Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS

Asuhan Keperawatan Komunitas Aggregate Dewasa

Disusun oleh : Kelompok 6


1. Fetty Susanti (1130119003)
2. Siswantoro (1130119004)
3. Sartika sari (1130119008)
4. Tutwuri handayani (1130119012)

PRODI S1 KEPERAWATAN ALIH JENJANG


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang
telah diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul
“Asuhan Keperawatan Komunitas pada Aggregate Dewasa”.Selanjutnya penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian makalah ini baik moril maupun materil.
Untuk itu perkenankan penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar–
besarnya dengan hati yang tulus kepada dosen pengajar yang telah mengajarkan
materi keperawatan kominutas tentang konsep promosi kesehatan (promkes). Serta
teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Surabaya, 01 Februari 2021

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar..........................................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................................
B. Rumusan Masalah.................................................................................................
C. Tujuan....................................................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi dan Deskripsi Komunitas........................................................................
B. Paradigma Kepeawatan Komunitas .....................................................................
C. Usia Dewasa Sebagai Kelompok Resiko .............................................................
D. Model yang digunakan untuk pengkajian komunitas...........................................
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN
A. Asuhan Keperawatan............................................................................................
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan...........................................................................................................
DaftarPustaka..........................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komunitas adalah suatu kelompok populasi yang tinggal disuatu kawasan
tertentu, berada dibawah suatu pengaturan dan memiliki nilai/interes serta kebutuhan
tertentu pula. Konsep yang utama adalah konsep geografi (kawasan) dan adanya
interaksi (Tamher, 2009, hlm: 99).
Komunitas adalah suatu kelompok populasi yang tinggal di suatu kawasan
tertentu, berada dibawah suatu pengaturan dan memiliki nilai/interest serta kebutuhan
tertetu. Konsep yang utama adalah konsep geografi (kawasan) dan adanya interaksi
(Tamber, 2019).
Kesehatan yang optimal bagi setiap individu, keluarga, kelompok dan
masyarakatmerupakan tujuan dari keperawatan, khususnya keperawatan komunitas,
yang lebih menekankan kepada upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan
terhadap berbagai gangguan kesehatan dan keperawatan, dengan tidak melupakan
upaya-upaya pengobatan dan perawatan serta pemulihan bagi yang sedang menderita
penyakit maupun dalam kondisi pemulihan terhadap penyakit.
Didalam komunitas masyarakat suatu daerah bisa diklasifikasikan berdasarkan
kelompok khusus, salah satu kondisi kesehatan yang rentan terganggu adalah
kelompok dewasa. Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah meningkatkan pola
hidup masyarakat yang sehat dan meningkatkan kesadaran serta pengetahuan
masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan
melakukan kegiatan keperawatan pada komunitas atau masyarakat. Dalam upaya
pencapaian derajat kesehatan yang optimal dilakukan melalui peningkatan kesehatan
(promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) di semua tingkat pencegahan (levels
of prevention).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan komunitas?
2. Apa yang dimaksud Paradigma Keperawatan Komunitas ?
3. Apa yang dimaksud usia dewasa sebagai kelompok berisiko?
4. Apa saja model yang digunakan untuk pengkajian komunitas?
5. Bagaimana peran perawat komunitas terkait usia dewasa?
6. Bagaimana asuhan keperawatan komunitas pada aggregate dewasa?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi komunitas
2. Untuk mengetahui paradigma keperawatan komunitas
3. Untuk mengetahui pengertian usia dewasa sebagai kelompok berisiko
4. Untuk mengetahui model yang digunakan untuk pengkajian komunitas
5. Untuk mengetahui peran perawat komunitas terkait usia dewasa
6. Untuk mengetahui asuhan keperawatan komunitas pada aggregate dewasa
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Komunitas
Menurut WHO, keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang
merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat
dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara
keseluruhan guns meningkatkan kesehatan, penyempumaan kondisi sosial,
perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pence-gahan penyakit dan bahaya yang
lebih besar, ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah
dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.
Keperawatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional yang
ditujukan pada masyarakat dengan penekanan kelompok risiko tinggi dalam upaya
pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui peningkatan kesehatan,
pencegahan penyakit, pemeliharaan rehabilitasi dengan menjamin keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagi mitra dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan keperawatan (menurut CHN).
Di Indonesia dikenal dengan sebutan perawatan kesehatan masyarakat
(PERKESMAS) yang dimulai sejak permulaan konsep Puskesmas diperkenalkan
sebagai institusi pelayanan kesehatan profesional terdepan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara komprehensif.
2.2 Paradigma Keperawatan Komunitas
Paradigma keperawatan komunitas terdiri dari empat komponen pokok, yaitu
manusia, keperawatan, kesehatan dan lingkungan (Logan & Dawkins, 1987).
Sebagai sasaran praktik keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu,
keluarga dan masyarakat.
1. Individu Sebagai Klien
Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek
biologi, psikologi, social dan spiritual. Peran perawat pada individu sebagai
klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya yang mencakup kebutuhan
biologi, sosial, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan
mental, keterbatasan pengetahuan, kurangnya kemauan menuju kemandirian
pasien/klien.
2. Keluarga Sebagai Klien
Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus
menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun
secara bersama-sama, di dalam lingkungannya sendiri atau masyarakat secara
keseluruhan. Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan lingkup kebutuhan
dasar manusia yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan
mencintai, harga diri dan aktualisasi diri. Beberapa alasan yang menyebabkan
keluarga merupakan salah satu fokus pelayanan keperawatan yaitu :
a) Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang
menyangkut kehidupan masyarakat.
b) Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah,
memperbaiki ataupun mengabaikan masalah kesehatan didalam kelompoknya
sendiri.
c) Masalah kesehatan didalam keluarga saling berkaitan. Penyakit yang diderita
salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga
tersebut.
3. Masyarakat Sebagai Klien
Masyarakat memiliki cirri-ciri adanya interaksi antar warga, diatur oleh adat
istiadat, norma, hukum dan peraturan yang khas dan memiliki identitas yang kuat
mengikat semua warga. Kesehatan dalam keperawatan kesehatan komunitas
didefenisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif.
Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas,
konstruktif dan produktif. Menurut Hendrik L. Blum ada empat faktor yang
mempengaruhi kesehatan, yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan
keturunan. Lingkungan terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
Lingkungan fisik yaitu lingkungan yang berkaitan dengan fisik seperti air, udara,
sampah, tanah, iklim, dan perumahan. Contoh di suatu daerah mengalami wabah
diare dan penyakit kulit akibat kesulitan air bersih.Keturunan merupakan faktor
yang telah ada pada diri manusia yang dibawanya sejak lahir, misalnya penyakit
asma. Keempat faktor tersebut saling berkaitan dan saling menunjang satu dengan
yang lainnya dalam menentukan derajat kesehatan individu, keluarga, kelompok
dan masyarakat.
Keperawatan dalam keperawatan kesehatan komunitas dipandang sebagai
bentuk pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat kepada individu, keluarga,
dan kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan meliputi
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative dengan menggunakan proses
keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Keperawatan adalah
suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan
dalam bentuk pelayanan biologi, psikologi, sosial dan spiritual secara
komprehensif yang ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat
maupun sakit mencakup siklus hidup manusia.
Lingkungan dalam paradigm keperawatan berfokus pada lingkungan
masyarakat, dimana lingkungan dapat mempengaruhi status kesehatan manusia.
Lingkungan disini meliputi lingkungan fisik, psikologis, sosial dan budaya dan
lingkungan spiritual.
2.3 Usia Dewasa Sebagai Kelompok Resiko
Masa dewasa awal dan tengah adalah periode yang penuh tantangan,
penghargaan dan krisis. Tantangan ini meliputi tuntutan kerja dan membentuk
keluarga, meskipun orang dewasa juga dapat diberi penghargaan karena
kesuksesan karier mereka dan kehidupan pribadi mereka. Orang dewasa juga
menghadapi krisis seperti merawat orang tua mereka yang telah lanjut usia.
