Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KELAINAN

KELENJAR TIROID

MAKALAH
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH
KELAINAN KELENJAR TIROID

Di susun kelompok 2,
kls 2b , oleh :

1. SUCI ARSALNA SAYATIN


2. NORA PUSPITA NINGRUM

3. VENI SEPTIAN ANGGRAINI

4. LAELATUL JULFA ANGGRAINI

5. RINDA EMILIA

6. FIA FARIDA

AKPER BINA SEHAT PPNI


KAB.MOJOKERTO
2015-2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan berkat dan rahmat-Nya yang melimpah, sehingga kami dapat
menyelesaikan“Asuhan keperawatan pada kelainan kelenjar tiroid “yang merupakan
salah satu syarat untuk mendapatkan nilai semester IV di Akademi Keperawatan Bina Sehat
PPNI Mojokerto 2015 .
Makalah ini tidak akan terselesaikan tanpa bantuan, bimbingan dan arahan dari semua pihak,
oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu Lutfi Wahyuni
S.Kep.Ns M.Kes sebagai pembimbing yang telah banyak membantu menyelesaikan makalah
ini .
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari
kesempurnaan baik isi dan susunannya, hal ini disebabkan keterbatasan waktu, wawasan,
ataupun kekhilafan kami.Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak
untuk kesempurnaan hasil makalah ini.
Semoga segenap bantuan, bimbingan dan arahan yang telah di berikan kepada kami
mendapat balasan dari Tuhan. Harapan kami, makalah ini dapat bermanfaat bagi peningkatan
dan pengembangan profesi keperawatan.

Mojokerto, 12 Maret 2015

Penyusun ,

(Kelompok 2)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kelainan tiroid merupakan kelainan endokrin tersering kedua yang ditemukan selama
kehamilan. Berbagai perubahan hormonal dan metabolik terjadi selama
kehamilan,menyebabkan perubahan kompleks pada fungsi tiroid maternal. Hipertiroid adalah
kelainan yang terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dari
kebutuhan tubuh.Wanita hamil dengan eutiroid memunculkan beberapa tanda tidak spesifik
yang mirip dengan disfungsi tiroid sehingga diagnosis klinis sulit ditegakkan.Sebagai contoh,
wanita hamil dengan eutiroid dapat menunjukkan keadaan hiperdinamik seperti peningkatan
curah jantung, takikardi ringan, dan tekanan nadi yang melebar, suatu tanda-tanda yang dapat
dihubungkan dengan keadaan hipertiroid.Disfungsi tiroid autoimun umumnya menyebabkan
hipertiroidisme dan hipotiroidisme pada wanita hamil.Kelainan endokrin ini sering terjadi
pada wanita muda dan dapat mempersulit kehamilan, demikian pula sebaliknya. Penyakit
Graves terjadi sekitar lebih dari 85 % dari semua kasus hipertiroid, dimana Tiroiditis
Hashimoto adalah yang paling sering untuk kasus hipotiroidisme. Tiroiditis postpartum
adalah penyakit tiroid autoimun yang terjadi selama tahun pertama setelah
melahirkan.Penyakit ini memberikan gejala tirotoksikosis transien yang diikuti dengan
hipotiroidisme yang biasanya terjadi pada 8-10% wanita setelah bersalin.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum :
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Endokrin untuk mengeksplorasi
secara lebih dalam tentang Asuhan keperawatan pada pasien hipertiroidisme.
2. Tujuan khusus :
a. Memahami pengertian hipertiroidisme
b. Mengetahui etiologi dari hipertiroidisme
c. Mengetahui bagaimana patofisiologi dari hipertiroidisme
d. Mengetahui tanda dan gejala pada hipertiroidisme
e. Mengetahui komplikasi dari hipertiroidisme
f. Mengetahui bagaimana pemeriksaan dan penatalaksanaan medis dalam menangani kasus
hipertiroidisme.
g. Memahami asuhan keperawatan dengan diagnosa medis hipertiroidisme

