Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH BAHASA INDONESIA

“NOVEL”

KELOMPOK 4 :
 TUBAGUS RIFKI WISENA QOLBU
 SITI NADIA SILVIANA
 RAMA SOLEMAN
 SILVANA OKTAVIANI
 SITI SA’ADAH
 WAWAN YOANDA
 ZIKRA MOULANSYAH
DAFTAR ISI

Pengertian Novel..................................................................................1
Ciri–Ciri Novel.....................................................................................1
Jenis-Jenis Novel..................................................................................1
Unsur-Unsur Novel..............................................................................3
Kaidah Kebahasaan..............................................................................6
Pandangan Pengarang Terhadap Novel................................................7
A. PENGERTIAN NOVEL
Novel adalah suatu bentuk karya sastra yang berbentuk prosa yang
mempunyai unsur unsur intrinsik dan ekstrinsik.
Adapun definisi dari novel itu sendiri adalah suatu bentuk dari sebuah karya
sastra. Novel merupakan kisah atau cerita fiksi dalam bentuk tulisan / kata
kata dan memiliki unsur intrinsik maupun ekstrinsik.

B. CIRI-CIRI NOVEL
Adapun ciri-ciri novel adalah sebagai berikut:
 Ceritanya lebih panjang daripada sebuah cerpen, namun banyak
kalimat yang diulang.
 Alur ceritanya kompleks.
 Novel memiliki jumlah kata lebih dari 35.000 kata
 Terdiri dari 100 halaman.
 Skala novel luas.
 Novel bergantung pada tokoh/pelaku.
 Tema dalam novel tidak hanya satu, tetapi muncul tema-tema
sampingan.
 Waktu minimal untuk membaca sebuah novel adalah 2 jam.
 Novel ditulis dengan narasi kemudian didukung dengan deskripsi
untuk menggambarkan suasana yang ada di dalamnya.

C. JENIS JENIS NOVEL

a. Jenis Novel Berdasarkan Genre nya Adalah Sebagai Berikut:


 Novel romantis, merupakan jenis novel yang mengisahkan kisah kisah
percintaan. Alur cerita dalaam novel romantis membuat pembaaca
merasa bahagia dan sedih dengan perasaan yang dialami oleh sang
tokoh. Adapun contoh dari novel romantis yaitu “Ketika Cinta
Bertasbih, Ayat Ayat Cinta dan lain sebagainya”.
1
 Novel Horor, merupakan jenis novel yang memberikan efek
menegangkan bagi pembaca. Hal tersebutlah yang membuat
peembaca akan merasa ketakutan. Adapun contoh dari novel bergenre
horor yaitu “Bangku Kosong”.

 Novel Misteri, merupakan jenis novel yang akan menemukan alur


cerita yang rumit dan penuh dengan teka-teki.. Hal tersebutlah yang
membuat pembaca merasa penasaran dengan kelanjutan cerita
tersebut. Adapun contoh dari novel bergenre misteri yaitu novel
“Sherlock Holmes”.

 Novel Komedi, merupakan jenis novel yang memberikan cerita


dengan adanya unsur humoris, sehingga membuat pembaca tertawa.
Contoh dari novel jenis ini yaitu “Marmut Merah Jambu”.

 Novel Inspiratif, merupakan jenis novel yang berisi tentang cerita


inspiratif seseorang yang diharapkan dapat memotivasi pembacanya.
Contoh dari jenis novel ini yaitu “Laskar Pelangi dan 5 Cm”.

b. Jenis Novel Berdasarkan Isi dan Tokohnya

 Teenlit, merupakan jenis novel yang menceritakan hal hal yang


berhubungan dengan remaja, dan akan menggunakan tokoh yang
masih remaja. Hal tersebut dibuat untuk menarik perhatian para
pembaca. Contoh jenis novel ini yaitu seperti “Dealova, Perahu
Kertas”.

 Chicklit, merupakan jenis novel yang berhubungan dengan masalah


masalah atau gaya hidup seorang wanita muda. Contoh dari jenis
novel ini yaitu “Testpack, Miss Jutek, dan lain sebagainya”.

2
 Songlit, merupakan jenis novel yang menceritakan hal hal yang
berhubungan dengan lagu-lagu yang sedang hits dan memiliki makna
yang mendalam. Contoh dari jenis novel ini yaitu “Buaya Darat dan
Ruang Rindu”.

 Dewasa, merupakan jenis novel yang berhubungan dengan urusan


orang dewasa atau kehidupan orang dewasa. Contohnya seperti “On
The Island, Saman, dan Larung”.

c. Jenis Novel Berdasarkan Kebenaran Cerita

 Novel Fiksi, merupakan jenis novel yang bercerita tentang hal fiktif
atau khayalan semata, dan tidak pernah terjadi dalam kehidupan
nyata. Kefiktifan ini juga termasuk tokoh, alur, dan latar yang
digunakan dalam novel saja. Contoh “Harry Potter”.

