Anda di halaman 1dari 3

NASKAH

ROLE PLAY KEPERAWATAN GERONTIK


“IMPLEMENTASI KEPERAWATAN INDIVIDU PADA LANSIA
DENGAN MASALAH MOBILISASI”

Perawat melakukan proses implementasi atau pelaksanaan tindakan keperawatan dengan tiga
tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan.

(Tahap Persiapan)
Perawat mengidentifikasi rencana keperawatan berdasarkan prioritas masalah yang ada,
kemudian dalam menentukan pelaksanaan tindakan keperawatan, perawat akan memulai
rencana tindakan keperawatan yang telah disepakati oleh klien pada pertemuan sebelumnya,.
Perawat telah membuat kontrak kerja dengan klien untuk melaksanakan rencana keperawatan
satu demi satu dan juga perawat telah menyiapkan semua hal yang dibutuhkan.

(Pagi hari di sebuah puskesmas di keluharan dukuh, perawat terlihat sedang membaca status
kesehatan atau catatan keperawatan ibu Abigail)

Ibu Abigail (61tahun) mempunyai riwayat hipertensi menahun dan mengalami stroke non
hemoragic satu bulan yang lalu. Hasil pengkajian perawat di pertemuan pertama, ibu Abigail
mengeluhkan masih sulit berjalan dengan normal, kaki dan tangan sebelah kanan terasa berat,
kebas, dan sedikit nyeri. Ibu Abigail mengatakan takut jatuh saat mencoba berjalan sendiri.
Perawat telah merumuskan prioritas masalah, yaitu Hambatan Mobilitas Fisik.

(Masukin NOC dan NIC Hambatan Mobilitas Fisik. Bold atau warnain tulisan “Terapi latihan
keseimbangan”).

Nurul : “Lena, hari ini kita ada kunjungan ke rumah ibu Abigail jam 10, jangan lupa tolong di
siapkan semuanya ya”
Lena : “Baik, ibu. Bu, hari ini kita akan melakukan kunjugan bersama dokter fisioterapi”
Nurul : “Iya saya tahu, dokter yang ganteng itu yang ditugaskan, ya kan?”
Lena : “Dokter Farhan namanya, bu. Dokter Farhan sudah ada di ruangannya sekarang”
Nurul : “Ok. Hmm, tindakan keperawatan hari ini memberikan terapi latihan keseimbangan,
benar ya?”
Lena : “Benar, bu”

(Tahap pelaksanaan)
Perawat melakukan implementasi dari intervensi terapi latihan keseimbangan, yaitu sebagai
berikut:

(Masukin NOC dan NIC Terapi Latihan Keseimbangan)


Nurul : “Ibu Abigail, sesuai kontrak kerja yang sudah kita buat kemarin lusa, hari ini perawat
akan memberikan terapi latihan keseimbangan pada ibu, ya? Tujuannya untuk membantu
meningkatkan dan memulihkan keseimbangan”
Ibu Abigail : “Iya”
Nurul : “Bagaimana kalau ibu melakukannya selama 25 menit? Ibu sanggup?”
Ibu Abigail : “Mudah-mudahan ya, sus”
Nurul : “Baik, saya juga sudah melihat lingkungan di dalam rumah, sudah tersetting dengan
baik, sesuai arahan dari kami kemarin lusa. InsyaAllah resiko jatuh kecil kemungkinannya ya”
Aksa : “Syukurlah, lega mendengarnya”

Lena : “Kapan terakhir makan? Sudah diminum obat darah tingginya?”


Aksa : “Tadi terakhir makan jam 12.30, sudah diminum obat darah tingginya, sus”
Lena : “Bagaimana dengan nyeri yang ada, bu?”
Ibu Abigail : “hanya sedikit nyeri, tidak apa-apa”
Lena : “Baiklah kalau nyeri jangan lupa dibantu dengan tarik nafas dalam yang sudah diajarkan
ya, saya izin memeriksa kondisi ibu Abigail terlebih dahulu ya”
Aksa : “Iya, silahkan”

(Mengukur tanda-tanda vital, evaluasi fungsi sensorik,)

Lena : “Bagus ya bu. tekanan darahnya terkontrol dan penglihatan juga pendengaran ibu masih
mendukung untuk melakukan terapi latihan keseimbangan ini”
Nurul : “Kita mulai sekarang, ya bu?”
Aksa : “Emak harus semangat, ya”
Ibu Abigail : “Iya”

(Buat table Implementasi isinya (Intervensi dan respon hasil klien subjektif dan objektif)

(Selesai melakukan tindakan keperawatan : terapi latihan keseimbangan, perawat melakukan


kolaborasi dengan dokter fisioterapi untuk melaksanakan program latihan lanjutan yang sesuai
dengan perkembangan yang ada)

Dokter Farhan : “Respon kesehatan ibu mendukung untuk melakukan terapi latihan ini, tapi
saya perhatikan sepertinya semangatnya kurang, benar tidak, ya?”
Ibu Abigail : “Iya, saya cemas, dok”
Dokter Farhan : “Yaudah, sekarang sambil istirahat, kalau saya boleh tau, apa yang membuat
ibu cemas?”
Ibu Abigail : “Saya cemas kalau melakukannya tanpa ditemani perawat”
Dokter Farhan : “Ibu, saran dari saya, ibu harus bisa percaya dengan kemampuan ibu dan
penjagaan cucu ibu, ibu pasti bisa melakukannya dengan baik walaupun tanpa perawat, ibu
mau bisa beraktivitas kembali, ya kan? Yasudah dilakukan ya latihan yang sudah di ajarkan”
Aksa : “Aksa nggak akan biarin emak jatoh, Aksa pasti jagain emak dengan baik”
Ibu Abigail : “Maafin emak ya, nak? emak selalu nganggep kamu masih kecil”
Aksa “Iya emak, yang penting emak mau berusaha terus ya”
(Perawat dan dokter berpamitan untuk kembali ke puskesmas)
(Pelaporan)