Kemungkinan kehilangan pekerjaan dengan berubah lingkungan ekonomi dan
menghadapi kebutuhan perkembangan mereka sendiri seperti juga kebutuhan
anggota keluarga mereka.
Peran orang dewasa (usia produktif) di masyarakat menjadi sangat urgent
sesuai dengan tugas perkembangan yang menunjukkan bahwa mereka memiliki
pengaruh yang besar pada taraf kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya.
Jumlah yang mendominasi di masyarakat juga menjadi sebuah alasan yang tepat
untuk menjadikan kelompok khusus usia produktif mendapatkan perhatian lebih
dalam asuhan keperawatan di komunitas.
2.4 Model Yang Digunakan Untuk Pengkajian Komunitas
Dalam memberikan asuhan keperawatan pada usia kelompok dewasa
menggunakan pendekatan Community As Partner Model. Klien kelompok dewasa
digambarkan sebagai inti (core) mencakup sejarah, demografi, suku bangsa, nilai
dan keyakinan, dengan 8 (delapan) sub system yang saling mempengaruhi
meliputi, lingkungan fisik pelayanan kesehatan dan sosial, ekonomi keamanan dan
transportasi politik dan pemerintahan, komunikasi, pendidikan dan rekreasi
(Anderson, Mc Farlane, 2000 dalam Ervin, 2002).
1. Pengkajian
A. Data inti komunitas (core inti)
1) Demografi : jumlah kelompok dewasa, golongan umur, pengalaman
sebelumnya. Etnis terdiri dari suku bangsa dan ras.
2) Tipe keluarga : keluarga/bukan keluarga, kelompok
3) Status perkawinan : kawin, janda/duda, single
4) Statistik vital : kelahiran, kematian kelompok usia dewasa dan penyebab
kematian
5) Nilai-nilai keyakinan dan agama : nilai agama dan keyakinan yang dianut oleh
kelompok dewasa berkaitan dengan nilai dan norma yang dianut
B. Data Subsistem Komunitas
Delapan data subsistem yang perlu dikumpulkan dalam pengkajian komunitas
meliputi :
1) Lingkungan fisik : Dilihat di lingkungan kelompok usia dewasa, kebersihan
lingkungan kualitas air, pembuangan limbah, kualitas udara, kualitas makanan,
akses dan aktifitas kelompok dewasa dalam pemenuhan kebutuhan. Data dapat
dikumpulkan dengan winshield survey dan observasi.
2) Pelayanan kesehatan dan social : Ketersediaan pelayanan kesehatan khusus
kelompok dewasa melalui puskesmas, pengobatan tradisional atau fasilitas
pelayanan kesehatan.
3) Ekonomi : Dilihat dari jumlah pendapatan keluarga, jenis pekerjaan
penanggungjawab, jumah penghasilan dan pengeluarannya.
4) Transportasi dan keamanan : Dilihat dari jenis transportasi yang digunakan
kelompok dewasa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan adanya rasa
aman dan dukungan dari anggota keluarga untuk kelompok usia dewasa.
5) Politik dan pemerintahan
- Pemerintahan : kelompok pelayanan masyarakat seperti PKK, tahlil, kumpulan
bapak-bapak, dll. Terdapat kebijakan yang mendukung optimalnya peran ibu
dalam memberikan ASI.
- Politik : kegiatan politik yang ada di wilayah tersebut dan peran peserta partai
politik dalam pelayanan kesehatan.
6) Komunikasi
- Komunikasi formal : media komunikasi yang digunakan oleh kelompok
dewasa untuk memperoleh informasi pengetahuan tentang kesehatan melalui
buku dan sosialisasi dari tenaga kesehatan.
