Anda di halaman 1dari 8

PERTUMBUHAN TANAMAN

AFIFAH RIDHA IZZATI (1410422042)


KELOMPOK 3 A (KELAS B)

ABSTRAK

Praktikum Pertumbuhan Tanaman ini dilaksanakan pada hari Senin, 2 November


2015 di Laboratorium Teaching IV Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang. Percobaan ini bertujuan untuk
meneliti laju tumbuh daun sejak embrio dalam biji sampai daun mencapai ukuran
tetap serta mengamati daerah tumbuh pada akar dan batang. Dari praktikum yang
telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa Laju pertumbuhan daun terbaik
terdapat pada hari ke 14 pengecekan. Daerah pemanjangan akar yang paling bagus
adalah pada interval ke 10, sedangkan daerah pemanjangan batang pada interval ke
1. Daerah pada batang lebih cepat tumbuh dari pada akar.

Kata kunci: Pertumbuhan, Interval, Daun, Petiol dan Akar

PENDAHULUAN dapat diukur secara kuantitatif (Hopkin


dan Huner, 2008).
Perkembangan merupakan istilah Pada angiosperma dan
kualitatif yaitu perubahan dari sel, tumbuhan tinggi lainnya, berat segar
jaringan, organ, atau organisme dalam tidak selalu menjadi pengukuran yang
siklus kehidupan. Perkembangan dapat diandalkan. Kebanyakan
adalah perubahan yang dapat dilihat jaringan tumbuhan terdiri dari kira-kiar
secara nyata dalam bentuk organ atau 80 % air, tapi kandungan air bervariasi
organisme, seperti perubahan embrio dan berat segar akan berubah
menjadi kecambah, dari kuncup daun tergantung pada kelembaban
menjadi daun sepenuhnya, atau dari sekitarnya dan kandungan air dari
organ reproduksi vegetatif menjadi tumbuhan. Berat kering, ditentukan
struktur reproduksi bunga. setelah pengeringan material menjadi
Pertumbuhan merupakan istilah berat yang konstan, merupakan
kuantitatif, yang berkaitan dengan pengukuran dari jumlah protoplasma
perubahan ukuran dan massa. Pada atau bahan kering (Hopkin dan Huner,
sel, pertumbuhan merupakan 2008).
pertambahan volume yang tidak dapat Pertumbuhan didefinisikan
balik. Pada jaringan dan organ, sebagai pertambahan yang tidak
pertumbuhan secara normal dapat dibalikkan
mencerminkan pertambahan jumlah
sel dan ukuran sel. Pertumbuhan
dalam ukuran pada sistem biologi. dibawah ujung (tunas). Sedangkan
Secara umum pertumbuhan berarti pertambahan panjang tiap lokus pada
pertambahan akar tidak
ukuran karena organisme multisel diketahui pertambahan panjang
tumbuh dari zigot, pertumbuhan itu terbesar dikarenakan kecambah mati.
bukan hanya Pertambahan
dalam volume, tapi juga dalam bobot, volume (ukuran) sering ditentukan
jumlah sel, banyaknya protoplasma, denagn cara mengukur perbesaran ke
dan tingkat kerumitan. Pertumbuhan satu atau dua arah, seperti panjang
biologis terjadi dengan dua fenomena (misalnya, tinggi batang) atau luas
yang berbeda antara satu sama lain. (misalnya, diameter batang), atau luas
Pertambahan volume sel dan (misalnya, luas daun). Pengukuran
pertambahan jumlah sel. volume, misalnya dengan cara
Pertambahan volume sel merupakan pemindahan air, bersifat tidak
hasil sintesa dan akumulasi protein, merusak, sehingga tumbuhan yang
sedangkan pertambahan jumlah sel sama dapat diukur berulang-ulang
terjadi dengan pembelahan sel pada waktu yang berbeda (Salisbury
(Kaufman, 1975). dan Ross, 1996).
Pada setiap tahap dalam Pengukuran daun tanaman
kehidupan suatu tumbuhan, mulai dari waktu embrio dengan
sensitivitas terhadap menggunakan kurva sigmoid juga
lingkungan dan koordinasi respons memiliki hubungan erat dengan
