Anda di halaman 1dari 3

Mempunyai gugus kromofor dan auksokrom.

Namun yang paling penting atau diutamakan adalah gugus


kromofornya. Kromofor berasal dari kata ‘chromophorus’ yang berarti pemberi warna. Artinya, gugus
kromofor adalah sebuah gugus yang bertanggung jawab atas adanya absorbansi dan transisi elektronik.
Kromofor memiliki ikatan rangkap terkonjugasi yang berselang-seling, sedangkan auksokrom adalah
gugus yang melekat pada kromofor yang mempunyai pasangan elektron bebas dan dapat menaikkan /
menurunkan intensitas serapan, sehingga berperan dalam pergeseran panjang gelombang.

panjang gelombang 180-380 nm

Lapisan ozon (O3) di atmosfer dapat menyerap sinar UV sehingga tidak sampai ke permukaan bumi.
Berlubangnya lapisan ozon dapat meningkatkan sinar UV yang sampai ke permukaan bumi, sehingga
akan mengancam makhluk hidup.
Hampir seluruh polifenol dari alam merupakan pigmen, biasanya warna kuning, ungu atau merah, yang
mampu menyerap sinar radiasi ultra violet (UV).
flavonoid juga dapat digunakan sebagai agen fotoprotektif karena memiliki kemampuan dalam menyerap
sinar UV

Geseran batokromat atau geseran batokromik (Bathochromic shift) atau geseran merah, yakni geseran atau
perubahan λmaks ke arah yang lebih besar. Penyebab terjadinya peristiwa ini adalah adanya perubahan
struktur, misalnya adanya auksokrom atau adanya pergantian pelarut.
4) Geseran hipsokromat (Hypsochromic shift) atau pergeseran hipsokromik atau pergeseran biru, yakni
geseran atau perubahan λmaks ke arah yang lebih kecil. Munculnya gejala ini juga sering disebabkan oleh
adanya penghilangan auksokrom atau oleh adanya pergantian pelarut.
Prinsip kerja Spektrofotometer UV-Vis yaitu apabila cahaya monokromatik melalui suatu media
(larutan), maka sebagian cahaya tersebut diserap (I), sebagian dipantulkan (lr), dan sebagian lagi
dipancarkan (It).

Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer.
Spektrometer ialah menghasilkan sinar dari spektrum dan panjang gelombang tertentu, sedangkan
fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi.Jadi
spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut
ditransmisikan, d irefleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang. (SM Khopkar,
1990)

Spektrofotometri merupakan salah satu metode analisis instrumental yang menggunakan dasar interaksi
energy dan materi. Spektrofotometri dapat dipakai untuk menentukan konsentrasi suatu larutan melalui
intensitas serapan pada panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang yang dipakai adalah panajang
gelombang maksimum yang memberikan absorbansi maksimum. Salah satu prinsip kerja
spektrofotometri didasarkan pada fenomena penyerapan sinar oleh spese kimia tertentu didaerah ultra
violet dan sinar tampak (visible). HASANUDDIN 2015

Spektrofotometer UV-VIS atau spektrofotometer ultraviolet-sinar tampak memanfaatkan sinar dengan


panjang gelombang 180-380 nm untuk daerah UV dan 380-780 nm untuk daerah visible atau sinar
tampak. Spektrofotometer ini jenisnya terdiri Was berkas tunggal (single beam) dan berkas rangkap
(double beam). Perbedaan pada keduanya adalah pada spektrofotometer double beam pengukuran
dapat dilakukan secara bersamaan antara kuvet yang berisi larutan contoh atau standar dan kuvet yang
berisi blanko dalam satu ruang sehingga pembacaan serapan zat tidak dipengaruhi oleh perubahan
tegangan listrik karena blangko dan zat diukur pada saat yang bersamaan. Secara umum sistem
spektrofotometer terdiri atas sumber radiasi, monokromator, sel, foto sel, detektor, dan tampilan
(display). Warono dan Syamsudin 2013

Spektrofotometer UV-Vis dapat melakukan penentuan terhadap sampel yang berupa larutan, gas, atau
uap. Untuk sampel yang berupa larutan perlu diperhatikan pelarut yang dipakai antara lain:

1. Pelarut yang dipakai tidak mengandung sistem ikatan rangkap terkonjugasi pada struktur molekulnya
dan tidak berwarna.

2. Tidak terjadi interaksi dengan molekul senyawa yang dianalisis.

3. Kemurniannya harus tinggi atau derajat untuk analisis. (Mulja dan Suharman, 1995: 28).
Khopkar, S.M., 1990, Konsep Dasar Kimia Analitik, UI Press, Jakarta,

HASANUDDIN M 2015 ANALISA KADAR LIKOPEN PADA TOMAT DENGAN MENGGUNAKAN


SPEKTROFOTOMETER VISIBLE Universitas Diponegoro Semarang

UNJUK KERJA SPEKTROFOTOMETER UNTUK ANALISA ZAT AKTIF KETOPROFEN Dwi Warono1),
Syamsudin2) Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Jurnal Konversi
Universitas Muhammadiyah Jakarta • 2013

Alat Penguji Material


By Prof. Dr. Timbangen Sembiring, M.Sc, , Indri Dayana, M.Si, Martha Rianna, S.Si Jakatra GUEPEDIA, 25 Apr 2019