Anda di halaman 1dari 18

Laporan PBL Keperawatan Keluarga – Fakultas Keperawatan Universitas Jember2018

PREPLANNING TENTANG SENAM KAKI DIABETES PADA


KELUARGA BAPAK BUSADIN DENGAN DIABETES DI RT 003 RW 016
KELURAHAN KEBONSARI KECAMATAN SUMBERSARI
KABUPATEN JEMBER TAHUN 2018

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Keluarga

oleh
Siti Halimatus Sa’diyah NIM 162310101118
Febria Marfuatul Fadhilah NIM 162310101136
Aris Munandar NIM 162310101147

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto Jember Telp./Fax (0331) 323450
Laporan PBL Keperawatan Keluarga – Fakultas Keperawatan Universitas Jember 2018

BAB I. LATAR BELAKANG

1.1 Analisis situasi


Pada tahun 2015, 415 juta orang dewasa dengan diabetes, kenaikan 4 kali
lipat dari 108 juta di 1980an. Pada tahun 2040 diperkirakan jumlahnya akan
menjadi 642 juta menurut International Diabetes Federation (IDF Atlas 2015)
Hampir 80% orang diabetes ada di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Pada tahun 2015, persentase orang dewasa dengan diabetes adalah 8,5% (1
diantara 11 orang dewasa menyandang Diabetes). Dengan estimasi penderita
diabetes diseluruh dunia berkisar usia 20-79 tahun dan 1 dari 2 orang yang
menderita diabetes masih belum terdiagnosa dan belum menyadari bahwa dirinya
diabetes (WHO, 2015).
Pada tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ke tujuh dunia di dunia
untuk prevalensi penderita diabetes tertinggi di dunia bersama dengan China,
India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko dengan jumlah estimasi orang
dengan diabetes sebesar 10 juta (IDF Atlas 2015). Prevalensi orang dengan
diabetes di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat yaitu dari 5,7%
pada tahun 2007 menjadi 6,9% pada tahun 2013. 2/3 orang dengan diabetes di
Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes, dan berpotensi untuk
mengakses layanan kesehatan dalam kondisi terlambat atau sudah dengan
komplikasi (WHO, 2015).
Di keluarga Bapak Busadin khususnya Ibu Sayati mengaku sudah didiagnosa
diabetes sejak lama tetapi tidak menyebutkan secara pasti berapa lamanya.
Bahkan Ibu Sayati pernah sampai rawat inap di salah satu rumah sakit di Jember.
Ibu Sayati mengatakan sebelumnya tidak ada riwayat diabetes di keluarganya dan
baru pertama kali terjadi. Pendidikan terakhir Ibu Sayati dan Bapak Busadin
adalah SD dan hanya memiliki pengetahuan yang sedikit mengenai diabetes. Dari
hal tersebut kami akan memberikan pengetahuan mengenai senam kaki diabetes
dan program 3J yang dapat mengendalikan kadar glukosa.

1.2 Perumusan Masalah


1. Bagaimana prosedur senam kaki diabetes
BAB II. TUJUAN DAN MANFAAT

2.1 Tujuan
2.1.1Tujuan Umum
Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk membantu
meningkatkan status kesehatan keluarga Bapak Busadin
2.1.2Tujuan Khusus
1. Keluarga bapak Busadin mampu memahami manfaat dari senam
kaki diabetes
2. Keluarga bapak Busadin mampu memahami langkah-langkah
senam kaki diabetes
3. Keluarga bapak Busadin mampu mempraktekkan langkah-langkah
senam kaki diabetes

2.2 Manfaat
2.2.1 Bagi Keluarga
Memberi dukungan penuh pada klien yang menderita diabetes dan
mencegah komplikasi yang sering terjadi pada kaki-kaki pasien
diabetes seperti luka infeksi yang tidak sembuh dan menyebar.
2.2.2 Bagi Tenaga Kesehatan
Menjadikan senam kaki diabetes sebagai salah satu upaya untuk
meningkatkan status kesehatan keluarga dengan diabetes. Sebagai
alternatif untuk mengontrol kestabilan kadar glukosa darah.
BAB III. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH

3.1 Dasar Pemikiran


Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulakan bahwa
perawatan kaki pada klien diabetes wajib dilakukan oleh semua orang khususnya
klien dengan diabetes melitus sendiri karena klien sangat rentan mengalami luka
pada kaki dan membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyebuhan apabila
sudah terkena neuropati atau tidak berfungsinya saraf yang ada di kaki sehingga
menyebabkan luka pada kaki klien diabetes. Perawatan kaki secara teratur tiap
harinya dapat mengurangi resiko luka pada kaki klien diabetes sebanyak 50-60%.
Untuk meningkatkan vaskularisasi perawatan kaki dapat juga dilakukan dengan
gerakan-gerakan kaki yang dikenal sebagai senam kaki diabetes.
Senam kaki diabetes dapat membantu sirkulasi darah dan memperkuat otot-
otot kecil yang ada di kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki, selain
itu juga dapat mengatasi keterbatasan jumlah insulin pada klien diabetes melitus
yang mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat hal ini menyebabkan
rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur pada kaki. Senam kaki diabetes juga
digunakan sebagai latihan kaki pada klien diabetes melitus. Latihan kaki juga
dipercaya untuk mengelola klien yang mengalami diabetes melitus, klien diabetes
setelah latihan kaki merasa nyaman, mengurangi nyeri, mengurangi kerusakan
saraf dan mengontrol gula darah serta meningkatkan sirkulasi darah pada kaki
(Black & Hawks, 2009)
Senam kaki diabetes merupakan cara yang tepat untuk melancarkan sirkulasi
terutama di daerah kaki. Senam kaki merupakan salah satu senam aerobic yang
variasi gerakan-gerakannya pada daerah kaki memenuhi kriteria continous,
rhythmical, interval, progresif dan endurance sehingga setiap tahapan gerakan
harus dilakukan. Senam yang dianjurkan pada pasien DM yang bersifat aerobik
artinya membutuhkan oksigen dan dapat membantu sirkulasi darah, memperkuat
otot-otot kecil kaki, mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki yang dapat
meningkatkan potensi luka diabetik di kaki, meningkatkan produksi insulin yang
dipakai dalam transport glukosa ke sel sehingga membantu menurunkan glukosa
dalam darah (Wahyuni, 2016).
3.2 Kerangka Penyelesaian
Keluarga Bapak Busadin dan Ibu Sayati Pendidikan, Usia, dan
Ekonomi

Pendidikan mengenai Diabetes, Senam


Pengetahuan
kaki diabetes,
mengenai
dan manajemen
Diabetes, Senam
diet kaki diabetes, dan manajemen diet

Prosedur Senam
Pengetahuan
Kaki Perilaku diet Diabetes
mengenai Diabetes

Kontrol gula darah


BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

5.1 Realisasi Penyelesaian Masalah


Waktu : 16.00 – 18.00 WIB (2 x 60 menit)
Hari/Tanggal : Kamis, 15 November 2018
Tempat : Rumah Bapak Busadin RT 003 RW 016 Kelurahan
Kebonsari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember

5.2 Khalayak Sasaran


Khalayak sasaran pada keluarga bapak Busadin dengan anggota keluarga
yang memiliki penyakit diabetes.

5.3 Metode yang Digunakan


1. Jenis model pembelajaran : ceramah dan demonstrasi
2. Landasan teori : diskusi
3. Landasan pokok
a. Menciptakan suasana pertemuan yang kondusif
b. Mengajukan masalah
c. Mengidentifikasi pilihan tindakan
d. Memberi komentar
e. Menetapkan tindak lanjut

Keterangan :

: Pemateri

: Sasaran
DAFTAR PUSTAKA

WHO. 2015. Diabetes Fakta dan Angka. dapat diakses di


http://www.searo.who.int/indonesia/topics/8-whd2016-diabetes-facts-and-
numbers-indonesian.pdf

Black, J. M., & Hawks, J. H. 2009. Medical Surgical Nursing Clinical


Management For Positive Outcomes. R. G. Carroll & S. Quallich, Eds. 8th
ed., Vol. 1. United Stated America: Saunders Elsevier.

Wahyuni, A dan Nina, A. 2016. Senam Kaki Diabetik Efektif Meningkatkan


Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal IPTEK Terapan
V9 i2. Pp 155-164

Lampiran:
Lampiran 1 : Berita Acara
Lampiran 2 : Daftar Hadir
Lampiran 3 : Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
Lampiran 4 : Standar Operasional Prosedur (SOP)
Lampiran 5 : Materi
Lampiran 6 : Media
Lampiran 7 : Dokumentasi

Jember, November 2018


Pemateri

Siti Halimatus S. Febria Marfuatul F. Aris Munandar


162310101118 162310101136 162310101147
Lampiran 1: Berita Acara

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JEMBER


FAKULTAS KEPERAWATAN T.A 2018/2019

BERITA ACARA

Pada hari ini Kamis, 15 November 2018 jam 16.00 – 18.00 WIB di rumah Bapak
Busadin RT 003 RW 016 Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari.
Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur telah dilaksanakan Kegiatan Pendidikan
Kesehatan mengenai konsep dasar diabetes, manajemen diet 3J dan prosedur
senam kaki diabetes.