 Novel Non Fiksi, merupakan jenis novel yang bercerita tentang


kejadian nyata. Biasanya novel jenis ini merupakan kisah sejarah atau
pengalaman seseorang. Contoh “Laskar Pelangi”.

D. Unsur-Unsur Novel

Unsur-unsur dalam novel terbagi menjadi dua macam, yaitu unsur


intrinsik dan ekstrinsik.

 Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik novel adalah elemen utama yang membentuk


karya itu sendiri. Unsur intrinsik novel secara umum terdiri dari
sebagai berikut:

3
 Tema

Tema merupakan ide dasar yang menjadi titik tolak seorang untuk
merangkai sebuah cerita menjadi karya yang utuh.

 Latar

Latar adalah tempat, waktu, situasi/kondisi yang terjadi pada suatu


peristiwa.

 Alur

Alur adalah struktur bercerita yang digunakan oleh penulis. Ada


dua jenis alur yang dikenal di Indonesia. Ada alur maju dan alur
mundur. Alur itu sendiri terdiri daari beberapa tahapan yakni tahap
awal atau permulaan cerita, tahap konflik, tahap perumitan, klimaks,
tahap peleraian, dan tahap akhir.

 Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan cara penulis menceritakan kisah yang ia


tulis. Ada beberapa jenis sudut pandang penulis, yaitu sudut pandang
orang pertama, sudut pandang orang kedua, sudut pandang orang
ketiga, dan sudut pandang campuran.

 Penokohan

Penokohan adalah karakter yang dimiliki oleh setiap tokoh pada


novel. Penulis bisa menyusun tokoh-tokoh dalam novel sesuai dengan
kehendak-nya. Namun, karakter tokoh harus dibuat secara matang
agar menjadi daya tarik bagi pembaca.

4
 Unsur Ekstrinsik

Unsur Ekstrinsik novel adalah unsur luar yang ikut membangun dan
mendukung sebuah novel seperti latar kondisi keagamaan,
kebudayaan, sosial, ekonomi, dan nilai nilai yang dianut masyarakat.
Berikut merupakan macam macam unsur ekstrinsik novel, sebagai
berikut:

 Unsur Biografi

Unsur biografi atau latar belakang penulis sangat


mempengaruhi isi dan cerita novel secara signifikan. Yang dimaksud
unsur biografi merupakan unsur tentang latar belakang penulis, yang
diantaranya meliputi tempat tinggal penulis, keluarganya, latar
belakang pendidikan penulis, lingkungan penulis, dan sebagainya.

 Unsur Sosial

Unsur sosial atau kondisi sosial budaya sangat erat kaitannya


dengan kondisi masyarakat ketika novel dibuat. Keadaan sosial dalam
novel turut mempengaruhi isi dan cerita novel tersebut. Yang meliputi
unsur sosial antara lain adalah kondisi politik, kondisi sosial, kondisi
ekonomi, ideologi negara, serta lingkungan masyarakat sekitar dari
penulis novel.

 Unsur Nilai

Unsur nilai adalah nilai-nilai yang terkandung dalam novel.


Unsur ini turut melatarbelakangi cerita novel dan arah jalan ceritanya
dari awal sampai akhir.

5
Unsur nilai dalam novel berkaitan dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam novel, bisa berupa nilai nilai agama, nilai sosial,
nilai budaya, dan nilai norma dalam cerita novel.

E. Kaidah Kebahasaan

Kaidah kebahasaan pada novel terdiri dari sebagai berikut:

 Kalimat dengan makna lampau harus ada.

 Kata konjungsi temporal dan kronologis harus banyak.

 Terdapat banyak kata dalam menggambarkan sebuah tindakan.

 Dalam menceritakan tuturan seorang tokoh dari seorang pengarang,


harus banyak kata kerja untuk menunjukan kalimat tidak langsung.

 Terdapat banyak dialog.

 Dalam menggambarkan tempat, tokoh dan suasana harus


menggunakan kata sifat.

 Ada banyak kata kerja dalam menyatakan sesuatu yang dirasakan oleh
tokoh.

6
F. Pandangan Pengarang Terhadap Novel

Pandangan pengarang merupakan keseluruhan gagasan, aspirasi, dan


perasaan pengarang terhadap setiap permasalahan yang terjadi. Adapun
pandangan pengarang dalam novel adalah menafsirkan apa saja yang
terkandung dalam novel, dalam hal ini termasuk di dalamnya
menafsirkan tentang pesan pengarang, kalimat konotasi, kaitan fakta
dengan kehidupan yang ada dan menemukan nilai-nilai kehidupan yang
disampaikan oleh penulis.

Berikut merupakan langkah-langkah untuk menafsirkan pandangan


pengarang dalam novel, sebagai berikut:

 Membaca keseluruhan isi novel.

 Memahami isi novel secara mendalam.

 Mengetahui biografi atau kehidupan pengarang.

 Mengaitkan kehidupan pengarang dengan kehidupan dalam


novel.