sangat jelas terlihat. Tumbuhan dapat perkecambahan biji tersebut yang
mengindera gravitasi dan arah cahaya otomatis juga dipengaruhi oleh waktu
dan menanggapi stimulus-stimulus ini dormansi karena periode dormansi
dengan cara yang kelihatannya juga merupakan persyaratan bagi
sangat wajar bagi kita. Seleksi alam perkecambahan banyak biji. Ada bukti
lebih menyukai mekanisme respons bahwa pencegah kimia terdapat di
tumbuhan yang meningkatkan dalam biji ketika terbentuk. Pencegah
keberhasilan reproduktif, namun ini ini lambat laun dipecah pada suhu
mengimplikasikan tidak adanya rendah sampai tidak lagi memadai
perencanaan yang disengaja pada untuk menghalangi perkecambahan
bagian dari tumbuhan tersebut ketika kondisi lainnya menjadi baik.
(Campbell, 2002). Waktu dormansi berakhir umumnya
Pada batang yang sedang didasarkan atas suatu ukuran yang
tumbuh, daerah pembelahan sel bersifat kuantitatif. Untuk tunas dan
batang lebih jauh biji dormansi dinyatakan berhasil
letaknya dari ujung daripada daerah dipecahkan jika 50 % atau lebih dari
pembelahan akar, terletak beberapa populasi biji tersebut telah
sentimeter berkecambah atau 50% dari tunas
yang diuji telah menunjukkan
pertumbuhan. Bagi banyak tumbuhan
angiospermae di gurun pasir (t). Ini berarti laju kurva pertumbuhan
mempunyai pencegah yang telah (dV/dt) lambat pada awalnya. Tetapi
terkikis oleh air di dalam tanah. Dalam kemudian meningkat terus. Laju
proses ini lebih banyak air diperlukan berbanding lurus dengan organisme,
daripada yang harus ada untuk semakin besar organisme semakin
perkecambahan itu sendiri (Kimball, cepat ia tumbuh (Tjitrosoepomo,
1992). 1999).
Laju pertumbuhan suatu Fase pertumbuhan logaritmik
tumbuhan atau bagiannya berubah juga menunjukkan sel tunggal. Fase
menurut waktu. Oleh karena itu, bila ini adalah fase dimana tumbuhan
laju tumbuh digambarkan dengan tumbuh secara lambat dan cenderung
suatu grafik, dengan laju tumbuh singkat.Pada fase linier, pertambahan
ordinat dan waktu pada absisi, maka ukuran berlangsung secara konstan,
grafik itu merupakan suatu kurva biasanya pada waktu maksimum
berbentuk huruf S atau kurva sigmoid. selama beberapa waktu lamanya. Laju
Kurva sigmoid ini berlaku bagi pertumbuhan ditunjukkan oleh
tumbuhan lengkap, bagianbagiannya kemiringan yang konstan pada bagian
ataupun sel-selnya. Pertumbuhan atas kurva tinggi tanaman oleh bagian
tanaman mula-mula lambat, kemudian mendatar kurva laju tumbuh dibagian
berangsur-angsur lebih cepat sampai bawah. Fase senescence ditunjukkan
tercapai suatu maksimum, akhirnya oleh laju pertumbuhan yang menurun
laju tumbuh menurun. Apabila saat tumbuhan sudah mencapai
digambarkan dalam grafik, dalam kematangan dan mulai menua. Kurva
waktu tertentu maka akan terbentuk pertumbuhan berbentuk S (Sigmoid)
kurva sigmoid (bentuk S). Bentuk yang ideal, yang dihasilkan oleh
kurva sigmoid untuk semua tanaman banyak tumbuhan setahun dan
kurang lebih tetap, tetapi beberapa bagian tertentu dari
penyimpangan dapat terjadi sebagai tumbuhan setahun maupun bertahun,
akibat variasi-variasi di dalam dengan mengambil contoh tanaman
lingkungan. Ukuran akhir, rupa dan jagung. Kurva menunjukkan ukuran
bentuk tumbuhan ditentukan oleh kumulatif sebagai fungsi dan waktu.
kombinasi pengaruh faktor keturunan Tiga fase utama biasanya mudah
dan lingkungan (Tjitrosoepomo, 1999). dikenali: fase logaritmik, fase linear,