Jember, 15 November 2018


Penguji
PBL Keperawatan Keluarga

Ns. Kholid Rosyidi. M. N, S.Kep., MNS


NIP. 760015697
Lampiran 2: Daftar Hadir

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JEMBER


FAKULTAS KEPERAWATAN T.A 2018/2019

DAFTAR HADIR

Kegiatan Pendidikan Kesehatan Pada hari Kamis, 15 November 2018 jam 16.00 –
18.00 WIB di rumah Bapak Busadin RT 003 RW 016 Kelurahan Kebonsari
Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur dihadiri oleh :

NO NAMA ALAMAT TANDA TANGAN

1. 1
2. 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10

Jember, 15 November 2018


Penguji
PBL Keperawatan Keluarga

Ns. Kholid Rosyidi. M. N, S.Kep., MN


NIP. 760015697
Lampiran 3 : Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Kegiatan Penyuluhan Terapi Penyembuhan (senam kaki)


Diabetes Melitus
Sub Topik : Definisi, etiologi, tanda gejala, pencegahan, komplikasi dan
terapi penyembuhan (senam kaki) penyakit diabetes melitus
Sasaran : Ibu Satiyah dengan Penyakit Diabetes Melitus
Waktu : 16.00 – 18.00 WIB (2 x 60 menit)
Hari/Tanggal : Kamis, 15 November 2018
Tempat : Rumah Bapak Busadin RT 003 RW 016 Kelurahan Kebonsari
Kecamatan Sumbersari
Penyuluh : Kelompok 4

I. Analisa Data
A. Kebutuhan Peserta Didik
Keluarga Bapak Busadin khususnya Ibu Sayati memiliki penyakit
Diabetes yang telah lama diderita. Hingga pernah mengalami rawat inap
di salah satu Rumah Sakit yang ada di Jember. Sampai saat ini menurut
penuturan anak beliau ibu Sayati tidak pernah berolahraga dan mengatur
makanan yang dikonsumsi. Maka dari itu perlu diadakan penyuluhan
yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada keluarga Bapak
Busadin yang belum mengetahui dampak tidak berolahraga ataupun
mengatur makanan yang dikonsumsi yang berakibat pada masalah tidak
stabilnya gula darah.
B. Karakteristik Peserta Didik
Keluarga Bapak Busadin khususnya Ibu Sayati dan Bapak Busadin
sendiri berpendidikan SD sehingga kurangnya pengetahuan yang dapat
diaplikasikan dalam meningkatkan kesehatannya.

II. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang terapi penyembuhan (senam
kaki) penyakit diabetes melitus diharapkan klien dan keluarga dapat
mengetahui salah satu terapi penyembuhan (senam kaki) penyakit diabetes
mellitus

III. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang terapi penyembuhan
(senam kaki) penyakit diabetes melitus diharapkan klien dan keluarga
dapat:
a. Memahami konsep dasar penyakit diabetes dan terapi penyembuhan
penyakit diabetes melitus
b. Mampu menentukan atau merubah sikap yang lebih baik,
c. Mampu merubah perilaku yang menunjang kesembuhan dan
pencegahan penyakit diabetes melitus.

IV. Materi (Terlampir)


a. Definisi Diabetes Melitus
b. Etiologi dan Komplikasi Diabetes Melitus
c. Tanda gejala Diabetes Melitus
d. Pencegahan Diabetes Melitus
e. Terapi penyembuhan (senam kaki) Diabetes Melitus

V. Metode
1. Jenis model pembelajaran : ceramah dan demonstrasi
2. Landasan teori : diskusi
3. Landasan pokok
- Menciptakan suasana pertemuan yang kondusif
- Mengajukan masalah
- Mengidentifikasi pilihan tindakan
- Memberi komentar
- Menetapkan tindak lanjut

VI. Media
Poster dan Lembar Balik

VII. Setting Tempat

Keterangan:

