Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kehamilan adalah suatu proses fisiologis. Untuk itu perlu dilakukan suatu pemeriksaan
untuk mengetahui tanda dan gejala kehamilan. Kehamilan dikatakan fisiologis apabila
selama kehamilan tidak menyebabkan terjadinya kematian maupun kesakitan pada ibu dan
janin yang dikandungnya.
Perkembangan dunia internasional sangat ditujukan dalam pembangunan kesehatan
untuk meningkatkan kualitas SDM serta angka kesakitan dan angka kematian pada wanita
hamil dan bersalin harus dimulai sejak dini. Oleh karena itu kehamilan yang sehat sangat
mempengaruhi potensi dari penerus keturunan dikemudian hari.
Sebagai tenaga kesehatan khususnya bidan harapan kita untuk dapat melakukan
perhatian tentang pendidikan kesehatan terhadap klien yang merupakan indikator yang dapat
digunakan untuk menilai pencapaian hasil. Pelayanan/Asuhan Antenatal merupakan cara
penting untuk memonitor serta mendeteksi dini adanya kelainan dalam kehamilan agar
nantinya dapat dicegah dan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
(Sarwono Prawirohardjo)

1.2. Tujuan Penulisan


1.2.1. Tujuan Umum
Dalam penulisan dan penyusunan asuhan kebidanan ini diharapkan mahasiswa dapat
melakukan asuhan kebidanan pada klien dengan ibu hamil fisiologis di POLI RSUD
HAMBA Muara Bulian.
1.2.2. Tujuan Khusus
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengkajian data pada klien dengan
hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan interprestasi data pada klien dengan
hamil fisiologis.

1
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan identifikasi masalah dengan diagnosa
potensial pada klien.
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan tindakan segera kepada klien dengan
hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu merencanakan tindakan yang akan dilakukan pada
klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan rencana tindakan yang sudah
ditentukan pada klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan evaluasi atas tindakan yang akan
dilakukan pada klien dengan hamil fisiologis.

2
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Kehamilan


- Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi (bertemunya sel telur dengan sperma) dan
berakhir dengan permulaan persalinan.
- Kehamilan (graviditas) dimulai dengan konsepsi (pembuahan) dan berakhir denagn
permulaan persalinan. (Obstetri Fisiologi 1983 : 3).
- Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterine (dalam kandungan)
dimulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.

2.2. Proses Kehamilan (Fisiologi Kehamilan)


Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan yang terdiri :
2.2.1. Ovulasi pelepasan ovum
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal yang
kompleks.
Jumlah ogonium pada wanita :
 BBL : 750.000
 Umur 6-15 tahun : 439.000
 Umur 16 – 25 tahun : 159.000
 Umur 26 – 35 tahun : 59.000
 Umur 36 – 45 tahun : 34.000
 Menopause : Menghilang
2.2.2. Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
 Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus
 Menjadi spermatosit pertama
 Menjadi spermatosit kedua
 Menjadi spermatid

3
 Akhirnya spermatozoa
Bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas :
 Kepala : lajang sedikit gepeng yang mengandung inti
 Leher : penghubung antara kepala dan ekor
 Ekor : panjang sekitar 10 kali kepala, mengandung energi sehingga dapat
bergerak.
2.2.3. Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zygot
Pertemuan inti ovum dan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan
membentuk zygot. Proses konsepsi berlangsung sebagai berikut :
a. Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh korona radiata, yang
mengandung persediaan nutrisi.
b. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metafase ditengah sitoplasma yang disebut
vitellus.
c. Dalam perjalanan korona radiata makin berkurang pada zona pelusida. Nutrisi
dialirkan divitellus, melalui saluran pada zona pelusida.
d. Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba, karena ;
 Merupakan tempat yang paling luas
 Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai silia
 Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampulla tuba.
e. Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam
 Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis servikalis dengan kekuatan
sendiri
 Dalam cavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu pelepasan sebagian dari
“Liproteinnya” sehingga mampu mengadakan fertilisasi.
 Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba.
 Spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna.
 Spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis
karena radiata dan zona pelusida dengan proses enzimatik : hialuronidase.
 Melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum.
 Setelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum, ekornya lepas dan tertinggal
di luar.
4
 Kedua intiovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentu zygot.
2.2.4. Terjadi nidasi (implantasi) pada uterus
Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “Vitellus” membangkitkan
kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metasase”. Proses
pemecahan dan pematangan mengikuti bentuk anafase dan “telofase” sehingga
pronukleus-nya menjadi “haploid”. Pronukleus spermatozoa dalam keadaan haploid
saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pasangan
pembawa tanda dari pihak pria maupun wanita.
2.2.5. Pembentukan placenta
Bagian desidua yang tidak dihancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai
20 kotiledon maternal. Sedangkan dari sudut fetus, maka plasenta akan dibagi menjadi
sekitar 200 kotiledor fetus. Setiap, kotiledon fetus terus bercabang dan mengambang
ditengah aliran darah untuk menjalankan fungsinya memberikan nutrisi, pertumbuhan
dan perkembangan janin dalam rahim ibu. Darah ibu dan janin tidak berhubungan
langsung dan dipisahkan oleh lapisan trofoblas, dinding pembuluh darah janin.
Fungsinya dilakukan berdasarkan sistem osmotik dan enzimatis serta pinositosis.
Situasi placenta demikian disebut sistem placenta hemokorial.