Kurva pertumbuhan berbentuk dan fase penuaan (Salisbury dan
S (sigmoid) yang ideal yang dihasilkan Ross, 1992).
oleh Adapun tujuan dari praktikum
banyak tumbuhan setahun dan ini adalah untuk meneliti laju tumbuh
beberapa bagian tertentu dari daun sejak embrio dalam biji sampai
tumbuhan setahun maupun daun mencapai ukuran tetap serta
bertahunan, Pada fase logaritmik mengamati daerah tumbuh pada akar
ukuran (V) bertambah secara dan batang.
eksponensial sejalan dengan waktu
METODE PERCOBAAN hari. Pada umur 3 dan 5 hari
1. Waktu dan Tempat dilakukan pengukuran dengan
menggali biji. Tiap pengukuran
Praktikum ini dilaksanakan pada hari dilakukan terhadap 3 tanaman.
Senin, 2 November 2015 pukul 08.00 Pengukuran selanjutnya dilakukan
WIB sampai selesai di Laboratorium tanpa memotong kecambah tanaman.
Teaching IV Jurusan Biologi Fakultas Gunakan selalu 3 tanaman yang sama
Matematika dan Ilmu Pengetahuan untuk pengukuran lanjutan ini.
Alam, Universitas Andalas Padang. Tentuka rata-rata panjang daun dari
tiap seri pengukuran. Buat grafik
2. Alat dan Bahan dengan panjang rata-rata daun
2.1 Alat (termasuk petiolnya) sebagai ordinat
dan waktu pengukuran (umur
Aadapun alat yang digunakan pada tanaman) sebagai absis.
percobaan adalah kertas milimeter,
pisau silet, pot berisi campuran pasir 3.2 Daerah Tumbuh akar dan
dan tanah dengan perbandingan 1:1, batang
tabung gelas, lempeng kaca, Pengamatan daerah tumbuh pada
penggaris, dan kertas filter. akar, metodenya yaitu diambil 10
buah kecambah yang akarnya lurus
2.2 Bahan dan panjangnya lebih dari 2 cm, mulai
Adapun bahan yang digunakan adalah dari ujungnya diberi tanda dengan
biji tanaman jenis Phaseolus radiatus, tinta cina 10 buah garis dengan
kecambah tanaman kacang- interval 1 mm. Dengan menggunakan
kacangan, dan tinta cina. karet gelang kecambah diletakkan
dengan kedudukan tegak pada
3. Cara Kerja lempeng kaca yang telah dibalut
3.1 Kurva Sigmoid Pertumbuhan dengan kertas filter. Diambil lagi 10
Daun buah kecambah dan diberi tanda garis
Biji direndam selama 2-3 jam dalam 10 mm dari ujung akar sebagai kontrol
beaker glass, diambil sebanyak 30 biji dan diletakkan pada lempeng kaca.
untuk percobaan. Tiga biji dikupas dan Lempeng kaca yang telah ditempeli
dibuka kotiledonnya, panjang daun kecambah dimasukkan ke dalam
diukur pada embrionya dengan kertas tabung gelas berisi sedikit air
milimeter, kemudian dihitung nilai rata- kemudian ditutup agar berada dalam
ratanya. Sebanyak 25 biji ditanam dalam tabung yang tetap lembab.
dalam pot, siram dengan air, dan Tabung diletakkan dalam ruangan
dipelihara selama 2 minggu di gelap. Setelah 24 jam, jarak interval
laboratorium. Pengamatan yang masing-masing interval tiap kecambah
dilakukan yaitu mengukur panjang diukur. Untuk pengamatan daerah
daun dan petiolnya (daun pertama tumbuh pada batang, diambil 20
yang merupakan sepasang daun tanaman yang batangnya lurus.
tunggal) ada umur 3, 5, 7, 10, dan 14
Epikotil tanaman tersebut diberi tanda semuanya diletakkan pada tempat
garis 10 buah dari ujung dengan yang gelap. Setelah 48 jam, jarak
interval 2 mm. Perlakuan pada 10 masing-masing interval diukur
tanaman yang dipilih dan diberi label kemudian pertambahan panjang rata-
tanaman nomor 1 sampai dengan 10. rata tiap interval digambar pada grafik.
Sebagai kontrol pada 10 tanama yang
lain diberi satu tanda pada 20 mm dari
ujung dan diberi label 1 sampai
dengan 10. Pot dengan tanaman itu

