0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan2 halaman

Cara Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan

Dokumen tersebut membahas cara-cara yang perlu dilakukan guru agar proses pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan, di antaranya dengan menciptakan suasana yang rileks dan nyaman, memotivasi siswa, memanfaatkan teknologi, menggunakan ice breaking, serta menggunakan metode pembelajaran yang variatif untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa.

Diunggah oleh

Prince Akbar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan2 halaman

Cara Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan

Dokumen tersebut membahas cara-cara yang perlu dilakukan guru agar proses pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan, di antaranya dengan menciptakan suasana yang rileks dan nyaman, memotivasi siswa, memanfaatkan teknologi, menggunakan ice breaking, serta menggunakan metode pembelajaran yang variatif untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa.

Diunggah oleh

Prince Akbar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK

DAN PEMBELAJARANNYA

Nama : Andri Bastian Simangunsong


Kelas : R001 Bahasa

Pertanyaan Pemantik:
Menurut Anda, apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang guru agar proses pembelajaran di
kelas menjadi menyenangkan?

Pembelajaran dikatakan menyenangkan apabila di dalamnya terdapat suasana yang rileks,


bebas dari tekanan, aman, menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh,
perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat, perasaan
gembira, konsentrasi tinggi. Sementara sebaliknya pembelajaran menjadi tidak menyenangkan
apabila suasana tertekan, perasaan terancam, perasaan menakutkan, merasa tidak berdaya, tidak
bersemangat, malas/tidak berminat, jenuh/bosan, suasana pembelajaran monoton, pembelajaran
tidak menarik siswa.(Indrawati dan Wawan Setiawan, 2009: 24).

Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, beberapa hal yang harus dilakukan oleh
guru antara lain:
a. Menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat
Pada fase ini, guru dituntut untuk dapat menyapa siswa dengan ramah dan
semangat, hal ini bertujuan untuk menciptakan awal yang berkesan dimana hal ini penting
karena akan mempengaruhi proses selanjutnya. Jika awalnya baik, menarik, dan memikat,
maka proses pembelajaran akan lebih hidup dan menggairahkan.

b. Menciptakan suasana yang rileks dan nyaman


Citptakanlah lingkungan yang rileks, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang
nyaman. Oleh karena itu aturlah posisi tempat duduk secara berkala sesuai keinginan siswa.
Bisa memakai format U, lingkaran, Cevron, dan lain-lain. Pada fase ini, guru juga dapat
menyuruh siswa untuk memungut sampah yang ada disekitarnya agar tercipta suasana yang
bersih dan berujung kenyamanan belajar-mengajar antara guru dan peserta didik.

c. Memotivasi siswa
Motivasi adalah sebuah konsep utama dalam banyak teori pembelajaran. Motivasi
ini sangatlah dikaitkan dengan dorongan, perhatian, kecemasan, dan umpan
balik/penguatan. Adanya dorongan dalam diri individu untuk belajar bukan hanya tumbuh
dari dirinya secara langsung, tetapi bisa saja karena rangsangan dari luar, misalnya berupa
stimulus model pembelajaran yang menarik memungkinkan respon yang baik dari diri
peserta didik yang akan belajar. Respon yang baik tersebut, akan berubah menjadi sebuah
motivasi yang tumbuh dalam diri nya, sehingga ia merasa terdorong untuk mengikuti
proses pembelajaran dengan penuh perhatian dan antusias.

d. Memanfaatkan teknologi
Salah satu langkah positif yang harus dilakukan oleh guru agar proses pembelajaran
di kelas menjadi menyenangkan adalah dengan menggunakan teknologi. Penggunaan
teknologi dapat membantu guru menciptakan suasana aktif dan segar di dalam kelas.
Gunakan laptop, internet dan proyektor untuk mengubah materi pelajaran text book ke
dalam audio visual. Dengan penyajian yang baik dan menarik, fokus anak akan lebih
terarah pada materi yang disampaikan.

e. Menggunakan ice breaking


Pada tahapan ini Icebreaking berguna untuk menaikkan kembali derajat perhatian
peserta pelatihan (training). Hal ini perlu dilakukan oleh guru karena berdasarkan hasil
penelitian, rata-rata setiap orang untuk dapat berkonsentrasi pada satu focus tertentu
hanyalah sekitar 15 menit. Seorang guru harus peka ketika melihat gejala yang
menunjukkan bahwa siswa sudah tidak dapat konsentrasi lagi dengan melakukan ice
breaking agar siswa menjadi segar dan konsentrasi kembali. Ice breaking bisa berupa yel -
yel, tepuk tangan, menyanyi, gerak dan lagu, gerak anggota badan, dan games.

f. Menggunakan metode yang variatif


Individu adalah makhluk yang unik memiliki kecenderungan, kecerdasan, dan gaya
belajar yang berbeda-beda. Paling tidak ada 4 gaya belajar siswa seperti yang diungkapkan
Howard Gardner yaitu Auditory, Visual, Reading dan Kinesthetic. Guru perlu menyadari
bahwa siswa dalam satu kelas memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu,
untuk mengakomodir semua siswa belajar dengan latar belakang yang berbeda tersebut
guru dapat menggunakan metode yang bervariasi.

Anda mungkin juga menyukai