2.3. Tanda dan Gejala Kehamilan


2.3.1. Gejala kehamilan tidak pasti
1. Amenore (tidak mendapat haid)
2. Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah). Sering terjadi pagi hari pada
bulan-bulan pertama kehamilan disebut morning sickness.
3. Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu)
4. Konstipasi / obstipasi, disebabkan penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid
5. Sering kencing
6. Pusing, pingsan dan mudah muntah
Pingsan sering ditemukan bila berada ditempat ramai pada bulan-bulan pertama
kehamilan, lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.
7. Anoreksia (tidak ada nafsu makan)

5
2.3.2. Tanda kehamilan tidak pasti
1. Pigmentasi kulit, kira-kira 12 minggu atau lebih
2. Leukore, sekret serviks meningkat karena pegnaruh peningkatan hormon
progesteron
3. Epalis (hypertrofi papila gingiva), sering terjadi pada TM I kehamilan
4. Perubahan payudara, payudara menjadi tegang dan membesar karena pengaruh
hormon estrogen dan progesteron yang merangsang daktuli dan alveoli payudara.
Daerah areola menjadi lebih hitam kaerna deposit pigmen berlebihan. Terdapat
colostrum bila kehamilan lebih dari 12 minggu.
5. Pembesaran abdoment, jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
6. Suhu basal meningkat terus antara 37,2 – 37,8 0C
7. Perubahan organ-organ dalam pelvix :
a. Tanda chadwick : livid, terjadi kira-kira minggu ke-6
b. Tanda hegar : segmen bawah rahim lembek pada perabaan
c. Tanda piscasexk : uterus membesar kesalah satu jurusan
d. Tanda Braxton-Hiks : uterus berkontraksi bila dirangsang. Tanda ini khas untuk
uterus pada masa kehamilan.
8. Tes kehamilan. Yang banyak dipakai pemeriksaan hormon korionik gonadotropin
(hCG) dalam urine.
Dasarnya reaksi antigen, antibody dengan hCG sebagai antigen
2.3.3. Tanda pasti kehamilan
1. Pada palpasi dirasakan janin (bagian-bagian janin) dan balotemen serta gerak janin
2. Pada auskultasi terdengar bunyi jantung janin (BJJ)
3. Dengan ultrasonography (USG) atau scanning dapat dilihat gambaran janin.
4. Pada pemeriksaan sinar X tampak kerangka janin. Tidak dilakukan lagi sekarang
karena dampak radiasi terhadap janin.
2.4. Pemeriksaan Kehamilan
Pemeriksaan kebidanan terbagi dalam :
2.4.1. Anamnesa, meliputi :
a. Identitas diri dan keluarga
b. Riwayat obstetrik yang lalu

6
c. Riwayat penyakit yang pernah / sedang diderita oleh ibu dan keluarga
d. Riwayat sosial ekonomi
2.4.2. Pemeriksaan, meliputi :
a. Pemeriksaan umum
b. Pemeriksaan luar (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi)
c. Pemeriksaan dalam :
- Vaginal Toucher (VT)
- Recktal Toucher (RT)
d. Pemeriksaan rontgenologis
e. Pemeriksaan laboratorium : darah, urine
f. USG
2.4.3. Diagnosa atau ikhtiar pemeriksaan :
a. Hamil atau tidak
b. Primi atau multigravida
c. Usia kehamilan
d. Anak hidup atau mati
e. Anak tunggal atau anak kembar
f. Letak / posisi janin
g. Anak intra uterine atau extrauterine
h. Keadaan jalan lahir
i. Keadaan klien
2.4.4. Prognosa (Ramalan)
a. Setelah pemeriksaan selesai maka dasar pemeriksaan kita adalah harus membuat
prognosa atau tafsiran persalinan artinya berusaha meramalkan apakah persalinan
akan berjalan dengan biasa atau sulit dan berbahaya.
b. Ramalan perlu untuk menentukan apakah penderita harus bersalin di RSUP (Rumah
Sakit Umum Persalinan), RSU, atau di rumah saja, apakah proses persalinan harus
dipimpin oleh dokter ahli atau oleh seorang bidan saja yang harus disediakan
supaya persalinan dapat berlangsung dengan selamat bagi ibu dan janin.

