Anda di halaman 1dari 3

ORAL CANDIDIASIS/CANDIDOSIS Definisi Infeksi oportunistik pada area oral dan perioral yang biasanya disebabkan oleh pertumbuhan

abnormal (overgrowth) dari mikroorganisme (jamur) Candida endogen. Etiologi Candida Albicans (komensal, pada dasarnya tidak berbahaya, namun dapat menjadi invasif dan bersifat patogen ketika terjadi gangguan pada keseimbangan flora atau penurunan daya tahan tubuh penjamu (host) Penyebab lain; C. Glabrata, C. Krusei, C. Tropicalis dan C. Parapsilastic Faktor Predisposisi Lokal: higienitas oral buruk, xerostomia, kerusakan mukosa, pemakaian gigi palsu, pemakaian mouthwash yang mengandung antibiotic. Sistemik: pemakaian antibitik spectrum luas, steroid, obat-obatan yg dpt menekan system imun, radiasi, kemoterapi, neutropenia akibat keganasan hematology, anemia defisiensi besi, kurang gizi, imunodefisiensi seluler, gangguan endokrin (DM), penyakit yg menekan sitem imun (infeksi HIV) Klasifikasi Kandidiasis Oral Primer: Lesi oral dan perioral (ekslusif) Kandidiasis Oral Sekunder: Lesi oral dari penyakit mukokutaneus Kandidiasis Oral Primer tdd; 1. Pseudomembranous Candidiasis 2. Nodular Candidiasis 3. Athropic Candidiasis/Erythematous Candidiasis 4. Papilary Hyperplastic Candidiasis/Chronic Hyperplastic/Candidal Leukoplakia 5. Candida associated Lessions (Angular Chelitis, Denture Stomatitis, Median Rhomboid Glossitis) Tampilan Klinis 1. Pseudomembranous Candidiasis - sakit - berupa plak putih atau creamy, bintik ataupun garis linear yang perlekatannya longgar. - permukaan sedikit meninggi - dapat diangkat, dan jika hal ini dilakukan akan meninggalkan dasar berwarna merah atau permukaan mukosa mengalami erosi. - lesi dpt bersifat local atau general - sering pada mukosa bukal, palatum mole, lidah dan bibir - xerostomia - rasa terbakar - rasa tidak enak pada mulut

2. Nodular Candidiasis - kronis - berwarna putih, permukaan plak meninggi - biasanya tidak melekat - biasanya dikaitkan dengan gangguan system imun 3. Athropic Candidiasis/Erythematous Candidiasis - dpt bersifat akut atau kronis - asimptomatik, tdk menimbulkan rasa sakit - rasa tidak nyaman karena sensasi terbakar pada lidah dan bibir (pemberian anastesi topical biasanya dapat mengatasi rasa sakit untuk sementara, namun rasa sakit pd BMS tdk dpt teratasi) - mukosa kering dan berwarna merah - xerostomia 4. Papilary Hyperplastic Candidiasis/Chronic Hyperplastic/Candidal Leukoplakia - jaranng - lesi berupa macula putih atau plak - tidak dpt diangkat - lokasi di mukosa bukal, dijumpai berbentuk bintik kecil, dan sejalan dgn progresivitasnya dpt jd berbentuk nodul atau fisura. - Premalignan, dan dgn berbagai derajat displasia 5. Candida associated Lessions a. Angular Chelitis: robekan merah atau fissure pd sudut mulut bersifat asimptomatis, tidak menimbulkan rasa sakit, dapat pada satu atau kedua sisi mulut b. Denture Stomatitis: eritema bersifat difus, edema, kadang ptekia, bintik-bintik putih yang merupakan tumpukan hifa kandida pada tempat pemasangan gigi palsu, asimptomatis c. Median Rhomboid Glossitis: kelainan congenital pd lidah, ditemukan area atrofi pd garis tengah dari permukaan dorsal bagian posterior lidah, eritema difus, nodul atau bercak putih pd garis tengah bgn dorsal lidah tepat di depan papilla circumpalatum, hilangnya papilla filiform yang menyebabkan lesi berbatas tegas, terlokalisir. Kandidiasis Oral Sekunder - Kumpulan sindrom yang jarang dan beranekaragam - Lesi kronis pd kulit, kuku dan mukosa serta biasnya dikaitkan dgn gangguan system imun. - Lesi oral tampak berwarna putih dan biasanya berbentuk plak multiple yg tdk dpt diangkat. Penanganan Kandidiasis Oral 1. Anti jamut topical (salep, suspensi, krim dan lozenges) 2. Pengobatan sistemik Anti jamur 1. Polyene (Nystatin & Amphotericin B) 2. Azol (Miconazol, Klotrimazol, Ketokonazol, Itraconazol, Flukonazol) 3. DNA Anologue 5 Fluorocytosine - Amphotericin B

Dewasa > 100-200 mg/6 jam (dosis oral) Lozenges Fungilin 10 mg > tiap 8 jam, maksimal 80 mg/hari Suspensi Fungilin 100 mg/ml Infus IV 0,25 mg/kgBB/hari Nystatin topical Nystatin tablet (500.000 IU) Chlorhexidine 0,2 % (mouthwash) > fungisidal, menekan perlekatan jamur kandida