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Kurva sigmoid pertumbuhan daun

Tabel .1 kurva sigmoid pertumbuhan daun pada kecambah Phaseolus radiatus


Tanaman Hari 3 Hari 5 Hari 7 Hari 10 Hari 14
I 2,2 3,2 3,7 3,9 4,3
II 2,4 3,6 4 4,2 4,5
III 2 2,5 3 3,4 3,6

4
Kecambah
3 1
Kecambah
2 2
Kecambah
1 3

0
3 5 7 10 14

Gambar .1 grafik pertumbuhan daun .

Tabel 2. Pertumbuhan petiol Phaseolus radiatus (cm)


Tanaman Hari 3 Hari 5 Hari 7 Hari 10 Hari 14
I 0,2 0,3 0,4 0,5 0,7
II 0,2 0,3 0,5 0,6 0,7
III 0,1 0,3 0,4 0,5 0,6
0.8
0.7
0.6
0.5 Kecambah 1
0.4
Kecambah 2
0.3
Kecambah 3
0.2
0.1
0
3 5 7 10 14

Gambar .2 grafik pertumbuhan petiol

Pada tabel di atas dapat dilihat petiol 0,7 cm. Hasil tersebut sesuai
bahwa pertumbuhan daun dan dengan pendapat Tjitrosoepomo
petioles pada kecambah Phaseolus (1999) bahwa dalam proses
radiatus dari hari ke hari menunjukkan pertumbuhan terjadi penambahan dan
angka yang semakin tinggi pada perubahan volume sel secara
setiap tanaman. Pengamatan signifikan seiring dengan berjalannya
dilakukan setelah kecambah berumur waktu danbertambahnya umur
3 hari. Pada hari ke tiga, rata-rata tanaman. Proses pertumbuhan
pertumbuhan daun dan petiol pada menunjukkan suatu perubahan dan
Phaseolus radiates adalah sebesar dapat dinyatakan dalam bentuk
2,2 cm dan 0,2 cm. Pada pengecekan kurva/diagram pertumbuhan.
di hari ke lima, panjang daun rata-rata Pertumbuhan tanaman mula-mula
adalah 3,1 cm dan panjang rata-rata lambat, kemudian berangsur-angsur
petiolus adalah 0,3 cm. Pada lebih cepat sampai tercapai suatu
pengamatan hari ke tujuh ddapatkan maksimum, akhirnya laju tumbuh
panjang rata-rata daun sebesar 3,5 menurun. Apabila digambarkan dalam
cm dan petiolus 0,4 cm. Pengamatan grafik, dalam waktu tertentu maka
hari ke 10 didapatkan panjang rata- akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk
rata daun 3,8 cm dan petioles 0,5 cm. S).
Sedangkan rata-rata pertumbuhan
daun pada hari terakhir yaitu 4 cm dan

2. Daerah Tumbuh Akar dan Batang

Tabel . 3 daerah pertumbuhan akar dan batang pada kecambah Phaseolus radiates.