C. Ruang Lingkup Penulisan


1. Pengertian Hipertiroidisme
2. Etiologi Hipertiroidisme
3. ManifestasiKlinisHipertiroidisme
4. PatofisiologiHipertiroidisme
5. Komplikasi Hipertiroidisme
6. Pemerikasaan Diagnostik
7. Penatalaksanaan
8. Asuhan Keperawatan dengan Diagnosa Medis Hipertiroidisme

D. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini dengan cara mengumpulkan
literatur dan mencari di internet serta berdiskusi dengan teman kelompok maupun diluar
kelompok.Pengumpulan informasi dan data, analisis informasi dan data, penarikan
kesimpulan, serta merumuskan saran mencakup pendekatan penulisan, sumber
penulisan,sasaran penulisan, dan tahapan penulisan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
Hipertiroidisme adalah keadaan dimana terjadi peningkatan hormon tiroid lebih dari
yang dibutuhkan tubuh.Tirotoksikosis merupakan istilah yang digunakan dalam manifestasi
klinis yang terjadi ketika jaringan tubuh distimulasi oleh peningkatan hormon tiroid. Angka
kejadian pada hipertiroid lebih banyak pada wanita dengan perbandingan 4:1 dan pada usia
antara 20-40 tahun (Black,2009)
Hipertiroidisme adalah kadar hormon tiroid yang bersirkulasi berlebihan. Gangguan
ini dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid hipofisis, atau hipotalamus. (Elizabeth
J.Corwin:296)
Hipotiroidisme merujuk pada kondisi yang dikarakteristikakan oleh tak
disekresikannya hormon-hormon tiroid. Ini dimanifestasikan dengan pelambatan semua
fungsi tubuh dan mental secara umum (Barbara:568).
Hipotiroidisme merupakan keadaan yang ditandai dengan terjadinya hipofungsi tiroid
yang berjalan lambat dan diikuti oleh gejala-gejala kegagalan tiroid. Keadaan ini terjdai
akibat kadar hormon tiroid dibawah nilai optimal (Brunner&Suddarth:1299).
Hipotiroid adalah penurunan sekresi hormon kelenjar tiroid sebagai akibat kegagalan
mekanisme kompensasi kelenjar tiroid dalam memenuhi kebutuhan jaringan tubuh akan
hormon-hormon tiroid (Hotma Rumahorbo S.kep,1999)

B. ETIOLOGI
Penyebab hipertiroid diantaranya:

1. Adenoma hipofisis

Penyakit ini merupakan tumor jinak kelenjar hipofisis dan jarang terjadi .

2. Penyakit graves

Penyakit graves atau toksik goiter diffuse merupakan penyakit yang disebabkan karena
autoimun, yaitu dengan terbentuknya antibodi yang disebut thyroid-stimulating
immunoglobulin (TSI) yang mendekati sel-sel tiroid. TSI meniru tindakan TSH dan
merangsang tiroid untuk membuat hormon tiroid terlalu banyak.Penyakit ini dicirikan adanya
hipertiroidisme, pembesaran kelenjar tiroid (goiter) dan eksoftalmus (mata melotot).

3. Nodul tiroid (Tiroiditis)

Merupakan inflamasi kelenjar tiroid yang biasanya disebabkan oleh bakteri seperti
streptococcus pyogenes, staphylococcus aureus, dan pneumococcus pneumonia.Reaksi
peradangan ini menimbulkan pembesaran pada kelenjar tiroid, kerusakan sel dan peningkatan
jumlah hormon tiroid.
Tiroiditis dikelompokan menjadi tiroiditis subakut, tiroiditis postpartum, dan tiroiditis
tersembunyi.
Tiroiditis subakut
Pada tiroiditis subakut terjadi pembesaran kelenjar tiroid dan biasanya hilang dengan
sendirinya setelah beberapa bulan .
Tiroiditis postpartum
Tiroiditis postpartum terjadi sekitar 8% wanita setelah beberapa bulan
melahirkan.Penyebabnya diyakini autoimun.Seperti halnya dengan tiroiditis subakut,
tiroiditis postpartum sering mengalami hipotiroidisme sebelum kelenjar tiroid benar-benar
sembuh.
Tiroiditis tersembunyi
Tiroiditis tersembunyi juga disebabkan karena autoimun dan pasien tidak mengeluh nyeri,
tetapi mungkin juga trejadi pembesaran kelenjar.Tiroiditis tersembunyi dapat mengakibatkan
tiroiditis permanen.

