Anda di halaman 1dari 15

MANAJEMEN SDM INTERNASIONAL

PT. COCA-COLA

KELOMOPOK :

Antonius Dian Kurniawan (16100122)

Eva Nurlaela Sari (16100212)

Ervian BP (16100127)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

SOLUSI BISNIS INDONESIA

YOGYAKARTA

2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sukses atau tidaknya suatu perusahaan tergantung pada struktur formal dan informal serta
pengawasan harus sesuai dengan strategi perusahaan. Contoh: strategi transnasional
membebankan alat-alat yang sangat berbeda untuk staffing, perkembangan manajemen
dan praktek kompensasi dibandingkan dengan strategi yang dilakukan oleh perusahaan
multidomestik. Perusahaan mengejar kebutuhan strategi transnasional untuk membangun
kerjasama budaya yang kuat dan jaringan manajemen informal untuk mentransmisikan informasi
dengan organisasi. Selanjutnya seleksi pegawai, perkembangan manajemen, penilaian
penampilan, dan kebijaksanaan upah fungsi MSDM bisa membantu mengembangkan hal ini.
Sumber daya manusia (SDM) Merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi
ekonomi, yakni untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki ketrampilan
dan berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang sangat kompetitif. Kondisi ekonomi di
abad 21, ditandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan suatu proses kegiatan perekonomian
dan perdagangan ketika Negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan yang terintegrasi
dan tanpa batas teritorial Negara.
beberapa efek dari era globalisasi yang dihadapi oleh suatu Negara:
1. Produksi
Perusahaan berproduksi di berbagai Negara dengan sasaran agar biaya produksi menjadi lebih
rendah. Hal ini dikarenakan upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur
yang memadai serta iklim usaha dan politik yang kondusif. Dalam hal ini dunia menjadi lokasi
manufaktur global.

2. Tenaga Kerja
Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya,
seperti penggunaan staf professional diambil dari expatriat yang berpengalaman internasional
atau buruh diperoleh dari Negara berkembang. Dengan adanya globalisasi pergerakan tenaga
kerja akan semakin mudah dan bebas.
3. Informasi
Masyarakat suatu Negara dengan mudah dan cepat akan mendapatkan informasi dari Negara-
negara di dunia karena kemajuan teknologi, melalui televise, internet, media cetak dan lain-lain.
Dengan jaringan informasi Coca-Cola yang luas dan maju telah membantu berkembangnya
pasar minuman bersoda ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama dengan Coca-Cola.
4. Perdagangan
Dalam bentuk tarif penurunan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan
nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan semakin ketat dan fair.
BAB II
PEMBAHASAN

Perusahaan Coca-Cola merupakan salah satu perusahaan multinasional yang sukses.