- Komunikasi informal : komunikasi/diskusi yang dilakukan kelompok dewasa
dengan tanaga kesehatan, orang yang berpengalaman dan lingkungan dalam
masyarakat dalam menyelesaikan masalah kelompok dewasa.
7) Pendidikan : Tingkat pendidikan yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap
dalam meningkatkan derajat kesehatan.
8) Rekreasi : Tempat rekreasi yang digunakan oleh kelompok dewasa.
2.5 Peran Perawat Komunitas Terkait Usia Dewasa
Peran perawat komunitas usia dewasa antara lain:
1. Praktik Keperawatan Kesehatan Komunitas
Keperawatan kesehatan komunitas (CHN) merupakan spesialis pelayanan
keperawatan yang berbasis pada masyarakat dimana perawat mengambil
tanggung jawab untuk berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Fokus utama upaya CHN adalah pencegahan penyakit, peningkatan
dan mempertahankan kesehatan dengan tanggung jawab utama perawat CHN
pada keseluruhan populasi dengan penekanan pada keterbatasan kelompok
populasi dari pada individu dan keluarga.
2. Fungsi dan peran perawat CHN pada kelompok dewasa
Fungsi dan peran perawat kesehatan komunitas antara lain :
a. Kolabolator : Perawat bekerja sama dengan lintas program dan lintas
sektoral dalam membuat keputusan dan melaksanakan tindakan untuk
menyelesaikan masalah kelompok dewasa. Seperti halnya perawat
melakukan kemitraan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga,
guru, kepolisian, psikolog, dokter, LSM, dan sebagainya.
b. Koordinator : Mengkoordinir pelaksanaan konferensi kasus sesuai kebutuhan
kelompok dewasa, menetapkan penyedia pelayanan untuk kelompok dewasa.
c. Case finder : Mengembangkan tanda dan gejala kesehatan yang terjadi pada
kelompok dewasa, menggunakan proses diagnostik untuk mengidentifikasi
potensial kasus penyakit dan resiko pada kelompok dewasa.
d. Case manager : Mengidentifikasi kebutuhan kelompok dewasa, merancang
rencana keperawatan untuk memenuhi kebutuhan kelompok dewasa,
mengawasi pelaksanaan pelayanan dan mengevaluasi dampak pelayanan.
e. Pendidik : Mengembangkan rencana pendidikan kepada keluarga dengan
kelompok dewasa di masyarakat dan diinstansi formal, memberikan
pendidikan kesehatan sesuai kebutuhan, mengevaluasi dampak pendidikan
kesehatan.
f. Konselor : Membantu kelompok dewasa mengidentifikasi masalah dan
solusi alternatif serta membantu mengevaluasi efek solusi dan pemecahan
masalah.
g. Peneliti : Merancang riset terkait kelompok dewasa, mengimplikasikan hasil
riset pada kelompok dewasa.
h. Care giver : Mengkaji status kesehatan komunitas kelompok dewasa,
menetapkan diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi keperawatan
dan melaksanakan rencana tindakan serta mengevaluasi hasil intervensi.
i. Pembela : Memperoleh fakta terkait situasi yang dihadapi kelompok dewasa,
menentukan kebutuhan advokasi, menyampaikan kasus kelompok dewasa
terhadap pengambilan keputusan, mempersiapkan kelompok dewasa untuk
mandiri.
BAB 3
ASUHAN KEPERAWATAN
KASUS :
Seorang perawat berkunjung ke Kelurahan P, Jakarta Timur merupakan
daerah pinggiran kota. Masyarakatnya banyak yang berasal dari luar daerah atau
pendatang. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai buruh pabrik ataupun
bangunan. Para buruh pabrik bekerja berdasarkan giliran shift jaga, pagi dan sore.
Kondisi di sekeliling pemukiman penduduk kurang terurus. Di sana sini terdapat
banyak sampah berserakan. Tidak ada tempat aliran air seperti parit atau selokan.