7
2.4.5. Theraphy (pengobatan)
Tujuan therapy pada kehamilan antara lain :
a. Untuk mencapai taraf kehidupan yang setinggi-tingginya dalam kehamilan, sampai
dengan menjelang persalinan.
b. Ibu harus diberi nasehat-nasehat mengenai cara-cara kehidupan selama hamil.
Berapa kali harus memeriksakan kehamilannya atau apa yang harus disediakan bila
bersalin di rumah.

2.5. Diagnosis Banding Kehamilan


Suatu kehamilan kadang harus dibedakan dengan keadaan atau penyakit dalam pemeriksaan
yang meragukan :
1. Pseudosiesis (wanita yang sangat menginginkan kehamilan penyebab gejala-gejala
seperti hamil)
2. Sistoma ovari
3. Mioma uteri
4. Vsica urinaria dengan retensi urine
5. Menopause
2.6. Hal-hal Yang Penting Diperhatikan Dalam Kehamilan
1. Berat badan dan tinggi badan ibu
Pada pemeriksaan kehamilan pertama perhatikan apakah berat badan ibu sesuai dengan
tinggi badan ibu dan usia kehamilan. Bila berat badan ibu kurang atau lebih car dan atasi
penyebabnya. Pada pemeriksaan selanjutnya perhatikan peningkatan berat badan ibu.
Penambahan berat badan ibu hamil 0,5 kg perminggu atau 9 kg – 11 kg selama kehamilan.
Bila ibu memiliki tinggi badan kurang dari 140 cm, curigai adanya disproporsi
sefalopelvik.
2. Tekanan darah
Apabila kenaikan tekanan darah sistolik > 30 mmHg atau mencapai > 140 mmHg atau
kenaikan tekanan darah diastolik lebih dari 15 mmHg atau mencapai > 90 mmHg, curigai
adanya preeklamsia, eklamsia atau hipertensi dalam kehamilan.

8
3. Tinggi fundus uteri
Tinggi fundus uteri meningkat sesuai usia kehamilan. Peningkatan tinggi fundus uteri
terutama pada trimester ketiga kehamilan.
4. Bunyi jantung janin (BJJ)
Dalam keadaan yang normal frekuensi BJJ berkisar antara 120-160 x/menit. Berdasarkan
partograf WHO, denyut kurang dari 120 detik/menit (bradicardi) atau lebih dari 160
detik/menit (takicardi) saat ibu sedang tidak HIS menunjukkan gawat janin. Bila tidak
ditemukan BJJ pada daerah punggung janin, curigai adanya kematian janin (IUFD), mola
hidatidosa, atau pertumbuhan janin terhambat. Ditemukannya dua bunyi jantung ditempat
yang berbeda dengan perbedaan frekuensi paling sedikit 10 detak/menit merupakan
diagnosis pasti kehamilan ganda (gamelli).
5. Odema
Odema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal yang fisiologis.
Namun bila disertai odema ditubuh bagian atas seperti muka dan lengan, terutama bila
diikuti peningkatan tekanan darah, curigai adanya preeklamsia.
6. Besar dan letak janin
Ukuran uterus yang tidak sesuai dengan usia kehamilan (lebih kecil) dapat disebabkan
oleh terhambatnya pertumbuhan janin atau kematian janin intra uterine. Sedangkan bila
lebih besar curigai adanya makrosomia, kehamilan mola, atau gamelli. Setelah kehamilan
34 minggu, letak janin yang normal adalah memanjang dengan letak kepala di bawah.
Kelainan yang dapat terjadi adalah letak lintang, letak oblia atau letak sungsang
(presentasi bokong).
7. Perdarahan
Perdarahan pada trimester pertama dapat merupakan hal yang fisiologis yaitu tanda
hartman, perdarahan pervaginam akibat nidasi blastosis ke endometrium yang
menyebabkan perlukaan. Perdarahan berlangsung sebentar, sedikit dan tidak
membahayakan kehamilan. Perdarah TM1 dapat merupakan hal patologis yaitu abortus,
kehamilan ektropik, atau mola hidatidosa. Setelah kehamilan 22 minggu, perdarahan
yang terjadi disebut perdarah antepartum, banyak disebabkan plasenta previa dan solusio
placenta.

