Anda di halaman 1dari 2

Perbandingan Novel 9 Matahari dan Sang

Pemimpi

Persamaan

Kedua novel tersebut sama-sama memiliki inti cerita atau tema tentang perjuangan anak
manusia dalam meraih mimpi atau impiannya dalam bidang pendidikan. Pada novel 9
Matahari, tokohnya yaitu Matari Anas memiliki impian untuk bisa kuliah. Dengan
segala upayanya ia akhirnya bisa kuliah dan lulus walau harus melewati banyak
rintangan. Sedangkan dalam novel Sang Pemimpi diceritakan tetang kisah remaja
bernama Ikal, Arai, dan Jimron yang meninggalkan desanya untuk bisa menempuh
pendidikan yang lebih baik sehingga bisa sekolah di kota dan menwujudkan impian
mereka berkuliah di Universitas Sorbone. Dalam prosesnya, mereka juga perlu
berjuang sendiri untuk menghidupi dirinya.
Kedua novel tersebut sama-sama memiliki amanat mengenai meraih mimpi atau impian.
Kita harus berusaha untuk mencapai impian kita juga tidak boleh menyerah pada
keadaan dan segala rintangan yang menghadapi. Selain itu kita harus yakin bahwa kita
dapat meraih mimpi kita. Hal itu sesuai dengan apa yang dialami oleh Tari dan trio
sang pemimpi. Mereka berusaha, mereka melawan keadaan dan rintangan, mereka
yakin impian dan mimpi mereka dapat tercapai, mereka pun mendapatkan apa yang
mereka mau. Tari bisa kuliah dan lulus, sedangkan Ikal dan Arai dapat melanjutkan
studi ke Universitas favorit mereka.
Kedua novel tersebut diciptakan berdasarkan peristiwa yang terjadi di sekitar pengarang
(struktur sosial). Adenita mengarang 9 Matahari berdasarkan pengalaman dan
kejadian yang beredar disekitarnya semasa kuliah. Sedangkan Andrea Hirata juga tidak
jauh berbeda dengan Adenita yang mengangkat ceritanya dari kehidupan pribadinya,
bahkan hampir sama dengan cerita dalam Sang Pemimpi. Andrea Hirata menjelaskan
semua peristiwa dengan sangat detail karena dia begitu hafal setiap adegan dalam
hidupnya.
Alur yang digunakan dalam novel 9 Matahari mempunyai alur maju mundur dengan
urutan yang acak tetapi tak mengubah jalan cerita yang ingin disampaikan. Dalam
novel Sang Pemimpi alur yang digunakan juga maju mundur namun alur mundur yang
digunakan dalam novel ini berada di tengah cerita sehingga tidak terkesan berantakan
dan meguatkan jalan cerita yang ingin disampaikan.
Kedua novel tersebut sama-sama memiliki pandangan dunia pengarang yang banyak
ditularkan dalam karyanya. Pada 9 Matahari pengarangnya kuliah di Bandung
tepatnya di Unpad, tergabung dalam TV kampus, menjadi penyiar radio, serta pernah
mengikuti audisi pembaca berita di salah satu stasuin TV. Sedangkan pada Sang
Pemimpi pengarangnya pernah mengenyam pendidikan di Universitas Sorbone dan di
dalam karyanya sang tokoh juga memiliki impian untuk kuliah di sana.

Perbedaan

Tokoh yang diangkat dalam novel 9 Matahari hanya menggunakan satu tokoh utama yaitu
Matari Anas sedangakan dalam novel Sang Pemimpi tokoh yang diangkat ada tiga
tokoh utama yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron.
Latar (setting) yang digunakan dalam novel 9 Matahari berada di Jakarta dan Bandung
yang merupakan kota besar di Indonesia. Sedangkan pada novel Sang Pemimpi latar
yang digunakan di daerah Belitong dan daerah-daerah yang masih terpencil.
Gaya bahasa yang digunakan dalam novel 9 matahari menggunakan bahasa sehari-hari
sedangkan dalam menyampainnya terkesan membosankan karena terlalu banyak hal
yang dijabarkan dan pembahasannya terlalu serius. Lain halnya dengan Novel
SangPemimpi yang menggunakan gaya bahasa realis bertabur metafora dan dalam
pembahasannya tidak menjenuhkan karena disertai komedi-komedi yang membuat
pembaca lebih tertarik dan tidak menimbulkan kebosanan dalam membacanya