Sehingga ketika hujan turun, tak jarang tempat tersebut terendam banjir. Rata-rata
bangunan rumah penduduk merupakan bangunan semi permanen. Di kelurahan P
terdapat sebuah rumah singgah untuk anak jalanan yang didirikan oleh seorang warga
yang ingin meningkatkan derajat hidup anak jalanan. Di kelurahan P terdapat sebuah
bangunan mushola yang sudah cukup tua dan merupakan satu-satunya sarana ibadah
warga kelurahan P. Kehidupan malam di kelurahan P tergolong sangat ramai. Banyak
pekerja tempat hiburan malam yang tinggal di kelurahan P.
Di wilayah perbatasan kelurahan P terdapat sebuah lokalisasi pramuria. Meski
sering di razia oleh petugas, namun tempat hiburan itu selalu ada dan tidak pernah
mati. Banyak masyarakat yang mengeluhkan adanya tempat hiburan malam tersebut.
Masyarakat merasa terganggu dengan kegiatan malam di tempat tersebut. Tetapi
masyarakat tidak bisa melakukan tindakan apapun untuk mengusir tempat hiburan
malam tersebut karena banyak preman yang melindungi tempat tersebut. Masyarakat
merasa takut tempat itu akan merusak moral anak-anak mereka kelak. Selain itu,
masyarakat juga sering terlibat bentrok dengan para pemabuk yang sering berkumpul
di perempatan jalan di dekat perbatasan. Menurut data puskesmas setempat, sudah
terjadi beberapa kasus TBC dan HIV/AIDS dalam satu tahun terakhir. Dinas
kesehatan menyatakan bahwa kasus TBC dan HIV/AIDS yang sudah terungkap
kemungkinan belum menggambarkan angka kejadian yang sebenarnya. Dinas
kesehatan bekerja sama dengan puskesmas setempat menyediakan pemeriksaan HIV/
AIDS gratis bagi para pekerja hiburan malam.
A. Pengkajian
Data Inti Komunitas (Core Inti)
1. Demografi : Kelurahan P, berlokasi di Kota Jakarta timur merupakan daerah
pinggiran kota. Karena sebagaian besar masyarakatnya bekerja sebagai buruh
pabrik ataupun bangunan dan bekerja dari pagj hingga malam hari. Hasil
pengkajian data demografi masyarakat desa Kelurahan P akan disajikan sebagai
berikut:
a) Batas wilayah sebelah barat : Kabupaten A
b) Batas wilayah sebelah timur : Kelurahan T
c) Batas wilayah sebelah selatan : Kelurahan G
d) Batas wilayah sebelah utara : Kecamatan S
2. Tipe Keluarga : Warga Kelurahan P memiliki tipe keluarga rata-rata kecil
(bapak,ibu, anak).
3. Status Perkawinan : Warga Kelurahan P rata-rata usia dewasa sudah menikah.
4. Statistik vital :Menurut data puskesmas setempat, sudah terjadi beberapa kasus
TBC dan HIV/AIDS dalam satu tahun terakhir. Dinas kesehatan menyatakan
bahwa kasus TBC dan HIV/AIDS yang sudah terungkap kemungkinan belum
menggambarkan angka kejadian yang sebenarnya. Dinas kesehatan bekerja sama
dengan puskesmas setempat menyediakan pemeriksaan HIV/ AIDS gratis bagi
para pekerja hiburan malam.
5. Nilai-nila keyakinan dan agama : Masyarakat merasa terganggu dengan kegiatan
malam di tempat tersebut. Tetapi masyarakat tidak bisa melakukan tindakan
apapun untuk mengusir tempat hiburan malam tersebut karena banyak preman
yang melindungi tempat tersebut. Masyarakat merasa takut tempat itu akan
merusak moral anak-anak mereka kelak.