Dengan cabang- cabang mendekati 200 negara dan lebih kurang 80 % lebih pendapatannya
datang dari bisnis di luar Amerika, Coca Cola diterima sebagai perusahaan global.
Bagaimanapun Coca cola, cenderung menggambarkan dirinya sebagai perusahaan “multi-lokal”
seperti yang terjadi pada kantor pusat di Atlanta tetapi kantor pusatnya dapat berada dimana-
mana yang menghadirkan image Coca cola dengan “wajah local” disetiap Negara tempat mereka
berbisnis. Philosophy Coca cola adalah “berpikir global dan bertindak lokal” yang
menggambarkan mentalitas manajemen coca cola. Strategi bisnis utama Coca cola adalah
kebebasan meniru operasional yang cocok sesuai dengan tingkah laku dari pasar sasaran. Pada
saat yang sama, perusahaan mencoba membangun pola pikir yang sama tentang pembagian
karyawan.
Coca cola mengatur operasi globalnya melalui 25 divisi operasi yang terorganisasi
dibawah 6 kelompok regional: Amerika Utara, Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika dan
Amerika Latin. Fungsi perusahahaan manajemen sumber daya manusia adalah menyatukan
semua divisi yang berbeda kedalam keluarga Coca cola. Pencapaian manajemen sumber daya
manusia perusahaan dengan dua cara:
1. Mempropagandakan philosophi umum sumber daya manusia diantara perusahaan.
2. Membangun kelompok internasional level eksekutif untuk tanggung jawab manajemen senior
dimasa datang.
Salah satu misi kelompok sumber daya manusia perusahaan dengan membangun dan
mendirikan sebuah philosopi di seluruh dunia yang mana bisnis lokal dapat membangun
pelatihan sumber daya manusianya. Contohnya, untuk mendapatkan kebijakan standar
kompensasi untuk semua operasi nasional, coca cola memiliki philosopi kompensasi yang sama,
total kompensasi harus kompetitif dengan perusahaan terbaik di pasar lokal. Dua kali setahun
kelompok manajemen sumber daya manusia perusahaan juga menerapkan sesi pelatihan
manajemen sumber daya manusia dua kali seminggu untuk staff sumber daya manusia dari setiap
25 divisi operasional. Sesi ini memberikan gambaran dari philosopi manajemen sumber daya
manusia perusahaan dan membicarakan bagaimana bisnis lokal bisa mengartikan philosopi itu
pada kebijakan manajemen sumber daya manusia. Coca cola menemukan bahwa pembagian
informasi adalah salah satu keuntungan yang baik dari membawa manajemen sumber daya
manusia professional secara bersama-sama. Contohnya, alat-alat yang dikembangan di Brazil
cocok dengan masalah spesifik dari manajemen sumber daya manusia yang mungkin berguna
juga di Australia. Sesi ini menyediakan sarana untuk manajemen sumber daya manusia
profesional berkomunikasi dan belajar satu sama lain, dan memfasilitasi tukar informasi yang
cepat dari inovasi dan alat nilai-nilai manajemen sumber daya manusia dari regional ke regional.
Sebanyak mungkin, coca cola menjalin hubungan antara staff operasionalnya dengan staff
lokal. Menurut seorang eksekutif senior: “kami mencoba membatasi jumlah dari expatriat di
suatu wilayah karena umumnya orang lokal mempunyai persiapan yang lebih baik untuk
melakukan bisnis di tempat lokasi mereka sendiri.” Bagaimanapun, expatriat lebih dibutuhkan
karena dua alasan utama: pertama, untuk mengisi kebutuhan skill yang spesifik yang mungkin
tidak ada di beberapa lokasi. Contohnya: ketika coca cola memulai operasi di Eropa Timur,
mereka membawa ekpatriat dari Chicago untuk mengisi manajer keuangan. Alasan kedua,
dengan menggunakan expatriat untuk meningkatkan kemampuan dasar mereka sendiri. Coca
cola percaya bahwa karena mereka perusahaan global, manajer-manajer senior harus memiliki
pengalaman internasional. Kelompok manajemen sumber daya perusahaan memiliki lebih
kurang lima ratus manajer level atas yang terlibat dalam “program pelayanan global” karakter
dari manajer Coca cola ini sebagai seorang yang memiliki pengetahuan atas beberapa
pengalaman mereka di lapangan, ditambah pengetahuan tentang perusahaan, dan bisa melakukan
dua hal di suatu lokasi internasional, nilai tambah lainnya dengan pengalaman internasional yang
mereka bawa ke perusahaan mereka dapat membagi informasinya di perusahaan. Dari 500
peserta program, sekitar 200 orang pindah setiap tahun. Untuk mengurangi biaya transfer untuk
karyawan ini, Coca cola memberikan program pelayanan global “sistem kompensasi dasar
Amerika”. Mereka dibayar menurut standar gaji dari Amerika, berlawanan dengan standar gaji
yang ditetapkan di Negara dimana mereka ditempatkan. Seperti, seorang manajer india pada
program ini yang bekerja di Inggris akan dibayar menurut standar gaji Amerika dan tidak
menurut standar gaji India maupun Inggris. Tujuan utama dari program ini adalah membangun
kader-kader eksekutif internasional yang akan menjadi manajer senior dimasa akan datang pada
perusahaan Coca Cola.
2.1 Kebijakan Staff

Kebijakan staff berkaitan dengan seleksi karyawan. Pada level pertama melibatkan seleksi
individu yang punya keterampilan yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan. Pada level
lain kebijakan staff bisa merupakan alat untuk mengembangkan dan mempromosikan budaya
perusahaan.

