Anda di halaman 1dari 2

Gangguan Pendengaran Type Sensorineural

No. Dokumen Revisi Halaman


PPK/THT/002/RSUDCil 0 1/2

Ditetapkan oleh
DIREKTUR
PANDUAN PRAKTIK Tanggal Terbit
KLINIS (PPK) 02 Januari 2020
drg. Suzy Freud, MPH
NIP 196512071990112001
1. Pengertian (Definisi) Terjadinya kerusakan sel rambut telinga bagian dalam ke otak,dimana
penderta sulit mendengar suara pelan dan keras.
Biasanya gangguan ini terjadi sering terjadi permanen.
 Onset gangguan pendengaran
 Mendadak/progresif/menetap/hilang timbul
 Tinitus:ada/tidak kalau ada protokol tinitus
2. Anamnesis
 Vertigo/Dizzenes ada/tidak,kalu ada protokol vertigo
 Sakit kepala/head ache
 Telinga rasa tertutup/penuh
Dapat menetap/hilang timbul
2. Pemeriksaan Fisik  Otostokopi,OMA,OMSK,ATELEKTASIS
 Otopneumatoskopi siegel
 Mikroskopi
 Otoendoskopi
 Hidung dan Tenggorok :sinusitis
 Anamnesa,Pemeriksaan Fisik,Pemeriksaan penunjang
4. Kriteria Diagnostik

 Diagnosis Kerja Gangguan Pendengaran Type Sensori Neural


 Tuli saraf Retokoklear
 Tuli Koklear
 Tuli Campur
 Diagnosa Banding  Tuli Kondusif
 Tuli sysraf kokhlear
Gangguan pendengaran non organik
 Tes Elektro Akustik
 Audiomerti nada murni
 Audiometri tutur
 Tone decay/ABLB/SISI
1. Pemeriksaan
 Timpanometri
Penunjang
 Refleks Akustik/Refleks akustik decay
 OAE/BERA
 CT SCAN,MRI
2. Tatalaksana  Pemasangan alat bantu dengar
 Pemasangan implan Koklea

3. Komplikasi
Kehilangan pendengaran total
4. Prognosis Dubia Ad Malam
5. Edukasi Pakai alat bantu dengar
6. Kepustakaan STANDAR PROFESI DAN SERTIFIKASI DOKTER SPESIALIS THT –
KL INDONESIA