Anda di halaman 1dari 9

A.

Pengertian Penilaian
Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Berdasarkan pada PP. Nomor 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa penilaian pendidikan pada
jenjang dasr dan menengah terdiri atas:
1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
2. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan
3. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah

Terdapat beberapa istilah yang sering disalahartikan dalam kegiatan evaluasi


ataupun penilaian, yaitu evaluasi (evaluation), penilaian (assessment), pengukuran
(measurement), dan tes (test). UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab
I Pasal 1 ayat 21 dijelaskan bahwa “ evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian,
penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagaia komponen pendidikan
pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban
penyelenggaraan pendidikan”.

Sehubungan dengan kedua istilah tersebut di atas, Ditjen Dikdasmen Depdiknas


(2003:1) secara eksplisit mengemukakan bahwa antara evaluasi dan penilaian
mempunyai persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah keduanya mempunyai
pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. Adapun perbedaannya terletak pada
konteks penggunaannya. Penilaian (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih
sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal, yakni oleh orang-orang yang menjadi
bagian atau terlibat dalam sistem yang bersangkutan, seperti guru menilai hasil belajar
murid, atau supervisor menilai guru. Guru maupun supervisor adalah orang-orang yang
menjadi bagian dari sistem pendidikan. Evaluasi digunakan dalam konteks yang lebih
luas dan biasanya dilaksanakn sevara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk
mengevaluasi suatu program, baik pada level terbatas maupaun pada level yang luas.

Istilah pengukuran (measurement) mengandung arti “the act or process of


ascertaining the extent or quantity of something” (Wand and Brown, 1957:1). Hopkins
dan Antes (1990) mengartikan pengukuran sebagai “suatu proses yang menghasilkan
gambaran berupa angka-angka berdasarkan hasil pengamatan mengenai beberapa ciri
(atribute) tentang suatu objek, orang atau peristiwa”. Jadi evaluasi dan penilaian
berkenaan dengan kualitas daripada sesuatu, sedangkan pengukuran berkenaan dengan
kuantitas (yang menunjukkan angka-angka daripada sesuatu, sehingga proses
pengukuran memerlukan alat ukur yang standar.

Istilah lain yang banyak digunakan dalam penilaian dan pengukuran adalah tes. Tes
dapat diartikan sebagai alat atau cara yang sistematis untuk mengukur suatu sampel
perilaku. Sebagai suatu alat ukur, maka di dalam tes terdapat berbagai item atau
serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh peserta didik. Tes yang baik
adalah tes yang memenuhi persyaratan validitas (ketepatan/kesahihan) yang relibilitas
(ketepatan).

B. Standar penilaian Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013


1. Penilaian Kurikulum KTSP
Penilaian kurikulum KTSP dilakuakan selama proses pembelajaran atau dilakukan
pada akhir pelajaran. Fokus penilaian pendidikan adalah keberhasilan belajar peserta
didik dalam mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Kompetensi yang harus
dicapai ada tingkat pelajaran berupa standar kompetensi (SK) mata pelajaran yang
selanjutnya dijabarkan dalam kompetensi dasar (KD). Kompetensi yang harus dicapai
peserta didik untuk satuan tingkat pendidikan adalah standar kompetensi lulusan (SKL).

Penilaian yang diterapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)


adalah penilaian berbasis kelas (PBK). Penilaian ini merupakan penilaian berdasarkan
pada proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan hasil belajar siswa yang diperolah
melalui pengukuran dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian. PBK
mengidentifikasikan pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui
pertanyaan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disartai dengan peta
kemajuan belajar siswa. Dalam melakukan penilaian ada beberapa kriteria yang harus
diperhatikan:

a. Validitas, harus penilaian dapat ditafsirkan sebagai apa yang akan dinilai.
b. Reliabilitas, hasil penilaiannya ajek, dan menggambarkan kemampuan yang
sesungguhnya.
c. Fokus Kompetensi, penilaian dilakukan untuk pencapaian kompetensi yang sesuai
dengan kurikulum, dan materinya terkait langsung dengan indikator pencapaian
kompetensi.
d. Komprehensif, informasi yang diperoleh cukup untuk membuat keputusan.
e. Objectif, penilaian dilakukan secara adil, terencana, dan berkesinambungan.
f. Mendidik, penilaian dillakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan
meningkatkan kualitas belajar.

Penilaian berbasis kelas dalam KTSP, ada berbagai bentuk dan teknik yang bisa
dilakukan dalam penilaian kelas, yaitu penilaian kinerja (performance), penilaian
penugasan (proyek/project), penilaian hasil kerja (product), penilaian tes tertulis (paper
and pen), penilaian portofolio (portofolio), dan penilaian sikap.

