MINI CEX
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. I DENGAN CKD (Chronic Kidney Disease)
DI RUANG PENYAKIT DALAM (IP A) RSUP dr. M.DJAMIL PADANG
I I
A
E
TI
D
Oleh :
Kelompok 2
1. Alfita Sari 7. Nurhofifah Hidayati
2. Dwi Suci Ramadhany Putri 8. Nur Fauziah
3. Dwifa Maharani 9. Nurma Mutia Yusman
4. Fitri 10. Rabiatul Izzati Aluvira
5. Julia Eka Putri 11. Sri Rahma Hosen
6. Kurnia Mayang Sari 12. Wiwit Sundari
Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik
(Hj. Harmawati, S.Kp, M.Biomed) (Ns. Rahmawati, S.Kep)
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SYEDZA SAINTIKA PADANG
2022/2023
Tanggal Pengkajian/Jam : 29 Desember 2022
Ruang/RS : Penyakit Dalam (IP A)/RSUP M.Djamil Padang
A. BIODATA
1. Biodata Pasien
a. Nama : T.I
b. Umur : 50 Tahun
c. Alamat : Jorong Koto Seberang
d. Pendidikan : SMA
e. Pekerjaan : Wiraswasta
f. Tanggal masuk : 23 Desember 2022
g. Diagnosa medis : CKD Stage V
h. Nomor register : 01159948
2. Biodata Penanggung jawab
a. Nama : Ny.L
b. Umur : 46 Tahun
c. Alamat : Dhamasraya
d. Pendidikan : SMA
e. Pekerjaan : Wiraswasta
f. Hubungan dengan klien: Istri
B. KELUHAN UTAMA
(Keluhan apakah yang paling dirasakan oleh pasien saat di kaji?)
Lemah, letih sejak 1 bulan yang lalu, mual dan muntah setiap makan 2 minggu yang lalu,
nafsu makan menurun. BAK berkurang, dan nyeri ulu hati
C. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat Kesehatan Sekarang
a. Terkait dengan keadaan sakit sekarang, tanyakan apa yang pertama kali dirasakan
oleh pasien :
Pertama kali yang dirasakan pasien yaitu pasien mengatakan mual, muntah setiap
makan dan minum, lemah dan letih, nafsu makan menurun, dan nyeri ulu hati.
b. Kapan keluhan pertama kali dirasakan yaitu :
Pasien mengtakan pertama kali dirasakan 1 bulan yang lalu.
c. Apa yang dilakukan pasien/keluarga untuk mengatasi masalah tersebut?............
Berobat ke pelayanan kesehatan terdekat.
d. Bagaimana efek dari usaha yang dilakukan?
Efek yang dirasakan setelah usahayang dilakuan yaitu pasien mengatakan sakitnya
sudah mulai berkurang.
e. Setelah tidak ada perubahan dari usaha yang dilakukan, apa yang dilakukan
kemudian oleh pasien/keluarga ?
Setelah tidak ada perubahan pasien mengatsi dengan berobat lagi ke rumah sakit
dengan pasien percya berharap semuh dari penyakitnya.
2. Riwayat Kesehatan Dahulu
a. Apakah pasien pernah mengalami keadaan sakit seperti ini sebelumnya. Jika ada,
kapan?
Tidak ada
b. Tindakan apa yang dilakukan untuk mengatasi masalah pada waktu itu?
Minum obat dan berobat ke pelayanan kesehatan terdekat.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
a. Apakah ada anggota keluarga yang mengalami sakit seperti ini?
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami sakit seprti paisen maupun penyakit
lainnya seperti hipertensi ,DM.
b. Adakah anggota keluarga yang mengalami penyakit kronis seperti : TBC, DM,
dan penyakit jantung
Tidak ada
c. Jika pasien mengalami penyakit kronis seperti diatas, buatlah genogram untuk
mengetahui riwayat herediter dan resiko penularan (untuk penyakit menular).
Tidak ada
D. PENGKAJIAN ( pemfis head to too ) Mengacu pada salah satu pendekatan ( pilih
salah satu) :
a. Pemeriksaan setiap system tubuh............................................................................
1. Keadaan umum : baik
2. Kesadaran : Compos mentis, GCS = 15
3. TTV : TD = 157/75 N = 85 RR = 20 S = 36,3
4. Kepala ...............................................................................................................
Inspeksi
Bentuk : bulat
Keadaan rambut : beruban
Kebertsihan : bersih
Palpasi
Masa/ adema : tidak ada / tidak ada benjolan.