9
2.7. Perubahan Fisiologis Pada Kehamilan
Selama proses kehamilan, ibu akan mengalami proses adaptasi pada perubahan fungsi tubuh.
Perubahan tersebut sering disebut sebagai adaptasi kehamilan. Menurut Purwaningsih dan
Fatmawati (2010,39), perubahan yang terjadi antara lain:
1. Perubahan pada sistem reproduksi
Uterus berisi 5-10 liter, pada akhir kehamilan akan 500-1000 kali lebih besar daripada
keadaan tidak hami. Berat kehamilan aterm 1100 gram, tidak hamil 70 gram. Dinding
lebih tipis ( dinding korpus uteri 5 cm atau kurang). Serviks akan menjdi lunak, perubahan
warna kebiruan karena peningkatan vaskularisasi dan edema pada seluruh
serviks,hipertrofi dan hyperplasia kelenjar serviks. Vagina dan lubang kemaluan akan
mengalami peningkatan vaskularisasai dan hiperemi pada pada kulit dan otot perineum
dan vulva, perlunakan jaringan ikat yang sering disebut cadwick. Ovarium Tidak
mengalami ovulasi selama kehamilan terjadi, maturasi folikel tidak tertunda dan payudara
akan terasa nyeri karena hipertrofi alveoli mammae serta hiperpigmentasi areola.
2. Perubahan pada sistem kardiovaskuler
Denyut nadi waktu istirahat meningkat sekitar 10-15 kali permenit dan aspek jantung
berpindah sedikit lateral, bising sistolik pada saat inspirasi, cardiac output (COP)
meningkat, kardiak out put meningkat sekitar 30-50 % selama kehamilan dan tetap
tingggi sampai persalinan. COP dapat menurun bila ibu berbaring terlentang pada akhir
kehamilan karena pembesaran uterus menekan vena ava inferior, mengutangi venous
return ke jantung sehingga meurunkan COP ibu. Ibu akan mengalami sipne hypotensium
syndrome, yaitu pusing, mual dan seperti henak pingsan.
3. Perubahan pada sistem pernafasan
Kecepatan pernafasan mungkin tidak berubah atau menjadi sedikit lebih cepat untuk
memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat selama kehamilan (15-20 %). Tidal
volume meningkat 30 sampai 40% pada kehamilan lanjut, ibu cendrung menggunakan
pernafasan dada daripada pernapasan perut atau abdominal, walaupun diafragma tetap
memegang peranan penting.

10
Saluran nafas atas menjadi lebih vaskuler sebagai respon terhadap peningkatan estrogen
pembuluh kapiler edema dan hyperemia pada hidung, faring, laring, trakea dan bronki
kongesti hidung tersumbat dan epistaksis, perubahan suara, kecendrungan mengalami
infeksi saluran napas atau juga dapat menyebabkan edema membrane timpanindan tuba
eustaschius nyeri telinga, gangguan pendengaran, rasa penuh diteling. Tidal volume
meningkat pergerakan diafrgama lebih besar dan penurunan tekanan karbondioksida
(PCO2) darah alkalosis respiratorik.
4. Perubahan pada sistem gastrointestinal
Tonus dan gerakan traktus gastrointestinal berkurang karena perpanjangang waktu
pengosongan lambung dan memperlambat pejalanan dalam intestinum, terjadi hemoroid
Karena konstipasi dan peningkatan tekanan vena sekunder terhadap pembesaran uterus.
5. Perubahan sistem renal
Glumerulo filtration Rate (GFR) dan aliran plasma ginjal meningkat, konsentrasi
kreatinin dan urea plasma menurun dan glukosuria sehingga GFR turun dapat
menimbulkan infeksi.
6. Perubahan sistem endokrin
Setelah implantasi, vili chorionic memproduksi HCG untuk mempertahankan produksi
estrogen dan progesterone corpus luteum hingga plasenta terbentuk sempurna. Plasenta
yang terbentuk sempurna dan berfungsi 16 minggu setelah konsepsi mengambil alih
supresi FSH dan LH tidak terjadi maturasi folikel dan ovulasi. Prolaktin (dari pituitary)
mulai diproduksi pada awal kehamilan tetapi diblok dan progesterone sehingga tidak
terjadi laktasi. Oxytosin (dari pituitary posterior) dapat merangsang kontraksi uterus
namun dapat dicegah oleh tingginya kadar progesterone selama kehamila. Plasenta juga
memproduksi Human Chronic Somatommamotropin (HCS) atau Human Placenta
Lactogen (HPL), perkembangan mammae untuk persiapan laktasi.
7. Perubahan pada sistem integument
Perubahan sistem integument sangat bervariasi tergantung ras. Perubahan yang terjadi
disebabkan oleh hormonal dan perregangan mekanik. Secara umum, perubahan pada
integument meliputi peningkatan ketebalan kulit dan lemak subkutan, hiperpigmentasi,
pertumbuhan kuku dan rambut, peningkatan aktivitas kelenjar keringat, dan peningkatan
sirkulasi dan aktivitas vasomotor.