B. Analisa Data
N Data Fokus Etiologi Masalah Keperawatan
O
1 DS : Program tidak Defisit pemeliharaan
- Masyarakat banyak yang mengatasi seluruh kesehatan
berasal dari luar daerah masalah
atay pendatang. kesehatan
- Sebagaian masyarakatnya komunitas
bekerja sebagai buruh
babrik dan bangunan
- Para buruh babrik bekerja
berdasarkan giliran shift
jaga pagi dan sore
DO :
- kondisi di sekeliling
pemukiman penduduk
kurang terurus
- di kelurahan P terdapat
sebuah bangunan
mushola yang sudah
cukup tua dan merupakan
salah satu sarana ibadah
warga kelurahan P
- disana sini terdapat
banyak sampah
berserakan. Tidak ada
tempat aliran air seperti
parit atau selokan.
Sehingga ketika hujan
turun tak jarang tempat
tersebut terendam banjir.
- Rata-rata bangunan
rumah penduduk
merupakan semi
permanen
- Menurut puskesmas
setempat, sudah terjadi
beberapa kasus TBC dan
HIV/AIDS dalam satu
tahun terakhir.
2 DS : Pemilihan gaya Perilaku kesehatan
hidup tidak sehat
Banyak pekerja yang tinggal di cenderung berisiko
(tinggal di tempat
tempat hiburan malam yang hiburan malam)
tinggal dikelurahan P.
DO :
- Banyak masyarakat
merasa terganggu dengan
kegiatan malam di tempat
tersebut.
- Dinas kesehatan
menyatakan bahwa kasus
TBC dan HIV/AIDS
yang sudah terungkap
kemungkinan belum
menggambarkan angka
kejadian yang sebenarnya
- Dinas kesehatan bekerjaa
sama dengan puskesmas
setempat menyediakan
pemeriksaan HIV/AIDS
gratis bagi para pekerja
hiburan malam.

C. Prioritas Masalah
Diagnosa Keperawatan Kriteria Penilaian Total Prioritas
Komunitas Skore
A B C D E F
Defisit Kesehatan Komunitas 1 2 2 3 2 2 12 1
Perilaku kesehatan cenderung 3 1 2 2 1 2 11 2
berisiko
Keterangan :
A : Kesadaran masyarakat terhadap masalah
B : Motivasi komunitas untuk mengatasi masalah
C : Kemampuan perawat untuk mengatasi masalah
D : Fasilitas yang tersedia untuk mengatasi masalah
E : Beratnya akibat jika masalah masih tetap
F : Cepat masalah teratasi
D. Diagnose Keperawatan
1. Defisit pemeliharaan kesehatan di Kelurahan P, Jakarta Timur berhubungan
dengan masalah kondisi lingkungan dan kesadaran masayarakat akan kesehatan
lingkungan yang dimanifestasikan dengan kondisi di sekeliling pemukiman
penduduk kurang terurus dan di sana sini terdapat banyak sampah berserakan.
Tidak ada tempat aliran air seperti parit atau selokan. Sehingga ketika hujan turun,
tak jarang tempat tersebut terendam banjir.
2. Risiko penyebaran penyakit TBC/HIV pada Dewasa di Kelurahan Kelurahan P,
Jakarta Jakarta Timur dengan masalah kurang pengetahuan yang dimanifestasikan
dengan menurut data  puskesmas s  puskesmas setempat, sudah etempat, sudah
terjadi terjadi beberapa kasus beberapa kasus TBC dan TBC dan HIV/AIDS dalam
satu DS dalam satu tahun terakhir.