4. Konsumsi banyak yodium


Konsumsi yodium yang berlebihan, yang mengakibatkan peningkatan sintesis
hormon tiroid.
5. Pengobatan hipotiroid
Terapi hipotiroid, pemberian obat-obatan hipotiroid untuk menstimulasi sekresi hormon
tiroid.Penggunaan yang tidak tepat menimbulkan kelebihan jumlah hormon tiroid.
6. Produksi TSH yang Abnormal
Produksi TSH kelenjarhipofisisdapatmemproduksi TSH
berlebihan,sehinggamerangsangtiroidmengeluarkan T3 dan T4 yang banyak.
Penyebab hiportiroid diantaranya:
a. Tiroiditis Hashimoto, juga disebut tiroiditis otoimun, terjadi akibat adanya otoantibodi yang
merusak jaringan kelenjar tiroid. Hal ini menyebabkan penurunan HT disertai peningkatan
kadar TSH dan TRH akibat umpan balik negatif yang minimal, Penyebab tiroiditis otoimun
tidak diketahui, tetapi tampaknya terdapat kecenderungan genetik untuk mengidap penyakit
ini. Penyebab yang paling sering ditemukan adalah tiroiditis Hashimoto.Pada tiroiditis
Hashimoto, kelenjar tiroid seringkali membesar dan hipotiroidisme terjadi beberapa bulan
kemudian akibat rusaknya daerah kelenjar yang masih berfungsi.
b. Penyebab kedua tersering adalah pengobatan terhadap hipertiroidisme. Baik yodium
radioaktif maupun pembedahan cenderung menyebabkan hipotiroidisme.
c. Gondok endemik adalah hipotiroidisme akibat defisiensi iodium dalam makanan.Gondok
adalah pembesaran kelenjar tiroid. Pada defisiensi iodiurn terjadi gondok karena sel-sel tiroid
menjadi aktif berlebihan dan hipertrofik dalarn usaha untuk menyerap sernua iodium yang
tersisa dalam. darah. Kadar HT yang rendah akan disertai kadar TSH dan TRH yang tinggi
karena minimnya umpan balik.Kekurangan yodium jangka panjang dalam makanan,
menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme goitrosa).
d. Kekurangan yodium jangka panjang merupakan penyebab tersering dari hipotiroidisme di
negara terbelakang.
e. Karsinoma tiroid dapat, tetapi tidak selalu, menyebabkan hipotiroidisme. Namun,terapi untuk
kanker yang jarang dijumpai ini antara lain adalah tiroidektomi, pemberian obat penekan
TSH, atau terapi iodium radioaktif untuk mengbancurkan jaringan tiroid. Semua pengobatan
ini dapat menyebabkan hipotiroidisme. Pajanan ke radiasi, terutama masa anak-anak, adalah
penyebab kanker tiroid. Defisiensi iodium juga dapat meningkatkan risiko pembentukan
kanker tiroid karena hal tersebut merangsang proliferasi dan hiperplasia sel tiroid.