11
8. Perubahan pada sistem metabolic
Basal metabolism rate umumnya meningkat 15-20% terutama pad semester III dan akan
kembali ke kondisi sebelum hamil pada 5-6 hari post partum. Peningkatan BMR
menunjukkan peningkatan kebutuhan dan pemakaian oksigen. Vasodilatasi perifer dan
peningkatan aktivitas kelenjar keringat membantu mengeuarkan kelebihan panas akibat
peningkatan BMR selama hamil. Ibu mungkin tidak menoleransi suhu lingkungan yang
sedikit panas. Kelemahan dan kelelahan stelah aktivitas fisik ringan, rasa mengantuk
mungkin dialami oleh ibu sebagai akibat peningkatan aktivitas metabolisme.
9. Kenaikan berat badan ibu
Penambahan berat badan yang diharapkan selama kehamilan bervariasi anatra ibu yang
satu dengan lainnya. Faktor utama yang menjadi pertimbangan untuk merekomendasikan
kenaikan BB adalah kesesuaian BB seeblum hamil terhadap tinggi badan, yaitu apakah
ibu tergolong kurus, normal,atau gemuk. Metode yang paling umum digunakan untuk
menilai kesesuain BB terhadap TB adlah Body Mass Indeks (IMT) atau Indeks Massa
Tubuh (IMT), dengan rumus sebagai berikut:

IMT= BB/TB²
IMT Rendah : kurang dari 19,8
IMT normal : 19,8- 26
IMT tinggi : 26-29
IMT obesitas : lebih dari 29

12
TINJAUAN KASUS

3.1. Pengkajian Data


3.1.1 Data Subyektif
Anamnesa tanggal 17 Oktober 2019 Jam : 08.30 WIB
1. Identitas
Nama klien : Ny. E Nama suami : Tn. G
Umur : 27 th Umur : 33 th
Suku / bangsa : Jawa/Indonesia Suku / bangsa : Jawa/
Indonesia
Agama : Kristen Agama : Kristen
Pendidikan : SMA Pendidikan : S1
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Penghasilan :- Penghasilan :
Alamat : RT 6 Pelayangan Alamat rumah : Rt. 6 Pelayangan

2. Alasan Kunjungan Saat Ini / Keluhan Utama


Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.
3. Riwayat Kebidanan
a. Riwayat Menstruasi
Siklus Menstruasi : 28 hari Menarche : 12 th
Lama : 7 – 8 hari HPHT : 14 – 01 – 2019
Warna : Merah TP : 21 – 10 – 2019
Bau : Anyir
Flour Albus :-
b. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang Lalu.
Hamil ke :2
Suami ke :1
UK : 39 - 40 minggu
Jenis Persalinan : spontan

13
Penolong : Bidan
Penyulit : tidak ada
BB / PB : 2700 gr / 48 cm
Jenis Kelamin : Perempuan, Hidup (2,5 tahun)
Meneteki : (+) 1 tahun
KB : (+) suntik 2 tahun
c. Riwayat Kehamilan Ini / ANC / TT
- Trimester I : Ibu mengatakan mual, muntah dan pusing pada awal kehamilannya
dan nafsu makan berkurang.
- Trimester II : Ibu mengatakan mulai merasakan gerakan bayinya pada usia
kehamilan 4 bulan.
- Trimester III :: -
4. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Penyakit yang sedang atau pernah diderita
Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai penyakit menular, menurun dan
menahun seperti TBC, DM, Hipertensi, Asma, Jantung dan ibu mengatakan belum
periksa lab tentang HIV/AIDS.
b. Riwayat penyakit Keluarga / Keturunan
Ibu mengatakan dalam keluarganya dan keluarga suaminya tidak ada yang
mempunyai penyakit menular, menurun dan menahun seperti TBC, DM,
Hipertensi, Asma, Jantung dan HIV/AIDS.
c. Perilaku Kesehatan
Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah merokok, minum-minuman beralkohol,
narkoba, minum jamu selama kehamilan dan tidak memelihara hewan.
5. Riwayat Psikososial
Ibu mengatakan kehamilannya diterima baik oleh suami dan keluarga.
6. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a. Pola Nutrisi
Sebelum hamil : ibu mengatakan makan 3 x sehari dengan porsi 1 piring nasi,
3-4 potong lauk, sayur, kadang buah dan air putih + 8 – 9 gelas
/ hari.

14
Selama hamil : ibu mengatakan makan 3 x sehari dengan porsi sedang 1 piring
nasi, 3-4 potong lauk, sayur, kadang buah dan air putih + 8 –
9 gelas / hari dan 2 gelas susu.
b. Pola Eliminasi
Sebelum hamil : ibu mengatakan BAB 1x sehari dengan konsistensi lunak,
BAK + 6-7 x sehari.
Selama hamil : ibu mengatakan BAB 1x sehari dengan konsistensi lunak, dan
BAK + 8-9 x sehari.
c. Pola Aktivitas
Sebelum hamil : ibu mengatakan setiap hari melakukan aktivitas rumah tangga
seperti memasak, menyapu, mengepel dan mencuci.
Selama hamil : ibu mengatakan masih melakukan aktivitasnya sebagai ibu
rumah tangga seperti memasak, menyapu, mengepel, dan
mencuci.
d. Pola Istirahat / Tidur
Sebelum hamil : ibu mengatakan tidur siang + 1 jam dan pada malam hari + 7-
8 jam setiap hari.
Selama hamil : ibu mengatakan tidur siang + 1 jam dan tidur malam + 7-8 jam
setiap hari.
e. Personal Hygiene
Sebelum hamil : ibu mengatakan mandi 2x sehari, keramas 2 hari sekali,
menggosok gigi 2x sehari dan mengganti celana dalam 2x
sehari.
Selama hamil : ibu mengatakan mandi 2 x sehari, keramas 2 hari sekali,
menggosok gigi 2x sehari dan mengganti celana dalam 2x
sehari.
f. Pola Aktivitas Seksual
Sebelum hamil : ibu mengatakan melakukan hubungan seksual + 2-3 x
seminggu.
Selama hamil : ibu mengatakan melakukan hubungan seksual + 1-2x
seminggu.

