang
dihasilkan oleh magnet tersebut, dikarenakan jumlah lilitan mempengaruhi
besar kecilnya induksi yang dihasilkan dan arah dari gerakan magnet itu
sendiri juga akan menentukan nilai dari arus tersebut apah positif atau
negatif. Dan yang terakhir adalah medan magnet tersebut, dimana medan
magnet akan mempengaruhi arus yang dihasilkan ketika induksi itu terjadi.

G. Tugas Pasca Praktikum


1. Bagaimana Anda bisa mengetahui besar kecilnya medan magnet pada
percobaan ini?
Besar kecil medan magnet pada percobaan ini dapat dilihat dari
penggunaan kumparan, dimana semakin banyaknya lilitan yang ada
pada kumparan tersebut, maka semakin besar pula medan magnet yang
dihasilkan.
2. Apa pengaruh dari perubahan polarisasi?
Pengaruh dari perubahan polarisasi berdasarkan percobaan yang
dilakukan oleh praktikan diantaranya adalah kuat arus yang terbentuk,
sudut simpangan yang dibuat oleh jarum kompas, dan juga arah dari
jarum kompas tersebut, dimana mempengaruhi dalam pergerakannya,
baik searah jarum jam, maupun berlawanan dengan arah jarum jam.
3. Apa Fungsi Kompas pada percobaan ini?
Fungsi kompas pada percobaan ini adalah untuk menentukan
simpangan yang dibuat oleh aurs, yaitu besarnya sudut dan arah
simpangan yang dihasilkan pada percobaan yang pertama. Lain hal nya
pada bercobaan kedua dimana fungsi kompas adalah sebagai penentu
kutub-kutub pada magnet tersebut.
4. Bagaimanakah rata-rata sudut simpangan pada percobaan ini?
Bagaimana pula dengan arah simpangannya?
Rata-rata sudut simpangan pada percobaan yang dilakukan oleh
praktikan adalah 77,5o searah jarum jam pada polaritas positif
sedangkan pada polaritas negatif rata-rata sudut simpangannya adalah
77,5o pada tegangan 12V dengan hambatan 50Ω. Lain halnya dengan
rata-rata sudut yang dibuat oleh tegangan 12V dan hambatan 100Ω,
yaitu menghasilkan rata-rata sudut 75o dengan arah searah jarum jam
pada polaritas positif dan rata-rata sudut 82,5o pada polaritas negatif
dengan arah jarum berlawanan dengan jarum jam.
5. Buatlah grafik hubungan antara kuat arus listrik terhadap sudut defleksi
pada kegiatan 1 dan 2!

Hubungan Kuat Arus terhadap Sudut


(Kegiatan 1)
100

80

60
Sudut

40

20

0
0,22 0,22 0,20 0,20 -0,22 -0,22 -0,20 -0,20
Kuat Arus
Hubungan Kuat Arus terhadap Sudut
(Kegiatan 2)
100
80
Sudut
60
40
20
0
0,13 0,13 0,12 0,12 -0,13 -0,13 -0,12 -0,12
Kuat Arus

6. Buatlah grafik hubungan antara jumlah lilitan terhadap sudut defleksi


pada kegiatan 1 dan 2!

Hubungan jumlah lilitan terhadap sudut


(Kegiatan 1)
Besar Sudut

100
50
0 Polaritas Negatif
500 Polaritas Positif
500
1000
1000
Jumlah Lilitan

Polaritas Positif Polaritas Negatif

Hubungan jumlah lilitan terhadap sudut


(Kegiatan 2)
Besar Sudut

100
50
0 Polaritas Negatif
500 Polaritas Positif
500
1000
1000
Jumlah Lilitan

Polaritas Positif Polaritas Negatif

7. Buatlah grafik hubungan antara jenis inti terhadap sudut defleksi pada
kegiatan 1 dan 2!
Hubungan jenis inti terhadap sudut
(Kegiatan 1)

100
Besar Sudut

50

0 Polaritas Negatif
Udara Polaritas Positif
Besi
Udara
Besi
Jenis Inti

Polaritas Positif Polaritas Negatif

Hubungan jenis inti terhadap sudut


(Kegiatan 1)

100
Besar Sudut

50

0 Polaritas Negatif
Udara Polaritas Positif
Besi
Udara
Besi
Jenis Inti

Polaritas Positif Polaritas Negatif

8. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi besar kecilnya medan


magnet pada percobaan ini?
Besar kecilnya medan magnet ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu
jumlah lilitan pada kumparan, karena semakin banyak jumlah lilitan
pada kumparan maka akan mempengaruhi luas daerah yang berinteraksi
dengan magnet.

H. Kesimpulan
1. Medan magnet dapat menghasilkan arus listrik, begitu juga sebaliknya
arus listrik dapat menghasilkan medan magnet.
2. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kuat lemahnya medan
magnet adalah jumlah lilitan pada kumparan.
3. Percobaan yang dilakukan Oerdted terbukti bahwa arus listrik dapat
menghasilkan medan magnet.
4. Bahwa hukum Faraday benar adanya karena medan magnet dapatr
menghasilkan arus listrik.

I. Kritik dan Saran


1. Hendaknya praktikan lebih memahami teori dari praktikum ini.
2. Hendaknya praktikan lebih teliti saat melakukan percobaan.
3. Hendaknya praktikan memahami pemasangan rangkaian dalam
praktikum ini.
J. Daftar Pustaka
Amelia, Ana, Cecep E. Rustana, Hadi Nasbey. PERKEMBANGAN SET
PRAKTIKUM FARADAY PADA MATERI INDUKSI
ELEKTROMAGNETIK. Jurnal Prosiding Fisika. (1) : 1, 2014.
Giancolli, C.Douglas. 2014. Fisika Edisi ketujuh I Jilid 2 Prinsip
dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga
Halliday, David dan Resnick, Robert. 1984. Fisika edisi ke 3 jiid 2.
Jakarta: Erlangga.
Hayt, William H. dan John A.Buck. 2006. Eletromagnetika, Edisi Ketujuh.
Jakarta: Erlangga.
Satriawan, Mirza. 2012. FISIKA DASAR. Diakses dari
http://mirza.staff.ugm.ac.id/fisdas/FisdasbookI.pdf. Pada tanggal 23
Oktober 2017.
Lampiran