C. MANIFESTASI KLINIS
Hipertyroid
1. Sistem kardiovaskuler
Meningkatnya heart rate, stroke volume, kardiak output, peningkatan kebutuhan oksigen otot
jantung, peningkatan vaskuler perifer resisten, tekanan darah sistole dan diastole meningkat
10-15 mmHg, palpitasi, disritmia, kemungkinan gagal jantung, edema.
2. Sistem pernafasan
Cepat dan dalam, bernafas pendek, penurunan kapasitas paru.
3. Sistem perkemihan
Retensi cairan, menurunnya output urin.
4. Sistem gastrointestinal
Meningkatnya peristaltik usus, peningkatan nafsu makan, penurunan berat badan, diare,
peningkatan penggunaan cadangan adipose dan protein, penurunan serum lipid, peningkatan
sekresi gastrointestinal, hiponatremia, muntah dan kram abdomen.
5. Sistem muskuloskeletal
Keseimbangan protein negatif, kelemahan otot, kelelahan, tremor.
6. Sistem integumen
Berkeringat yang berlebihan, kulit lembab, merah hangat, tidak toleran panas, keadaan
rambut lurus, lembut, halus dan mungkin terjadi kerontokan rambut.
7. Sistem endokrin
Biasanya terjadi pembesaran kelenjar tiroid.
8. Sistem neurologi
Meningkatnya refleks tendon dalam, tremor halus, gugup gelisah, emosi tidak stabil seperti
kecemasan, curiga tegang dan emosional.
9. Sistem reproduksi
Amenorahea, anovulasi, mens tidak teratur, menurunnya libido, impoten.
10. Eksoftalmus/ sensori persepsi
Yaitu keadaan dimana bola mata menonjol ke depan seperti mau keluar. Eksoftalmus terjadi
karena adanya penimbunan karbohidrat kompleks yang menahan air dibelakang mata.Retensi
cairan ini mendorong bola mata kedepan sehingga bola mata nampak menonjol keluar rongga
orbita. Pada keadaan ini dapat terjadi kesulitan dalam menutup mata secara sempurna
sehingga mata menjadi kering, iritasi atau kelainan kornea .
D. Pathway Hipertiroid
Hiperplasia kelenjar

Px. Grafes tiroid


Kel.tiroid nuduler

T3 dan T4
TSH
Hipersekresi hormon tiroid
Metabolisme tubuh

Kelaianan autoimun
E. KOMPLIKASI

1. Eksoftalmus
Keadaan dimana bola mata pasien menonjol keluar.Hal ini disebabkan karena penumpukan
cairan pada rongga orbita bagian belakang bola mata.Biasanya terjadi pasien dengan penyakit
graves.
2. Penyakit jantung
Terutama kardioditis dan gagal jantung.Tekanan yang berat pada jantung bisa menyebabkan
ketidakteraturan irama jantung yang bisa berakibat fatal (aritmia) dan syok.
3. Stroma tiroid (tirotoksitosis)
Pada periode akaut pasien mengalami demam tinggi, takhikardi berat, derilium dehidrasi dan
iritabilitas yang ekstrem.Keadaan ini merupakan keadaan emergensi, sehingga penanganan
harus lebih khusus.Faktor presipitasi yang berhubungan dengan tiroksikosis adalah
hipertiroidisme yang tidak terdiagnosis dan tidak tertangani, infeksi ablasi tiroid,
pembedahan, trauma, miokardiak infark, overdosis obat.Penanganan pasien dengan stroma
tiroid adalah dengan menghambat produksi hormon tiroid, menghambat konversi T4 menjadi
T3 dan menghambat efek hormon terhadap jaringan tubuh.Obat-obatan yang diberikan untuk
menghambat kerja hormon tersebut diantaranya sodium ioded intravena, glukokortokoid,
dexsamethasone dan propylthiouracil oral. Beta blokers diberikan untuk menurunkan efek
stimulasi sarap simpatik dan takikardi.
4. Krisis tiroid (thyroid storm)
Hal ini dapat berkembang secara spontan pada pasien hipertiroid yang menjalani terapi,
selama pembedahan kelenjar tiroid, atau terjadi pada pasien hipertiroid yang tidak
terdiagnosis.Akibatnya adalah pelepasan hormontiroid dalam jumlah yang sangat besar yang
menyebabkan takikardia, agitasi, tremor, hipertermia, dan apabila tidak diobati dapat
menyebabkan kematian.

F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Pemeriksaan laboratorium
Serum T3, terjadi peningkatan (N: 70 – 250 ng/dl atau 1,2 – 3,4 SI unit)
T3 serum mengukur kandungan T3 bebas dan terikat, atau total T3 total, dalam
serum.Sekresinya terjadi sebagai respon terhadap sekresi TSH dan T 4. Meskipun kadar T3 dan
T4 serum umumnya meningkat atau menurun secara bersama-sama, namun kadar T 4
tampaknya merupakan tanda yang akurat untuk menunjukan adanya hipertiroidisme, yang
menyebabkan kenaikan kadar T4 lebih besar daripada kadar T3.Serum T4, terjadi peningkatan
(N: 4 – 12 mcg/dl atau 51 – 154 SI unit) .Tes yang paling sering dilakukan adalah penentuan
T4 serum dengan teknik radioimmunoassay atau peningkatan kompetitif.T4 terikat terutama
dengan TBG dan prealbumin : T3 terikat lebih longgar. T4 normalnya terikat dengan protein.
Setiap factor yang mengubah protein pangikat ini juga akan mengubah kadar T 4.Indeks T4
bebas, meningkat (N: 0,8 – 2,4 ng/dl atau 10 – 31 SI unit)T3RU, meningkat (N: 24 – 34 %)