15
3.1.2 Data Subyektif
1. Pemeriksaan Umum
a. Kesadaran : composmentis
b. KU : baik
c. TB/BB : 162 cm / 62 kg
d. TTV :
TD : 120/80 mmHg Nadi : 80x / menit
Suhu : 365 0C RR : 20x / menit
e. Lingkar lengan atas : 24 cm
2. Pemeriksaan Fisik
a. Rambut : bersih, warna hitam, tidak ada ketombe.
b. Muka
 Chloasma gravidarum : tidak ada chloasma gravidarum
 Conjungtiva : merah muda, tidak anemis
 Sklera : putih, tidak ikterus
c. Mulut
 Stomatitis : tidak ada
 Gigi : bersih, tidak ada caries
d. Leher
 Pembesaran kelenjar getah bening : tidak ada
 Pembesaran vena jugularis : tidak ada
 Struma : tidak ada
e. Dada : tidak ada pigmen cheast
Tidak ada funnel cheast
f. Payudara
 Bentuk : simetris
 Areola : hiperpigmentasi
 Puting susu : menonjol, tidak lecet
 Keluaran : tidak ada / colostrum belum keluar
 Strie : tidak ada

16
g. Perut
 Striae : striae alba
 Linea : linea vividae
 Pembesaran : sesuai dengan usia kehamilan
 Bekas luka : tidak ada bekas luka operasi
h. Vulva
 Warna : merah kecoklatan
 Luka parut : tidak ada luka parut
 Keluaran : (+) flour albus, tidak bau
 Varices : tidak ada
 Odema : tidak ada
i. Anus
 Hemorroid : tidak ada
 Varices : tidak ada
j. Ekstrimitas atas / bawah
 Varices : tidak ada
 Odema : tidak ada
3. Pemeriksaan khusus
a. Palpasi
 Leopold I
Pada fundus ibu teraba bagian lunak, melebar, diperkirakan bokong janin.
TFU : 30 cm.
 Leopold II
Pada perut bagian kanan ibu teraba bagian yagn keras, teraba bagian terbesar
dan terkecil janin diperkirakan punggung janin.
 Leopold III
Pada perut bagian bawah teraba keras, melenting, bulat diperkirakan kepala
janin sdh masuk PAP
 Leopold IV : 4/5

17
b. Auskultasi
 Djj : (+) 144 x / menit
c. Perkusi
 Reflek patella :ka/ki (+/+)
d. TBJ
(TFU – 11) x 155 = (30 – 11) x 155
= 2945gr
4. Pemeriksaan Penunjang
Hb : 11,6gr/dl
Cek protein : Negatif
3.2 Diagnosa
G2P1A0 AH1 Hamil 39-40 minggu janin tunggal hidup intra uterin presentasi kepala
3.3 Masalah Potensial
Tidak ada
3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera
Tidak ada

18
3.5 Perencanaan
Tgl/Jam Perencanaan Rasionalisasi
17-10-2019 1. Lakukan pendekatan terapuetik pada 1. Diharapkan dapat terjalin kerja sama

08.40 WIB ibu dan suaminya. yang baik dengan petugas.


2. Jelaskan hasil pemeriksaan yang telah 2. Diharapkan ibu dapat mengetahui hasil
dilakukan pemeriksaan yang telah dilakukan.
3. Berikan KIE tentang : 3.

a. Nutrisi a. Diharapkan ibu akan dapat memenuhi


kebutuhan gizinya pada kehamilan
b. Personal Hygiene
trimester III ini, dengan mengurangi
karbohidrat dan makan tinggi protein
dan serat. Untuk pemenuhan nutrisi ibu
dan janin serta mencegah ibu dari
konstipasi.

b. Diharapkan ibu dapat merawat diri dan


terhindar dari bahaya infeksi.

4. Jelaskan 6 tanda bahaya kehamilan 4. Diharapkan ibu dapat mengetahui 6


* Perdarahan pervaginam tanda bahaya kehamilan agar segera

* Penglihatan kaburi dapat dilakukan penanganan dan


tindakan secara dini jika terjadi
* Nyeri kepala hebati
komplikasi.
* Edema
* Nyeri perut hebat
* Tidak ada gerakan janin
5. Menganjurkan ibu senam hamil, yoga 5. Dengan melakukan senam hamil, dapat
dan prenatal class mengurangi nyeri punggung dan otot
perineum ibu menjadi lebih elastis dan
mencegah terjadinya rupture perineum.
Dengan yoga ibu dapat menyeibangkan
rasa nyeri dengan proses persalinan
sehingga ibu dapat merasa nyaman
dengan proses persalinan yang
dialaminya.