2.1.1 Tipe-tipe Kebijakan Staff


1. Pendekatan Etnosentris
Kebijakan staff Etnosentris adalah salah satu kunci manajemen yang di isi oleh
pihak-pihak dari Negara asal. Contoh banyak perusahaan Jepang dan Korea Selatan
seperti Toyota, Samsung posisi kunci operasional perusahaan internasional masih
cenderung dipegang oleh orang-orang dari tuan rumah.
2. Pendekatan Polisentris
Kebijakan staff Polisentris adalah kebijaksanaan dari Negara penyelenggara
untuk mengelola cabang. Negara asal memegang posisi kunci dari kepemimpinan
perusahaan. Pendekatan polisentris merupakan respon dari kekurangan pendekatan
etnosentris.
3. Pendekatan Geosentris
Kebijakan staff Geosentris menempatkan orang pada pekerjaan yang tepat di
organisasi, tanpa melihat kebangsaaan. Contoh perusahaan Molex merupakan contoh
tepat dalam menempatkan orang dalam posisi yang tepat.

2.2 Ekpatriat
Pekerja asing adalah masyarakat dari suatu Negara yang bekerja pada beberapa Negara.

Tingkat kegagalan orang yang meninggalkan Negara asal

Tingkat kegagalan orang asing ini mewakili kesalahan kebijakan perekrutan karyawan
untuk mengidentifikasi individu yang tidak siap keluar negeri. Biaya untuk kesalahan pekerja
asing ini tinggi.
Contoh para manajer multinasional yang mengindikasikan alasan kesalahan pekerja asing
yang bersifat penting:
1. Ketidak mampuan untuk melakukan penyesuaian
2. Ketidak mampuan manajer untuk melakukan penyesuaian
3. Masalah-masalah lain dalam keluarga
4. Kepribadian manajer atau kematangan perasaan
5. Ketidakmampuan untuk mengatasi tanggung jawab luar negeri yang lebih besar

2.3 Kompensasi
Dua isu yang timbul pada setiap diskusi adalah kompensasi dalam bisnis internasional.
Pertama bagaimana kompensasi seharusnya mencerminkan perbedaan nasional dalam
praktek ekonomi dan kompensasi, isu lain adalah bagaimana pekerja asing dibayar.

Pendekatan yang paling umum untuk bayaran atau upah bagi orang yang meninggalkan
negara asal atau bekerja dinegara orang adalah penetapan secara pendekatan ini menyamakan
daya beli antar negara maka dapat menikmati total hidup yang sama dipenetapan luar negara
sama seperti di negara mereka sendiri. Sebagai tambahan pendekatan ini menyediakan
insentif keuangan antara penempatan tugas yang berbeda. Komponen yang timbul bagi
kompensasi pekerja asing adalah gaji pokok, pelayanan pekerja asing, pinjaman dari berbagai
jenis, perbedaan pajak dan keuntungan. Gaji pekerja asing bisa tiga kali lipat lebih besar dari
pekerja lokal. Karena mahalnya biaya pekerja asing ini, banyak perusahaan mengurangi
pemakaian mereka dalam beberapa tahun terakhir. Bagaimanapun, kemampuan perusahaan
untuk mengurangi penggunaan pekerja asing sangat terbatas, biasanya tergantung dari
kebijakan staff etnosentris atau geosentris.

a. Gaji Dasar

Secara normal gaji dasar disuatu Negara akan sama dengan gaji yang ada di Negara
asing. Gaji normal dibayar dalam mata uang asing atau didalam mata uang lokal.
b. Jasa Premi Asing

Jasa premi asing adalah tunjangan khusus bagi orang yang meninggalkan Negara asal
atau bekerja di Negara asing. Hal ini ditawarkan sebagai suatu insentif bagi penempatan asing.
Kompensasi bagi orang yang meninggalkan Negara asal untuk menikmati hidup di Negara asing
yang jauh dari keluarga dan teman-teman, dan berhubungan dengan suatu bahasa serta kultur
yang baru dan menyesuaikan kebiasaan pekerjaan dan praktek baru.