2. TRH Stimulating test, menurun atau tidak ada respon TSH


3. Tiroid antibodi antiglobulin antibodi, titer antiglobulin antibodi tinggi (N: titer < 1 : 100)
4. Tirotropin reseptor antibodi (TSH-RAb), terjadi peningkatan pada penyakit graves
5. Ambilan Iodium Radioaktif
Tes ambilan iodium radioaktif dilakukan untuk mengukur kecepatan pengambilan iodium
oleh kelenjar tiroid. Kepada pasien disuntikan atau radionuklida lainnya dengan dosis tracer,
dan pengukuran pada tiroid dilakukan dengan alat pencacah skintilas (scintillation counter)
yang akan mendeteksi serta menghitung sinar gamma yang dilepaskan dari hasil penguraian
dalam kelenjar tiroid.
Tes ini mengukur proporsi dosis iodium radioaktif yang diberikan yang terdapat dalam
kelenjar tiroid pada waktu tertentu sesudah pemberiannya. Tes ambilan iodium-radioaktif
merupakan pemeriksaan sederhana dan memberikan hasil yang dapat diandalkan.Penderita
hipertiroidisme akan mengalami penumpukan dalam proporsi yang tinggi (mencapai 90%
pada sebagian pasien).

6. Test penunjang lainnya


CT Scan tiroid, mengetahui posisi, ukuran dan fungsi kelenjar tiroid. Iodine radioaktif
(RAI) diberikan secara oral kemudian diukur pengambilan iodine oleh kelenjar tiroid.
Normalnya tiroid akan mengambil iodine 5 – 35 % dari dosis yang diberikan setelah 24 jam.
Pada pasien hipertiroid akan meningkat.
USG, untuk mengetahui ukuran dan komposisi dari kelenjar tiroid apakah massa atau nodule.
Pemeriksaan ini dapat membantu membedakan kelainan kistik atau solid pada tiroid.Kelainan
solid lebih sering disebabkan keganasan dibanding dengan kelainan kistik.Tetapi kelainan
kistikpun dapat disebabkan keganasan meskipun kemungkinannya lebih kecil.

7. EKG, untuk menilai kerja jantung, mengetahui adanya takhikardi, atrial fibrilasi dan
perubahan gelombang P dan T

G. PENATALAKSANAAN
Hipertyroid
1. TERAPI UMUM
Obat antitiroid
Biasanya diberikan sekitar 18-24 bulan. Contoh obatnya: propil tio urasil(PTU), karbimazol.-
Pemberian yodium radioaktif, biasa untuk pasien berumur 35 tahun/lebih atau pasien
yanghipertiroidnya kambuh setelah operasi.Cara ini dipilih untuk pasien yang pembesaran
kelenjar tiroid-nya tidak bisa disembuhkanhanya dengan bantuan obat-obatan, untuk wanita
hamil (trimester kedua), dan untuk pasienyang alergi terhadap obat/yodium radioaktif.Sekitar
25% dari semua kasus terjadipenyembuhan spontan dalam waktu 1 tahun.
2. FARMAKOTERAPI
Obat-obat antitiroid selain yang disebutkan di atas adalah:
Carbimazole (karbimasol)
Berkhasiat dapat mengurangi produksi hormon tiroid.Mula-mula dosisnya bisa sampai 3-
8tablet sehari, tetapi bila sudah stabil bisa cukup 1-3 tablet saja sehari. Obat ini cukup
baik untuk penyakit hipertiroid.Efek sampingnya yang agak serius adalah turunnya produksi
sel darah putih (agranulositosis)dan gangguan pada fungsi hati. Ciri-ciri agranulositosis
adalah sering sakit tenggorokan yangtidak sembuh-sembuh dan juga mudah terkena infeksi
serta demam.Sedangkan ciri-ciri gangguan fungsi hati adalah rasa mual, muntah, dan sakit
pada perutsebelah kanan, serta timbulnya warna kuning pada bagian putih mata, kuku, dan
kulit.
Kalmethasone (mengandung zat aktif deksametason)
Merupakan obat hormon kortikosteroid yang umumnya dipakai sebagai obat anti
peradangan.Obat ini dapat digunakan untuk menghilangkan peradangan di kelenjar tiroid
(thyroiditis).
Artane (dengan zat aktif triheksilfenidil)
Obat ini sebenarnya obat anti parkinson, yang dipakai untuk mengatasi gejala-
gejalaparkinson, seperti gerakan badan yang kaku, tangan yang gemetar dan sebagainya. Di
dalampengobatan hipertiroid, obat ini dipakai untuk mengobati tangan gemetar dan denyut
jantungyang meningkat.Namun penggunaan obat ini pada pasien dengan penyakit hipertiroid
harusberhati-hati, bahkan sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan denyut jantung
yangcepat (takikardia). Pada pasien yang denyut nadinya terlalu cepat (lebih dari 120 kali
permenit) dan tangan gemetar biasanya diberi obat lain yaitu propranolol, atenolol, ataupun
verapamil.