1. Penilaian kinerja (performance)


Penilaian kinerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilaian terhadap
aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. Penilaian ini biasanya digunakan untuk menilai
kemampuan siswa dalam berpidato, pembacaan puisi, diskusi, pemecahan masalah,
partisipasi siswa dalam diskusi, menari, memainkan alat music, aktivitas olahraga,
menggunakan peralatan laboratorium, mengoprasikan suatu alat.

2. Penilaian penugasan ( proyek/project)


Penilaian pengasan atau proyek merupakan penilaian untuk mendapatkan gambaran
kemampuan menyeluruh/umum secara kontekstual, mengenai kemampuan sisiwa dalam
menerapkan konsep dan pemahaman dalam mata pelajaran tertentu. Penilaian terhadap
suatu tugas yang mengandung investigasi harus selesai dalam waktu tertentu. Penilaian
dalam hal ini ada dua tipe penilaian, yaitu :
a. Penilaian proyek yang menekankan pada proses, misalnya: merencanakan dan
mengorganisasikan investigasi, bekerja dalam tim.
b. Penilaian proyek yang menekankan pada produk, misalnya: mengidentifikasi dan
mengumpulkan informasi yang relevan, menganalisis dan menginterpretasi data,
mengomunikasikan hasil.

3. Penilaian Hasil Kerja (produk/product)


Penilaian hasil kerja atau produk merupakan penilaian kepada siswa dalam
mengontrol proses dan memanfaatkan/menggunakan bahan untuk menghasilkan sesuatu,
kerja praktik atau kualitas estetik dari sesuatu yang mereka produksi, contoh: kerja artistic
(menggambar, melukis, kerajinan). Cara ini tidak hanya melihat hasil akhirnya saja tetapi
juga dari proses pembuatannya.

4. Penilaian Tes Tertulis (Paper and Pen)


Tes tertulis biasanya untuk waktu yang terbatas dan dalam kondisi tertentu. Tes
tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada siswa dalam
bentuk tulisan. Menjawab tulisan siswa tidak selalu merespon dalam bentuk menulis
jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai,
menggambar dan lain sebagainya. Penyusunan instrument penilaian tertulis perlu
dipertimbangkan hal-hal berikut :
a. Materi, harus sesuai dengan indicator pada kurikulum
b. Konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas
c. Bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang
menimbulkan penafsiran ganda.

5. Penilaian portofolio
Portofolio merupakan kumpulan karya (hasil kerja) seorang siswa dalam periode
tertentu. Kumpulan karya ini menggambarkan taraf kompetensi yang dicapai seorang
siswa. Portofolio dapat digunakan untuk menilai perkembangan kemampuan siswa.
Penilaian portofolio dapat dilihat dari hasil kerja siswa yang sistematis (koleksi karya).
Misalnya pembuatan puisi, laporan observasi, naporan eksperimen, dll.

6. Penilaian sikap
Penilaian sikap merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati perasaan,
kepercayaan atau keyakinan siswa dan kecenderungan untuk berperilaku berkaitan dengan
suatu objek, fenomena dan masalah. Objek sikap yang perlu dinilai:
a. Sikap terhadap materi pelajaran, siswa perlu memiliki sikap positif terhadap
mata pelajaran.
b. Sikap terhadap guru/pengajar, siswa perlu memiliki sikap positif terhadap guru,
sehinga dapat memusatkan perhatian pada apa yang diajarkan oleh guru dan
pada akhirnya materi mudah diserap oleh siswa.
c. Sikap terhadap siswa lain, siswa perlu memiliki sikap yang baik terhadap
teman-temannya.
d. Sikap terhadap proses pembelajaran, siswa juga perlu memiliki sikap yang baik
terhadap suasana pembelajaran, strategi, metodologi dan teknik pembelajaran
yang digunakan sehingga dapat hasil yang maksimal.
e. Sikap yang berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan mata
pelajaran, siswa perlu memiliki sikap yang tepat yang dituntut kompetensi
dasar.

2. Penilaian Kurikulum 2013


Dalam penilaian kurikulum 2013 terdapat prinsip serta pendekatan penilaian, yaitu:

a. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor
subjektivitas penilai.

b. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan
kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.

c. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan,
dan pelaporannya.

d. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan


keputusan dapat diakses oleh semua pihak.

e. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal


sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.

f. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru. (Kemdikbud, 2012)

Selain memamahami teknik mengajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, hal
yang juga harus kita pahami adalah melakukan penilaian yang sesuai dengan tuntutan
kurikulum 2013. Penilaian kurikulum 2013 dapat dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
a. Penilaian Sikap
Pendidik melakukan penilaian melalui sikap yaitu observasi, penilaian diri, penilaian
“teman sejawat” (peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal.
1. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan
dengan menggunakan indera, baik secaralangsung maupun tidak langsung dengan
menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang
diamati.
2. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk
mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian
kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
3. Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta
peserta didik untuk saling menilai terkait denganpencapaian kompetensi. Instrumen
yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.
4. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi
hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan
dengan sikap dan perilaku.

Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta
didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan
pada jurnal berupa catatan pendidik.

b. Penilaian Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes
lisan, dan penugasan.
1. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah,
menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
2. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
3. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah otau projek yang dikerjakan secara
individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

c. Penilaian Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian
yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan
menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa
daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
1. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan
suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
2. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan
perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu
tertentu.
3. Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan
seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif
untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan kreativitas peserta didik
dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang
mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya
(Sumber: Kemdikbud 2012)

C. Perbandingan Penilaian Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013


Secara umum tentunya terjadi perubahan kurikulum dari KTSP ke kurikulum 2013
dalam hal standar pendidikan. Hal tersebut dapat dipahami melalui tabel berikut:

(Sumber: Kemdikbud 2012)

1. Kelebihan dan kelemahan kurikulum KTSP


 Kelebihan
- Evaluasi berbasis kelas yang menekankan pada proses dan hasil belajar
- KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat, karena menurut
ahli beban belajar yang berat dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak.
- KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk
mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan.
- KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan
mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.
Sekolah dapat menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling
dibutuhkan siswanya. Contoh daerah kawasan wisata dapat mengembangkan
kepariwisataan dan bahasa inggris, sebagai keterampilan hidup
- Mengembangkan ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan berdasarkan
pemahaman yang akan membentuk kompetensi individu
- Pembelajaran yang dilakukan mendorong terjadinya kerjasama antar sekolah,
masyarakat, dan dunia kerja yang membentuk kompetensi peserta didik.

 Kelemahan
- Kurangnnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan
satuan pendidikan yang ada. Minimnya kualitas guru dan sekolah.
- Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan
dari pelaksanaan KTSP.
- Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik
kosepnya, penyusunannya,maupun prakteknya di lapangan
- Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan
berdampak berkurangnya pendapatan guru.

2. Kelebihan dan kelemahan kurikulum 2013


 Kelebihan
- Penilaian didapat dari semua aspek. Pengambilan nilai siswa bukan hanya di dapat
dari nilai ujian saja tetapi juga di dapat dari nilai kesopanan, religi, praktek, sikap
dan lain lain.
- Perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu mencari tahu) dan proses
penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) yang
memerlukan penambahan jam pelajaran.
- Mewujudkan sosok KTSP Subtantif: pendidikan berbasis kebutuhan dan potensi
lokal (muatan lokal diwadahi Kurda, hidden curiculum yang diakomodasi dalam
kepramukaan, KSR, UKS. Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di masyarakat, alam
dan sekolah).
- Kurikulum 2013 ini bertujuan untuk memberikan pendidikan jiwa dan raga secara
implementatif serta bertujuan untuk keberhasilan siswa di bidang ilmu pengetahuan
serta berkarakter mulia dan berwawasan kebangsaan secara Nasional.
 Kelemahan
- Kurikulum 2013 dinilai produk instan dengan melakukan sosialisasi waktu yang
relatif singkat serta tidak adanya evaluasi-akademik terhadap kurikulum
sebelumnya secara signifikan. Selain itu, perubahan kurikulum di luar Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
- Kurikulum 2013 ini membuat ketidakpercayaan terhadap guru dengan
disediakannya silabus dan buku. Guru hanya menjadi ‘operator’ mengajar.
- Kurikulum 2013 bertolak belakangn dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2003 menegenai Sistem Pendidikan Nasional dikarenakan penekanan
pengembangan kurikulum itu hanya berpatokan pada orientasi pragmatis. Selain
itu, kurikulum 2013 tidak dilandaskan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga pada tataran pelaksanaannya
dapat membingungkan guru itu sendiri beserta yang terlibat di dunia pendidikan.

KESIMPULAN
Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian kurikulum KTSP dilakuakan
selama proses pembelajaran atau dilakukan pada akhir pelajaran. Fokus penilaian pendidikan
adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi yang telah
ditentukan. Penilaian berbasis kelas dalam KTSP, ada berbagai bentuk dan teknik yang bisa
dilakukan dalam penilaian kelas.

Penilaian kurikulum 2013 terdapat prinsip serta pendekatan penilaian, yaitu objektif,
ekonomis, transparan, akuntabel, dan edukatif. Penilaian dalam kurikulum 2013 secara garis
besar dapat dikelompokkan menjadi penilaian sikap, penilaian pengatahuan, dan penilaian
ketrampilan. Perbandingan antara penilaian kurikulum KTSP dan penilaian kurikulum 2013
adalah terdapat kelemahan serta kelebihan tersendiri yang tetap berpedoman pada tujuan
pendidikan.