Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN PEMBERIAN O2

NASAL KANUL DI RUANGAN PERAWATAN RINRA SAYANG 1

Disusun dalam rangka memenuhi tugas


stase Keperawatan Dasar

Disusun oleh :
RENA JULIANA
A1C121024

CI INSTITUSI CI LAHAN

(…………………………..) (…………………………..)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS MEGAREZKY MAKASSAR
2021
ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

PEMBERIAN 02 NASAL KANUL DI RUANG RINRA SAYANG 1

A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny.S
Diagnosa medis : Other chronic obstructive pulmonary disease
Tanggal masuk :25 Oktober 2021
Tanggal dilakukan tindakan :25 oktober 2021
B. Diagnosis keperawatan dan dasar pemikiran
1. DS :
 Klien mengatakan sesak
 Klien mengatakan kurang nyaman
 Klien mengatakan susah tidur, tidak nyenyak dikarenakan sesak
2. DO :
 pasien tampak sesak TD: 133/88 mmhg Nadi: 106 Pernafasan: 26 SPO2: 92%
KU= lemah
 pasien tampak lemah
 wajah Ny.S tampak lelah
3. Diagnosis keperawatan :
 Pola nafas tidak efektif
4. Dasar pemikiran :
Klien masuk di ruangan rinra saying 1 pada tanggal 25 oktober 2021 pukul 17.10
WIB dengan keluhan sesak yang dirasakan dan juga nyeri pada dada dan punggung
belakang
Kanula hidung adalah alat yang digunakan untuk memberikan oksigen tambahan atau
peningkatan aliran udara ke pasien atau orang yang membutuhkan bantuan pernapasan
C. Tindakan keperawatan yang dilakukan
Melakukan pemasangan oksigen nasal kanul
1. Tujuan :
 untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh karena mengalami kesulitan
dalam pemenuhan kebutuhan oksigen

 Pernapasan menjadi lebih lega.


2. Indikasi
Sebagai terapi oksigen pada pasien yang dapat bernafas spontan namun
membutuhkan dukungan oksigen konsentrasi rendah hingga sedang. Beberapa contoh
penyakit dengan kebutuhan oksigen rendah ringan sampai sedang antara lain: penyakit
paru dan asma
.
3. Kontrakindikasi
jalan napas yang tersumbat, baik akibat trauma hidung, penggunaan tampon
hidung, atau akibat infeksi/inflamasi.
4. Prosedur
 Pastikan tabung oksigen atau sumber oksigen lainnya telah tersedia dan dapat
berfungsi dengan baik. Pasang regulator oksigen, flow meter, dan humidifier. 
 Identifikasi gejala pasien dengan benar, tujuannya agar manfaat nasal kanul dapat
bekerja. 
 Cuci tangan dengan benar.
 Posisikan pasien untuk duduk dengan posisi Semi-Fowler atau posisi lain yang
memungkinkan.
 Hubungkan selang kanul ke bagian tabung oksigen atau sumber oksigen lainnya.
 Aktifkan aliran oksigen dengan memastikan dosis sudah sesuai dengan kebutuhan
pasien. Periksa kembali ujung kanul untuk memastikan adanya aliran oksigen. 
 Pastikan prong  kanul hidung melengkung ke arah bawah, kemudian prong akan
dimasukkan ke dalam rongga hidung. 
 Kedua sisi selang diposisikan di atas dan di bagian belakang telinga.
 Letakkan kanul pada bagian bawah dagu dengan fiksasi. 
D. .prinsip tindakan
Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah tindakan, memilih ukuran yang
tepat, dan menentukan laju oksigen yang sesuai kebutuhan pasien..
E. Analisa tindakan
Jika ditemukan pengumpulan mukus maka perlu dibersihkan terlebih dahulu
agar pemberian oksigen dapat efektif.
F. Bahaya yang dapat terjadi
 Iritasi kulit.
 Komplikasi pada mukosa hidung.
 Mengalami hiperoksia, yaitu kadar oksigen di dalam tubuh terlalu tinggi.
 Mengalami hiperkapnia, yaitu ketidaknormalan tekanan parsial karbon dioksida
(PaCO2) di dalam darah.
G. Hasil yang didapat
 S : Klien mengatakan sesak napasberkuranng Klien mengatakan merasa lebih nyaman
 O : RR = 20x/menit Klien tampak lebihnyaman
 A : Masalah teratasi
 P:-
H. Tindakan keperawatan
 Pertahankan jalan napas paten. Tempatkan pasien pada posisi yang nyaman
 Pertahankan pemberian O2.
I. Evaluasi diri

Perlu lebih memperhatikan kesesuaian tindakan dengan kondisi klien. Pada tindakan
pemasangan oksigen nasal kanul, perlu lebih hati-hati. Tindakan yang dilakukan dengan
tidak hat-hati dapat menimbulkan masalah baru pada klien

Anda mungkin juga menyukai