c. Pinjaman

Empat jenis pinjaman sering tercakup dalam sebuah kompensasi bagi orang yang
meninggalkan kewarganegaraan:
1. Suatu pinjaman dibayar ketika orang yang meninggalkan kewarganegaraan
ditempatkan pada suatu penempatan yang sulit biasanya diartikan sebagai dasar
kenyamanan seperti pelayanan kesehatan, sekolah dan toko eceran yang jelas sekali
tidak mencukupi standar bagi orang yang meninggalkanya.
2. Pinjaman Untuk Perumahan
3. Pinjaman Untuk Biaya Hidup
4. Pinjaman Untuk Pendidikan

d. Perpajakan

Jika suatu Negara penyelenggara mempunyai suatu perjanjian timbal balik dengan
orang yang meninggalkan Negara asal di Negara tuan rumah. Orang yang meninggalkan Negara
asal mempunyai kewajiban untuk membayar pajak dan untuk tempat tinggal kedua pemerintah di
Negara tuan rumah. Bila suatu perjanjian pajak timbal balik tidaklah berlaku, maka perusahaan
yang khusus membayar pajak pendapatan di Negara tuan rumah. Sebagai tambahan perusahaan
dipastikan secara normal menyusun perbedaan pajak pendapatan. Jika pajak pendapatan lebih
tinggi menurut Negara tuan rumah terhadap upah bersih orang meninggalkan kewarganegaraan.
e. Manfaat

Kebanyakan perusahaan memastikan bahwa mereka yang meninggalkan Negara


asalnya menerima kesehatan yang sama dan manfaat perusahaan menjadi sangat mahal untuk
perusahaan kebanyakan manfaat pajak yang dapat dikurangi untuk perusahaan dinegara tuan
rumah.

2.4 Analisis SWOT

Strength
Yang dimiliki oleh Coca-Cola Company meliputi Brand Image dan Brand Loyality yang sudah
melekat kuat di masyarakat dan terbukti hingga saat ini masih menjadi pemimpin di pasar atau
market leader. Formula rahasia produknya juga tidak mudah ditiru oleh para pesaing yang
menjadikan produk ini tetap memiliki uniquenes tersendiri. Selain itu sistem distribusinya yang
telah merambah hampir keseluruh dunia tidak akan mudah untuk dikejar oleh competitor.
Produk-produk baru yang terus menerus diluncurkan serta promosi yang gencar semakin
memperkokoh posisi The Coca Cola Company pada pasar minuman ringan, antara lain:
1. Menguasai pangsa pasar dunia
2. Beroperasi hingga lebih dari 200 negara
3. Memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman
4. Bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat
5. Perusahaan minuman terbesar sedunia
6. Sebagai inovator dalam industri soft drink
7. Melakukan bottling investment dengan beberapa investee
8. Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik
9. Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat sedunia
10. Memiliki divisi di beberapa Negara
11. Nomor 1 dalam penjualan minuman jus dan Nomor 1 dalam penjualan minuman
teh dan kopi
12. Coca Cola memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis
produk yang paling inovatif dan atraktif.
13. Perbedaan geografi perusahaan memberikan keseimbangan
14. Memiliki social responsibilities yang sangat baik
15. Net operating revenue tumbuh 4% menjadi $24.1 billion, dan operating income
tumbuh 4% menjadi $6.3 billion

Weakness
Isu kesehatan mungkin salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh produk Coca-Cola.
Masalah kandungan kalori berlebih yang diantisipasi dengan cara meluncurkan produk sugar free
ternyata juga masih mendapat hambatan dari adanya isu kesehatan mengenai pemanis buatan
yang digunakan sebagai pengganti. Selain itu
produk ini juga belum mulai beralih ke produk ramah lingkungan, sementara mulai banyak
minuman ringan yang memakai isu keseahatan dan lingkungan dalam kampanye produk
mereka.