1. Intervensi
NO. DIAGNOSA TUJUAN DAN INTERVENSI
KEPERAWATAN KRITERIA HASIL
1. Defisit Kesehatan Setelah dilakukukan Promosi Perilaku Upaya
Komunitas asuhan keperawatan Kesehatan
berhubungan dengan diharapkan status
Program tidak kesehatan komunitas Observasi
mengatasi seluruh meningkat, dengan kriteria 1. Identifikasi perilaku
masalah kesehatan hasil: upaya kesehatan yang
komunitas 1. Ketersediaan program dapat ditingkatkan
promosi kesehatan
meningkat Terapeutik
2. Ketersediaan program 1. Berikan lingkungan yang
proteksi kesehatan mendukung kesehatan
meningkat 2. Orientasi pelayanan
3. Partisipasi dalam kesehatan yang dapat
program kesehatan dimanfaatkan
komunitas meningkat
4. Kepatuhan terhadap Edukasi
standar kesehatan 1. Anjurkan menggunakan
lingkungan meningkat air bersih
5. Pemantauan standar 2. Anjurkan mencuci
kesehatan komunitas tangan dengan air bersih
meningkat dan sabun
6. Angka mortalitas 3. Anjurkan menggunakan
menurun jamban sehat
7. Angka morbiditas 4. Anjurkan memberantas
menurun jentik di rumah
8. Prevalensi penyakit seminggu sekali
menurun 5. Anjurkan makan sayur
dan buah setiap hari
6. Anjurkan melakukan
aktivitas fisik setiap hari

Setelah dilakukukan
Perilaku kesehatan asuhan keperawatan Edukasi Kesehatan
2.
cenderung berisiko diharapkan perilaku
berhubungan dengan kesehatan membaik, Observasi
Pemilihan gaya dengan kriteria hasil: 1. Identifikasi kesiapan dan
hidup tidak sehat 1. Penerimaan terhadap kemampuan menerima
(tinggal di tempat perubahan status informasi
hiburan malam) kesehatan meningkat 2. Identifikasi faktor-faktor
2. Kemampuan yang dapat
melakukan tindakan meningkatkan dan
pencegahan masalah menurunkan motivasi
kesehatan meningkat perilaku hidup bersih dan
3. Kemampuan sehat
peningkatan kesehatan
meningkat Terapeutik
4. Pencapaian 1. Sediakan materi dan
pengendalian media pendidikan
kesehatan meningkat kesehatan
2. Jadwalkan pendidikan
kesehatan sesuai
kesepakatan
3. Berikan kesempatan
untuk bertanya

Edukasi
1. jelaskan faktor risiko
yang dapat
mempengaruhi kesehatan
2. ajarkan perilaku hidup
bersih dan sehat
3. ajarkan strategi yang
dapat digunakan untuk
meningkatkan perilaku
hidup bersih dan sehat
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Komunitas adalah suatu kelompok populasi yang tinggal si suatu kawasan
tertentu, berada dibawah suatu pengaturan dan memiliki nilai/interest serta
kebutuhan tertentu pula. Didalam komunitas masyarakat suatu daerah bisa
diklasifikasikan  berdasarkan kelompok  berdasarkan kelompok khusus, salah
khusus, salah satu kondisi satu kondisi kesehatan yang kesehatan yang rentan
terganggu rentan terganggu adalah kelompok dewasa. Salah satu upaya yang
dilaksanakan adalah meningkatkan pola hidup masyarakat yang sehat dan
meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat akan pentingnya
lingkungan yang sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan
keperawatan pada komunitas atau masyarakat.
3.2 Saran
1. Bagi dewasa
Kesehatan merupakan hal yang paling penting, diharapkan dengan adanya
asuhan keperawatan pada agregat dewasa, dapat meningkatkan  pemeliharaan
kesehatan.
2. Bagi para pembaca
Makalah ini bisa digunakan sebagai tambahan bahan untuk menambah wawasan
mengenai asuhan keperawatan komunitas khususnya dewasa diharapkan para
pembaca dapat menyempurnakan makalah ini lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI. 2016. InfoDATIN: Situasi Penyakit Kemenkes RI. 2016. InfoDATIN: Situasi
Penyakit HIV/AIDS di Indonesia. Jakarta: AIDS di Indonesia. Jakarta: Pusdatin Kemenkes RI
diakses dari https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/17020100001/situasi-penyakit-hiv-
aids-di-indonesia.html

Kemenkes RI. 2016. InfoDATIN: Tuberculosis. Jakarta: Pusdatin Kemenkes : Pusdatin


Kemenkes RI diakses dari diakses dari https://pusdatin.kemkes.go.id/
https://pusdatin.kemkes.go