Waktu No Kontrol (mm) Perlakuan (mm)


24 jam (akar) 1 3 2
2 7 2
3 4 4,3
4 13 2
5 2 2
48 jam (batang) 1 23 12
2 15 17
3 12 19
4 29 14
5 11 9

Pada tabel ke tiga, dapat dasar). Meristem apikal yang terdapat


dilihat pertambahan panjang ada di pusat zona pembelahan
setiap interval akar dan batang. menghasilkan sel sel meristem primer
Pemanjangan daerah bagian akar yang bersifat meristematik. Zona
yang signifikan yaitu pada interval pembelahan sel bergabung ke zona
dekat ujung akar. pada pertambahan pemanjangan (elongasi). Disini sel-sel
panjang batang, bagian yang memanjang sampai sepuluh kali
mengalami pertumbuhan paling pesat semula, sehingga mendorong ujung
adalah pada interval atas batang. Hal akar, termasuk meristem ke depan.
ini sesuai dengan pendapat Azrai Meristem akan mandukung
(2003) bahwa proses pemanjangan pertumbuhan secara terus menerus
akar terkonsentrasi pada sel-sel dekat dengan menambahkan sel-sel ke
ujung akar, dimana terletak tiga zona ujung termuda zona pemanjangan
sel dengan tahapan pertumbuhan tersebut. Pertumbuhan ini disebabkan
primer yang berurutan. Dari ujung pembelahan sel dan pemanjangan sel
akar ke arah atas terdapat zona dalam ruas tersebut (Kaufman, 1975).
pembelahan sel, zona pemanjangan
dan zona pematangan.Selanjutnya SIMPULAN DAN SARAN
sel-sel dekat ujung akar aktif Kesimpulan
berproliferasi, dimana terletak tiga Dari hasil percobaan dapat
zona sel dengan tahapan disimpulkan bahwa :
pertumbuhan primer yang berurutan 1. Laju pertumbuhan daun terbaik
(zona pembelahan sel, zona terdapat pada hari ke 14
pemanjangan dan zona pematangan). pengecekan
Zona pembelahan sel meliputi 2. Daerah pemanjangan akar
meristem apikal dan turunannya, yang yang paling bagus adalah
disebut meristem primer (terdiri dari pada interval ke 10,
protoderm, prokambium dan meristem sedangkan daerah
pemanjangan batang pada Edisi Keempat. ITB-Press.
interval ke 1. Daerah pada Bandung.
batang lebih cepat tumbuh dari
Tjitrosoepomo, G., 1999. Botani
pada akar.
Umum 2. Angkasa. Bandung.
Saran Salisbury, F. B and CleonW, Ross.
Diharapkan kepada praktikan agar
1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid
lebih teliti, cermat dan berhati-hati
dalam I. ITB. Bandung.
melaksanakan praktikum terutama
dalam mengamati gejala-gejala yang
terjadi pada tanaman selama
pengamatan.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell dan Reece. 2003. Biologi
Edisi Kelima Jilid 2. Erlangga. Jakarta.
Harjadi, Sri Setyadi. 1979. Pengantar
Agronomi. Gramedia. Jakarta.
Hopkins, W. G. Dan N. P. Huner.
2008. Introduction To Plant
Physiology. John Wiley &
Sons, Inc. USA.
Kaufman, P. B., J. Labavitch, A. A.
Prouty, N.S Ghosheh. 1975.
Laboratory Experiment in Plant
Physiology.Macmillan
Publishing Co., Inc. New York.
Kimbal, 1992. Tinjauan Konseptual
Model Pertumbuhan dan Hasil
Tegakan Hutan. USU-Digital
Library. Medan.
Salisbury, F.B dan C.W. Ross., 1992.
Fisiologi Tumbuhan Jilid Tiga