Opportunity
Pertumbuhan sebesar 7,5% yang terjadi pada pasar minuman ringan non soda dan 8,5% pada air
mineral kemasan merupakan peluang yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh Coca-Cola.
Hal ini sudah dilakukan dengan produknya yaitu Air mineral Ades dan produk minuman
Isotonik. Selain itu menurut data masih banyak pasar di wilayah Asia Tengah dan Afrika yang
tingkat konsumsi minuman ringan bersodanya masih rendah. Ini merupakan Blue Ocean bagi
pemasaran Coca Cola dimasa depan.

Peluang Perusahaan :
1. Meningkatnya gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink
2. Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya jaringan
3. Kerjasama dengan berbagai pihak contoh: mc.donal
4. Pengembangan produk baru jenis makanan
5. Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat
Threat
Kompetitor baik tingkat domestic maupun level International seperti Pepsi dan Cadbury
merupakan ancaman yang patut diwaspadai. Selain itu perubahan paradigma konsumen yang
lebih health conscious serta meningkatnya harga gula, packaging dan material lainnya
merupakan ancaman yang perlu ditanggulangi sedini mungkin.

Ancaman Perusahaan
1. Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi
2. Di beberapa negara seperti India melarang penjualan coca-cola
3. Invasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola
4. Tingginya harga bahan mentah

KELEMAHAN PERUSAHAAN
1. Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi
keinginan pasar.
2. Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor
lain.
3. Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan yang ada

Ancaman Perusahaan
1. Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi
2. Di beberapa negara seperti India melarang penjualan coca-cola
3. Invasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola
4. Tingginya harga bahan mentah
5. Kesulitan mengatur seluruh anak perusahaan sedunia
II. Kelebihan dan Kelemahan Produk Coca Cola

Kelebihan yang dimiliki oleh Produk Coca Cola adalah sebagai berikut :

1. Brand image sudah dikenal masyarakat luas


2. Pabrik terbesar dan pemasar minuman non alkohol lebih di 200 negara
3. Target memasarkan secara global dengan berbagai rasa
4. Kemasan produk yg menarik dan harga yg kompetitif.

Kelemahan yang dimiliki oleh Produk Coca Cola adalah sebagai berikut :

1. Sebagai minuman berkalori tinggi dan berbahaya bagi kesehatan


2. Tahun 2006 terlibat kontroversi di India dugaan Coca Cola mengandung pestisda dan
berbahaya bagi kesehatan
3. Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar
4. Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain

III. Produk Coca Cola

Beikut adalah beberapa prpoduk Coca Cola yang sudah terkenal di Indonesia maupun di seluruh
dunia :

1. Coca Cola Zero

Coca-Cola Zero adalah minuman ringan berkarbonasi tanpa kandungan gula – dengan formulasi
khusus untuk mendapatkan rasa unik Coca-Cola yang menginspirasi konsumennya agar selalu
berpikiran terbuka untuk hal-hal baru sehingga tidak ada yang tidak mungkin.

Coca-Cola Zero memberikan semangat dan kesegaran dengan rasa mantap yang sama seperti
Coca-Cola, tanpa gula. Ditujukan bagi konsumen dengan usia 20 – 29 tahun.
2. Sprite

Pertama kali diperkenalkan di tahun 1960, Sprite adalah minuman ringan dengan aroma rasa
lemon yang paling digemari. Sprite dijual di 190 negara di dunia dengan daya pikat yang sangat
besar di kalangan generasi muda.

Sprite disukai karena rasanya yang dingin menyejukkan dan benar-benar dapat melepaskan
dahaga. Produk ini mendorong Anda untuk menjadi diri sendiri dan memuaskan rasa haus Anda.

3. Fanta

Fanta pertama kali ditemukan di Jerman dan sejak tahun 1960an telah dipasarkan di seluruh
dunia dengan konsumen terbesar remaja berusia 12 – 19 tahun. Fanta kini hadir dengan lebih dari
70 jenis rasa, dengan rasa jeruk sebagai volume terbesar.