Mata : sclera putih , isokor
Telinga : simetris , tidak ada secret
Hidung : simetris kiridan kanan , tidak ada pernapasan cuping hidung dan
tidak ada polip
Mulut dan Tenggorokan : mukosa mulut kering
Leher : tidak ada kelenjar tiroid
Dada : simetris...................................................................................................
Abdomen : tidak terdapat asites , tidak ada nyeri tekan
Ekstremitas : Tidak mengalami Gangguan
Kulit : berok, tugor kulit baik, dan tidak ada udema
E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ( Disesuaikan dengan topic yg diambil...!)
1. Laboratorium................................................................................................................
Hb 3,4
Ht 23
Leokosit 714
Trombosit 158.000
Albumin 4,2
Globulin 3,4
Ureum 351
Kreatin 32
Natrium 132
Kalium 5,6
Klorida 107
F. PROGRAM TERAPI
IVFD NaCl 0,2
ANALISA DATA
No Tanggal/ Data Objektif dan Etiologi Masalah Kep
Jam Subjektif (Min 3X DX)
1. 26/12/2022 Data Subjektif : Nyeri Akut
10.34 1. Pasien mengatakan
nyeri diulu hati
2. Nyeri sudah 2 minggu
lalu
Data Objektif :
1. Pasien tampak
meringis
2. Pasien tampak pucat
2. 26/12/202 Data Subjektif : Sekresi eritropolitin ginjal Resiko perfusi
10.34 1. Pasien mengatakan renal tidak
mual,muntah Produksi sel darah merah efektif
2. Pasien mengatakan menurun
lemah, letih
Anemia
Kadar Hb tidak mencukupi
untuk fungsi pembentukan
O2 dan CO2 diantara
jaringan darah
Resiko perfusi renal Tidak
efektif
3. 26/12/2022 Data Subjektif : Sekresi protein terganggu Defisit nutrisi
10.45 1. Pasien BB menurun
2. Nafsu makan menurun Sindrom uremia
Data Objektif : Gangguan keseimbangan
1. BB menurun basa
Produksi asam lambung
naik
Nausea, vomitus
Iritasi lambung
Resiko infeksi
Gastritis
Mual,muntah
Defisit nutrisit
RENCANA KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA (SDKI) SLKI SIKI
1. Nyeri akut b/d cedera Setalah dilakukan tindakan Observasi
fisiologis keperawatanselam 3x24 jam
maka tautan nyeri 1. lokasi, karakteristik, durasi,
meningkat dengan kriteri frekuensi, kualitas, intensitas
hasil : nyeri
1. Melaporkan nyeri
terkontrol meningkat 2. Identifikasi skala nyeri
2. Kemampuan mengenali
onset nyeri meningkat 3. Identifikasi respon nyeri non
3. Kemampuan verbal
menggunakan teknik
nonfarmakologis 4. Identifikasi faktor yang
meningkat memperberat dan
4. Meringis menurun memperingan nyeri
5. Identifikasi pengetahuan dan
keyakinan tentang nyeri
6. Identifikasi pengaruh budaya
terhadap respon nyeri
7. Identifikasi pengaruh nyeri
pada kualitas hidup
8. Monitor keberhasilan terapi
komplementer yang sudah
diberikan
9. Monitor efek samping
penggunaan analgetik
Terapeutik
1. Berikan teknik
nonfarmakologis untuk
mengurangi rasa nyeri (mis.
TENS, hypnosis, akupresur,
terapi musik, biofeedback,
terapi pijat, aroma terapi,
teknik imajinasi terbimbing,
kompres hangat/dingin,
terapi bermain)
2. Control lingkungan yang
memperberat rasa nyeri (mis.
Suhu ruangan, pencahayaan,
kebisingan)
3. Fasilitasi istirahat dan tidur
4. Pertimbangkan jenis dan
sumber nyeri dalam
pemilihan strategi meredakan
nyeri
Edukasi
1. Jelaskan penyebab, periode,
dan pemicu nyeri
2. Jelaskan strategi meredakan
nyeri
3. Anjurkan memonitor nyri
secara mandiri
4. Anjurkan menggunakan
analgetik secara tepat
5. Ajarkan teknik
nonfarmakologis untuk
mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian
analgetik, jika perlu
2. Resiko perfusi renal Setelah dilakukan tindakan Observasi
tidak efektif b/d keperawatan selama 3x24
1. Monitor status hidrasi (mis.
disfungsi ginjal jam. Maka perfusi renal
meningkat dengan kriteri frekuensi nadi, kekuatan
hasil :
nadi, akral, pengisian kapiler,
1. Jumlah urine meningkat
kadar urea nitrogen kelembapan mukosa, turgor
2. Darah mencair
kulit, tekanan darah)
3. Kadar kreatinin plasma
membaik 2. Monitor berat badan sebelum
4. Muntah menurun
dan sesudah dialisis
5. Mual berkurang
3. Monitor hasil pemeriksaan
Status cairan :
Setelah dilakukan laboratorium (mis.