3. TERAPI LAIN
Adapun pengobatan alternatif untuk hipertiroid adalah mengkonsumsi bekatul. Para
ahlimenemukan bahwa dalam bekatul terdapat kandungan vitamin B15, yang berkhasiat
untuk menyempurnakan proses metabolisme di dalam tubuh kita.Selain hipertiroid, vitamin
B15 juga dapat digunakan untuk mengobatidiabetes melitus,hipertensi,asma, kolesterol dan
gangguanaliran pembuluh darah jantung (coronair insufficiency), serta penyakit hati.Selain
itu, vitamin B15 juga dapat meningkatkan pengambilan oksigen di dalam otak,menambah
sirkulasi darah perifer dan oksigenisasi jaringan otot jantung.

Hipotyroid
Hipotiroidisme diobati dengan menggantikan kekurangan hormon tiroid, yaitu
dengan memberikan sediaan per-oral (lewat mulut). Yang banyak disukai adalah hormon
tiroid buatan T4. Bentuk yanglain adalah tiroid yang dikeringkan (diperoleh dari kelenjar
tiroid hewan).
Pengobatan pada penderita usia lanjut dimulai dengan hormon tiroid dosis rendah,
karena dosis yang terlalu tinggi bisa menyebabkan efek samping yang serius. Dosisnya
diturunkan secara bertahap sampai kadar TSH kembali normal. Obat ini biasanya terus
diminum sepanjang hidup penderita.
Pengobatan selalu mencakup pemberian tiroksin sintetik sebagai pengganti hormon
tiroid. Apabila penyebab hipotiroidism berkaitan dengan tumor susunan saraf pusat, maka
dapat diberikan kemoterapi, radiasi, atau pembedahan.

TINJAUAN KASUS
Saudara N umur 20 tahun alamat Belimbing sari sooko Mojokerto datang dengan keluhan
matanya menomjol ke depan sehingga mengganggu aktifitasnya . Setahun yang lalu klien
mengeluh nafsu makan meningkat, rasa lemas, banyak berkeringat meskipun dimalam hari.
Klien juga merasa berat badannya turun secara berangsur dari 55kg menjadi 50kg. Dan
sebulan yang lalu pernah memeriksakan diri ke dokter dengan diagnosa medis hipertiroid.
Pada tanggal 29 desember 2007 pasien memeriksakan diri ke sdmc karena badannya sekamin
lemass dan pusing.