Di Indonesia, Fanta identik dengan rasa strawberry dan mulai dipasarkan sejak tahun 1973.
Konsumen Indonesia mencintai Fanta yang identik dengan keceriaan bersama teman dan
keluarga, karena ciri khas merek Fanta yang selalu membawa keceritaan dengan warna yang
cerah, rasa buah yang enak dan karbonasi yang menyegarkan.

4. Frestea

Frestea diluncurkan pertama kali di Indonesia pada tahun 2002 dan hingga kini tidak pernah
berhenti untuk melakukan inovasi.
Frestea diproduksi di bawah otoritas Pacific Refreshments Pte. Ltd dengan menggunakan standar
kualitas tinggi The Coca-Cola Company, menggunakan teknologi tinggi dan didukung oleh
proses produksi higienis, demi memastikan bahwa setiap botol Frestea memilki kualitas yang
sama.

5. Minute Maid Pulpy


Di Indonesia, Minute Maid pertama kali dipasarkan pada tahun 2008 dengan nama Minute Maid
Pulpy Orange. Minuman ini dengan cepat menjadi favorit semua kalangan, dan kini Minute
Maid Pulpy hadir dengan inovasi baru melalui Minute Maid Pulpy Aloe Vera White Grape yang
menggantikan bulir jeruk dengan potongan lidah buaya.

6. Ades

Peluncuran Ades baru dari The Coca-Cola Company ini menampilkan AdeS sebagai air minum
dalam kemasan yang Murni, Aman dan Terpercaya, yang dijamin oleh The Coca-Cola Company.

Botol Ades 600 ml memakai bahan plastik yang lebih sedikit sehingga mudah diremukkan.
Dengan volume botol kosong yang lebih kecil setelah diremukkan, maka akan menghemat ruang
di tempat sampah. Dan selanjutnya juga menghasilkan jejak emisi karbon yang lebih kecil saat
sampah tersebut diangkut.
Dengan tampilan baru ini, Ades memiliki misi mulia untuk menjadikan Indonesia lebih baik
melalui tindakan sederhana untuk lingkungan.

7. Coca Cola

Coca-Cola diciptakan pertama kalinya di Atlanta, Georgia oleh Dr. John S. Pemberton. Pertama
kali terdaftar sebagai merek dagang di tahun 1887, di tahun 1895 Coca-Cola telah terjual di
seluruh wilayah Amerika Serikat. Kini Coca-Cola telah tersedia di seluruh dunia dan menjadi
merek minuman ringan terpopuler dan paling laris.

8. Diet Coke

Diet Coke diluncurkan pada bulan Juli 1982 dan dengan cepat menjadi minuman bebas gula
nomor 1 di masyarakat Amerika yang peduli diet. Diet Coke adalah minuman bagi mereka yang
menginginkan minuman tanpa kalori tetapi kaya akan rasa. Di Indonesia, Amerika Serikat,
Kanada, Australia, dan Inggris, produk ini lebih dikenal dengan nama Diet Coke, dan dikenal
dengan Coca-Cola Light di beberapa negara lain. Saat ini Diet Coke telah menjadi minuman
nomor tiga di dunia.
BAB III

KESIMPULAN

1. Sistem kebijakan staff dari coca cola adalah Pendekatan Geosentris Kebijakan staff Geosentris
menempatkan orang pada pekerjaan yang tepat di organisasi, tanpa melihat kebangsaaan.
Coca-Cola menggunakan karyawan lokal di Negara tempat mereka berbisnis. Philosophy
Coca cola adalah “berpikir global dan bertindak lokal” yang menggambarkan mentalitas
manajemen coca cola, yang dapat diartikan memiliki strategi yang global tetapi dalam
prakteknya menerapkan aturan-aturan lokal di suatu Negara.
2. Strategi dari manajemen sumber daya manusia Coca-Cola adalah berusaha untuk memasuki
pasar sasaran dengan menggunakan sumber daya yang ada di Negara sasaran tersebut karena
umumnya pekerja lokal lebih mengetahui mengenai situasi dan lebih siap dalam memasuki
pasar yang ada.