tindakan keperawatan Hematokrit, Na, K, Cl, berat
selama 3x24 jam maka
status cairan membaik, jenis urine, BUN)
dengan kriteria hasil : 4. Monitor status hemodinamik
1. Output urine meningkat
(mis. MAP, CVP, PAP,
PCWP jika tersedia)
Terapeutik
5. Catat intake dan output dan
hitung balance cairan 24 jam
6. Berikan asupan cairan, sesuai
kebutuhan
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian diuretik,
jika perlu
3. Defisit nutrisi b/d Setelah dilakukan tindakan Observasi
ketidakmampuan keperawatan selama 3x24
mengabsopsi nutrien jam maka status nutrisi 1. Identifikasi status nutrisi
d/d mual, muntah membaik, dengan kriteri :
1. Porsi makanan yang 2. Identifikasi alergi dan
dihabiskan meningkat intoleransi makanan
2. Nafsu makan
meningkat 3. Identifikasi makanan yang
disukai
4. Identifikasi kebutuhan kalori
dan jenis nutrient
5. Identifikasi perlunya
penggunaan selang
nasogastrik
6. Monitor asupan makanan
7. Monitor berat badan
8. Monitor hasil pemeriksaan
laboratorium
Terapeutik
1. Lakukan oral hygiene
sebelum makan, jika perlu
2. Fasilitasi menentukan
pedoman diet (mis. Piramida
makanan)
3. Sajikan makanan secara
menarik dan suhu yang
sesuai
4. Berikan makan tinggi serat
untuk mencegah konstipasi
5. Berikan makanan tinggi
kalori dan tinggi protein
6. Berikan suplemen makanan,
jika perlu
7. Hentikan pemberian makan
melalui selang nasigastrik
jika asupan oral dapat
ditoleransi
Edukasi
1. Anjurkan posisi duduk, jika
mampu
2. Ajarkan diet yang
diprogramkan
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian
medikasi sebelum makan
(mis. Pereda nyeri,
antiemetik), jika perlu
2. Kolaborasi dengan ahli gizi
untuk menentukan jumlah
kalori dan jenis nutrient yang
dibutuhkan, jika perlu
IMPLEMENTASI
N DIAGNOSA TINDAKAN KEPERAWATAN HARI/TGL TANDA
O TANGAN
1. Nyeri akut 1. Mengidentifikasi faktor
pencetus dan pereda nyeri
2. Memonitor kualitas nyeri
3. Memonitor durasi dan
penyebaran nyeri
4. Memonitor intensitas nyeri
5. Memonitor durasi dan frekuensi
nyeri
2. Resiko perfusi 1. Memonitor status
renal tidak efektif kardiopulimenal
2. Memonitor status oksigenasi
3. Memonitor status cairan dan
turgor kulit
4. Memonitor tingkat kesadaran
dan respon
3. Defisit nutrisi 1. Mengidentifikasi nutrisi
2. Mengidentifikasi alergi dan
intoleransi makanan
3. Mengidentifikasi kemungkinan
penyebab BB menurun
CATATAN PERKEMBANGAN
N KODE SOAP TANDA
O DIAGNOSA TANGAN
1. S : Pasien mengatakan nyeri diulu hati
sudah berkurang
O : Pasien tampak sudah membaik
A : Masalah teratasi
P : Intervensi diberhentikan
2. S:
1. Pasien mengatakan urine sudah
meningkat
2. Pasien mengatakan mual muntah sudah
berkurang
O:
1. Pasien tampak sudah membaik
2. Pasien tampak tidak mual, muntah lagi
A : Masalah teratasi
P : Intervensi diberhentikan
3. S : Pasien mengatakan nafsu makan sudah
meningkat
O : Pasien sudah tampak lahap makan
A : Masalah teratsi
P : Intervensi diberhentikan