1. PENGKAJIAN
a. Biodata
Nama : Sdr. N
Tempat tanggal lahir : Surabaya, 13 april 1987
Umur : 20 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Blimbing sari , sooko mojokerto
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : Mahasiswa
Diagnosa : hypertiroid

b. Identitas penanggung jawab


Nama : Sdr. N
Umur :
Jenis kelamin : perempuan
Alamat : blimbing sari , sooko , mojokerto
Agama : islam
Suku : jawa
Pendidikan : ibu rumah tangga
Hubungan dengan klien : ibu klien

2. Riwayat kesehatan
a. keluhan utama
pasien mengeluh matanya menonjol kedepan sehingga menganggu aktivitasnya.
b. Riwayat kesehatan sekarang
Setahun yang lalu klien mengeluh nafsu makan meningkat, rasa lemas, banyak
berkeringat meskipun dimalam hari.Kemudian terjasi penurunan berat badan secara
berangsur. Dan sebulan yang lalu pasien memeriksakan dir ke dokter dengan diagnose medis
hipertiroid. Pada tanggal 29 desember 2007 pasien memeriksakan diri ke sdmc karena
badannya semain lemas dan pusing.
c. Riwayat kesehatan dahulu
Klien pernah menderita penyakit maag, panas dan batuk.
d. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu klien pernah menderita hipertensi, asam urat dan ayah klien pernah menderita penyakit
gatal-gatal.

3. Pemeriksaan fisik
a. TTV
Suhu : 36,5°c
Nadi : 110x/menit
RR : 27x/menit
BB/TB : 50kg/165cm
TD : 150/90 mmhg
b. Keadaan umum
Kesadaran composmentis , GCS 456
c. Pemeriksaan B1 – B6
1. Breathing (pernafasan)
- Pernafasan cepat, dalam dan pendek.
2. Blood (kardiovaskuler)
- Tekanan darah meningkat (hipertensi) 150/90 mmhg , dan da pembesaran kelenjar tiroid.
3. Brain (persyarafan)
- Bicaranya cepat, bingung cemas dan gelisah.
4. Bladder (perkemihan)
- Pasien sulit BAK , bladdder penuh dengan urine.
5. Bowel (pencernaan)
- Kehilangan berat badan yang mendadak, nafsu makan meningkat, makan banyak, makannya
sering, kehausan, mual dan muntah.
6. Bone (muskuloskeletal)
- rasa lemah, kelelahan

Pemeriksaan penunjang
Obat-obatan yang digunakan :
- Propanoloi
- Digoxin
- PTU
- Neomercazole carmimazol
- New diabetes
- Metimazol 30 – 60 mg/hr
Analisa data
Nama : sdr. N
Umur : 20 tahun.
No. Symptom etiologi problem
11 Ds : Intake cairan yanng tidak Kekurangan volume cairan
Klien mengatakan banyak keringat adekuat
meskipun malam hari
Klien mengatakan tidak tahan
terhadap panas.
Klien mengatakan sering BAB
Do :
Suhu 36,5 derajat celcius
Turgor jelek
Klien tampak lemas

2 Ds : Intake yang tidak adekuat Nutrisi kurang dari


Klien mengatakan badannya kebutuhan tubuh
lemas
Do :
- Berat badan klien turun.
Dari 55kg menjadi 50kg
- Klien tampak lemah
- Suhu 36,5 derajat celcius
- Nadi 110x/menit
- BB : 55kg menjadi 50 kg
- TD : 150/90 mmhg
3 Ds : Cemas / ansietas Gangguan pola tidur
Klien mengatakan sering
terbangun dimalam hari
Klien mengatakan cemas dan
ketakutan
Do :
Wajah dan mata klien pucat
Terdapat lingkar hitan di sekitar
mata

Diagnose keperawatan
1. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake cairan yanng tidak adekuat
3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan cemas / ansietas

Perencanaan keperawatan
Tujuan :
- Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan asupan nutrisi
tercukupi.
Kriteria hasil :
- Berat badan meningkat
- Tidak mual muntah
- Tidak lemah

Perencanaan keperawatan
1. Bina hubungan saling percaya dengan klien
R/ agar pasien kooperatif dalam diberikan asuhan keperawatan.
2. Kaji TTV
R/ untuk mengetahui keadaan umum klien.
3. Memberikan makanan kesukaan
R/ meningkatkan nafsu makan
4. Memberikan perawatan oral hygine
R/ memberikan rasa nyaman saat makan
5. Kolaborasi dengan ahli gizi
R/untuk menentukan jumlah kalori yang diibutuhkan klien