19
Dengan prenatal classs ibu diajarkan
tentang persiapan persalinan, tahap-
persalian, teknik relaksasi, teknik
mengedan yang baik an persiapan
perawatan bayi baru lahir.
6. Jelaskan tanda-tanda persalinan 6.
persiapan persalinan
* Keluar darah dicampur lendir dari  Diharapkan ibu dapat mengetahui tanda-
jalan lahir (vagina), tanda persalinan dan dapat mengambil

* Keluar cairan yang tiba-tiba dari tindakan segera jika terjadi tanda-tanda

vagina persalinan dan persiapan persalinan,


seperti menentukan tempat persalinan,
surat, kendaraan dan persiapan donor
hidup untuk ibu.
* Kenceng-kenceng disertai nyeri
 Kontraksi yang terjadi merupakan
perut bagian bawah
tanda persalinan ibu dapat diajarkan
posisi yang nyaman untuk bersalin
seperti posisi tidur miring ke kiri dan
setengah duduk. Ibu diajarkan teknik
relaksasi diantara 2 his dan mengedan
yang baik, sehingga ibu dapat
beradaptasi terhadap rasa nyeri dalam
persalinan.

7. Berikan theraphy kalk dan fe 7. Diharapkan kebutuhan ibu dapat


terpenuhi
8. Anjurkan untuk kontrol 1 minggu lagi 8. Untuk mengetahui keadaan ibu dan
atau sewaktu-waktu jika terjadi janin (perkembangan kehamilan)
komplikasi pada tanggal 24 oktober
2019

20
3.6 Implementasi
1. Melakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan suaminya agar dapat terjalin kerjasama
yang baik dengan petugas.
2. Memberikan KIE tentang :
 Nutrisi : makan teratur 3x sehari dengan menu gizi seimbang, kurangi karbohidrat,
makan tinggi protein dan serat serta perbanyak minum air putih.
 Personal Hygiene : mandi 2x sehari, ganti pakaian, ganti CD, menggosok gigi 2x
sehari.
3. Menjelaskan 6 tanda bahaya kehamilan, antara lain :
- Perdarahan pervaginam,
- Penglihatan kabur,
- Nyeri kepala hebat,
- Edema,
- Nyeri perut hebat,
- Tidak ada gerakan janin.
4. Menganjurkan ibu senam hamil, yoga dan prenatal class :
Dengan melakukan senam hamil, otot perineum ibu menjadi lebih elastis dan mencegah
terjadinya rupture perineum. Dengan yoga ibu dapat menyeibangkan rasa nyeri dengan proses
persalinan sehingga ibu dapat merasa nyaman dengan proses persalinan yang dialaminya.
Dengan prenatal classs ibu diajarkan tentang persiapan persalinan, tahap-persalian, teknik
relaksasi, teknik mengedan yang baik an persiapan perawatan bayi baru lahir.
5. Menjelaskan tanda-tanda persalinan, dan persiapan persalinan antara lain :
- Keluar darah bercampur lendir dari jalan lahir (vagina),
- Keluar cairan yang tiba-tiba dari jalan lahir (vagina),
- Kenceng-kenceng disertai dengan nyeri perut bagian bawah
6. Memberikan therapy kalk 1 x 1 selama 1 minggu, Fe 1 x 1, selama 1 minggu.
7. Mengajurkan ibu untuk kontrol 1 minggu lagi 24 Oktober 2019 atau sewaktu-waktu jika
terjadi keluhan / komplikasi.

21
3.7 Evaluasi
Tanggal 17 Oktober 2019 Jam : 08.45 WIB
1. Terjalin kerjasama yang baik antara pasien dengan petugas dengan adanya kepuaasan
klien merasa senang.
2. Ibu mau makan gizi seimbang dan menjaga personal hygiene
3. Ibu sdh mengetahui tanda bahaya pada kehamilan trimester III
4. Ibu melakukan senam hamil, yoga dan prenatal class
5. Ibu sudah mengetahui tanda-tanda persalinan dan persiapan persalinan
6. Ibu mau mengkonsumsi obat fe 1x1 dan kalak 1x1 yang diberikan petugas
7. Ibu mau melaksanakan kunjungna ulang 1 minggu lagi pada tanggal 24 oktober 2019