= Pemateri = Peserta
VIII. Kegiatan Pendidikan Kesehatan
Tindakan
Proses Kegiatan Waktu
Kegiatan Penyuluh
Peserta
Pendahuluan a. Memberikan salam, Memperhatikan 3 menit
memperkenalkan diri, dan dan menjawab
membuka penyuluhan yang salam
dibuka oleh ketua kelompok
dan dosen pembimbing Memperhatikan
b. Menjelaskan materi secara
umum dan manfaat bagi Memperhatikan
klien dan keluarga
c. Menjelaskan tentang TIU
dan TIK
Penyajian a. Mereview definisi, etiologi, Memperhatikan 30 menit
tanda gejala, pencegahan,
komplikasi penyakit Memberikan
diabetes melitus pertanyaan
1. Menanyakan kepada
peserta mengenai materi Memperhatikan
yang baru disampaikan dan memberi
2. Mendiskusikan bersama tanggapan
jawaban yang diberikan Memperhatikan
b. Menonton video senam
diabetes melitus Memperhatikan
1. Mendemonstrasikan dan memberi
senam diabetes melitus tanggapan

Memperhatikan,
melakukan, dan
memberi
tanggapan
Penutup a. Menutup pertemuan dengan Memperhatikan 7 menit
memberi kesimpulan dari
materi yang disampaikan
b. Mengajukan pertanyaan Memberikan
kepada klien dan keluarga saran
c. Mendiskusikan bersama Memberi
jawaban dari pertanyaan komentar dan
yang telah diberikan menjawab
d. Menutup pertemuan dan pertanyaan
memberi salam bersama
Memperhatikan
dan membalas
salam

IX. Evaluasi
1. Apa yang dimaksud penyakit diabetes melitus?
2. Apa tanda gejala dari penyakit diabetes melitus?
3. Apa penyebab dan komplikasi dari penyakit diabetes melitus?
4. Bagaimana cara mencegah penyakit diabetes melitus?
5. Bagaimana gerakan senam diabetes melitus?

X. Referensi
a. Price, Sylvia A. 2005. Patofisiologi : Konsep klinis proses-pross penyakit,
Ed4. Jakarta: EGC.
b. Smeltzer c Suzanne. 2002. Buku Ajar Keperawatan medical Bedah,
Brunner and Suddarth’s, Ed8.Vol.1. Jakarta: EGC
13. Lampiran:
1. Materi penyuluhan
2. Media yang digunakan (poster)

Tim Penyuluh
Lampiran 4 : Materi
1. Pengertian Diabetes Melitus
Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan pertukaran reaksi kimia yang
terjadi di dalam tubuh, berhubungan dengan gangguan pertukaran karbohidrat,
lemak dan protein yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah.
2. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus
Tanda dan gejala penyakit diabetes mellitus antara lain sering merasa haus
berlebihan, sering merasa lapar, sering merasa lelah atau mengantuk, sering buang
air kecil dan mengalami penurunan berat badan yang bermakna.
3. Penyebab dan Komplikasi Diabetes Melitus
Penyebab seseorang terkena diabetes mellitus adalah adanya kelainan produksi
insulin, kerja insulin maupun keduanya. Diabetes mellitus beresiko pada orang
dengan riwayat keluarga pernah menderita diabetes (keturunan), kegemukan,
kurang aktivitas fisik, hipertensi, riwayat penyakit jantung, stroke.
Komplikasi yang dapat muncul karena diabetes mellitus adalah gagal ginjal,
katarak, hipertensi, penyakit jantung, luka yang sulit sembuh, bahkan impotensi.
4. Cara Mencegah Penyakit Diabetes Melitus
Cara mencegah penyakit diabetes mellitus antara lain
a. Lakukan lebih banyak aktivitas fisik (berolahraga)
b. Perbanyak makan makanan berserat
c. Perbanyak makanan kacang-kacangan dan biji-bijian
d. Turunkan berat badan
e. Kurangi konsumsi gula
f. Berhenti merokok
g. dapatkan dukungan dari lingkunagn yang mendukung gaya hidup sehat
5. Gerakan Senam Kaki Diabetes Melitus
a) Perawat cuci tangan.
b) Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak
diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai

c) Dengan Meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan


keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam
sebanyak 10 kali.
d) Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki
ke atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan
tumit kaki diangkatkan ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki
kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.

e) Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan
buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki
sebanyak 10 kali.

f) Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan


memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

g) Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan
turunkan kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi
sebanyak 10 kali.
h) Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut
dan gerakkan ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali
kelantai.
i) Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan
kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
j) Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan
pergelangan kaki kedepan dan kebelakang.
k) Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki ,
tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara
bergantian.

i) Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola
dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran
seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan
hanya sekali saja
· Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
· Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki
· Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki
lalu letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
· Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola
Lampiran 5. Media (Poster)
Laporan PBL Keperawatan Keluarga – Fakultas Keperawatan Universitas Jember2018