22
BAB IV
PEMBAHASAN

Pada kasus ini, penulis mengumpulkan data pada tanggal 17 Oktober 2019 pada tanggal
08.30 WIB. Penulis akan mencoba memaparkan antara kesesuaian antara teori pada BAB II dan
tinjauan kasus pada BAB III
4.1 Pengumpulan Data
A. Data Subjektif
Di dapatkan data subjektif yaitu ibu mengatakan hamil anak ke-2, tidak pernah abortus,
dan Ibu memeriksakan kehamilannya. Cara menghitung usia kehamilan dn tafsiran
persalinan sesuai dengan teori neagele.
B. Data Objektif
Pada data objektif didapatkan dari perut membesar sesuai dengan usia kehamilan, pada
saat dilakukan pemeriksaan palpasi abdomen. Rumus penghitungan TBJ dalam uterus
dengan rumus Lohnson.
Tidak ada kesenjangan teori dengan prkatek
Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin
kurang dari normal. Dikatakan anemia bila kadar hemoglobin <110g/L dan ibu hamil,
<120g/L untuk wanita tidak hamil, dan <130g/L untuk laki-laki (Proverawati, 2011).
Secara laboratoris, anemia dijabarkan sebagai penurunan kadar hemoglobin serta hitung
eritrosit dan hematokrit dibawah normal. (Handayani dan Haribowo, 2008).
Dalam kehamilan jumlah darah bertambah banyak yang disebut hidremia.
Bartambahnya sel-sel darah merah kurang dibanding pertambahan plasma sehingga
terjadi pengenceran darah. Pertambahan plasma 30%, sel darah 18% dan Hb 19%.
Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah mulai sejak kehamilan antara 32 minggu
dan 36 minggu. (Bonnet dan Brouwn. 2006)
Dampak anemia yang timbul pada Ibu dan bayi antara lain : dapat terjadinya abortus,
perdarahan, BBLR, menghambat pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak,
hipoksia pada anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan,

23
kematian bayi dalam kandungan, kematian bayi pada usia sangat muda serta cacat
bawaan, dan anemia pada bayi yang dilahirkan.
Pada kunjungan Ny “E” yang dilakukan di POLI KIA RSUD HAMB, Ny “E” jumlah
Hb 11,6 gr/dl. Kejadian anemia pada ibu hamil harus diwaspadai mengingat kasus
anemia dapat meningkatkan resiko kematianibu dan bayi.

4.2 Interprestasi Data


Dari pengkajian data subjektif dan objektif dapat ditegakkan bahwa ny. E hamil anak
ke 2, tidak pernah abortus dengan kehamilan normal.
4.3 Identifikasi diagnose dan masalah
Diagnosa :G2P1AH1 hamil 39-40 minggu janin tunggal hidup intra uterin presentasi
kepala
Masalah : Tidak ada
4.5 Identifikasi kebutuhan /tindakan segera
Maka dalam identifikasi kebutuhan tindakan segera. Tidak ditemukan kesenjangan teori
dengan praktek
4.4 Perencanaan
Dalam perencanaan diperoleh tindakan apa yang akan kita berikan kepada klien baik itu
tanda bahaya trimester 3.
4.5 Pelaksannaan
Dalam pelaksanaan tidak ditemukan kesenjangan, semua pelaksanaan disesuaikan dengan
perencanaan
4.7 Evaluasi
Pada tahaf evaluasi pasien mau melakukan apa saja yang telah dianjurkan bidan. Ibu
mendapatkan asuhan dari tenaga kesehatan Hal ini merupakan hasil yang diharapkan ibu
dan keluarga.

24
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dalam asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan pengkajian data dengan
sangat teliti dan selengkap mungkin. Data yang diperoleh ini adalah diperlukan untuk
melakukan tindakan atau langkah selanjutnya.
Dan dari danalisa data hasil pengkajian maka akan ditmukan suatu diagnosa atau
masalah dari klien. Kemudian kita lakukan rencana tindakan untuk mengatasi masalah
klien dan lakukan diskusi bersama klien agar klien benar-benar mampu memahami dan
melaksanakan rencana tindakan.
Tetapi disini pelaksanaan tindakan haruslah disesuaikan dengan prioritas masalah dan
berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Kemudian setelah itu kita lakukan evaluasi
dari tindakan yang telah dilakukan untuk melihat dan memberikan penilaian terhadap
kelancaran atau berhasil tidaknya asuhan kebidanan yang telah dilakukan.

5.2.1 Saran
a. Bidan
Bidan adalam melakukan asuhan kebidanan harus sesuai dengan standar asuhan
kebidanan sehingga masalah yang dihadapi klien dapat cepat teratasi.
b. Klien
Klien harusnya dapat bekerjasama dengan lebih baik dengan petugas kesehatan.

25
DAFTAR PUSTAKA

 Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal : Jakarta.
 Sastrawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran
: Bandung.
 Kemenkes RI, 2013. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Dasar dan Rujukan,
 Wagiyo, Putrono. 2016. Asuhan Keperawatan Antenatal, Intranatal, Bayi Baru Lahir Fisiologis
dan Patologis. ANDI : Yogyakarta.

26